cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMANFAATAN TEKNOLOGI QR-CODE UNTUK PRESENSI SISWA DI ERA DISRUPSI DIGITAL M. Nishom; Taufiq Abidin; Slamet Wiyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13863

Abstract

Abstrak: Di era disrupsi digital peran teknologi sangat berpengaruh pada interaksi manusia dengan teknologi itu sendiri. Hal ini terjadi di berbagai aspek kehidupan, tanpa terkecuali di dunia pendidikan. Salah satu teknologi yang saat ini paling banyak memeberikan kontribusi bagi dunia bisnis, pemerintahan, maupun dunia pendidikan adalah teknologi Barcode/QR-Code. Teknologi tersebut sangat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam berbagai operasional maupun pelayanan di suatu organisasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan knowledge dan skills pada peserta pengabdian dalam menggunakan dan mengimplmentasikan teknologi QR-Code. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pengenalan dan pemanfaatan teknologi barcode/qr-code pada aplikasi presensi siswa di SMK AN NUR Slawi menggunakan metode ceramah, pelatihan dan pendampingan berbasis cooperative learning dengan peserta sejumlah 33 peserta yang terdiri dari 30 siswa dan 3 Guru. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan dari sisi knowledge atau pengetahuan tentang teknologi QR-Code sebesar 90% dan peningkatan dari sisi skills atau kemampuan sebesar 86.7%. Selain itu, implementasi aplikasi presensi berbasis qr-code pada kegiatan ini juga mendapatkan respon yang sangat positif dari kepala sekolah karna dirasa sangat membantu pihak sekolah dalam melakukan evaluasi presensi siswa secara real-time.Abstract: In the era of digital disruption, the role of technology is very influential in human interaction with technology itself. This happens in various aspects of life, without exception in the field of education. One of the technologies that currently contributes the most to the field of business, government, and the field of education is Barcode/QR-Code technology. This technology greatly improves efficiency and effectiveness in various operations and services in an organization. The purpose of this community empowerment activity is to increase the knowledge and skills of service participants in using and implementing QR-Code technology. In this community empowerment activity, the introduction and use of barcode/qr-code technology was carried out in the student presence application at SMK AN NUR Slawi Tegal Central Java using lecture methods, training and mentoring based on cooperative learning with 33 participants consisting of 30 students and 3 teachers. The results of this community empowerment activity show that most of the participants experienced an increase in terms of knowledge about the QR-Code technology by 90% and an increase in terms of skills or abilities by 86.7%. In addition, the implementation of the qr-code based attendance application in this activity also received a very positive response from the The school principal because it was felt to be very helpful for the school in evaluating student attendance in real-time. 
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK I Dewa Gede Jaya Negara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13220

Abstract

Kelangkaan pupuk sering menjadi kendala bagi masyarakat petani Tampes, khususnya kelangkaan yang terjadi di saat petani membutuhkannya. Masyarakat tani Tampes sekitar sungai sering mengalami kelangkaan pupuk tersebut sehingga untuk mengantisipasi  kelangkaan pupuk perlu  alternatif pupuk lain. Adanya limbah ternak sapi dan kambing disekitar permukiman, diperkirakan dapat dijadikan pupuk organik oleh masyarakat tersebut. Oleh karena itu, masyarakat Tampes perlu diberikan pelatihan pembuatan pupuk organik. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih masyarakat dalam membuat pupuk organik padat dengan bahan limbah kotoran sapi dan potensi bahan lokal lainnya. Metode pengabdiannya terdiri dari survey, sosialisasi, pelatihan, penerapan, dan evaluasi. Masyarakat terlibat sekitar 15 orang yang  merupakan peternak dan petani. Pengabdian telah berhasil melatih 10 masyarakat sekitar yang terdiri dari 3 kaum ibu dan 7 kaum laki-laki dalam pembuatan pupuk organik padat. Kegiatan ini telah berhasil memanfaatkan limbah ternak dari beberapa peternak sapi dan kambing, untuk dijadikan pupuk organik oleh masyarakat peserta pengabdian.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS FUNGSIONAL DAN INTERAKSI SOSIAL LANSIA MELALUI PENERAPAN MODEL PERAWATAN RESTORATIF BERBASIS KELOMPOK Mia Fatma Ekasari; Aan Nurhasanah; Eros Siti Suryati; Rosidawati Batubara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13960

Abstract

Abstrak: Populasi lansia di wilayah kelurahan Pulo Gebang cukup tinggi, posyandu tersedia, tetapi kader tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai perawatan lansia, sehingga mempengaruhi kapasitas fungsional lansia. Oleh sebab itu diperlukan pemberdayaan kader agar dapat meningkatkan keterampilan dalam merawat lansia. Tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatkan kapasitas fungsional dan interaksi sosial lansia di wilayah kelurahan Pulo Gebang dengan pemberdayaan kader melalui penerapan model perawatan restoratif berbasis kelompok. Metode yang dilakukan adalah pelatihan kader, pembentukan kelompok lansia, dan pendampingan kaderMitra dari kegiatan pengabmas ini adalah Bapak Lurah Pulo Gebang, Ketua RW 05 Pulo Gebang, kepala PKM Pulo Gebang, PJ Lansia PKM Pulo Gebang, Para Kader Posyandu Lansia, dan para lansia di wilayah RW 05 Pulo Gebang. Kegiatan ini mulai dilaksanakan dari Bulan Juni s.d September 2022, diikuti oleh 60 orang peserta. Tempat di Posyandu RW 05 Pulo Gebang Cakung Jakarta Timur. Luaran buat mitra menghasilkan 43.3% kader mengalami peningkatan pengetahuan yang dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata pre dan post test saat pelatihan, berjalannya program kesehatan lansia secara kontinue, serta peningkatan kesehatan ditandai jumlah lansia yang menderita hipertensi menurun dari 100% lansia hipertensi (45 orang) menjadi 53,3% (24 orang) lansia hipertensi.Abstract: The elderly population in the Pulo Gebang sub-district area is quite high, integrated healthcare center is available, but cadres do not have knowledge and skills regarding elderly care, thus affecting the functional capacity of the elderly. Therefore it is necessary to empower cadres in order to improve their skills in caring for the elderly. The aim of the activity is to increase the functional capacity and social interaction of the elderly in the Pulo Gebang sub-district area by empowering cadres through the application of a group-based restorative care model. The method used is cadre training, forming elderly groups, and cadre mentoring. The partner of this community service activity is Pulo Gebang Village Head, Head of RW 05 Pulo Gebang. The implementation of the activity starts from June to September 2022, attended by 60 participants. Place in Posyandu RW 05 Pulo Gebang Cakung, East Jakarta. Outcomes for partners resulted in 43.3% of cadres experiencing an increase in knowledge which can be seen from the increase in the average pre and post test scores during training, the continuous running of the elderly health program, and health improvement marked by the decrease in the number of elderly suffering from hypertension from 100% elderly hypertension (45 people) to 53.3% (24 people) elderly hypertension. 
PENCEGAHAN STUNTING PADA BAYI USIA 6 - 24 BULAN DENGAN PENDEKATAN HUMANIS MELALUI TEKNIK BABY MASSAGE Margaretha Gani; Citra Puspita Putri; Rabia Zakaria; Nurhidayah Nurhidayah; Yusni Podungge; Juli Gladis Claudia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13045

Abstract

Abstrak: Baby Massage adalah terapi sentuh tertua dan terpopuler di dunia dan merupakan bentuk intervensi dini yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Indonesia, pemijatan bayi di masyarakat dilakukan oleh dukun bayi, dimana hal tersebut hanya dilakukan pada saat bayi sakit. Pijat bayi optimal sebagai perangsang tumbuh kembang jika dilakukan secara teratur, saat sehat dan tidak sakit. Tujuan dari pengabmas ini adalah untuk menginformasikan dan mengedukasi masyarakat terutama ibu bayi tentang pijat bayi untuk bayi di atas 3 bulan sehingga mereka dapat melakukan sendiri pijat bayi untuk anaknya serta mencegah kejadian stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk anak usia 6-24 bulan dengan pendekatan humanistik menggunakan teknik pijat bayi. Tahapan kegiatan terdiri dari (1) pembukaan kegiatan; (2) pemeriksaan antropometri; (3) Pemutaran video baby massage; (4) Pelaksanaan baby massag; dan (5) Penutupan dan Evaluasi. Hasil yang dicapai yaitu 21 bayi dengan usia 6-24 bulan telah diberikan teknik baby massage yang dilihat langsung oleh orang tua bayi.Abstract: Baby Massage is the oldest and most popular touch therapy in the world and is a very important form of early intervention to support children's growth and development. In Indonesia, baby massage in the community is performed by traditional birth attendants, where this is only done when the baby is sick. Baby massage is optimal as a growth and development stimulant if it is done regularly, when healthy and not sick. The purpose of this community service is to educate the community, especially baby mothers, about baby massage for babies over 3 months so that they can do baby massage for their children themselves and prevent stunting in the first 1000 days of life (HPK) for children aged 6-24 months with a humanistic approach using baby massage techniques. The stages of the activity consist of (1) the opening of the activity; (2) anthropometric examination; (3) the screening of the baby massage video; (4) the implementation of the baby massage; dan (5) Closing and Evaluation. The results achieved were 21 babies aged 6-24 months who were given baby massage techniques which were directly watched by the baby's parents.
PENDAMPINGAN TROUMA HEALING PADA MASYARAKAT YANG TERDAMPAK BENCANA GEMPA BUMI DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT Sri Hunun Widiastuti; Henrianto Karolus Siregar; Santa Maria Pangaribuan; Lince Siringoringo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13143

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana gempa bumi. Bencana gempa bumi di Indonesia merupakan suatu kejadian yang tidak hanya pada daerah rawan bencana, namun juga terjadi pada daerah yang relatif aman. Kondisi trauma yang dialami oleh masyarakat yang terdampak bencana gemap bumi memang tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Disaat proses perbaikan pasca gempa harus meliputi perbaikan fisik, yang tidak kalah penting yaitu memperbaiki kerusakan jiwa pada diri masyarakat dan anak-anak. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pendampingan Trouma Healing pada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Metode pelaksanaan pada pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pendampingan Trouma Healing selama dua hari di Kabupaten Cianjur Jawa Barat pada tanggal 12-13 Desember 2022 di ikuti masyarakat cianjur yang terdampak bencana sebanyak 33 peserta. Dari pretest dan posttest yang sudah dilakukan semua peserta mendapat gambaran dan dapat mempraktikkan materi dan latihan yang sudah diajarkan dengan baik. Berdasarkah hasil pre-test dengan jumlah 33 orang menunjukkan rata-rata 11,03% mengalami distress akibat bencana gempa bumi. Sedangkan pada post-test dengan jumlah peserta 30 orang menunjukkan bahwa nilai/skor rata-rata 10,64%. Abstract: Indonesia is a country that is very vulnerable to earthquakes. The earthquake disaster in Indonesia is an event that does not only occur in disaster-prone areas, but also occurs in areas that are relatively safe. The traumatic condition experienced by the people affected by the earthquake cannot be allowed to go on for too long. While the post-earthquake repair process must include physical repairs, which is no less important, namely repairing the mental damage to the community and children. The purpose of this Community Service is to provide Trouma Healing assistance to communities affected by the earthquake. The implementation method for community service is carried out by providing Trouma Healing assistance for two days in Cianjur Regency, West Java on December 12-13 2022, attended by 33 people in Cianjur who were affected by the disaster. From the pretest and posttest that have been carried out, all participants get an overview and can practice the material and exercises that have been taught properly. Based on the results of the pre-test with 33 people showing an average of 11.03% experiencing distress due to the earthquake. Whereas in the post-test with 30 participants it showed that the average value/score was 10.64%. 
PEMBERDAYAAN LANSIA DALAM DETEKSI RISIKO JATUH DAN PENDAMPINGAN LATIHAN KESEIMBANGAN Dwi Nur Astuti; Luhur Sesanti Agustiningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13964

Abstract

Abstrak: Jatuh terjadi karena kehilangan keseimbangan yang tidak disengaja yang mengakibatkan kegagalan stabilitas postural, atau perubahan yang tak terduga dan tiba-tiba yang mengakibatkan posisi mendarat di lantai. Lansia menjadi kelompok usia yang rentan mengalami jatuh karena terkait status kesehatan, penyakit yang diderita dan perubahan umum terkait penuaan. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini untuk mendeteksi risiko jatuh pada lansia dan melakukan pendampingan latihan keseimbangan sebagai upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan sosialisasi, pemeriksaan dan praktikum. Mitra pengabdian dengan sasaran sebanyak 30 lansia dari Panti Wredha Rindang Asih II Bongsari Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Evaluasi dilakukan dengan cara pemeriksaan risiko jatuh selesai diberikan latihan keseimbangan. Hampir 60% lansia mengalami penurunan waktu dalam menyelesaikan Time Up and Go Test, sehingga bisa disimpulkan para lansia mengalami peningkatan keseimbangan.Abstract: Falls occur due to an accidental loss of balance resulting in a failure of postural stability, or an unexpected and sudden change resulting in a landing on the floor. The elderly are an age group that is prone to falls because of their health status, illnesses and general changes related to aging. The purpose of implementing this service is to detect the risk of falling in the elderly and to provide balance training assistance as an effort to prevent the risk of falling in the elderly. The methods used in this service are socialization, examination and practicum. Service partners with the Rindang Asih II Bongsari Wredha Home, West Semarang District, Semarang City, Central Java with a target of 30 elderly people. Evaluation is carried out by examining the risk of falling after being given balance exercises. Nearly 60% of the elderly experienced a decrease in the time it took to complete the Time Up and Go Test, so it can be concluded that the elderly experienced an increase in balance.
PEMANFAATAN APLIKASI CANVA UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN GURU SMP DALAM MEMBUAT LKPD Vidya Ayuningtyas; Intan Oktivani; Indah Cahaya Muliya; Intan Dwi Wulandari; Halimatussyadiyah Halimatussyadiyah; Haya Farah Nabila; Gita Permata Riskia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12868

Abstract

Abstrak: Program Kampus Mengajar merupakan program pemerintah dalam rangka mengembangkan kompetensi mahasiswa baik hard skills maupun soft skills melalui kolaborasi di sekolah, Pada kesempatan ini tim PKM berkesempatan bermitra dengan SMP Negeri 22 Kota Serang. Hasil analisis pendahuluan menunjukkan bahwa guru-guru masih kurang dalam beradaptasi dengan teknologi sedangkan dalam memasuki abad 21, guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan teknologi untuk digunakan dalam pembelajaran. Sejalan dengan ruang lingkup program Kampus Mengajar yang salah satunya adalah adaptasi tekologi, maka tim PKM melaksanakan kegiatan pengabdian dengan tujuan membantu mengembangakan keterampilan guru di bidang teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran berupa Seminar dan Workshop pembuatan LKPD dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Aplikasi Canva dipilih karena salah satu aplikasi desain grafis yang mudah digunakan oleh guru untuk berinovasi dalam membuat media pembelajaran yang menarik, seperti LKPD. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan seminar dan workskhop. Peserta kegiatan berjumlah 15 guru. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup yang diberikan di akhir kegiatan. Berdasarkan hasil angket mengenai keterlaksanaan PKM ini diperoleh hasil respon peserta untuk aspek penyampaian materi sebesar 83,33%, aspek isi materi sebesar 83,89%, aspek manfaat kegiatan sebesar 84,58%, dan aspek umpan balik sebesar 80,56%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini menambah dan memberikan manfaat yangbaik kepada peserta sehingga peserta temotivasi untuk mengembangkan aplikasi Canva dalam pembelajaran khusunya pada penggunaan LKPD. Abstract: Kampus Mengajar is a government program in order to develop student competencies both hard skills and soft skills through collaboration at schools. On this occasion, the PKM team had the opportunity to partner with Junior High School 22 Serang City. The results of the preliminary analysis show that teachers are still lacking in adapting to technology while entering the 21st century, teachers are required to have technological knowledge and skills to use in learning. In accordance with the scope of the Kampus Mengajar program one of which is technological adaptation, the PKM team carries out community service activities with the aim of developing teacher skills in the form of Seminars and Workshops on making LKPD using the Canva application. The Canva application was chosen because it is a graphic design application that is easy for teachers to use to innovate in making interesting learning media, such as LKPD. This method of PKM activity is carried out with seminars and workshops. Participants in the activity totaled 15 teachers. The instrument used was a closed questionnaire which was given at the end of the activity. Based on the results of the questionnaire regarding the implementation of this PKM, the response results of the participants for the delivery aspect were 83,33%, the content aspect was 83,89%, the activity benefit aspect was 84,58%, and the feedback aspect was 80,56%. This shows tahat this activity adss to and provides good benefits to participants so that participants are motivated to develop canva applications in learning, especially in using LKPD.  
PENINGKATAN DAYA SAING USAHA KULINER SETELAH PANDEMI COVID-19 Khadijah Darwin; Ainun Arizah; Nurul Fuada; Rini Sulistiyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13543

Abstract

Abstrak: Setelah Pandemi Covid-19, UMKM mulai bangkit. Salah satu sektor UMKM yang berkembang pesat adalah sektor kuliner. UMKM Kuliner di Kota Makassar mengalami kendala dalam pemasaran produknya karena keterbatasan dalam memanfaatkan berbagai media digital dan tampilan produk yang tidak menarik. Pengelolaan keuangan UMKM masih terbatas karena berbagai literatur hanya berfokus kepada usaha besar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha UMKM sektor Kuliner di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah dengan observasi, ceramah, diskusi dan pelatihan. Kegiatan diikuti oleh 10 orang, meliputi pelaku UMKM, tim pengabdi Universitas Muhammadiyah Makassar, narasumber dari Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Wartawan salah satu media cetak di Kota Makassar. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta yang memiliki akun IG mendaftarkan akunya sebagai akun bisnis. Mereka juga aktif melakukan promosi di semua akun media sosialnya, namun belum melakukan promosi berbayar. Selanjutnya, tidak ada peserta yang memisahkan antara harta pribadi dan harta usahanya, dan hanya 20% peserta yang melakukan pencatatan keuangan. Peserta juga dilatih membuat foto produk menggunakan perlengkapan sederhana untuk ditampilkan pada akun media sosial yang digunakan untuk memasarkan produk mereka. Hasil kegiatan menunjukkan melalui kegiatan alih teknologi terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam mengelola keuangan dengan menggunakan aplikasi pencatatan keuangan yaitu E Kas. Semua peserta telah mengetahui pentingnya melakukan pemisahan harta pribadi dan usahanya, peserta juga mampu membuat foto produk yang menarik. Abstract: After the Covid-19 Pandemic, MSMEs began to rise. One of the fastest growing MSME sectors is the culinary sector. Culinary MSMEs in Makassar City experience problems in marketing their products due to limitations in utilizing various digital media and unattractive product displays. MSME financial management is still limited because various literatures only focus on large businesses. This Community Service activity aims to increase the competitiveness of MSME businesses in the Culinary sector in Makassar City. The methods used are observation, lectures, discussions and training. The activity was attended by 12 people, including MSME actors, the Muhammadiyah Makassar University service team, resource persons from the Muhammadiyah Makassar University, and journalists from one of the print media in Makassar City. The observation results show that participants who have an IG account register their account as a business account. They also actively carry out promotions on all their social media accounts, but have not carried out paid promotions. Furthermore, none of the participants separated personal and business assets, and only 25% of participants kept financial records. Participants were also trained in making product photos using simple equipment to be displayed on social media accounts used to market their products. The results of the activity show that through technology transfer activities there is an increase in the participants' knowledge and skills in managing finances by using a financial recording application, namely E Cash. All participants already know the importance of separating personal and business assets, participants are also able to make attractive product photos.  
PENANGANAN AWAL DARI SENGATAN HEWAN LAUT DI MALUKU TENGAH Etrin Z E S Linggar; Elpira Asmin; Astina Astina; Anisa Syahrani Tuakia; Nathalie Kailola; Josepina Mainase
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12990

Abstract

Abstrak: Sengatan hewan laut merupakan proses racun disuntikkan melalui gigitan, tusukan atau sengatan. Sengatan dapat terjadi karena kontak langsung dengan hewan seperti tentakel ubur-ubur, atau dapat pula berupa hewan yang dapat mengeluarkan racun. Seiring dengan peningkatan minat masyarakat terhadap aktivitas air, baik pada bidang komersial maupun bidang rekreasional seperti permainan water sport, snorkeling dan diving, timbulah beberapa masalah medis baru. Oleh karena itu dibutuhkan upaya penanganan awal yang dapat meringankan dampak dari sengatan hewan laut tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang cara penanganan awal sengatan hewan laut yang berbahaya. Peserta kegiatan terdiri dari anak sekolah menengah pertama sederajat dari MTsN Maluku Tengah berjumlah 52 peserta. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah persiapan dengan melakukan koordinasi dengan MTsN, pelaksanaan penyuluhan dengan memberikan materi dan demonstrasi pembuatan larutan penanganan awal sengatan hewan laut yang didampingi tim pengabdi dan mahasiswa. Hasil evaluasi menggunakan prepost test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan. Pretest menunjukkan bahwa hanya 10%-20% peserta yang mengetahui penanganan awal sengatan hewan laut. Postest menunjukkan terjadi peningkatan sebanyak 80% peserta telah mengetahui tentang penanganan awal sengatan hewan laut berbahaya setelah diberikan materi. Abstract: Sea animal sting is a process where poison is injected through a bite, puncture or sting. Stings can occur due to direct contact with animals such as jellyfish tentacles, or it can also be animals that can secrete poison. Along with the increasing public interest in water activities, both in the commercial and recreational fields such as playing water sports, snorkeling and diving, several new medical problems have arisen. Therefore, initial handling efforts are needed that can mitigate the impact of these marine animal stings. The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge and skills on how to handle dangerous sea animal stings early. The participants in the activity consisted of 52 junior high school students from MTsN Maluku Tengah, totaling 52 participants. The stages of implementing this community service activity are preparation by coordinating with the MTsN, carrying out counseling by providing materials and demonstrations on making a solution for initial handling of sea animal stings accompanied by a team of volunteers and students. The results of the evaluation used the prepost test which showed an increase in knowledge. The pretest shows that only 10%-20% of participants know the initial handling of marine animal stings. Posttest showed that there was an increase of 80% of participants who knew about the initial handling of dangerous marine animal stings.  
PELATIHAN KERAJINAN LIMBAH TANAMAN HANJELI KHAS WISATA GEOPARK CILETUH Nikita Nindya Prathevi; Nenden Rani Rinekasari; Yoyoh Jubaedah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13858

Abstract

Abstrak: Desa Waluran Mandiri merupakan desa yang terletak di Kawasan Wisata Geopark Ciletuh. Dengan produk unggulan tanaman hanjeli menjadi potensi bagi desa untuk melakukan pengembangan dalam berbagai aspek menunjang pemberdayaan bagi masyarakatnya. Limbah tanaman hanjeli yang dihasilkan masih memerlukan pengembangan salah satunya dijadikan aneka produk cenderamata. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan meningkatkan wawasan dalam pengembangan pengolahan limbah tanaman hanjeli dan menjadi salah satu alternatif peningkatan pada sektor ekonomi. Metode kegiatan adalah pelatihan yang dilaksanakan secara langsung menggunakan media realia dan pelaksanaan praktik. Mitra dalam kegiatan ini adalah Tim Penggerak PKK Kecamatan Waluran dan Desa Waluran Mandiri sebanyak 10 orang. Evaluasi dilakukan dengan membagikan angket kepada peserta untuk memberikan tanggapan pada penyelenggaran dan kemanfaatan pelatihan. Hasil angket menunjukkan penyelenggaraan pelatihan dinilai 76% sangat baik dan 24% baik. Sedangkan kemanfaatan pelatihan dirasakan peserta dengan rata-rata nilai 78% sangat setuju dan 22% setuju. Dengan hasil bahwa peserta memiliki peningkatan wawasan dalam pengembangan pengolahan limbah tanaman hanjeli dan menjadikannya sebagai peluang usaha.Abstract: Waluran Mandiri Village is a village located in the Ciletuh Geopark Tourism Area. With the superior product of the hanjeli plant, it has the potential for villages to carry out developments in various aspects to support the empowerment of their communities. The hanjeli plant waste produced still requires development, one of which is to make various souvenir products. This community service activity aims to increase insight in the development of hanjeli plant waste treatment and become an alternative for improving the economic sector. The activity method is training that is carried out directly using realia media and practical implementation. The partners in this activity were the PKK Mobilizing Team of Waluran Subdistrict and Waluran Mandiri Village, consisting of 10 people. Evaluation is carried out by distributing questionnaires to participants to provide feedback on the implementation and benefits of the training. The results of the questionnaire showed that 76% of the participants rated the implementation of the training as very good and 24% as good. While the benefits of the training were felt by participants with an average score of 78% strongly agree and 22% agree. With the result that participants have increased insight in the development of hanjeli plant waste processing and make it a business opportunity.