cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Media Agribisnis (MeA)
ISSN : 25487027     EISSN : 25416898     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Media Agribisnis (MEA) dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini mempublikasikan paper ilmiah hasil penelitian dan review bidang ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas meliputi ekonomi produksi agribisnis, efisiensi dan risiko agribisnis, perubahan teknologi dan kelembagaan agribisnis, penyuluhan dan pengembangan kapasitas pelaku agribisnis, pembiayaan agribisnis dan usaha kecil, perdagangan produk agribisnis, agroindustri dan rantai pasok agribisnis serta aspek penting lainnya yang terkait dengan pengembangan agribisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Siti Abir Wulandari
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.805 KB) | DOI: 10.33087/mea.v1i1.6

Abstract

RINGKASANSaat ini pemerintah telah menyalurkan Bantuan Langsung Masyarakat PUAP yang selanjutnya disingkat BLM PUAP adalah dana bantuan modal untuk Gapoktan guna pengembangan usaha agribisnis di perdesaan. Propinsi Jambi merupakan salah satu propinsi yang mendapatkan program ini dimana pelaksanaannya masih berlangsung sampai tahun 2015. Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai salah satu kabupaten yang menerima bantuan selama 4 tahun sehingga sengaja dipilih sebagai daerah penelitian.Penelitian ini dilakukan secara sensus sehingga seluruh anggota populasi (19 Gapoktan ) menjadi sampel .Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program PUAP dan bagaimana penyaluran kredit oleh Gapoktan/LKMA kepada petani. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder yang dilengkapi dengan  survey lapangan, wawancara dengan respondenHasil penelitian dapat disimpulkan beberapa kondisi bahwa program PUAP mulai bergulir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sejak tahun 2008 yang dikucurkan untuk 16 desa dengan total dana sebesar Rp.  1.600.000.000,- Rata-rata dana PUAP dari pemerintah sebesar Rp. 100.000.000,- per Gapoktan dengan rata-rata penyaluran per Gapoktan  60.000.000,-. Setiap gapoktan memiliki jumlah anggota dan besar penyaluran yang berbeda pula. Kisaran dana yang disalurkan ke petani sebesar Rp. 1.000.000,- Rp. 5.000.000,- per petani.  Proses pengembalian dana dilakukan dengan mencicil ditambah uang jasa 1.5 % dari pinjaman per bulan.Proses penyaluran kredit oleh Gapoktan/LKMA kepada petani dapat dikatakan berhasil dengan adanya penyaluran yang mayoritas sudah mencapai Rp.60.000.000 ke atas, tetapi belum berhasil dalam perkembangan dananya. Kata kunci : PUAP, Petani, Program  AbstractOur government in this moment has distribute  a relief fund program called PUAP (Program Usaha Agribisnis Pertanian) in order to develop the agribusiness entrepreneur in a village. Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) was one of regency that have received this program for four years, so that this regency was purposely chosed as a location of this research.Sensus method had been use with 19 Gapoktans in its population. This research had been held in February to August which have two aims e.g. to know PUAP implementation ang the fund distribution by Gapoktan to the farmers. Secondary data was analyzed in this research  that completed by direct information from the farmer. The result of this research  showed that this fund program called PUAP had been held in Tanjabtim since 2008 until 2012. The total fund Rp. 1.600.000.000 should be distribute for 16 villages. It’s about Rp. 1.00.000.000 each  Gapoktan. The average of fund that successfully distributed by Gapoktan  to the farmers was Rp. 60.000.000. There was different numbers of Gapoktan’s member and  also they receive different  amount of fund ( its range was Rp. 1.000.000 to Rp. 5.000.000 per farmer). The fund return was ,paid by installments with 1,5% rate of interest.It showed that The Gapoktan had distributed fund to the Farmer well but the farmer was failed to return it’s fund and showed the fund was not develop yet.Keyword: PUAP, Farmer, Programs
DAMPAK PROGRAM USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN ( PUAP ) TERHADAP KEKUATAN EKONOMI PETANI DI DESA TANAH TUMBUH KECAMATAN RENAH MENDALUH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Mandala Saputra; Siti Abir Wulandari
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.995 KB) | DOI: 10.33087/mea.v3i1.34

Abstract

This research was conducted at Tanah Tumbuh Village Renah Mandaluh Subdistrict, Tanjung Jabung Barat Regency, in January 2017. The number of sample farmers in this research were 77 farmers, survey method was used to collect data. The research objectives were: 1) To know the description of PUAP program 2) To know the economic strength before and after the PUAP existing.Description analisis and wilcoxson test were applied in this research.The result of the research showed that before the existing of PUAP the farmers economic strength of the people in Tanah Tumbuh Village was still low, it can be seen from the income, farming development, and capital amenity, it can be seen from the data that there were 43 farmers with low economic strength and 34 farmers with moderate economic strenght none of farmers that showed high economic strenght. After the PUAP axisting economic strength had increased the majority of people have had economic strength in the medium category of 61 farmers, for the low category decreased to 13 farmers and there are even already high category as much as 3 farmers. It was showed that Rural Agribusiness Development Program called PUAP had a significant effect on the changing of economic strenght condition.Keywords: Program, Farmers, Financial assistent, farming Development                        AbstrakPenelitian ini dilakukan di Desa Tanah Tumbuh Kecamatan Renah Mandaluh Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada  bulan  Januari  2017. Petani  sampel  dalam  penelitian  ini sebanyak  77  RTP. Tujuan penelitian yaitu: 1) Mengetahui gambaran PUAP  2)  Mengetahui  gambaran  kekuatan  ekonomi  petani  sebelum  dan  sesudah  adanya  PUAP,  3)  Mengetahui  kekuatan  ekonomi  petani  sebelum  dan  sesudah  adanya  PUAP. Alat analisis yang digunakan adalah uji wilcoxson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelumkehadiran PUAP kekuatan ekonomi masyarakat di Desa Tanah Tumbuh masih tergolong rendah. Hal  tersebut  terlihat  dari  pendapatan, pengembangan  usaha,  dan  kemudahan  mendapatkan  modal  yang  masih  rendah. Hal tersebut terlihat dari data terdapat 43 RTP yang kekuatan ekonomi rendah dan 34 RTP masyarakat yang kekuatan ekonomi  sedang. Setelah  adanya  PUAP  kekuatan  ekonomi mengalami peningkatan yaitu mayoritas masyarakat telah memiliki kekuatan ekonomi yang dalam kategori sedang  yaitu sebanyak 61 RTP, untuk kategori rendah mengalami penurunan menjadi 13 RTP dan bahkan ada yang sudah kategori tinggi  sebanyak 3 RTP. Disimpulkan  bahwa  Program  Pengembangan  Usaha  Agribisnis  Pedesaan  (PUAP)  berpengaruh  signifikan  terhadap  perubahan  kondisi kekuatan ekonomi di Desa Tanah Tumbuh.Kata kunci : Petani , Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) Kec. Renah  Mendaluh
KAITAN PERSEPSI MASYARAKAT TANI DENGAN PERILAKU PENJUALAN KELAPA SAWIT KE KUD DARMA BAKTI DI DESA TEBO JAYA KECAMATAN LIMBUR LUBUK MANGKUANG KABUPATEN MUARO BUNGO Wiwin Alawiyah; Nida Kemala; Mas'ud .
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.425 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i1.14

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to see the relation of farmer’s perception with the marketing behavior of palm oil  to “KUD Dharma Bakti.The research was conducted in Tebo Jaya Village, due to the reason that  this location  shows that most of society take a livelihood as oil palm farmers. The number of samples are 57 farmers. The research data were descriptif analyzed to find out the people's perception and sales behavior in the community in Tebo Jaya Village. Statistical analysis used is Chi Square test to test the relation of farmer’s perception with palm oil mareting behavior. The results showed: 1) perception of farmers toward to the benefits and performance of the cooperation showed that there are 61.40% has a good, category, while 38.60% are not good category. 2) The behavior of palm oil marketing to the kooperation showed 68.42% as high category while 31.58% have low behavior category. 3) There is no significant correlation between perception of farmer perception and the behavior of palm oil marketing in Tebo Jaya Village.Keyword: Perception, Behavior, Kooperation. AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk melihat adanya kaitan persepsi masyarakat tani dengan perilaku penjualan kelapa sawit ke KUD Dharma Bakti di Desa Tebo Jaya Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Muaro Bungo . Penelitian dilaksanakan di Desa Tebo Jaya, dengan alasan pemilihan lokasi karena Desa Tebo Jaya merupakan salah satu desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani kelapa sawit. Jumlah sampel penelitian sebanyak 57 RTP. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan  untuk mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat tani dan perilaku penjualan digunakan analisis statistik yaitu uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan : 1) gambaran persepsi petani dilihat dari manfaat dan kinerja KUD, yang menunjukkan baik (61,40%) sedangkan (38,60%) masyarakat tani menyatakan kurang baik. 2) Gambaran penilaian perilaku penjualan kelapa sawit dilihat dari tinggi rendahnya frekuensi penjualan kelapa sawit ke KUD yang menunjukkan tinggi (68,42%) sedangkan 31,58% memiliki perilaku penjualan rendah terhadap KUD. 3) Tidak adanya hubungan yang signifikan antara persepsi masyarakat tani dengan perilaku penjualan kelapa sawit di Desa Tebo Jaya yang dinyatakan dengan  ᵪ²hitung (1,22) lebih kecil dari ᵪ² tabel (3,841) dengan taraf signifikan sebesar 5%.Kata Kunci :   Persepsi, Perilaku dan KUD
PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI PADI SISTEM SENAM DUPA (SEKALI TANAM DUA KALI PANEN) DENGAN PETANI PADI SISTEM KONVENSIONAL DI KECAMATAN BERBAK KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Rizki Gemala Busyra; Rogayah Rogayah
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.519 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i2.24

Abstract

One of the efforts to improve rice production and productivity In Provinsi Jambi is by using Senam Dua (Sekali Tanam Dua Kali Panen). Senam Dupa means one-time cultivation with two harvests, a rice-farming approach in tidal land that combines traditional rice cultivation systems (Crop Index 100 local rice varieties) with intensive farming (high-yielding variety) in one overlay to achieve Crop Index 180. Kecamatan Berbak is one of the rice production centers in Tanjung Jabung Timur, Jambi. Senam Dupa has been introduced in order to increase rice production In Kecamatan Berbak. This is due to the tidal type of rice field in Kecamatan Berbak, and difficult water regulation, so it is not possible to plant two times. The increased rice production and productivity will be followed by increased farmers income. The purpose of this research are to know the income of rice farming that using Senam Dupa system and conventional system, and to see the difference of farmer income. This research uses primary data that obtained from farmer interviews with a questionnaire guide. Then the obtained data is tabulated and processed with SPSS software. The analysis methode used in this research is the difference of two means test methode. The results of this research indicate that Zhitung (5,099) ≥ Ztabel (1,645), so that the hypothesis stating that the income of Senam Dupa is higher than the conventional rice farmers is acceptable. Senam Dupa rice farmers income Rp. 2,050,588,7 /ha/month at 95% degree of confidence significantly higher than the income of conventional rice farmers that is equal to Rp. 1.770.083.06 /Ha/month.Keyword : Senam Dupa, Kecamatan Berbak, Farmer Income.Salah satu upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi Di Provinsi Jambi adalah dengan cara Senam Dupa (Sekali Tanam Dua Kali Panen). Teknologi Senam Dupa diistilahkan dengan sekali menanam dua kali panen, yaitu sebuah pendekatan usaha tani padi di lahan pasang surut yang memadukan sistem budidaya padi tradisional (IP 100 varietas padi lokal) dengan pertanian intensif (varietas unggul) dalam satu hamparan sehingga mencapai IP 180. Kecamatan Berbak merupakan salah satu kecamatan sentra produksi padi yang terdapat pada Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Guna peningkatan produksi padi Di Kecamatan Berbak  telah diperkenalkan sistem Senam Dupa. Hal ini dikarenakan jenis sawah pada Kecamatan Berbak adalah sawah pasang surut, dan pengaturan tata air tidak mudah, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penanaman dua kali. Peningkatan produksi dan produktivitas padi akan diikuti dengan peningkatan pendapatan petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha tani padi yang menerapkan sistem Senam Dupa dan sistem konvensional, serta melihat perbedaan pendapatan petani yang menerapkan sistem Senam Dupa dan petani yang menerapkan sistem konvensional. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari wawancara petani dengan panduan kuesioner, kemudian data yang diperoleh ditabulasi, dan diolah dengan software SPSS. Metode analisis yang digunakan adalah metode uji beda dua rata-rata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Zhitung(5,099) ≥ Ztabel (1,645) sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa pendapatan petani padi sistem Senam Dupa yang lebih tinggi dari petani padi sistem Konvensional dapat diterima. Pendapatan petani padi sistem Senam Dupa Rp. 2.050.588,7 /Ha/bulan secara signifikan pada derajat kepercayaan 95% lebih tinggi dari pendapatan petani padi sistem Konvensional yaitu sebesar Rp. 1.770.083,06 /Ha/bulan.Kata Kunci : Senam Dupa, Kecamatan Berbak, Pendapatan Petani Padi
KAITAN ASPEK STATUS SOSIAL PETANI SAYUR TERHADAP JENIS SUMBER INFORMASI YANG DIMANFAATKAN DI KELURAHAN LINGKAR SELATAN KECAMATAN JAMBI SELATAN KOTA JAMBI Nida Kemala; Wiwin Alawiyah
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.294 KB) | DOI: 10.33087/mea.v1i1.7

Abstract

AbstractThis research had been held in Lingkar Selatan Village which focusing to learn the description of social status of farmer,  information source that used by them and the relationship between those variables.  Social status were indikated in three cases e.g.  education, land wide and the respodent  role in its siciety.  There were 41 samples that selected  by  simple  random  sampling method.  Description  method  was  used to  analyzed    those variables and Chi–Square 2x2 was applied to analyzed the relationship between them.The result of this research should be expected to be a foundation in deciding by the authority  in   selecting a   agricultural   information  transfer   system   which   considered the various information sources.   Instead  of  this consideration the information should be correctly  transferred.  The  result  of  this  research  showed   that   the   farmer number that has  low   education  category (63%)  was  higher  than  the  high  one (37%). The low  category of  land wide  was  dominant  (66%).  Only   three   farmers   that   had   authority   role   and all of them had showed hight category of information source useness. It showed 59% (24 farmers) have hight category of information source useness while 41% (17 farmers) showed low category of it useness and 16 farmers not used electronic information source yet. The farmer authority showed a significant relationship with information source useness, while education dan land wide had no relationship significantly with it. Keyword : Social Status, Extension, Information source, Farmer
PERBANDINGAN ASPEK EKONOMI USAHATANI PADI SAWAH SISTEM JAJAR LEGOWO DAN SISTEM TEGEL DI DESA PUDAK KECAMATAN KUMPEH ULU KABUPATEN MUARO JAMBI Nida Kemala; Bayu Pratama
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.553 KB) | DOI: 10.33087/mea.v3i1.29

Abstract

AbstractThis study was conducted in Pudak Village, Kumpeh Ulu District, Muaro Jambi Regency.The research focused on an economic corner included farmer income, R/C ratio and the difference of both farmer income and R/C ratio between “Jajar Legowo” and “Tegel” cultivation system. Total population were 424 so the number of sample was 64 farmers (15%), and was taken by proportional random sampling methode. While the method of research analysis was used description analysis. The prospect of this research aimed to supply a substance  and information tobe use for both to do the  further research or decision making. The result showed that the farmer income average of the farmer that applied “Jajar Legowo” cultivation  system was Rp 13.477.962/Ha/Period, while those farmer that used “Tegel” cultivation  system showed Rp 6.711.465/Ha/Period. R/C Ratio for both system were 2,23 and 1,79 respectively. This ratio showed that both system were reasonable to be continued.   There showed  a significanttly difference on both farmer income and R/C  ratio between the two different cultivation system (“Jajar Legowo” and “Tegel” cultivation system) Keywords: paddy, income, R/C ratio                                                                                    AbstrakPenelitian ini dilakukan di Desa Pudak,  Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini difokuskan pada Kajian kondisi ekonomi petani (pendapatan dan R/C rasio) dalam usahatani tanaman padi dengan sistem jajar legowo dan sistem tegel. Jumlah populasi sebanyak 424 RTP maka jumlah sampel sebanyak 64 RTP yang ditentukan dengan metode “proporsional random sampling”. Sedangkan metode analisis gunakan analisis deskriptif. Prospek penelitian ini adalah untuk memberikan bahan dan sumber informasi bagi pihak yang berkepentingan baik untuk melakukan penelitian lebih lanjut maupun untuk dasar pengambilan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh petani sampel dari usahatani padi dengan sistem jajar legowo sebesar Rp 13.477.962/Ha/MT. Sedangkan Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani sampel dari usahatani padi sawah yang menggunakan sistem tanam tegel sebesar Rp 6.711.465/Ha/MT. R/C Ratio untuk usahatani padi sawah yang menggunakan sistem jajar legowo dengan tegel adalah 2,23 dan 1,79. Artinya usahatani padi sawah yang menggunakan sistem tanam jajar legowo maupun sistem tegel sama-sama menguntungkan dan layak. Terdapat perbedaan yang nyata pada  pendapatan dan R/C ratio usahatani padi dengan sistem jajar legowo dan sistem tegel di Desa Pudak,  Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.Kata kunci : padi, pendapatan,R/C ratio
ANALISIS PENDAPATAN USAHA BUDIDAYA IKAN KOLAM TERPAL DI KECAMATAN RIMBO ULU Mulyani Mulyani
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.756 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i1.15

Abstract

AbstractThis research was conducted to analyze the income of fish farming of tarpaulin pond in Rimbo Ulu sub-district of Tebo District. The research was conducted by collecting data from several related agencies, and the respondents of the tarpaulin pond fish farmers which was held on May 22, 2013 until June 22, 2013. This research uses cross section data from 29 respondents in 2013. Data analysis in this study used R / C ratio analysis to analyze the income of fish farming business in tarp pond in Rimbo Ulu Subdistrict. The results showed that the fish farming of tarpaulin ponds can provide benefits to farmers, this is indicated by the R / C Ratio of 1.08.Keywords: Fish, Tarp Pond, Income AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis pendapatan usaha budidaya ikan kolam terpal di kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo. Penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari beberapa instansi terkait,dan responden para pembudidaya ikan kolam terpal yang dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2013 sampai 22 Juni 2013 . Dimana penelitian ini menggunakan data cross section dari 29 responden pada tahun 2013. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis R/C ratio untuk menganalisis pendapatan usaha budidaya ikan di kolam terpal di Kecamatan Rimbo Ulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan kolam terpal dapat memberikan keuntungan kepada petani, hal ini ditunjukkan dengan nilai R/C Ratio sebesar 1,08.Kata Kunci : Ikan, Kolam Terpal, Pendapatan
ANALISIS SALURAN TATANIAGA DAN MARJIN TATANIAGA KELAPA DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Siti Abir Wulandari; Rogayah Rogayah
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.495 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i2.25

Abstract

This research was conducted in  “Tanjung Jabung Timur” Regency, Jambi Province.  Jambi Province produce coconut with a total production as 105. 255 tonnes and gave  average productivity as 0.9 tonnes/ha  in the total land area of 120. 254 ha.   “Tanjung Jabung Timur” Regency  had coconut production as 50.254 tons with an average productivity of 0.85 tons /ha. The low coconuts price at the farmer level became the main barrier  in the marketing sector.The farmers did not have any power to determine the selling price. The research purpose  was to determine the channe and  margin marketing and its  marketing efficiency of the coconut both in marketing agent and among  different marketing  channel. Snowball sampling method was used in this study. This research was conducted by survey method and descriptive analysis (both qualitative and quantitative). The marketing margin was known by noting the coconut price a long the channel since the farmer to the end  site of  marketing system. The result showed that there are two different kind of channels.  The marketing margin of the firsh channel was RHp. 600,-/unit and the second channel margin gave Rp. 1.931/unit. The firsh channel showed more efficient than the second one, because it had the lower margin.Keywords: marketing  channel, marketing  margin, marketing  agent.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi,  Propinsi Jambi menghasilkan kelapa dengan total produksi sebesar 105.255 ton dan produktivitas rata-rata sebesar 0.9 ton/ha dari 120.254 ha luas areal. Kabupaten Tanjung Jabung Timur menghasilkan 50.254 Ton kelapa dengan produktivitas rata-rata sebesar 0.85 Ton/ha. Rendahnya harga kelapa butiran di tingkat petani menjadi kendala utama di bidang tataniaga. Petani tidak memiliki kekuatan dalam menetukan harga jual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran tataniaga  dan Marjin tataniaga serta efisiensi saluran tataniaga kelapa baik di tingkat pedagang perantara maupun di saluran tataniaga yang berbeda. Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan metode Snowball Sampling. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan dianalisis secara deskriptif (baik kualitatif maupun kuantitatif). Untuk melihat margin tataniaga digunakan pencatatan   harganya sepanjang saluran sejak produsen sampai konsumen akhir   dalam sistem pemasaran. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 2 (dua)saluran tataniaga kelapa yang memberikan nilai marjin tataniaga yang berbeda. Marjin saluran I sebesar Rp. 600,-/btr dan marjin saluran II sebesar Rp. 1.931/btr. Terlihat saluran tataniaga I lebih efisien dari saluran tataniaga II karena memiliki marjin yang lebih kecilKata Kunci: saluran tataniaga, margin tataniaga, lembaga tataniaga           
KAJIAN KELAYAKAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN TUNGKAL JAYA KABUPATEN MUSI BANYUASIN (Studi Kasus Anggota Kelompok Tani di Koperasi Unit Desa Bersama Makmur) Rogayah Rogayah
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.492 KB) | DOI: 10.33087/mea.v1i1.8

Abstract

AbstractThis research was done in the village of Srimulyo sub-district of 1957 Jaya because internally and externally the village can still dikembangka and supported by the development of the downstream industry. The method used is the method of measurement, with the aim of examining leyakan of farming. The number of samples that are in the RTP 56 farmer groups in cooperative Villages Prosperous, by means of simple random sampling. Judging from the results of the eligibility tests done (BCR > 1) then it can be inferred to be forwarded is worthy of farming because it is profitable for farmers. Keywords: Revenue, Palm, MERCHANTIBILITY AbstrakPenelitian ini di lakukan di Desa Srimulyo Kecamatan Tungkal Jaya karena secara internal dan eksternal desa ini masih bisa dikembangka dan didukung oleh perkembangan industry hilir. Metode yang digunakan adalah metode survai, dengan tujuan mengkaji leyakan usahatani. Jumlah sampel 56 RTP yang berada dalam kelompok tani di Koperasi Desa Bersama Makmur,dengan cara simple random sampling.Dilihat dari hasil uji kelayakan yang dilakukan (BCR > 1 )maka dapat disimpulkan usahatani ini layak untuk diteruskan karena menguntungkan bagi petani. Kata kunci: Pendapatan, kelapa sawit, kelayakan usaha
PENDAPATAN USAHATANI BAYAM (Amaranthus sp) DAN KONTRIBUSI TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI KELURAHAN LINGKAR SELATAN KECAMATAN JAMBI SELATAN KOTA JAMBI Rogayah Rogayah; Oci Mala
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 3, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.56 KB) | DOI: 10.33087/mea.v3i1.32

Abstract

Kelurahan Lingkar Selatan pengembangan komoditas sayuran khususnya bayam memiliki nilai ekonomis. Pendapatan keluarga petani tidak hanya bersumber dari usahtani bayam, tetapi ada yang diperoleh dari non usahatani bayam.Penelitian ini dilakukan karena ingin melihat bagaimana gambaran tentang kegiatan tentang usahatani bayam, bagaimana penggunaan input dan biaya produksi, seberapa besar pendapatan usahatani bayam, seberapa besar pendapatan non usahatani bayam dan seberapa besar kontribusi pendapatan usahatani bayam terhadap pendapatan keluarga petani di Kelurahan Lingkar Selatan Kecamatan Jambi Selatan. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 41 rumah tangga petani (RTP) secara acak sederhana (Simple random sampling).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umur panen tanaman bayam berumur 20 hari, tenaga kerja yang bekerja diambil dalam keluarga dengan rata-rata 2 orang, penanaman dilakukan seminggu sebelum pemupukan. Panen tanaman bayam dengan cara dicabut dari pangkal batangnya. Rata-rata luas lahan 168,29, Rata-rata biaya produksi usahatani bayam sebesar Rp. 186.372 per musim tanam yang terdiri dari biaya  tetap sebesar Rp. 14.274 per musim tanam dan biaya tidak tetap Rp. 172.098 per musim tanam, rata-rata biaya produksi usahatani bayam sebesar Rp. 1.168  /MT yang terdiri dari biaya tidak tetap sebesar Rp. 1.069   dan biaya tetap Rp. 99.Rata-rata pendapatan usahatani bayam petani sampel sebesar Rp. 609.228 per musim tanam dan Rp.3.575 .Kontribusi pendapatan usahatani bayam terhadap pendapatan keluarga petani dengan rata-rata kontribusi pendapatan sebesar 62,3 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa usahatani bayam di Kelurahan Lingkar Selatan Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi mempunyai kontribusi yang mencapai lebih dari 50 % terhadap pendapatan total keluarga petani.

Page 2 of 15 | Total Record : 144