cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2023)" : 17 Documents clear
Perencanaan Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Di Desa Singamerta PDAM Kabupaten Banjarnegara dengan Simulasi Epanet 2.0 Permana, Rio Aditya; Aprilyansah, Adiyanto
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v8i2.4290

Abstract

PDAM Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2019 baru mampu mencapai 14,12% cakupan pelayanan dari total 923.192 populasi. Sehingga untuk meningkatkan pelayanan penulis akan merencanakan jaringan pipa distribusi air bersih dengan menghitung proyeksi penduduk sampai 5 tahun kedepan untuk mengetahui kebutuhan air, merencanakan jaringan pipa distrbusi beserta analisa sistem hidrolis hasil perencanaan. Perhitungan proyeksi penduduk dengan beberapa metode dilakukan dari data sekunder yang didapat dari BPS Banjarnegara untuk dapat mengetahui kebutuhan air di setiap jaringan. Teknik observasi, studi literatur, praktik kerja lapangan, dan wawancara dianalisis menggunakan program Epanet 2.0 sebagai simulator rencana jaringan pipa distribusi. Simulasi program Epanet 2.0 digunakan untuk menganalisis sistem hidrolis pada suatu jaringan. Hasil dari simulasi program Epanet 2.0 pada perencanaan jaringan pipa distribusi air bersih di Desa Singamerta, menghasilkan : tekanan tertinggi pada jam puncak pada node29 yaitu 47,71 mka, dan tekanan terendah pada node35 yaitu 28,98 mka, sehingga tekanan telah memenuhi kriteria yaitu 10 mka. Untuk kecepatan aliran terdapat beberapa pipa yang tidak memenuhi kriteria (0,3-3,0 m/s) dengan kecepatan terendah pada Pipa45 dengan kecepatan hanya mencapai 0,03 m/s.
Perubahan Tari Andun Suku Serawai di Desa Lawang Agung Kabupaten Seluma Kota Bengkulu Zairin; Dihamri; Reni Diah Lestari; Edwar; Muhammad Alfi; Nina Dwi Putriani
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v8i2.4309

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan tahapan tari Andun Suku Serawai di Desa Lawang Agung Kabupaten Seluma Kota Bengkulu. Informan dalam penelitian ini adalah ketua adat dan penari tari Andun Desa Lawang Agung. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Tari Andun masuk ke Desa Lawang Agung pada saat masih menjadi bagian dari Desa Keban Agung hingga memisahkan diri di tahun 2004. Tari Andun terdiri tiga ragam gerak, yaitu gerak mbukak, gerak naup, dan gerak nyentang. Terdapat dua alat musik yang mengiringi para penari dalam menampilkan Tari Andun, yaitu kolintang dan rebana serta syair yang dibawakan oleh ketua adat. Busana penari yang dahulunya penari wanita mengenakan kebaya, kain, selendang, dan kerudung, sedangkan penari laki-laki mengenakan baju jas, celana panjang, dan memakai peci. Namun, saat ini penari laki-laki hanya menggunakan baju panjang dan kain sarung bisa menarikan Tari Andun.Durasi waktu pertunjukkan tari Andun dahulu tidak terbatas namun saat ini dibatasi hanya 7-10 menit waktu pertunjukkan. Hal-hal yang berubah pada penelitian ini yaitu terdapat pada perubahan gerakan ,yang terjadi yaitru grakannya tidak seperti  standar gerakan tari andun karena banyak penari yang saat ini menarikannya secara asal-asalan. Perubahan terdapat pula pada perubahan busana ,perubahan busana ini dikarenakan masukknya budaya dari luar sehingga busana yang digunakan berubah. Kesimpulan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa tidak banyak perubahan yang terjadi pada tari Andun di Desa Lawang Agung.
SEGMENTASI ZONA SESAR SUMATERA SEBAGAI POTENSI GEODIVERSITY UNTUK PENGEMBANGAN GEOPARK KABUPATEN PASAMAN Desi Eka Putri; Hary Febrianto; Asyifa Khairunnisa; Osronita
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v8i2.4313

Abstract

Pulau Sumatera secara geologis memiliki zona patahan yang membentang sepanjang 1.900 km dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di Selatan Lampung. Menurut para ahli bentangan tersebut paralel dengan palung atau zona subduksi sebagai pengaruh dari konvergensi lempeng Eurasia dengan lempeng Indo-Australia dan membagi patahan ini menjadi 3 wilayah. Karena hal tersebut perlu melakukan penelitian segmentasi zona sesar Sumatera sebagai potensi geodiversity untuk pengembangan geopark Kabupaten Pasaman. Tujuan penelitian ini, untuk mengidentifikasi sebaran jalur sesar di Kabupaten Pasaman dan menemukan potensi geodiversity untuk pengembangan geopark Kabupaten Pasaman. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini menunjukan Potensi geodiversity untuk penggembangan geopark yang dapat di kembangkan dan berkaitan dengan sesar adalah tiga daerah/objek yang berpotensi untuk dikembangkan jadi geopark. Diantaranya yaitu Geiser (Air Panas), Tebing dan Sungai. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa segmentasi zona sesar Sumatera sebagai potensi geodiversity untuk pengembangan Geopark dapat dikembangkan potensinya di Kabupaten Pasaman.
Potensi Ekowisata Hutan Mangrove Berbasis Go Green di Kawasan Pesisir Barat Kota Bengkulu Srifitriani, Abditama; Supriyono, Supriyono
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v8i2.4316

Abstract

Secara geofrafis Kota Bengkulu menjadi kawasan pesisir pantai barat pulau Sumatra. Kawasan ini sebagai upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan (go green) dan memiliki peluang dalam pengembangan pariwisata mangrovenya. Kebutuhan pariwisata mangrove seolah memberikan nilai yang menarik tahun 2020 menjadi trend wisata berbasis go green sehingga potensi mangrove dalam pengembangan diperlukan kajian mendalam dari berbagai aspek. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penelitian yang bertujuan untuk mengetahui potensi dan daya tarik wisata mangrove yang ada di Kawasan Pesisir Barat Kota Bengkulu serta menghitung nilai keindahan dari potensi tersebut sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata yang mendukung kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-September 2020, metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan (observation) dan wawancara secara langsung dengan responden untuk memberikan penilaian terhadap keindahan potensi wisata. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan scenic beauty estimation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dan daya tarik objek wisata mangrove di Kawasan Pesisir Barat Kota Bengkulu adalah ekosistem mangrove,aliran sungai mangrove, muara sungai dan pantai. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah fotografi (photography), pengamatan burung (bird watching), menyusuri hutan mangrove (mangrove walk),dan memancing (fishing). Potensi dan daya tarik wisata mangrove Kawasan Pesisir Barat Kota tinggi dengan nilai SBE sebagai berikut; pantai (42), aliran sungai mangrove (20), dan muara sungai mangrove (19).
Kompetensi Guru Geografi Dalam Menyusun Soal Alat Evaluasi Di SMA Kota Bengkulu Salsabila, Ainun Wafa; Haimah, Haimah; Guntar, Dedi; Supriyono, Supriyono
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v8i2.4322

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana penguasaan kompetensi guru geografi dalam menyusun soal alat evaluasi di SMA Kota Bengkulu. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Seberapa besar Kompetensi guru geografi dalam menyusun soal alat evaluasi di SMA Kota Bengkulu. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru geografi di SMA Kota Bengkulu yang berjumlah 11 guru. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan Angket atau Kuesioner dan Dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif persentase. Hasil Penelitian ini kompetensi guru geografi dalam menyusun soal di SMA Negeri Kota Bengkulu yang berada pada kategori sangat tinggi 1 guru dengan besar persentase 9,0%, pada katagori tinggi dengan tinggi 9 guru dengan  persentase 63,3% terdapat 7 guru, pada katagori rendah dengan persentase 27,7% terdapat 3 Guru, dan pada kategori sangat rendah tidak ada dengan persentase 0%. hasil penelitian dan analisis tentang kompetensi guru geografi dalam menyusun soal di SMAN Kota Bengkulu dan kemampuan penerapan prinsip-prinsip dasar evaluasi dalam penyusunan soal evaluasi secara keseluruhan tergolong dalam kategori baik
Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Era New Normal Pada MataPelajaran Geografi di SMAN 6 Seluma Yanmesli; Anggun Dwi Utami; Syifaul Khoiriyah
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v8i2.4324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1). Untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran tatap muka era new normal pada mata pelajaran geografi di SMAN 6 Seluma 2). Untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan pembelajaran tatap muka era new normal pada mata pelajaran geografi di SMAN 6 Seluma 3). Untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran tatap muka era new normal pada mata pelajaran geografi di SMAN 6 Seluma 4). Untuk mendeskripsikan bagaimana evaluasi pembelajaran tatap muka era new normal pada mata pelajaran geografi di SMAN 6 Seluma. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun informan dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran geografi serta siswa kelas X dan XI Ips di SMAN 6 Seluma. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Pembelajaran tatap muka era new normal pada mata pelajaran geografi di SMAN 6 Seluma tidak baik atau tidak efektiv. Karena pihak sekolah tidak tegas terhadap guru dan siswa yang melanggar prokes membuat prokes tidak berjalan dengan baik 2). Perencanaan yang disiapkan oleh siswa sebelum melakukan pembelajaran tatap muka era new normal  kurang baik karena banyak sekali siswa yang tidak meyiapkan alat prokes 3). Pelaksanaan pembelajaran tatap muka era new normal pada mata pelajaran geografi tidak berjalan dengan baik. Banyak siswa yang tidak menggunakan masker saat pembelajaran berlangsung dan banyak sekali siswa yang beranggapan bahwa virus covid-19 sudah tidak ada lagi. Faktanya virus covid-19 tidak pernah hilang, hanya mereda dan kasusnya bisa kapan saja meningkat kembali 4). Evaluasi pembelajaran tatap muka era new normal pada mata pelajaran geografi terdiri dari beberapa aspek antara lain : kedisiplinan, kehadiran, nilai tugas dan nilai ujian.
Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan Di Kota Langsa LAILISSA'ADAH; Lailissa’adah, Lailissa’adah; Malem, Zaidan Zikri
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v8i2.4336

Abstract

Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Setiap musim hujan tiba, bencana banjir akan terjadi di daerah-daerah langganan banjir. Kota Langsa merupakan wilayah yang sering mengalami bencana banjir setiap tahunnya. Menurut laporan BPBD Kota Langsa, tercatat sebanyak 2.261 Kepala Keluarga (KK) terendam banjir pada tahun 2022 lalu. Selain itu, 6.782 jiwa mengalami dampak banjir genangan air hujan dan luapan air Krueng Langsa di 3 kecamatan dengan total 10 gampong dalam wilayah Kota Langsa. Dalam hal ini pemerintah tentu telah melakukan berbagai upaya mitigasi baik struktural maupun non-struktural. Namun dari hasil penelitian sebelumnya, mitigasi bencana banjir di Kota Langsa masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pengkajian tentang persepsi masyarakat terhadap bencana banjir kiranya perlu dilakukan agar kebijakan dan program mitigasi yang dirancang pemerintah berdasarkan kebutuhan masyarakat dapat berjalan dengan semestinya.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pemahaman masyarakat tentang bencana banjir, memahami tingkat kesadaran, dan mengetahui persepsi masyarakat tentang risiko banjir terhadap upaya mitigasi dan penanggulangan banjir di Kota Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan memiliki pengaruh terhadap persepsi dan pemahaman masyarakat tentang bencana banjir. Di daerah dengan kerentanan tinggi, masyarakat cenderung lebih sadar dan serius terhadap ancaman banjir, sedangkan di daerah dengan kerentanan rendah, masyarakat cenderung lebih santai. Temuan lainnya yaitu pengalaman pribadi merupakan faktor paling utama dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap bencana banjir.

Page 2 of 2 | Total Record : 17