cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
RESTRUKTURISASI SISTEM DAN TATA KELOLA WISATA MELALUI PENDEKATAN DESA WISATA DAN COMMUNITY BASED TOURISM KABUPATEN BANTUL Dani Fikri Setiawan; Defia Ifsantin Maula; Tiya Nuryani; Asri Dwi Ariyani; Meutia Layli
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13967

Abstract

Abstrak: Berbagai potensi wisata dan kearifan lokal sekitar Unit Wisata Banjaran, unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Guwosari Maju Sejahtera Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul, belum diberdayakan secara optimal, kesadaran dan koordinasi masyarakat dengan BUMDes belum terbentuk secara utuh dan baik, operasioal berjalan tanpa peninjauan optimal dari BUMDes. Solusi implementatif pendampingan restrukturisasi sistem dan tata kelola wisata melalui Focus Group Discussion (FGD) ditawarkan guna meningkatkan pemahaman bagaimana potensi wisata dan kearifan lokal dapat diberdayakan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat serta bagaimana sinergisme kolaborasi antar pihak seharusnya dijalankan. Secara bersamaan pedoman restrukturisasi sistem dan tata kelola wisata dirumuskan sebagai panduan masyarakat dalam revitalisasi Unit Wisata Banjaran. Peserta pendampingan berjumlah 12 orang terdiri dari pengelola BUMDes, kepala dukuh, serta warga pengelola terdahulu dan berjalan. Hasil pendampingan diperoleh rumusan rekomendasi restrukturisasi melalui pendekatan desa wisata dan Community Based Tourism (CBT) yang termuat dalam buku “Restrukturisasi Sistem dan Tata Kelola Unit Wisata Banjaran”, dimana hampir 99% peserta pendampingan mengungkapkan persetujuan atas berbagai rekomendasi yang tercantum.Abstract: Various tourism potentials and local wisdom around the Banjaran Tourism Unit, a business unit of the Village-Owned Enterprises (BUMDes) Guwosari Maju Sejahtera Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul, have not been optimally empowered, community awareness and coordination with BUMDes have not been fully and well formed, operations are running without optimal review from BUMDes. Implementative solutions to assist the restructuring of tourism systems and governance through Focus Group Discussions (FGDs) are offered to increase understanding of how tourism potential and local wisdom can be empowered so as to provide benefits to the community and how collaborative synergism between parties should be carried out. Simultaneously, guidelines for restructuring the tourism system and governance were formulated as a community guide in revitalizing the Banjaran Tourism Unit. Assistance participants totaled 12 people consisting of BUMDes managers, dukuh heads, and residents of previous and current managers. The results of the assistance obtained the formulation of restructuring recommendations through the approach of village tourism and Community Based Tourism (CBT) contained in the book "Restructuring the System and Governance of the Banjaran Tourism Unit", where almost 99% of the mentoring participants expressed approval of the various recommendations listed. 
OPTIMALISASI PENGETAHUAN KESEHATAN IBU ANAK DAN APLIKASI SAYANG BUNDA Harsono Harsono; Hargianti Dini Iswandari; Rinayati Rinayati; Sigit Sugiharto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13589

Abstract

Abstrak: Tingginya angka stunting, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang diperparah dengan tingginya jumlah kasus ibu hamil risiko tinggi, ibu hamil dengan anemia dan kurang energi kronik (KEK) di kota semarang masih menjadi sorotan dalam bidang kesehatan. Dinas Kesehatan kota semarang membuat terobosan dalam gerakan ibu anak sehat, salah satunya dengan peluncuran aplikasi sayang bunda. Edukasi terhadap kader dan ibu hamil merupakan salah satu bentuk implementasi kegiatan yang dapat dijadikan sebagai salah satu upaya memaksimalkan program pemerintah dalam menurunkan AKI dan AKB. Tingkat pengetahuan ibu hamil dan kader posyandu RW IV gondoriyo semarang tentang kesehatan ibu anak dan aplikasi sayang bunda dirasa masih belum optimal sehingga dikhawatirkan dapat berdampak pada layanan dan monitoring kesehatan ibu hamil. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan ibu hamil dan kader RW IV Gondoriiyo semarang tentang kesehatan ibu anak dan implementasi aplikasi sayang bunda. Mitra yang dilibatkan dalam kegiatan PKM ini yaitu Ketua PKK RW IV Gondoriyo Semarang dengan peserta kegiatan adalah kader posyandu balita dan ibu hamil di wilayah RW IV Gondoriyo sebanyak 18 orang. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui kegiatan ceramah, pendampingan dan observasi serta evaluasi. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dan kader, hal ini terlihat dari rata-rata skor pre-posttest yang mengalami kenaikan dari semula 69 menjadi 80 sehingga dapat dsimpulkan bahwa kegiatan Pengabdian Masyarakat sesuai dengan yang diharapkan.Abstract: The high rate of stunting, maternal mortality (MMR) and infant mortality (IMR) which is exacerbated by the number of cases of high-risk pregnant women, pregnant women with anemia and chronic energy deficiency (KEK) in the city of semarang are still ini the spotlight in the health sector. The Semarang City Health Office made a breakthrough in the movement of healthy mothers and children, one of which was the launch of the “love Mother” application. Education for cadres and pregnant women is one form of implementation of activities that can be used as an effort to maximize government programs in reducing MMR and IMR. The level of knowledge of pregnant women and posyandu cadres of RW IV Gondoriyo Semarang about maternal and child health and the application pf “Lpve Mother” is still not optimal, so it is feared that it could have an impact on health services and monitoring of pregnant women. This community service aims to optimize the knowledge of pregnant women and cadres of RW IV Gondoriyo Semarang about maternal and child health and the implementation of the mother’s love application. The partners involved in this PKM activity were the chairperson of the PKK RW IV Gondroiyo Semarang with the activity participants being posyandu cadres for tolddlers and pregnant women in the RW IV Gondoriyo region as many as 18 people. The method of implementing comactivities is through lectures, mentoring and observation and evaluation. The results of community service activities show an increase in knowledge of pregnant women and cadres, this can be seen from the average pre=post tes score which has increased from 69 to 80 so it can be concluded that communitiy service ectivities are as expected.
PEMBERDAYAAN SANTRI PEREMPUAN BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK KIMIA INDUSTRI RUMAH TANGGA PADA PONDOK PESANTREN USSYAQUL QURAN, KENDAL Muhammad Muhammad; Mokh Sya'roni; Nida Alkhawa; Titik Rahmawati; Ella Izzatin Nada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13107

Abstract

Abstrak: Pondok Pesantren di Indonesia sudah banyak melakukan pengembangan. Namun sayangnya tidak sedikit santri putri di banyak pesantren tidak mendapatkan pendidikan kewirausahaan. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk membawa wawasan gender di pondok pesantren sekaligus membekali santri putri dengan keterampilan dan kewirausahaan sehingga berkontribusi secara ekonomi kedepannya. Program ini menggunakan metode Participatory action reseacrh (PAR) dan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan pembuatan produk rumah tangga dan melewati beberapa tahapan; pemetaan dan identifikasi masalah, focused group discussion, persiapan kegiatan, sosialisasi program, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring evaluasi. Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian, LPPM UIN Walisongo Semarang, Pengasuh dan Jajaran Pengurus, dan 20 peserta santri putri Pondok Pesantren Usysyaqul Quran. Berdasarkan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara partisipatif, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap belajar, dan keterampilan membuat beberapa produk rumah tangga pada santri peserta. Kedepan tentunya perlu adanya pelatihan-pelatihan lanjutan seperti branding dan pemasaran.Abstract: Islamic boarding schools in Indonesia have done a lot of development. Unfortunately, many female students in Islamic boarding schools do not get entrepreneurship education. Therefore, it aims to bring gender insight into Islamic boarding schools as well as equip female students with skills and entrepreneurship so that they can contribute economically in the future. This program used participatory action research (PAR) and was carried out in the form of training on making household products and went through several stages; mapping and problem identification, focused group discussions, activity preparation, program socialization, activity implementation, and evaluation monitoring. This activity involved the community service team, LPPM UIN Walisongo Semarang, caretakers, Board and 20 female student participants of Pondok Pesantren Usysyaqul Quran, Kendal.. Based on participatory monitoring and evaluation, it can be concluded that this activity, in addition to being successful in making several household products, has also brought about changes in the form of increased knowledge, skills and learning attitudes of female students at the Usysyaqul Qur'an Islamic Boarding School, Kendal. In the future, surely, there is a need for further training such as branding and marketing.
PERAN KARANG TARUNA DALAM PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL Yusni Podungge; Nurhidayah Nurhidayah; Sri Yulianti Mile; Fitriyani T Gue; Avia Dwi Ananda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13171

Abstract

Abstrak: Antenatal care merupakan faktor protektif terhadap komplikasi. Sejak awal merupakan cara yang efektik untuk mencegah morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil. Salah satu upaya pemerintah dalam pelayanan kesehatan ibu hamil adalah dengan program Kelas Ibu Hamil (KIH). Bulotadaa Timur merupakan salah satu wilayah yang ada di Kecamatan Sipatana yang memiliki ibu hamil sebanyak 20 orang dimana ibu hamil jarang untuk ikut pelaksanaan kelas KIH dan 20 orang karang taruna. Karang taruna merupakan remaja putri yang akan mendapatkan materi tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu anak, selain itu juga remaja putri mengunjungi ibu hamil dalam kegiatan kelas ibu hamil, serta dilaksanakan pendampingan pelaksanaan kelas ibu hamil di masa pandemic Covid-19. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar karang taruna berperan aktif dalam pelaksanana kelas ibu hamil. Dengan dilakukannya kelas ibu hamil adanya peningkatan pengetahuan remaja sebesar 18.04%, dan pada sikap kehamilan remaja meningkat menjadi 29.57%, serta karang taruna berperan aktif dalam pelaksanaan KIH serta meningkatkan partisipasi ibu hamil dalam pelaksanaan kelas ibu hamil menjadi 55%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksanan dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana dan Puskesmas Sipatana. Abstract: Antenatal care (ANC) is a protective factor against complications. Since the beginning is an effective way to prevent morbidity and mortality in pregnant women.. East Bulotadaa is one of the areas in Sipatana Subdistrict which has 20 pregnant women where pregnant women rarely participate in the implementation of the pregnant women class (KIH) and 20 Karang taruna (youth organization). Karang taruna (youth organization) is a young woman who will get material on reproductive health and maternal child health, in addition to that young women also visit pregnant women in class activities for pregnant women, as well as assistance in the implementation of classes for pregnant women during the Covid-19 pandemic. The purpose of community service activities is to make cadets play an active role in implementing classes for pregnant women. With the implementation of the pregnant women class, there was an increase in adolescent knowledge by 18.04%, and in adolescent pregnancy attitudes increased to 29.57%, and cadets played an active role in the implementation of KIH and increased the participation of pregnant women in the implementation of pregnant women's classes to 55%. Community service activities were carried out well and received full support from the government of East Bulotadaa Village, Sipatana District and Sipatana Health Center.  
EDUKASI KEDEKATAN ORANG TUA DALAM PENYAMPAIAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PUTRA-PUTRI DALAM KELUARGA Ivanna Beru Brahmana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13936

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Informasi yang tepat mengenai pubertas dan cara penyampaian yang mengena sangat diperlukan. Pemahaman yang keliru tentang organ reproduksi berisiko menimbulkan perilaku menyimpang dari para remaja. Pembekalan pemahaman ibu terhadap organ reproduksi perlu dilakukan. Tujuan meningkatkan pemahaman para ibu mengenai organ reproduksi agar dapat memberikan informasi yang tepat bagi putra-putri mereka. Metode: Penyuluhan yang didahului dan diakhiri dengan pretest dan postest. Tanya jawab dan diskusi memperdalam pemahaman peserta tentang materi yang disampaikan. Hasil: Peserta berasal dari PCA Klaten Tengah dan Juwiring, sejumlah 26 orang. Rerata nilai pretest 76, meningkat menjadi 97 pada rerata nilai postest. Kuesioner kesiapan berdiskusi para peserta dengan putra-putri mereka menunjukkan: sebelum penyuluhan terdapat 10% peserta yang merasa mantap, tidak yakin 35%, dan ragu-ragu 55%, sedangkan setelah penyuluhan kemantapan peserta menjadi 100%, tidak ada yang tidak yakin dan tidak ada yang ragu-ragu. Kesimpulan: Penyuluhan meningkatkan pemahaman peserta mengenai organ reproduksi dan memantapkan berdiskusi dengan putra-putri mereka mengenai kesehatan reproduksi.Abstract: Background: Mothers are the first school for their children. Precise information about puberty and the way of delivery that hits is very necessary. Misunderstanding about the reproductive organs risks causing deviant behavior in adolescents. Provision of mother's understanding of the reproductive organs needs to be done. Purpose: to increase mothers' understanding of the reproductive organs so that they can provide the right information for their children. Method: Counseling which is preceded and ended with pretest and posttest. Questions and answers and discussion deepen participants' understanding of the material presented. Results: Participants came from Central Klaten and Juwiring PCA, a total of 26 people. The average pretest value is 76, increasing to 97 in the posttest average value. The readiness questionnaire for discussing participants with their children showed: before counseling there were 10% of participants who felt stable, 35% unsure, and 55% doubtful, whereas after counseling the participants' stability became 100%, no one was unsure and unsure some have doubts. Conclusion: Counseling increases participants' understanding of reproductive organs and strengthens discussions with their children about reproductive health. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK GUNA MENCIPTAKAN GENERASI SEHAT BEBAS STUNTING Windi Wulandari; Indar Hidayat; Siti Nur Rofiatul Hidayah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13491

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah gizi yang dihadapi negara Indonesia dan saat ini pemerintah masih mengupayakan penurunan angka stunting. Dalam upaya penurunan stunting, ibu yang memiliki baduta atau balita dan peran kader kesehatan menjadi sasaran dalam membantu pemerintah. Praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA) sudah yang kurang tepat dapat menjadi faktor risiko terjadinya stunting. Dalam praktik PMBA perlu memperhatikan personal hygiene dari ibu, personal hygiene yang kurang saat praktik PMBA dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare. Anak yang sering menderita infeksi mudah mengalami masalah gizi, hal tersebut dikarenakan proses penyerapan zat gizi dalam tubuh tidak maksimal. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan personal hygiene dalam praktik PMBA. Mitra dalam pengabdian ini adalah ibu yang memiliki bayi dan baduta di desa Kujon Kecamatan Ceper Klaten sebanyak 32 peserta. Metode dilakukan dengan penyuluhan dan diskusi, pemasangan poster dan pemberian pre-posttest. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian diketahui bahwa pengetahuan ibu sudah baik, hal ini ditunjukkan pada saat kegiatan stimulasi sebelum penyampain materi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan secara lisan hanya ada 3-4 responden yang menjawab dengan benar. Setelah penyampain materi dan diskusi pengetahuan ibu bayi dan baduta meningkat, hal ini ditunjukkan dengan hasil posttest yang memiliki nilai rata-rata sebesar 77,6. Abstract: Stunting is still a nutritional problem faced by the State of Indonesia and the government is currently working to reduce stunting. In an effort to reduce stunting, mothers who have baduta or toddlers and the role of health cadres are targeted in helping the government. The practice of feeding babies and children is inappropriate can be a risk factor for stunting. In the practice of eating babies and children need to pay attention to personal hygiene from the mother, a lack of personal hygiene during the practice of feeding babies and children can increase the risk of infectious diseases such as diarrhea. Children who often suffer from infections are easy to experience nutritional problems, this is because the process of absorption of nutrients in the body is not optimal. The purpose of this service is to increase personal hygiene knowledge in the practice of infant and child feeding. Mitra in this service is a mother who has a baby and Baduta in Kujon Village, Ceper Klaten District, 32 participants. The method is carried out by counseling and discussion, poster installation and pre-post testing. Based on the results of the service activity it is known that the mother's knowledge is good, this is shown at the time of stimulation activities before the delivery of material by giving questions verbally there are only 3-4 respondents who answered correctly. After the delivery of material and discussion of the knowledge of the baby's mother and Baduta increased, this is indicated by the results of the posttest which has an average value of 77.6.  
EDUKASI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN ACEH TAMIANG MELALUI TEKNOLOGI PAKAN PELET RAMAH LINGKUNGAN Baihaqi Baihaqi; Agus Putra AS; Silvia Anzitha; Muhammad Jamil; Imran Imran
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12889

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi kelompok pembudidaya ikan kabupaten Aceh Tamiang melalui teknologi pakan pelet ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang tercatat melalui lembar post test memperlihatkan sebanyak 6 anggota kelompok (27,2%) memahami tata cara pembuatan pakan, 7 anggota pokdakan jasa tambak (31,8%) mengetahui prosedur penggunaan mesin pakan dan 3 anggota lainnya (13,6%) memahami tatacara pengisian buku pencatatan produk dan 8 anggota pokdakan (38%) memahami materi bentuk dan warna pakan pelet yang baik. Disimpulkan bahwa 7 anggota pokdakan sinar tambak (31,8%) mengetahui prosedur penggunaan mesin pakan, 3 anggota kelompok yang lain (13,6%) memahami tatacara pengisian buku pencatatan produk dan pengunaan mesin pakan pelet mampu meningkatkan protein pada tepung ikan hingga 27%. Abstract: This community service (PKM) aims to educate Aceh Tamiang district fish farming groups through environmentally friendly pellet feed technology. The method used is an educative approach and technology transfer through a series of activity stages including coordination, outreach, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of activity recorded through the post test sheet showed that 6 group members (27.2%) understood the procedure for making feed, 7 members of the fish pond service group (31.8%) knew the procedure for using feed machines and 3 other members (13.6 %) understood the procedure for filling in the product record book and 8 members of the Pokdakan (38%) understood the shape and color of good pellet feed. It was concluded that 7 members of the Pokdakan Sinar Tambak (31.8%) knew the procedure for using a feed machine, 3 other group members (13.6%) understood the procedure for filling out a product record book and using a pellet feed machine was able to increase protein in fish meal by up to 27%.  
PENINGKATAN PENGETAHUAN MELALUI EDUKASI STRATEGI BISNIS DIGITAL DAN PEMANFAATAN MARKETPLACE PADA KELOMPOK PENGRAJIN TENUN TRADISIONAL PONTIANAK Alda Cendekia Siregar; Istikoma Istikoma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13363

Abstract

Abstrak: Warisan budaya perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak punah. Kain tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Salah satu kain tradisional yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan kepada dunia adalah kain tradisional khas Kalimantan Barat. Di Kalimantan Barat terdapat beberapa lokasi tempat produksi kain tenun tradisional. Kampung tenun “Kanun” dihuni oleh sejumlah sekelompok ibu-ibu berusia 30 tahun keatas yang memiliki keahlian menenun. Banyaknya jumlah pengunjung wisatawan lokal dan international tidak membuat perekonomian warga kampung tenun khususnya kelompok penenun menjadi meningkat hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan tentang marketing. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan mitra dalam hal digital marketing dan pemanfaatan marketplace. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif dari masyarakat. Metode penyampaian materi sosialisasi dibuat dengan menarik dan mudah dipahami. Implementasi pemanfaatan marketplace dipraktekkan secara langsung kepada peserta. Evaluasi dilakukan dengan melihat peningkatan jawaban benar dan berkurangnya jawaban salah saat pretest dan posttest. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman peserta mengenai bisnis digital, dimana peningkatan pengetahuan terlihat dari jawaban benar yang meningkat dari 38% saat pretest menjadi 77% saat posttest, sedangkan jawaban salah berbanding terbalik dengan jawaban benar yaitu 62% saat pretest dan 23% saat posttest. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang sangat besar dan tepat sasaran bagi Kelompok Pengrajin Tenun. Para pengrajin tenun dapat menerapkan ilmu-ilmu yang telah diberikan saat sosialisasi untuk mengembangkan penjualan produk secara online. Bentuk kegiatan seperti ini merupakan bentuk yang sangat efektif untuk memberikan penyegaran dan tambahan wawasan di bidang marketing digital bagi pengrajin tenun tradisional. Abstract: Cultural heritage needs to be maintained and preserved so that it does not become extinct. Traditional cloth is one of Indonesia's cultural heritage. One of the traditional fabrics that needs to be preserved and introduced to the world is the traditional cloth typical of West Kalimantan. In West Kalimantan there are several locations where traditional woven fabrics are produced. Weaving village "Kanun" which is located in RW.15, Gang. Sambas Jaya, Batu Layang Village, North Pontianak District is one of the villages that has the potential to become a center for traditional West Kalimantan cloth crafts. The “Kanun” weaving village is inhabited by a group of women aged 30 years and over who have weaving skills. The large number of local and international tourist visitors did not increase the economy of the weaving village residents, especially the weaving group, this was due to the lack of knowledge about marketing. The solution offered to overcome the problems faced by the residents of the Batu Layang “Kanun” weaving village was socialization regarding business strategies in the digital era as well as implementation of marketplace for marketing. The purpose of this service activity is to increase partners' knowledge in terms of digital marketing and use of the marketplace. The method used in this activity is a participatory method from the community. The method of delivering socialization material is made interesting and easy to understand. The implementation of using the marketplace is practiced directly with the participants. Evaluation is done by looking at the increase in correct answers and the decrease in wrong answers during the pretest and posttest. The percentage of correct answers is greater than the wrong answers, indicating an increase in participants' understanding of digital business, where an increase in knowledge can be seen from the correct answers which increased from 38% during the pretest to 77% during the posttest, while wrong answers were inversely proportional to the correct answers, namely 62% during pretest and 23% at posttest. It can be concluded that this activity is able to provide enormous benefits and is right on target for the Weaving Craftsmen Group. Weaving craftsmen can apply the knowledge that has been given during the socialization to develop product sales online.  
SIAP DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI MELALUI KELAS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SADARI Putri Mulia Sakti; Muliani Muliani; Yuli Admasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13771

Abstract

Abstrak: Tumor payudara telah banyak ditemukan pada usia muda, hanya sekitar 5% saja tumor payudara yang ditemukan pada usia di atas 50 tahun. Tumor pada payudara dapat berpotensi menjadi kanker payudara bila tidak terdeteksi lebih awal. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan Pendidikan dan pelatihan SADARI pada remaja putri agar siap mendeteksi dini kanker payudara. Mitra pada kegiatan ini adalah Pustu Pombewe, wilayah kerja Puskesmas Biromaru Kabupaten sigi, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan praktikum tentang cara melakukan SADARI. Terdapat 20 orang remaja putri yang hadir mengikuti kegiatan ini. Tingkat pengetahuan remaja putri di ukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan dan praktikum. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 50% dari sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan praktikum. Tingkat pengetahuan pre-test memiliki pengetahuan baik sejumlah 35% dan kurang sejumlah 65% sedangkan tingkat pengetahuan post-test memiliki tingkat pengetahuan baik sejumlah 85% dan kurang sejumlah 15%.Abstract: Breast tumors have been found a lot at a young age, only about 5% of breast tumors are found at the age of over 50 years. Tumors in the breast can potentially become breast cancer if not detected earlier. The purpose of this service is to provide SADARI education and training to young women to be ready to detect breast cancer early. The partner in this activity is Pustu Pombewe, the working area of the Biromaru Health Center, Sigi Regency, Central Sulawesi. The methods used are in the form of counseling and practicum on how to do SADARI. There were 20 young women who attended this activity. The level of knowledge of young women is measured using questionnaires before and after counseling and practicum. The results obtained there was an increase in knowledge by 50% from before and after counseling and practicum. The pre-test knowledge level has a good knowledge of 35% and less than 65% while the post-test knowledge level has a good knowledge level of 85% and less than 15%.  
PEMANFAATAN ECO-ENZYME DALAM KEGIATAN PRAKTIK BELAJAR LAPANGAN KEPADA MASYARAKAT Muhammad Roofiif Hidayat; Clara Acoustia; Vinka Islami Zaitun; Citra Anggraini Dirhan; Siti Fadilla Nurhasanah; Olia Renata Audina; Rusdi Rusdi; Reni Suhelmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13665

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan Negara penghasil sampah tahunan dengan jumlah yang cukup banyak. Eco-Enzyme merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organic seperti ampas buah dan sayur-sayuran, gula (gula cokelat, gula merah, atau gula tebu) air. Hasil fermentasi tersebut menghasilkan larutan berwarna cokelat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat untuk mengolah sampah dari tingkat rumah tangga khususnya sampah organik. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berupa pelatihan pembuatan Eco-Enzyme dengan responden 18 orang, kegiatan berjalan dengan baik dan seluruh masyarakat antusias. Hasil Uji Paired dengan software SPSS memperoleh nilai sig (2-failed) sebesar 0,001 < 0,005, berdasarkan pre post test yang telah dilakukan pengetahuan responden tentang Eco-Enzyme pada pre-test sebesar 44,4% dan terjadi peningkatan pada post-test sebesar 88,8%, Maka dapat disimpulkan bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan terkait Eco-Enzyme di RT.07, RT.08, RT.09 dan RT.10 Kelurahan Sindang Sari.Abstract: Indonesia is an annual garbage-producing country with a considerable amount of waste. Eco-Enzyme is the product of fermentation of organic kitchen waste such as fruit and vegetables, sugar (brown sugar, red sugar, or sugar cane) water. The fermentation results in a dark brown solution and has a strong sweet acid fermentation scent. The purpose of this service is to educate the public to process waste from the household level, especially organic waste. The method used is counseling in the form of Eco-Enzyme manufacturing training with 18 respondents, activities are going well and the whole community is enthusiastic. The results of the Paired Test with SPSS software obtained a sig (2-failed) of 0.001 ± 0.005, based on a pre-test conducted by respondents on Eco-Enzyme in pre-testing of 44.4% and a post-test increase of 88.8%, so it can be concluded that there was an increase in Eco-related knowledgeT.07, RT.08, RT.09 and RT.10 Sindang Sari Village.