cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): April" : 91 Documents clear
PEMBUATAN TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KOMODITAS LOKAL Emilda Emilda; Shafiera Lazuarni; Kgs. M. Nur Kholis; Roswaty Roswaty; Lili Syafitri; Susi Handayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22005

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini didasari harga singkong di Desa Sungai Duren, Sumsel yang sangat murah hanya 1000/kg. Tujuan dilakukan kegiatan pembuatan tepung mocaf di Desa Sungai Duren adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mengolah singkong menjadi tepung mocaf sehingga dapat memberikan nilai tambah pada komoditas singkong, meningkatkan harga jual, menjadi produk subsitusi dari tepung terigu yang masih banyak di impor. Metode kegiatan ini adalah demonstrasi yang terdiri dari demonstrasi proses dan hasil. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kantor Kepala Desa Sungai duren, kecamatan lembak, sumsel dengan jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah sebanyak 20 orang yang merupakan petani singkong dan Ibu Rumah Tangga. Peserta dalam kegiatan ini dapat mengetahui singkong dapat dimodifikasi menjadi tepung (Mocaf), manfaat tepung mocaf dan makanan olahan yang bisa dibuat dari bahan tepung mocaf. Selain itu, peserta juga dapat memahami bagaimana proses pembuatan tepung mocaf. Dari hasil post-test peserta menggunakan kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 25% peserta menjawab setuju dan sangat setuju sebanyak 75% bahwa penyampaian materi mudah dipahami, 15% peserta setuju dan 85% peserta sangat setuju bahwa kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, 20% peserta setuju dan 80% peserta sangat setuju bahwa pelatihan yang dilakukan mudah dipraktekkan, 40% peserta setuju dan 50% peserta sangat setuju bahwa akan menerapkan pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan singkong menjadi mocaf sebagai olahan makanan untuk kebutuhan keluarga atau usaha.Abstract: This activity is based on the price of cassava in Sungai Duren Village, South Sumatra, which is very cheap, only 1000/kg. The aim of the mocaf flour making activity in Sungai Duren Village is to increase knowledge and skills in processing cassava into mocaf flour so that it can provide added value to cassava commodities, increase selling prices, and become a substitute product for wheat flour which is still widely imported. The method of this activity is a demonstration which consists of a demonstration of the process and results. The activity was carried out at the Sungai Duren Village Head's Office, Lembak sub-district, South Sumatra with the number of participants in this activity being 20 people who were cassava farmers and housewives. Participants in this activity can find out that cassava can be modified into flour (Mocaf), the benefits of mocaf flour and processed foods that can be made from mocaf flour. Apart from that, participants can also understand the process of making mocaf flour. Based on the results of the participants' post-test using a questionnaire, it shows that 25% of participants answered agree and strongly agreed, 75% said that the delivery of the material was easy to understand, 15% of participants agreed and 85% of participants strongly agreed that this activity increased knowledge, 20% of participants agreed and 80% participants strongly agreed that the training carried out was easy to put into practice, 40% of participants agreed and 50% of participants strongly agreed that they would apply their knowledge and skills to utilize cassava into mocaf as processed food for family or business needs. 
"IMPROVING AWARENESS OF DIABETES MELLITUS AND OBESITY PREVENTION AMONG ADOLESCENTS TO CULTIVATE A HEALTHY GENERATION AT IKHSANIAH HIGH SCHOOL, TEGAL." Ulfatul Latifah; Candra Andodo; Iroma Maulida; Biota nafisah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21931

Abstract

The diseases of diabetes and obesity have emerged as serious challenges in global public health, and adolescents are not exempt from this concern. These conditions not only impact physical health but also influence psychological well-being and overall quality of life. Modern lifestyles, characterized by unhealthy eating patterns and insufficient physical activity, contribute to the rising prevalence of both diseases among adolescents. Therefore, it is crucial to raise awareness and implement effective preventive measures among adolescents who are in a crucial stage of development. The objective of this outreach activity is to enhance participants' knowledge regarding the prevention of diabetes mellitus and obesity among teenagers.The method employed for this activity involves socialization with 45 teenage students. The event took place on January 18-19, 2024, at the Ikhsaniah High School Hall in Tegal City. The outcomes of the activity commenced with a pre-test, introduction, presentation of material, and discussion. In the first phase, a pre-test was conducted, revealing that 80.0% of students had insufficient knowledge. The second phase involved educational sessions, with the first covering the definition, risk factors, and prevention of diabetes mellitus. The second segment addressed obesity prevention, including the assessment of nutritional status through practical calculations. In the third phase, an evaluation was conducted, resulting in a notable increase in knowledge, with 90% improvement.
PENINGKATAN KAPASITAS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA SMA ADABIAH PADANG Esi Afriyanti; Reni Prima Gusty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21810

Abstract

Abstrak: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilaksanakan di sekolah menjadi terhambat karena adanya pandemi covid-19 yang melanda Indonesia. Kondisi ini juga memberikan dampak pada SMA Adabiah dalam penerapan PHBS. Untuk itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang PHBS dalam agar sekolah menjadi bersih dan sehat. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada pada 40 siswa PMR dan UKS. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan yang terbagi dua sesi yaitu sesi pertama berupa penyampaian materi atau ceramah tentang delapan indikator PHBS, dan dilanjutkan sesi kedua dengan demonstrasi bagaimana mencuci tangan dengan metode enam langkah secara baik dan benar, serta pengukuhan kader PHBS. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil dari kegiatan ini berupa peningkatan tingkat pengetahuan siswa tentang PHBS serta peningkatan kemampuan siswa dalam mencuci tangan setelah pelatihan dengan nilai pengetahuan sebelum pelatihan 310,625 ± 59,3 dan sesudahnya menjadi 347,625 ± 69,2 (p<0.05). Disarankan pada sekolah agar dapat mengakomodir kebutuhan siswa terhadap sarana dan prasarana terutama tempat sampah yang bersih. Abstract: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) implemented in schools has been hampered by the Covid-19 pandemic that has hit Indonesia. This condition also has an impact on Adabiah High School in implementing PHBS. For this reason, it is necessary to increase students' knowledge and skills about PHBS in order to make schools clean and healthy. This Community Service was carried out for 40 PMR and UKS students. This activity was carried out using an outreach method which was divided into two sessions, namely the first session in the form of delivering material or lectures about the eight PHBS indicators, and followed by the second session with a demonstration of how to wash your hands using the six-step method properly and correctly, as well as the inauguration of PHBS cadres. Evaluation was carried out using a questionnaire and analyzed using the paired t-test statistical test. The results of this activity were an increase in students' level of knowledge about PHBS as well as an increase in students' ability to wash their hands after training with a knowledge value before training of 310.625 ± 59.3 and afterward being 347.625 ± 69.2 (p<0.05). It is recommended that schools be able to accommodate students' needs for facilities and infrastructure, especially clean rubbish bins.
PEMBERDAYAAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PERATURAN PERTANDINGAN PENCAK SILAT TAHUN 2022 DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA Muhammad Saleh; Bachtiar Bachtiar; Fahmi Maulana; Diki Hermawan; Firman Nur Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21796

Abstract

Abstrak: Cita-cita besar Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) agar pencak silat dapat berlaga di gelanggang Olimpiade, maka disahkannya peraturan pertandingan pencak silat terbaru tahun 2022, sehingga peraturan tersebut dapat digunakan dalam pertandingan pencak silat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengimplementasikan peraturan pertandingan pencak silat tahun 2022 kedalam pertandingan baik kategori tanding ataupun kategori seni sehingga kemamuan softskill dan hardskill pesilat dalam bertanding dapat meningkat. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode simulasi, bermain peran (role play), dan tanya jawab. Partisipan dalam pengabdian ini 25 orang anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci. Sebagai capaian dan evaluasi dari kegaitan pengabdian ini dilihat dari hasil praktik serta pre-test dan post-test melalui google form dengan dua indikator (kognitif dan psikomotor) Hasil kegiatan ini dilihat dari praktik, pre-test dan post-test yang telah diberikan, pesilat sangat memahami dan dapat mengiplementasikan pada saat bertandin. Rata-rata kenaikan sebesar 109%, dengan demikian pesilat paham akan peraturan terbaru. Pentingnya implementasi peraturan pencak silat terbaru ini dapat menjadi wawasan dan bekal bagi pesilat pada saat bertanding, sehingga pesilat mempu bertanding dengan dengan maksimal.Abstract: The big aspiration of the General Manager of the Indonesian Pencak Silat Association (PB IPSI) is that pencak silat can compete in the Olympic arena, so the latest pencak silat competition regulations in 2022 were passed, so that these rules can be used in pencak silat competitions. The purpose of this service is to implement the rules of the 2022 pencak silat competition into both the sparring category and the art category. The implementation of this service uses simulation methods, role play, and question and answer. Participants in this service were 25 members of the Tapak Suci Student Activity Unit (UKM). As an achievement and evaluation of this service activity, it can be seen from the results of practice as well as pre-test and post-test through google form. The results of this activity are seen from the practice, pre-test and post-test that have been given, pesilat really understands and can implement when tandin. The average increase is 109%, thus the fighters understand the latest regulations. The importance of implementing the latest pencak silat regulations can be an insight and provision for fighters when competing, so that pesilat can compete optimally.
BUDIDAYA MAGGOT BSF (BLACK SOLDIER FLY) DAN BANK SAMPAH DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM MERTANI BACK TO NATURE M. Farid Dimjati Lusno; Leona Adinda Putri Sosronegoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21901

Abstract

Abstrak: Sampah organik maupun non organik menjadi salah satu permasalahan yang masih ada di beberapa wilayah Provinsi Jawa Timur. Pengelolaan sampah yang masih rendah sering terjadi karena adanya pandangan masyarakat bahwa sampah tidak memiliki nilai jual sehingga masyarakat kurang memiliki kesadaran untuk melakukan pengelolaan sampah. Program Pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dalam aspek pengelolaan sampah. Program Mertani Back to Nature dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan program Program ini melibatkan 20 kader lingkungan yang terkumpul dari 6 RT dan terkumpul 50 nasabah dari 6 Bank Sampah. Evaluasi dilakukan melalui proses rapat dengan memantau buku kehadiran bank sampah serta jumlah nasabah yang terlibat di setiap bank sampah. Selain itu, juga dilihat jumlah sampah organik yang terolah melalui budidaya maggot dan berat telur maggot yang baru. Hasil kegiatan ini adalah terbentuknya 6 bank sampah RT di Desa Mertani yang sebelumnya hanya terdapat 1 bank sampah, serta menambah usaha baru yaitu budidaya maggot BSF.Abstract: Organic and non-organic waste has become one of the persistent issues in several regions of East Java Province. Low waste management often occurs due to the community's perception that waste has no market value, leading to a lack of awareness in waste management. Community Service Programs are carried out with the aim of increasing awareness and capacity in waste management for the residents of Mertani Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency, East Java. The Mertani Back to Nature program is implemented through socialization activities, training, and program mentoring. This program involves 20 environmental cadres gathered from 6 neighborhoods (RT) and a total of 50 customers from 6 Waste Banks. Evaluation is conducted through meetings by monitoring the attendance records of waste banks and the number of customers involved in each waste bank. Additionally, the processed amount of organic waste through maggot cultivation and the weight of newly hatched maggot eggs are also observed. The outcome of this program is the establishment of 6 Waste Banks in Mertani Village, where there was previously only 1 Waste Bank, and the introduction of a new venture, namely BSF maggot cultivation.
SOCIALIZATION AND TRAINING ON TAX OBLIGATIONS FOR MSME TO SUPPORT TAX REVENUE IN INDONESIA Nisa, Farhatun; Cempaka, Adisti Gilang; Priyono, Agus Puji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21383

Abstract

Abstrak: Pajak merupakan sumber penting dalam penerimaan negara, UMKM merupakan salah satu kontributor utama penerimaan negara. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan ketidakberminatan serta resistensi dari masyarakat dan wajib pajak dalam menangani pelaporan pajak. Berdasarkan kondisi tersebut, untuk meningkatkan kesadaran atas perpajakan, Dosen Departemen Akuntansi Universitas Padjadjaran bersama Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai perpajakan bagi UMKM di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan mekanisme webinar, dengan jumlah peserta sebanyak 51 orang. Berdasarkan hasil kuesioner evaluasi, output kegiatan menghasilkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap peraturan perpajakan serta peningkatan pemahaman atas perhitungan perpajakan, kepatuhan pembayaran dan pelaporan sebanyak 86,7%.Abstract: Taxes are an important source of state revenue, Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) is serving as one of the main contributors to state revenue. However, condition showed a significant lack of interest and resistance from both the community and taxpayers concerning handling tax reports. Based on these conditions, lecturers at the Accounting Department at Universitas Padjadjaran with Indonesian Women's Union (Perwari) conducted socialization and training webinars with the primary aim to enhance awareness of taxation for MSME in Indonesia. The activities were carried out using a webinar mechanism, with a total of 51 participants. Based on evaluation questionnaire, the results showed that after the conducted training, there was an increased understanding among MSME actors regarding tax regulations as well as an improved comprehension of tax calculations, payment compliance, and reporting by 86.7%.
IMPLEMENTASI PROGRAM PELATIHAN KADER JUMANTIK DAN DISTRIBUSI KALENDER KURAS JENTIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KASUS DBD Hadyandiono, Chrisna Nur; Labibah, Zulfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21790

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis prioritas dan akar penyebab masalah kesehatan masyarakat, menyusun rencana dan melakukan intervensi sesuai dengan permasalahan kesehatan masyarakat. Kegiatan pelatihan kader bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader jumantik mengenai upaya 3M Plus. Kegiatan ini berdasarkan pada data angka kejadian DBD di wilayah RW 5 Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal serta hasil observasi lingkungan. Pelatihan kader dibarengi dengan distribusi media promosi kesehatan berupa kalender kuras jentik kepada warga sekitar. Kegiatan Pelatihan terdiri dari pre test, sosialisasi, tanya-jawab, diskusi, dan post-test. Dari hasil post test kegiatan pelatihan didapatkan 91,30% pengetahuan ibu kader mengalami peningkatan yang menunjukkan keberhasilan dari kegiatan tersebut. Distribusi kalender kuras jentik dilaksanakan dengan memberikan edukasi singkat kepada masyarakat dari ibu kader. Hasil monitoring oleh pemantauan rutin kader jumantik didapatkan warga telah mengetahui waktu rutin menguras wadah air sebagai upaya 3M Plus. Hasil evaluasi kedua kegiatan menjadi dampak positif dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.Abstract: The purpose of community service activities is to identify, analyze priorities and root causes of public health problems, develop plans and carry out interventions in accordance with public health problems. Cadre training activities aim to increase the knowledge and understanding of jumantik cadres regarding 3M Plus activities. This activity is based on data on the incidence of dengue fever in the RW 5 Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal and the results of environmental observations. The cadre training was followed by the distribution of health promotion media in the form of a calendar to drain larvae to local residents. Training activities consisted of pre-test, socialization, questions and answers, discussion, and post-test. From the results of the post-test of the training activities, 91.30% of the cadre mothers' knowledge has increased, indicating the success of the activity. The distribution of the flick calendar was carried out by providing brief education to the community from the cadre mothers. The results of monitoring by routine monitoring of jumantik cadres found that residents already know the routine time to drain water containers as a 3M Plus effort. The evaluation results of both activities have a positive impact on efforts to improve public health.
PEMBENTUKAN PEER EDUCATOR PENCEGAHAN STUNTING REMAJA Kusuma Estu Werdani; Ayu Khoirotul Umaroh; Sudrajah Warajaty Kisnawaty; Windi Wulandari; Mesya Ade Karuniawati; Adinda Dwi Septyasari Pratama; Novyanti Setiyo Rini; Fadillah Zuhroh Choirunnisa; Nadila Anti Nur Khoiriyah; Anggi Putri Aria Gita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22267

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan kelompok berisiko terhadap kejadian stunting. Remaja perempuan sebagai calon ibu yang akan melahirkan anak membutuhkan pengetahuan dan persiapan yang matang sejak dini. Akan tetapi, minimnya edukasi tentang stunting bagi remaja menjadi permasalahan yang perlu diatasi. Terdapat 12 balita di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo yang berisiko mengalami stunting dan satu balita yang masuk dalam kategori stunting berdasarkan perhitungan Z-score TB/U. Remaja di wilayah ini belum pernah dilibatkan dalam kegiatan pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang faktor risiko stunting dan upaya pencegahannya, serta memotivasi remaja untuk menjadi peer-educator. Mitra kegiatan ini adalah MTs Muhammadiyah Waru, Baki, Sukoharjo, dengan melibatkan 45 siswa. Tahapan pelaksanaan kegiatan utama ada dua, yaitu 1) pemberian penyuluhan kesehatan kepada remaja dengan media aplikasi berbasis android yang dibuat oleh tim pengusul dan 2) pendampingan peer educator untuk mengampanyekan upaya pencegahan stunting kepada remaja lainnya. Hasil pengukuran pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang stunting menunjukkan hasil yang signifikan (nilai-p= <0,0001) dengan rerata nilai meningkat dari 6,67 menjadi 8,58. Kegiatan pendampingan peer educator cukup berhasil, meskipun remaja yang mau bergabung menjadi peer educator hanya dua orang.Abstract: Teenagers are a group at risk of stunting. Adolescent girls, as prospective mothers who will give birth to children, need thorough knowledge and preparation from an early age. However, the lack of education about teenage stunting is a problem that needs to be addressed. Twelve toddlers in Waru Village, Baki District, and Sukoharjo Regency are at risk of stunting, and one toddler is included in the stunting category based on the TB/U Z-score calculation. Adolescents in this area have never been involved in stunting prevention activities. This community service activity aims to form peer educators from youth groups for other teenagers in Waru Village, Baki District, Sukoharjo Regency. There are two stages in implementing the main activities, namely 1) providing health education to teenagers using an Android-based application created by the proposing team and 2) assisting peer educators in campaigning for stunting prevention efforts for other teenagers. The results of measuring respondents' knowledge before and after being given education about stunting showed significant results (p-value = <0.0001), with the mean value increasing from 6.67 to 8.58. The peer educator mentoring activities were quite successful, although only two teenagers wanted to join as peer educators.
EDUKASI LITERASI KEUANGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENIPUAN PINJAMAN ONLINE Edi Jusriadi; Erniyati Caronge; Asniwati Asniwati; Yusra Nginang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21326

Abstract

Abstrak: Pinjaman Online (Pinjol) merupakan trend baru dalam transaksi keuangan digital dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan. Sehingga untuk menghindari terjadinya penipuan pinjol maka masyarakat perlu diberi edukasi literasi keuangan agar memiliki kemampuan dalam melakukan proteksi data pribadi. Adapun tujuan kegiatan PKM ini untuk meningkatkan hardskill dan softskill masyarakat agar memiliki pengetahuan dan skill dalam memanfaatkan berbagai fasilitas pinjol dan mampu membedakan pinjol legal dan pinjol ilegal secara hukum. Berdasarkan data Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), pada tahun 2023 terdapat 173 pinjol, 129 konten terkait pinjaman pribadi (pinpri), 1.196 entitas investasi, 6.055 entitas pinjaman online atau pinpri, dan 251 entitas gadai yang dinyatakan illegal dan sudah diblokir. Sehingga untuk melakukan proteksi terhadap praktek pinjol maka dalam PKM ini dilakukan edukasi kepada masyarakat pengenalan situs/platform digital yang berpotensi pinjol illegal. Kegiatan PKM ini melibatkan 3 mitra, yaitu unsur Pemerintah Kelurahan Mallewang, PKK, dan Karangtaruna Kabupaten Takalar. Metode untuk mengukur tingkat keberhasilan edukasi literasi keuangan, menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada saat dilakukan pre-test dari 63 peserta hanya 20% masyarakat memahami literasi keuangan dan praktek Pinjol, kemudian diakhir kegiatan dilakukan post-test terjadi peningkatan yang signifikan 94,44% masyarakat sudah mengenal dan memahami praktek pinjol illegal dengan modus yang digunakan serta memahami proteksi data pribadi.Abstract: Fintech Lending are a new trend in digital financial transactions with numerous conveniences offered. Hence, people need to be given financial literacy education to protect their data and to avoid the Fintech Lending Scam. The aim of this Community Service (PKM) is to improve the hard and soft skills of the society in order to utilize various facilities of Fintech Lending and are able to distinguish it legally. Based on the data from the Task Force for Eradicating Illegal Financial Activities (Satgas PASTI), in 2023 there was about 173 of Fintech Lending, 129 content related to personal loan (pinpri), approximately 1,196 investments of equity, 6,055 was for entities or personal loan. 251 of them were illegal pawn entities and have been blocked by pertinent authority. Therefore, to against that scam practice, this research conducted the introduction of digital sites or platforms illegally for society. This PKM activity involves 3 partners namely Mallewang Subdistrict Government, Family Welfare and Empowerment Organization (PKK), and Karangtaruna in Takalar district. Pre-test and post-test approach were used to measure the level of success of financial literacy education. The evaluation result showed that when the pre-test was carried out of 63 participants, only 20% of them understood about financial literacy and the online loans parties. Ath the end of post-test, there was about 94,4% of society significantly increase on recognize and comprehend the illegal category and the methods used as well as figured out of how to protect their personal data.
TRANSFORMASI LEMBAGA PEMASYARAKATAN INDUSTRI MELALUI PENGUATAN LATIHAN KERJA DAN KEGIATAN PRODUKSI NARAPIDANA Khamdan, Muh; Wiharyani, Wiharyani; Setiawati, Rini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21782

Abstract

Abstrak: Petugas lembaga pemasyarakatan yang bertugas mengelola pembinaan kemandirian dalam model lapas industri, secara umum memiliki keterbatasan kompetensi. Lapas industri yang berjalan pada akhirnya tidak optimal dalam memberikan bekal keterampilan dan kemandirian kepada narapidana di luar lapas. Pendampingan kegiatan pengabdian dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran implementasi pembinaan keterampilan dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pengawasan, pemasaran, pengelolaan hasil produksi, dan penerimaan pendapatan negara. Pendampingan dilakukan melalui coaching dan mentoring kepada 40 peserta dengan menyusun rencana aksi dalam implementasi selama 6 bulan. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui keterlaksanaan rencana aksi dan berlangsungnya kemitraan dalam kegiatan pendampingan. Rangkaian kegiatan dilakukan melalui tahapan asesmen kesiapan organisasi, asesmen risiko dan kebutuhan narapidana, asesmen kebutuhan pembinaan, sampai pada latihan kerja dan kegiatan produksi. Sebanyak 40 peserta atau 100 persen berhasil membangun hubungan kemitraan lapas industri sehingga terbangun peningkatan kinerja pembinaan narapidana.Abstract: Correctional institution officers who are tasked with managing the development of independence in the industrial prison model generally have limited competence. In the end, industrial prisons that are running are not optimal in providing skills and independence to prisoners outside prison. Assistance for service activities is intended to increase awareness of the implementation of skills development from the planning, implementation, control, supervision, marketing, production management and state revenue stages. Assistance was provided through coaching and mentoring to 40 participants by preparing action plans for implementation for 6 months. Evaluation of success is carried out through the implementation of action plans and ongoing partnerships in mentoring activities. The series of activities are carried out through the stages of assessing organizational readiness, assessing risks and needs of inmates, assessing development needs, up to job training nad production activities. A total of 40 participants or 100 percent succeeded in building industrial prison partnership relationships so that the performance of inmate development was increased.

Page 9 of 10 | Total Record : 91