cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Marinade
ISSN : -     EISSN : 26544415     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
PENGARUH IRADIASI UV-C PADA NILAI PROKSIMAT IKAN ASAP PINEKUHE Palawe, Jaka Frianto Putra; Karimela, Ely John; Tanod, Wendy; Mandeno, Jefri
Marinade Vol 7 No 02 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/e4egwg97

Abstract

Ikan asap pinekuhe merupakan produk khas sekaligus andalan dari Kepulauan Sangihe. Produk ini memiliki masa simpan kurang dari tiga hari, hal ini disebabkan proses pengolahannya masih menggunakan metode tradisional. Oleh karena itu, pengawetan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan masa simpan ikan asap pinekuhe. Sinar ultra violet tipe C telah lama dikenal sebagai salah satu metode pengawetan yang efektif dalam mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada bahan pangan. Selain berpengaruh pada pertumbuhan mikroba, pengaruh pada nilai proksimat pada Ikan asap pinekuhe perlu juga diketahui. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar UV-C terhadap nilai proksimat ikan asap pinekuhe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap dengan perlakuan A (Kontrol), B (radiasi 12 jam), C (radiasi 24 jam) dan D (radiasi 36 jam). Variabel pengujian pada penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar Protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu. Hasil pengujian kadar air dengan nilai terendah yaitu pada radiasi selama 36 jam dengan nilai rata-rata 45.19%. Hasil pengujian kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu paling tinggi terdapat pada radiasi selama 36 jam dengan nilai rata-rata secara berturut-turut 44.16%, 1,81%, 6.88%, 1.96%. Berdasarkan hasil pengujian, maka dapat disimpulkan bahwa nilai kadar air menurun seiring dengan peningkatan lama radiasi, sebaliknya dengan kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu meningkat seiring dengan peningkatan lama radiasi.
EKSTRAKSI ALBUMIN IKAN TOMAN (Channa micropeltes) DENGAN METODE BERBEDA amirul fadri, amirul; Buchari, Dewita; Suparmi
Marinade Vol 7 No 02 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/2edrnn25

Abstract

Ikan toman dikenal dengan sebutan Giant snakehead, memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan terutama kandungan protein tinggi yaitu albumin dan asam amino esensial dan non esensial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil ekstraksi albumin adalah suhu pada saat ekstraksi dilakukan. Sejauh ini belum ditemukan perbedaan kadar albumin dengan metode ekstrak berbeda. Oleh sebab itu dilakukan penelitian tentang pengaruh metode berbeda segar dan perebusan terhadap ekstrak albumin ikan toman (Channa micropeltes). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbedaaan karakteristik ekstrak albumin ikan toman (Channa micropeltes) dengan metode yang berbeda segar dan perebusan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan uji statistik T. Hasil pada penelitian ini nilai protein ekstrak daging ikan toman dengan metode segar dan perebusan dengan nilai 23,507% dan 18,892%. Uji T kadar protein menunjukkan ekstrak daging ikan toman dengan metode perebusan memiliki kandungan protein lebih rendah dibandingkan dengan metode segar (P˂0,05). Kadar albumin ekstrak daging ikan toman dengan metode segar dan perebusan berturut-turut 7,736% dan 6,821%. Uji T pada kadar albumin menunjukkan ekstrak daging ikan toman dengan metode segar memiliki kadar albumin yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak daging ikan toman dengan metode perebusan (P˂0,05). kadar asam amino ekstrak daging ikan toman dengan metode segar dan perebusan berturut-turut 14,656% dan 13,100%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode berbeda pada ekstrak daging ikan toman memiliki kerakteristik berbeda nyata terhadap kadar albumin, kadar protein, dan asam amino.
KARAKTERISTIK BAHAN BAKU BULU BABI (Diadema setosum) DAN APLIKASINYA UNTUK KOSMETIK: REVIEW Ardiyanti, Sallu; Fadillah, Said Muhammad Dzaky; Natasyah, Siti; Hidayat, Taufik
Marinade Vol 7 No 02 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/j6gm5346

Abstract

Bulu babi  (Diadema setosum) merupakan hewan yang sangat penting bagi perairan, hingga hewan ini disebut sebagai kunci bagi daur materi dan aliran energi diperairan dan juga bulu babi dapat digunakan sebagai bioindikator untuk mengetahui apakah perairan tersebut tercemar atau tidak. Pengolahan sumber daya bulu babi di Indonesia perlu dikelola secara optimal dikarenakan bulu babi merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai komersil yang tinggi. Sehingga, dapat mengurangi terjadinya overfishing yang membuat penurunan populasi bulu babi pada sejumlah daerah di Indonesia. Diadema setosum memiliki kandungan gizi yang tinggi baik cangkang, gonad, dan intensine. Hasil review dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa Diadema setosum pada gonad banyak digunakan sebagai antioksidan. Aplikasi ke depan untuk produk berbasis bulu babi dapat dikembangkan menjadi produk kosmetik.
ABON IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata) YANG DISUBSTITUSI DENGAN BUAH NANAS MADU (Ananas comosus L. Meer) Yusra; Nadya, Dhifa Khairi
Marinade Vol 7 No 2 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i2.7205

Abstract

MARINADE Vol. 07(02) : 1 – 5 (Oktober 2024)e-ISSN : 2654-4415online : http://ojs.umrah.ac.id/index.php/marinade1ABON IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata) YANG DISUBSTITUSI DENGANBUAH NANAS MADU (Ananas comosus L. Meer)Difa Khairi Nadya1), dan Yusra1*)1)Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan IlmuKelautan, Universitas Bung Hatta, Padang, 25133, Indonesia.*korespondensi: yusra@bunghatta.ac.idABSTRACTFish floss is a product made from shredded fish meat combined with specific seasonings,processed, through boiling, frying and pressing. The research was conducted in May 2024 at the FishProcessing Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine sciences at bung hatta university andVahana Scientific Laboratory. The aim of this study is to analyze the effect of adding honey pineapple(Ananas comosus L.Meer) fiber on the proximate and organoleptic quality of betutu fish floss(Oxyeleotris marmorata). The method used is experimental. The treatment applied is (A) betutu fishfloss (Oxyeleotris marmorata) without the addition of honey pineapple fiber (Ananas comosus L.Meer)and (B) betutu fish floss (Oxyeleotris marmorata) with the addition of honey pineapple fiber (Ananascomosus L.Meer). the data obtained were analyzed using a two-sample test (T-test). The results showthat the addition of honey pineapple fiber affects the organoleptic and proximate quality of betutu fishfloss.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN RUMPUT LAUT MERAH (Eucheuma cottonii) DARI PERAIRAN TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU Manullang, Benny; Seulalae, Anggrei Viona; Prastari, Cindytia; Rahman , Fathul
Marinade Vol 7 No 2 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i2.7441

Abstract

Indonesia has abundant marine resource potential, including the spread of seaweed across various coastal areas. One area with a great potential is Tanjungpinang. Along the coastline, various types of seaweed have been found, including Eucheuma cottonii, known as red seaweed, which has high economic and ecological value. This study aimed to determine the best treatment for E. cottonii seaweed extract based on yield parameters and antioxidant activity. Samples were extracted using three types of solvents with different polarities, namely ethanol, ethyl acetate, and n-hexane, with a 1:3 (w/v) ratio for each sample. The parameters analyzed included yield, phytochemicals, and antioxidant activity of the DPPH method. The results showed that the yield of E. cottonii powder was 10.34±0.01%. The yield of E. cottonii seaweed extract produced in ethanol, n-hexane, and ethyl acetate was 4 %, 0.40%, and 0.60 %, respectively. E. cottoni extract with ethanol solvent was detected qualitatively to contain alkaloids, flavonoids, phenols, and saponins. The ethyl acetate extract contained alkaloids, phenols, and flavonoids. The n-hexane extract contains alkaloids, flavonoids, and saponins. The ethanol extract had the strongest antioxidant activith (IC50 value of 86.79 ppm, followed by n-hexane (100.76 ppm) and ethyl acetate (114.57 ppm). This study demonstrates the potential of E. cottonii as a source of natural antioxidants.
EVALUASI PEMANFAATAN RUMPUT LAUT (Turbinaria ornata) SEBAGAI SABUN CAIR ANTISEPTIK Domu Panjanji, Ambrosius; Meiyasa, Firat
Marinade Vol 7 No 2 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i2.7475

Abstract

Adam, N., Lolo, W. A., Sudewi, S. 2019. Aktivitas Antibakteri Fraksi Alga Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh yang diperoleh dari Perairan Teluk Manado. Pharmacon. 8(2): 325-334.Ardina & Suprianto. 2017. Formulasi Sabun Cair Antiseptik Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium graviolens L.). Jurnal Dunia Farmasi. 2(1): 21-28.Akib, N. I., Triwatami, M., Putri, A. E. 2019. Aktivitas Antibakteri Sabun Cuci Tangan yang Mengandung Ekstrak Metanol Rumput Laut Eucheuma spinosum (Antibacterial Activity Test of Eucheuma spinosum Methanol Extract Hand Wash). Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo. 7(1).Badan Standardisasi Nasional. (1996). SNI 06-4085- 1996 Sabun Mandi Cair.Baehaki, A., Lestari, S. D., Hildianti, D. F. 2019. Pemanfaatan Rumput Laut Eucheuma cottonii dalam Pembuatan Sabun Antiseptik. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 22(1): 143-154.
ANALISIS TINGKAT KEAMANAN PANGAN PADA UMKM WILAYAH PERKOTAAN: Analisis Keamanan Pangan UMKM Wilayan Perkotaan Irwanto, Reno; Amrizal, Sri Novalina
Marinade Vol 7 No 2 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i2.7614

Abstract

Food safety is essential in maintaining consumer health, especially in urban areas with high and diverse consumption levels. This study aims to analyze the level of food safety in MSMEs using the Food Safety Score (SKP) approach, which includes four main aspects: Selection and Storage of Food Ingredients (PPB), Cooking Hygiene (HGP), Food Processing (PBM), and Food Distribution (DMP). This research method is descriptive observational with data collection through direct observation, interviews, and assessments using the SKP form. Data were taken from six East Jakarta and Central Jakarta MSMEs in March-April 2024. The results showed that the SKP scores varied among MSMEs, with MSME D having the highest score (0.99) and MSME B having the lowest (0.54). The PBM and DMP aspects are the main weak points that increase the risk of contamination, while the PPB aspect generally shows good compliance. This study concludes that although some MSMEs have met food safety standards, improvement efforts are still needed in the processing and distribution aspects to improve product quality and consumer protection. Recommendations include training, supervision, and provision of adequate sanitation facilities. The results of this study are expected to contribute to MSMEs, the government, and policymakers in designing more effective coaching programs to create a safe and sustainable food ecosystem.
APLIKASI MOL (Mikroorganisme Lokal) JEROAN IKAN SEBAGAI BIOAKTIVATOR PUPUK CAIR LIMBAH ORGANIK PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L ) Jahari; Amrizal, Sri Novalina; Putri, R. Marwita Sari
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6886

Abstract

Limbah ikan dapat dijadikan sebagai bahan untuk menjadikan mikroorganisme lokal sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. Ini merupakan salah satu cara pemanfaatan limbah organik perikanan. Menurut Purwasasmita (2009) menjelaskan bahwa Salah satu aktivator yang berpotensi mempercepat penyediaan pupuk adalah larutan mikroba lokal. Larutan MOL mengandung unsur makro dan mikro serta bakteri yang dapat digunakan sebagai stimulan tanaman, pengendalian hama, penyakit tanaman, agen pengurai bahan organik, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling efektif untuk memasukkan MOL (mikroorganisme lokal) ke dalam pupuk organik cair untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica rapa L) ditinjau dari tinggi batang, jumlah daun, dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sawi (Brassica rapa L) sangat dipengaruhi oleh penambahan MOL limbah jeroan ikan sebagai bioaktivator pada pupuk organik cair berbahan limbah rumah tangga. yaitu jumlah daun, pH tanah, tinggi tanaman, dan berat basah tanaman. Perlakuan M4 dengan konsentrasi pupuk 7,5% selama 42 hari merupakan pupuk organik cair terbaik untuk limbah rumah tangga yang meliputi MOL limbah jeroan ikan.
PEMANFAATAN BUAH PANDAN LAUT (Pandanus tectorius) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Siagian, Herman; Putri, R. Marwita Sari; Amrizal, Sri Novalina
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6888

Abstract

Pandanus tectorius atau pandan tikar adalah tumbuhan liar dipesisir pantai yang memiliki potensi untuk diolah sebagai minuman fungsional karena mengandung kandungan air, karbohidrat, serat. Berdasarkan penelusuran literatur buah pandan laut (Pandanus tectorius) belum pernah diolah sebagai minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minuman fungsional buah pandan laut (Pandanus tectorius) seperti kandungan proksimat, serat. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, antara lain pembuatan formulasi minuman fungsional, uji Hedonik, uji proksimat, uji kadar serat. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi minuman fungsional buah pandan laut terbaik berdasarkan uji Hedonik adalah formulasi MP 3 dengan konsentrasi 80% sari buah pandan laut, 10% jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) 10% tepung alginat. Hasil analisis proksimat minuman fungsional pada komponen kadar protein 0.42%, dan kadar serat 2.03%.
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum polycystum) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN CAIR Igusrianti, Reski Dewiah; Ilhamdy, Aidil Fadli; Viruly, Lily
Marinade Vol 7 No 01 (2024): April, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan rumput laut coklat (Sargassum polycystum) sebagai bahan dasar pembuatan sabun cair dan mengevaluasi kualitasnya. Dalam penelitian ini, rumput laut coklat diinkorporasikan ke dalam formulasi sabun cair dengan empat tingkat konsentrasi berbeda (0%, 2%, 4%, dan 6%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi dengan 2% rumput laut coklat (F1) memberikan nilai tertinggi dalam parameter kenampakan, aroma, dan warna. Selain itu, sabun cair dengan formulasi F1 dan F3 (4% rumput laut coklat) memenuhi standar SNI untuk pH dan stabilitas emulsi, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit setelah pengujian selama tiga hari berturut-turut. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang potensi pemanfaatan rumput laut coklat sebagai bahan alami yang bermanfaat dalam formulasi produk perawatan kulit.