cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH WAKTU CURING TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS SOIL SEMEN KAPUR Franky E. P Lapian; Irianto .; Reny Rochmawati
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemeraman terhadap nilai UCS campuran tanah, kapur dan semen yang digunakan sebagai lapis pondasi konstruksi jalan, campuran tanah, kapur 5% dan semen 10% dari berat keseluruhan tanah kemudian diperam dengan variasi waktu pemeraman 7, 14, dan 28. Dengan variasi waktu pemeraman 7 hari diperoleh nilai UCS sebesar 21,399 kg/cm2, variasi waktu pemeraman 14 hari diperoleh UCS sebesar 26,279 kg/cm2 dan pada variasi pemeraman 28 hari di peroleh nilai UCS sebesar 31,660 kg/cm2. Hasil pengujian menunjukkan kenaikan nilai UCS paling signifikan terjadi pada variasi pemeraman dengan 28 hari. Hal itu disebabkan karena kapur sebagai zat additive memerlukan waktu yang lama dalam proes sementasi tanah dan semen yang bercampur dengan tanah mengakibatkan terjadinya proses pertukran kation alkali (Na+ dan k+) dari tanah digantikan oleh kation dari semen sehingga ukuran butiran bertambah besar (flokulasi). Setiap pengujian melakukan sebanyak 5 sampel. Setiap sampel yang di cetak di dalam mol dengan diameter 5,5 dan tinggi 11 cm.
PERANCANGAN SISTEM PAKAR BERSBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSIS DAN MENANGANI PENYAKIT TERNAK (KAMBING) Idhar Adjam; Indra Altarans
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan buatan merupakan cabang dari ilmu komputer yang konsen dengan pengautomatisasi tingkah laku cerdas. Sistem pakar adalah cabang dari kecerdasan buatan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk masalah-masalah dalam suatu domain yang spesifik. Sistem pakar merupakan program komputer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar banyak digunakan untuk kepentingan komersial karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar dalam bidang tertentu ke dalam program komputer sedemikian sehingga dapat memberikan keputusan dan melakukan penalaran secara cerdas. Tugas akhir ini akan membahas tentang Sistem Pakar berbasis web untuk mendiagnosis dan menangani penyakit pada Hewan Ternak. Metode yang digunakan adalah forward chaining dengan penelusuran ke depan, dengan rancangan yang mudah dan sesuai dengan aturan yang ada. Program yang dibuat diharapkan bisa mewakili seorang pakar dalam mendiagnosa penyakit pada hewan Ternak. Sistem Pakar yang dibuat digunakan sebagai alat bantu bagi seseorang untuk mengetahui solusi dari permasalahan pada penyakit hewan tersebut.
KARAKTERISTIK KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH SABUT KELAPA Joni Hermanto
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton dengan penambahan serat atau disebut beton serat adalah beton yang dibuat dengan mencampurkan sejumlah serat yang disebarkan secara random dalam adukan dengan harapan dapat menunda terjadinya keruntuhan secara tiba-tiba. Serat alam yang dipakai dalam penelitian ini adalah serat sabut kelapa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah sabut kelapa terdahadap kuat tekan dan kuat lentur beton mutu K – 250 atau 21,7 MPa dengan panjang serat 4 cm dan 6 cm dengan persentasi serat 0,1% dari total berat benda uji. Yang dilakukan di laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Penelitian dilakukan terhadap kuat tekan beton silinder ukuran 15 cm x 30 cm sebanyak 30 buah dan kuat lentur balok beton dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 60 cm sebanyak 30 buah. Penelitian ini diawali dengan persiapan material agregat halus dan agregat halus, serta limbah sabut kelapa. Pengujian karakteristik masing-masing material agregat halus dan agregat kasar yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji silinder dengan dimensi 15 cm x 30 cm, dan benda uji balok lentur dengan dimensi 15 cm x 15 x cm x 60 cm. Berdasarkan analisa dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak volume penggunaan bahan sabut kelapa pada beton maka semakin menurunkan nilai kuat tekan beton.begitu pula untuk kuat lentur, semakin banyak volume penggunakan sabut kelapa semakin menurukan nilai kuat lentur balok. Namun untuk penggunaan variasi panjang sabut kelapa nilai kuat lentur antara panjang serat 4 cm dengan 6 cm masih lebih besar nilai hasil kuat lentur dari serat sabut kelapa 6 cm, yaitu dengan nilai kuat tekan berurutan masing – masing umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari, yaitu 2,2 MPa, 2,34 MPa, 2,47 MPa, 2,93 MPa, dan 2,80 MPa, sedangkan nilai kuat lentur dengan panjang sabut kelapa 4 cm berurutan masing – masing 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari yaitu 2 MPa, 2,13 MPa, 2,27 MPa, 2,47 MPa, dan 2,47 Mpa. Hasil ini menggambarkan bahwa nilai kuat lentur balok beton naik seiring dengan penambahan panjang serat sabut kelapa.
Analisis Spasial Tahanan Jenis 2D Pada Zona Perlapisan Nikel Laterit Daerah Pulau Obi Dengan Pendekatan Metoda Estimasi Geostatistik Wawan A.K Conoras
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis spasial data tahanan jenis merupakan teknik analisis yang bertujuan untuk menentukan tingkat akurasi dari model interpolasi nilai data tahanan jenis. Penelitian ini dilakukan pada endapan nikel laterit Pulau Obi dengan cara pengukuran geolistrik tahanan jenis. Pengukuran tahan jenis geolistrik pada penelitian ini dengan pendekatan metoda konfigurasi schlumberger, dari hasil pengukuran tersebut dilakukan pemodelan penampang 2D dengan menggunakan RES2D, kemudian data hasil pemodelan tersebut dilanjutkan analisis spasial dengan metoda geostatistik ordinary Point Kriging. Hasil analisis spasial Pengolahan data dan pemodelan data pada ketiga penampang menunjukan nilai koefisian korelasi positif (R = >0,90) yang artinya hasil analisis spasial geostatistik Ordinary point kriging dari data tahanan jenis 2D, mendekati kondisi real di lapangan. Hasil estimasi dan interpretasi data pada Penampang A didominasi Boulder dan bedrock peridotit di bagian bawah penampang. Pada penampang B di dominasi laterit Soil dan pada penampang C, masih di dominasi laterit soil serta sedikit peridotit boulder yang menempati bagian timur penampang.
IDENTIFIKASI POTENSI MINERAL DI DESA GOGOROKO,KABUPATEN HALMAHERA UTARA Abdul Kadir Dahlan Arif; Herry Djainal; Muhammad Djunaidi; Runi Noviany
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emas merupakan suatu logam yang memiliki nilai yang tinggi (precious metal). Tingginya nilai jual emas adalah karena logam ini bersifat langka dan tidak banyak jumlahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk endapan dan proses endapan emas secara langsung dilapangan dan mempelajari karakterk fisik endapan emas di lapangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan recognized yaitu pengamatan langsung dilapangan, pengukuran data struktur geologi yaitu mengukur strike/dip,pengambilan titik koordinat dan pengambilan sampel batuan. Penelitian ini dilakukan di Desa Roko,Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Desa Roko dan Gogoroko mempunyai adanya cebakan emas primer. Hal itu dapat dilihat dari geomorfologi Roko yang berada de cekungan, litologi yang dominan di Roko dan sekitarnya yaitu andesit dan granudiorit, adapun mineral pembawa emas yaitu kuartsa, pirit dan kalkopirit
STUDI ANALISIS MULTI-STREAM ANALYSER (MSA) PADA PABRIK PENGOLAHAN SEBAGAI DATA DASAR BAGI OPERATOR DAN METALURGI PT. NEWMONT NUSA TENGGARA BARAT Ika Sartika Ambarsari
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multi-System Analyser (MSA) adalah suatu alat ukur yang bisa menganalisa secara simultan lebih dari 20 unsur, yaitu unsur – unsur yang berada di tabel prodik dari Ca hingga yang tertinggi. Penganalisaan dapat dilakukan dengan menggunakan teknik X-Ray Flourecences ( XRF ). Pabrik pengolahan tembaga PTNNT area grinding, scavenger dan cleaner merupakan area yang menganalisa slurry dengan teknologi MSA sehingga penganalisaan berlangsung secara kontinu. Pengolahannya dilakukan secara flotasi dengan menerapkan High – Tech pada proses serta peralatan yang digunakan. Cakupan area yang begitu luas, keterbatasan kinerja karyawan serta pemantauan target produksi menyebabkan PTNNT memerlukan suatu sistem yang bisa mengontrol, menganalisa serta bekerja secara simultan pada area pabrik pengolahan. Dari hasil perhitungan resolusi, element – element yang terbaca pada slurry menunjukkan penganalisaan slurry oleh MSA serta hasil analisa dari metalurgi. Data-data yang telah diolah kemudian dirangkum sehingga dapat diketahui perbedaan hasil analisa antara MSA dan metalurgi serta dapat diketahui faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil kedua analisa tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui kestabilan probe ( resolusi ) MSA pada area grinding mengalami penurunan penganalisaan yang disebabkan oleh habisnya masa paruh waktu radiasinya sehingga terjadi perbandingan yang jauh antara kedua hasil analisa. Olehnya itu, pergantian alat secara over all harus segera dilakukan. Namun, berbicara waktu dan target perusahaan dalam menghasilkan produk memerlukan penanganan sementara yaitu dengan pemakaian biskuit yang memiliki element – element sesuai pembacaan radiasi.
KARAKTERISTIK KUAT BETON NORMAL DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH TEMPURUNG KENARI PULAU MAKIAN Sary Shandy; Joni Hermanto
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah suatu material bangunan yang diperoleh dari pencampuran agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau jenis agregat lain dan air, dengan semen Portland atau semen hidrolik yang lain. 70% - 75% masa beton diisi oleh agregat. Sebagai bahan konstruksi yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia, penggunaan sumber daya alam dalam jumlah yang besar pada industri beton tersebut akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alternatif penggunaan bahan yang dapat mengurangi pemakaian material alam dalam jumlah besar. Kenari merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia bagian timur. Tempurung kenari memiliki sifat yang unik, sangat sulit terurai dan membutuhkan bertahun-tahun untuk rusak. Pemanfatan limbah tempurung kenari diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi bahan di daerah Maluku Utara khususnya dalam pembuatan beton sehingga penggunaan material alam dalam jumlah yang besar diharapkan dapat ditekan. Besarnya nilai persentase penambahan tempurung kenari yang dipakai dalam penelitian ini adalah 2%, 3%, dan 4% dari berat total agregat kasar. Penelitian dilakukan terhadap kuat tekan beton silinder ukuran 15 cm x 30 cm sebanyak 40 buah. Dari hasil pembahasan dan analisa didapat nilai hasil uji kuat tekan sesuai dengan mutu yang direncanakan, yaitu K-175 atau 14,53 MPa, dimana setiap umur rencana dengan nilai 16,33 MPa di umur 3 hari, 17,62 MPa di umur 7 hari, 17,94 MPa di umur 14 hari, 18,33 MPa di umur 21 hari, dan 18,45 MPa di umur 28 hari. Dan untuk kuat tekan dengan penambahan 5,69 MPa di umur 3 hari, 8,60 MPa di umur 7 hari, 9,11 MPa di umur 14 hari, 9,27 MPa di umur 21 hari, dan 11,12 MPa di umur 28 hari. nilai kuat tekan beton dengan penambahan tempurung kenari sebesar 3% (BK3) yaitu 5,09 MPa di umur 3 hari, 5,72 MPa di umur 7 hari, 6,56 MPa di umur 14 hari, 7,50 MPa di umur 21 hari, dan 9,03 MPa di umur 28 hari. Dan nilai kuat tekan beton dengan penambahan tempurung kenari sebesar 4% (BK4) yaitu 8,43 MPa di umur 3 hari, 8,86 MPa di umur 7 hari, 9,17 MPa di umur 14 hari, 10,44 MPa di umur 21 hari, dan 10,64 MPa di umur 28 hari.
UPAYAH MASYARAKAT PASCA BENCANA GEMPA BUMI 7,2 MAGNITUDA DI DESA LEMO-LEMO KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Julhija Rasai; Rahmat Abd Fatah
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan gejala alam yang terjadi secara tiba-tiba dan merusak pada skala kekuatan tertentu. Bencana yang telah terjadi di Desa Lemo-Lemo pada tahun 2019 berdampak hingga saat ini, tentunya pada bangunan rumah hunian dan perabotannya. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui upayah masyarakat terdampak bencana gempa bumi. Hasil analisis frekuensi upayah masyarakat Desa Lemo-Lemo dalam menghadapi dampak kerugian akibat bencana gempa bumi 7,2 magnituda, merupakan suatu keadaan yang sangat sulit bagi masyarakat terdampak. Kondisis yang sangat rentan dan tidak berdaya ini diperhadapkan dengan berbagai dimensi permasalahan tuntutan kehidupan, dimana hingga tahun 2020 saat ini dengan peristiwanya sejak tahun 2019, banyak masyarakat korban bencana gempa bumi masih berada dilokasi posko pegungsian atau tempat hunian sementara yang tidak layak huni, yang hanya beratapkan terpal seadanya dengan berlantaikan tanah yang tentunya sangat diprihatinkan keadaannya. Ketidak berdayanya dengan kondisi yang rentan masyarakat hanya menggantungkan harapanya kepada pemerintah pusat dan daerah untuk memperhatikan dampak kerugian pada bangunan rumah hunian dan perabotan rumah tangga. Dengan demikian upayah masyarakat pada keadaanya perlu memperoleh perhatian serius dari berbagai pihak dan instansi terkait.
EVALUASI PENEMPATAN RAMBU LALU LINTAS TERHADAP GEOMETRIK JALAN DI KOTA TERNATE Pinkan Mutiara Lawer; Muhammad Syafril Rustam
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambu lalu lintas di Kota Ternate penempatannya sebagian kurang memberikan informasi dan mengarahkan lalu lintas sementara itu sebagian diperlukan penambahan rambu-rambu jalan seiring dengan perkembangan Kota Ternate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja rambu lalu lintas dengan geometrik jalan di Kota Ternate sesuai dengan standar yang ditetapkan Menteri Perhubungan. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan survey pada sampel ruas jalan yang meliputi pengukuran dimensi eksisting geometrik jalan dan pengambilan data kondisi eksisting rambu lalulintas. Teknik Analisa data dilakukan dengan analisis data keseragaman bentuk, ukuran dan pemeliharaan rambu lalu lintas dan penyesuaian penempatan rambu dengan geometrik jalan yang Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 61 Tahun 1993. Dari hasil penilitian dan pengelolaan data yang diperoleh hasil survey dan observasi kondisi eksisting geometric jalan dan kondisi eksisting rambu lalu lintas pada setiap ruas jalan terdapat rambu lalulintas yang memenuhi standar seperti rambu petunjuk jurusan, rambu peringatan dan rambu larangan. Adapula terdapat beberapa rambu yang tidak memenuhi standar terkait dengan tinggi tiang dan penempatan pada lokasi yang terhalang pohon atau media lainnya
PENGARUH RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP KAPASITAS FATIK BALOK BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN GFRP-S SELAMA SATU TAHUN Muhammad Buttom Masgode
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber Reinforced Polymer (FRP) telah digunakan secara meluas, tidak hanya terbatas pada konstruksi gedung namun juga dapat digunakan pada jenis konstruksi lainnya yang terekspos di lingkungan laut seperti jembatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rendaman air laut terhadap kapasitas fatik balok beton bertulang dengan perkuatan GFRP-S selama satu tahun. Metode pengujian yang digunakan, yaitu metode pembebanan dinamik. Melalui metode ini kelenturan balok diuji di atas dua tumpuan sederhana hingga balok mengalami kegagalan. Benda uji berupa 6 balok beton bertulang berukuran 15 cm x 20 cm x 330 cm yang diperkuat dengan GFRP-S dan nilai f’c sebesar 25 MPa. Dua balok tanpa rendaman selama 0 bulan dan 4 balok direndam di kolam masing-masing selama 6 bulan dan 12 bulan. Hasil pengujian menunjukkan terjadi penurunan nilai umur kelelahan (fatik) antara balok tanpa perendaman dan balok dengan perendaman kolam sebesar 1,231,860 siklus, 1,000,000 siklus dan 885,220 siklus selama 0 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Persentase selisih kapasitas rekatan GFRP-S balok dengan perendaman kolam (6 bulan dan 12 bulan) terhadap balok tanpa perendaman (0 bulan) sebesar 2,20% dan 16,29%. Sedangkan, Persentase selisih kapasitas momen layan balok GFRP-S dengan perendaman kolam (6 bulan dan 12 bulan) terhadap balok tanpa perendaman (0 bulan) sebesar 7,51% dan 10,95%.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025 Vol. 17 No. 01 (2024): Volume 17 No.1, Maret 2024 Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17 No.2, September 2024 Vol. 16 No. 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol. 16 No. 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 15 No 2 (2022): V0l. 15 No. 02 September 2022 Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022 Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021 Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021 Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020 Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020 Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik More Issue