cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
PEMBINAAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR Demsa Simbolon; Ahmad Rizal; Kusdalinah Kusdalinah; Okdi Natan; Lisma Ningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37837

Abstract

Abstrak: Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, terus meningkat, sementara pemahaman masyarakat dan keterampilan kader Posbindu dalam deteksi dini masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu dalam mendeteksi faktor risiko PTM serta mendorong partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Kecamatan Sukaraja dengan melibatkan 10 kader Posbindu dari 2 Posbindu. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest–posttest 20 pertanyaan untuk menilai pengetahuan kader dan observasi pelaksanaan kegiatan Posbindu. Kegiatan berlangsung selama April–Oktober 2024. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 44,17 sebelum pelatihan menjadi 74,17 setelah pelatihan, atau meningkat sekitar 68%, serta peningkatan keterampilan kader dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan pengisian KMS FR-PTM, serta meningkatnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan Posbindu. Kegiatan ini efektif memperkuat peran kader dalam deteksi dini faktor risiko PTM dan perlu ditindaklanjuti melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan akses layanan kesehatan, serta edukasi masyarakat secara rutin. Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) in Sukaraja District, Seluma Regency, continue to increase, while community awareness and the early detection skills of Posbindu cadres remain limited. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of Posbindu cadres in detecting NCD risk factors and to encourage community participation. The methods included socialization, training, and mentoring. The activity was conducted in partnership with the Sukaraja District Government and involved 10 Posbindu cadres from two Posbindu units. Evaluation was carried out using pretest–posttest questionnaires to assess cadres’ knowledge and observation of Posbindu implementation. The program was conducted from April to October 2024. The results showed an improvement in cadres’ knowledge and skills in measuring blood pressure, blood glucose, and completing the NCD Risk Factor Monitoring Card (KMS FR-PTM), as well as an increase in community participation in Posbindu activities. This program was effective in strengthening the role of cadres in the early detection of NCD risk factors. Continuous training for cadres, strengthened collaboration among cadres, health workers, and village authorities, and improved community access to health services are recommended. Regular community education is also needed to increase awareness of the importance of early detection.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERI KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA MELALUI KOMIK DIGITAL PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Yulina Ismiyanti; Sima Fatmawati; Arinta Putri Meitia; Muhammad Anas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38425

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian hasil belajar peserta didik pada materi keanekaragaman budaya Indonesia yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan masih berpusat pada guru. Sebanyak 62% peserta didik belum mencapai KKM dan tingkat partisipasi dalam pembelajaran tergolong rendah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan pemanfaatan komik digital sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Pelaksanaan dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus kepada 29 peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri di Kota Semarang yang bekerja sama dengan guru kelas. Evaluasi dilakukan melalui observasi aktivitas peserta didik, angket respons, serta analisis hasil tes pada setiap siklus. Hasil menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar dari 38% menjadi 83%, dengan rata-rata nilai meningkat dari 68 menjadi 82. Partisipasi aktif peserta didik juga meningkat dari 52% menjadi 90%. Komik digital efektif meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan kolaboratif peserta didik.Abstract: This community service program was initiated due to low student achievement in learning Indonesian cultural diversity, mainly caused by the use of conventional and teacher-centred instructional media. A total of 62% of students did not achieve the minimum mastery criteria, and classroom participation was limited. The program aimed to provide instructional assistance through the use of digital comics to create a more engaging and interactive learning environment. The activity was implemented using Classroom Action Research in two cycles, involving 29 fifth-grade students from an elementary school in Semarang City, in collaboration with the classroom teacher. Evaluation was conducted through observation of student engagement, response questionnaires, and analysis of test results in each cycle. The findings indicated an increase in learning mastery from 38% to 83%, with the average score rising from 68 to 82. Student participation also improved from 52% to 90%. Digital comics effectively enhanced both cognitive achievement and collaborative skills in elementary education. 
PENDAMPINGAN BRANDING LOKAL, INOVASI KEMASAN, DAN PEMBUKUAN KEUANGAN SEDERHANA PADA UMKM DAPOER NAURAH DI DESA KERINJING Anggrelia Afrida; Dinarossi Utami; Nina Sabrina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: UMKM kuliner rumahan Dapoer Naurah di Kabupaten Ogan Ilir menghadapi permasalahan rendahnya identitas merek, kemasan produk yang kurang layak display, serta belum diterapkannya pembukuan keuangan sederhana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui inisiasi branding lokal, pengembangan packaging produk inovatif, dan penerapan pembukuan keuangan sederhana. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pendampingan partisipatif dengan mitra. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara singkat, dan checklist indikator pra–pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kelengkapan informasi label dari parsial menjadi lengkap (100%), perubahan kemasan dari plastik sederhana menjadi kemasan box layak display (100% pada produk unggulan), serta penerapan pencatatan kas harian dari tidak rutin menjadi mulai berjalan. Pemahaman mitra terhadap branding, kemasan, dan pembukuan meningkat sekitar 75%. Program ini berkontribusi pada peningkatan nilai tambah produk dan mendukung pencapaian SDGs tujuan 8 dan 12.Abstract: Home-based culinary MSME Dapoer Naurah in Ogan Ilir Regency faced limited brand identity, inadequate product packaging, and the absence of simple financial bookkeeping. This community service program aimed to strengthen MSME capacity through local branding initiation, innovative packaging development, and simple financial bookkeeping implementation. The methods included socialization, training, workshops, and participatory mentoring involving one business owner and two to three family members engaged in production activities. Evaluation was conducted using observation, short interviews, and pre–post activity indicator checklists. The results showed a 100% improvement in label completeness, transformation of packaging from basic plastic to display-ready box packaging for flagship products, and the initiation of daily cash recording practices. The partner’s understanding of branding, packaging, and bookkeeping increased by approximately 75%. These outcomes indicate improved product value added and support the achievement of SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
PENERAPAN KONSELING HIPNOTERAPI PADA IBU HAMIL UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH TRIMESTER 1 DAN 2 TAPANULI UTARA Naomi Isabella Hutabarat; Dimpu Rismawaty Nainggolan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37988

Abstract

Abstrak: Ibu hamil merasakan perubahan kehamilan seperti perubahan fisik, hormonal, maupun suasana hati dan berdampak pada kenaikan kadar estrogen, progesteron dan pengeluaran produksi HCG yang disebabkan asam lambung sehingga memicu munculnya rasanya mual. Dilaksanakan agar mual muntah yang dialami tidak mengganggu ibu hamil. Metode pelaksanaan adalah pre dan post test, kemudian melakukan penyuluhan untuk penerapan konseling hipnoterapi. Hasil pre dan post test dapat dilihat ada peningkatan pengetahuan ibu hamil, dimana berpengetahuan baik 5 orang (25%) saat pre test menjadi 12 orang (60%), cukup saat pre test 15 orang (75%) menjadi 8 orang (40%) saat post test. Pre dan post test mual muntah dengan hasil berpengetahuan baik meningkat dari 4 orang (20%) menjadi 14 orang (70%) dan berpengetahuan cukup menurun dari 16 orang (80%) menjadi 6 orang (30%). Kegiatan diskusi dan tanya jawab berlangsung dengan antusias, karena banyak ibu hamil yang memberikan pertanyaan pada saat pelaksanaan penyuluhan. Diharapkan ibu hamil melakukan self hypnosis untuk mengatasi mual muntah yang dihadapinya.Abstract: Pregnant women experience changes during pregnancy, such as physical, hormonal, and mood changes, which can lead to increased levels of estrogen and progesterone, and the production of HCG, which is caused by stomach acid, which can trigger nausea. This is done to prevent nausea and vomiting from bothering pregnant women. The implementation method is a pre- and post-test, followed by counseling on the application of hypnotherapy counseling. The results of the pre- and post-test show an increase in the knowledge of pregnant women, with 5 (25%) having good knowledge during the pre-test, becoming 12 (60%), and 15 (75%) having sufficient knowledge during the pre-test, becoming 8 (40%) at the post-test. The pre- and post-test nausea and vomiting scores with good knowledge increased from 4 (2P0%) to 14 (70%), and those with sufficient knowledge decreased from 16 (80%) to 6 (30%). The discussion and question and answer session were enthusiastic, as many pregnant women asked questions during the counseling session. It is hoped that pregnant women will use self-hypnosis to overcome the nausea and vomiting they face.
SKRINING KESEHATAN DIGITAL: ALAT BARU PENCEGAHAN FEMALE ATHLETE TRIAD SYNDROME DALAM MEWUJUDKAN KESEHATAN HOLISTIK ATLET WANITA Nur Anindya Syamsudi; Sri Wahyuni; Laila Chuvita; Meike Tiya Kusuma; Desty Muzarofatus Sholikhah; Muhamad Fauzi Antoni; Fransisca Januarumi Marhaendra Wijaya; Faizatuz Azzahrah Syamsudi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38487

Abstract

Abstrak: Female Athlete Triad (FAT) Syndrome merupakan masalah kesehatan kritis pada atlet wanita dengan prevalensi 40-60%, namun kesadaran dan skrining dini masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan skrining kesehatan digital untuk pencegahan FAT Syndrome dalam mewujudkan kesehatan holistik atlet wanita. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid melalui online class dan offline class pendampingan penggunaan skrining digital pada 15 atlet wanita. Evaluasi dilakukan melalui angket respon terhadap fasilitator, skrining digital, dan metode kegiatan. Hasil menunjukkan seluruh peserta (100%) menilai skrining digital mudah digunakan dan puas terhadap pendampingan fasilitator. Metode offline class (98%) lebih menarik dibanding online class (89,8%). Namun, 67,3% peserta menilai isi skrining digital kurang lengkap, terutama fitur nutrisi dan fitur kesehatan tulang. Pengembangan ke depan perlu menambahkan ukuran rumah tangga (URT) dan gambar porsimetri pada fitur nutrisi, serta meringkas pertanyaan fitur kesehatan tulang. Studi dengan periode observasi lebih panjang dan sampel lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang.Abstract: Female Athlete Triad (FAT) Syndrome is a critical health issue among female athletes, with a prevalence of 40–60%; however, awareness and early screening remain limited. This community service initiative aims to implement digital health screening for the prevention of FAT Syndrome to promote holistic health among female athletes. The activity was conducted in a hybrid format through online classes and offline classes providing guidance on the use of digital screening for 15 female athletes. Evaluation was conducted via a questionnaire assessing responses to the facilitator, the digital screening, and the activity methods. The results showed that all participants (100%) rated the digital screening as easy to use and were satisfied with the facilitator’s guidance. The offline class method (98%) was found to be more engaging than the online class (89.8%). However, 67.3% of participants rated the content of the digital screening as incomplete, particularly the nutrition and bone health features. Future development should include household portion sizes (HPS) and portion-measuring images in the nutrition feature, as well as streamline the questions in the bone health feature. Studies with longer observation periods and larger samples are needed to evaluate long-term effectiveness.
INOVASI PAKAN UNGGAS BERBASIS PELET DARI LIMBAH ORGANIK DAN IKAN: PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA PETERNAK HEPI BORNEO MENUJU SWASEMBADA PAKAN BERKELANJUTAN Dicky Perwira Ompusunggu; Septaria Yolan Kalalinggi; Maya Mustika; Ardi Sandriya; Ranintha Br Surbakti; Fajar Ma'ruf; Depri Depri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.35101

Abstract

Abstrak: Kelompok Usaha Peternak Hepi Borneo (HB) menghadapi tingginya biaya pakan ayam petelur. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberdayakan 20 anggota HB dalam memproduksi pakan mandiri berbasis limbah organik dan ikan motan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, aplikasi teknologi, workshop pembuatan pelet, dan pemasaran digital. Materi disampaikan melalui media visual yang mencakup strategi pengelolaan limbah, komposisi nutrisi pakan, dan analisis dampak ekonomi. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan pada aspek nutrisi ayam (32.5% ke 87.5%), jenis pelet (45% ke 95%), dan formulasi pakan (5% ke 80%). Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 95% dan terhadap pemateri sebesar 90%. Selain itu, terdapat kecenderungan peningkatan partisipasi yang terlihat dari diskusi aktif serta munculnya berbagai gagasan inovatif selama kegiatan berlangsung. Program ini berkontribusi pada penguatan hardskill dan softskill peserta, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu dalam pelatihan teknis berbasis masalah mampu memperkuat kapasitas kelompok peternak secara berkelanjutan.Abstract: The Hepi Borneo (HB) Poultry Farmers’ Group is facing high feed costs for laying hens. This Community Service Program (PkM) aims to empower 20 HB members to produce their own feed using organic waste and motan fish. Implementation methods include outreach, technical training, technology application, pellet-making workshops, and digital marketing. Materials were delivered through visual media covering waste management strategies, feed nutrient composition, and economic impact analysis. Results from pre- and post-test evaluations showed a significant increase in participants’ understanding regarding chicken nutrition (32.5% to 87.5%), pellet types (45% to 95%), and feed formulation (5% to 80%). Participant satisfaction with the program’s implementation reached 95%, and with the instructors, 90%. Additionally, there was a noticeable trend toward increased participation, evident through active discussions and the emergence of various innovative ideas during the program. This program contributed to strengthening participants’ hard and soft skills, as well as promoting economic self-reliance based on local resources. These results demonstrate that an integrated approach in problem-based technical training is capable of strengthening the capacity of farmer groups in a sustainable manner.