cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
INOVASI KERANG SIMPING MENJADI KERUPUK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN KECAMATAN BELAWAN Mohd. Yusri; Yunita Pane; Zurkiyah Zurkiyah; Arfis A.; Indrayani Indrayani; Suhelmi Suhelmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22032

Abstract

Abstrak: Kampung Nelayan adalah pemukiman di Kecamatan Medan Belawan Provinsi Sumatera Utara. Permasalahan yang didapat dari Mitra adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan masyarakat Kampung Nelayan dalam mengolah kerang simping menjadi produk bernilai tambah seperti kerupuk, serta kekurangan pengetahuan dalam hal branding, kemasan, dan teknik pemasaran produk. Solusi dalam pengabdian ini mencakup pelatihan dalam pembuatan kerupuk, pengembangan kemasan produk, strategi promosi melalui media sosial, serta penerapan sistem manajemen produksi dan keuangan yang efisien. Solusi ini bertujuan untuk memberdayakan mitra dalam aspek hardskill terkait usaha makanan dan manajemen, sehingga dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Nelayan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% setelah mengikuti program ini. Dengan peningkatan pengetahuan ini, diharapkan mitra dapat lebih siap dan mampu mengembangkan usaha kerupuk simping mereka dengan lebih baik dan berkelanjutan. Program ini melibatkan sebanyak 25 orang peserta untuk acara sosialisasi, yang merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pendapatan tambahan masyarakat Kampung Nelayan, terutama kelompok nelayan.Abstract: Fishermen's Village is a settlement in Medan Belawan District, North Sumatra Province. The problems encountered by Mitra are the lack of understanding and skills of the Fishermen's Village community in processing simping shellfish into value-added products such as crackers, as well as a lack of knowledge in terms of branding, packaging and product marketing techniques. The solutions in this service include training in making crackers, developing product packaging, promotional strategies via social media, as well as implementing efficient production and financial management systems. This solution aims to empower partners in hard skill aspects related to food business and management, so that they can create sustainable added value for the Nelayan Village community. Based on the evaluation carried out, there was an increase in partner knowledge by 40% after participating in this program. With this increase in knowledge, it is hoped that partners will be better prepared and able to develop their simping cracker business better and more sustainably. This program involved as many as 25 participants for an outreach event, which was part of an effort to increase additional income for the Fishermen's Village community, especially fishermen groups.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PADA REMAJA Reny Sulistyowati; Aida Kusnaningsih; Nang Randu Utama; Yuyun Christyanni; Fina Ratih Wira Putri Fitri Yani; Fetty Rahmawaty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20958

Abstract

Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, diabetes mellitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit yang dianggap hanya dialami oleh orang yang sudah lanjut usia namun pada kenyataannya saat ini bahkan remaja banyak yang mengalami penyakit ini dan harus berakhir di rumah sakit untuk melakukan perawatan. Tujuan pengabmas ini adalah agar para remaja dapat meningkatkan literasi kesehatan mengenai PTM dari sumber terpercaya agar remaja dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku untuk mencegah PTM. Metode kegiatan dengan pemberian edukasi pada siswa SMAN 2 Kasongan sebanyak 50 orang, diawali dengan pre-test, dilanjutkan pemberian edukasi dan evaluasi setelah pemberian edukasi (post-test). Dari 50 orang peserta, 52% laki-laki dan 48% perempuan. Sebagian besar Ppeserta paling banyak berusia 16 tahun sebanyak (50%), dan paling sedikit berusia 14 tahun dan 17 tahun sebesar 12%; sebagian besar peserta kelas XI (80,6%). Terdapat peningkatan pengetahuan pre-test dan post-test yaitu sebesar 18% dan peningkatan perilaku sebesar 6%. Peningkatan pengetahuan dengan cara literasi bukan hanya meningkatkan dari segi kognitif remaja tetapi sekaligus memicu segi afektif dan psikomotor melalui penerapan sebagai bentuk hasil dari keberhasilan literasi kesehatan.Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) such as cancer, diabetes mellitus (DM) and hypertension are diseases that are thought to only be experienced by elderly people, but in reality, nowadays many teenagers even experience these diseases and have to end up in hospital for treatment. The aim of this community service is so that teenagers can increase health literacy regarding PTM from trusted sources so that teenagers can increase their knowledge, attitudes and behavior to prevent PTM. The activity method involves providing education to 50 students of SMAN 2 Kasongan, starting with a pre-test, followed by providing education and evaluation after providing education (post-test). Of the 50 participants, 52% were men and 48% were women. Most participants were 16 years old (50%), Participants were at most 16 years old (50%), and at least 14 years old and 17 years old at 12%; most were class XI participants (80.6%). There was an increase in pre-test and post-test knowledge, namely 18% and behavior increased by 6%. Increasing knowledge by means of literacy not only improves the cognitive aspect of adolescents but also triggers the affective and psychomotor aspects through application as a result of successful health literacy.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SABUN BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH DI DESA TANJUNGSARI, KABUPATEN BOGOR Lina Berliana Togatorop; Adinda Salwa Sabina; Adinda Zahra Nabila; Akbar Ridho Rifai; Dita Amalia Dewi; Fitri Rahmawati; Galang Rendheart; Lulu Bastareina; Muhammad Gilang Maulana; Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa Aryaputri; Silvia Putri Angelica; Siti Nurhalija; Zafira Virgine Tavipiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20011

Abstract

Abstrak: Minyak jelantah merupakan salah satu bahan sisa yang menyumbang limbah dalam jumlah banyak di Indonesia. Permasalahan tersebut dapat teratasi dengan kegiatan pengolahan sabun berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai daur ulang dan pembuatan sabun olahan minyak jelantah. Metode yang diaplikasikan berupa ceramah dan demonstrasi, dengan mitra sebanyak 30 orang yaitu ibu-ibu dan remaja putri Desa Tanjungsari RT.13. Evaluasi dari pelaksanaan kegiatan dilakukan terhadap tahap persiapan, pelaksanaan dan peningkatan pengetahuan peserta melalui pengisian kuesioner. Hasil akhir membuktikan bahwa terdapat penambahan proporsi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Dengan nilai rata-rata pre-test adalah 6.50 dan setelah dilakukan edukasi nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 8.Abstract: Used cooking oil is one of the waste materials that contributes to large amounts of waste in Indonesia. This problem can be resolved by processing soap made from used cooking oil. This activity aims to increase public knowledge regarding recycling and making used cooking oil soap. The method applied was in the form of lectures and demonstrations, with 30 partners, namely mothers and young women from Tanjungsari Village RT.13. Evaluation of the implementation of activities is carried out at the preparation, implementation, and increasing participants' knowledge stages through filling out questionnaires. The final results prove that there was an increase in the proportion of participants' knowledge before and after being given education. The average pretest score was 6.50; after education, the average post-test score increased to 8.
PENINGKATAN USAHA “KEMBANG GOYANG” MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGEMASAN PRODUK Rika Diananing Putri; Ismawati Ismawati; Very Andrianingsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19376

Abstract

Abstrak: kembang goyang merupakan makanan tradisional yang digemari masyarakat. Kue kembang goyang memiliki rasa manis, gurih, renyah dan tidak menyerap minyak. Rumput laut memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh baik makronutien dan mikronutrien. Inovasi produk kembang goyang dengan menambahkan tepung rumput laut yang bertujuan meningkatkan umur simpan dan meningkatkan citarasa. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pendapatan/omzet penjualan produk kembang goyang dengan pelatihan dan pendampingan pengemasan. Metode yang digunakan dengan memberikan materi pengemasan yang baik dan benar, dan memberikan pendampingan cara mengemas menggunakan alat continues sealer. Mitra pengabdian masyarakat yaitu perempuan pesisir sebanyak 25 orang. Hasil yang telah dicapai peningkatan 80% dari 25 peserta yaitu (1) adanya peningkatan kemampuan mengemas produk menggunakan alat continues sealer, dan (2) peningkatan pengetahuan mitra terhadap kemasan yang baik dan benar yaitu kemasan yang menarik dan informatif. Abstract: Kembang goyang is a traditional food that is popular with the community. Kembang goyang cake has a sweet, savory, crunchy taste and does not absorb oil. Seaweed has good nutrition for the body, both macronutrients and micronutrients. The innovation of the kembang goyang product is by adding seaweed flour which aims to increase shelf life and improve taste. The aim of this activity is to increase sales income/turnover of kembang goyang products with packaging training and assistance. The method used is to provide good and correct packaging materials, and provide assistance on how to package using a continuous sealer tool. The community service partners are 25 coastal women. The results achieved were an increase of 80% from 25 participants, namely (1) an increase in the ability to package products using a continuous sealer tool; and (2) an increase in partners' knowledge of good and correct packaging, namely attractive and informative packaging. 
PENDAMPINGAN LITERASI DAN NUMERASI MELALUI LEMBAR KERJA KOMIK BERBASIS STEAM Viviana Murni; Florentinus Armando; Yakobus Frediki Harjo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24158

Abstract

Abstrak: Marang merupakan salah satu kampung yang ada di desa Tango Molas, Kecamatan Lamb Leda Timur, KabupatenManggarai Timur. Salah satu permasalahan yang terjadi di kampung ini, yaitu kemampuan literasi dan numerasi siswa masih tergolong rendah. Dengan demikian, tim menawarkan lembar kerja komik berbasis Science, Technology, Engineering, Art, dan Math (STEAM) untuk meningkatkan kemampuanliterasi dan numerasi sepuluh (10) siswa. Kegiatan ini merupakan kegiatan pendampingan yang dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu observasi dan wawancara, perencanaan, pendampingan, dan evaluasi. Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi, kegiatan ini memberikan pre-test dan post-test dengan menggunakan soal uraian sebanyak 5 (lima) nomor untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi. Kegiatan ini juga melakukan penyebaran angket melalui 15 (lima belas) pernyataan untuk mengetahui kualitas pelaksanaan pendampingan. Kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil pre-test mahasiswa yaitu kategori sangat kurang (22,00) dan hasil post-test mendapat kategori baik (82,50). Kualitas pelaksanaan kegiatan juga sangat baik karena memiliki rata-rata 4,765.Abstract: Marang is one of the villages in East Manggarai Regency. One of the problems that occurs in this village is that students' literacy and numeracy skills are still relatively low. Thus, the team offered comic worksheets based on Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) to improve the literacy and numeracy skills of ten (10) students. This activity is a mentoring activity, which is carried out through several stages, namely observation and interviews, planning, mentoring and evaluation. As a form of monitoring and evaluation, this activity provides a pre-test and post-test using 5 (five) numbered essay questions to measure literacy and numeracy skills. This activity also distributed questionnaires using 15 (fifteen) statements to determine the quality of mentoring implementation. This activity can help improve students' literacy and numeracy skills. This can be seen from the students' pre-test results, namely the very poor category (22.00) and the post-test results were in the good category (82.50). The quality of activity implementation is also very good because it has an average of 4.765.
PEMANFAATAN AIR LIMBAH SEBAGAI SUMBER AIR NON-POTABLE UNTUK SIRAM TAMAN DAN TOILET Ruliyanta Ruliyanta; R.A. Suwodjo Kusumoputro; Rama Asy'ari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22613

Abstract

Abstrak: Ancaman nyata dampak ekplorasi air bersih di Indonesia adalah menurunnya permukaan tanah utamanya di sekitar Pantai. Kota Jakarta, Semarang dan kota-kota besar di pesisir utara pulau Jawa sudah merasakan dampaknya. Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan upaya konservasi lingkungan melalui pengendalian penggunaan air tanah. Gedung Inalum memiliki fasilitas pengolahan air limbah tetapi belum difungsikan. Kegiatan ini bertujuan untuk pendampingan para teknisi Gedung Inalum yang jumlahnya 14 orang dalam pemanfaatan air limbah sebagai air non-potabel untuk menyiram tanaman dan toilet Dengan adanya pendampingan, para teknisi yang ada mampu untuk melaksanakan kegiatan secara mandiri dan mampu meningkatkan hard skill mereka. Metode pendampingan yang dipakai adalah dengan pengawasan proses pengolahan air limbah dan perawatan peralatan pengolahan air limbah mulai dari sewage treatment plant, proses pemfilteran air, pompa transfer dan utilitas pemipaan.Kegiatan ini berhasil menurunkan konsumsi air bersih yang semula 728 m3 per bulan menjadi 270 m3 per bulan atau turun sebesar 62,91%. Sedangkan air yang dibuang ke saluran kota menurun yang 565 m3 turun menjadi 107 m3 atau turun 81,06%.Abstract: The real threat from water exploration in Indonesia is land subsidence, especially around the coast. Jakarta, Semarang and other major cities on the north coast of Java have already felt the impact. To overcome this problem, it is necessary to conserve the environment through controlling the use of groundwater. The Inalum building has a wastewater treatment facility but it has not been utilised. This activity aims to assist 14 Inalum Building technicians in the utilisation of wastewater as non-potable water for watering plants and toilets. With the assistance, the existing technicians are able to carry out activities independently and are able to improve their hard skills. The mentoring method used is to supervise the wastewater treatment process and maintenance of wastewater treatment equipment starting from the sewage treatment plant, water filtering process, transfer pump and piping utilities. This activity succeeded in reducing clean water consumption from 728 m3 per month to 270 m3 per month or a decrease of 62.91%. While water discharged into city drains decreased from 565 m3 down to 107 m3 or down 81.06%.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CANVA GUNA PENGEMBANGAN BISNIS Marissa Winimetha Amegia; Amir Hidayatulloh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21509

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi saat ini yang sangat pesat mengubah metode komunikasi pemasaran, yang sebelumnya bersifat tradisional/konvensional menjadi digital. Saat ini, metode pemasaran digital adalah metode yang diminati oleh konsumen. Beberapa hal yang dapat dilakukan guna meningkatkan dampak media marketing saat pemasaran yaitu dengan menggunakan media sosial dan memanfaatkan perangkat lunak “canva” agar konten yang dihasilkan lebih menarik. Hal ini yang mendorong pengabdi untuk melaksanakan pengabdian dengan tujuan untuk meningkatkan softskill dengan memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan terkait strategi promosi digital marketing menggunakan perangkat lunak “canva”. Pelatihan dan pendampingan ini ditujukan untuk UPT Logam Yogyakarta. Metode pengabdian menggunakan metode pelatihan dan pendampingan untuk admin media sosial UPT Logam Yogyakarta. Pelatihan dan pendampingan ini berhasil memberikan edukasi digital marketing dan penggunaan perangkat lunak “canva” yang diterapkan di UPT Logam Yogyakarta untuk kegiatan promosi. Pengabdian ini meningkatkan 88% kemampuan softskill desain admin media sosial UPT Logam Yogyakarta. Pelatihan dan pendampingan ini diharapkan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas usaha.Abstract: Current very rapid technological developments are changing marketing communication methods, which were previously traditional/conventional, to digital. Currently, digital marketing methods are methods that are in demand by consumers. Several things that can be done to increase the impact of marketing media when marketing are by using social media and utilizing "Canva" software so that the resulting content is more interesting. This is what encourages service members to carry out community service with the aim of improving soft skills by providing education, training and assistance related to digital marketing promotion strategies using "canva" software. This training and mentoring is aimed at UPT Logam Yogyakarta. The service method uses training and mentoring methods for UPT Logam Yogyakarta social media admins. This training and mentoring succeeded in providing digital marketing education and the use of the "canva" software implemented at UPT Logam Yogyakarta for promotional activities. This service increases 88% of UPT Logam Yogyakarta's social media admin design soft skills. It is hoped that this training and mentoring can continue to be carried out to increase business productivity.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN RUMPUT LAUT SIAP OLAH DENGAN MESIN PENGERING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN Astri Furqani; Rika Diananing Putri; Dodi Tri Kurniawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20336

Abstract

Abstrak: Rumput laut sangat berpotensi diwilayah perairan Indonesia. Jenis rumput laut yang banyak di budidaya yaitu E. cottoni, dengan metode rakit. Pemanfaatan rumput laut hanya dijual kering dengan metode pemanasan matahari. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi pengeringan dan pengolahan rumput laut jenis E. cottoni. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan pada kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) di Desa Pagarbatu Saronggi Kabupaten Sumenep. Poklahsar An-Nikmah merupakan mitra dari kegiatan pengabdian ini. Hadir dalam kegiatan 30 orang yang mayoritas perempuan pesisir. Untuk menunjukkan pencapaian/keberhasilan kegiatan ini, dilakukan adanya pretest dan posttest dengan jumlah pertanyaan 10. Hasil yang telah dicapai adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Teknologi Tepat Guna sebesar 65% pada anggota dalam mengolah rumput laut jenis E. cottoni secara baik dan benar, serta dapat menjaga nutrisi yang terkandung pada produk yang dihasilkan.Abstract: Seaweed has great potential in Indonesian waters. The type of seaweed that is widely cultivated is E. cottoni, using the raft method. Seaweed is only sold dry using the solar heating method. The aim of this service is to increase knowledge and skills in drying and processing technology for E. cottoni seaweed. The implementation method is in the form of socialization and mentoring carried out by groups of processors and marketers (Poklahsar) in Pagarbatu Saronggi Village, Sumenep Regency. Poklahsar An-Nikmah is a partner of this service activity. Present at the activity were 30 people, the majority of whom were coastal women. To show the achievement/success of this activity, a pretest and posttest were carried out with the 10 question. The results that have been achieved are an increase in Appropriate Technology knowledge and skills by 65% for members in processing E. cottoni seaweed properly and correctly, as well as being able to maintain the nutrients contained in the products produced.
NAIK KELAS DENGAN DIGITALISASI: PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UMKM MENGGUNAKAN APLIKASI “SI APIK” Eliza Noviriani; Lailatul Mukaromah; Sri Mulyati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19584

Abstract

Abstrak: Salah satu bidang UMKM yang menarik minat di Kabuputen Sambas adalah UMKM sektor kuliner sebagaimana ditandai dengan catatan pelaku usaha terbanyak dari keseluruhan sektor UMKM. Namun, penyusunan laporan keuangan masih menjadi permasalahan besar bagi UMKM karena pencatatan aktivitas bisnis masih dilakukan secara sederhana, terdapat UMKM yang belum melakukan pencatatan transaksi, belum ada pemisahan antara transaksi bisnis dan pribadi, minim nya evaluasi oleh UMKM atas kinerja usaha nya serta ketiadaan implementasi digitalisasi dalam penyusunan laporan keuangan bisnis. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyusunan laporan keuangan secara digital. Pelatihan dilaksanakan dengan metode Community Based Participatory Research (CBPR) melalui 3 (tiga) tahap yaitu pendekatan diskusi, teoritis dan praktikum. Evaluasi capaian keberhasilan pelatihan dengan kuesioner memperoleh hasil perubahan signifikan pengetahuan peserta yaitu dari 26,67% menjadi 93,33% dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan. Oleh sebab itu, pelatihan secara intens dan berkala sangat diperlukan untuk menunjang kualitas Usaha Mikro, Kecil & Menengah di Kabupaten Sambas.Abstract: One of the MSME sectors that is attracting interest in Sambas Regency is the MSME culinary sector as indicated by the record of the largest number of business actors in the entire MSME sector. However, preparing financial reports is still a big problem for MSMEs because the recording of business activities is still carried out simply, there are MSMEs that have not recorded transactions, there is no separation between business and personal transactions, there is minimal evaluation by MSMEs of their business performance and there is no implementation of digitalization. in preparing business financial reports. This Community Service Activity (PKM) aims to increase knowledge and skills in preparing digital financial reports. The training was carried out using the Community Based Participatory Research (CBPR) method through 3 (three) stages, namely discussion, theoretical and practical approaches. Evaluation of the success of the training using a questionnaire resulted in a significant change in participants' knowledge, namely from 26.67% to 93.33% compared to before attending the training. Therefore, intense and regular training is very necessary to support the quality of Micro, Small & Medium Enterprises in Sambas Regency.
PENYULUHAN TEKNOLOGI BRIKET BIOARANG DARI SAMPAH ORGANIK BAGI KADER LINGKUNGAN Wenny Irawaty; Setiyadi Setiyadi; Christian J. Wijaya; Ig. Jaka Mulyana; Imanuel A.; Devara U. P.; Evita C.M. K.; Silvester S. L.; Suratno Lourentius
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17590

Abstract

Abstrak: Diseminasi teknologi pembuatan briket bioarang dari sampah organik telah diberikan untuk warga dan kader lingkungan RW 03 Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Hal ini sangat penting mengingat wilayah RW 03 Kelurahan Tambak Rejo Surabaya, yang menjadi mitra kegiatan ini, merupakan daerah pemukiman padat penduduk dengan banyak tanaman perindang sehingga banyak dihasilkan sampah daun-daun tanaman. Selama ini, daun-daun tersebut hanya dibuang atau dibakar saja. Sementara itu, sebagian warga (mitra) belum memiliki pekerjaan tetap sehingga lebih daripada 50% warganya masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, kegiatan ini ditujukan untuk membantu RW 03 Kelurahan Tambak Rejo, dalam hal ini sebagai mitra kegiatan, untuk menangani permasalahan sampah organik dan sekaligus memberikan peluang usaha/kerja dengan mengolah sampah organik tersebut menjadi produk energi alternatif yaitu briket bioarang. Untuk mencapai tujuan tersebut, tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanan pembuatan briket, dan tahap evaluasi kegiatan. Sistem evaluasi yang digunakan untuk mengukur kinerja kegiatan adalah dengan membagikan kuisioner kepada mitra. Indikator keberhasilan kegiatan ditunjukkan dengan minimal 70% mitra yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini merasa puas dan merasakan manfaat kegiatan sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi mitra. Adapun yang menjadi mitra adalah 46 orang warga dan perangkat RW 03 Kelurahan Tambak Rejo Surabaya. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa mitra dapat memahami dan membuat briket dari sampah organik dengan baik. Parameter briket yang telah sesuai SNI adalah kadar air, kadar abu, kadar karbon, dan nilai kalor, sedangkan parameter volatile matter sedikit melebihi ketentuan SNI (7%). Hasil pengisian kuisioner yang dilakukan oleh mitra menunjukkan bahwa 100% peserta kegiatan puas dengan pelaksanaan kegiatan. Tidak hanya itu saja, kegiatan ini juga menjawab kebutuhan mereka sehinga tercipta peluang untuk menjadi sumber ekonomi baru.Abstract: Technology dissemination to prepare biocharcoal briquettes from organic waste has been carried out to residents and environmental cadres from RW 03 Tambak Rejo Village, Simokerto District, Surabaya City. The activity is urgent to be performed since the region is considered as the area with dense population with many plants and therefore, the kampong possesses a lot of leaves. So far, leaves waste is only thrown away or just burned. Meanwhile, some residents do not yet have permanent jobs and therefore, more than 50% of the residents are lied into society with low-income category. Accordingly, this activity was aimed to help society of RW 03 Tambak Rejo Village, in this context as our partners, to deal with leaves problem and in the same time provide business or work opportunity by processing those leaves into alternative energy product, namely briquette. To achieve these aims, several steps involve the preparation, the implementation and finally, the evaluation step have been carried out to assess the activity. The evaluation was performed by filling out questionnaires by partners who join in this activity, i.e. 46 people. In order to measure the success of this activity, we set that at least 70% of our partners feel satisfied that this activity will solve their problems. From the results it can be concluded that participants can understand theory behind organic wastes and briquettes, as well as able to make briquettes by theirselves. Several briquette parameters that comply with SNI are water content, ash content, carbon content and heating value, while the volatile matter parameters slightly exceed the SNI provisions (7%). Questionnaires filled out by mitra show that 100% of participants were satisfied with the implementation of this activity. In addition, the activity also answers their needs which in turn can create an opportunity to become a new economic source.