Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

URBAN COMPACTNESS DI WILAYAH PERKOTAAN KENDAL Altarans, Indra; Pradoto, Wisnu
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.62 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v14i4.17822

Abstract

Urbanisasi merupakan proses terjadinya pengkotaan suatu desa sehingga menyebabkan rencana pembangunan kota menjadi tidak terkendali sehingga menimbulkan Urban Sprawl. Urbanisasi akan di proyeksikan beberapa tahun mendatang akan terjadi di Kabupaten Kendal, dikarenakan Pengembangan Kawasan Industri Jababeka di Kendal dalam skala yakni pada area seluas 2200 hektar. Tentu akan membawa dampak yang cukup signifikan, keberadaan lahan pertanian akan terancam akibat meningkatnya permintaan lahan. Upaya untuk membatasi Urban Sprawl di perkotaan kendal dapat dilakukan dengan konsep Compact City sebagai model pengembangan kota yang efisien. Dari itu, di perlukannya Urban Compactness untuk menimalisir Urban Sprawl di Perkotaan Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kekompakan kota di Wilayah Perkotaan Kendal, sehingga di perlukannya derajat pengukuran kota kompak yang disebut dengan Urban Compactness. Pengukuran Urban Compactness berdasarkan keseluruhan indikator Compact City antara lain, indikator Urban Compactness yang digunakan meliputi kepadatan, percampuran fungsi, aksesbilitas kota, dan kerterkaitan jaringan jalan dan transportasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dipakai dalam mengidentifikasi Urban Compactness di Wilayah Perkotaan Kendal, dengan teknik analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan dan sasaran. Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, analisis spasial, dan analisis scoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Urban Compactness di Wilayah Perkotaan Kendal, mengenai setiap indikator Compact City dalam penentuan Urban Compactness menunjukkan bahwa, pada tingkat Urban Compactness tertinggi berada di Kecamatan Kendal, sedangkan tingkat Urban Compactness sedang berada di Kecamatan Pegandon, dan tingkat Urban Compactness terendah terdapat di Kecamatan Brangsong, Kecamatan kaliwungu, Kecamatan Ngampel, dan Kecamatan Patebon.
Perancangan Sistem Pakar Bersbasis Web untuk Mendiagnosis dan Menangani Penyakit Pada Tanaman Pala Idhar Adjam; Fitriyanti Faruk; Farid Madjodjo; Indra Altarans
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.538 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6397008

Abstract

Artificial intelligence is a part of computer science that is widely used because of its ability to imitate human thinking. Computers have penetrated into various fields of life And expert systems are a branch of artificial intelligence that studies how to adopt the way of thinking of an expert in solving a problem, and make a decision or draw conclusions from a number of facts. In this case the expert system is used to diagnose diseases in Nutmeg plants using the Forward chaining method. With the aim of being able to assist in diagnosing diseases in Nutmeg plants and getting precise and accurate diagnostic results. This final project will discuss a web-based expert system for diagnosing and treating diseases in nutmeg. The method used is forward chaining with forward tracking, with an easy design and in accordance with existing rules. The program created is expected to represent an expert in diagnosing diseases. The expert system created is used as a tool for someone to find solutions to problems in nutmeg plant diseases.
DERAJAT PENGUKURAN KEKOMPAKAN KOTA WILAYAH PERKOTAAN TIDORE Indra Altarans; Fitriyanti Faruk
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wilayah perkotaan memiliki daya tarik yang kuat, sehingga dapat mengundang penduduk untuk datang dan mencari peluang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dampaknya kota akan semakin berkembang, karena dari kawasan sub urban maupun rural berangsur – angsur berkembang menjadi perkotaan. Dengan kata lain, perdesaan yang telah menjadi perkotaan. Perdesaan yang semula dikenal sebagai penyokong kehidupan perkotaan, seperti, pertanian, budidaya, peternakan dan lain sebagainya, telah berubah fungsi menjadi pemukiman padat penduduk, bahkan beralih fungsi menjadi kawasan industri, Hal tersebut diatas dinamai dengan Urban sprawl. Urban sprawl ditandai dengan adanya gedung-gedung vertikal maupun horizontal, dan bertambahnya fasilitas jalan, fenomena seperti ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun, pertumbuhan penduduk yang sangat cepat akan menuntut penyediaan fasilitas dan insfrastruktur untuk pengembangan perkotaan kedepannya. Pengembangan Kota Tidore menjadi pusat dari ibu kota Provinsi Maluku Utara akan memicu terjadinya urbanisasi, yang akan menambah populasi dan peningkatan kebutuhan lahan di Kota Tidore. Salah satu ancaman yang mungkin terjadi adalah urban sparwl. Urban sprawl adalah perkotaan yang tidak sengaja terbentuk, serta struktur ruang perkotaan yang tidak beraturan, dikenal sebagai pemekaran kota ke daerah-daerah di sekitarnya secara tidak terstruktur, acak, tanpa adanya rencana. Oleh karena itu, untuk memecahkan permasalahan urban sparwl di Perkotaan Tidore, diperlukannya upaya pengendalian dengan pendekatan compact city dalam hal keberlanjutan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kekompakan di Wilayah Perkotaan Tidore, melalui pengukuran tingkat kekompakan kota dengan konsep kota berkelanjutan yang menggunakan indikator urban compactness. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan indicator indikator urban compactness yang digunakan meliputi kepadatan, percampuran fungsi, aksesbilitas kota, dan kerterkaitan jaringan jalan dengan transportasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, analisis spasial, dan analisis scoring
DAMPAK PLTU TIDORE TERHADAP LINGKUNGAN UDARA, KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN RUM BALIBUNGA KECAMATAN TIDORE UTARA Fitriyanti Faruk; Indra Altarans
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sebaran Polutan yang diemisikan oleh PLTU Tidore berupa Sox, Nox dan total partikel). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dispersi permodelan polutan dan untuk mengetahui pengaruh dampak PLTU terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Model gaussian dan skenario permodelan perangkat lunak WRPlot View dan Screen View digunakan untuk memprediksi konsentrasi gas-gas polutan. Adapun pendekatan analisis untuk mengetahui pengaruh dampak PLTU Tidore terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dalam hal ini melalui penyebaran kuisioner dan diolah menggunakan perangkat lunak SPSS 17.0. Luaran penelitian ini akan dipublikasikan pada Jurnal Nasional DINTEK Teknik. Hasil permodelan didapatkan dispersi polutan mengikuti arah angin dominan yaitu barat dan barat laut. Konsentrasi maksimal SOx, NOx dan total partikel pada arah angin dominan ke barat laut memiliki nilai konsentrasi yang sama dengan arah angin dominan ke barat yaitu, 32,23 µg/m3, 16,12 µg/m3 dan 64,46 µg/m3 pada jarak maksimal 431 m hingga jarak terjauh 10.000 m. Adapun hasil kuantitatif deskriptif dampak PLTU Tidore kesejahteraan dan kesehatan masyarakat menunjukkan kategori berpengaruh dan cukup berpengaruh dengan nilai persentase sebesar 53,9 % dan 45,8 %.
PERANCANGAN SISTEM PAKAR BERSBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSIS DAN MENANGANI PENYAKIT TERNAK (KAMBING) Idhar Adjam; Indra Altarans
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan buatan merupakan cabang dari ilmu komputer yang konsen dengan pengautomatisasi tingkah laku cerdas. Sistem pakar adalah cabang dari kecerdasan buatan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk masalah-masalah dalam suatu domain yang spesifik. Sistem pakar merupakan program komputer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar banyak digunakan untuk kepentingan komersial karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar dalam bidang tertentu ke dalam program komputer sedemikian sehingga dapat memberikan keputusan dan melakukan penalaran secara cerdas. Tugas akhir ini akan membahas tentang Sistem Pakar berbasis web untuk mendiagnosis dan menangani penyakit pada Hewan Ternak. Metode yang digunakan adalah forward chaining dengan penelusuran ke depan, dengan rancangan yang mudah dan sesuai dengan aturan yang ada. Program yang dibuat diharapkan bisa mewakili seorang pakar dalam mendiagnosa penyakit pada hewan Ternak. Sistem Pakar yang dibuat digunakan sebagai alat bantu bagi seseorang untuk mengetahui solusi dari permasalahan pada penyakit hewan tersebut.
PENGARUH PEMAKAIAN SAMPAH STYROFOAM TERHADAP KUAT TEKAN DAN KARAKTERISTIK BATAKO (STUDI KASUS PERBANDINGAN BATAKO KONVENSIONAL DAN BATAKO STYROFOAM DI KOTA TIDORE KEPULAUAN) Alfian Hanafi; Indra Altarans
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 6 No 5 (2021)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya zaman diera globalisasi dan kemajuan teknologi, Kota Tidore kepulauan masih banyak sampah yang dibuang kepesisir pantai. Salah satu jenis sampah yang sering ditemukan di pesisir pantai Tidore adalah sampah Styrofoam. Oleh sebab itu peneliti mengambil penelitian tentang pemanfaatan sampah untuk sebagai bahan campuran dalam pembuatan batako. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian sampah styrofoam terhadap kuat tekan dan karakteristik agregat halus bahan penyusun batako styrofoam dengan membandingkan kuat tekan batako styrofoam dan batako konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana penelitian ini dengan metode penelitian eksperimen tentang pengolahan sampah styrofoam untuk dijadikan batako. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa pengujian karakteristik material agregat halus yang digunakan telah memenuhi spesifikasi yang di syaratkan. Dan untuk hasil kuat tekan batako konvensional di peroleh hasil nilai rata-rata beton untuk 3 hari samapai 28 hari mendapatkan hasil tertinggi sebesar 4,7 Mpa. Sedangkan batako Styrofoam peroleh hasil nilai rata-rata beton untuk 3 hari samapai 28 hari mendapatkan hasil tertinggi sebesar 5,2 Mpa. Hasil dari kuat tekan batako konversional dan Styrofoam tidak masuk dalam kuat tekan yang di digunakan.
PENGARUH PENGGANTI AGREGAT HALUS PASIR BESI TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-300 Riswandi Hamid; Amiruddin Hi. Muhammad; Fitriyanti Faruk; Indra Altarans
DINTEK Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini perencanaan campuran beton menggunakan standar beton normal (SNI 03- 2834-2000) dengan kuat tekan rencana 26,4 MPa dengan pasir besi sebagai substitusi agregat halus dengan variasi kadar 10%, 20% dan 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton dari pengujian kuat tekan beton, modulus elastisitas beton, kuat tarik belah beton dan penyerapan air beton dengan benda uji silinder (diameter 15 cm dan tinggi 30 cm). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kuat tekan beton cenderung meningkat seiring bertambahnya kadar pasir besi dengan nilai persentasi keseluruhan yang berbeda, pada umur rencana tiga 3 hari sebesar 20.83 Mpa, mengalami peningkatan pada umur rencana 14 hari sebesar 27.59 Mpa, dan 28 hari 28.92 Mpa. Sedangkan kuat tekan beton rata – rata dilihat bahwa kuat tekan beton yang tertinggi terdapat pada umur 28 hari dan kuat tekan beton terendah pada umur 3 hari.
OPTIMASI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA DAN PENAMBAHAN TENAGA KERJA MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Islamic Center Halmahera Tengah) Safril Usman; Amiruddin Hi. Muhammad; Idhar Adjam; Indra Altarans
DINTEK Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan proyek konstruksi dilihat dari waktu dan biaya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan proyek dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja, serta membandingkan hasil antara biaya denda dengan perubahan biaya sesudah penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana berupa Time Schedulle dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Analisis data menggunakan program Microsoft Project 2019 dan metode Time Cost Trade Off. Hasil dari program Microsoft Project 2019 adalah lintasan kritis dan kenaikan biaya akibat dari penambahan jam kerja (lembur) sedangkan hasil dari metode Time Cost Trade Off adalah percepatan durasi dan kenaikan biaya akibat percepatan durasi dan penambahan tenaga kerja dalam setiap kegiatan yang dipercepat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Waktu dan biaya optimum akibat penambahan jam kerja (lembur) didapat pada umur proyek (175 hari) kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp. 3.372.376.066,66 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 12 hari (2,77%) dan efisiensi biaya proyek sebesar Rp.128.203.933,34 (3,66%). (2) Waktu dan biaya optimum akibat penambahan tenaga kerja didapat pada umur proyek (173 hari) kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp. 3.493.030.672,67 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak (15 hari) (3,88%) dan efisiensi biaya proyek sebesar Rp. 7.549.327,43 (4,95%). (3).Pilihan terbaik adalah dengan penambahan tenaga kerja, karena menghasilkan efisiensi waktu dan biaya yang paling tinggi dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 15 hari (3,88%) dan efisiensi biaya proyek sebesar Rp. 7.549.327,43 (4,95%). (4).Biaya mempercepat durasi proyek (addition jam lembur atau penambahan tenaga kerja) lebih murah dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarakan apabila proyek mengalami keterlambatan dan dikenakan denda.
EVALUASI TERHADAP FASILITAS LAHAN PARKIR KENDARAAN DI BANDARA UDARA SULTAN BABULLAH TERNATE, MALUKU UTARA Muhammad Akmal; Sangrila Sahbuddin; Alfarizy Goru; Indra Altarans
DINTEK Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bandara Sultan Babullah Ternate merupakan sarana utama pada sektor tranportasi udara di Maluku Utara, terutama di Kota Ternate.Bandara Sultan Babullah Ternate juga harus mampu memberikan pelayanan yang baik bagi para penggunanya. Dalam menjalankan fungsinya sebagai fasilitas layanan umum, bandara harus dapat memberikan pelayanan yang baik serta memenuhi untuk para penggunannya. Tempat parkir atau lahan parkir adalah tempat yang disediakan untuk parkir kendaraan bermotor di luar badan jalan yang disediakan oleh orang atau badan, termasuk tempat penitipan kendaraan bermotor dan garasi kendaraan bermotor. Parkir di bandara saat ini menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya tampung lahan parkir kendaraan di Bandar Udara Sultan Babullah Ternate telah memenuhi kebutuhan pengguna. Metode yang penelitian ini dilakukan dengan memerlukan data primer, yaitu data yang diperoleh dari sumber asli atau langsung dari objek yang diteliti seperti data hasil wawancara, dan hasil survei , sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber yang berbeda dari data asli atau data primer seperti kepustakaan, sebagai sumber yang dapat memberikan penjelasan terhadap data-data yang diperoleh. dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan wawancara dengan pihak-pihak terkait. dan alat ukur data yang digunakan untuk mendokumentasikan kondisi eksisting berupa kamera. Hasil pengamatan Sudah tersedia tempat parkir di dalam bandara membuat pengendara enggan memarkirkan kendaraannya di parkiran, walaupun kapasitas parkiran memadai. Dari evaluasi tersebut dapat dibuat perbaikan sistem parkir yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan saat melakukan parkir. Bandara Sultan Babullah Ternate sebenarnya sudah memberikan tata ruang untuk memenuhi kebutuhan lahan parkir yang berada pada beberapa lahan yang ada. Kesimpulan yang di ambil adalah masih ada sebagian pengguna parkir yang memarkirkan sepeda motor tidak pada area parkir yang sudah ada. Dan alternatif pertama yaitu dengan penambahan ruang parkir, Dari keadaan eksiting dilapangan kapasitas parkir ternyata belum dapat memenuhi kebutuhan ruang parkir maka perlu penambahan ruang parkir.
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE CRASH DURATION PADA KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN JARINGAN PERPIPAAN SPAM IKK TIDORE TIMUR DALAM MENDUKUNG SAIL KOTA TIDORE Rivda Muhammad; Amiruddin Hi. Muhammad; Fitriyanti Faruk; Indra Altarans
DINTEK Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pelaksanaan proyek, selalu terkait dengan biaya, waktu dan kualitas dari konstruksinya. Tahap awal Perencanaan kegiatan proyek merupakan masalah yang sangat penting karena perencanaan kegiatan merupakan dasar untuk proyek bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan agar dapat selesai dengan tepat waktu.tujuan penelitian ini untuk mengetahui biaya dan waktu dalam pelaksanaan proyek dan Berapa besar keterlambatan/kemajuan pada akhir proyek. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari kontraktor pelaksana berupa Time Schedulle dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).analisis data menggunakan Microsoft Project 2019 dengan metode crash duration.hasil dari microsoft projetc 2019 ialah lintasan kritis dan kenaikan biaya akibat penambahan jam kerja (lembur). Hasil penelitian ini menunjukan Rencana Anggaran biaya proyek dengan waktu 120 hari sebesar Rp. 3.986.780.000.00, dan Biaya percepatan dengan penambahan jam kerja sebesar Rp.14.017.500,00, sehingga terjadi penambahan Biaya proyek sebesar Rp. 4.000.797.500,00, adanya percepatan penyelesaian Proyek pembangunan Jaringan Perpipaan Spam Ikk Tidore Timur diperlukan tambahan biaya sebesar Rp. Rp.14.017.500,00 dengan penambahan biaya (Cost Slope) sebesar Rp. 321.187.160,28 Juta/Hari selama 70 hari, sehingga biaya optimal yang diperlukan untuk mempercepat Proyek pembangunan Jaringan Perpipaan Spam Ikk Tidore Timur sebesar Rp. 4.000.797.500,00 yang semula direncanakan sebesar Rp. 3.986.780.000.00 Sehingga terjadi penambahan biaya akibat percepatan pelaksanaan sebesar (0,653%) dari biaya yang direncanakan.Keuntungan Kontraktor Pelaksana Rp. 583.999.500,00