cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI DAN DEMONSTRASI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ni Putu Parama Acintya Sari Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13574

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu permasalahan tumbuh kembang anak di Indonesia. Stunting ditandai dengan tidak linernya antara tinggi badan anak dengan usianya. Identifikasi masalah yang dilakukan diperlukannya program kerja yaitu Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan Demonstrasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Tujuan yang diharapkan adalah setiap ibu dapat bersedia mengaplikasikan rekomendasi PMBA kepada bayi dan anak dirumah. Kegiatan ini melibatkan mitra sebanyak 11 orang yang terdiri dari ketua tim PKK, Kepala Desa Kedayunan, staf pemerintah Desa Kedayunan, bidan desa, dan kader dari Dusun Krajan Desa Kedayunan. Mitra sasaran dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat terdiri dari 31 orang. Metode yang digunakan adalah pemberian informasi dan edukasi serta komunikasi dan diselingi dengan demonstrasi pembuatan makan bayi dan anak sehingga memudahkan para ibu untuk memahami konsep PMBA. Monitoring dilakukan dengan melakukan koordinasi pelaksanaan pengaplikasian PMBA kepada ibu kader di Dusun Krajan. Hasil yang dicapai adalah terdapat peningkatan sebesar 70% menjadi 70,96% ibu yang menjawab benar review yang diajukan dalam bentuk pertanyaan oleh koordinator.Abstract: Stunting is one of the problems of child development in Indonesia. Stunting is characterized by no liner between a child's height and age. Identification of the problems carried out requires a work program, namely Educational Information Communication (IEC) and Demonstrations of Feeding Infants and Children (PMBA). The expected goal is that every mother can be willing to apply IYCF recommendations to infants and children. This activity involved 11 partners consisting of the PKK team leader, Kedayunan Village Head, Kedayunan Village government staff, village midwife, and cadres from Krajan Hamlet, Kedayunan Village. Target partners in the implementation of community service consist of 31 people. The method used is to provide information and education as well as communication and interspersed with presentations on the manufacture of baby and child food so that it makes it easier for mothers to understand the concept of IYCF. Monitoring is carried out by coordinating the implementation of the IYCF application to female cadres in Krajan Hamlet. The results achieved were an increase of 70% to 70.96% of mothers who answered correctly the review submitted in the form of questions by the coordinator.
INTRODUKSI MICROGREEN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PANGAN SEHAT KELUARGA DAN EDUKASI GENERASI MUDA MASYARAKAT PERKOTAAN Tinjung Mary Prihtanti; Nugraheni Widyawati; Endang Pudjihartati; Djoko Murdono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13087

Abstract

Abstrak: Pertanian di perkotaan semakin dieksplorasi seiring berkembangnya teknik budidaya lahan sempit, serta berbagai alternatifnya. Microgreen merupakan salah satu alternatif bertanam di lahan sempit yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Kota Salatiga. Introduksi microgreen dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat dan teknik budidaya microgreen yang diharapkan mendukung kualitas pangan rumah tangga, materi edukasi bagi generasi muda, dan menjadi alternatif berwiusaha pertanian di lahan sempit. Kegiatan dilakukan pada bulan Februari 2022 dengan metode penyuluhan dan demonstrasi kepada masyarakat umum. Sejumlah 27 peserta terdiri dari guru, anak muda (SMA dan mahasiswa) menyatakan respon, berminat mencoba sendiri (78,9% peserta), merasa relevan diajarkan lebih lanjut pada sekitarnya (78,9%), dan perlunya pelatihan lanjutan (94,7%). Abstract: Agriculture in urban areas is increasingly being explored along with the development of narrow land cultivation techniques, as well as various alternatives. Microgreen is an alternative to planting on narrow land which is still not widely known by the people of Salatiga City. The introduction of microgreens is carried out to increase understanding of the benefits and cultivation techniques of microgreen which are expected to support the quality of household food, provide educational materials for the younger generation, and become an alternative for entrepreneurship in agriculture on narrow land. The activity was carried out in February 2022 with the method of counseling and demonstrations to the general public. A total of 20 participants consisting of teachers, young people (high school and university students) expressed a response, were interested in trying it themselves (78.9% of participants), felt it was relevant to be taught further in their surroundings (78.9%), and needed further training (94.7%).  
PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA MELALUI PEMERIKSAAN BUTA WARNA (IMPROVING WORK SAFETY THROUGH COLOR BLIND INSPECTION) Rahma Yulis; Hendy Lesmana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13160

Abstract

Abstrak: Buta warna adalah gangguan kesehatan yang pada beberapa profesi bisa mempengaruhi kapasitas dan keselamatan kerja. Permasalahan mitra adalah beberapa profesi ataupun pendidikan tinggi yang menjadi tujuan program keahlian siswa mereka, menjadikan buta warna sebagai salah satu syarat masuk. Tujuan kegiatan ini adalah membantu mitra mendeteksi dini buta warna pada siswa, sehingga siswa yang terdeteksi buta warna bisa diarahkan untuk memilih jurusan yang tidak mensyaratkan buta warna dalam pekerjaan atau studi lanjut. Metode pemeriksaan buta warna yang digunakan adalah metode Ishihara dengan 14 plate. Pengabdian masyarakat dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Tarakan, pada 03 Desember 2022 oleh dua dosen sebagai tim pemeriksa. Peserta sebanyak 36 siswa laki-laki dari kelas XII. Hasil pemeriksaan buta didapatkan dari 36 siswa, 34 (94%) siswa normal (tidak buta warna) dan 2 (6%) siswa mengalami buta warna parsial. Rekomendasi: siswa yang mengalami buta warna parsial direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis mata atau diarahkan untuk memilih jurusan lain. Abstract: Color blindness is a health problem that in several professions can affect their work capacity and safety. The partner's problem is that some professions or higher education which are the goals of their student expertise programs, making color blindness as one of the entry requirements. The purpose of this activity is to help partners early detect color blindness in students, so students who are detected color blind can be directed to choose majors that do not require color blindness in work or further studies. The color blindness inspection method used is the Ishihara method with 14 plates. Community service were carried out at a vocational high school in Tarakan City, on December 3, 2022 by two lecturers as an examination team. Participants were 36 male students from grade XII. This activity was carried out on December 3, 2022 by two lecturers as color blind examination team. Participants in this activity were 36 male students from grade XII. The results of examining color blindness were obtained from 36 students: 34 (94%) students were normal (not color blind) and 2 (6%) students had partial color blindness. Recommendation: students who have partial color blindness were recommended to carry out further examinations to an ophthalmologist or directed to choose a major.  
SOSIALISASI APLIKASI PELAYANAN MEDIS PENYAKIT HERPES MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MACHINE LEARNING Arif Rahman Hakim; Dewi Marini Umi Atmaja; Tugiman Tugiman; Amat Basri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13935

Abstract

Abstrak: Infeksi herpes merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian di masyarakat. Pengembangan aplikasi herpes (PEMPERS) dengan menggunakan teknologi machine learning merupakan salah satu solusi untuk membantu masyarakat dalam mengelola infeksi herpes mereka. Pengabdian kepada masyarakat aplikasi herpes (PEMPERS) ini dilakukan di RS. Medika Lestari, Tangerang, Banten. Adapun peserta yang hadir terdiri dari para staf rumah sakit, tenaga kesehatan, perawat, bidan, dokter dan masyarakat umum dengan jumlah peserta 30 orang. Pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai referensi bagi para peserta dapat mengetahui bahwa pemanfaat teknologi informasi berperan penting dalam mempermudah pengambilan keputusuan dalam mendiagnosa penyakit, dan sebagai sarana dalam mengedukasi masyarakat agar dapat meningkatkan pola hdup sehat di lingkungannya masing-masing. Pengabdian kepada masyarakat aplikasi herpes (PEMPERS) ini dilakukan melalui tahap Persiapan yaitu dengan melakukan obervasi dan wawancara kepada penderita penyakit maupun yang tidak, hasilnya dianalisa dan dirancangan dalam sebuah aplikasi. Tahap kedua adalah pelaksanaan yaitu mensosialisasikan aplikasi Herpes pada rumah sakit Medika Lestari yang berlokasi di di Jl. HOS Cokroaminoto No.56, RT.001/RW.012, Kel. Karang Timur., Kec. Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Tahap selanjutnya adalah evaluasi dan tindak lanjut dari hasil pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari kuesioner mengenai evaluasi aplikasi herpes (PEMPERS) ini menunjukan bahwa rata-rata dari peserta pelatihan yang menjawab Sangat Setuju sebanyak 83% sedangkan peserta pelatihan yang menjawab Tidak Setuju sebanyak 17%. Adapun masukan dari para peserta pelatihan aplikasi herpes (PEMPERS) ini antara lain penambahan fitur untuk mendeteksi penyakit kulit lain selain herpes. Oleh karena itu, perlu dilakukan riset yang lebih mendalam, pelatihan dan sosialisasi yang intensif, serta evaluasi yang berkala untuk meningkatkan efektivitas aplikasi herpes ini.Abstract: Herpes infection is a health problem that is still a concern in the community. The development of herpes application (PEMPERS) using machine learning technology is one of the solutions to help people manage their herpes infection. This community service for herpes application (PEMPERS) was conducted at RS Medika Lestari, Tangerang, Banten. The participants consisted of hospital staff, health workers, nurses, midwives, doctors and the general public with a total of 30 participants. This community service is carried out as a reference for participants to know that the use of information technology plays an important role in facilitating decision-making in diagnosing disease, and as a means of educating the public so they can improve healthy lifestyles in their respective environments. Community service for the application of herpes (PEMPERS) is carried out through the Preparation stage, namely by observing and interviewing people with the disease or not, the results are analyzed and designed in an application. The second stage is the implementation, namely socializing the Herpes application at the Medika Lestari hospital located on Jl. HOS Cokroaminoto No. 56, RT. 001/RW. 012, Kel. Karang Timur. Kec. Karang Tengah, Tangerang Kota, Banten. The next stage is the evaluation and follow-up of the results of community service PEMPERS. The results of the questionnaire regarding the evaluation of the herpes application (PEMPERS) showed that the average of the trainees who answered Strongly Agree was 83% while the trainees who answered Disagree was 17%. The input from the trainees of this herpes application (PEMPERS) includes the addition of features to detect other skin diseases besides herpes. Therefore, it is necessary to conduct more in-depth research, intensive training and socialization, and periodic evaluation to improve the effectiveness of this herpes application. 
PEMETAAN DAN PENGEMBANGAN DATA DESA PRESISI UNTUK JALUR WISATA BERBASIS MOBILE WEBGIS DI LINGKAR GEOPARK RINJANI Sitti Latifah; M. Husni Idris; Budhy Setiawan; Niechi Valentino; Eni Hidayati; Tedi Zulia Putra; Oktarino Ilham Wijayanto; Muhammad Anwar Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13487

Abstract

Abstrak: Keterbatasan dan kemudahan dalam mengakses data yang akurat menjadi salah satu kendala dalam pengembangan desa wisata di era digital pada desa-desa di lingkar Geopark Rinjani. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Wisata Karang Sidemen dengan tujuan (1) Meningkatkan kemampuan masyarakat sasaran dalam melakukan pemetaan dan menyajikan informasi spasial menggunakan sistem informasi geografis; dan (2) Membuat sebuah Mobile WebGIS untuk Android yang memudahkan masyarakat dan wisatawan dalam mengakses informasi spasial. Metode yang dipergunakan dalam pengabdian ini adalah Asset Based Community Development (ABCD), dimana pengembangan kegiatan didasarkan atas identifikasi potensi dengan tahapan: survey dan sosialiasi, pelatihan, pendampingan. Mitra yang menjadi sasaran dalam pengabdian ini adalah Pokdarwis Selendang Biru Rinjani yang beranggotakan 30 orang. Hasil yang dicapai melalui kegiatan PkM ini adalah: (1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan seluruh anggota Pokdarwis dalam memetakan dan menyajikan data spasial menggunakan aplikasi WebGIS; dan (2) Terbentuknya Informasi data Presisi Desa Berbasis WebGis yang dapat di aplikasikan melalui Android menggunakan Barcorde. Abstract: Lack and ease of accessing accurate data are one of the obstacles in developing tourism villages in the digital era in villages around the Rinjani Geopark. This Community Service Activity (PkM) was carried out in the Karang Sidemen Tourism Village with the objectives (1) Improving the target community's ability to carry out mapping and presenting spatial information using Geographical Infortion System; and (2) Creating a Cellular WebGIS for Android that makes it easier for the public and tourists to access spatial information. The method used in this service is Asset Based Community Development (ABCD), where the development of activities is based on the discovery of potential with the stages: survey and outreach, training, practice and assistance. Partners who are targeted in this service are Pokdarwis Selendang Biru Rinjani which has 30 members. The results achieved through this PkM activity are: (1) increasing the knowledge and skills of all Pokdarwis members in training and presenting spatial data using the WebGIS application; and (2) Formation of WebGIS-Based Village Precision Data Information that can be applied via Android using Barcorde. 
PELATIHAN PROSES PRODUK HALAL DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN SUMEDANG Syamsul Huda; Robi Andoyo; Siti Nurhasanah; Souvia Rahimah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12887

Abstract

Abstrak: Halal merupakan kewajiban bagi umat muslim, namun secara umum halal merupakan salah satu standar mutu yang harus dipenuhi agar produk dapat diperjual belikan di Indonesia. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang Proses Produk Halal (PPH), serta pemahaman tentang regulasi dan tata cara membuatan sertifikat halal, maka diadakan pelatihan terkait hal tersebut . Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Peserta pelatihan adalah pelaku IKM yang berada di Kabupaten Sumedang. Pelaku IKM ini belum memiliki sertifikat halal dan belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. Tujuan pelatihan ini adalah memahami konsep dasar produk pangan halal, meningkatkan pengetahuan dan keahlian pelaku IKM tentang proses produk halal, dan memahami regulasi sertifikasi halal. Abstract: Halal is an obligation for Muslims, but in general halal is one of the quality standards that must be met so that products can be traded in Indonesia. To increase awareness and knowledge about the Halal Product Process (PPH), as well as an understanding of regulations and procedures for making halal certificates, training is held in this regard. The method used in this training is Participatory Action Research (PAR). The training participants were IKM actors in Sumedang Regency. These IKM actors do not yet have a halal certificate and have never attended similar training before. The purpose of this training is to understand the basic concepts of halal food products, increase the knowledge and expertise of IKM actors regarding the process of halal products, and understand regulations for halal certification.  
PELATIHAN KREATIFITAS SEBAGAI MEDIA PELUANG USAHA DAN PENDAMPINGAN USAHA Apri Budianto; Enas Enas; Irma Darmawati Bastaman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13341

Abstract

Abstrak: Makanan Ringan olahan laut adalah salah satu hasil kerajinan khas Masyarakat Kampung Laut, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap yang masih mengalami kendala dalam pemasaran, terutama kemasan, dan periklanan. Untuk meningkatkan kreatifitas di bidang pemasaran terutama kemasan dan promosi, dibentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah upaya untuk membentuk kreatifitas Pengrajin Makanan Ringan sebagai media peluang usaha dan melakukan pendampingan usaha. Adapun manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berwirausaha bagi para pengrajin makanan ringan khas Kecamatan Kampung Laut Cilacap melalui pembentukan kelompok usaha bersama, memberdayakan potensi para pengrajin dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui peningkatan usaha ekonomi kreatif dan meningkatkan pendapatan ekonomi lokal dan wilayah pada umumnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut: (1) Focus Group Discussion (FGD); (2) Metode ceramah; dan (3) Metode demonstrasi untuk tahap pelatihan keterampilan pembuatan produk. Abstract: Seafood-processed snacks are one of the typical handicrafts of the Kampung Laut Community, Kampung Laut District, and Cilacap Regency that are still experiencing problems in marketing, especially packaging and advertising. To increase creativity in marketing, especially packaging and promotion, a joint business group (KUBE) was formed. The Joint Business Group (KUBE) is an effort to shape the creativity of snack food craftsmen as a medium for business opportunities and provide business assistance. The benefits of this activity are expected to foster an entrepreneurial spirit for typical snack food craftsmen in Kampung Laut Cilacap District through the formation of joint business groups and the potential for craftsmen to increase family income through increasing creative economic businesses and income, increasing the local economy and the region in general. The methods used in this activity are as follows: (1) Focus Group Discussion (FGD); (2) Lecture Method; and (3) Demonstration Method for the Product Skills Manufacturing Training Stage. 
EDUKASI PEMANFAATAN BAHAN RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI PUPUK ORGANIK KEPADA PETANI DI LOKASI FOOD ESTATE-BELU Onesimus Ke Lele; Desak Ketut Tri Martini; Yosni Kiuk; Erminia Pereira Do Santos; Putri Hasanah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13742

Abstract

Abstrak: Upaya edukasi dan pelatihan memproduksi pupuk organik secara mandiri kepada petani di lokasi food estate-Belu yang berada di wilayah perbatasan Republik Indonesia (RI)-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) perlu diberikan perhatian serius dari berbagai kalangan termasuk akademisi. Keterbatasan pengetahuan, informasi dan akses teknologi oleh pelaku usaha tani menjadi salah satu hambatan klasik tercapainya swasembada pangan dalam negeri. Dengan adanya penyuluhan dan pelatihan ini diharapkan para anggota kelompok tani Sahabat Group memiliki pengetahuan yang mendalam serta mampu secara praktis menyediakan Pupuk Organik Cair (POC) dan bokashi secara mandiri. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pupuk subsidi pemerintah dapat teratasi. Pelatihan ini memberikan edukasi manfaat POC dan bokashi yang bersumber dari bahan ramah lingkungan, mudah dan murah untuk diproduksi secara mandiri. Berdasarkan hasil evaluasi pada akhir kegiatan pengabdian ini, terlihat petani disadarkan akan pentingnya pupuk organik dan bahkan mampu memanfaatkan limbah dapur dan kotoran hewan yang dimilikinya secara mandiri sebagai pupuk organik untuk budidaya tanaman sehat. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil posttest yang 80-100%% petani telah sangat mengerti tentang pupuk organik. Meski demikian, perlu adanya sosialisasi yang masif, pelatihan serta pendampingan secara intensif agar petani terbiasa memproduksi hasil tanaman secara organik yang aman untuk dikonsumsi.Abstract: Education and training efforts to produce organic fertilizers independently for farmers in the food estate located- Belu in the border region of the Republic of Indonesia (RI) - Democratic Republic of Timor Leste (RDTL) need serious attention from various groups including academics. Limited knowledge, information and access to technology by farming actors is one of the classic obstacles to achieving domestic food self sufficiency. With this counseling and training, it is hoped that the members of the Sahabat Group farmer group will have in depth knowledge and be able to practically provide Liquid Organic Fertilizer (LOF) and bokashi independently. Thus, dependence on government subsidized fertilizers can be overcome. This training provides education on the benefits of LOF and bokashi which are sourced from environmentally friendly materials, easy and inexpensive to produce independently. Based on the results of the evaluation at the end of this community service activity, it can be seen that farmers are made aware of the importance of organic fertilizers and are even able to independently utilize kitchen waste and animal manure as organic fertilizers for cultivating healthy plants. This is evidenced by the results of the posttest in which 80-100% of farmers have a very good understanding of organic fertilizers. However, there is a need for massive outreach, training and intensive assistance so that farmers are used to producing organic crops that are safe for consumption.  
PELATIHAN MATEMATIKA GASING BAGI SISWA Lailin Hijriani; Justin Eduardo Simarmata
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13633

Abstract

Abstrak: Matematika masih dianggap menjadi mata pelajaran yang sulit, yang mengakibatkan menjadi momok menakutkan bagi sebagian siswa. Anggapan ini dapat mengakibatkan kurangnya minat siswa untuk belajar matematika. Jika terus dibiarkan maka akan berdampak pada kemampuan matematika siswa. Di sisi lain pentingnya mempelajari matematika sehingga sangat disayangkan jika mata pelajaran matematika masih menjadi mata pelajaran yang kurang diminati oleh siswa. Oleh sebab itu, untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul di sekolah, berbagai solusi ditawarkan salah satunya dengan menerapkan berbagai macam metode belajar. Metode belajar yang dapat digunakan sebagai salah satu solusi yaitu metode Gasing. Untuk dapat menerapkan metode belajar tersebut maka dilakukan Pelatihan Matematika Gasing. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan matematika siswa serta meningkatkan minat belajar matematika siswa dengan mengajarkan matematika secara gampang, asik, dan menyenangkan. Adapun hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan matematika siswa berdasarkan hasil posttest dengan rata-rata nilai sebesar 86,5 serta meningkatnya minat belajar matematika siswa terlihat pada respons positif yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner peserta pelatihan matematika Gasing.Abstract: Mathematics is still considered a difficult subject, which results in a frightening specter for some students. This assumption can lead to a lack of students’ interest in learning mathematics. If it continues, it will have an impact on students' mathematical ability. On the other hand, learning mathematics is important thing to learn at school, so it is very unfortunate that mathematics is still a subject that is less attractive to students. Therefore, to overcome various problems that arise in school, various solutions are offered, one of which is by applying various learning methods. We can be use one of the learning methods as a solution is the Gasing method. To be able to apply this learning method, Gasing Mathematics Training is carried out. Community service activity aims to improve students' understanding and mathematical abilities and to increase students' interest in learning mathematics by teaching mathematics in an easy (Gmpang), fun (Asik), and fun way (Menyenangkan). The results of the training showed an increase in students' understanding and mathematical abilities based on the results of the posttest with an average score of 86.5 and students' interest in learning mathematics was seen in the positive responses obtained from the results of filling out the questionnaires for the Gasing mathematics training participants. 
IPTEKS PENGEMBANGAN USAHA PENGGEMUKAN KAMBING PERANAKAN ETAWAH Usman Ali; Ach. Bagus Adiluhung Mardhotillah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13861

Abstract

Abstrak: Usaha penggemukan kambing ini dilakukan dalam rangka untuk memenuhi permintaan masyarakat sekitar untuk keperluan hajadan baik pernikahan, aqiqohan, syukuran, dan ulang tahun serta penyediaan hewan qurban pada Idul Adha setiap tahun Program PPM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta mengembangkan penggemukan kambing bagi dua peternak di Kedungkandang Kota Malang. Permasalahan yang dihadapi mitra , (1) Sulitnya pengadaan bahan pakan terutama hijauan segar; (2) Mitra tidak menggunakan konsentrat sehingga kurang nutrisi sehingga pertumbuhan rendah; (3) Penggunaan pakan Total Mixed Ratio belum mengindahkan kebutuhan nutrisi bagi kambing dan perlu suplemen Urea Molases Blok Herbal sebagai permen kambing sumber makromineral; dan (4) Manajemen pemeliharaan semi intensif. Tim pengabdi menggunakan metode penyuluhan, pelatihan pembuatan UMBH dan pendampingan usaha. Hasil yang dicapai: (1) Melakukan observasi lapang diikuti dengan kuisioner pemeliharaan kambing, penyuluhan dan diskusi bagaimana menyiapkan pakan berkualitas untuk meningkatkan efisiensi pakan; (2) Pembinaan manajemen usaha dan produksi secara intensif yang mengacu sapta usaha peternakan; (3) Melakukan pelatihan fermentasi limbah menjadi pakan berkualitas; dan (4) Pendampingan pembuatan pakan suplemen UMB kaya makromineral sebagai permen kambing. Disimpulkan bahwa program PPM ini telah memberikan pengetahuan baru bagi mitra peternak sekitar 80% untuk optimalisasi produksi dan pendapatan peternak bertambah. Abstract: This goat fattening business is carried out in order to fulfill the demand of the surrounding community for the purposes of weddings, aqiqohan, thanksgiving, and birthdays as well as the provision of sacrificial animals on Eid al-Adha every year. This PPM program aims to increase knowledge and skills and develop goat fattening for two breeders in Kedungkandang, Malang City. Problems faced by partners (1) The difficulty in procuring feed ingredients, especially fresh forage; (2) Partners do not use concentrate so it lacks nutrients resulting in low growth; (3) The use of Total Mixed Ratio feed has not taken into account the nutritional needs of goats and needs to be supplemented with Urea Molases Herbal Block as a macromineral source of goat candy; and (4) Semi-intensive maintenance management. The service team used counseling methods, training on making UMBH and business assistance. Results achieved: (1) Conducting field observations followed by goat rearing questionnaires, counseling and discussions on how to prepare quality feed to improve feed efficiency; (2) Intensive development of business management and production which refers to the seven husbandry businesses; (3) Conduct waste fermentation training into quality feed; and (4) Assistance in the manufacture of macromineral-rich UMB supplement feed as goat candy. It was concluded that the PPM program has provided about 80% new knowledge for artner breeders to optimize production and increase farmer income.