cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN SISTEM INFORMASI DATA PENGALAMAN PROYEK PADA CV. MULTI VERTICAL CONSULTANT (Metode Pengujian White Box Testing) Syaiful Ahmad
DINTEK Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.532 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang sistem informasi pengolahan data pengalaman proyek berbasis website, sistem ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada staf perusahaan dalam mengolah data pengalaman proyek pada CV. Multi Vertical Consultant. Data yang dikelola pada sistem yaitu data costumer, data proyek dan data progres proyek. Metode perancangan proses dengan menggambarkan diagram konteks dan diagram aliran data sistem, pemodelan data dengan menggambarkan ERD, rancangan antar muka program sebagai penghubung antara user dengan database. Dalam pengujian sistem ini menggunakan metode wahite box testing dimana pengujian yang berdasarkan pada detail perancangan dan penggunaan struktur kontrol dari desain program secara prosedural. Dengan hasil pengujian white box testing menunjukkan 100% alur sistem telah berjalan dengan baik mulai dari input, proses dan output data pengalaman proyek.
STUDI EKSPERIMENTAL ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Morgan S. Lamotokana; Latuconsina .; Suriyani Adek
DINTEK Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.942 KB)

Abstract

Penggunaan material semen dalam indsutri konstruksi terus menerus meningkat dari tahun ke tahun dan peningkatan ini berakibat pada meningkatya gas buangan CO2 di alam yang berakibat pada pembentukan efek rumah kaca. Dalam rangka mengeliminasi pengaruh buruk terhadap lingkungan, subtitusi parsial semen dengan abu vulkanik dalam proses pembuatan beton menjadi alternatif yang dapat menghasilkan material konstruksi yang ramah lingkungan tanpa mengurangi kekuatan utama yang baik dan umur panjang beton. Dalam penelitian ini jumlah abu vulkanik yang berasal dari Gunung Api Banda sebagai bahan pengganti sebagian semen pada beton dibuat menjadi beberapa variasi yaitu 0%, 5%, 10%, 20%, dan 30%. Dengan mutu rencana beton normal sebesar 24 MPa, tiap variasi yang dibuat berbentuk silinder diuji kuat tekan pada umur 28 hari untuk mengetahui pengaruh dari penggantian sebagian semen dengan abu vulkanik. Hasil penelitian menunjukan nilai kuat tekan tertinggi ada pada variasi abu vulkanik 0% yaitu 21,04 MPa. Sedangkan subtitusi maksimum abu vulkanik ada pada variasi 10% yaitu 20,95 MPa. Tidak tercapainya mutu rencana dan nilai kuat tekan beton tertinggi yang terlihat belum meningkat secara signifikan kemungkinan disebabkan karena penggunaan abu vulkanik mengurangi jumlah semen sehingga menambah jumlah agregat halus. Dalam hal ini abu vulkanik bersifat sebagai filler bukan sebagai bahan ikat.
PEMBANGUNAN PRASARANA HUTAN KOTA SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA TERNATE Mohammad Said; Muhammad Syafril Rustam
DINTEK Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahir dari inspirasi terbentuknya sebuah kota dan melihat realitas kehidupan masyarakat Kota Ternate saat ini, maka dalam pola manajemen kota harus ada sebuah tindakan kreatif yang mampu mengeksplorasi potensi masyarakat Kota Ternate untuk berpartisipasi dalam peningkatan kualitas kota terutama penyediaan kawasan hijau. Pembangunan kawasan hijau merupakan sebuah konsep yang menonjolkan nilai seni (art) dan humanisme. Sebuah kawasan yang tertata rapi, bersih, hijau dan diperindah dengan kehadiran tanaman hias, maka akan mewujudkan sebuah kawasan yang nyaman dipandang. Berdasarkan analisis dan pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkan seperti berikut ; Penurunan kualitas lingkungan perkotaan sebagian disebabkan karena penyempitan lahan perkotaan terutama kawasan hijau perkotaan menjadi kawasan permukiman dan kawasan lainnya; Taman merupakan RTH yang memiliki fungsi sebagai keindahan kota dan penyeimbang ekologi kota dan Program lorong berbunga merupakan sebuah konsep yang menonjolkan nilai seni (art) dan humanisme dan sebuah upaya untuk mengikis sikap individualis masyarakat Kota Ternate yang tinggal dalam satu kawasan perkotaan. Dimana masyarakat dilibatkan dan bergotong royong untuk mempercantik kawasan tempat tinggalnya.
Analisis Performa IEEE 802.11n dan IEEE 802.11ac Erwin Gunawan
DINTEK Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Sebagai peningkatan dari IEEE 802.11n, IEEE 802.11ac yang bekerja pada frekuensi 5 GHz mendukung data rate yang lebih besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengkomparasi kedua standar pada jaringan internal yang berfungsi secara penuh di lingkungan dalam ruang (indoor) universitas. Penelitian dilakukan dalam kondisi Line of Sight (LoS) dan Non-Line of Sight (Non-LoS). Model Multi Wall and Floor (MWF) digunakan untuk menghitung besaran rugi-rugi yang terjadi pada kondisi Non-LoS. Parameter delay, packet loss, serta throughput dari kedua standar pada saat dilewatkan trafik video, diukur dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada jarak 5m (LoS) dari AP, IEEE 802.11n dengan channel width 40 MHz menghasilkan rata-tara penguatan bandwidth sebesar 54% dibanding dengan channel width 20 MHz. Pada kondisi yang sama IEEE 802.11ac dengan channel width 40 MHz menghasikan penguatan 64% dibanding dengan 20 MHz. Rata-rata packet loss untuk video dengan kualitas 720p pada jarak 5m (Los) dari AP adalah 1.2%, sedangkan video 1080p menghasilkan 14.2%. Disimpulkan bahwa pada dua kondisi pengukuran, IEEE 802.11ac menghasilkan rata-rata bandwidth maksimum yang lebih besar dibandingkan dengan IEEE 802.11n, namun untuk layanan video dengan kualtias 1080p, kedua standar tidak mampu memenuhi syarat minimal QoS. Faktor eksternal berperan penting dalam kondisi ini.
ANALISIS INTENSITAS HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN UJI KECOCOKAN DISTRIBUSI FREKUENSI KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Susanti Rahman
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Drainase adalah aspek penting dalam pembangunan yang berkelanjutan dan kelihatannya sederhana namun bila drainase tidak didesain dan direncanakan dengan baik maka banyak hal berdampak ketika kinerja drainase tidak maksimal seperti halnya banjir yang akan merambat ke berbagai aspek-aspek seperti ekonomi, kesehatan, transportasi, pendidikan dan lainnya. Untuk mengatasi drainase yang debit aliran air yang sangat besar di Kecamatan Oba Utara Kota Todore Kepualauan dengan menganalisis intensitas air hujan dengan periode ulang tertentu dengan menggunakan uji kecocokan distribusi frekuensi. Analisis intensitas hujan menggunakan metode Mononobe dengan pengambilan data curah hujan dari Stasiun Pengukuran Curah Hujan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Babullah Ternate dari tahun 2011 sampai 2019. Tujuan penelitian ini, yaitu adalah untuk menentukan berapa besar intensitas curah hujan dengan menggunakan uji kecocokan distribusi frekuensi Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepualauan. Berdasarkan perhitungan intensitas curah hujan ini menggunakan metode Dr. Mononobe yang merupakan sebuah variasi dari persamaan-persamaan curah hujan jangka pendek, didapat hujan rancangan dengan masing-masing periode ulang R2 = 166 mm, R5 = 222 mm, R10 = 249 mm, dan R25 = 275 mm dengan durasi waktu dalam hitungan dalam 24 jam, maka besar nilai intensitas hujan (I) dengan R2 = 6.93 mm/jam , R5 = 9.24 mm/jam, R10 = 10.36 mm/jam, R25 = 11.44 mm/jam.
STUDI PENILAIAN KONDISI KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE NILAI INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (IRI) DAN SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) (Studi Kasus Jalan Alternatif Waena _ Entrop) Irianto .; Reny Rochmawati
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan jalan yang berkelanjutan akan menyebabkan timbulnya kerusakan pada jalan yang merugikan pengguna jalan sehingga tidak sesuai dengan usia jalan yang direncanakan. Kerusakan jalan mengharuskan dilakukannya penelitian untuk menentukan kondisi permukaan jalan dengan melakukan pengamatan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan jalan yang terjadi pada jalan alternative Waena - Entrop dengan menggunakan metode International Roughness Index (IRI) dan metode Surface Distress Index (SDI), serta menentukan cara penanganan perbaikan jalan yang dilakukan berdasarkan jenis kerusakan jalan yang terjadi di lapangan. Dari hasil pengamatan dengan menggunakan metode IRI dengan aplikasi android roadbounce, dari total 6 km panjang jalan yang di analisis menunjukkan bahwa 2.8 km mengalami kerusakan yang terdiri dari 2.45 km mengalami kerusakan sedang dan 0.35 km mengalami kerusakan berat, sedangkan hasil perhitungan dengan metode SDI tingkat kerusakan jalan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai SDI 100, berdasarkan hasil tersebut maka kerusakan yang terjadi dapat direkomendasikan metode perbaikan adalah pemeliharaan ruting
METODE STRATEGI PENAWARAN PROYEK KONSTRUKSI DI LPSE KOTA TIDORE KEPULAUAN (Studi Kasus Kantor Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tidore Kepulauan) Amiruddin Hi. Muhammad
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan konstruksi dilihat dari perkembangannya saat ini merupakan suatu kegiatan dengan permasalahan yang sangat komplek. Hal ini terjadi karena adanya perkembangan dari karakteristik kegiatan konstruksi saat ini, yakni semakin meningkatnya ukuran nilai dari suatu proyek dan kompleksitas dari kegiatannya sehingga dalam setiap proses dari kegiatan konstruksi tersebut diperlukan suatu perencanaan yang baik dan matang, agar tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan konstruksi tersebut dapat diwujudkan. Metode strategi penawaran selama ini belum banyak dibicarakan dan dibahas oleh pihak yang terlibat pada proyek konstruksi di Maluku Utara khususnya Kota Tidore Kepulauan, padahal metode strategi penawaran merupakan kebutuhan kontraktor dalam menghadapi tender terbuka pada era globalisasi. Model tersebut kemudian diterapkan pada sejumlah tender konstruksi di Kota Tidore Kepulauan yang berhasil di peroleh dari data penawaran melalui LPSE Kota Tidore Kepulauan. Hasil perhitungan kemudian diuji dengan dua data yang memang sengaja disisihkan untuk pengujian model tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mengevaluasi tender proyek konstruksi di Kota Tidore Kepulauan menggunakan metode Expected Profit Method dan Friedman’s Method, serta membandingkan kedua metode tersebut mana yang dapat digunakan untuk menentukan penawaran yang lebih akurat dan efektif terhadap suatu proyek. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu bahwa penggunaan dari kedua Expected Profit Method dengan nilai yang dihasilkan adalah -4% untuk mengalahkan 10 pesaing dan Friedman Method yang masih memberikan peluang untuk mengalahkan pesaing dengan -3,71 % untuk mengalahkan 10 pesaing.
DERAJAT PENGUKURAN KEKOMPAKAN KOTA WILAYAH PERKOTAAN TIDORE Indra Altarans; Fitriyanti Faruk
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wilayah perkotaan memiliki daya tarik yang kuat, sehingga dapat mengundang penduduk untuk datang dan mencari peluang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dampaknya kota akan semakin berkembang, karena dari kawasan sub urban maupun rural berangsur – angsur berkembang menjadi perkotaan. Dengan kata lain, perdesaan yang telah menjadi perkotaan. Perdesaan yang semula dikenal sebagai penyokong kehidupan perkotaan, seperti, pertanian, budidaya, peternakan dan lain sebagainya, telah berubah fungsi menjadi pemukiman padat penduduk, bahkan beralih fungsi menjadi kawasan industri, Hal tersebut diatas dinamai dengan Urban sprawl. Urban sprawl ditandai dengan adanya gedung-gedung vertikal maupun horizontal, dan bertambahnya fasilitas jalan, fenomena seperti ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun, pertumbuhan penduduk yang sangat cepat akan menuntut penyediaan fasilitas dan insfrastruktur untuk pengembangan perkotaan kedepannya. Pengembangan Kota Tidore menjadi pusat dari ibu kota Provinsi Maluku Utara akan memicu terjadinya urbanisasi, yang akan menambah populasi dan peningkatan kebutuhan lahan di Kota Tidore. Salah satu ancaman yang mungkin terjadi adalah urban sparwl. Urban sprawl adalah perkotaan yang tidak sengaja terbentuk, serta struktur ruang perkotaan yang tidak beraturan, dikenal sebagai pemekaran kota ke daerah-daerah di sekitarnya secara tidak terstruktur, acak, tanpa adanya rencana. Oleh karena itu, untuk memecahkan permasalahan urban sparwl di Perkotaan Tidore, diperlukannya upaya pengendalian dengan pendekatan compact city dalam hal keberlanjutan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kekompakan di Wilayah Perkotaan Tidore, melalui pengukuran tingkat kekompakan kota dengan konsep kota berkelanjutan yang menggunakan indikator urban compactness. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan indicator indikator urban compactness yang digunakan meliputi kepadatan, percampuran fungsi, aksesbilitas kota, dan kerterkaitan jaringan jalan dengan transportasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, analisis spasial, dan analisis scoring
DAMPAK PLTU TIDORE TERHADAP LINGKUNGAN UDARA, KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN RUM BALIBUNGA KECAMATAN TIDORE UTARA Fitriyanti Faruk; Indra Altarans
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sebaran Polutan yang diemisikan oleh PLTU Tidore berupa Sox, Nox dan total partikel). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dispersi permodelan polutan dan untuk mengetahui pengaruh dampak PLTU terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Model gaussian dan skenario permodelan perangkat lunak WRPlot View dan Screen View digunakan untuk memprediksi konsentrasi gas-gas polutan. Adapun pendekatan analisis untuk mengetahui pengaruh dampak PLTU Tidore terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dalam hal ini melalui penyebaran kuisioner dan diolah menggunakan perangkat lunak SPSS 17.0. Luaran penelitian ini akan dipublikasikan pada Jurnal Nasional DINTEK Teknik. Hasil permodelan didapatkan dispersi polutan mengikuti arah angin dominan yaitu barat dan barat laut. Konsentrasi maksimal SOx, NOx dan total partikel pada arah angin dominan ke barat laut memiliki nilai konsentrasi yang sama dengan arah angin dominan ke barat yaitu, 32,23 µg/m3, 16,12 µg/m3 dan 64,46 µg/m3 pada jarak maksimal 431 m hingga jarak terjauh 10.000 m. Adapun hasil kuantitatif deskriptif dampak PLTU Tidore kesejahteraan dan kesehatan masyarakat menunjukkan kategori berpengaruh dan cukup berpengaruh dengan nilai persentase sebesar 53,9 % dan 45,8 %.
PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIFITAS PESAWAT DI BANDAR UDARA SENTANI JAYAPURA Mohammad Fauzi; Irianto .; Didik S.S.Mabui
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dampak lingkungan dalam pengoperasian Bandara adalah kebisingan yang sumbernya berasal dari aktivitas Pesawat Terbang. Bandar Udara Sentani adalah salah satu bandar udara untuk pelayanan umum yang ada di Provinsi Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan di sekitar Bandar Udara Sentani, mengetahui tingkat kebisingan di pemukiman yang berbatasan langsung dengan Bandar Udara Sentani. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pada jarak 315 meter dari landasan pacu Bandar Udara Sentani. Pada bagian Utara Bandar Udara Sentani (P1) rata-rata kebisingan sebesar 81,25 dBA dengan nilai WECPNL sebesar 77,47 dan bagian Barat Bandar Udara Sentani (P2) rata-rata kebisingan sebesar 82,90 dBA dengan nilai WECPNL sebesar 79,13 yang berarti tanah dan ruang udara dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kegiatan atau bangunan kecuali jenis kegiatan atau bangunan sekolah, rumah sakit dan rumah tinggal. Bangunan yang sudah ada harus dilengkapi dengan insulasi suara sesuai dengan prosedur dan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan pada bagian Selatan Bandar Udara Sentani (P3) rata-rata kebisingan sebesar 84,90 dBA dengan nilai WECPNL sebesar 80,90 yang berarti tanah dan ruang udara pada kawasan kebisingan hanya dapat dimanfaatkan untuk membangun bangunan atau fasilitas bandar udara yang dilengkapi insulasi suara dan dapat dimanfaatkan sebagai jalur hijau atau sarana pengendalian lingkungan dan pertanian yang tidak mengundang burung.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025 Vol. 17 No. 01 (2024): Volume 17 No.1, Maret 2024 Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17 No.2, September 2024 Vol. 16 No. 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol. 16 No. 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 15 No 2 (2022): V0l. 15 No. 02 September 2022 Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022 Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021 Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021 Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020 Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020 Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik More Issue