cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGEMBANGAKAN BUKU CERITA ANAK MODEL TaRL BERMUATAN KEARIFAN LOKAL BIMA Ahyar, Ahyar; Syarifuddin, Syarifuddin; Hendrawansyah, Hendrawansyah; Hakim, Arif Rahman; Muslim, Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35019

Abstract

Abstrak: Keterbatasan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan konteks lokal menjadi tantangan utama dalam meningkatkan literasi membaca di SDN Sie, Kabupaten Bima. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengembangkan buku cerita anak berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) yang terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal Bima. Kegiatan melibatkan 20 orang guru sebagai peserta dan dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu pelatihan, pendampingan, dan pengembangan produk. Evaluasi capaian kegiatan dilaksanakan melalui pretest dan postet. Indikator keberhasilannya secara klasikal apanila 50% mencapai kategori tuntas. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis yang signifikan. Rata-rata skor pretest sebesar 4,55 (SD = 1,57) menjadi 8,45 (SD = 1,28) pada posttest, dengan rata-rata kenaikan 3,9 poin. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan, dan 70% di antaranya berhasil mencapai kategori tuntas. Dengan demikian, kegiatan ini dinyatakan berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Produk berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal yang dihasilkan diharapkan dapat berfungsi sebagai bahan bacaan yang lebih menarik, kontekstual, dan relevan untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dasar, khususnya di wilayah Bima.Abstract: The limited availability of engaging reading materials relevant to the local context remains a major challenge in improving reading literacy at SDN Sie, Bima Regency. This community service program aimed to strengthen teachers’ capacity in developing children’s storybooks based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach, integrated with Bima’s local wisdom values. The activity involved 20 teachers as participants and was implemented through three approaches: training, mentoring, and product development. Evaluation of program outcomes was carried out using pretest and posttest instruments. The indicator of success was determined classically, in which the program was considered successful if at least 50% of participants achieved the mastery category. The implementation results indicated a significant improvement in writing skills. The average pretest score of 4.55 (SD = 1.57) increased to 8.45 (SD = 1.28) in the posttest, with an average gain of 3.9 points. All participants showed improvement, and 70% successfully reached the mastery category. Therefore, the program was declared successful in achieving its intended goals. The resulting product, a children’s storybook integrating local wisdom, is expected to serve as a more engaging, contextual, and relevant reading material to promote literacy culture in elementary schools, particularly in the Bima region.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PRODUKSI TEPACHE BERPREBIOTIK SEBAGAI PRODUK OLAHAN BERNILAI TAMBAH Decenly, Decenly; Rosalina, Reny; Priyadi, Muhammad; Praja, Rian Ka; Saputra, Rizky Rachmad; Hermayantiningsih, Dwi; Dwijayanti, Rts. Sherly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37108

Abstract

Abstrak: Kelompok tani di salah satu wilayah perkotaan Kalimantan Tengah menghadapi permasalahan rendahnya nilai jual nanas segar, khususnya buah berukuran kecil, akibat ketergantungan pada tengkulak dan minimnya pengolahan pascapanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai tambah nanas melalui pengembangan produk Tepache berprobiotik sebagai minuman fermentasi fungsional. Kegiatan dilaksanakan kepada 20 orang anggota kelompok tani melalui tahapan penyuluhan, praktik pembuatan produk, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan metode pretest–posttest berbasis kuesioner untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rerata pemahaman dari 75 pada pretest menjadi 80 pada posttest. Selain itu, peserta mampu memproduksi Tepache berprebiotik secara mandiri serta memahami dasar pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas petani, penguatan ekonomi lokal, dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara berkelanjutan.Abstract: Farmer groups in an urban area of Central Kalimantan face low market value of fresh pineapples, particularly small-sized fruits, due to dependence on middlemen and limited postharvest processing. This community service program aimed to increase pineapple value through the development of probiotic Tepache as a functional fermented beverage. The program involved 20 farmer group members and was conducted through counseling sessions, hands-on production practice, mentoring, and evaluation. Program effectiveness was assessed using a pretest–posttest questionnaire to measure participants’ knowledge improvement. The results showed an increase in the average score from 75 in the pretest to 80 in the posttest. Participants were able to independently produce probiotic Tepache and gained basic understanding of product packaging and marketing. Overall, this activity enhanced farmers’ capacity, supported local economic empowerment, and promoted sustainable utilization of agricultural resources.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS TEKNOLOGI PENARIK DAN PERONTOK RUMPUT LAUT OTOMATIS BAGI KELOMPOK TANI PASAMPA KATONIK Jumardi, Andi; Masluki, Masluki; Suaedi, Suaedi; Ali, Baso; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa; Irgi, Irgi; Ardyansa, Andre; Chaila, Nadya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36371

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pascapanen rumput laut melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis sistem penarik dan perontok otomatis. Mitra pada kegiatan ini yakni Kelompok Tani Rumput Laut Pasampa Katonik yang beranggotakan 20 orang. Permasalahan utama mitra adalah proses penarikan dan perontokan rumput laut yang masih dilakukan secara manual, membutuhkan waktu lama, tenaga kerja banyak, dan menurunkan kualitas hasil panen. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat berbasis motor listrik berdaya rendah, pelatihan operasional dan perawatan alat, serta uji coba lapangan dengan pendekatan partisipatif serta sistem evalusia pada kegiatan yang sudah dilaksanakan. Indikator keberhasilan pada kegiatan ini yakni, alat penarik dan perontok otomatis mampu mengurangi waktu kerja hingga 80% dalam hal memisahkan rumput laut dari tali bentangan, menurunkan kebutuhan tenaga kerja sebesar 60% dan meningkatkan kebersihan hasil panen hingga 95%. Selain itu, berhasil meningkatkan kemampuan teknis petani dalam mengoperasikan dan memelihara alat secara mandiri. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta kemandirian kelompok tani dalam pengelolaan rumput laut pasca panen.Abstract: This community service program aims to improve the efficiency and productivity of post-harvest seaweed processing through the application of appropriate technology in the form of an automatic seaweed pulling and threshing machine for the Seaweed Farmers Group in Bassiang Timur Village, Ponrang Selatan District, Luwu Regency. The main problem faced by the partner community is the traditional manual method of pulling and threshing seaweed, which requires considerable time and labor, leading to reduced quality and productivity. The implementation method involved a needs assessment, the design and fabrication of a low-power electric motor–based device, training on operation and maintenance, and field trials using a participatory approach. The results indicated that the automatic pulling and threshing tool reduced working time by up to 80%, decreased labor requirements by 60%, and improved product cleanliness to 95%. Moreover, the training activities successfully enhanced farmers’ technical competence and independence in operating and maintaining the equipment. This activity effectively increased productivity, work efficiency, and technological independence among local seaweed farmers. The introduced innovation is expected to be replicated by other coastal farmer groups in the Luwu Raya region to support blue economy development and the strengthening of community-based maritime industries.
LITERASI DIGITAL GURU BAHASA INGGRIS: MEMBANGUN KAPASITAS DALAM PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Sholihah, Fitri Awaliyatush; Azami, Mochamad Imron; Ismiatun, Febti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36909

Abstract

Abstrak: Transformasi pembelajaran berbasis teknologi menuntut guru bahasa Inggris memiliki literasi digital dan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan perangkat ajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun modul ajar, media pembelajaran, dan asesmen digital berbasis AI. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan terstruktur, pendampingan praktik, dan evaluasi kegiatan. Peserta berjumlah 28 yang terdiri dari guru bahasa Inggris jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, serta calin guru. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui kuesioner pra dan pasca pelatihan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pemanfaatan AI. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata kompetensi peserta dari 56% menjadi 88% pada aspek literasi AI. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan efisiensi waktu dalam penyusunan perangkat ajar serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kegiatan ini menunjukan bahwa pelatihan berbasis AI efektif dalam mendukung pengembangan profesional guru dan implementasi kurikulum merdeka maupun pembelajaran berdampak. Abstract: Technology-driven learning transformation requires English teachers to possess digital literacy and the ability to utilize artificial intelligence (AI) in developing instructional materials. This community service program aimed to enhance teachers’ capacity to design AI-based teaching modules, instructional media, and digital assessments. The implementation method comprised needs analysis, structured training, guided practice, and program evaluation. The participants consisted of 28 individuals, including English teachers from elementary, junior high, and senior high schools, as well as prospective teachers. Program effectiveness was evaluated through pre- and post-training questionnaires to measure improvements in participants’ knowledge and skills in utilizing AI. The evaluation results indicate an average increase in participants’ competencies from 56% to 88% in AI literacy, the development of AI-based teaching modules using Magic School, the creation of interactive instructional media using Gamma, and the design of gamified digital assessments through Quizizz AI. In addition, participants reported improved time efficiency in preparing instructional materials and increased student learning motivation. These findings demonstrate that AI-based training is effective in supporting teachers’ professional development and the implementation of the Merdeka Curriculum.
PEMBERDAYAAN GURU SD DI KAWASAN PERTAMBANGAN MELALUI PELATIHAN STRATEGI DEEP LEARNING UNTUK PEMBELAJARAN YANG KONTEKSTUAL DAN BERKEADILAN EPISTEMIK Syahriani, Ririn; Risnajayanti, Risnajayanti; M., Rahmawati; Marhamah, Sitti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36386

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Moramo, Sulawesi Tenggara, yang berada di kawasan pesisir dekat industri pertambangan, dengan melibatkan Sembilan guru dan satu kepala sekolah. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pemahaman guru terhadap strategi deep learning serta belum terintegrasinya konteks lokal dalam perangkat ajar. Program ini bertujuan memberdayakan guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan berkeadilan epistemik melalui pelatihan dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui instrument pre-test dan post-test berbasis skala likert dan kualitatif melalui observasi, dan refleksi tertulis peserta. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar 53%, terutama dalam kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan merancang RPP berbasis deep learning. Temuan ini mengindikasikan pergeseran praktik pembelajaran menuju pendekatan yang lebih reflektif, kontekstual, dan bermakna.Abstract: This community engagement program was implemented in SD Negeri 1 Moramo, Southeast Sulawesi, located in a coastal area near mining activities, involving nine teachers and one school principal. The partner school faced limited teacher understanding of deep learning strategies and insufficient integration of local context into instructional planning. The program aimed to empower teachers to design contextual and epistemically just learning through training and mentoring. The evaluation was conducted using a quantitative approach through Likert-scale–based pre-test and post-test instruments, and a qualitative approach through observations and participants’ written reflections. The results show a 53% improvement in teacher competence, particularly in integrating local values and developing lesson plans based on deep learning principles. These findings indicate a shift in instructional practices toward more reflective, contextual, and meaningful learning.
PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS MADU TRIGONA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI DESA Pradhana, Faisal Reza; Firmansah, Yayan; Zulkarnain, Ismail Abdurrozzaq; Arifah, Dian Afif
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35953

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di wilayah pedesaan Ponorogo bagian selatan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata edukasi lebah “Mrayan Trigona Park.” Diskusi bersama mitra, yaitu KTH Enggal Mulyo Lestari dan BUMDes Mrayan, mengidentifikasi tiga masalah utama, yaitu keterbatasan sarana produksi dan media pembelajaran, belum tersedianya fasilitas on the spot, serta rendahnya literasi digital untuk promosi wisata berbasis teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik lapangan dengan melibatkan 28 peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pre-test post-test, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan terukur, yaitu produktivitas madu naik dari 1,2 menjadi 2,3 liter per stup per bulan, 85% peserta memperoleh skor di atas 80 pada pelatihan manajemen usaha, dan skor literasi digital meningkat dari 52 menjadi 86. Capaian ini menunjukkan efektivitas program dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan tata kelola wisata edukasi lebah.Abstract: This community engagement program was conducted in southern rural Ponorogo to support the development of the educational bee tourism site “Mrayan Trigona Park.” Discussions with partner groups, the Forest Farmers Group (KTH) Enggal Mulyo Lestari and BUMDes Mrayan, identified three key issues, namely limited production and learning facilities, the absence of on-site amenities, and low digital literacy for technology-based tourism promotion. The program aimed to strengthen community capacity in production, business management, and digital marketing. Implementation used a participatory approach through training, technical assistance, and hands-on practice involving 28 participants. Evaluation was conducted through observations, pretest posttest, and interviews. Results show measurable improvements, namely honey productivity increased from 1.2 to 2.3 liters per stup per month, 85% of participants scored above 80 in business management training, and digital literacy scores rose from 52 to 86. These outcomes demonstrate the program’s effectiveness in enhancing community capacity and improving governance of the educational bee tourism initiative.
OPTIMALISASI TATA KELOLA PRODUKSI DAN MANAJEMEN LIMBAH PADA UMKM DM SEAFOOD UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KEBERLANJUTAN USAHA Suyitno, Suyitno; Wahyuningsih, Yuie; Wibowo, Teguh Hadi; Elsania, Ardista Dwi; Putri, Silvi Aulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36387

Abstract

Abstrak: Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk membantu UMKM di sektor pengolahan hasil laut dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha melalui optimalisasi tata kelola produksi dan manajemen limbah. UMKM di daerah pesisir Indonesia, khususnya dalam pengolahan hasil laut, menghadapi tantangan signifikan terkait keterbatasan teknologi dan pengelolaan bahan baku serta limbah yang tidak efisien. Program ini mengusulkan penerapan teknologi sederhana namun tepat guna, seperti freezer besar, spinner, dan gas deep fryer, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi pemborosan bahan baku serta limbah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini meliputi pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, implementasi teknologi, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 10 peserta dari UMKM mitra yang berfokus pada penerapan teknologi baru dan peningkatan keterampilan manajerial. Hasil utama menunjukkan peningkatan kapasitas produksi harian dari 5-10 kg menjadi 20-25 kg, pengurangan produk cacat dari 15% menjadi 5%, serta efisiensi waktu pengelolaan limbah yang meningkat sebesar 30%. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif terkait pengelolaan bahan baku, produksi, serta dampak lingkungan, yang menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha. Program ini berkontribusi pada pencapaian SDG 8 dan SDG 12 dengan memberdayakan masyarakat pesisir dan meningkatkan daya saing produk melalui penerapan teknologi tepat guna dan sistem manajerial berbasis data.Abstract: The purpose of this service program is to assist MSMEs in the marine products processing sector in improving operational efficiency and business sustainability through optimizing production governance and waste management. MSMEs in Indonesia's coastal areas, especially in the processing of seafood, face significant challenges related to technological limitations and inefficient management of raw materials and waste. The program proposes the application of simple but appropriate technologies, such as large freezers, spinners, and gas deep fryers, which are expected to increase production capacity and reduce waste of raw materials and waste. The methods used in the implementation of this program include a participatory approach that includes socialization, technical training, technology implementation, and evaluation. This activity involved 10 participants from partner MSMEs who focused on the application of new technology and improving managerial skills. The main results show an increase in daily production capacity from 5-10 kg to 20-25 kg, a reduction in defective products from 15% to 5%, and an increase in waste management time efficiency by 30%. The evaluation was carried out by collecting qualitative and quantitative data related to raw material management, production, and environmental impact, which showed the success of the program in improving operational efficiency and business sustainability. The program contributes to the achievement of SDG 8 and SDG 12 by empowering coastal communities and increasing product competitiveness through the application of appropriate technologies and data-driven managerial systems.
PENERAPAN FUN FARMING DALAM MENDUKUNG CONTRACT FARMING DI KABUPATEN PURWAKARTA Mahatmayana, I Ketut Manu; Supriadi, Devie Rienzani; Subardja, Vera Oktavia; Syabena, Muhammad Farrel; Umadi, Sarah Sakinah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34936

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan konsep fun farming sebagai upaya mendukung keberhasilan contract farming di Kabupaten Purwakarta. Fun farming dipilih sebagai pendekatan karena mampu menggabungkan aspek edukasi, rekreasi, dan praktik langsung yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi petani dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya contract farming, pelatihan teknis budidaya tanaman hortikultura berbasis teknologi sederhana, serta pendampingan intensif kepada kelompok tani yang menjadi mitra dalam pola kemitraan tersebut. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 40 orang mitra. Hasil kegiatan menunjukkan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketiga aspek tersebut, masing-masing pembuatan media tanam sebesar 26%, penanaman benih 23%, dan pemindahan bibit ke polybag sebesar 15%. Selain itu, kapasitas produksi bibit meningkat dari 2.000 menjadi 10.000 bibit setelah pelatihan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi dan produktivitas mitra. Dengan demikian, fun farming berperan penting sebagai strategi inovatif dalam memperkuat sistem contract farming yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan penguatan ekonomi lokal masyarakat. Abstract: This community service activity aims to implement the concept of fun farming as an effort to support the success of agricultural contracts in Purwakarta Regency. Fun farming was chosen as an approach because it can combine educational, recreational, and hands-on aspects that can enhance farmers' knowledge, skills, and motivation in managing their farms sustainably. The implementation methods for the activities include socialization about the importance of agricultural contracts, technical training on horticultural crop cultivation based on simple technology, and intensive mentoring for farmer groups who are partners in the partnership model. This activity was attended by 40 partners. The results of the activity show a significant increase in all three aspects: soil media preparation by 26%, seed planting by 23%, and seedling transfer to polybags by 15%. Additionally, seedling production capacity increased from 2,000 to 10,000 seedlings after the training. This activity has proven effective in improving the competence and productivity of partners. Thus, enjoyable agriculture plays an important role as an innovative strategy in strengthening contract farming systems aimed at increasing productivity, business sustainability, and strengthening the local economy of the community.
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS) BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN GAMBUT Abustan, Abustan; Mustika, Maya; Siloam, Kristanoval; Ma'ruf, Muhammad Fajar; Putri, Umi Amanda; Sakdiyah, Khalifatus; Kalalinggi, Septaria Yolan; Ompusunggu, Dicky Perwira; Rahman, Sudarman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37237

Abstract

Abstrak: Keadaan tanah desa Anjir kabupaten Pulang Pisau didominasi lahan gambut yang memiliki kendala tinggi untuk budidaya hortikultura, seperti tingkat kemasaman (pH) rendah dan kandungan unsur hara yang minim. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dan produktivitas semangka melalui penerapan teknologi ramah lingkungan kepada 25 anggota kelompok Tani “Pelangi Nusantara (MAHIKAT)” di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Selain itu, metode pelaksanaan PkM meliputi pelatihan teknis, pendampingan, dan implementasi demplot percontohan seluas 0,8 ha yang menerapkan teknologi spesifik gambut (pengapuran, amelioran kompos, irigasi terkontrol). Evaluasi selama kegiatan PkM dilakukan untuk memantau keaktifan peserta dan progres demplot melalui observasi langsung, wawancara dan diskusi dengan mitra serta dokumentasi kegiatan. Sedangkan evaluasi pada akhir kegiatan dilakukan untuk menilai hasil dan dampak program melalui analisis produksi, survei kepuasan dan persepsi mitra serta evaluasi keberlanjutan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani sebesar 42%, terjadi peningkatan produktivitas semangka 40-55% (dari 18-20 menjadi 28 ton/ha), dan peningkatan pendapatan bersih petani sebesar 65%. Simpulan dari kegiatan ini adalah model teknologi budidaya ramah lingkungan terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan ekonomi petani di lahan gambut dan dilakukan program pendampingan berkelanjutan.Abstract: The soil conditions in Anjir Village, Pulang Pisau Regency, are dominated by peatlands that pose significant challenges for horticultural cultivation, such as low acidity levels (pH) and minimal nutrient content. This Community Service (PkM) activity aims to enhance farmer capacity and watermelon productivity through the application of environmentally friendly technologies to 24 members of the "Pelangi Nusantara (MAHIKAT)" Farmer Group in Gohong Village, Kahayan Hilir District, Pulang Pisau Regency. The implementation methods include technical training, mentoring, and the establishment of a 0.8-hectare demonstration plot applying peatland-specific technologies (liming, compost ameliorant, controlled irrigation). Evaluation during the activity was conducted to monitor participant engagement and demonstration plot progress through direct observation, interviews and discussions with partners, and activity documentation. Meanwhile, evaluation at the end of the activity was performed to assess the results and program impact through production analysis, satisfaction and perception surveys with partners, and business sustainability evaluation. The results show a 42% increase in farmer understanding, a 40-55% increase in watermelon productivity (from 18-20 to 28 tons/ha), and a 65% increase in farmer net income. The conclusion of this activity is that the environmentally friendly cultivation technology model has proven effective in improving productivity and farmer economics in peatlands, and a sustainable mentoring program was implemented.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN SINGKONG Muhid, Abdul; Yudiarini, Nyoman; Susanti, Ida Ayu Made Dwi; Javandira, Cokorda; Hammad, Rifqi; Zulfikri, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36560

Abstract

Abstrak: Singkong merupakan komoditas pangan lokal yang melimpah di Lombok Utara, namun pemanfaatannya masih terbatas dan bernilai tambah rendah. Keterbatasan keterampilan dan inovasi pengolahan menyebabkan potensi singkong belum dimanfaatkan secara optimal Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) ITB Asri di, Lombok Utara dalam mengembangkan diversifikasi produk olahan singkong sebagai upaya peningkatan kemandirian dan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Community Empowerment melalui tahap perencanaan, edukasi, praktik produksi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan kenaikan pre-test dan post-test hingga 46% pada aspek produksi serta 26% pada aspek digital marketing. Beberapa produk unggulan seperti tepung mocaf, keripik singkong, dan brownies singkong berhasil dikembangkan dan diproduksi secara mandiri oleh KWT, didukung oleh pendampingan dalam pengemasan, branding, dan pemanfaatan pemasaran digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan, motivasi kewirausahaan, dan kapasitas ekonomi KWT, sehingga memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan potensi lokal dan penguatan usaha berbasis pangan.Abstract: Cassava is a local food commodity abundant in North Lombok, but its utilization is still limited and has low added value. Limited skills and processing innovations mean that cassava's potential has not been optimally utilized. This community service activity aims to increase the capacity of the ITB Asri Women's Farmers Group (KWT) in Berangan Hamlet, Kayangan Village, North Lombok in developing diversified cassava processed products as an effort to increase independence and the local economy. The implementation method uses a participatory community empowerment approach through the stages of planning, education, production practice, mentoring, and evaluation. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, with a pre-test and post-test increase of up to 46% in the production aspect and 26% in the digital marketing aspect. Several superior products such as mocaf flour, cassava chips, and cassava brownies were successfully developed and produced independently by the KWT, supported by mentoring in packaging, branding, and the use of digital marketing. Overall, this activity succeeded in increasing the skills, entrepreneurial motivation, and economic capacity of the KWT, thus having a positive impact on utilizing local potential and strengthening food-based businesses.