cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Marinade
ISSN : -     EISSN : 26544415     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Julung-Julung (Hemiramphus sp.) Dalam Pembuatan Flakes Sebagai Sumber Kalsium Nurfaisal, Risman
Marinade Vol 8 No 01 (2025): April, 2025
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/8hcrv604

Abstract

Flakes merupakan makanan siap saji dan salah satu makanan yang sangat digemari oleh masyarakat. Asupan kalsium menurun ketika biji-bijian flakes menjadi makanan pokok di sebagian besar dunia, karena kandungan kalsium biji-bijian dan buah-buahan umumnya cukup rendah. Oleh karena itu perlu adanya fortifikasi dalam pengembangan produk flakes dari tepung tulang ikan julung-julung (Hemiramphus sp.) sebagai sumber kalsium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik (Organoleptik dan rendemen), mengetahui kandungan Kalsium dan Proksimat (kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) pada produk flakes dengan penambahan tepung tulang Ikan julung-julung (Hemiramphus sp.). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan SPSS 26, yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu F1 (20%), F2 (30%), F3 (40%). Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada F1 (20%) memberikan nilai rata-rata terhadap parameter kenampakan 2,53%, aroma 2,67%, rasa 2,37% dan tekstur 2,40%. Nilai rendemen yang dihasilkan pada tepung tulang Ikan Julung-julung sebesar 9%. Hasil pengujian proksimat biskuit berdasarkan penilaian organoleptik terbaik, didapatkan dengan nilai rata-rata kadar air 4,07%, kadar abu 10,8%, kadar protein 14,87%, kadar lemak 4,3%, karbohidrat 57,98% dan nilai analisis kalsium yaitu 4012 Mg.
Fortifikasi Tepung Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dan Tepung Ikan Umela (Lutjanus vitta) terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Kulit Pie Rachel Shavia Eldin
Marinade Vol 8 No 02 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/5fjd3x95

Abstract

Red Seaweed (Eucheuma cottonii) and Umela Fish (Lutjanus vitta) are two sources that are widely found in Bintan Island with nutritional content that is beneficial to the body. These sources are processed into flour which is used in making pie skin. This research aims to provide information about the diversification of pie skin using alternative food ingredients that are more balanced. The research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (F0, F1, F2, F3) which added seaweed flour (Eucheuma cottonii) (0%, 3%, 6%, and 9%) and umela fish flour (Lutjanus vitta) (0%, 6%, 9%, and 12%) with 3 repetitions. This research went through 3 stages, production of umela fish flour, pie skin making process with the addition of fish flour and seaweed flour and finally physical analysis, hedonic test to determine the level of consumer liking, as well as proximate chemical analysis and food fiber to determine the nutritional content. The results found that formula F2 with the addition of 6% of seaweed flour and 9% umela fish flour is the optimal combination that can meet the daily fiber needs of adults. The food fiber content in the pie skin of 12,13% and protein of 15,41% has met the SNI standard, however, the water and ash content exceeds the SNI standard, while the carbohydrate content does not reach the specified standard.
MEKANISME TOKSISITAS DAN DETOKSIFIKASI MIKROPLASTIK PADA MIKROALGA: LITERATURE REVIEW Rega Permana; Aulia Andhikawati
Marinade Vol 8 No 02 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v8i2.7861

Abstract

Partikel mikroplastik memiliki kemungkinan yang besar untuk berinteraksi dengan komunitas mikroalga, kelompok produsen primer utama di perairan, dan kemudian mengganggu keseimbangan ekologi serta memberikan resiko pada kesehatan manusia melalui mekanisme biomagnifikasi dan bioakumulasi. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dampak fisiologi dari paparan mikroplastik pada mikroalga secara komprehensif serta mekanisme detoksifikasinya melalui studi yang telah dipublikasi. Studi literatur dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah pada basis data terindeks baik nasional maupun internasional. Artikel yang disertakan merupakan publikasi yang terbit maksimal 10 tahun terakhir (2014–2024) dan melaporkan data eksperimental mengenai paparan mikroplastik pada mikroalga air tawar maupun laut. Hasil studi literature dari penelitian – penelitian terdahulu yang terpublikasi di jurnal nasional dan internasional menunjukan bahwa secara fisiologi terlihat dari terhambatnya pertumbuhan sel, terganggunya proses fotosintesis, meningkatnya konsentrasi reactive oxygen species (ROS) beserta aktivitas anzim antioksidan yang terlibat dan peroksidasi membrane sel. Sel mikroalga dapat melakukan beberapa mekanisme dalam mempertahankan sel yaitu dengan sekresi polisakarida eksternal (EPS), pembentukan vakuola, homo-aggregasi dan hetero-aggregasi, serta detoksifikasi secara biokimia. Informasi mengenai dampak – dampak tersebut dibutuhkan sebagai upaya penanganan dan antisipasi pencemaran mikroplastik di perairan.
TREN GLOBAL DAN EVOLUSI PENGETAHUAN DALAM PENELITIAN IKAN ASAP (1975–2025): SUATU ANALISIS BIBLIOMETRIK YANG KOMPREHENSIF Firat Meiyasa; Nurbety Tarigan; Sri Novalina Amrizal
Marinade Vol 8 No 02 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v8i2.7863

Abstract

Ikan asap merupakan produk pangan dengan nilai gizi tinggi serta daya simpan yang panjang, namun juga memiliki potensi mengandung senyawa berbahaya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs). Penelitian mengenai ikan asap telah berkembang pesat selama lima dekade terakhir. Meskipun demikian, belum ada tinjauan komprehensif yang membahas tren global penelitian di bidang ini, khususnya terkait keamanan pangan, keberlanjutan, dan inovasi teknologi pengasapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ilmiah mengenai ikan asap selama periode 1975–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik, guna memahami pola penelitian, jejaring kolaborasi internasional, serta arah penelitian di masa mendatang. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan menggunakan kata kunci “smoked fish” untuk publikasi tahun 1975–2025. Analisis meliputi kuantifikasi jumlah publikasi, identifikasi topik dominan, serta pemetaan kolaborasi antarnegara. Data kemudian dianalisis dengan perangkat lunak VOSviewer dan RStudio. Sebanyak 910 dokumen yang relevan dianalisis dalam studi ini. Hasil menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan dalam dua dekade terakhir, dengan fokus yang bergeser dari aspek tradisional pengasapan ikan menuju isu keberlanjutan, kesehatan, dan inovasi teknologi.Tren utama mencakup pengembangan teknik pengasapan ramah lingkungan serta peningkatan perhatian terhadap keamanan pangan dan mutu produk. Tercatat pula kolaborasi internasional yang kuat antara negara-negara seperti Indonesia, Italia, dan Nigeria. Jurnal utama yang banyak mempublikasikan topik ini antara lain Food Control dan Journal of Food Protection. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ikan asap semakin menarik perhatian global, dengan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan teknologi pengasapan yang lebih berkelanjutan dan aman bagi kesehatan.
POTENSI EKSTRAK BERUNOK (Paracaudina australis) SEBAGAI ANTIOKSIDAN,INHIBITOR α-GLUKOSIDASE DAN ANTI-KOLESTEROL Putriana Sari Sirait; Muhammad Zakiyul Fikri; Mery Sukmiwati; Rahman Karnila; Daniel Siandico Pandiangan; Adinda Herlina Putri
Marinade Vol 9 No 01 (2026): April, 2026
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v9i01.8207

Abstract

Paracaudina australis (Berunok) merupakan organisme laut yang memiliki prospek sebagai sumber metabolit bioaktif, meskipun kajian ilmiah terkait potensi antioksidan, penghambatan enzim α-glukosidase, dan kemampuan menurunkan kolesterol masih sangat minim. Studi eksploratif awal ini dirancang untuk mengkaji kemampuan ekstrak teripang berunok dalam menghambat radikal bebas, aktivitas α-glukosidase, serta efek hipokolesterolemik secara in vitro dengan memanfaatkan sistem pelarut bertingkat polaritas. Tahapan persiapan sampel dan proses ekstraksi menggunakan tiga jenis pelarut yaitu metanol, etil asetat, dan n-heksan, diikuti dengan identifikasi metabolit sekunder serta pengujian kapasitas antioksidan melalui metode DPPH, uji hambatan terhadap α-glukosidase, dan evaluasi aktivitas anti-kolesterol. Analisis fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa steroid/terpenoid pada seluruh fraksi pelarut yang digunakan, sementara metabolit saponin hanya terdeteksi pada fraksi metanol. Kapasitas penangkapan radikal bebas tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak metanol dengan IC₅₀ mencapai 223,37 ppm, mengungguli ekstrak etil asetat (414,63 ppm) dan n-heksan (626,56 ppm). Meskipun demikian, seluruh ekstrak teripang berunok menunjukkan kemampuan yang belum optimal dalam menginhibisi 50% aktivitas αglukosidase, namun pada konsentrasi 1000 ppm, ekstrak metanol masih menunjukkan inhibisi sebesar 4,12±0,40%. Untuk aktivitas anti-kolesterol, ketiga sampel memperlihatkan efektivitas dengan ekstrak metanol sebagai yang paling unggul dengan nilai 44,83±0,99 mg/mL.
Analisis Mutu Garam pada Produksi Berbasis Teknologi Geomembran dan Konvensional di Kelurahan Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur, Indonesia Ferdinand Baka Emang; Firat Meiyasa; Yatris Rambu Tega; Mirna Zena Tuarita
Marinade Vol 9 No 01 (2026): April, 2026
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v9i01.8227

Abstract

Garam merupakan salah satu komoditas perikanan strategis yang dibutuhkan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai bahan baku berbagai industri kimia dan alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu garam yang diproduksi secara konvensional dan menggunakan teknologi geomembran di Kelurahan Watumbaka, Kabupaten Sumba Timur. Data mutu garam meliputi parameter kimia dan organoleptik, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam yang diproduksi secara konvensional memiliki kadar air sebesar 7,89%, kadar NaCl 90,7%, kadar kalsium 0,005%, dan kadar magnesium 0,01%. Secara organoleptik, garam konvensional menunjukkan warna kurang putih, rasa kurang asin, dan aroma kurang normal. Sementara itu, garam yang diproduksi menggunakan teknologi geomembran memiliki kadar air sebesar 4,34%, kadar NaCl 94,2%, kadar kalsium 0,008%, dan kadar magnesium 0,003%, dengan karakteristik organoleptik berupa warna putih, rasa asin, dan aroma normal. Berdasarkan hasil analisis mutu, garam yang diproduksi menggunakan teknologi geomembran telah memenuhi persyaratan standar mutu nasional sesuai SNI 3556:2010 dan SNI 4435:2017, sedangkan garam yang diproduksi secara konvensional belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut. Dengan demikian, teknologi geomembran efektif meningkatkan mutu garam dan berpotensi mendukung kesejahteraan petambak garam lokal. 
Nanoteknologi dalam Nutrisi Ikan: Tinjauan Sistematis Penggunaan Selenium Nanopartikel sebagai Suplemen Mikronutrien pada Pakan Nancy Willian; Sri Novalina Amrizal; Dwi Septiani Putri; Daniel Sinaga
Marinade Vol 9 No 01 (2026): April, 2026
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v9i01.8247

Abstract

Selenium (Se) merupakan mikronutrien esensial dalam nutrisi ikan yang berperan dalam pertahanan antioksidan, regulasi sistem imun, fungsi metabolisme, dan peningkatan performa pertumbuhan. Namun, sumber selenium konvensional, baik dalam bentuk anorganik maupun organik, memiliki keterbatasan terkait bioavailabilitas, rentang dosis aman yang sempit, serta potensi toksisitas pada dosis berlebih. Perkembangan nanoteknologi telah memperkenalkan nanopartikel selenium atau selenium nanoparticles (SeNPs) sebagai alternatif suplemen pakan yang menjanjikan karena ukuran partikelnya yang kecil, luas permukaan yang tinggi, dan aktivitas biologis yang lebih baik. Kajian sistematis ini bertujuan mengevaluasi peran SeNPs dalam pakan ikan serta pengaruhnya terhadap performa pertumbuhan, status antioksidan, bioavailabilitas, kualitas daging, dan risiko toksisitas pada spesies akuakultur. Kajian dilakukan dengan pendekatan PRISMA melalui analisis artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada periode 2015–2025. Studi yang dianalisis terutama mencakup penelitian in vivo pada berbagai spesies ikan budidaya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa suplementasi SeNPs pada dosis rendah hingga sedang meningkatkan laju pertumbuhan spesifik, efisiensi konversi pakan, aktivitas enzim antioksidan seperti GPx, SOD, dan CAT, serta ketahanan terhadap stres oksidatif dan infeksi patogen. Selain itu, SeNPs meningkatkan retensi selenium pada jaringan otot, profil protein, stabilitas oksidatif lipid, dan preservasi asam lemak tak jenuh ganda. Dibandingkan dengan sumber selenium konvensional, SeNPs umumnya menunjukkan bioavailabilitas yang lebih tinggi. Namun, gejala toksisitas dilaporkan pada dosis berlebih, sehingga standardisasi ukuran partikel, formulasi dosis, dan evaluasi keamanan jangka panjang diperlukan sebelum aplikasi komersial skala luas.
Pemanfaatan Arang Aktif Akar Bakau dan Cangkang Kerang Dara (Anadara granosa) sebagai Filter Air Yulia Oktavia; Muhammad Al Fiqhri; Azwin Apriandi
Marinade Vol 9 No 01 (2026): April, 2026
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v9i01.8323

Abstract

Air sumur gali di beberapa wilayah Tanjungpinang, masih menunjukkan kualitas yang belum memenuhi standar baku mutu air bersih, terutama pada parameter besi (Fe), kadmium (Cd), amonia, kekeruhan, dan pH. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas cangkang kerang dara (Anadara granosa), karbon aktif akar bakau (Rhizophora mucronata), serta kombinasi keduanya sebagai media filtrasi dalam meningkatkan kualitas air sumur gali. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan tiga perlakuan filtrasi (A1, A2, dan A3) serta kontrol (A0) yang dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diuji meliputi Fe, Cd, amonia, kekeruhan, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan mampu menurunkan kadar Fe dan Cd secara signifikan (>99% untuk Fe), namun efektivitas tertinggi dalam penurunan Fe dan kekeruhan ditunjukkan oleh karbon aktif akar bakau (A2). Cangkang kerang dara (A1) lebih efektif dalam meningkatkan pH, sedangkan kombinasi (A3) menunjukkan hasil yang tidak selalu optimal karena adanya interaksi antarmedia yang dapat menurunkan kinerja adsorpsi dan filtrasi. Pada parameter amonia, A1 merupakan perlakuan paling efektif, sedangkan A2 dan A3 menunjukkan penurunan yang rendah. Secara keseluruhan, penggunaan media filtrasi tunggal lebih efektif dibandingkan dengan kombinasi dalam meningkatkan kualitas air sumur gali sesuai dengan Permenkes RI No. 492 Tahun 2010.
Pengaruh Konsentrasi Sukrosa-Sorbitol Terhadap Karakteristik Fisikokimia Surimi Kering ikan Kambing-Kambing (Canthidermis maculata) Benny Manullang; Ikhsanul Khairi; Ikhsandi Ikhsandi; Hafinuddin Hafinuddin
Marinade Vol 9 No 01 (2026): April, 2026
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v9i01.8333

Abstract

Peningkatan permintaan surimi global setiap tahunnya menuntut inovasi produk yang lebih efisien, mengingat surimi basah memiliki keterbatasan pada besarnya ruang penyimpanan serta ketergantungan pada rantai distribusi beku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi cryoprotectant terhadap karakteristik sensori dan fisik tepung surimi yang berbahan baku ikan kambing-kambing (Canthidermis maculata). Metodologi penelitian terdiri dari tiga tahap utama: preparasi bahan baku dan ekstraksi daging lumat, pembuatan surimi basah melalui proses pencucian sebanyak tiga kali, serta dehidrasi menjadi surimi kering. Rancangan percobaan menggunakan variasi konsentrasi cryoprotectant yang terdiri dari empat level perlakuan, yaitu P1 (0%), P2 (4%), P3 (8%), dan P4 (12%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen daging lumat ikan kambing-kambing sebesar 36,78%, sedangkan rendemen surimi kering meningkat seiring peningkatan konsentrasi cryoprotectant, yaitu 12,40% (P1), 14,13% (P2), 16,93% (P3), dan 19,07% (P4). Analisis sifat fisik dan fungsional menunjukkan nilai uji lipat tertinggi pada perlakuan P4 (nilai 3), sedangkan nilai uji gigit tertinggi justru ditemukan pada P1 (nilai 5). Densitas kamba maksimum diperoleh pada perlakuan P2 (128,00), sementara kapasitas rehidrasi dan Water Holding Capacity (WHC) tertinggi dicapai oleh P4, masing-masing sebesar 0,150% dan 0,048 mL/g. Nilai pH pada seluruh perlakuan cenderung stabil pada angka 7. Berdasarkan uji One-Way ANOVA, perbedaan konsentrasi cryoprotectant berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap densitas kamba, sifat rehidrasi, WHC, serta parameter uji lipat dan uji gigit. Namun, berdasarkan hasil yang diperoleh penambahan cryoprotectant jenis sukrosa dan sorbitol (1:1) pada konsentrasi hingga 12% belum optimal dalam menjaga mutu sensori dan karakteristik fisik surimi kering yang dihasilkan dari ikan kambing-kambing.
Pengaruh Pengukusan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Penambahan Starter (Lactobacillus acidophillus) Terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensoris Bekasam Aula Sakinah; Rinto Rinto; Asjun Asjun; Anjas Setiawan
Marinade Vol 9 No 01 (2026): April, 2026
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v9i01.8442

Abstract

Bekasam ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas fermentasi spontan khas kuliner Palembang, Sumatera Selatan, yang kembali mendapat perhatian ilmiah karena profil senyawa bioaktifnya. Bakteri asam laktat (BAL) menggerakkan transformasi biokimia selama proses penggaraman dengan menghasilkan metabolit proteolitik dan lipolitik yang meningkatkan ketercernaan serta memberikan atribut fungsional, termasuk aktivitas penurun kolesterol. Meskipun data komposisi kimia bekasam sudah tersedia, pengaruh gabungan antara pengukusan sebelum fermentasi dan inokulasi starter terkontrol terhadap keseluruhan atribut fisikokimia dan sensoris belum pernah dilaporkan secara komprehensif. Penelitian ini mengkaji pengaruh interaksi tiga durasi pengukusan (0, 5, dan 10 menit pada suhu 100°C) serta ada tidaknya inokulum L. acidophilus menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan per sel (n = 18 satuan percobaan). Peubah respons mencakup komposisi proksimat (kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat), kekerasan instrumental (gf), koordinat warna tristimulus (lightness, chroma, hue), serta evaluasi hedonik terhadap kenampakan, tekstur, aroma, dan rasa oleh 25 panelis semi terlatih. Pengukusan dan inokulasi masing-masing memberikan efek utama yang nyata terhadap kadar air (57,19–60,73%), protein kasar (18,68–21,99%), dan lemak-eter (5,07–9,34%). Durasi pengukusan secara tambahan mengubah kadar abu (6,93–9,87%), karbohidrat (2,51–5,92%), dan nilai chroma (6,13–13,43%), sedangkan suplementasi starter tidak memberikan pengaruh nyata pada ketiga parameter tersebut. Kekerasan (479,33–629,80 gf), lightness (50,10–60,63%), dan hue (32,43–55,60°) tidak berbeda nyata di seluruh perlakuan. Skor hedonik hanya berbeda nyata pada kenampakan visual; perlakuan pengukusan 10 menit dengan inokulasi (A3B2) meraih preferensi panelis tertinggi (3,64/5) sekaligus komposisi proksimat terbaik, sehingga ditetapkan sebagai kondisi produksi optimal.