cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Tingkat keberlanjutan alat penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) skala tradisional di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan Achmar Mallawa; Faisal Amir; Safruddin Safruddin; Elsa Mallawa
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena menurunnya kondisi stok ikan selain dipengaruhi oleh intensitas penangkapan yang tinggi, juga tingkat keberlanjutan teknologi penangkapan ikan yang dipergunakan. Penelitian bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan alat penangkapan ikan cakalang tradisional di perairan Selat Makassar. Data berkaitan 14 parameter keberlanjutan teknologi penangkapan ikan dalam CCRF dikumpulkan saat kegiatan penangkapan ikan dan wawancara dari April 2017 – Nopember 2018. Hasil penelitian bahwa capaian 14 parameter keberlanjutan alat penangkapan ikan yang diamati yaitu pancing tonda layangan, pancing tangan, rawai tegak dan bandrong cakalang hampir sama kecuali pada dampak teknologi terhadap habitat dan persentase ikan layak tangkap. Sebanyak 12 parameter mengindikasikan empat alat tangkap tersebut berkelanjutan dan dua parameter kurang berkelanjutan yaitu keuntungan usaha dan penggunaan tenaga kerja. Kesimpulan bahwa empat alat penangkapan ikan cakalang skala tradisional yaitu pancing tangan, pancing tonda layangan, rawai tegak dan bandrong cakalang dikategorikan sebagai alat penangkapan ikan berkelanjutan. Pancing tangan, pancing tonda layangan dan rawai tegak memiliki tingkat keberlanjutan moderat dan bandrong cakalang memiliki tingkat keberlanjutan tinggiKata kunci: keberlanjutan, alat penangkapan ikan, tradisional, cakalang.
Monitoring Sebaran Total Padatan Tersuspensi Tahun 2019 di Muara Sungai Tallo Kota Makassar Menggunakan Citra Sentinel 2 Muhammad Banda Selamat; Marzuki Ukkas
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan metode alternatif dalam memonitor sebaran sedimen tersuspensi di perairan Kota Makassar menggunakan citra satelit. Lokasi studi di muara Sungai Tallo, Kota Makassar dengan waktu pengamatan dari Januari hingga Nopember 2019. Sampling lapangan dilakukan pada Maret 2019 dan Nopember 2019. Sejumlah sebelas citra Sentinel 2 telah diunduh dari situs https://earthexplorer.usgs.gov dengan penutupan awan kurang dari 10 persen. Sampling TSS menggunakan van dorn water sampler dan posisinya dicatat menggunakan GPS etrex 10. Pergerakan arus direkam menggunakan drifter langrange. Analisa TSS dilakukan di laboratorium oseanografi kimia, Universitas Hasanuddin. Pengolahan citra menggunakan perangkat Idrisi Terrset 18.31. Sejak tahun 2015 hingga 2019, curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan Januari (400 hingga 1000 mm) dan terendah terjadi pada Juli hingga Agustus (kurang dari 100 mm). Tahun 2017 merupakan tahun dengan rata-rata tahunan curah hujantertinggi (311 mm) dan tahun 2019 merupakan tahun dengan rata-rata tahunan curah hujan terendah (180 mm). Konsentrasi TSS yang sangat tinggi terjadi pada bulan Januari 2019 dan terendah terjadi pada April hingga Juli 2019. Secara rata-rata tahunan nilai TSS di Muara Tallo selama tahun 2019 adalah sekitar 144 mg/L. Konsentrasi TSS yang tinggi pada saat air pasang cenderung ditemukan di mulut muara dan pada saat surut menyebar ke arah Utara mengikuti pergerakan arus susur pantai.Kata kunci : monitoring, total padatan tersuspensi, Sentinel 2, Makassar
Perbandingan Metode Isolasi DNA Terhadap Nilai Kemurnian DNA untuk Pengujian White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada Lobster Bambu (Panulirus versicolor) Devita Tetra Adriany; Achmad Afif Bakri; Monicha Indrasari Bungalim
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dalam memperoleh konsentrasi dan kemurnian DNA serta efisiensi waktu pengerjaan isolasi DNA dengan perbandingan beberapa metode isolasi DNA dalam pengujian WSSV. Adapun manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi yang digunakan sebagai referensi dalam pemilihan metode yang efektif dan efisien serta memberikan hasil yang valid pada kegiatan isolasi DNA.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Uji Stasiun KIPM Luwuk Banggai, pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2019. Parameter yang digunakan adalah nilai kemurnian DNA dan nilai konsentrasi DNA hasil isolasi yang diperoleh dari analisis spektrofotometri dan analisis elektroforesis serta efisiensi waktu pengerjaan. Sampel yang digunakan adalah jaringan insang lobster bambu. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Dimana perlakuan A (Lysis Buffer),perlakuan B (Wizard genomic DNA purification) dan perlakuan C (DNAzol). Untuk menentukan perbedaan metode isolasi dilakukan uji analisis sidik ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan Uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Lysis buffer sangat berbeda nyata dengan metode DNAzol. Hasil isolasi dengan menggunakan metode Lysis Buffer memiliki nilai kemurnian yang tertinggi (2,0) dan nilai konsentrasi tertinggi yaitu 56,05 µg/ml, dengan waktu pengerjaan yang sangat singkat (± 40 menit). Namun konsentrasi DNA dengan metode DNAzol menunjukkan nilai kemurnian yang rendah (1,5-1,6) dan nilai konsentrasi rendah (13,55-13,75 µg/ml) dengan waktu pengerjaan yang singkat (± 50 menit).Kata kunci:WSSV, isolasi DNA, kemurnian DNA, Panulirus versicolor
Inventarisasi dan Identifikasi Parasit Yang Menginfeksi Ikan Gobi (Sicyopus zosterophorum) dan Ikan Lentipes (Lentipes mekonggaensis) yang Didapat dari Sungai Koyoan, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah Devita Tetra Adriany; Achmad Afif Bakri; Darwis Darwis; Hilal Anshary; Abdul Gani
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gobi (Sicyopus zosterophorum) dan ikan Lentipes (Lentipes mekonggaensis) merupakan ikan hias air yang termasuk ikan native di Sungai Koyoan, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Penyebaran ikan ini sangat terbatas, sehingga keberadaannya harus dijaga terutama dari serangan penyakit akibat infeksi parasit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi ikan gobi dari Sungai Koyoan dipelihara di dalam akuarium berukuran 70 cm x 40 cm x 40 cm,dasar bebatuan, pasir dan lumut dengan sistem aliran air stagnan. Jumlah ikan yang dipelihara sebanyak 50 ekor, masing-masing jenis ikan sebanyak 25 ekor. Ukuran ikan gobi berkisar antara 3,3-6,25cm TL dan ikan lentipes berkisar antara 4,8-6,1 cm TL. Ikan ini diberi pakan cacing tubifex hidup atau tubifex kering setiap pagi dan sore hari. Sampling ikan dilakukan secara unrandom yaitu setiap ada kejadian ikan sakit. Gejala klinis ikan sakit adalah ikan menempel di dinding kaca dekat permukaan, gerakannya lambat dan mudah ditangkap, produksi lendir berlebihan, nafsu makan berkurang, lebih banyak diam serta responnya lambat. Pengamatan parasit dilakukan untuk ektoparasit maupun endoparasit. Jenis parasit yang ditemukan adalah spesies Lernaea sp dan parasit yang termasuk dalam filum Achanthocephala.Kata kunci: inventarisasi, identifikasi, parasit, Sicyopus zosterophorum, Lentipes mekonggaensis
Kebiasaan Makanan Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys Multiradiatus Hancock, 1828) di Perairan Danau Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan Mirna Dewi; Suwarni Suwarni; Sharifuddin Bin Andy Omar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam invasive species. Invasivespecies dapat menjadi kompetitor terhadap spesies asli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan sapu-sapu yang meliputi jumlah dan jenis makanan berdasarkan waktu pengamatan, jenis kelamin, dan ukuran panjang total tubuh. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari bulan Maret hingga April 2019 di Danau Sidenreng, Kab. Sidenreng Rappang. Analisis terhadap ikan contoh dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar. Jumlah sampel ikan sapu-sapu sebanyak 204 ekor, yang terdiri atas 102 ekor ikan jantan dan 102 ekor ikan betina. Berdasarkan jumlah dan jenis makanan ikan sapu-sapu, baik berdasarkan waktu pengambilan sampel, jenis kelamin, dan ukuran ikan, makanan utama adalah Chlorophyceae, makanan pelengkap adalah Trebouxiophyceae, dan makanan tambahan adalah Bacillariophyceae, Conjugatophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, dan Klebsormidophyceae. Berdasarkan nilai panjang relatif usus ikan sapu-sapu dikategorikan ikan herbivora.Kata kunci: ikan sapu-sapu, kebiasaan makanan, nilai IBT, RLG
Manfaat dan Hambatan Pengembangan Jaringan Inovasi bagi Peningkatan Daya Saing UKM Perikanan Ophirtus Sumule; Wisman Indra Angkasa; Herni Widya Retno
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pengembangan UKM perikanan perlu dilakukan agar memiliki daya saing tinggi sebagai konsekuensi dari perkembangan perekonomian global yang berlangsung sangat cepat dengan tingkat persaingan antar pelaku ekonomi yang sangat ketat. Daya saing UKM perikanan sangat ditentukan oleh kemampuan teknologi dan daya inovasi yang dimilikinya. Untuk itu diperlukan pengembangan jaringan inovasi sebagai media untuk menjembatani kebutuhan teknologi dari UKM perikanan. Di Indonesia, jaringan inovasi diposisikan sebagai wahana untuk membangun keterkaitan dan kemitraan antar aktor, serta mendinamisasikan aliran pengetahuan, inovasi, difusi, dan pembelajaran sebagai bagian dari penguatan sistem inovasi. Dengan adanya jaringan inovasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran jaringan inovasi dalam UKM Perikanan secara umum melingkupi (1) memperluas basis pelanggan; (2) para pemangku kepentingan dapat membagi beban baik untuk biaya maupun resiko karena melakukan inovasi; (3) percepatan kemampuan penguasaan teknologi.Kata kunci: UKM perikanan; jaringan inovasi; daya saing.
Korelasi antara Kepadatan Makrozoobentos dengan Kandungan Karbon pada Ekosistem Mangrove di Kawasan Tambak Pendidikan Unhas Amran Saru
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan September sampai Desember 2019 di Tambak Pendidikan Unhas, Bojo, Mallusetasi, Kabupaten Barru. Tujuan penelitian ini, yaitu:  (a) Mengidentifikasi Makrozoobentos dari Kelas Crustacea dan Mollusca  yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove, (b) Menganalisi kandungan karbon pada berbagai jenis mangrove, dan (c) Mengetahui korelasi antara kepadatan makrozoobentos dengan kandungan karbon pada mangrove. Sampling mangrove, makrozoobenthos dan parameter lingkungan dilakukan pada lima stasiun pengamatan, dimanan setiap stasiun dibagi menjadi tiga ulangan. Data mangrove diambil menggunakan plot 10 x 10 meter, sedangkan data makrozoobentos diambil menggunakan skop dan sieve net.  Penelitian ini menunjukkan bahwa organisme yang berasosiasi dengan mangrove adalah crustacea (3 spesies) dan mollusca (7 spesies) dengan kelimpahan 0,01-0,07 indiv/m2. Keanekaragaman makrozoobenthos bervariasi dari 1,4925-1,91722 (keanekaragaman sedang), Keseragaman 0,47589 - 0,63998 (keseraragaman Tidak Stabil sampai Tertekan), dan Dominansi 0,185 - 0,264 menunjukkan Dominansi Marozoobentos Tidak Stabil.  Terdapat beberapa  Spesies mangrove yang ditemukan, yaitu:  Avicennia alba (karbon berkisar 44,45-48,85 ton/ha), Avicennia marina (karbon 127,99 ton/ha), Bruguiera gymnorhiza (karbon berkisar 221,79-228,37 ton/ha), Ceriops decandra, Rhizophora apiculata (karbon berkisar 150,23-684,83 ton/ha), Rhizophora mucronata (karbon 409,45 ton/ha), Rhizophora stylosa (karbon berkisar 117,51-552,26 ton/ha), dan Soneratia alba (karbon 44,45 ton/ha). Secara umum korelasi antara kepadatan makrozoobentos dangan karbon pada mangrove  menunjukkan nilai yang signifikan, dimana semakin tinggi kepadatan makrozoobentos mengikuti peningkatan jumlah kandungan karbon pada mangrove.Kata kunci: kepadatan makrozoobentos, kandungan karbon mangrove, tambak unhas.
Sampul, Kata Pengantar dan Daftar Isi Buku Prosiding Tim Editor
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Analisis Kesuburan Perairan Selatan Makassar dari Data Satelit dan Pemodelan Numerik Eko Susilo; Wingking Era Rintaka Siwi
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan selatan Selatan Makasar merupakan salah satu perairan yang relatif kaya akan nutrien karena pengaruh fenomena upwelling terutama saat musim tenggara (southeast monsoon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial dan temporal kesuburan perairan Selatan Makassar (117,5°BT – 120,5°BT dan 5°LS - 7°LS) berdasarkan data satelit Aqua MODIS (SPL/Suhu Permukaan Laut, Chl/konsentrasi klorofil-a) dan data keluaran model numerik INDESO (SPL, Chl, nitrat, fosfat, amonia, dan silikat). Hasil analisis komposit bulanan Chl dari Aqua MODIS (2003-2020), perairan Selatan Makassar mengalami 2 periode peningkatan kesuburan perairan yaitu bulan Januari-Februari dan Juni-Agustus dengan nilai rata- rata tertinggi mencapai 0,53 mg/m3. Sedangkan periode terendah terjadi pada bulan September-Desember sebesar 0,28 mg/m3. Pada musim timur peningkatan kesuburan perairan disertai dengan penurunan SPL hingga mencapai rata-rata 27,89°C yang mencerminkan terjadinya proses upwelling di perairan tersebut. Kondisi ini diperkuat hasil keluaran model INDESO dimana terjadi peningkatan konsentrasi nutrien (nitrat, fosfat, amonia, dan silika) masing-masing mencapai nilai rata-rata sebesar 2,720 mmol/m3, 0,298 mmol/m3, 0,293 mmol/m3, dan 7,141 mmol/m3. Pola peningkatan tertinggi kesuburan perairan di selatan Makasar terjadi pada musim tenggara yang terlihat dari peningkatan Chl dan nutrien serta penurunan SPL. Data SPL dan nutrien keluaran model numerik INDESO bisa menggambarkan fenomena upwelling di perairan selatan Makassar dengan baik. Nilai rata-rata harian SPL Aqua MODIS dan keluaran model numerik INDESO berkorelasi positif (0,84). Sedangkan rata-rata harian Chl kedua sumber data tidak saling berkorelasi, namun terjadi korelasi kuat antara Chl Aqua MODIS dengan konsentrasi nutrien.
Kajian Potensi Dan Pengembangan Ekowisata, Kaitannya dengan Parameter Oseanografi di Perairan Pulau Papandangan, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan Agustina; Wasir Samad; Ambo Tuwo; Amran Saru; Ahmad Bahar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Papandangan merupakan salah satu pulau terluar Kabupaten Pangkep yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Penelitian ini dilakukan dari bulan September hingga November 2020 di Pulau Papandangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji parameter oseanografi dan potensi pengembangan ekowisata pulau Papandangan sebagai satu kesatuan tujuan wisata pulau Camba-cambang. Kajian penelitian ini berfokus pada potensi ekologis, kondisi sosial-ekonomi dan sarana wil ayah yang ada di Pulau Papandangan. Pengumpulan data dilakukan melalui survey lapangan meliputi, pengukuran parameter kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, kemiringan pantai, material dasar perairan, pasang surut, kecepatan arus, kecerahan, pengamatan biota berbahaya, ketersediaan air tawar, tutupan lahan pantai dan salinitas. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kesesuaian wisata laut dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pulau Papandangan memiliki potensi yang dapat dikembangkan.

Page 11 of 19 | Total Record : 184