cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMERIKSAAN KEHAMILAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH STUNTING DALAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Matje Meriaty Huru; Hasri Yulianti; Diyan Maria Kristin; Agustina Abuk Seran; Kamilus Mamoh; Jane Leo Mangi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12761

Abstract

Abstrak: Pencegahan stunting dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Pada saat ibu hamil datang untuk memeriksakan kehamilannya, dapat diberikan berbagai informasi dan edukasi yang berkaitan dengan kehamilan dan persiapan persalinan sedini mungkin sehingga dapat mengurangi angka kejadian stunting. Masih ada ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur bahkan tidak pernah melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur dan pencegahan stunting dalam 1000 hari pertama kehidupan. Metode kegiatan dengan penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pemeriksaan kehamilan. Mitra kegiatan adalah ibu hamil sebanyak 10 orang bertempat di Kapela MBR Kupang. Evaluasi pengetahuan dengan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 20 pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor pre-test adalah 35,0±3,33 dan rata-rata skor post-test adalah 95,0±4.08 Hasil uji statistik menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan (p=0,000; α < 0,05). Abstract: Stunting prevention is carried out from the first 1000 days of life by conducting regular pregnancy check-ups.When pregnant women come to have their health checked, they can be givenvarious information and education related to pregnancy and preparation for childbirth as early as possible so as to reduce the incidence of stunting. There are still pregnant women who do not do regular pregnancy checkups and never even do check-ups during pregnancy. The purpose of the service is to increase the knowledge of pregnant women about the importance of regular pregnancy check-ups and stunting prevention in the first 1000 days of life. Activity method with counseling on stunting prevention and pregnancy checkup. The activity partners are 10 pregnant women located in Kapela MBR Kupang. Evaluation of knowledge with a questionnaire pre-test and post-test of 20 questions. The results of the activity showed that there was a difference in the average pre-test score was 35.0±3.33 and the average post-test score was 95.0±4.08. The results of statistical tests showed that there was a significant increase in the knowledge of pregnant women after counseling (p = 0.000; α < 0.05).  
EDUKASI PENANGANAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Mariene Wiwin Dolang; Jayanti Djarami; Epi Dusra; Yohanes Friyedo Simanjuntak
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11743

Abstract

Abstrak: Dismenore merupakan istilah medis yang terjadi pada saat menstruasi dan menimbulkan rasa sakit disebabkan oleh terjadinya kontraksi rahim. Dismenore bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan masalah yang secara berkala membuat seorang wanita menjadi tidak nyaman selama periode menstruasi. Tujuan pengabdian agar dapat meningkatkan pemahaman remaja di Dusun Kelapa Dua tentang penanganan dismenore. Pelaksanaan kegiatan pengabdian di Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Mitra dalam kegiatan ini adalah remaja putri yang berada di wilayah Dusun Kelapa Dua sebanyak 36 remaja. Kegiatan diawali dengan pembukaan, penyajiaan materi, dan diskusi. Hasil akhir dari kegiatan penyuluhan adalah sebanyak 91,6% remaja yang memberikan tanggapan yang positif dan mengalami peningkatan pemahaman tentang dismenore dan terjadi peningkatan pengetahuan dari rata-rata skro 5.28 menjadi 7.47 yang terlihat dari adanya antusias remaja ketika mendengarkan materi dan menjawab pertanyaan yang diajukan serta daya tarik yang besar untuk menerapkan apa yang terlah diberikan. Abstract: Dysmenorrhea is a medical term that occurs during menstruation and causes pain caused by uterine contractions. Dysmenorrhea is not a disease but a problem that periodically makes a woman feel uncomfortable during her menstrual period. The purpose of this community service is to increase the understanding of adolescents in Kelapa Dua Hamlet about the handling of dysmenorrhea. The implementation of service activities, namely Kelapa Dua Hamlet, Kairatu District, West Seram Regency. Partners in this activity are young women who are in the Dusun Kelapa Dua area as many as 36 teenagers. The activity begins with the opening, presentation of material, and discussion. The final result of the counseling activity was as many as 91.6% of adolescents who gave positive responses and experienced an increase in understanding about dysmenorrhea and an increase in knowledge from an average score of 5.28 to 7.47 which was seen from the enthusiasm of adolescents when listening to the material and answering the questions asked and great appeal to apply what has been given.
SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI ECO-ENZYM Ida Wahyuni; Muliatiningsih Muliatiningsih; Suhairin Suhairin; Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Ahmad Akromul Huda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12817

Abstract

Abstrak: Salah satu cara pengelolaan sampah terutama sampah organic adalah membuatnya menjadi eco-enzym. Ecoenzym memiliki banyak sekali manfaat seperti menjadi cairan pembersih, sabun, ditergen pakaian, pembersih piring, pupuk organik alami, pengusir tikus, dan serangga. Namun pengetahuan masyarakat mengenai ecoenzym masih sangat kurang sehingga perlu lebih disosialisasikan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam membuat eco enzyme dari bahan baku sampah organic rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi pengolahan sampah organic dengan pembuatan ecoenzym dengan peserta kegiatan sebanyak 23 orang dari anggota Wanita Rukun Keluarga Bima yang tinggal di Kota Mataram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dengan kegiatan ini yang ditunjukkan dengan keaktivan peserta memberikan pertanyaan terkait pembuatan eco enzyme dan penggunaannya. Dari hasil evaluasi terlihat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 31,52%. Hasil uji paired semple T-test menunjukkan angka yang signifikan antara pretest dan posttest sengan nilai signifikasi (2-tailed) p=0,000<0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah sosialisasi. Abstract: One way to manage waste, especially organic waste, is to make it into eco-enzymes. Ecoenzyme has many uses, such as being a cleaning fluid, soap, laundry detergent, dish cleaner, natural organic fertilizer, mouse and insect repellent. However, people's knowledge about ecoenzymes is still lacking, so it needs to be socialized more. The purpose of this activity is to increase partners' knowledge and skills in making eco enzymes from household organic waste raw materials. The method used in this community service activity is the socialization of organic waste processing by making ecoenzymes with 23 activity participants from members of the Bima Family Pillars who live in the city of Mataram. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about this activity which was shown by the activeness of the participants in asking questions regarding the manufacture of eco enzymes and their use. The evaluation results, it can be seen that the participants' knowledge increased by 31.52%. The results of the paired sample T-test showed a significant number between the pretest and posttest with a significant value (2-tailed) p = 0.000 <0.05, which means that there was a significant effect on the participants' knowledge before and after socialization.  
WORKSHOP PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA PADA MATERI VOLUME KERUCUT Sunismi Sunismi; Ni Ketut Wedastuti; Surya Sari Faradiba
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12629

Abstract

Abstrak: Latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat ini dilihat dari kurang mampunya peserta kegiatan dalam menyusun media pembelajaran matematika yang penerapannya memperkenalkan aplikasi Geogebra dalam membantu pembelajaran matematika. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta dalam menyususn media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Geogebra pada materi volume kerucut. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk workshop yang diselenggarakan di SMP Negeri 6 Singosari Kabupaten Malang dengan 10 peserta workshop. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kuisioner respon peserta diberikan kepada peserta pada akhir pelaksanaan workshop. Berdasarkan hasil workshop ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut (1) peserta workshop telah mampu dalam pembuatan media pembelajaran matematika mengunakan aplikasi Geogebra materi volum kerucut; (2) peserta workshop antusias mengikuti workshop pembuatan media pembelajaran matematika menggunakan aplikasi Geogebra materi volume kerucut; dan (3) hasil survei peserta untuk membuat media pembelajaran matematika mengunakan aplikasi Geogebra materi volume kerucut sebesar 92, 5% sangat baik. Abstract: The background of this community service activity is seen from the lack of ability of the activity participants in compiling mathematics learning media whose application introduces the Geogebra application in helping mathematics learning. The method of implementing this community service is in the form of a workshop. The implementation of community service is carried out in three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. Participant response questionnaires were given to participants at the end of the workshop. Based on the results of this workshop, the following conclusions can be drawn (1) the workshop participants have understood the making of mathematics learning media using the Geogebra application for cone volume material; (2) the workshop participants enthusiastically participated in the workshop for making mathematics learning media using the Geogebra application for cone volume material; and (3) survey results from participants to make mathematics learning media using the Geogebra application, the volume of the cone material is 92.5%, which is very good. 
PEMANFAATAN WEBSITE SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Ni Putu Nita Anggraini; Ni Wayan Rustiarini; I Ketut Sassu Budi Satwam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12150

Abstract

Abstrak: Penggunaan teknologi menjadi faktor penting dalam strategi digital marketing UMKM, salah satunya adalah penggunaan website. Namun, hanya sedikit pemilik UMKM yang sudah familiar menggunakan website untuk mendukung penjualan produk, termasuk UMKM Jejukutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan UMKM. Kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pemilik UMKM dalam memanfaatkan iptek untuk proses pemasaran. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah pemilik UMKM Jejukutan yang berjumlah satu orang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi tiga tahapan, meliputi wawancara dan diskusi, perancangan dan pendampingan penggunaan website, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan website secara efektif dapat meningkatkan penjualan produk UMKM pada setiap bulannya, yaitu rata-rata sebesar 8,29%. Abstract: The use of technology is an essential factor in the MSME digital marketing strategy, one of which is the use of the website. However, only a few MSME owners are familiar with using the website to support product sales, including Jejukutan MSME. This community service activity aims to expand market share and increase MSME sales. This activity simultaneously aims to increase the knowledge and competence of MSME owners in utilizing science and technology for the marketing process. The partners for this service activity are the owners of Jejukutan SMEs, which amount to one person. The implementation of community service activities includes three stages: interviews and discussions, designing and assisting website use, and monitoring and evaluation activities. The monitoring and evaluation results show that using the website effectively can increase sales of MSME products every month by an average of 8.29%.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK 24-35 BULAN MELALUI PERMAINAN PUZZLE GEOMETRI Nancy Olii; Puspita Sukmawaty Rasyid; Magdalena Martha Tompunuh; Nurnaningsih Ali Abdul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12421

Abstract

Abstrak: Permainan merupakan alat stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga orang tua dan petugas kesehatan harus mengetahui dan memberikan jenis permainan yang tepat untuk setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi dan demonstrasi pada kader kesehatan tentang teknik bermain puzzle geometri untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak 24-36 bulan khususnya pengenalan bentuk dan warna melalui video dan leaflet, memberikan informasi terkait cara mengajarkan anak dalam bermain puzzle geometri dan mengevaluasi tingkat pemahaman dan pengetahuan peserta. Metode yang digunnakan adalah pre-test, edukasi, demonstrasi cara mengajarkan anak bermain puzzle geometri, tanya jawab, dan post-test. Kegiatan ini bekerja sama dengan Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango, dengan jumlah peserta 12 kader kesehatan. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan tentang cara bermain puzzle pada anak 24-36 bulan yakni, 10 responden (83,3%) berpengetahuan baik; 2 responden (16,7%) berpengetahuan cukup. Abstract: Games are a means of stimulating children's growth and development, so parents and health workers must know and provide the right type of games for each stage of a child's growth and development. The purpose of this community service activity is to provide education and demonstration to health cadres about the technique of playing geometric puzzles to improve the cognitive development of children 24-36 months, especially the recognition of shapes and colors through videos and leaflets, provide information related to how to teach children to play geometric puzzles and evaluate level of understanding and knowledge of participants. The methods used was pre-test, education, demonstrations on how to teach children to play geometry puzzles, question and answer, and post-test. This activity collaborated with the Kabila Health Center, Bone Bolango Regency, with 12 health cadres participating. The results showed that there was an increase in knowledge about how to play puzzles in children aged 24-36 months namely, 10 respondents (83,3%) had good knowledge; 2 respondents (16,7%) have sufficient knowledge.  
EDUKASI GIZI DAN PELATIHAN IKAN PATIN SEBAGAI SALAH SATU MAKANAN ALTERNATIF PENINGKATAN KECUKUPAN PROTEIN DAN PENCEGAHAN STUNTING Andi Eka Yunianto; Iseu Siti Aisyah; Neni Neni; DIan Siti Fatimah; Aviaty Dwina Aulia; Diya Salsabila; Sari Khairinisa; Siti Ratna Ningsih; Vira Paujiah Nuriyah; Zahra Tazkianisa Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12028

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Tujuan dari pengabdian ini berfokus pada pengembangan potensi pengolahan bahan pangan lokal yaitu sosis berbahan dasar ikan patin untuk meningkatkan konsumsi zat gizi terutama protein sebagai upaya pencegahan stunting pada balita melalui metode penyuluhan dengan media booklet dan demonstrasi pembuatan sosis berbahan dasar ikan patin yang bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani yang berlokasi di Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya dengan jumlah responden sebanyak 31 orang. Responden diberikan pretest terlebih dahulu sebelum pemberian edukasi, untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan responden terhadap materi yang akan diberikan. Selanjutnya posttest diberikan setelah materi edukasi tersampaikan. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh nilai rata-rata pretest responden 6,55% dan pada posttest 8,23%. Hal ini berarti terjadi peningkatan nilai pengetahuan siswa setelah mendapatkan edukasi.Abstract: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition so that children are shorter for their age. The purpose of this service focuses on developing the potential for processing local food ingredients, namely sausages made from catfish to increase the consumption of nutrients, especially protein as an effort to prevent stunting in toddlers through counseling methods with booklet media and demonstrations of making sausages made from catfish in collaboration with the farmer women's group located in Parakannyasag Village, Indihiang District, Tasikmalaya City with a total of 31 respondents. Respondents were given a pretest before giving education, to find out the extent of the respondent's knowledge of the material to be given. Furthermore, the posttest is given after the educational material is delivered. Based on the results of the descriptive analysis, the average pretest value of the respondents was 6.55 and the post-test was 8.23. This means that there is an increase in the value of students' knowledge after receiving education. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN MEMBANTU PENDERITA HIPERTENSI PADA KADER REMAJA MELALUI EDUKASI Reni Prima Gusty; Lili Fajria; Esi Afriyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12332

Abstract

Abstrak : keterbatasan jumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas menjadi kendala utama dalam pemantauan kesehatan penderita hipertensi di masyarakat. Ketersediaan kader pemuda di masyarakat memiliki potensi besar sebagai sumber daya manusia yang dapat membantu tenaga kesehatan dalam merawat penderita hipertensi di rumah atau saat terjadi bencana. Hal ini penting karena Padang juga merupakan daerah yang rawan bencana. Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan sederhana tentang pengobatan penderita hipertensi. Metode tersebut menggunakan edukasi dan pelatihan kesehatan untuk mengukur dan menginterpretasikan hasil tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Penilaian menggunakan angket untuk mengukur pengetahuan remaja dan observasi keterampilan serta kemampuan menginterpretasikan hasil pengukuran tekanan darah. Mitra PKM adalah Lembaga Swadaya Masyarakat Gurah Nurani Indonesia yang beranggotakan 10 orang kader dari Desa Pasie Nan Tigo dan 28 orang dari Kecamatan Parupuk Tabing. Sebanyak 38 kader pemuda mengikuti kegiatan PKM. Kedua mitra ini berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya yang merupakan mitra PKM unggulan. Hasil PKM menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan kader remaja tentang merawat penderita hipertensi dari pengetahuan kurang 92,1% menjadi pengetahuan baik 97,4% dan 100% kader remaja terampil melakukan pengukuran tekanan darah dan mampu membaca hasil pengukuran. Rekomendasi untuk mensosialisasikan kegiatan ini kepada seluruh remaja yang memiliki keluarga dengan hipertensi sebagai upaya peningkatan kesehatan keluarga. Abstract: The limited number of health workers (Nakes) at the Puskesmas is the main obstacle in monitoring the health of people with hypertension in the community. The availability of youth cadres in the community has great potential as human resources that can assist health workers in caring for people with hypertension at home or when a disaster occurs. It is essential because Padang is also a high-risk area prone to disasters. Community service activities (PKM) aim to provide simple knowledge and skills about treating hypertension sufferers. The method uses health education and training to measure and interpret blood pressure results using a digital tensimeter. The assessment used a questionnaire to measure adolescent knowledge and observation of skills and ability to interpret blood pressure measurement results. The PKM partner is the Gurah Nurani Indonesia Non-Governmental Organization, which has ten cadres from the Pasie Nan Tigo Village and 28 from the Parupuk Tabing Sub-District. A total of 38 youth cadres took part in PKM activities. These two partners are in the working area of the Lubuk Buaya Health Center, which is the leading PKM partner. The PKM results showed an increase in the level of knowledge of youth cadres about caring for people with hypertension from less knowledge of 92.1% to good knowledge of 97.4% and 100% of youth cadres skilled at taking blood measurements and being able to read blood pressure measurement results. The recommendation is to socialize this activity for all adolescents who have families with hypertension as an effort to improve family health.
DIGITALISASI INDUSTRI KREATIF BISNIS PLAN LIMBAH ALAM ERA PADEMI COVID-19 Lesi Hertati; Lili Syafitri; Asmawati Asmawati; Terttiavini Terttiavini; Lukita Tripermata
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11921

Abstract

Abstrak: Business plan industri sangat membantu dalam memasarkan produk melalui digitalisasi produk yang dijual yaitu kreativitas produk dari limbah alam dengan bantuan business plan. Masyarakat belum memahami tentang business plan dalam memasarkan produk hasil industri kreatif limbah alam. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim kegiatan pengabdian masyarakat yang berjumlah 7 orang 3 dosen dan 4 orang mahasiswa melakukan kegiatan untuk mendukung program MBKM 2022 di Universitas Indo Global Mandiri yaitu program studi ekonomi dan sistem informasi bekerja sama dengan desa Lubuk Linggau provinsi Sumatera Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan Mitra yaitu masyarakat marjinal mandiri berjumlah 25 orang guna meningkatkan penghasilan dari penjualan limbah alam. Kegiatan pengabdian ini dengan melakukan pre-test dan post test terdiri dari lima variabel yaitu Industri Kreatif, Sampah Alam, Produk Lokal, Ekonomi Keluarga, Usaha Mandiri. Tujuan kegiatan ini agar masyarakat memahami cara pencatatan akuntansi yang baik secara digitalisasi. Untuk mendukung perekonomian masyarakat marjinal kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 6 bulan. Persentase tertinggi pada variabel P4 adalah sampah alam sebesar 3,5% dan persentase terendah pada variabel P4 yaitu ekonomi keluarga sebesar 1%. Secara keseluruhan persentasenya 23% mengalami peningkatan penghasilan. Dengan demikian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam industri kreatif harus dibarengi secara berkesinambungan dan perlu pengawasan dan pembinaan yang baik dalam memanfaatkan limbah alam dari pelepah sawit dijadikan industri kreatif, seperti sapu halaman, dompet, sandal piring dan wadah buah hingga meningkat tajam.Abstract: Industrial business plans are very helpful in marketing products through digitizing the products being sold, namely product creativity from natural waste with the help of a business plan. The community does not understand the business plan in marketing products from the natural waste creative industry. To overcome this problem, a team of community service activities consisting of 7 people 3 lecturers and 4 students carried out activities to support the 2022 MBKM program at Indo Global Mandiri University, namely the economics and information systems study program in collaboration with Lubuk Linggau village, South Sumatra province. The purpose of this activity is to create Partners, namely independent marginal communities totaling 25 people to increase income from the sale of natural waste. This service activity by conducting a pre-test and post-test consists of five variables, namely Creative Industries, Natural Waste, Local Products, Family Economy, Independent Business. The purpose of this activity is for the public to understand how to record good accounting digitally. To support the economy of marginalized communities, this activity was carried out for approximately 6 months. The highest percentage in the P4 variable is natural waste by 3.5% and the lowest percentage in the P4 variable is the family economy by 1%. Overall the percentage is 23% experiencing an increase in income. Thus it shows that community service activities in the creative industry must be accompanied on an ongoing basis and need good supervision and guidance in utilizing natural waste from palm fronds to be used as creative industries, such as yard brooms, wallets, plate slippers and fruit containers to increase sharply.
EDUKASI PENDUKUNG KESEHATAN IBU MENYUSUI MELALUI MEDIA CAKRAM TERAPI KOMPLEMENTER Rini Rahmayanti; Fitri Wahyuni; Miranda Sari; Novria Wulansari; Maisafa Windi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12218

Abstract

Abstrak: Cakupan pemberian ASI terendah pada tahun 2021 yaitu 20,1% di RW 02 Kecamatan Nanggalo Kota Padang dengan target cakupan pemberian ASI eksklusif nasional yakni sebesar 80%. Permasalahan didapatkan bahwa kelompok ibu menyusui belum mengetahui cara untuk mengatasi masalah selama masa menyusi, ibu tidak memahami terapi komplementer yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut dan belum ada media yang menarik dalam pemberian edukasi sebelumnya. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu melakukan terapi komplementer dalam penanganan masalah menyusui dengan menggunakan media cakram. Metode pelaksanaan model kerjasama kemitraan dengan Kader Kesehatan dan ibu menyusui melalui penyuluhan dan pelatihan menggunakan cakram. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli-Okotober 2022 dengan diikuti sebanyak 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu dalam penanganan masalah menyusui menggunakan terapi komplementer sebesar 49,4% dengan rata-rata nilai pretest 56.89% menjadi 85% pada posttest. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat digunakan sebagai promosi kesehatan dan pemanfaatan cakram terapi komplementer sebagai upaya peningkatan kesehatan ibu menyusui. Abstract: The lowest coverage of breastfeeding will be in 2021, which is 20.1% in RW 02, Nanggalo District, Padang City with the target coverage for exclusive breastfeeding nationwide, which is 80%. The problem was found that the group of breastfeeding mothers did not know how to solve problems during breastfeeding, mothers did not understand complementary therapies that could be used to overcome these problems and there was no interesting media in providing previous education. The purpose of this service is to increase the knowledge and ability of mothers to do complementary therapy in handling breastfeeding problems using disc media. The method of implementing the partnership model with Health Cadres and breastfeeding mothers is through counseling and training using discs. This activity was held in July-October 2022 with 20 participants participating. The results of the activity showed an increase in knowledge and ability of mothers in handling breastfeeding problems using complementary therapy by 49.4% with an average pretest score of 56.89% to 85% in the posttest. This community empowerment activity can be used as a health promotion and use of complementary therapy discs as an effort to improve the health of breastfeeding mothers.