cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PELATIHAN PENGUATAN KEMANDIRIAN KELUARGA UNTUK MENCEGAH STUNTING Heny Sulistyowati; Lia Budi Tristanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12209

Abstract

Abstrak: Rejoslamet merupakan salah satu desa di Jombang yang merupakan lokasi fokus (lokus) penanganan stunting. Balita stunting sebanyak 144 atau sebesar 15,7%. Berdasarkan permasalahan tersebut maka Desa Rejoslamet merupakan salah satu sasaran wilayah STKIP PGRI Jombang mengabdi 2022 dengan tema “Penguatan terhadap Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh bersama Cegah Stunting” sebagai salah satu bentuk intervensi pencegahan stunting di kabupaten Jombang yang dilaksanakan insan Perguruan Tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk peningkatan pemahaman kemandirian keluarga untuk pencegahan dan penurunan angka stunting. Mitra pada kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Rejolamet, dengan jumlah partisipan sebanyak 30 peserta. Metode pelaksanaan pengabdian berbentuk pelatihan terkait kemandirian keluarga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu persiapan, identifikasi masalah, pengadaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta umpan balik peserta. Pada saat pretest sebanyak 20% peserta paham terkait kemandirian keluarga, 30% peserta memahami pola asuh, dan 70% peserta yang paham terkait stunting. Sedangkan pada saat posttest sebanyak 90% peserta paham terkait kemandirian keluarga, 95% peserta memahami pola asuh, dan 100% peserta yang paham terkait stunting. Sehingga prosentase pemahaman peserta terhadap materi penguatan kemandirian keluarga kader PKK desa Rejoslamet kecamatan Mojowarno Jombang menunjukkan peningkatan dan dalam kriteri baik. Abstract: Rejoslamet is one of the villages in Jombang which is the location of the focus (locus) for handling stunting. There are 144 stunting toddlers or 15.7%. Based on these problems, Rejoslamet Village is one of the target areas of STKIP PGRI Jombang to serve 2022 with the theme "Strengthening the Healthy, Responsive and Resilient Family Movement with Preventing Stunting" as a form of stunting prevention intervention in Jombang district carried out by university personnel. The purpose of this service is to increase understanding of family independence for preventing and reducing stunting rates. The partners in this activity were PKK mothers in Rejolamet Village, with a total of 30 participants. The method of implementing community service is in the form of training related to family independence. The implementation of activities is carried out in several stages, namely preparation, problem identification, procurement, implementation, and participant evaluation and feedback. During the pretest, 20% of participants understood family independence, 30% of participants understood parenting, and 70% of participants understood stunting. Meanwhile, during the posttest, 90% of participants understood family independence, 95% of participants understood parenting, and 100% of participants understood stunting. So that the percentage of participants' understanding of the material for strengthening family independence of PKK cadres in Rejoslamet village, Mojowarno sub-district, Jombang showed an increase and was in good criteria.  
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN DOMPET DIGITAL GUNA MENINGKATKAN DAYA JUAL BAGI UMKM DI DESA MUARA PENIMBUNG ULU, OGAN ILIR Nyimas Dewi Murnila Saputri; Shelfi Malinda; H. A Nazaruddin; Anisa Listya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11788

Abstract

Abstrak: Pendampingan pemanfaatan dompet digital dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Muara Penimbung Ulu, Ogan Ilir sebagai jawaban permasalahan kurangnya literasi penggunaan dompet digital sehingga penggunaan dan pemanfaatan dompet digital baik untuk penggunaan pribadi maupun untuk bisnis bagi pelaku usaha belum maksimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat juga mendukung pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital dengan memperluas jangkauan penggunaan dompet digital tersebut. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan secara offline di Desa Muara Penimbung Ulu, Ogan Ilir dengan peserta sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diukur dengan keseluruhan peserta pengabdian masyarakat telah mengunduh dan membuat akun pada salah satu aplikasi dompet digital yang dicontohkan. Dari hasil survei monitoring dan evaluasi, diketahui pula bahwa sebanyak 86% dari 20 peserta telah mengetahui manfaat dompet digital dan mampu menggunakan aplikasi tersebut dengan baik. Dampak kedepan dalam jangka panjang yang diharapkan dari penggunaan dompet digital yaitu memberikan peluang bagi UMKM di Desa Muara Penimbung Ulu, Ogan Ilir untuk memanfaatkan dompet digital dalam bertransaksi sehingga dapat memperluas jangkauan pasar dan berujung pada peningkatan daya jual.Abstract: Assistance in the use of digital wallets is carried out as a form of community service in Muara Penimbung Ulu Village, Ogan Ilir as an answer to the problem of lack of literacy in using digital wallets so that the use and utilization of digital wallets both for personal use and for business for business people is not maximized. This activity aims to increase financial literacy and inclusion in the community as well as support the government in accelerating the growth of the digital economy by expanding the reach of the use of the digital wallet. The method of this community service activity is counseling and mentoring which is carried out offline in Muara Penimbung Ulu Village, Ogan Ilir with 20 participants. The results of this community service activity are measured by all community service participants having downloaded and created an account on one of the digital wallet applications that are exemplified. From the results of the monitoring and evaluation survey, it is also known that as many as 86% of 20 participants already know the benefits of digital wallets and are able to use the application properly. The expected long-term future impact of using digital wallets is to provide opportunities for MSMEs in Muara Penimbung Ulu Village, Ogan Ilir to utilize digital wallets in transactions so that they can expand market reach and lead to increased selling power.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PELATIHAN ECOPRINT MENGGUNAKAN TUMBUHAN LOKAL Ismarti Ismarti; Fitrah Amelia; Yesi Gusmania
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12859

Abstract

Abstrak: Masyarakat pesisir Rempang Cate umumnya berprofesi sebagai nelayan. Kaum perempuan lebih banyak di rumah, dan sejak pandemi berlangsung, tidak memiliki aktivitas khusus di siang dan sore hari. Secara umum, kondisi perekonomian masyarakat Rempang Cate berada pada kategori golongan masyarakat menengah ke bawah yang perlu mendapat perhatian untuk dapat memberdayakan diri mereka, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga pada umumnya. Kegiatan ini selain bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang zat warna alam dan keterampilan dalam membuat kain ecoprint, juga diharapkan dapat menjadi peluang usaha bagi penduduk setempat, utamanya kaum ibu. Kegiatan diawali dengan demonstrasi yang dilakukan oleh pemateri, kemudian dilanjutkan dengan workshop yang dilakukan oleh peserta secara berkelompok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan November 2022 yang bertempat di RW 1 Desa Rempang Cate Kecamatan Galang, Kepulauan Riau. Peserta dari kegiatan ini adalah warga masyarakat yang melibatkan sebanyak 16 orang. Berdasarkan hasil angket yang telah disebarkan, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ini pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat rata-rata 94,8%. Abstract: Rempang Cate coastal communities generally work as fishermen. Most of women are more at home, and since the pandemic took place, they have no special activities in the afternoon and evening. In general, the economic condition of the Rempang Cate community is on the middle to lower class category which needs attention in order to be able to empower themselves, so as to improve the economic standard of the family in general. Apart from aiming to increase knowledge about natural dyes and skills in making ecoprint fabrics, this activity is also expected to become a business opportunity for local residents, especially mothers. The activity began with demonstrations conducted by the presenters, then continued with workshops by participants in groups. This community service activity was carried out in November 2022 which took place in RW 1 of Rempang Cate Village, Galang District, Riau Islands. Participants in this activity were local residents involving 16 people. Based on the results of the questionnaire that was distributed, it can be concluded that through this activity the participants' knowledge and ability increased by an average of 94.5%.  
PELATIHAN SOSIALISASI PERAWATAN TUNE-UP GRATIS PADA MESIN TEMPEL UNTUK KENDARAAN JOHNSON DI KABUPATEN FAKFAK INDONESIA Rusdin Rusdin; Mustari Mustari; Muhammad Iswar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12671

Abstract

Abstrak: Perawatan dan perbaikan merupakan suatu usaha untuk memelihara keawetan dan kesempurnaan dari suatu mesin, dimana mesin tersebut harus selalu dalam keadaan baik dan siap pakai khususnya pada mesin tempel yang telah di miliki oleh nelayan Fakfak Tengah. Johnson merupakan alat yang di gunakan nelayan untuk dijadikan sebagai kendaraan laut. Alat ini terbuat dari serat fiber dan resin ditambah dengan kayu atau pipa paralon yang dijadikan sebagai rangka-dalamnya. Kabupaten Fakfak, khususnya daerah Fakfak Tengah, dipilih oleh ketua PKM karena sebagian besar nelayan di daerah tersebut telah mempunyai sebuah kelompok yang bernama Kelompok Nelayan Fakfak Tengah.Tujuan kegiatan PKM ini adalah membangun kemampuan masyarakat nelayan untuk secara mandiri melakukan perawatan tune-up pada mesin tempel, yang mencakup penggantian busi, pelumasan luar dan dalam mesin, pembongkaran karburator juga penyetelan udara dan bahan bakar pada karburator agar putaran mesin dapat idle atau langsam. Kegiatan ini diikuti oleh 21 orang nelayan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan aplikasi langsung dibawah arahan tim PKM. Setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan kemampuan peserta dinilai berdasarkan jawaban mereka terhadap kuesioner. Hasilnya, sebagian besar peserta, 89,33%, mampu melaksanakan pekerjaan tersebut secara mandiri Sementara itu, hanya 10,67% yang belum mampu melaksanakan pekerjaan tersebut secara mandiri. Keywords: Maintenance and repair is an effort to maintain the durability and perfection of a machine which must always be in good condition and ready to use, especially for outboard engines that are already owned by Central-Fakfak fishermen. They use Johnson boat as transport tools in the sea. The boat is made from fiber and resin coupled with wood or paralon pipes which are used as the inner frame. Fakfak District, especially Central Fakfak area, was chosen by the head of the PKM (community service) because most of the fishermen in the area already have a group called the Central Fakfak Fishermen's Group. The aim of this PKM activity was to build the ability of fishermen-communities to independently carry out tune-up maintenance on outboard engines, which includes replacing spark plugs, lubricating the outside and inside of the engine, disassembling the carburetor as well as adjusting the air and fuel in the carburetor so that the engine speed can be idle or slow down. This activity was attended by 21 fishermen. The methods used were lectures and direct application under the direction of the PKM team. After the service activities were carried out, the participants' abilities were assessed based on their answers to the questionnaire. As a result, most of the participants, 89.33%, were able to carry out the work independently. Meanwhile, only 10.67% were unable to carry out the work independently.  
PEMODELAN RUMAH ASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PHILIPINA DAN MALAYSIA Uke Maharani Dewi; Esty Puji Rahayu; Uliyatul Laili; Ratna Ariesta Dwi Andriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12518

Abstract

Abstrak: Pada tahun 2015 kelurahan Wonokromo yang terletak di Surabaya terpilih sebagai kelurahan siaga aktif terbaik di tingkat propinsi Jawa Timur Keberhasilan. Kampung ASI ini dikembangkan lagi dengan Program Rumah ASI. Dengan keberhasilan Rumah ASI, tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi terkait manajemen Rumah ASI bagi mahasiswa dari negara-negara dengan prevalensi ASI eksklusif yang lebih rendah dari Indonesia yaitu Philipina dan Malaysia. Keberlanjutan dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat menginisiasi adanya program penunjang seperti Rumah ASI di negaranya masing-masing sehingga dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan dalam kegiataan ini adalah sosialisasi tentang manajemen Rumah ASI dan praktik pijat oksitosin. Kegiatan bertempat di Kelurahan Wonokromo, dan diikuti oleh 5 (31,25%) mahasiswa dari Universitas Malaysia Perlis, 6 (37,5%) mahasiswa dari University of Northern Philippines, 5 (31,25%) mahasiswa dari Universiti Technology Malaysia. Evaluasi untuk mengukur pengetahuan dinilai dengan menggunakan kuesioner pretest yang dibagikan sebelum materi diberikan dan kuesioner posttest yang dibagikan setelah materi diberikan. Keterampilan dinilai dengan menggunakan checklist standar prosedur operasional pelayanan dan penggunaan fasilitas Rumah ASI dan checklist standar prosedur operasional pijat oksitosin setelah simulasi diberikan. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang konsep manajemen dan pelayanan Rumah ASI yaitu sebesar 87,5% mahasiswa mempunyai pengetahuan baik sesudah diberikan materi manajemen rumah ASI dan 75% mahasiswa terampil dalam memberikan pelayanan dan penggunaan fasilitas Rumah ASI. Selain itu mahasiswa asing juga mempunyai keterampilan yang baik dalam melakukan pijat oksitosin yaitu sebesar 81,25%. Abstract: In 2015 Wonokromo village located in Surabaya was selected as the best active standby village at the East Java success provincial level. This ASI village was developed again with the Rumah ASI Program. With the success of Rumah ASI, the community service team provided socialization related to the management of Rumah ASI for students from countries with a lower prevalence of exclusive breastfeeding from Indonesia, namely the Philippines and Malaysia. The sustainability of this activity is expected that students can initiate supporting programs such as Rumah ASI in their respective countries so that they can increase exclusive breastfeeding. The method used in this activity is socialization about the management of the breast milk house and oxytocin massage practicum. The activity took place in the Wonokromo Village, and was attended by 5 (31.25%) students from Perlis Malaysia University, 6 (37.5%) students from the University of Northern Philippines, 5 (31.25%) students from Universiti Technology Malaysia. Evaluation to measure knowledge is assessed using pretest questionnaires which are distributed before the material is given and posttest questionnaires which are distributed after the material is given. Skills were assessed using a checklist of standard operating procedures for service and use of Rumah ASI facilities and a checklist of standard operating procedures for oxytocin massage after the simulation was given. The result of this activity was that there was an increase in knowledge about the concept of management and services for Rumah ASI, namely 87.5% of students had good knowledge after being given materials for managing ASI houses and 75% of students were skilled in providing services and using the facilities of Rumah ASI. In addition, foreign students also have good skills in doing oxytocin massage, which is 81.25%.  
EDUKASI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BAGI PENGUSAHA MUDA DI SEKTOR UMKM DAN START-UP KREATIF Chita Oktapriana; Lucia Ari Diyani; Huda Aulia Rahman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12087

Abstract

Abstrak: Kegiatan pelatihan ini merupakan sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada permasalahan mitra berupa kurangnya kemampuan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang tepat. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam membuat laporan keuangan yang tepat agar mampu menjadi dasar pengambilan keputusan internal dan menjadi instrumen pengajuan kredit modal usaha. Metode yang digunakan adalah service learning yang memuat tiga tahapan berupa persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dimana pada tahapan pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Tahap evaluasi yang dilakukan berupa penilaian tingkat pemahaman melalui hasil pre test dan post test. Mitra pelatihan adalah 32 orang pengusa muda di sektor UMKM dan start-up kreatif yang tergabung dalam himpunan pengusaha muda desa Jatireja-Cikarang. Setelah dilakukan serangkaian pelatihan, hasil yang diperoleh adalah peningkatan pemahaman materi dan kemampuan teknis terkait penyusunan laporan keuangan sesuai SAK sebesar rata-rata 68%. Selain itu, tingkat kepuasan mitra pada pelatihan ini mencapai 87% menyatakan sangat puas.Abstract: This training activity is a form of community service that focuses on partner problems in the form of a lack of ability to prepare and present financial reports according to appropriate Financial Accounting Standards (FAS). The purpose of this training is to increase participants' understanding in making appropriate financial reports so that they can become the basis for internal decision making and become an instrument for applying for business capital loans. The method used is service learning which contains three stages in the form of preparation, implementation and evaluation where the implementation stage uses a Participatory Action Research (PAR) approach. The evaluation phase is carried out in the form of an assessment of the level of understanding through the results of the pre-test and post-test. The training partners are 32 young entrepreneurs in the MSME sector and creative start-ups who are members of the Jatireja-Cikarang village young entrepreneur association. After conducting a series of training, the results obtained were an increase in understanding of the material and technical skills related to the preparation of financial reports in accordance with SAK by an average of 68%. In addition, the level of partner satisfaction in this training reached 87%, stating they were very satisfied.
EDUKASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI BERBASIS BUDAYA DI KALANGAN REMAJA Ach. Sudrajad Nurismawan; Findivia Egga Fahruni; Najlatun Naqiyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12375

Abstract

Abstrak: Budaya menjadi salah satu faktor krusial pendorong terjadinya pernikahan dini di kalangan remaja, karena itu pemberian edukasi pencegahan pernikahan dini dengan menyisipkan muatan budaya lokal menjadi agenda penting yang harus dilaksanakan pada remaja, khususnya di kabupaten Gresik yang belakangan angka perceraian dan pernikahan dininya meningkat. Tujuan utama dari kegiatan edukasi ini ialah meningkatkan pemahaman para remaja terkait bahaya dan dampak negatif dari pernikahan dini. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara luring selama sehari melalui diskusi kelompok terfokus dengan melibatkan konselor dan 29 siswa di salah satu SMA swasta Gresik. Sedangkan untuk media penyampaian edukasi menggunakan power-point dan video pendek bertema dampak negatif pernikahan dini bagi remaja. Dari hasil pre-test dan post-test, diketahui bahwa kegiatan edukasi pencegahan pernikahan dini berbasis budaya di kalangan remaja dapat meningkatkan pemahaman siswa sebesar 2,79 poin terhadap bahaya dan dampak pernikahan dini dalam perencanaan karier siswa di masa mendatang. Abstract: Culture is one of the crucial factors driving the occurrence of early marriages among adolescents, therefore providing early marriage prevention education by inserting local cultural content is an important agenda that must be carried out for adolescents, especially in the Gresik district, where recently the number of divorces and early marriages has increased. The main objective of this educational activity is to increase the youth's understanding of the dangers and negative impacts of early marriage. The activities were carried out offline for a day through focus group discussions involving counselors and 29 students at one of Gresik's private high schools. Meanwhile, the media for delivering education uses power-points and short videos on the negative impact of early marriage on adolescents. From the pre-test and post-test results, it is known that culture-based early marriage prevention education activities among adolescents can increase students' understanding by 2.79 points of the dangers and impacts of early marriage in student career planning in the future.  
ANALISIS SWOT DAN KEUANGAN UMKM DALAM RANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT Karlina Ghazalah Rahman; Nur Rachma; Andi Marlinah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11991

Abstract

Abstrak: Pengelolaan UMKM yang ada di Kelurahan Kassi Kabupaten Pangkep saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.Akan tetapi, pertumbuhan tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang menjadi kekuatan ,kelemahan, peluang dan ancaman kerajinan tas UMKM dan workshop dalam bidang keuangan UMKM terutama untuk lebih memahami pembukuan sederhana. Mitra pengabdian ini adalah UMKM di kelurahan Kassi kabupaten Pangkep. Jumlah yang terlibat adalah 13 orang teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Sosialisasi, Workshop, wawancara, dan dokumentasi dan evaluasi dengan menggunakan kuisioner. Secara keseluruhan persentase pemahaman mitra terhadap faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pembuatan kerajinan tas rajut ini adalah sebesar 75% atau setara 13 pengrajin mitra. Hasil yang di capai adalah peningkatan penjualan khususnya dari luar kelurahan kassi dan pelaku UMKM paham menggunakan buku kas dan pembukuan sederhana .Abstract: The management of MSMEs in Kassi Village, Pangkep Regency, is currently experiencing significant growth. However, this growth is not accompanied by an increase in people's income. The purpose of this service activity is to find out the factors that become strengths, weaknesses, opportunities and threats of MSME bag crafts and workshops in the field of MSME finance, especially to better understand simple bookkeeping. This service partner is MSMEs in Kassi village, Pangkep regency. The number involved was 13 people the data collection techniques used in this study were by the method of Socialization, Workshop, interview, and documentation and evaluation using questionnaires. Overall, the percentage of partner understanding of the factors that are strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the manufacture of this knitted bag craft is 75% or the equivalent of 13 partner craftsmen. The result achieved is an increase in sales, especially from outside the kassi village and MSME actors understand using cash books and simple bookkeeping. 
PEMBERDAYAAN TEMAN SEBAYA DALAM MEMBERIKAN EDUKASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO UNTUK MENCEGAH ANEMIA PADA REMAJA Sri Nurlaily Z; Febri Dwi Yanti; Ni Nengah Susanti Warsilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12244

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah gizi pada remaja yang banyak terjadi di berbagai belahan dunia adalah anemia. Remaja putri berisiko mengalami anemia jika dibandingkan dengan remaja putra karena mengalami siklus menstruasi setiap bulannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mencegah anemia dengan mempersiapkan pengetahuan dan status kesehatan remaja sebelum memasuki masa nikah dan hamil melalui pemberdayaan teman sebaya, karena teman sebaya mempunyai kesamaan usia, minat sehingga komunikasi antara teman sebaya dan remaja akan membuat remaja tersebut akan lebih terbuka. Pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan metode penyuluhan, diskusi tanya jawab serta demonstrasi pemberian edukasi oleh teman sebaya pada remaja tentang anemia melalui video yang berjumlah 10 orang. Evaluasi teman sebaya dilakukan melalui pengukuran pengetahuan pretest dan posttest, sedangkan evaluasi keberhasilan pemberian edukasi teman sebaya pada remaja putri dilakukan melalui pemeriksaan Hb sebelum dan sesudah diberikan video edukasi. Hasil pengabdian diperoleh bahwa dari 9 orang (90%) teman sebaya memiliki nilai posttest baik, dan 93 orang (98%) remaja memiliki Hb normal setelah diberikan edukasi oleh teman sebaya.Abstract: One of the most common nutritional problems in adolescents in various parts of the world is anemia. Young women are at risk of anemia when compared to young men because they experience menstrual cycles every month. This service aims to prevent anemia by preparing the knowledge and health status of adolescents before entering marriage and pregnancy through empowering peers. The implementation of community service activities uses counseling methods, question and answer discussions and demonstrations of providing education by peers to adolescents about anemia through video. Peers numbered 10 people and teenagers 95 people. Peer evaluation was carried out through measuring pre- and post-counseling knowledge, while evaluating the success of providing peer education to female adolescents was carried out through Hb examination before and after being given educational videos. The results of the service showed that 9 people (90%) of their peers had good post-test scores, and 93 people (98%) had normal Hb after being given education by their peers.  
PENINGKATAN KETRAMPILAN IBU HAMIL TENTANG DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO KEHAMILAN MELALUI PEMBERDAYAAN KADER Endah Yulianingsih; Yusni Podungge; Hasnawatty Surya Porouw; Ismiwahyuni Latif; Astri Adestin Illimullah; Anggita Putri Laiya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11836

Abstract

Abstrak: Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih menjadi perhatian khusus pemerintah di Indonesia. Hal ini sangat terkait dengan situasi darurat pada ibu hamil dan ibu melahirkan. Dalam setiap kehamilan setiap ibu hamil dihadapi dengan adanya risiko terjadinya kematian, peningkatan derajat kesehatan ibu hamil selalu menjadi prioritas sampai pada masa persalinan. Upaya peningkatan derajat kesehatan ibu hamil yaitu dengan Adanya pendampingan ibu hamil oleh kader dalam sepanjang siklus kehidupan wanita. Kematian ibu disebebakan oleh beberapa faktor antara lain berasal dari kondisi kesehatan ibu, sumber daya kesehatan, sarana dan fasilitas pelayanan, social budaya masyaraat, ekonomi, pendidikan ibu. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang deteksi faktor risiko. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dungingi Kota Gorontalo. Sasaran mitra dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan yang terdiri dari 5 kelurahan berjumlah 30 sasaran. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menggunakan kuisioner pre dan post. Target capaian dalam kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang penanganan ketidkanyaman dan deteksi faktor risiko meningkat mencapai 100%.Abstract: Maternal Mortality Rate (MMR) which is still a special concern of the government in Indonesia. This is closely related to emergency situations in pregnant women and women giving birth. In every pregnancy every pregnant woman is faced with the risk of death, improving the health status of pregnant women is always a priority until the time of delivery. Efforts to improve the health status of pregnant women, namely by providing assistance to pregnant women by cadres throughout the life cycle of women. Maternal mortality is caused by several factors, including the condition of the mother's health, health resources, service facilities and services, social culture of the community, economy, mother's education. This community service activity is carried out with the aim of increasing the knowledge of pregnant women and their families about detection factors. The method used in this activity is training and mentoring carried out in the working area of the Dungingi Health Center, Gorontalo City. The target partners in this activity were health cadres consisting of 5 sub-districts with a total of 30 targets. The evaluation method used in this activity is using pre and post questionnaires. The target achieved in this activity is to increase the knowledge of pregnant women and their families about the handling of discomfort and to increase the detection factor to 100%.