cover
Contact Name
Fahruddin
Contact Email
jurnalalam84@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fahruddin65@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 20864604     EISSN : 25498819     DOI : -
Jurnal yang memuat hasil - hasil penelitian terkait ilmu alam dan lingkungan termasuk review meliputi lingkungan, kelautan, konservasi, mikrobiologi, bioaktif, dan yang relevan.
Arjuna Subject : -
Articles 159 Documents
Analisis Resiko Kejadian Akut Rekuren Demam Tifoid dan Hubungannya dengan Kadar Protein Nucleotide Binding Oligomerization Domain 2 (NOD2) Sri Wahyuni; Mochammad Hatta; Firdaus Hamid; Rosdiana Natzir; Ahyar Ahmad; Burhanuddin Bahar; Ade Rifka Junita; Ressy Dwiyanti; Nur Indah Purnamasari; Muhammad Reza Primaguna; Muhammad Sabir
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v12i2.17585

Abstract

Typhoid fever is an infectious disease caused by Salmonella typhi bacteria and is endemic. The NOD2 gene is one of the host susceptibility genes in people with typhoid fever. NOD2 acts as an intracellular receptor that binds to the muramyl dipeptide ligand derived from bacterial peptidoglycan. The purpose of this study was to determine the levels of NOD2 protein in Acute Recurrent of Typhoid Fever (ARTF), typhoid fever (TF) patients, and healthy people (HP). Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) was used to analyze NOD2 levels. The data analysis used was the student t-test. A significant difference of NOD2 level was found between the ARTF and TF group compared HP group (p
Model Penataan Pemakaman Sebagai Ruang Terbuka Hijau di Kota Makasar Nurul Fahmiah; Hazairin Zubair; Andang Suryana Soma
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v12i2.17586

Abstract

RTH in urban areas has undergone many changes into built-up land so that it has changed its function into settlements, hotels, restaurants and others due to the very high growth of urban activities in Makassar City. Cemeteries have the main function as a place of public service for the burial of bodies. Cemeteries can also function as green open spaces to add to the beauty of the city and can function as water catchment areas, protectors, ecosystem supporters, and unifying urban spaces. The research aims to determine the design of the appropriate burial area model that functions as green open space and determine the potential of green open space that can be maximized from the Makassar City cemetery area. Research using survey techniques and descriptive analysis of 7 TPUs in Makassar City, was carried out from July to August 2021. The results show that dense cemeteries with high land cover have reduced the function of TPU as City Green Open Space. The design of the TPU in the context of optimizing the green open space increases the capacity of the tomb and improves environmental functions and religious norms, through the addition of facilities and diversity of vegetation.
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.), Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.), dan Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Zuraidah Zuraidah; Adi Gunawan; Elita Agustina
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v12i2.17587

Abstract

Betel leaf (Piperaceae) has antiseptic and anti-fungal properties that have long been recognized by the public. Betel leaf extract has been widely reported as an anti-fungal agent such as the Candida albican fungus. The fungus Candida albicans is a normal flora of the human body that causes candidiasis. This study used extracts of three types of betel leaf, namely green betel leaf (Piper betle L.), red betel leaf (Piper crocatum Ruiz & Pav), and forest betel leaf (Piper aduncum L.) to inhibit the growth of the Candida albicans. in vitro. The research objective was to determine the effect of giving betel leaf extract on the growth of the Candida albicans. This study used the disc diffusion method and completely randomized design (CRD) with five treatments and four repetitions. Collecting data by measuring the clear zone formed in each treatment. Average measurement results for red betel = 28.7, forest betel = 13.00, red betel = 15.46, K + = 34.92, and K- = 0. The results of the Duncan Distance Difference Test showed that each treatment had a very significant effect in inhibiting the growth of the Candida albicans. Thus it is proven that the betel leaf extract (Piper sp.) Affects the growth of the Candida albicans.
Eksplorasi dan Efektivitas Cendawan Endofit Terhadap Patogen Penyebab Busuk Batang Tanaman Jeruk (Botryodiplodia theobromae) In Vitro Tutik Kuswinanti; Ade Putri Rezkiani R; Soraya Udin Saputri; Arfa
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20447

Abstract

Penyakit busuk batang atau blendok merupakan salah satu penyakit utama yang disebabkan oleh cendawan Botryodiplodia theobrome yang menginfeksi batang tanaman dapat mengganggu proses metabolisme dan secara otomatis dapat mengakibatkan penurunan produktifitas tanaman. Pengendalian secara hayati dilakukan untuk mengurangi residu yang dihasilkan akibat menggunakan pestisida kimia yang berdampak pada kondisi tanah. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengendalian ramah lingkungan melalui eksplorasi cendawan endofit yang dapat berperan sebagai antagonis dan mengendalikan penyakit busuk batang di pertanaman jeruk pamelo. Untuk memperoleh agensia hayati berupa cendawan endofit, telah dilakukan isolasi dari jaringan daun dan batang tanaman jeruk yang sehat. Terdapat 14 isolat yang berhasil diisolasi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Setelah proses pemurnian isolat dan karakterisasi secara morfologis dan mikroskopis. Delapan diantara isolat-isolat tersebut teridentifikasi dalam Genus Trichoderma, Penicillium, Aspergillus dan 4 diantaranya tidak teridentifikasi karena tidak menghasilkan konidia sehingga sulit untuk diketahui identitasnya. Hasil uji dual kultur memperlihatkan bahwa terdapat variasi efektivitas dari isolat-isolat yang diuji. Isolat PK6, PK 13, PK 14, PK 11 dan PK 1 memperlihatkan persentase penghambatan yang terbaik mencapai nilai diatas 70%, bahkan PK 6, PK 13 dan PK 14 mampu menghambat hingga 100 % terhadap tiga isolat B. theobromae yang diuji. Terdapat satu isolat dengan daya hambat terendah yaitu PK 9 yaitu 18.91 %, 24.81% dan 19.81%. Mekanisme antagonistik yang diamati berupa kompetisi, dan antibiosis.
Inventarisasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Benteng Duurstede Desa Saparua Kabupaten Maluku Tengah Dece Elisabeth Sahertian; Lady Diana Tetelepta
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20451

Abstract

Benteng Duurstede adalah benteng peninggalan VOC di Desa Saparua kabupaten Maluku Tengah. Tumbuhan Paku (Pteridophyta) merupakan tumbuhan yang jarang diamati keberadaannya di sekitar Benteng Duurstede. Pada umumnya pengunjung hanya lebih menikmati suasana Benteng Duurstede sebagai bukti sejarah dibanding tumbuhan yang tumbuh di sekitar benteng. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku apa saja yang bertahan hidup dan tumbuh di sekitar Benteng Duurstede. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapangan dengan mengumpulkan jenis yang dijumpai di sekitar Benteng Duurstede dan analisa data dilakukan secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan foto. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 jenis tumbuhan paku yang terdiri dari Pteris sp., Nephrolepis sp., Polypodium sp., dan Vittaria sp. Jenis tumbuhan paku yang paling banyak dijumpai yaitu Pteris sp.
Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dalam Menghambat Pertumbuhan Serratia marcescens Indas Wari Rahman; Risky Nurul Fadlilah RN; Ka'bah; Hasti Nova Kristiana; Ayusti Dirga
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20452

Abstract

Serratia marcescens merupakan flora normal atau mikrobiota pada usus tetapi akan menjadi patogen oportunistik ketika terjadi infeksi secara bakterimia. Bakteri ini juga dapat menjadi penyebab infeksi nosokomial dan infeksi sekunder pada penyakit yang terjadi di saluran cerna, seperti demam tifoid. Pengobatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri dikendalikan dengan antibiotik, namun terapi antibiotik yang tidak terkendali akan menyebabkan resistensi antibiotik terhadap bakteri, sehingga perlu pengobatan alternatif seperti pemanfaatan tanaman obat sebagai pengganti antibiotik. Salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen adalah jambu biji (Psidium guajava). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui zona hambat ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) dalam menghambat pertumbuhan Serratia marcescens. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pengujian beberapa konsentrasi ekstrak daun jambu biji dengan metode difusi sumuran, menggunakan bakteri uji yang diisolasi dari sampel darah pasien demam tifoid. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) pada konsentrasi 5% dan 10% tidak terdapat zona bening, sedangkan konsentrasi 15% dan 25% didapatkan nilai rata-rata zona hambat 7.38 mm dan 8.47 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Serratia marcescens pada konsentrasi minimum 15%.
Deteksi Kelompok Enterobacteriaceae pada Tanah di Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Tamangapa Kecamatan Manggala Makassar Tuty Widyanti; Andi Fatmawati
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20453

Abstract

Garbage is one of the problems faced, especially in big cities throughout developed and developing countries which can lead to environmental pollution such as soil pollution. Soil that contains many sources of pollutants from waste allows bacteria to live in that place, both pathogenic and non-pathogenic bacteria such as Coliform bacteria, where their presence is an indicator of biological environmental pollution. This does not rule out the possibility of finding other pathogenic bacteria such as bacteria from the Enterobacteriaceae group such as Salmonella, Shigella, Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter, Serratia, Proteus, etc. which cause infectious diseases in the digestive tract. This study used soil samples taken in 5 environmental areas of the Tamangapa Final Disposal Site in the District, Manggala Makassar randomly. The purpose of the study was to detect groups of Enterobactericeae in the soil in the Tamangapa Final Disposal Site in the district, Manggala Makassar. This study uses an identification method based on biochemical tests automatically using the VITEK 2TM Compact, bioMérieux, SA tool. Based on the research that has been carried out, the results obtained are that there are types of bacteria of the Enterobacteriaceae group detected in the environmental soil of the Tamangapa Final Disposal Site in the District, Manggala Makassar, namely Enterobacter cloacae, Klebsiella pneumonia, and Escherichia coli which are classified as species that cause pathogenic diseases of the digestive tract
Potensi Senyawa Bioaktif Bajakah Spatholobus litoralis Hassk Sebagai Antimikroba Dengan Cara In-Vitro dan In-Silico Alif Rahman Habibi; Eva Johannes; Sulfahri
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20455

Abstract

Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) is a plant originating from the forests of Kalimantan which contains compounds in the form of alkaloids that act as antimicrobials. The purpose of this study was to determine the activity of Spatholobus littoralis Hassk as an antibacterial. The in-silico method was carried out using a bioinformatics-based tool and antibacterial testing using the well method, this is because testing with the pitting method is more effective because the extract reacts directly with the test bacteria. Observations on S. aureus bacteria for 1x24 hours with a concentration of 12.5% formed an inhibition zone of 13.25 mm, a concentration of 25% formed an inhibitory power of 14.10 mm, and a concentration of 50% formed an inhibition zone of 15.4 mm. At 2x24 hours observation with a concentration of 12.5% formed an inhibitory zone of 13.625 mm, a concentration of 25% formed an inhibitory power of 14.50 mm, and for a concentration of 50% formed an inhibitory power of 15.70 mm. Meanwhile, E.coli bacteria do not form a clear zone so they do not have antibacterial properties.
Analisis Mikroflora Candida albicans pada Perokok dan Potensi Daya Hambat Ekstrak Daun Pacar Kuku Lawsonia sp. Terhadap Isolat Candida albicans Andi Fatmawati; Tuty Widyanti; Anita
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20456

Abstract

Salah satu mikroflora normal pada mulut yang dipengaruhi oleh keberadaan asap rokok adalah Candida albicans, jamur ini dapat berubah menjadi patogen jika terjadi perubahaan dalam diri host. Perubahan yang terjadi pada host tersebut dapat bersifat lokal maupun sistemik yang dapat menyebabkan kandidiasis oral. Daun pacar kuku (Lawsonia inermis) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa aktif yang berkhasiat yaitu senyawa lawsone (2-hydroxy-1, 4-napthoquinone). Selain itu daun pacar kuku juga mengandung alkaloid, glikosida, flavonoid, fenol, saponin, tannin, dan minyak atsiri. Salah satu khasiatnya adalah sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui kolonisasi Candida albicans dari swab mukosa perokok dan kemampuan penghambatan ekstrak daun pacar kuku terhadap isolat Candida albicans. Penelitian ini bersifat ekperimental laboratorium dengan menggunakan teknik isolasi jamur secara swab dan metode uji daya ekstrak daun pacar dengan konsentrasi 15%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasilnya menunjukkan bahwa 90% swab mukosa mengandung kolonisasi Candida albicans dan uji ekstrak daun pacar kuku memperlihatkan terbentuknya zona bening tertinggi pada konsentrasi 100% dengan diameter sebesar 15.4 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pacar kuku memiliki potensi inhibitor terhadap isolat Candida albicans dari swab mukosa perokok.
Evaluasi Kesuburan Tanah Pada Lahan Pasca Tambang Nikel Laterit Sulawesi Tenggara Muhardi Mustafa; Adi Maulana; Ulva Ria Irfan; Adi Tonggiroh
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20457

Abstract

Pasca penambangan terbuka nikel laterit menyisakan lahan topografi rendah yang kemudian direklamasi dengan cara mengembalikan tanah bagian atas (top soil) sebagai timbunan. Penimbunan ini tidak selamanya berjalan dengan baik bahkan menghasilkan lahan tidak produktif. Dikarenakan pada lahan pasca tambang peran tanah timbunan memerlukan adaptasi fisika kimia terhadap tanah sisa penambangan. Pada lokasi penelitian terdapat sebagian lahan bertekstur lempung berdebu dan vegetasi tak dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini membahas salah satu lahan reklamasi yang masuk sebagai lahan tidak produktif yang bertujuan memberikan informasi karakteristik tanahnya. Hasil penelitian menunjukkan tanah lahan pasca tambang minim akan unsur hara dengan status nilai pH rendah, C-Organik rendah, Nitrogen total rendah, fosfor tersedia rendah, kapasitas tukar ion serta kejenuhan basa mengindikasikan status kesuburan tanah sangat rendah. Hal ini didukung oleh analisis tekstur tanah lempung berdebu lebih dominan daripada fraksi tanah lempung berliat yang berkorelasi dengan porositas dan permiabilitas jelek.

Page 9 of 16 | Total Record : 159