cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENDAMPINGAN PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BAGI GURU DI SMPN 51 KOTA PALEMBANG Mariyani Mariyani; Emil El Faisal; Sri Artati; Puspa Dianti; Diva Amanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.18898

Abstract

Abstrak: Pembelajaran dalam kelas yang masih di dominasi oleh guru melalui ceramah membuat pembelajaran masih rendah keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Sehingga diperlukan pendampingan penerapan model pembelajaran berbasis projek (PjBL) sebagai salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Tujuan pengabdian ialah memberikan pendampingan bagi guru untuk meningkatkan kemampuan penerapan model pembelajaran berbasis projek (PjBL) bagi guru di SMPN 51 Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah pendampingan. Hasil pengabdian diperoleh bahwa hasil tes pengetahuan yang dilakukan melalui pretest dan postest terdapat peningkatan pemahaman peserta pada saat pendampingan penerapan pembelajaran berbasis projek (PjBL). Hasil nilai rata-rata dalam pretest yaitu 45.8 serta posttest 88.4 mempunyai selisih senilai 42.60. Dapat disimpulkan bahwa dari 23 guru yang mengikuti kegiatan telah mendapatkan peningkatan mengenai materi PPM. Penilaian proyek didasarkan pada 3 indikator, yaitu: (1) kelengkapan modul ajar; (2) Ketepatan projek sesuai tujuan; dan (3) kesesuaian sintaks projek. Dihitung berdasarkan rata-rata persentase skor maka persentase kemampuan guru dalam penerapan PjBL adalah sebesar 22.6% yang berarti kategori baik.Abstract: Learning in the classroom which is still dominated by teachers through lectures means that learning is still low in student involvement in the teaching and learning process. So assistance is needed in implementing the project-based learning model (PjBL) as a student-centered learning model. The aim of the service is to provide assistance for teachers to improve the ability to implement the project-based learning model (PjBL) for teachers at SMPN 51 Palembang City. The method used is mentoring. The results of the service showed that the results of the knowledge tests carried out through pretest and posttest showed an increase in participants' understanding when assisting in the implementation of project-based learning (PjBL). The average score in the pretest is 45.8 and the posttest is 88.4, which has a difference of 42.60. It can be concluded that the 23 teachers who took part in the activity had received improvements regarding PPM material. Project assessment is based on 3 indicators, namely: (1) completeness of the teaching module; (2) accuracy of the project according to the objectives; and (3) suitability of the project syntax. Calculated based on the average percentage score, the percentage of teacher ability in implementing PjBL is 22.6%, which means the good category.
IMPLEMENTASI SISTEM AKUNTANSI UNTUK MENGEMBANGKAN BISNIS PRODUK LAUT DI CIREBON Cahyaningsih Cahyaningsih; Majidah Majidah; Rizky Mochamad Alif
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25002

Abstract

Abstrak: Para pengusaha dan nelayan di Kota Cirebon kesulitan melaut karena kurangnya modal untuk memperbaiki kapal rusak, yang disebabkan oleh kinerja keuangan perusahaan yang buruk. Akibatnya, perusahaan sulit mendapatkan dana untuk kegiatan usaha, dan pengusaha kurang memahami pentingnya kinerja keuangan sehingga sering menerima informasi yang tidak akurat tentang perkembangan usaha. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan softskill dan hardskill peserta pengabdian dengan meningkatnya pemahaman akuntansi dan kemampuan menggunakan sistem akuntansi agar kegiatan usaha yang dijalankan lebih efektif dan efisien serta menghasilkan informasi yang dapat dipercaya. Peserta sebanyak 52 Pengelola UMKM di Jalan Samadikun Kota Cirebon mendapatkan pelatihan Akuntansi dan Aplikasi UMKM dan didampingi dalam mengimplementasikan aplikasinya. Untuk mengukur peningkatan skill peserta, dilakukan perbandingan hasil dari pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan literasi akuntansi dari 60% menjadi 84%, literasi keuangan dari 63% menjadi 83%, dan literasi teknologi informasi dan komunikasi dari 59% menjadi 81%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan softskill maupun hardskill peserta pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan UMKM Produk Laut di Cirebon melalui peningkatan pemahaman dan keahlian akuntansi dan keuangan serta penggunaan aplikasi UMKM.Abstract: Entrepreneurs and fishermen in Cirebon City have difficulty going to sea due to a lack of capital to repair damaged ships caused by the company's poor financial performance. As a result, companies have difficulty obtaining funds for business activities, and entrepreneurs do not understand the importance of financial performance so they often receive inaccurate information about business developments. This activity aims to improve community service participants' soft and hard skills by increasing their understanding of accounting and the ability to use accounting systems so that business activities are carried out more effectively and efficiently and produce reliable information. Participants as many as 52 MSME Managers in Jalan Samadikun, Cirebon City received training in Accounting and MSME Applications and were assisted in implementing the application. This activity was evaluated by giving pre and post-tests. The comparison showed an increase in Accounting literacy from 60% to 84%, Financial literacy from 63% to 83%, and Information and Communication Technology (ICT) literacy from 59% to 81%. These results indicate community service participants' soft and hard skills have increased. This activity is expected to increase the financial performance of Marine Product MSMEs in Cirebon by improving accounting skills and using MSME applications.
INOVASI DIGITAL DENGAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN UMKM Muhajir Syamsu; Uki Masduki; Mukhaer Pakkanna; Rizki Pratama
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23436

Abstract

Abstrak: Kondisi mitra saat ini masih menggunakan cara tradisional dibandingkan teknologi dalam memasarkan produk UMKM. Pengabdian ini memberikan pelatihan secara softskil dalam memanfaatkan platform WordPress berbasis AI untuk mendukung UMKM di desa Palasari; Metode pelaksanaan menggunakan ceramah, demonstrasi/praktik, dan diskusi; Mitra dalam kegiatan ini diikuti 10 warga Desa Palasari Banten sebagai peserta yang merupakan pelaku UMKM; Pelaksanaan kegiatan ini berhasil meningkat pemahaman dan pengetahuan peserta dalam menggunakan platform wordpress berbasis AI, dimana sebelum pelatihan peserta memiliki pemahaman 34% melalui pre-test yang telah dibuatkan oleh Tim, setelah mengikuti pelatihan peserta memiliki pemahaman 93%, melalui post-test, artinya peningkatan pemahaman pada peserta yang mampu menggunakan platform wordpress berbasis AI dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan UMKM dimedia digital.Abstract: The current condition of partners still uses traditional methods compared to technology in marketing MSME products. This service provides soft skills training in utilising the AI-based WordPress platform to support MSMEs in Palasari village; The method of implementation uses lectures, demonstrations / practices, and discussions; Partners in this activity were attended by 10 residents of Palasari Banten Village as participants who are MSME actors; The implementation of this activity succeeded in increasing the understanding and knowledge of participants in using the AI-based wordpress platform, where before training participants had an understanding of 34% through a pre-test that had been made by the Team, after attending the training participants had an understanding of 93%, through a post-test, meaning an increase in understanding in participants who were able to use the AI-based wordpress platform in utilising technology to improve MSMEs in digital media. 
PELATIHAN DIGITAL MARKETING DAN INOVASI PRODUK GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM IKAN PEDO SERBUK Terttiaavini Terttiaavini; Lesi Hertati; Yosef Yulius; Tedy Setiawan Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21836

Abstract

Abstrak: Pengabdian Masyarakat ini bertujuan agar tumbuh inovasi di masyarakat guna memberi kemajuan dalam bidang digital marketing laporan keuangan dan inovasi produk. Mitra pada pengabdian ini adalah UMKM Usaha Mandiri yang berlokasi di Kabupaten Musi Rawas Utara. Bidang usaha yang dilakukan adalah pengolahan pedo serbuk sebagai produk bernilai ekonomis tinggi yang berasal dari ikan anak sungai Rupit. Hasil dari pengabdian masyarakat ini meningkatan pada softskill, hardskill inovasi teknologi dan marketing bisnis, serta pencatatan keuangan. Tujuan pelatihan digital marketing agar produk dapat dikenal oleh konsumen secara luas dan dapat melakukan pencatatan laporan keuangan secara akurat dan tepat waktu dari Tim Universitas Indo Global Mandiri. Sistem evaluasi dilaksanakan guna mengetahui peningkatan pemahaman kualitas produk, digital marketing dan cara membuat laporan keuangan, guna peningkatan penjualan produk ikan pedo serbuk. Rata-rata peningkatan keseluruhan mencapai 1.78%, hal ini menunjukkan dampak pelatihan PKM dapat mengatasi permasalahan yang rumit.Abstract: This Community Service aims to grow innovation in society in order to provide progress in the field of digital marketing, financial reports and product innovation. The partners in this service are the Mandiri Business MSMEs located in North Musi Rawas Regency. The line of business carried out is processing pedo powder as a product of high economic value originating from fish tributaries of the Rupit River. The results of this community service increase soft skills, hard skills, technological innovation and business marketing, as well as financial recording. The aim of digital marketing training is so that products can be widely known by consumers and can record financial reports accurately and on time from the Indo Global Mandiri University Team. The evaluation system was implemented to determine increased understanding of product quality, digital marketing and how to make financial reports, in order to increase sales of powdered pedo fish products. The overall average increase reached 1.78%, this shows the impact of PKM training in overcoming complex problems.
PERLUASAN PEMASARAN PRODUK DENGAN PEMANFAATAN PLATFORM E-COMMERCE MELALUI MARKETPLACE PADA USAHA MASYARAKAT KECAMATAN SINGINGI Nobel Aqualdo; Cut Endang Kurniasih; Rahmita Budiartiningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21477

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dialami mitra umumnya penjualan produk masih menggunakan cara konvensional, rendahnya partisipasi dan kompetensi terhadap penggunaan platform e-commerce di marketplace online. Pada pengabdian ini memberikan pelatihan dan praktik tentang mekanisme penjualan produk menggunakan platform e-commerce melalui marketplace yakni Shopee. Metode penerapan yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi/praktik, dan diskusi. Pada pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh 7 orang yang merupakan pengrajin batik. Dari kegiatan ini tim berhasil meningkatkan keterampilan peserta dengan bisa membuat toko online “Goluak Loge” dan menampilkan produk batiknya di platform e-commerce Shopee. Dilihat nilai rataan, sebelum pengabdian semua peserta memiliki pemahaman sebesar 64% dan bertambah menjadi 87% setelah adanya pengabdian. Dengan meningkatnya jumlah peserta yang mampu memasarkan produk menggunakan platform Shopee diharapkan semakin banyak usaha masyarakat desa yang go digital.Abstract: The problems experienced by partners are generally used conventional methods in selling products, low participation and competence in using e-commerce platforms in online marketplaces. This service provides training and practice on product sales mechanisms using the e-commerce platform through the marketplace, namely Shopee. The application method used is lecture, demonstration, and discussion. In the implementation of this activity was conducted to 7 batik craftswomen. From this activity the team succeeded in improving the skills of the participants by being able to create an online store "Goluak Loge" and display their batik products on the Shopee e-commerce platform. Looking at the mean value, participants included in the training also seem to have gained knowledge of digital marketing. Before the training, their understanding is 64% and then increased to 87% after the training. An increasing number of people are now using the e-commerce platforms to offer the product and services, it is expected that more rural businesses will go digital.
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BAGI GURU TK SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KETRAMPILAN KOLABORASI SEJAK DINI Endang Lestari; Dian Apriliana Rahmawatie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19918

Abstract

Abstrak: Ketrampilan berkolaborasi merupakan ketrampilan wajib yang harus dimiliki oleh masyarakat era 4.0 dan 5.0. Di bidang Kesehatan, Indonesia saat ini mempunyai masalah kesehatan yang semakin kompleks, yang membutuhkan tenaga Kesehatan yang trampil dan mampu bekerjasama antar profesi kesehatan, untuk mengurangi komplikasi dan mencegah kejadian malpraktek. Ketrampilan kolaborasi perlu diajarkan sejak usia dini. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan guru TK dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kolaboratif. Pengabdian ini menerapkan ceramah dalam kegiatan pelatihan dan praktek penyusunan RPP yang didampingi oleh pengabdi. Subjek pengabdian adalah guru TK se Kecamatan Boja. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah tersusunnya RPP pembelajaran kolaboratif oleh guru guru TK di kecamatan Boja. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan uji pre-post terhadap jumlah RPP pembelajaran kolaboratif yang disusun oleh guru di kecamatan Boja menggunakan uji statistic McNemar. Sebanyak 72 guru mengikuti kegiatan pelatihan. Dari data yang terkumpul diketahui pada pre pelatihan hanya 26 (36,1%) guru yang telah memiliki RPP, setelah pelatihan, sebanyak 58 (80,5%) guru telah berhasil menyusun RPP. Terdapat perbedaan signifikan jumlah guru yang menyusun RPP kolaboratif prepost pelatihan (p<0.001). Pelatihan memberikan dampak peningkatan ketrampilan guru dalam penyusunan RPP kolaboratif yang dibuktikan dengan penambahan jumlah RPP yang dihasilkan oleh guru TK Kecamatan Boja. RPP yang tersusun telah sesuai dengan ketentuan Permendiknas No.41 tahun 2007. Kegiatan pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan ketrampilan guru guru untuk menyusun RPP kolaboratif sesuai dengan ketentuan permendiknas.Abstract: Collaboration skills are mandatory skills that must be acquired by society in the 4.0 and 5.0 era. In the health sector, Indonesia currently has increasingly complex health problems, which require skilled health workers who are able to collaborate between health professions, to reduce complications and to prevent malpractice. Considering that, collaboration skills need to be taught from an early age. This community service program aimed to improve the skills of kindergarten teachers in developing lesson plans (RPP) for teaching collaboration at kindergarten. This community service program implemented lectures and training in developing RPPs. The subjects of the community service were kindergarten teachers in Boja District. The indicator of the success of this program was the improvement of teachers’ ability in developing collaboration skill lesson plans. Evaluation of the success was carried out using a pre-post test on the number of collaborative learning lesson plans developed by teachers, implementing McNemar statistical test. A total of 72 teachers took part in the training. From the data collected, it was revealed that at pre-training only 26 (36.1%) teachers had RPPs, after the training, 58 (80.5%) teachers had succeeded in developing RPPs. There was a significant difference in the number of collaboration skill lesson plans produced pre and post training (p<0.001). The increase of numbers of collaboration skill lesson plans produced by teachers was evidence of the improvement and awareness of teachers' skills in developing collaboration skill lesson plans in Boja District. The structure of RPPs developed by teachers was in accordance with the provisions of Permendiknas No.41 of 2007. The training succeeded in improving teachers’ skills in developing lesson plan of teaching collaboration skills.
MONITORING KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA MASYARAKAT Rianti Nurpalah; Meti Kusmiati; Meri Meri; Hendro Kasmanto; Dina Ferdiani; Anisa Nurhasanah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19368

Abstract

Abstrak: Penyakit degeneratif atau dikenal dengan penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan masyarakat karena tingginya angka kesakitan dan kematian secara global. Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gangguan metabolisme kronis dengan berbagai sebab dan ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Kesadaran masyarakat mengenai pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penyakit degeneratif masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memantau kadar gula darah di masyarakat dengan tujuan mencegah penyakit diabetes. Pemeriksaan gula darah dilakukan terhadap 233 orang di wilayah kerja Puskesmas Mangkubumi dan Purbaratu Kota Tasikmalaya dengan menggunakan alat pengukur glukosa darah. Hasil tes gula darah normal pada 82%, meningkat pada 16% dan hipoglikemik pada 2%. Kegiatan ini membantu memantau kadar gula darah masyarakat sehingga dengan cepat mengetahui status kesehatan setiap orang dan menjadi sumber data bagi puskesmas tentang status kesehatan masyarakat di wilayah kerja Anda.Abstract: Degenerative diseases or also called Non-Communicable Diseases (NCDs) are a public health problem because of their high morbidity and mortality rates globally. Diabetes Mellitus (DM) is a NCD caused by chronic metabolic disorders with various causes and is characterized by high levels of sugar in the blood. Public awareness in carrying out health checks, in an effort to prevent degenerative diseases, is still very lacking, therefore this community service aims to monitor blood sugar levels in the community as an effort to prevent DM. Blood sugar checks were carried out on 233 people in the working area of the Mangkubumi and Purbaratu Health Centers in Tasikmalaya City using a glucometer. The results of the blood sugar examination were found to be 82% normal, 16% high and 2% low blood sugar. This activity can monitor people's blood sugar levels, so that they can know each other's health conditions early and serve as a source of data for community health centers regarding the health conditions of people in their work areas.
PEMBUATAN TEPUNG DAUN KELOR SEBAGAI PENGAWET ALAMI PRODUK OLAHAN DAGING UPAYA MENDUKUNG POLA HIDUP SEHAT Desi Ardilla; Khairunnisa Rangkuti; Muhammad Thamrin; Rahmad Syukur Siregar; Hazen Arrazie Kurniawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17711

Abstract

Abstrak: Banyak sekali makanan olahan berbahan dasar daging yang beredar di pasaran. Produk ini disinyalir mengandung bahan pengawet kimia berbahaya. Penggunaan bahan pengawet kimia dalam jangka panjang menimbulkan dampak negatif seperti perilaku hiperaktif pada anak, kolesterol, penyakit jantung dan kanker. Untuk itu penggunaan bahan pengawet alami mutlak diperlukan karena tidak memberikan dampak negatif bagi manusia. Salah satu bahan pengawet alami pada makanan adalah tepung daun kelor. Mitra berasal dari ibu-ibu 'Aisyiyah ranting Medan Denai sejumlah 10 orang. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam membuat bahan pengawet alami dari daun kelor sebagai wujud pola hidup sehat warga Muhammadiyah. Metode pelaksanaan terdiri dari 2 tahap yaitu tahap sosialisasi dan tahap pelatihan pembuatan tepung daun kelor serta penerapannya. Hasil pre-test dan post-test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan soft skill dan hard skill mitra sebesar 92%.Abstract: There are lots of processed meat-based foods on the market. This product allegedly contains dangerous chemical preservatives. Long-term use of chemical preservatives causes negative impacts such as hyperactive behavior in children, cholesterol, heart disease and cancer. For this reason, the use of natural preservatives is absolutely necessary because they do not have a negative impact on humans. One of the natural preservatives in food is Moringa leaf flour. The partners come from 10 women from the Medan Denai branch of 'Aisyiyah. The aim of this service is to increase partners' knowledge and skills in making natural preservatives from Moringa leaves as a form of healthy lifestyle for Muhammadiyah residents. The implementation method consists of 2 stages, namely the socialization stage and the training stage for making Moringa leaf flour and its application. The results of the pre-test and post-test conducted showed an increase in partners' soft skills and hard skills by 92%.
MENANGKAL HIPERTENSI PADA LANSIA: HASIL PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI SKRINING, EDUKASI, DAN KONSULTASI KESEHATAN Komang Noviantari; Malianti Silalahi; Mey Lona Verawaty Zendrato; Permaida Permaida; Stepanus Maman Hermawan; Ernawati Ernawati; Dian Anggraini; Yosi Marin Marpaung; Mariam Dasat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24851

Abstract

Abstrak: Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, masih menjadi masalah kesehatan utama dan penyebab kematian terbanyak di dunia, terutama pada lansia. Skrining hipertensi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan deteksi dini penyakit ini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia tentang pentingnya hipertensi dan cara mengatasinya. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk skrining, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan terkait bahaya hipertensi dengan jumlah peserta adalah 105 lansia. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan penyuluhan tentang bahaya hipertensi, skrining tekanan darah, gula darah sewaktu, dan kolesterol total, serta konsultasi kesehatan dengan dokter. Hasil skrining menunjukkan bahwa 37% lansia mengalami pre-hipertensi, 97,5% memiliki gula darah sewaktu normal, dan 40% memiliki hasil kolesterol total tinggi. Evaluasi menunjukkan bahwa lansia yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan edukasi terkait bahaya hipertensi, melakukan skrining kesehatan, serta konsultasi kesehatan dari dokter untuk mengatasi hipertensi, Antusiasme lansia terhadap kegiatan ini sangat tinggi.Abstract: Hypertension, or high blood pressure, remains a prevalent health concern and a leading cause of mortality worldwide, particularly among the elderly population. Hypertension screening is crucial for promoting awareness and early detection of this condition. This community service project aimed to raise awareness among elderly individuals about the significance of hypertension and its management strategies. The project involved screening, education, and health examinations related to hypertension risks, targeting 105 elderly participants.The project was implemented in three phases: planning, implementation, and evaluation. During the implementation phase, educational sessions on hypertension risks were conducted, followed by screenings for blood pressure, random blood glucose, and total cholesterol. Additionally, participants received medical consultations with a physician.The screening results revealed that 37% of the elderly participants had pre-hypertension, 97.5% had normal random blood glucose levels, and 40% had high total cholesterol levels. The evaluation indicated that participants gained knowledge about hypertension risks, underwent health screenings, and received medical consultations from a physician to manage their hypertension. The elderly participants demonstrated high enthusiasm for the project.This community service project effectively enhanced awareness and knowledge among elderly individuals regarding hypertension. The project's success highlights the importance of targeted interventions to promote hypertension management and improve the overall health of older adults.
PEMANFAATAN TUMBUHAN LOKAL SEBAGAI OLAHAN PANGAN UNTUK MEMPERKUAT PEREKONOMIAN MASYARAKAT Destiana Destiana; Siva Devi Azahra; Siti Puji Lestariningsih; Siti Masitoh Kartikawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23084

Abstract

Abstrak: Umbut kelapa merupakan bagian dari tumbuhan kelapa yang terletak pada bagian ujung batang yang jika terus tumbuh akan menjadi pelepah dan daun, bagian ini berada di empulur batang, bertekstur lembut dan memiliki rasa yang manis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan umbut kelapa sebagai alternatif produk olahan pangan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di Desa Peniti besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah, peserta kegiatan ini diikuti oleh kelompk Ibu-ibu PKK sebanyak 35 orang. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan sistem evaluasi dengan menggunakan kuisoner yang dilakukan diawal dan diakhir kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menggambarkan adanya perubahan informasi dan pemahaman tentang pemanfaatan umbut kelapa menjadi olahan pangan berbentuk kelapa dari yang sebelumnya 17% menjadi 100%, pemahaman tingkat kesulitan pembuatan umbut kelapa menjadi olahan pangan yanga awalnya sebesar 63% menyatakan sulit menjadi 10% dan ketertarikan berusaha sebesar 27% menjadi 73%.Abstract: The coconut sheath is part of the coconut plant located at the end of the stem, which, if it continues to grow, will become fronds and leaves; this part is in the pith of the stem, has a soft texture, and has a sweet taste. This activity aims to increase the activity aims to increase community knowledge about using coconut tubers as an alternative processed food product to improve the surrounding community's economy. Community service activities were carried out in Peniti Besar Village, Segedong District, and Mempawah Regency, and the participants of this activity were attended by a group of 35 mother Family Empowerment and Welfare (PKK). The method used in this activity is delivering socialization to the community, and the evaluatioj system is used, using questionnaries conducted at the beagining and the end of the activity. The results of the implementation of the activity illustrate a change in information and understanding of the utilization of coconut tubers into processed food in the form of coconut from the previous 17% to 100%, understanding the level of difficulty in making coconut tubers into processed food,which initially 63% to 10%, and interest in trying 27% to 73%.