cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
KESIAPSIAGAAN KADER, KELUARGA, DAN KELOMPOK RENTAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM Asrawaty Asrawaty; Arie Maineny; Henrietta Imelda Tondong
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24975

Abstract

Abstrak: Ibu hamil salah satu kelompok yang rentan dalam menghadapi bencana alam karena keadaan fisik dan kesehatannya yang membutuhkan perhatian khusus. Desa Padende terletak di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi merupakan salah satu daerah yang sering kali terkena dampak bencana alam, terutama gempa bumi dan banjir. Peran kader sangat penting dalam mempersiapkan dan membimbing keluarga dan kelompok rentan termasuk ibu hamil dalam memberikan edukasi tentang langkah kesiapsiagaan melakukan evakuasi, dan membantu dalam menyusun rencana tanggap darurat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat desa Padende dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Padende Kabupaten Sigi dengan jumlah peserta sejumlah 25 orang terdiri dari kader, kepala keluarga, pemuda karang taruna, dan ibu hamil. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah sosialisai dan praktik. Hasil pengabdian masyarakat ini dari analisis kuesioner sebelum (Pre-Test) dan sesudah sosialisai (Post-Test), yaitu yaitu sebelum edukasi dan pelatihan hanya 60%, setelah edukasi dan pelatihan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan mencapai 90% pada mitra PKM maupun masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.Abstract: Pregnant women one of the vulnerable groups facing natural disasters because their physical condition and health require special attention. Padende Village, located in Marawola District, Sigi Regency, often affected by natural disasters, especially earthquakes and floods. The role of cadres very important preparing and guiding families, vulnerable groups, and pregnant women, in providing education about evacuation preparedness steps, and preparing emergency response plans. Purpose of this community service to increase the knowledge and skills of the Padende village in preparing for natural disasters. This community service was carried out in Padende Village, Sigi Regency with a total of 25 participants consisting of cadres, head of family, youth groups and pregnant women. The methods used in this community service are socialization and practice. The results of this community service from the analysis of questionnaires before (Pre-Test) and after socialization (Post-Test), Before education and training it was only 60%, after education and training there was an increase in the level of knowledge and skills reaching 90% in PKM partners and the community regarding preparedness for natural disasters.
PELATIHAN DAN PENGENALAN SERTFIKASI INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL TINGKAT PETANI Mulono Apriyanto; Dita Fitriani; Hermiza Mardesci; Marlina Marlina; KMS Novyar Satriawan Fikri; Feni Puspitasari; Ali Azhar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22904

Abstract

Abstrak: Pemerintah Indonesia memberlakukan standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengelola lahan perkebunan kelapa sawit. ISPO merupakan Mandatory untuk perusahaan dan petani swadaya melakukan usaha perkebunan kelapa sawit. Tujuan pelatihan adalah untuk mensosialisasikan dan melatih petani swadaya dalam budidaya kelapa sawit sesuai dengan manajerial usaha tani yang sesuai dengan prinsip dan kreteria ISPO. Metode pelatihan secara teori dan praktek. Teori dilaksanakan didalam ruangan dan praktek dilakukan dilapangan. Mitra pengabdian sejumlah 45 orang terdiri 40 orang anggota APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) dan 5 orang adalah petani swadaya non anggota. Hasil yang dicapai setelah pelatihan peserta memiliki peningkatan pemahaman tentang manajerial usaha tani seperti pengukuran aspek-aspek Rasio Ekuitas (ER), Total Aset Turn-Over Ratio (TAT), Farm to Non-farm Receipts Ratio (FNF), Rasio Likuiditas (RL), Rasio Pembayaran Usaha Tani (FPR), Pengembalian Modal/Return on Capital (ROC), Return on Equity (ROE), Total Gross Margin (TGM) serta prinsip dan kreteria ISPO yaitu Kepatuhan Hukum, Penerapan Praktek Kebun yang baik, Pengelolaan Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam, Dan Keanekaragaman Hayati, Penerapan Transparansi dan Peningkatan Usaha Secara Berkelanjutan. Guna mengetahui perubahan pengetahuan memakai metode test tulis dan lisan dari hasil kegiatan dapat disimpulkan terjadi peningkatan pemahaman petani tentang manajerial usaha tani dan prinsip dan kreteria ISPO sebesar 95%.Abstract: The Indonesian government enforces the Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) standard to preserve the environment by managing oil palm plantation land. ISPO is mandatory for companies and independent smallholders to carry out oil palm plantation business. The purpose of the training is to socialize and train independent smallholders in oil palm cultivation in accordance with the managerial of agricultural businesses in accordance with ISPO principles and creteria. Training methods in theory and practice. Theory is carried out in the room and practice is carried out in the field. The service partners are 45 people consisting of 40 members of APKASINDO (Indonesian Palm Oil Farmers Association) and 5 people are non-member independent smallholders. The results achieved after the training participants had an increased understanding of farm business management such as measuring aspects of Equity Ratio (ER), Total Asset Turn-Over Ratio (TAT), Farm to Non-farm Receipts Ratio (FNF), Liquidity Ratio (RL), Farm Business Payment Ratio (FPR), Return on Capital (ROC), Return on Equity (ROE), Total Gross Margin (TGM) and ISPO principles and creteria, namely Legal Compliance, Implementation of Good Garden Practices, Management of the Environment, Natural Resources, and Biodiversity, Implementation of Transparency and Sustainable Business Improvement. In order to determine the change in knowledge using written and oral test methods from the results of activities, it can be concluded that there has been an increase in farmers' understanding of farm business management and ISPO principles and creteria by 95%.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA MELALUI KEGIATAN “DIMAS MENANTI” Ragil Gilang Maulani; Yustinus Denny Ardyanto W.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22217

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat global denganprevalensiyang tinggi. Pada tahun 2020, jumlah penderita hipertensi kelompok lansia di Kecataman Kapas mencapai 193.385 orang. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan penyuluhan melalui "DIMAS MENANTI" atau Demonstrasi Masak Menu Sehat Anti Hipertensi. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah hipertensi pada lansia melalui peningkatan softskill melalui pengetahuan dan hardskill melalui kemampuan memasak ragam varian makanan sehat rendah garamyang dilaksanakan diKabupaten Bojonegoro selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahun 2023. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara pelatihan melalui demonstrasi masak.Data dikumpulkan dari Puskesmas, Polindes, dan perangkat Desa, serta melalui in-depth interview, kuesioner, dan metaplan. Tujuannya adalah memberikan referensi makanan sehat untuk penderita hipertensidengan sasaran sebanyak 30 lansia dan anggota keluarganya. Evaluasi dilihat melalui peningkatan rata-rata nilai pre-test dan post-test serta absensi peserta. Serta, indikator keberhasilan turut dilihat melalui peningkatan pengetahuan dan absensi peserta. Didapatkan hasil bahwa terdapat 21 peserta atau sebesar 32% mengalami peningkatan pengetahuan dankehadiran peserta mencapai 75%dinilai dari daftar kehadiran peserta dan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan.Abstract: Hypertension is a serious global public health issue due to its high prevalence. In 2020, the number of hypertension cases among the elderly in the Kapas district reached 193,385. Therefore, an educational activity called "DIMAS MENANTI" or Healthy Anti-Hypertensive Cooking Demonstration was conducted. This activity aimed to prevent hypertension in the elderly by enhancing soft skills through knowledge and hard skills through cooking various low-sodium healthy foods. It took place in Bojonegoro Regency during the Praktik Kerja Lapangan (PKL) 2023. The implementation method included training through cooking demonstrations. Data were collected from health centers, sub-health centers, and village officials, as well as through in-depth interviews, questionnaires, and metaplans. The goal was to provide healthy food references for hypertensive patients, targeting 30 elderly individuals and their family members. Evaluation was based on the increase in average pre-test and post-test scores and participant attendance. Furthermore, success indicators were assessed through increased knowledge and participant attendance. The results showed that 21 participants, or 32%, experienced increased knowledge, and participant attendance reached 75% assessed based on attendance lists and the timeliness of activity execution. 
PELATIHAN UNTUK MEMAKSIMALKAN POTENSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MEMOTIVASI BELAJAR BAHASA JERMAN BAGI GURU BAHASA JERMAN DI MALANG M. Kharis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20770

Abstract

Abstrak: Kecerdasan buatan AI telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan pengembangan bahasa. Dalam rangka mengoptimalkan penggunaan teknologi AI dalam pengajaran bahasa Jerman, guru perlu menguasai AI dan terus mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengenalan teknologi dan penggunaan AI bagi pembelajar dan pengajar. Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru bahasa Jerman yang tergabung dalam kelompok kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jerman Malang dan anggota IGBJI Cabang Malang. Materi disampaikan dengan metode seminar dan demonstrasi yang mendiskusikan hal-hal penting terkait dengan teknologi AI yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran dalam rangka meningkatkan keterampilan berbahasa Jerman. 32 peserta hadir dan mengikuti kegiatan dan mengisi angket dengan 8 pertanyaan tertutup dan 9 pertanyaan terbuka. Berdasarkan angket diketahui bahwa 69.2% peserta baru mengenal fitur ChatGPT4.0. 23.1% peserta berpendapat bahwa ChatGPT dapat sangat efektif digunakan dalam keterampilan berbahasa Jerman para peserta, terutama dalam menyediakan latihan, memberikan umpan balik, dan membantu pemahaman tata bahasa Jerman. Meskipun demikian, pada saat mencoba menggunakan peserta mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan, karena teks yang hasil kurang memuaskan. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor, antara lain ketidaktepatan menuliskan prompt/ perintah dalam kolom chat. Meskipun terbukti memiliki kekurangan, peserta tetap berencana akan merekomendasikan penggunaan chatgpt dalam upaya meningkatkan keterampilan berbahasa Jerman.Abstract: Artificial intelligence (AI) has made a huge contribution in various areas, including education and language development. To optimize the use of AI technology in German lessons, teachers need to master AI and keep up with the latest technological developments. This activity aims to introduce technology and the use of AI to learners and educators. The partners for this community service activity are German language teachers who are part of the Malang German Language Subject Teachers Deliberation Group (Musyawarah Guru Mata Pelajaran/MGMP) and members of the Indonesian-German Teachers Association (IGBJI) Malang Branch. The material is delivered through seminar and demonstration methods, discussing important aspects of AI technology that can be utilized for learning to enhance German language skills. A total of 32 participants attended and engaged in the activity and they filled out a questionnaire with 8 closed-ended questions and 9 open-ended questions. Based on the questionnaire, it was found that 69.2% of participants were new to the features of ChatGPT 4.0. According to participants, ChatGPT can be used highly effectively in German language skills, especially in providing practice, giving feedback, and fostering understanding of German grammar. However, during the hands-on session, participants received less satisfactory responses due to less satisfactory generated text. This could be attributed to various factors, including inaccuracies in writing prompts/commands in the chat column. Despite proven shortcomings, participants still plan to recommend the use of ChatGPT in efforts to enhance German language skills.
ANALISIS HARGA POKOK PRODUK: MENINGKATKAN KEUNTUNGAN DIVERSIFIKASI PRODUK STROBERI DI KABUPATEN BANDUNG Rr Sri Saraswati; Ruri Octari Dinata; Hilda Salman Said
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20226

Abstract

Abstrak: Petani stroberi di Desa Sukaresmi, Kabupaten Bandung menghadapi tantangan dalam pengelolaan penyimpanan buah yang singkat, dan mempengaruhi kestabilan pendapatan. Untuk mengatasi hal ini, diversifikasi usaha menjadi strategi penting untuk menambah nilai tambah produk stroberi sehingga meningkatkan pendapatan. Pembuatan sabun batang stroberi menjadi alternatif diversifikasi yang memerlukan pendekatan analisis sederhana untuk menentukan harga pokoknya. Metode perhitungan harga pokok yang digunakan meliputi alokasi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Analisis ini penting untuk memastikan bahwa harga jual produk mampu menutupi biaya produksi dan memberikan margin keuntungan yang memadai. Hasil yang diharapkan adalah model perhitungan harga pokok yang efisien dan efektif untuk usaha sabun stroberi, yang dapat diaplikasikan oleh petani untuk memaksimalkan pendapatan dan menjamin keberlanjutan usaha. Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi petani stroberi untuk melakukan inovasi dan diversifikasi produk dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada, dan melakukan analisis biaya pokok yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kegiatan usaha yang berkelanjutan.Abstract: Strawberry farmers in Sukaresmi Village, Bandung Regency, face challenges in managing the short shelf life of their fruit, which affects income stability. To address this, diversifying their business has become a key strategy to add value to strawberry products and increase income. The production of strawberry bar soap is one such diversification alternative, requiring a simple analytical approach to determine its cost price. The cost price calculation method includes the allocation of raw material costs, direct labor, and overhead expenses. This analysis is crucial to ensure that the selling price of the product covers production costs and yields a satisfactory profit margin. The expected outcome is an efficient and effective cost price calculation model for the strawberry soap business, applicable by farmers to maximize income and ensure business sustainability. This community service is hoped to serve as a guide for strawberry farmers to innovate and diversify products by utilizing existing resources and conducting a good cost analysis to improve their welfare through sustainable business activities.  
PENDAMPINGAN TIM PENDAMPING KELUARGA DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI DAN MONITORING PEMBERIAN ASI Nur Elly; Asmawati Asmawati; Rahma Annisa; Andra Syaferi Wijaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22889

Abstract

Abstrak: ASI merupakan nutrisi penting guna mencegah bayi dari infeksi dan penyakit. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan soft and hard skill meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam meningkatkan pemberian ASI untuk pencegahan stunting di lokus stunting: kelurahan Berkas dan Malabero Kota Bengkulu. Sasaran Mitra PkM ini adalah TPK Puskesmas Pasar Ikan yang berjumlah 10 orang. Metode kegiatan antara lain sosialisasi 1000 HPK dan stunting, pelatihan, edukasi, layanan kesehatan ibu hamil dan menyusui, screening status gizi balita dan pendampingan keluarga. Metode evaluasi yang dilakukan test tulis melalui kuisioner untuk menilai pengetahuan, dan observasi untuk menilai keterampilan TPK. Hasil PkM didapatkan dari 16 ibu menyusui hanya 3 orang yang memberikan ASI ekslusif (18,3%), dan 81,7% gagal ASI di awal kelahiran, ibu mengalami masalah menyusui 2 orang (12,50%). Hasil pemeriksaan balita ditemukan 2 orang mengalami gizi buruk. Hasil ditemukan 5 orang ibu menyusui (37,5%) mengalami anemia dan 1 orang (6,25%) mengalami hipertensi setelah pasca persalinan. Setelah dilakukan pendampingan ibu yang kembali memberikan ASI sebanyak 31,3%, total ibu yang memberi ASI saja meningkat menjadi 50%, lama menyusui 10-20 menit 50%, menyusui bayi 8-12 kali sehari 87,50%. Pendampingan terprogram dan kontinyu diperlukan untuk meningkatkan pemberian ASI untuk pencegahan stunting.Abstract: Breast milk is an important nutrient to protect babies from infection and disease. The community service aims to increase soft and hard skills, including knowledge, attitude, and practice, of the Family Assistance Team in increasing breastfeeding coverage to prevent stunting at the stunting locus: Malabero and Berkas, Bengkulu City. The targets of this are the TPK of the Pasar Ikan Community Health Centre, which at amount 10 people. Activity methods include socialization of 1000 HPK and stunting, training, education, health services, screening of nutritional status, and family assistance. The evaluation method is a writing test by a questionnaire to evaluate knowledge and observation to evaluate family assistance team practice. The result shows 16 breastfeeding mothers; only 18.3% gave exclusive breastfeeding, and 81.7% failed to breastfeed at the beginning of birth. 12,50% of mothers have breastfeeding problems. The results of the examination of the toddlers found that two toddlers suffered malnutrition, one mother aged 5 people (37,5%) experienced anaemia, and one (6,25%) person had hypertension after giving birth. After assisting, mothers breastfed again for 31.3%; the total number of mothers who gave only breast milk increased to 50%; mothers breastfed for 10–20 minutes are 50%; breastfed their babies 8–12 times a day: 87.50%. Coaching and assistance from the team are needed to increase breastfeeding and prevent stunting.
EDUKASI PERPAJAKAN BAGI GENERASI Z MELALUI SISTEM PAJAK DIGITAL Indra Wijaya; Dade Nurdiniah; Iren Meita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22524

Abstract

Abstrak: Generasi Z memegang peranan penting dalam pembangunan negara di masa depan, untuk itu edukasi perpajakan sangatlah penting bagi generasi Z sebagai sasaran edukasi perpajakan dengan memanfaatkan perkembangan tekhnologi informasi salah satunya berbentuk sistem pajak digital. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi perpajakan kepada generasi Z melalui sistem pajak digital. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelatihan atau pemaparan materi dan evaluasi. Mitra pada kegiatan ini adalah SMKN 2 Kota Bekasi dan Siswa/Siswi Kelas 9 sebanyak 34 orang yang menjadi peserta. Hasil akhir dari edukasi ini diperoleh peningkatan pemahaman generasi Z terhadap materi yang disampaikan, ini dibuktikan melalui hasil pre-test dan post-test yang sebelum mengikuti kegiatan edukasi perpajakan tingkat pemahaman peserta 60-90% dan setelah mengikuti edukasi tingkat pemahaman peserta meningkat menjadi 90-100%, serta adanya tingkat kepuasan mitra sebesar 81% yang mengarakan sangat puas, 15% mengatakan puas, dan 4% mengatakan cukup puas. Tingkat kepuasan yang sangat tinggi sebesar 81% menunjukkan bahwa edukasi perpajakan ini telah memenuhi harapan peserta sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini.Abstract: Generation Z plays an important role in the country's development in the future, for this reason tax education is very important for generation Z as a target for tax education by utilizing developments in information technology, one of which is in the form of a digital tax system. The aim of carrying out this activity is to provide tax education to generation Z through a digital tax system. This activity is carried out in three stages, namely preparation, training or presentation of material and evaluation. The partners in this activity were SMKN 2 Bekasi City and 34 Class 9 students who were participants. The final result of this education was an increase in generation Z's understanding of the material presented, this was proven through the results of the pre-test and post-test, where before taking part in the accounting education activity, the participants' level of understanding was 60-90% and after taking part in the education, the participants' level of understanding increased to 90-90%. 100%, and there is a partner satisfaction level of 81%, which means they are very satisfied, 15% say they are satisfied, and 4% say they are quite satisfied. The very high level of satisfaction of 81% shows that this tax education has met participants' expectations according to their current needs.
PENDAMPINGAN NIB DAN SERTIFIKAT HALAL UNTUK MEMBANGUN USAHA MIKRO KECIL DI KELURAHAN PAGEDANGAN Liza Nora; Nurul Sriminarti; Ichwan Arifin; Muhammad Abiy Reza; Muhammad Sadam Wiguna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21277

Abstract

Abstrak: Nomor induk berusaha (NIB) dan Sertifikat halal merupakan komponen penting yang perlu dimiliki bagi para pelaku usaha mikro kecil (UMK). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya NIB dan sertifikat halal bagi 22 pelaku UMK di kelurahan Pagedangan, dan memberikan pendampingan proses pembuatan NIB dan pengajuan sertifikat halal. Metode pelaksanaan pengabdian mencakup sosialisasi mengenai NIB dan sertifikat halal skema self declare, pemberian pendampingan dengan metode penyuluhan kelapangan di kelurahan Pagedangan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, sosialisasi, Asistensi pendaftaran, kunjungan ke lokasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah pelaku UMK yang menjadi binaan kelurahan Pagedangan. Evaluasi capaian dilihat dari peningkatan pemahaman pelaku UMK tentang NIB dan sertifikat haHasil dari 30% menjadi 75%. Sedangkan capaian pendampingan pembuatan NIB melalui laman website https://oss.go.id/ adalah 41% dan pengajuan sertifikat halal melalui laman website SIHALAL http://ptsp.halal.go.id adalah 28%tersebut.Rendahnya capaian pembuatan NIB dan sertifikat halal, karena sebagai dari pelaku UMK belum melengkapi syarat yang diperlukan untuk mendapat NIB dan sertifikat halal.Abstract: Business identification number (NIB) and halal certificate are important components that micro and small enterprises (UMK) need to have. This community service aims to provide an understanding of the importance of NIB and halal certificates for 22 MSEs in the Pagedangan sub-district and provide assistance in the process of making NIB and applying for halal certificates. The method of implementing the service includes socialization regarding the NIB and halal certificate self-declare scheme, assisting using field counseling methods in the Pagedangan sub-district through the stages of preparation, implementation, socialization, registration assistance, and site visits. Partners in this service activity are MSEs who are supported by the Pagedangan sub-district. Evaluation of achievements can be seen from an increasing understanding of MSEs regarding NIB and yield certificates from 30% to 75%. Meanwhile, the achievement of assistance in making NIB through the website https://oss.go.id/ is 41% and the application for halal certificates through the SIHALAL website http://ptsp.halal.go.id is 28%. The achievement of making NIB and halal certificate, because as an MSE actor, he has not completed the requirements needed to obtain an NIB and halal certificate.
DISEMINASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA ALAT PENGOLAH MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL BAGI MASYARAKAT KECAMATAN JAMBANGAN SURABAYA Ery Susiany Retnoningtyas; Ivan Gunawan; Jindrayani Nyoo Putro; Nathania Puspitasari; Andrew Joewono; Adriana Anteng Anggorowati; L. M. Hadi Santoso; Maria Yuliana; Theresia Laurensia Yunita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20265

Abstract

Abstrak: Minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga terbesar di Indonesia. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan. Masyarakat di kecamatan Jambangan, kota Surabaya sangat menyadari dampak buruk dari pencemaran minyak jelantah terhadap lingkungan. Karena itulah diinginkan mengolah minyak jelantah yang telah dikumpulkan sebagai bahan bakar biodiesel. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Jambangan agar tidak membuang secara sembarangan limbah minyak jelantah sehingga dapat menurunkan jumlah limbah minyak jelantah yang dibuang ke lingkungan. Metode kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan edukasi berupa pemberian materi dan praktek cara mengubah limbah minyak jelantah menjadi biodiesel menggunakan alat pengolah minyak jelantah. Untuk memudahkan pengoperasian alat pengolah minyak jelantah ini, didampingi dengan manual penggunaannya yang disusun menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat sehingga dapat belajar secara mandiri. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Jambangan dan masyarakat kelurahan Karah, kecamatan Jambangan. Hasil dari aktivitas ini, masyarakat kecamatan Jambangan Surabaya dapat mempraktekkan langsung proses pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Bahkan dalam hasil evaluasi kuesionernya, mayoritas yaitu sebanyak 72% ingin mengikuti kompetisi di wilayahnya dengan memanfaatkan alat pengolah minyak jelantah ini. Hal ini tentunya menunjukkan apresiasi yang luarbiasa terhadap kegiatan abdimas ini.Abstract: Used cooking oil residue or known as ‘jelantah’ oil is one of the largest household wastes in Indonesia. Used cooking oil residue that is thrown away carelessly can pollute the environment. People in Jambangan sub-district, Surabaya city are very aware of the negative impact of used cooking oil pollution on the environment. That's why it is desirable to process the collected ‘jelantah’ oil as biodiesel fuel. The aim of this community service is to increase awareness of the Jambangan community not to carelessly dispose of used cooking oil waste so that it can reduce the amount of used cooking oil waste that is thrown into the environment. The method of activity is to provide education in the form of providing material and practice on how to convert used cooking oil waste into biodiesel using used cooking oil processing equipment. To make it easier to operate this used cooking oil processing tool, it is accompanied by a manual for its use which is prepared using language that is easy for the public to understand so that they can learn independently. The partners involved in this activity are the Jambangan Community Social Workers Association (IPSM) and the community of Karah - Jambangan sub-district. As a result of this activity, the people of Jambangan Surabaya sub-district can directly practice the process of ‘jelantah’ oil into biodiesel. Even in the results of the questionnaire evaluation, the majority, namely 72%, wanted to take part in competitions in their area using this used ‘jelantah’ oil processing equipment. This certainly shows extraordinary appreciation for this community service activity.
PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN HASIL URBAN FARMING KELOMPOK TANI CODE HIJAU ASRI B. Hari Saptanin Tyas; Fadjarini Sulistyowati; Widati Widati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19542

Abstract

Abstrak: Kelompok Tani Code Hijau Asri sebagai salah satu kelompok tani di kota Yogyakarta memiliki keterbatasan dalam pengolahan hasil urban farming. Hasil urban farming mereka, Bayam Brazil dan ikan Lele namun mereka belum memiliki kapasitas dalam pengolahannya termasuk untuk menjadikan ide jualan yang dapat meningkatkan pendapatan. Tujuan kegiatan pengabdian untuk peningkatan kapasitas ketrampilan memproduksi dan pengemasan hasil olahan Ikan Lele dan Bayam kelompok tani Code Hijau Asri. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan pengolahan hasil urban farming berupa Bayam Brazil dan ikan Lele serta pengemasan produk (packaging) dan branding. Metode kegiatan adalah pelatihan dan praktik pengolahan Bayam Brazil dan Lele serta ketrampilan packaging dan branding. Kelompok tani “Code Hijau Asri” yang beranggotakan 36 orang menjadi mitra kegiatan pengabdian. Hasil pelatihan menunjukkan kepuaasan 100% dari para peserta puas terhadap penyampaian materi dan praktek. Dari sisi ketertarikan peserta untuk mengembangkan ketrampilan olahan bahan Bayam Brazil dan Ikan Lele menjadi usaha kuliner ada 75%. Dari hasil kegiatan tersebut, menunjukkan pelatihan dan praktek ini telah meningkatkan kapasitas kelompok tani ‘’Code Hijau Asri’’. Untuk memantau keberhasilan kegiatan pelatihan dilakukan monitoring dan evaluasi atas keberlanjutan program pengolahan hasil Ikan Lele dan Bayam Brazil dengan kunjungan langsung yang dilakukan secara periodik.Abstract: The Code Hijau Asri Farmer Group, one of the farmer groups in the city of Yogyakarta, has limitations in processing urban farming products. The results of their urban farming are Brazilian spinach and catfish. However, they cannot yet process them, including turning them into selling ideas that can increase income. The aim of the service activity is to increase the capacity of skills in producing and packaging processed catfish and spinach products for the Code Hijau Asri farmer group. Activities are carried out through training on processing urban farming products in the form of Brazilian spinach and catfish, as well as product packaging and branding. The activity method is training and practice in processing Brazilian Spinach and Catfish as well as packaging and branding skills. The "Code Hijau Asri" farmer group has 36 members and is a partner in service activities. The results of the training showed 100% satisfaction from the participants with the delivery of material and practice. In terms of participants' interest in developing their skills in processing Brazilian spinach and catfish into a culinary business, there were 75%. The results of these activities show that this training and practice has increased the capacity of the "Code Hijau Asri" farmer group. To monitor the success of training activities, monitoring and evaluation are carried out on the sustainability of the Brazilian Catfish and Spinach processing program with periodic direct visits.