cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Marinade
ISSN : -     EISSN : 26544415     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
FORMULASI MINUMAN KOPI RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DAN BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) DENGAN VARIASI WAKTU PENYANGRAIAN YANG BERBEDA Mirna Zena Tuarita; Awanda Gurium Lating; Mukrani Rahayaan; Lea Rehiara
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i02.5547

Abstract

Kopi adalah salah satu komoditas yang paling banyak diperdagangkan di seluruh dunia. Pemanfaatan kopi menggunakan berbagai jenis pengganti biji kopi telah banyak dilakukan. Namun pemanfaatan rumput laut dan biji pala yang diolah langsung menjadi bentuk bubuk kopi belum dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi kopi rumput laut dan biji pala menggunakan waktu penyangraian yang berbeda. Hasil analisis proksimat menunjukkan perlakuan terbaik pada kopi rumput laut dan biji pala dengan waktu sangrai 10 menit dimana diperoleh kadar air 3,74%, kadar abu 3,08%, kadar lemak 7,83%, kadar protein 7,90%, dan kadar karbohidrat (by difference) 77,80%. Analisis uji sensori menggunakan uji hedonik meliputi atribut flavor, acidity, aftertaste, dan kekentalan menunjukkan formulasi terbaik yakni pada kode sampel 352 dengan formulasi 50% bubuk kopi, 10% bubuk rumput laut, dan 25% bubuk biji pala yang telah disangrai selama 10 menit dengan jumlah total penilaian atribut organoleptik yakni 28,325.
KARAKTERISASI ASAM AMINO DAN ASAM LEMAK RUMPUT LAUTPadina sp. DI MALANG RAPAT KABUPATEN BINTAN Vister Efraim Amonio Gulo; Jumsurizal Jumsurizal; Aidil Fadli Ilhamdy
Marinade Vol 6 No 01 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i01.5617

Abstract

Padina sp. is a species of brown seaweed (Phaeophyta). Padina sp seaweed grows wild in the waters. Malangrapat waters in Bintan Regency are one of the habitats for Padina sp. This study aimed to observe the proximate content as well as amino acids and fatty acids in Padina sp. in order as a reference to maximize the utilization of Padina sp. The water content of Padina sp. 13.87%, ash content 39.41%, fat content 2.67%, protein content 5.94%, and carbohydrate content 38.12%. Meanwhile, the highest amino.acid content in Padina sp. Glutamic.acid has a value of 7640.89 + 10.20 mg/kg, Aspartic acid has a value of 6926.39 + 9.05 mg/kg, and Leucine has a value of 4223.59 + 1.68 mg/kg. As well as for the fatty acid content with the highest levels in brown seaweed Padina sp. are 1.55% saturated fat and unsaturated fatty acids which have a value of 1.11%.
PENGARUH PENGOLAHAN BAHAN BAKU TERHADAP KARAKTERISTIK TABEL MANDO IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Anggi Rananda; Jumsurizal Jumsurizal; R Marwita Sari Putri
Marinade Vol 6 No 01 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i01.5627

Abstract

The abundance of fish in Natuna waters, especially tuna, so that many food products are produced such as crackers, kernas and mando tables. Mando table is a typical Natuna food made from smoked tuna and sago flour which is then mixed with grated coconut and other spices, boiled tuna, steamed tuna and fried tuna. The process of making mando tables includes preparation of raw materials, determination of mando table formulations, manufacture of mando tables, organoleptic testing, proximate testing and TPA (Texture Profile Analysis). The testing parameters of this research include organoleptic test, proximate testing and TPA (Texture Profile Analysis). From the results of the study from the Mando table, it can be used for organoleptic testing at T1 (30% smoked fish and 26% sago flour) has a yellow brown color, at T1 it has a stronger fish aroma, for T2 it has a savory taste and sufficient fish taste and T2 It has a dense and compact texture. The proximate test results in the Mando T1 table have the best treatment with parameters water content 33.24%, ash content 1.067%, fat content 13.189%, protein content 0.72% and carbohydrate content 50.884%. The results of the TPA (Texture Profile Analysis) test are the best values ??for hardness 2.820%, springiness 64.67%, cohesiviness 0.28% and adhesiveness 51.59% in T1 treatment.
APLIKASI MOL (Mikroorganisme Lokal) JEROAN IKAN SEBAGAI BIOAKTIVATOR PUPUK CAIR LIMBAH ORGANIK PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L) Jahari Jahari; Sri Novalina Amrizal; R. Marwita Sari Putri
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.5871

Abstract

limbah ikan dapat dijadikan sebagai bahan untuk menjadikan mikroorganisme lokal sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. Ini merupakan salah satu cara pemanfaatan limbah organik perikanan. Menurut Purwasasmita (2009) menjelaskan bahwa Salah satu aktivator yang berpotensi mempercepat penyediaan pupuk adalah larutan mikroba lokal. Larutan MOL mengandung unsur makro dan mikro serta bakteri yang dapat digunakan sebagai stimulan tanaman, pengendalian hama, penyakit tanaman, agen pengurai bahan organik, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling efektif untuk memasukkan MOL (mikroorganisme lokal) ke dalam pupuk organik cair untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica rapa L) ditinjau dari tinggi batang, jumlah daun, dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sawi (Brassica rapa L) sangat dipengaruhi oleh penambahan MOL limbah jeroan ikan sebagai bioaktivator pada pupuk organik cair berbahan limbah rumah tangga. yaitu jumlah daun, pH tanah, tinggi tanaman, dan berat basah tanaman. Perlakuan M4 dengan konsentrasi pupuk 7,5% selama 42 hari merupakan pupuk organik cair terbaik untuk limbah rumah tangga yang meliputi MOL limbah jeroan ikan.
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN NIPAH (Nypa fruticans) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Anggi Ayuni; Azwin Apriandi; R Marwita Sari Putri
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i02.5928

Abstract

Daun nipah (Nypa fruticans) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku kerajinan, olahan makanan, dan sebagai obat tradisional seperti obat sakit perut, dan obat penurun panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam daun nipah (Nypa fruticans) dan tingkat toksisitasnya. Dilakukan identifikasi senyawa aktif dengan uji fitokimia dan dilanjutkan dengan uji KLT. Ekstrak diuji tingkat toksisitasnya terhadap larva udang A. salina Leach. Data kematian A. salina Leach dianalisis dengan probit Microsoft Excel untuk mengetahui nilai LC50. Hasil analisis fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut metanol mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin. Ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut klorofom adalah flavonoid dan triterpenoid. Hasil ini diperkuat dengan KLT menggunakan eluen terbaik, pada AA2 menghasilkan 15 spot. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut metanol sebesar 100,34 ppm. Sedangkan nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut klorofom sebesar 481,87 ppm.
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum polycystum) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN CAIR Reski Dewiah Igusrianti; Aidil Fadli Ilhamdy; Lily Viruly; Indri Addini
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan rumput laut coklat (Sargassum polycystum) sebagai bahan dasar pembuatan sabun cair dan mengevaluasi kualitasnya. Dalam penelitian ini, rumput laut coklat diinkorporasikan ke dalam formulasi sabun cair dengan empat tingkat konsentrasi berbeda (0%, 2%, 4%, dan 6%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi dengan 2% rumput laut coklat (F1) memberikan nilai tertinggi dalam parameter kenampakan, aroma, dan warna. Selain itu, sabun cair dengan formulasi F1 dan F3 (4% rumput laut coklat) memenuhi standar SNI untuk pH dan stabilitas emulsi, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit setelah pengujian selama tiga hari berturut-turut. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang potensi pemanfaatan rumput laut coklat sebagai bahan alami yang bermanfaat dalam formulasi produk perawatan kulit.
IDENTIFIKASI HASIL SAMPING PENGALENGAN IKAN PT. DELTA PACIFIC INDOTUNA DI KOTA BITUNG Miranto Stevanus Tappy; Aef Permadi; Niken Dharmayanti; Nova M Tumanduk
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i02.6042

Abstract

Ikan tuna dalam kaleng didefinisikan sebagai potongan daging putih ikan tuna yang dikalengkan dalam medium minyak atau air garam. Di dalam proses produksi, tidak semua bahan baku dapat menjadi bagian produk jadi. Bahan baku yang tidak lagi digunakan dalam proses produksi disebut hasil samping produksi, dimana hasil samping tersebut harus dimanfaatkan secara optimal berlandaskan dengan konsep zero waste. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi dari hasil samping yang hasilkan oleh PT. Delta Pacific Indotuna Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara langsung. Hasil identifikasi samping dalam bentuk padat yang dihasilkan dari proses produksi pengalengan dijadikan bahan baku Fishmeal sebesar 15% dengan rata-rata per hari 8.326±0,92kg dan setelah proses pengolahan hasil padatan menjadi tepung menghasilkan rata-rata per hari 3.247kg±0,36kg, hasil samping dalam bentuk cair dari buangan proses precooking sebesar 4.400 per harinya dapat menghasilkan 250kg minyak ikan kasar. Hasil samping tersebut mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan pembuatan produk-produk baru perikanan. Produktivitas produksi hasil samping dengan optimasi mutu dari tepung ikan dan minyak ikan kasar perlu dikembangkan karena dapat memberikan nilai tambah pada produk hasil samping itu sendiri.
PENGARUH PENAMBAHAN IKAN TAMBAN (Sardinella lemuru) TERHADAP PEMBUATAN CHOUX PASTRY Wahyuni Julita Putri Ilahi; R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6075

Abstract

Saat ini variasi pengembangan choux pastry masih sangat terbatas. Salah satu cara pengembangan produk ini adalah pembuatan choux pastry dengan penambahan ikan tamban. Pemanfaatan daging ikan tamban pada choux pastry diharapkan mengandung kualitas serta kandungan gizi yang baik. Selain itu, penggunaan protein yang terkandung dalam ikan tamban pada pembuatan choux pastry mampu menghasilkan produk dengan cita rasa gurih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dan mengetahui formulasi terbaik dari penambahan ikan tamban pada choux pastry berdasarkan uji hedonik serta menentukan karakteristik fisik dan nutrisi dari choux pastry yang terpilih berdasarkan uji hedonik. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu IK0 (0%), IK1 (15%), IK2 (20%), IK3 (25%). Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa pada perlakuan IK3 dengan penambahan ikan 25% mendapatkan hasil terbaik dengan nilai parameter warna (2,50%), aroma (2,66%), rasa (2,79%) dan tekstur (2,66%). Nilai proksimat yang dihasilkan dari hasil uji hedonik yang terpilih mendapatkan nilai kadar air (8,41%), kadar abu (3,81%), kadar protein (20,37%), kadar lemak (37,77%) dan kadar karbohidrat (32,80%). 
KARAKTERISTIK KIMIA DAN STRUKTUR MIKROSKOPIK KOLAGEN DARI KULIT IKAN GABUS (Channa striata) Wulandari Wulandari; Pipih Suptijah; Kustiariyah Tarman; Afriani Afriani
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i02.6080

Abstract

KOMPOSISI NILAI GIZI BUAH LAMUN Enhalus acoroides ASAL PANTAISAMBOANG KABUPATEN BULUKUMBA SULAWESI SELATAN Warsidah Warsidah; Irwan Irwan; Shifa Helena; Sukal Minsas
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i02.6189

Abstract

Lamun atau seagrass memiliki fungsi sebagai produsen utama di perairan juga memiliki fungsi ekologis, yaitu sebagai habitat berbagai biota laut untuk memijah dan mencari makanan, juga sebagai penyerap karbon dan menyaring polutan sehingga kesehatan perairan di sekitarnya dapat terjaga. Sebagai produsen utama, daun lamun merupakan makanan utama dari beberapa hewan laut seperti penyu dan dugong sedangkan buah lamun yang mengandung biji yang lunak dapat dikonsumsi sebagai pangan untuk manusia, tetapi belum begitu populer dan informasi terkait kandungan gizi dari buah lamun tersebut belum banyak ditemukan. Salah satu spesies lamun yang banyak ditemukan di perairan Pantai Samboang Kabupaten Bulukumba adalah dari jenis Enhalus acoroides. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan proksimat dan logam esensial dari buah lamun Enhalus acoroidesyang diambil dari perairan pantai Samboang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Penentuan proksimat yaitu protein dilakukan dengan metode kjeldahl, lemak menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut n-heksan dan logam esensial, sedangkan penentuan kandungan logam esensial dengan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Dari hasil penelitian ini menunjukkan kadar air sebesar 87%, kadar abu sebesar 0.76%, kadar protein sebesar 1.2 %, kadar lemak sebesar 0.66% dan kadar karbohidrat sebesar 10.38 %. Pada hasil pengujian logam esensial menunjukkan kadar logam zink (Zn) sebesar 5.32 ppm, besi (Fe) sebesar 7.2 ppm dan kobalt (Co) sebesar 0.11 ppm.