cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2021)" : 7 Documents clear
Potensi Alam dan Budaya dalam Pengembangan Objek Wisata di Desa Sepadan Kabupaten Kapuas Hulu Putri Tipa Anasi; Ludovicus Manditya Hari Christanto; Dony Andrasmoro; Husni Syarudin; Budiman Tampubolon
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1905

Abstract

Desa Sepadan Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu memiliki obyek wisata unggulan yaitu obyek wisata kedungkang yang memiliki potensi alam dan budaya. Potensi budaya dalam bentuk rumah adat dayak yaitu rumah betang kedungkang, selain itu juga ada kesenian budaya khas dayak yang masih digunakan pada upacara adat atau penyambutan tamu yang dilakukan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serta strategi pengembangan Obyek Wisata Kedungkang. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Bedasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Desa Sepadan yang memiliki destinasi unggulan Obyek Wisata Kedungkang bisa dikembangkan sebagai desa wisata. Pada destinasi ini, selain wisatawan bisa melakukan aktivitas seni budaya, juga bisa melihat pemandangan alam yang menarik seperti danau sentarum dan bukit kedungkang. Prinsip pariwisata setidaknya memenuhi tiga kriteria, yaitu something to see, something to buy, dan something to do. Pada obyek wisata kedungkang sudah direncanakan untuk mengembangkan prinsip something to see dan something to do. Sehingga perlu pengembangan something to buy. Pada pengembangan prinsip something to buy ini diperlukan inovasi dari masyakarat setempat. Sehingga diperlukan pelatihan dari pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki.
wisata PEMANFAATAN VEGETASI MANGROVE BERBASIS INSENTIF EKONOMI UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKOWISATA RAMAH LINGKUNGAN DI KAMPUNG SEJAHTERA PULAU BAAI KOTA BENGKULU Mirna Yunita; Melvi Yansi; Dedi Guntar; Jarno Jarno
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1605

Abstract

Kerusakan mangrove di Kota Bengkulu adalah salah satu kerusakan yang terjadi di Indonesia, menyebabkan perubahan garis pantai mencapai 50-90m dan menurunnya hasil tangkapan dan pendapatan. Pengembangan Ekowisata Hutan mangrove ramah lingkungan, adalah solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan menekan hilangnya spesies serta habitat khas hutan bakau. Kegiatan pemanfaatan mangrove berbasis insentif ekonomi dapat dijadikan unsur pendukungan dalam pengembangan ekowisata, namun hal ini belum dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah, disebabkan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami pemanfaatan mangrove untuk kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan melalui pengambilan data lapangan seperti survey untuk mengetahui potensi mangrove di kawasan kampung sejahtera, yang kemudian menggali pemanfaatan vegetasi mangrove untuk aktivitas ekonomi oleh masyarakat melalui observasi, dokumentasi dan wawancara, setelah itu dilakukan pengelolaan data yang diperoleh melalui analisis literature untuk menentukan usaha berbasis insentif ekonomi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil temuan dari keempat spesies mangrove yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas perekonomian ada 3jenis, yaitu: 1) Jenis Sonneratia Caseolari:, dodol mangrove, Kue Baytat Toping Slai Mangrove, sirup Pidada; 2) Rhizophora Mucronata:Kerupuk Buah Mangrove Rhizophora Anti Diare dan Pewarna Batik; 3) Avicenia Marina: Tepung Mangrove.
EKSISTENSI TRADISI “IKI PALEG” SUKU DANI PADA MASYARAKAT PEDALAMAN PAPUA Hasmika Hasmika; Suhendro Suhendro
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1842

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keberagaman budaya, sehingga dari keberagaman tersebut tidak khayal muncul sebuah tradisi yang bersifat unik. Hal ini biasanya sudah dilakukan turun temurun masyarakat kebudayaan tersebut. Salah satunya seperti kebudayaan iki paleg pada masyarakat dani di Pedalaman Papua. Tujuan penelitian ini (1) menggali latar belakang suku dani dari sudut pandang geografis; (2) mengetahui sejarah ritual iki paleg suku dani, dan (3) mengupas ritual pelaksanaan ekstrem Iki Paleg pada suku dani. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data berupa kajian literatur yakni dari beberapa artikel yang bereputasi dan sumber-sumber yang relevan lainnya. Hasil pada penelitian ini (1) Masyarakat dani ini jika ditinjau dari kacamata geografi berada pada Wilayah Lembah Baliem di Pegunungan Tengah Papua. Mereka tersebar di Kabupaten Jayawijaya serta sebagian di Kabupaten Puncak Jaya. (2) Sejarah lahirnya ritual iki palek pada masyarakat suku dani karena mereka sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya ditanah papua serta menunjung tinggi sistem kekerabatan yang tinggi yang dapat disimbolkan pemotongan jari mereka sebagai wujud rasa kesedihan, kesetiaan dan rasa kehilangan yang mendalam terhadap anggota keluarga yang telah meninggal. (3) Makna dari tradisi iki paleg ini diartikan wujud rasa kesedihan dari anggota keluarga yang meninggal selain itu pun, diartikan untuk menghindari bencana dan musibah agar tidak terulang lagi.
Blended Learning Alternatif Pembelajaran Pada Pendidikan Tinggi Era New Normal Dihamri Dihamri; Haimah Haimah; Warsa Sugandi; Zairin Zairin; Abditama Srifitriani
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.2025

Abstract

Prodi pendidikan geografi universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, era new normal (normal baru) tahun akademik 2020/2021 memilih dan melaksanakan pembelajaran blended learing berbasis SPADA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas implementasi pembelajaran blended learning berbasis SPADA era new normal. Metode penelitian yang dipilih adalah kuantitatif dan kualitatif dekriptif. Kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, yang dikirim secara daring kepada 80 mahasiswa aktif atau masih kontrak mata kuliah, melalui grup whatshapp mata kuliah tiga orang dosen yang mengajar semester genap 2020/2021. Data dianalisis menggunakan persentase. Kualitatif, teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi, kemudian tahapan selanjutnya dengan mengkategorikan, reduksi, menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian efektivitas implikasi pembelajaran blended learning berbasis SPADA pada prodi geografi adalah : 100 % dosen menggunakan SPADA, 65 % mahasiswa memiliki laptop, 98,8 % mahasiswa memiliki smartphone, 85 % mahasiwa belum berlangganan Wireless Fidelity (WiFi), 42,5 % mahasiswa masih kesulitan pembelian kouta internat, 50 % mahasiswa kurang puas pembelajaran blended learning berbasis SPADA karena ada beberapa materi di SPADA waktu kuliah daring tidak dijelaskan waktu tatap muka, 88,8 % penyerapan materi pembelajaran cukup baik, 45 % mahasiswa berminat pembelajaran blended learning berbasis SPADA. Blended Learning pendidikan geografi akan lebih efektif bila semua mahasiswa memiliki laptop, memiliki jaringan WiFi, kouta internet terpenuhi, dosen memberi tambahan penjelasan dan diskusi materi di SPADA waktu kuliah tatap muka, serta dosen menyusun dan menyajikan materi pada waktu kuliah menggunakan SPADA yang menarik, singkat dan mudah dipahami mahasiswa.
Studi Karakteristik lahan pada kawasan rawan longsor di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan Nina Ismayani; Ferawati Ferawati; Hary Febrianto
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik lahan pada kawasan rawan longsor di Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan, Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei, data primer diperoleh di lapangan dan laboratorium, dan data sekunder dari referensi dan analisis kepustakaan. Teknik penelitian ini adalah stratified random. Analisis data adalah karakteristik lahan secara deskriptif dan tabulasi kriteria penentuan fenomena fisik dalam penentuan tingkat bahaya longsor. Hasil penelitian menjelaskan tentang: karakteristik wilayah tanah terdapat 7 satuan tanah, tingkat bahaya longsor, nama: (1) rendahnya tingkat bahaya longsor yang terdapat pada satuan lahan VI.Qpt.I.Pem.Gleih. (2) Tingkat bahaya longsor terdapat pada satuan lahan V3.Mip.III.Pem.Gleih dan V4.Pckm.IV. Ht.Gleih. (3) tingkat bahaya longsor yang tinggi terdapat pada satuan lahan V4.Mpip.IV. Pem.Gleih, V4.Qal.IV.Pem.V, V4.Qube.IV. Pem.Gleih dan V4.Pckm.V. Pkb.Gleih.
Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Model Discovery Learning Dan Problem Based Learning Pada Materi Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Dharma Diana Diyah Hartinah; Zeni Haryanto; Mei Vita Romadon Ningrum; Edwardus Iwantri Goma
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1187

Abstract

Pembelajaran Discovery Learning merupakan model yang mengajak siswa belajar aktif menemukan sendiri pengetahuannya. Sedangkan Problem Based Learning merupakan model pembelajaran dimana siswa dituntut aktif untuk memperoleh konsep dengan cara memecahkan masalah Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis hasil belajar geografi menggunakan model pembelajaran discovery learning. (2) Untuk mengetahui hasil belajar geografi menggunakan model pembelajaran problem based learning. (3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar geografi menggunakan model pembelajaran discovery learning dan model pembelajaran problem based learning. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasy-experiment) dengan dua kelas menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil belajar kelas XI IPS 1 dengan nilai rata-rata sebesar 85,8 dan hasil belajar kelas XI IPS 2 dengan nilai rata-rata sebesar 84,1, terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran discovery learning dan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar geografi pada siswa kelas XI SMA Negeri 17 Samarinda yang ditunjukkan dengan hasil nilai thitung sebesar 2,833 yang dimana ttabel yang didapat 1,671 dimana 2,833 > 1,671.
Analisis Distribusi dan Interpretasi Data Penduduk Usia Produktif Indonesia Tahun 2020 Edwardus Iwantri Goma; Aisyah Trees Sandy; Muhammad Zakaria
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1781

Abstract

Hasil sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ada sekitar 157.053.112 ribu jiwa penduduk Indonesia berada pada kelompok umur usia produktif. Analisis deskriptif kualitatif dan interpretasi data berbasis kajian kepustakaan (literatur review), dengan menggunakan data sekunder yang terdiri dari hasil proyeksi penduduk yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010-2035. Hasil penelitian menunjukkan Proyeksi Penduduk yang dikeluarkan oleh Bappenas dan BPS bahwa pada tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia yang berada pada kelompok umur usia produktif sebesar 183.517.329 jiwa penduduk atau 57% dari total penduduk Indonesia. Sebagian besar wilayah di Indonesia pada tahun 2020 mengalami bonus demografi, namun beberapa provinsi ternyata belum bisa menikmati bonus demografi pada tahun 2020, karena memiliki angka rasio beban ketergantungan 50% atau lebih, seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.

Page 1 of 1 | Total Record : 7