cover
Contact Name
Fahruddin
Contact Email
jurnalalam84@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fahruddin65@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 20864604     EISSN : 25498819     DOI : -
Jurnal yang memuat hasil - hasil penelitian terkait ilmu alam dan lingkungan termasuk review meliputi lingkungan, kelautan, konservasi, mikrobiologi, bioaktif, dan yang relevan.
Arjuna Subject : -
Articles 159 Documents
Pemanfaatan Limbah Daun Bawang Merah Allium ascalonicum L. sebagai Pupuk Organik Cair (POC) dengan Penambahan Limbah Tomat dan EM4 Andi Masniawati; Fahruddin Fahruddin; Siti Annisa
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i2.22437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah tomat Solanum lycopersikum L. dan effective microorganisme (EM4) terhadap kualitas fisik dan kimia pupuk organik cair Parameter yang diamati meliputi kualitas kimia ( pH, N-total, C-Organik, P2O5, K2O, dan Rasio C/N ). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode acak lengkap, dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan, sehingga keseluruhan ada 15 perlakuan, yaitu P0 (limbah daun bawang merah 1 kg (tanpa penambahan bioaktifator/kontrol), PA (limbah daun bawang merah 1 kg + limbah tomat 10 mL + gula 100 g), PB (limbah daun bawang merah 1 kg + limbah tomat 10 mL + EM4 10 mL+ gula 100 g), PC (limbah daun bawang merah 1 kg + EM4 10 mL + gula 100 g), PD (daun bawang merah 1 kg + gula 100 g). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan bioaktivator EM4 limbah tomat Solanum lycopersikum L. efektif dalam pembuatan Pupuk Organik Cair. Dari hasil uji kimia didapatkan bahwa pada perlakuan PD memiliki kandungan tertinggi carbon (2.96%). nitrogen (1.37%), phosfor (1.78). Kandungan kalium terbanyak pada PB dan PC (3.90%). Sedangkan untuk rasio C/N tertinggi pada P0 (4%). Pada parameter pH, dihasilkan 4-8. Dari hasil uji fisik didapat bahwa pada PB, menunjukan cirri pupuk cair yang terbaik yaitu pH, serta kandungan hara (C/N N, P, dan K) Pupuk organik cair berbahan limbah daun bawang merah Allium ascalonicum L.
Studi Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) Berdasarkan Nilai Ambang Batas (NAB) di Sungai Motui Kabupaten Konawe Utara Matius Paundanan; Ikbal Ikbal; Fachruddin Fachruddin; Aqmal Khaery
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26203

Abstract

Sungai Motui merupakan salah satu sungai yang terletak di Konawe Utara dan rawan mengalami pencemaran karena di sekitar sungai Motui telah terjadi aktivitas pertambangan nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran logam berat Pb dan Cu pada air dan sedimen di Sungai Motui Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada 10 titik sampling. Analisis Pb dan Cu dalam air, dan sedimen menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil analisis Pb dan Cu pada air yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta hasil analisis Pb dan Cu pada sedimen dibandingkan dengan baku mutu Swedish Environmental Protection Agency (SEPA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cu di perairan Sungai Motui berkisar
Efektivitas Adsorpsi Karbon Aktif Kulit Nangka Sebagai Bioadsorben Logam Pb dari Limbah Industri Farmasi Ginayanti Hadisoebroto; Lisna Dewi; Hesty Nuur Hanifah
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26204

Abstract

Limbah cair industri farmasi mengandung senyawa organik dan senyawa anorganik. Salah satu pencemar anorganik yang terkadung dalam air limbah industri farmasi adalah logam berat timbal (Pb). Logam Pb dapat merusak ekosistem pada lingkungan dan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Salah satu cara untuk mengolah limbah Pb adalah dengan proses adsorbsi menggunakan adsorben. Karbon aktif merupakan adsorben yang banyak digunakan karena memiliki keserbagunaan dan keunggulan, seperti luas permukaan yang tinggi, porositas dan terdapat gugus fungsi permukaan dalam jumlah yang besar. Limbah kulit buah dapat dimanfaatkan sebagai bioadsorben karbon aktif karena memiliki kandungan selulosa, lignin maupun pektin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas adsorpsi karbon aktif kulit nangka melalui penentuan pH optimum, waktu kontak optimum dan massa optimum. Selain itu juga dilakukan karakterisasi bioadsorben karbon aktif diantaranya analisis kadar air, daya serap terhadap methylene blue, serta pemeriksaan ukuran pori-pori dan kandungan kimia oleh alat SEM-EDS. Penetapan kadar Pb dilakukan menggunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 283.3 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa karbon aktif dari kulit nangka mempunyai efektivitas adsorpsi terbesar yaitu 96.07 %. Disimpulkan bahwa karbon kulit buah nangka dapat digunakan sebagai bioadsorben logam berat Pb dari limbah industri farmasi karena memiliki efektivitas adsorpsi yang tinggi dan hasil karakterisasinya memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI.
Kemampuan Tanaman Hias Bunga Impatiens balsamina L. dan Mirabilis jalapa L. dalam Fitoremediasi Tanah Tercemar Logam Kadmium (Cd) Juhriah Juhriah; Nur Fadila La Ganirun; Elis Tambaru
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26206

Abstract

This study aims to determine the content of cadmium (Cd) in contaminated soil at the Tamangapa Antang Final Disposal Site (FDS), Makassar and to know the content of 2 types of ornamental plants in accumulating heavy metal cadmium (Cd). The research was conducted by analyzing the content of the cadmium (Cd) in polluted soil taken from the FDS Tamangapa Antang landfill, Makassar. The soil was used as a planting medium for 2 types of ornamental plants in a planter bag consisting of 3 plants for each type of ornamental plant. Observation of the growth of plant species was carried out for 12 weeks. The observed parameters consist of plant height, stem diameter, number of leaves, length and width of leaves, biomass, metal removal and metal absorption efficiency. The results showed that the content of the cadmium (Cd) for the initial analysis of landfill soil had exceeded the park limit value of 0.53 μg/g. After using phytoremediation using Impatiens balsamina L. and Mirabilis jalapa L., both types of plants showed very good growth. Plant harvesting was done at 12 MST. The results of the final analysis of the cadmium (Cd) content in Impatiens balsamina planting medium soil was 0.1841 µg/g, while in plants it was 0.1306 µg/g. In the Mirabilis jalapa planting medium was 0.2061 μg/g, while in plants it was 0.1694 μg/g. The result of the analysis of biomass on flowering Impatiens balsamina L. and Mirabilis jalapa L. were 13.09% and 27.84%, metal removal was 34.73% and 38.88% and cadmium absorption efficiency was 24.64% dan 31.96%. The This shows that Impatiens balsamina and Mirabilis jalapa are able to accumulate the heavy metal cadmium in polluted soil.
Keragaman Komunitas Moluska di Wilayah Hutan Mangrove Kawasan Pulau Dua Provinsi Banten Anas Lutfi; Wida Putri Pramudita; Nurul Khotimah; Nisah Afifah; Setyoko Setyoko
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26207

Abstract

Mollusca it is a soft, non-metabolic, symmetrical animal. That is, it usually has considerable adaptive ability and ACTS asan environmental indicator. The study's objectives were to understand (1) the variety of its phyla that may be found on the second island sanctuary, banten, (2) its quantity, and (3) the variables that influenced the abundance of the philum reserca there. On April 23, 2022, the study was conducted in the mangrove preserves of the two coastal islands, the banten, while under attack. Data retrieval was carried out via a transfer mechanism that was utilized by two different stations. A natural and secondary location in the adjacent ponds is Station 1 on the second island sanctuary. Each station has three 10-m (10-m) modules, each with three 1-by-1-meter graphs for examples of astronomical measurements. About study demonstrating the value of the current population index at both sites, including low H'1, existence of four molluscan species. At station 1, there are 3 transplants, 1 species of Cerithidea Quoyii, 2 species of Crossing Coffea, 7 species of Floridobia sp., 1,253 species, and 24 species of Milax Sowerbyi. At station 2 each - the average version of the cerithidea quoyii only has 51. The diversity index at station I was 0.2, higher than the corresponding figure at station II, which was 0. Thus, the uniformity value at station I was 0.14, whereas the uniformity value at station II was 0. At station I, the dominance index was 0.92, while at station II, it was 1.
Potensi Serbuk Biji Ketumbar dan Rimpang Jahe terhadap Hama Kumbang Kacang Azuki Callosobruchus chinensis M. Bayu Mario; Ludji Pantja Astuti; Lekhnath Kafle; Jue-Liang Hsu; Muh. Ridha Taqwa Tang; Ito Fernando; Yogo Setiawan
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26208

Abstract

Adzuki bean weevil, Callosobruchus chinensis (Linnaeus) (Coleoptera: Chrysomelidae) is one of primary pests that infest the adzuki bean, mung bean, cowpea, chickpea, and other legumes. This study aimed to investigate the effect of coriander seed and ginger rhizome powders in 1, 2, and 3 g dose admixed directly with adzuki bean on biological variables of C. chinensis and grain quality in laboratory conditions. This study was arranged by completely randomized design (CRD) that consisted of six combination treatments and control. Each of treatment was repeated five times. Observed biological variables consisted of adult longevity, fecundity, and F1 progeny. Observed grain quality variables consisted of percentage of damaged grain and grain viability. Results showed that adzuki bean treated with ginger powder on 2 and 3 g dose had good results to control C. chinensis and kept the grain quality in relatively good condition compared to other treatments and control.
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Kawasan HCV dan HCS Pada Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera Selatan Nurul Amri Komarudin; Chairul Anam Afgani
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26211

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan memiliki tutupan lahan yang tidak kurang dari 45% di antaranya merupakan hutan kawasan konservasi (taman nasional, suaka margasatwa dan hutan lindung). Kawasan konservasi ini memiliki High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan yang dibuat dalam hal pengelolaan Kawasan High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) untuk mengetahui kesenjangan antara kebijakan yang dibuat dengan implementasi di lapangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitaif, pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan objek penelitian enam perusahaan swasta di bidang perkebunan kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua dari enam perusahaan dalam penelitian ini yang memiliki area HCV dan tiga dari enam perusahaan yang memiliki kawasan HCS di area perkebunan kelapa sawitnya. Skor rata-rata pelaksanaan kebijakan pengelolaan HCVdan HCS yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di provinsi Sumatera selatan memiliki skor sebesar 100%, artinya perusahaan telah menerapkan kebijakan dan telah memenuhi indikator pengelolaan kawasan HCV dan HCS dengan baik.
Deteksi Bakteri MRSA Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus pada Sampel Darah Pasien Rawat Inap Indas Wari Rahman; Nurfitri Arfani; Rafika Rafika; Joyce Veronica Tadoda
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26212

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan salah satu infeksi yang didapatkan selama perawatan di rumah sakit. Salah satu mikroorganisme yang menjadi penyebab infeksi nosokomial adalah bakteri Staphylococcus aureus. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah strain dari Staphylococcus aureus yang telah mengalami resistensi terhadap antibiotik metisilin dan golongan beta laktam. Mekanisme resistensi MRSA terjadi karena Staphylococcus aureus menghasilkan Penicillin Binding Protein (PBP2a) yang dikode oleh gen mecA yang memiliki afinitas rendah terhadap metisilin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) pada sampel darah pasien rawat inap. Metode penelitian ini merupakan penelitian desktriptif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel darah dan menggunakan metode Poymerase Chain Reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 29 sampel yang digunakan, terdapat 7 (24%) terdeteksi gen mecA, sedangkan 22 (76%) tidak ditemukan. Hal ini ditandai dengan tidak terbentuknya pita pada ukuran 162 bp. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa ditemukan MRSA pada 7 sampel pada pasien rawat inap.
Analisis Sanitasi Lingkungan Masyarakat di Kelurahan Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau Randika Clara Gita Yolanda; Nefilinda Nefilinda; Momon Dt Tanamir
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26239

Abstract

This research is motivated by environmental problems that occur in the community in Tembilahan Village, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. The amount of waste that is dumped into the river, as well as the disposal of feces and household waste, especially in people who live around the river. This type of research is descriptive where the research only describes the facts found in the field without making changes to each research variable. The data collection technique was the first time the researcher made observations at the location, then distributed questionnaires to 71 respondents and took documentation related to the problem to be studied. The results of this study concluded that sanitation in Kelurahan Tembilahan city was in the fairly good category. However, many still throw garbage, washing waste, and fecal waste directly into the river. So that the risk of sanitation in the environment is in the high-risk category. Because polluted rivers pose various risks such as; environmental pollution, causing unpleasant odors, and the proliferation of bacteria and viruses that cause various diseases such as diarrhea, dengue fever, vomiting, and other diseases.
Perubahan Fisik Eceng Gondok Eichornia crassipes dalam Fitoremediasi Logam Berat Fahruddin Fahruddin; Dan Try Borrong; Ramlan Effendi Tanjung; Asadi Abdullah; Mustika Tuwo
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26251

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengamati perubahan fisik pada eceng gondok Eichhornia crassipes dalam fitoremediasi logam berat pada ait limbah. Perlakuan dibuat dengan beberapa variasi tanaman di antaranya 5, 10, 15 tanaman dan bak kontrol yang diamati selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa eceng gondok Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok pada perlakuan Pb 4 ppm tumbuh lebih kerdil sehingga biomassanya lebih kecil yaitu 75.46 g dibandingkan perlakuan Pb 2 ppm yaitu 79.00 g. perubahan ciri fisik tanaman eceng gondok yang terjadi selama masa percobaan fitoremediasi, antara lain: tunas baru, daun baru, daun menguning dan daun layu. Munculnya tunas baru dan daun baru menunjukkan bahwa tanaman eceng gondok masih mampu beradaptasi dan tumbuh dengan baik walaupun berada di lingkungan yang sudah tercemar oleh logam berat.

Page 11 of 16 | Total Record : 159