cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENINGKATAN STATUS GIZI DENGAN METODE EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA IBU RUMAH TANGGA GIZI LEBIH Iriyani Kamaruddin; Ratih Wirapuspita Wisnuwardani; Nurul Afiah; Erri Larene Safika; Nastitie Cinintya Nurzihan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23334

Abstract

Abstrak: Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah penderita obesitas tertinggi. Prevalensi gizi lebih dan penyakit degeneratif lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Gizi berlebih yang tidak dikelola dengan baik perlu mendapat perhatian serius karena dapat menurunkan kesehatan, produktivitas kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu konsumsi sayur dan buah masih rendah yaitu 11,49%, dan di Kota Samarinda sebesar 11,59%. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah memberikan edukasi gizi seimbang untuk meningkatkan status gizi Ibu Rumah Tangga (IRT) menjadi status gizi baik Pengabdian ini menggunakan metode edukasi gizi dengan menggunakan modul gizi seimbang, template isi piringku, dan model makanan, sebelum diberikan edukasi gizi diberikan pre-test dan sesudah edukasi gizi diberikan post-test yang terdiri dari 15 pertanyaan pilihan ganda terkait dengan materi edukasi gizi seimbang Mitra pendukung pengabdian ini adalah Kelurahan Air Putih dan mitra peserta edukasi gizi sebanyak 21 orang. Hasil sudah terlaksana pengabdian dengan baik dan lancar, menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi gizi sebesar 28,20%.Abstract: East Kalimantan Province is one of the provinces in Indonesia with the highest number of obesity sufferers. The prevalence of overnutrition and degenerative diseases is more common in women than men. Excessive nutrition that is not managed properly needs serious attention because it can reduce health, work productivity and improve people's welfare. Apart from that, consumption of vegetables and fruit is still low, namely 11.49%, and in Samarinda City it is 11.59%. The aim of this service is to provide balanced nutrition education to improve the nutritional status of Housewives (IRT) towards good nutritional status. This service uses nutritional education methods using balanced nutrition modules, my plate contents templates, and food models. Before being given nutrition education, a pre-test is given and after being given nutrition education, a post-test is given which consists of 15 multiple choice questions related to balanced nutrition education materialPartners supporting this service are Air Putih District and 21 partners participating in nutrition education. The results of service that was carried out well and smoothly showed an increase in knowledge scores before and after nutrition education by 28.20%.
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SISWA DENGAN PENGENALAN BERBASIS DATA DAN MACHINE LEARNING Egi Safitri; Sri Karnila; Neni Purwati; Hendra Kurniawan; Nurjoko Nurjoko; Ruki Rizalnul Fikri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22096

Abstract

Abstrak: Data merupakan aset penting yang memiliki potensi besar untuk menjadi sumber informasi yang berharga dalam proses pengambilan keputusan. Namun, pada kenyataannya, masih banyak data yang belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan dalam memprosesnya. Contohnya adalah data kasus COVID-19. Kegiatan ini dilakukan di SMKN 7 Bandar Lampung dengan melibatkan 31 siswa dan 2 guru pendamping kelas. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dalam memahami berbagai jenis data, analisis data, dan dasar-dasar machine learning. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah workshop, yang berfokus pada pemahaman siswa terhadap konsep data. Kegiatan tersebut dimulai dengan sosialisasi, pengenalan data di sekitar kita, penekanan pada data COVID-19 sebagai topik yang sedang tren, cara mendapatkan data, teknik analisis data, dan pengantar tentang machine learning. Teknologi juga diterapkan melalui penggunaan modul sederhana guna meningkatkan efektivitas pembelajaran dalam Program Kreativitas Mahasiswa ini. Hasil dari kegiatan ini termasuk perbaikan hasil akademis siswa serta peningkatan kesadaran mereka terhadap literasi data, dan membuktikan bahwa pendekatan inovatif ini memberikan kontribusi positif terhadap literasi data siswa dan meningkatkan pembelajaran berbasis data di era kemiskinan informasi, hal itu dapat dilihat dari hasil kuesioner yang telah diberikan dengan nilai tertinggi 77% mengatakan bahwa pelaksanaan pengabdian telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan siswa, dan sebesar 71% kegiatan PkM berhasil meningkatkan kesejahteraan/kecerdasan siswa.Abstract: Data is an important asset that has great potential as a valuable source of information in decision-making processes. However, in reality, there is still much data that needs to be optimally utilized due to limitations in knowledge to process it. An example is COVID-19 case data. This activity was conducted at SMKN 7 Bandar Lampung, involving 31 students and 2 accompanying teachers. The main objective is to improve students' learning quality in understanding various types of data, data analysis, and the basics of machine learning. The implementation method used is a workshop focusing on students' understanding of data concepts. The activity begins with socialization, introducing data around us, emphasizing COVID-19 data as a trending topic, ways to obtain data, data analysis techniques, and an introduction to machine learning. Technology is also applied through the use of simple modules to enhance learning effectiveness in this Student Creativity Program. The results of this activity include improvements in students' academic performance and increased awareness of data literacy. It proves that this innovative approach positively contributes to students' data literacy and enhances data-based learning in the information poverty era. It can be seen from the questionnaire results that the highest score of 77% stated that the service implementation had been done according to the student's needs, and 71% of the PKM activities successfully improved students' welfare/intelligence.
IMPLEMENTASI PROGRAM ENGLISH FOR YOUNG LEARNER BERBASIS BUDAYA LOKAL SEBAGAI BENTUK PEMBELAJARAN KREATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS ANAK-ANAK Tria Nurjanah; Nina Rosima; Anna Nuryanti Kaize; Nur Rahmadani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20307

Abstract

Abstrak: Peran Pendidikan menjadi fondasi penting bagi perkembangan individu dan kemajuan secara keseluruhan karena Pendidikan dilakukan dalam waktu yang panjang. Pendidikan merupakan bagian penting bagi kebutuhan manusia, karena pendidikan bersifat sepanjang hayat. Faktor yang mendasari program ini menciptakan kelas BIMBEL Bahasa Inggris pada anak-anak yaitu karena ditemukan rendahnya pendidikan pada desa sasaran. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak perempuan untuk mengembangkan softskill mereka berupa kemampuan berbahasa inggris baik itu dalam listening, speaking, reading dan writing skill sejak usia dini. Metode pengajaran yang digunakan yaitu, metode belajar sambil bermain, diskusi dan praktik. BIMBEL ini diikuti oleh 18 orang peserta, yang memiliki kisaran usia sekolah dasar (SD) dari kelas 3-6 hingga SMP kelas 7. Adapula mitra pendukung dari kegiatan ini adalah Kepala Desa, Aparat Desa dan setiap RT dengan jumlah keseluruhan 32 orang. Presentase keberhasilan kegiatan ini yaitu sebesar 41%, dilihat dari jumlah total peserta serta perkembangan kemampuan Bahasa inggris yang dilihat dari nilai midtest dan final test yang dilakukan peserta.Abstract: The role of education becomes an important foundation for individual development and overall progress as education takes place over long periods of time. Education is an important part of human needs because it is lifelong. The underlying factor behind this program was the creation of BIMBEL English classes for children because of the poor education found in the target village. The program aims to give girls the opportunity to develop their soft skills in the English language, such as listening, speaking, reading, and writing, from an early age. The teaching methods used are learning methods while playing, discussion, and practice. The BIMBEL was followed by 18 participants, who had a primary school age range (SD) from grades 3-6 to 7. However, the supporting partners of this activity are the Head of the Village, the Village Apparatus, and each RT, with a total of 32 people. The presentation success of this activity is 41%, as seen from the total number of participants as well as the development of English language skills seen from midtest and final test scores performed by participants.
PELATIHAN DAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI DAN ANAK UNTUK MENDUKUNG PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING Indra Domili; Nuryani Nuryani; Agustian Maridji; Rizka Puji Astuti Daud; Ginaya Binolombangan; Rhofsan Suryani; Yusmiati T. Tolo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19790

Abstract

Abstrak: Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Prevalensi stunting di Kota Gorontalo 28,3% dan telah ditetapkan beberapa wilayah lokus satunting, salah satunya wilayah di Kecamatan Kota Barat. Tujuan kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk melakukan pelatihan dan praktek pembuatan makanan bayi dan anak pada kelompok dasawisma sebagai upaya pencegahan kejadian stunting pada balita. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahap persiapan dengan penyusunan materi dan modul PMBA, tahap pelaksanaan dengan pemberian edukasi dan praktik pembuatan MP ASI, tahap monitoring dan evaluasi dengan melakukan pengukuran pre dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan kelompok dasawisma setelah mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan praktik pembuatan MP ASI (48%) dan telah terbentuk MoA Poltekkes Kemenkes Gorontalo dan Kelurahan Dembe I sebagai mitra pengabdian kepada Masyarakat.Abstract: Nutritional problems are public health problems whose mitigation cannot be done with medical approaches and health services alone. The prevalence of stunting in Gorontalo City is 28.3% and several locus areas have been determined, one of which is in Kota Barat District. The purpose of this community service activity is to conduct training and practice in making baby and child food for dasawisma groups as an effort to prevent stunting in toddlers. The implementation of activities consists of the preparation stage with the preparation of PMBA materials and modules, the implementation stage by providing education and practice of making MP ASI, the monitoring and evaluation stage by measuring pre and post-tests. The results of the activity showed an increase in knowledge of the dasawisma group after participating in education and training activities on the practice of making MP ASI and an MoA of Poltekkes Kemenkes Gorontalo and Dembe I Village has been formed as community service partners.  
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN MINUMAN TRADISIONAL POKAK MADU INSTAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI Ratih Yuniastri; Moh. Baqir Ainun; Rika Diananing Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19433

Abstract

Abstrak: Potensi hasil kehutanan yang dipadukan dengan hasil pertanian di wilayah Kecamatan Manding Laok Kabupaten Sumenep menjadi peluang usaha Kelompok Tani Hutan (KTH) Baru Muncul di bidang pengolahan hasil yaitu madu dan rimpang. KTH Baru Muncul berdiri sejak tahun 2021 dan mulai berproduksi sejak tahun 2020, produk olahannya berupa minuman tradisional cair pokak madu. Masa simpan yang relatif singkat menjadi keinginan mitra untuk berinovasi menghasilkan produk minuman tradisional pokak madu instan dalam bentuk serbuk. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu keterampilan pengolahan dan peralatan produksi. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan, terdiri dari pelatihan pengolahan minuman serbuk instan, desain alat pendampingan pengoperasian alat pembuat serbuk , tujuannya untuk meningkatkan keterampilan penerapan teknologi pengolahan mitra dan terciptanya alat produksi. Hasil kegiatan berupa peningkatan keterampilan pengolahan membuat serbuk minuman instan sebesar 87,5% berdasarkan prestest posttest materi yang diberikan kepada peserta pelatihan serta observasi langsung pembuatan serbuk minuman instan. Hasil kegiatan lainnya berupa penambahan alat produksi pembuat serbuk dengan daya rendah, spesifikasi 130x100x65 cm, diameter wajan 60 cm, manghasilkan rendemen serbuk sebesar 78%.Abstract: The potential for forestry products combined with agricultural products in the Manding Laok District, Sumenep Regency,is a business opportunity for the New Emerging Forest Farmers Groups in the field of processing products, namely honey and rhizomes. In production since 2020, the processed product is the traditional liquid drink Pokak Honey. The relatively short shelf life is the partner’s desire to innovate to produce the traditional drink product Pokak instant honey in powder form. The problems faced by partners are processing skills and production equipment. Service activities are carried out using training and mentoring methods, consisting of training on processing instant powdered drinks, equipment design and assistance in operating powder making equipment, the aim is to improve skills in applying partnerprocessing technology and creating production equipment. The results of the activity were an increase in processing skills for making instant drink powder by 85% based on the pretest posttest of the material given to training participants as well as direct observation of making instant drink powder. The results of the other activities include the addition of low power powder making production equipment, specification equipment 130x100x65 cm, pan diameter 60 cm, resulting in a powder yield of 78%. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK DI JAWA BARAT Rochmanah Suhartati; Alsya Alsya; Mela Mela; Yusrizal Yusrizal; M. Rizki; Salsabila Salsabila; Winda Winda; Arja Arja; Fadhilah Fadhilah; Sasrin Sasrin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24389

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemis di Kota Tasikmalaya, DBD awal tahun 2024 menunjukkan kasus yang cukup tinggi yaitu 173 kasus. Kondisi tersebut menandakan bahwa perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD belum optimal, karena kondisi masyarakat di lapangan belum konsisten menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memantau jentik nyamuk melalui pemberdayaan juru pemantauan jentik (Jumantik). Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pemberdayaan kepada mitra yaitu anggota masyarakat RW 08 Sukalaksana di Kota Tasikmalaya sebanyak 40 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat peningkatan softskill dan hardskill mitra dalam melakukan pemantauan jentik. Pengabdian dilakukan dengan menggunakan tahapan sebagai berikut: (1) melakukan wawancara dengan 10 pertanyaan secara door to door ke tiap rumah warga; (2) melaksanakan survey jentik di rumah dan container warga; dan (3) perhitungan terhadap House Index (HI), Container Index (CI) dan Breteau Index (BI). Hasil pengabdian masyarakat yang dicapai yaitu pengetahuan masyarakat dalam survey jentik memiliki nilai baik sebesar 95%.Abstract: Dengue Fever (DHF) is an endemic disease in Tasikmalaya City, the initial DHF in 2024 showed a high case of 173 cases. This condition indicates that community behavior in preventing DHF is not optimal, because the community in the field has not consistently implemented “Pemberantasan Sarang Nyamuk” (PSN). The purpose of the service is to increase partners' knowledge and skills in monitoring mosquito larvae through empowerment of mosquito larvae monitors “JUMANTIK”. The method used was counseling and empowerment to partners, namely 40 community members of RW 08 Sukalaksana in Tasikmalaya City. The evaluation of the activity was carried out by looking at the improvement of soft skills and hard skills of partners in conducting mosquito larvae monitoring. The service was carried out using the following stages: (1) Conducting interviews with 10 questions door to door to each resident's house; (2) Carry out larva surveys in residents' homes and containers; (3) Calculation of House Index (HI), Container Index (CI) and Breteau Index (BI). The results of community service achieved are community knowledge in surveying larvae has a good value of 95%. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENDORONG KEMANDIRIAN PADA BIDANG EKONOMI, KESEHATAN, PERTANIAN, DAN PETERNAKAN Muhammad Achirul Nanda; Wahyu Sugandi; Asep Yusuf; Kharistya Amaru; Agisna Satria Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23062

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok dengan mengembangkan keterampilannya. Di Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Barat, pemberdayaan masyarakat difokuskan pada pembangunan ekonomi, kesehatan, pertanian, dan peternakan. Metode pengabdian ini melibatkan pelatihan dan edukasi bagi petani, pengusaha UMKM, peternak, dan siswa sekolah dasar dengan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Setiap program pengabdian dievaluasi menggunakan skala lima tingkat dari 0 hingga 100%, dengan penilaian kuantitatif dan kualitatif terhadap pencapaian tujuan kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pencapaian indikator keberhasilan secara keseluruhan sangat baik, dengan persentase 98%. Output program mencakup pengembangan UMKM, peningkatan kesadaran kesehatan, penerapan pupuk organik, dan modifikasi kandang domba ramah lingkungan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM, kesehatan masyarakat, serta produktivitas sektor pertanian dan peternakan, serta mendorong kemandirian di Desa Batujajar Timur.Abstract: Community empowerment is the key to enhancing the quality of life for individuals and groups by developing their skills. In East Batujajar Village, West Bandung Regency, community empowerment is focused on economic, health, agricultural, and livestock development. This approach involves training and education for farmers, SME entrepreneurs, livestock breeders, and elementary school students of various age groups, including children, adolescents, and adults. Each community service program is evaluated using a five-level scale from 0 to 100%, with both quantitative and qualitative assessments of goal achievement. The evaluation results show that overall success indicators are very good, with a percentage of 98%. Program outputs include SME development, increased health awareness, organic fertilizer application, and environmentally friendly sheep pen modifications. These efforts aim to enhance SME competitiveness, public health, agricultural and livestock sector productivity, and promote self-reliance in East Batujajar Village.
PEMBERDAYAAN SANTRI PONDOK PESANTREN DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK UNTUK PEMBUATAN EKOENZIM DI PONDOK PESANTREN Dwijowati Asih Saputri; Ovi Prasetya Winandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21600

Abstract

Abstrak: Keberadaan asrama di pondok pesantren menyebabkan penumpukan limbah padat dari berbagai aktifitas di pondok pesantren, mulai dari limbah organik dan limbah an-organik. Limbah organik bisa berasal dari limbah dapur asrama dan juga dari limbah lain, seperti sampah daun dari tanaman penghijauan yang dapat menimbulkan masalah pencemaran bila tidak ditangani dengan baik. Kegitan PKM ini bertujuan untuk memberdayakan santri pondok pesantren dalam pengolahan sampah organik menjadi produk berguna berupa ekoenzim. Keterampilan yang ingin ditingkatkan adalah keterampilan hardskill berupa kemampuan santri dalam mengelola limbah. Jumlah Mitra yang terlibat dalam pengabdian ini berjumlah 8 mitra pondok pesantren. Metode evaluasi dilakukan menggunakan 2 cara yaitu evaluasi secara langsung di pondok pesantren dan evaluasi secara online secara daring. Pengabdian dilakukan dengan metode ABCD (Asset Based Community Development), yang terdiri dari tiga tahapan, pertama, perencanaan dalam bentuk FGD, kedua, pelaksanaan dalam bentuk seminar dan workshop, ketiga monitoring dan evaluasi. Metode evaluasi dengan cara datang ke mitra-mitra pondok pesantren. Hasil pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa partisipasi pondok mitra PKM dalam pengolahan limbah menjadi ekoenzim meningkat secara bertahap hingga mencapai 100%.Abstract: The presence of an Islamic boarding school leads to the accumulation of solid waste from a variety of activities in the Islamic boarding school, ranging from organic waste to non-organic waste. Organic waste can come from Islamic boarding school kitchen waste as well as from other waste, such as leaf waste from greenhouses, that can cause pollution problems if not properly handled. The PKM is aimed at empowering the headquarters of the gymnasium in the processing of organic garbage into a useful product of ecoenzymes. The skills to be enhanced are hardskill skills that are central skills in waste management. The number of partners involved in this dedication amounts to eight partners of the hostel. The evaluation method is carried out using two methods, namely evaluation in person at the gym and evaluation online. The dedication is carried out using the ABCD (asset-based community development) method, which consists of three stages: firstly, planning in the form of FGD; secondly, implementation in the form of seminars and workshops; and thirdly, monitoring and evaluation. The results of the dedication that has been carried out show that the participation of the PKM partner cottages in the processing of waste into ecoenzymes is gradually increasing to reach 100%.
SIMULASI LATIHAN FISIK BERBASIS SELF-CARE PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Hasir Hasir; Hairun Ruksin; Nurbaya Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20461

Abstract

Abstrak: Kejadian individu dengan diabetes mellitus tipe 2 di Propinsi Sulawesi Barat sebesar 0,89%. Sedangkan pada skala nasional, diabetes mellitus adalah penyakit dengan angka prevalensi nomor tujuh dan jumlah individu dengan diabetes mellitus diprediksi akan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan latihan fisik senam berbasis self-care pada pada penderita, dan keluarga penderita diabetes mellitus tipe 2. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 30 orang yang terdiri dari penderita diabetes mellitus tipe 2 yang merupakan pasien rawat jalan, dan juga termasuk anggota kelompok program PTM (Penyakit Tidak Manular) Puskesmas Binanga, keluarga penderita serta kader kesehatan. Medote yang digunakan adalah penyuluhan dan simulasi latihan fisik berbasis self-care. Evalusi dilakukan dalam bentuk wawancara langsung pada sasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar, peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan dan secara sadar terlibat aktif dalam kegiatan latihan fisik.Abstract: The incidence of individuals with type 2 diabetes mellitus in West Sulawesi Province is 0.89%. Meanwhile, on a national scale, diabetes mellitus is a disease with the seventh prevalence rate and the number of individuals with diabetes mellitus is predicted to reach 21.3 million people in 2030. This community service activity is carried out with the aim of providing self-care based physical exercise to sufferers. , and families of people suffering from type 2 diabetes mellitus. The target of this community service activity is 30 people consisting of people suffering from type 2 diabetes mellitus who are outpatients, and also members of the PTM (Non-Manual Diseases) program group at the Binanga Health Center, families of sufferers and cadres health. The method used is counseling and physical exercise simulation based on self-care. Community service activities run smoothly, participants are actively involved in outreach activities and are consciously actively involved in physical training activities.
PELATIHAN INOVASI HIDROPONIK DALAM SHADING HOUSE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENANAM SAYURAN DAN BUAH PADA KELOMPOK WANITA TANI DAHLIA Yani Sri Astuti; Mega Prani Ningsih; Abdul Hakim; Gilang Vaza Benatar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19702

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus Stunting di Desa Calingcing, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, desa ini memiliki potensi lahan produktif yang besar tetapi tingkat konsumsi sayur dan buah oleh masyarakat juga rendah. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membantu masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia sebanyak 25 orang agar dapat meningkatkan kemampuanya dalam memanfaatkan lahan pertanian dengan jenis tanaman sayur dan buah melalui teknik hidroponik melalui shading house untuk meningkatkan nilai ekonomis potensi lahan, pendapatan dan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada bulan Juli hingga September 2022. Metode yang digunakan adalah pelatihan melalui kegiatan penyuluhan, demonstrasi dan pendampingan pembuatan isntalasi dan penanaman secara hidroponik. Sistem evaluasi menggunakan kuesioner pree test dan post test. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu (1) Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia dapan menerapkan pembuatan shading house, perakitan media tanam hidroponik dan menanam ragam buah dan sayur melalui media tanam hidroponik; dan (2) Terdapat peningkatan pengetahuan dan penerapan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia terhadap inovasi hidroponik dalam shading house untuk penanaman sayuran dan buah, yaitu sebesar 88%. Hal ini terbukti dengan keberhasilan panen yang dapat dinikmati hasilnya oleh para anggota KWT Dahlia.Abstract: This community service activity was motivated by the high number of stunting cases in Calingcing Village, Sukahening District, Tasikmalaya Regency. Apart from that, this village has large potential for productive land but the level of vegetable and fruit consumption by the community is also low. The main objective of this activity is to help the community, especially the Dahlia Women's Farming Group of 25 people, to increase their ability to utilize agricultural land with types of vegetable and fruit plants using hydroponic techniques through shading houses to increase the potential economic value of land, income and food security. family. Community service activities will be carried out from July to September 2022 on agricultur land of Dahlia Women's Farming Group. The method used is training through outreach activities, demonstrations and assistance in making hydroponic installations and planting. The evaluation system uses pre-test and post-test questionnaires. The results of this community service activity are (1) the Dahlia Women's Farming Group can implement the construction of a shading house, assemble hydroponic planting media and plant a variety of fruit and vegetables using hydroponic planting media; and (2) There is an increase in knowledge and application of the skills of the Dahlia Women Farmers Group regarding hydroponic innovation in shading houses for growing vegetables and fruit, namely by 88%. This is proven by the success of the harvest that KWT Dahlia members can enjoy.