cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TINGKAT SMK TERHADAP ALJABAR MATEMATIKA BERBANTUAN SYMBOLAB M. Taufik Qurohman; Syaefani Arif Romadhon; Nur Rokhmah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24363

Abstract

Abstrak: Analisis situasi untuk Pengabdian Kepada Masyarakat pada pelatihan penggunaan Symbolab di SMK Astrindo Kota Tegal mengungkapkan kebutuhan mendesak akan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMK Astrindo Kota Tegal bertujuan untuk meningkatkan pemahaman matematika aljabar melalui pelatihan penggunaan Symbolab, sebuah platform AI berbasis web. Analisis situasi menunjukkan kebutuhan mendesak akan pendekatan pembelajaran inovatif dan berbasis teknologi, serta adanya kesenjangan akses teknologi di kalangan siswa. Kegiatan ini melibatkan 39 siswa dan dilaksanakan dengan tahapan observasi awal, pemberian materi, serta sesi evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa. Tantangan utama yang dihadapi meliputi variasi tingkat pemahaman siswa, kesulitan dalam memahami konsep abstrak, dan ketidakmerataan akses teknologi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa dari 40% menjadi 80%. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman konsep matematika yang kompleks dan keterampilan teknologi siswa, serta berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik di bidang matematika.Abstract: The situation analysis for the Community Service on Symbolab training at Vocational School Astrindo Tegal revealed an urgent need for innovative and technology-based learning approaches. The Community Service at Vocational School Astrindo Tegal aims to improve understanding of algebraic mathematics through training in the use of Symbolab, a web-based AI platform. A situation analysis showed an urgent need for innovative and technology-based learning approaches, as well as a gap in access to technology among students. This activity involved 39 students and was carried out with the stages of initial observation, material provision, and evaluation sessions. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure the improvement of students' understanding and skills. The main challenges faced include variations in students' level of understanding, difficulty in understanding abstract concepts, and inequality in access to technology. The results of the training showed a significant increase in student proficiency from 40% to 80%. The training successfully improved students' understanding of complex mathematical concepts and technological skills, and contributed to improved academic performance in mathematics.
STRATEGI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PEMASARAN PRODUK PENGRAJIN SUTRA CURA' LABBA' Sudirman Sudirman; Darmawati Manda; Rezki Amalia Wahyuni Mustakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22891

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan pemasaran produk pengrajin sutra Cura' Labba' dengan mengimplementasikan strategi teknologi digital. Tujuan yang ingin ditingkatkan mencakup peningkatan visibilitas online, peningkatan penjualan, edukasi tentang teknologi digital, dan pengembangan kesadaran merek (brand awareness). Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya penetrasi pasar dan keterampilan pemasaran digital di antara pengrajin. Metode pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan mencakup penggunaan media sosial, situs web, teknik fotografi produk, dan keterampilan digital lainnya. Pengrajin didorong untuk menerapkan teknologi digital dalam pemasaran produk dengan bimbingan teknis. Evaluasi dilakukan untuk menentukan efektivitas strategi. Mitra dalam pengabdian adalah Kelompok Pengrajin Tenun Cura’ Labba’ terdiri dari 12 orang. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam softskill dan hardskill pemasaran digital, serta nilai ekonomis produk. Evaluasi dilakukan melalui survei, observasi, dan analisis data. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau angket kepada target audiens yang relevan, seperti pelanggan potensial, pelanggan yang sudah ada, dan pengrajin sutra Cura' Labba' sendiri. Tujuan survei ini adalah untuk mengumpulkan data dan umpan balik yang berguna guna mengevaluasi efektivitas strategi teknologi digital yang diimplementasikan dalam pengabdian masyarakat. Peningkatan softskill dan hardskill mencapai 30%, dan nilai ekonomis produk meningkat 40% setelah penerapan strategi ini. Pengabdian berhasil meningkatkan efektivitas pemasaran produk pengrajin sutra Cura' Labba' melalui teknologi digital dan pelatihan yang berkelanjutan. Abstract: This community service aims to overcome the challenges of marketing Cura' Labba' silk craftsmen's products by implementing digital technology strategies. Goals to be improved include increasing online visibility, increasing sales, educating about digital technology, and developing brand awareness. The main problem faced is the lack of market penetration and digital marketing skills among artisans. Service methods include socialization, training, application of technology, mentoring and evaluation. Training covers the use of social media, websites, product photography techniques and other digital skills. Craftsmen are encouraged to apply digital technology in product marketing with technical guidance. Evaluation is carried out to determine the effectiveness of the strategy. Partners in service are the Cura' Labba' Weaving Craftsmen Group consisting of 12 people. The results of the service show a significant increase in digital marketing soft skills and hard skills, as well as the economic value of the product. Evaluation is carried out through surveys, observations and data analysis. The survey was carried out by distributing questionnaires to relevant target audiences, such as potential customers, existing customers and the Cura' Labba' silk craftsmen themselves. The purpose of this survey is to collect data and feedback that is useful for evaluating the effectiveness of digital technology strategies implemented in community service. The increase in soft skills and hard skills reached 30%, and the economic value of products increased by 40% after implementing this strategy. Devotion has succeeded in increasing the marketing effectiveness of Cura' Labba' silk craftsmen's products through digital technology and ongoing training.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE SEBAGAI SARANA BISNIS DIGITAL MARKETING Bahri Kamal; Arief Zul Fauzi; Hesti Widianti; Mohammad Sya’bani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22274

Abstract

Abstrak: Tujuan Kegiatan PKM ini memberikan pelatihan digital marketing agar wawasan siswa yang lebih luas untuk masa mendatang dengan media social. Kita melakukan observasi dan wawancara dengan pihak sekolah tentang permasalahan penggunaan media sosial, kegiatan ini diikuti oleh 26 siswa di SMK NU 1 Islamiyah Kramat. Metode kegiatan yang kita laksanakan dengan ceramah pengenalan media sosial dan Praktik langung digital marketing melalui media youtube, Kemudian untuk siswa diajarkan secara langsung untuk mendaftar agar mendapatkan akun cahnnel youtube sebagai media pemasaranyauntuk memasarkan produknya karena banyak orang tua dari siswa itu wirausaha serta pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kegiatan ini mendapatkan respon positif oleh guru dan siswa, Kemudian yang terakhir sistem evaluasi yang digunakan adalah memberi tugas upload video ke akun mereka, dari 26 siswa ada 21 yang mengumpulkan jadi pencapaian 81%.Abstract: The aim of this Community Service Activity is to provide digital marketing training so that students have broader insight into the future with social media. We conducted observations and interviews with the school regarding the problems of using social media. This activity was attended by 26 students at SMK NU 1 Islamiyah Kramat. The method of activity that we carried out is with a lecture introducing social media and direct practice of digital marketing through YouTube. Then students were taught directly to register to get a YouTube channel account as a marketing medium to market their products because many of the students' parents are entrepreneurs and MSMEs. The results of the activity showed that this activity received a positive response from teachers and students. Then, finally, the evaluation system used was to give them the task of uploading videos to their accounts. Out of 26 students, 21 had collected it, so the achievement was 81% of the number of participants.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS TEKNOLOGI IRIGASI TETES DENGAN ENERGI HIJAU PADA KELOMPOK TANI Verdy A. Koehuan; Molina Olivia Odja; Yohanes Suban Peli; I Wayan Nampa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.21035

Abstract

Abstrak: Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) bekerja sama dengan mitra kelompok tani Bethesda yang dilaksanakan di lokasi mitra di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, propinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendorong peningkatan usaha budidaya produksi tanaman hortikultura. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penerapan teknologi Sistem Irigasi Tetes (SIT) dengan energi hijau sebagai sumber energi sistem berupa aplikasi energi surya. Pendampingan kepada anggota kelompok tani Bethesda (15 orang) dan aplikasi penggunaan teknologi tersebut untuk mengatasi persoalan mitra yakni menurunnya tingkat produksi hingga kegagalan panen oleh petani akibat kekeringan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui focus group discussion (FGD) dan praktik langsung dilapangan tentang teknologi tersebut. Evaluasi melalui kuisioner yang diberikan kepada responden (mitra) sebelum dan sesudah kegiatan untuk melihat presentasi peningkatan kemampuan petani. Hasil kegiatan ini adalah selain produk teknologi pada lokasi mitra, terjadi peningkatan level dan kapasitas petani hingga 85,93 % dengan harapan adanya keberlanjutan teknologi pertanian untuk membantu petani dalam usaha budidaya tanaman hortikultura.Abstract: The Community Empowerment Program by Students (PMM) in collaboration with Bethesda farmer group partners is carried out at partner locations in East Penfui Village, Central Kupang District, East Nusa Tenggara province to encourage increased cultivation of horticultural crop production. This activity aims to implement Drip Irrigation System (SIT) technology with green energy as a system energy source in the form of solar energy applications. Assistance to members of the Bethesda farmer group (15 people) and application of the use of this technology to overcome partners' problems, namely decreasing production levels and crop failure by farmers due to drought. The method of implementing activities is through focus group discussions (FGD) and direct practice in the field regarding this technology. Evaluation through questionnaires given to respondents (partners) before and after the activity to see the presentation of increasing farmers' abilities. The result of this activity is that apart from technology products at partner locations, there has been an increase in the level and capacity of farmers by up to 85.93% with the hope of sustainable agricultural technology to help farmers in cultivating horticultural crops.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI KEBUTUHAN GIZI ANAK DAN PENCEGAHAN STUNTING Martina Pakpahan; Theresia Theresia; Ni Gusti Ayu Eka; Belet Lydia Ingrit; Mega Sampepadang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20272

Abstract

Abstrak: Sejak pandemi COVID-19, prevalensi stunting terus meningkat dan menjadi fokus program kesehatan secara nasional saat ini. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan aspek ekonomi, status kesehatan ibu (maternal), riwayat kehamilan, keterbatasan mengakses pelayanan kesehatan dan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait gizi. Desa kadu dipilih sebagai lembaga mitra, selain karena lokasi dekat dengan kampus, juga permasalahan kesehatan terkait gizi pada anak dan stunting cukup tinggi, yaitu sebesar 5-10 kasus pertahun 2022. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengenal kebutuhan gizi pada anak serta pencegahan stunting. Kegiatan melibatkan masyarakat umum baik pria dan wanita, dimana pemeriksaan kesehatan diikuti 55 peserta, dan edukasi kesehatan diikuti sebanyak 73 peserta. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki riwayat Hipertensi (58,18%), IMT Obesitas, Gula darah Normal (<200 mg/dL), dan Asam urat tinggi (>6 mg/dL). Pengetahuan peserta dapat dilihat dari rerata nilai pre-test yaitu 53,47, sedangkan rerata nilai post-test sebesar 61. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi berdampak meningkatkan pengetahuan peserta yaitu sebesar 7,53. Edukasi kesehatan dan upaya perbaikan gizi dapat terus dilakukan dengan melibatkan multisektor untuk percepatan pengendalian Stunting.Abstract: Since the COVID-19 pandemic, the prevalence of stunting has continued to increase and is the focus of current national health programs. This can be attributed to economic aspects, maternal health status, pregnancy history, limited access to health services, and low knowledge and awareness of nutrition. Kadu Village was chosen as a partner institution, not only because it is close to the campus, but also because health problems related to child nutrition and stunting are quite high, 5-10 cases per year in 2022. Education and medical check-up were conducted in Kadu village (RW 06) on May 31, 2023. This activity was a collaboration between the Faculty of Nursing and the Township Management Division (TMD) of Lippo Karawaci. Health assessments include height, weight, blood sugar, blood pressure, and uric acid. Education is expected to increase public awareness in recognizing children's nutritional needs and preventing stunting. 55 participants attended health check-up activities while 73 participants attended health education. The characteristics of the participants were the majority; female (87.27%), elementary school education (43.64%), and not working (80%). In addition, it is known that the average age is 54.42 years, the average age of marriage is 21.16 years, and the average age of giving birth to the first child is 22.32 years. The results of the health examination showed that most participants had a history of hypertension (58.18%), BMI obesity, normal blood sugar (<200 mg/dL), and high uric acid (>6 mg/dL). Participants' knowledge can be seen from the average pre-test score of 53.47, while the average post-test score is 61. This shows that education impacts increasing participants' knowledge by 7.53. Health education and nutrition improvement efforts can continue to be carried out by involving multi-sectors to accelerate stunting control. 
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PETANI KOPI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI LOKAL YANG BERKELANJUTAN MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI Rezki Amalia Wahyuni Mustakim; Muh. Fitrah Ramadhan Umar; Sudirman Sudirman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24332

Abstract

Abstrak: Komunitas petani kopi Aroma Je'netallasa menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Kurangnya akses dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi hambatan utama dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi serta pemasaran produk kopi. Tujuan kegiatan sosialisasi dan pelatihan dalam pengabdian ini adalah untuk meningkatkan softskill dan hardskill mitra, yaitu komunitas petani kopi Aroma Je'netallasa, melalui penerapan teknologi informasi. Peningkatan softskill mencakup kemampuan komunikasi, kerjasama tim, dan manajemen waktu, sementara peningkatan hardskill meliputi penggunaan teknologi informasi untuk produksi dan pemasaran, seperti pembuatan website, penggunaan marketplace, serta strategi pemasaran melalui media sosial dan digital. Pendekatan pengabdian ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi informasi seperti pembuatan website, marketplace, serta strategi pemasaran melalui media sosial dan pemasaran digital. Selain itu, program ini juga mencakup pendampingan dan evaluasi serta strategi untuk memastikan keberlanjutan program. Mitra dalam pengabdian ini adalah Kelompok Tani Aroma Je’netallasa yang terdiri dari 25 orang petani kopi. Evaluasi dilakukan melalui sistem pemantauan secara berkala yang melibatkan pengukuran dan analisis peningkatan softskill dan hardskill anggota kelompok serta peningkatan nilai ekonomis dari produksi dan pemasaran kopi. Evaluasi ini melibatkan penilaian sebelum dan sesudah pelatihan, survei, wawancara, dan analisis data penjualan, yang menunjukkan peningkatan sebesar 40% dalam softskill, 65% dalam hardskill, dan 75% dalam nilai ekonomis, sehingga program ini terbukti efektif dalam memberdayakan komunitas petani kopi untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi dalam pengabdian ini mampu memberdayakan komunitas petani kopi secara efektif untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.Abstract: The Aroma Je'netallasa coffee farming community faces challenges in improving their economic welfare. Lack of access and use of information technology is the main obstacle in increasing the efficiency and effectiveness of production and marketing of coffee products. The aim of the outreach and training activities in this service is to improve the soft skills and hard skills of partners, namely the Aroma Je'netallasa coffee farmer community, through the application of information technology. Improving soft skills includes communication skills, teamwork and time management, while improving hard skills includes the use of information technology for production and marketing, such as creating websites, using marketplaces, and marketing strategies via social and digital media. This service approach includes socialization, training, and application of information technology such as creating websites, marketplaces, as well as marketing strategies through social media and digital marketing. Apart from that, this program also includes mentoring and evaluation as well as strategies to ensure program sustainability. The partner in this service is the Aroma Je'netallasa Farmers Group which consists of 25 coffee farmers. Evaluation is carried out through a regular monitoring system which involves measuring and analyzing improvements in group members' soft skills and hard skills as well as increasing the economic value of coffee production and marketing. This evaluation involved pre- and post-training assessments, surveys, interviews, and sales data analysis, which showed an increase of 40% in soft skills, 65% in hard skills, and 75% in economic value, so this program was proven to be effective in empowering the coffee farming community to contribute to sustainable local economic development. This shows that the application of information technology in this service is able to effectively empower the coffee farming community to contribute to sustainable local economic development.
STRENGTHENING KNOWLEDGE ON SHARIA-BASED FINANCIAL MANAGEMENT IN COMMUNITY ORGANIZATIONS Muhammad Nur Abdi; Moh. Aris Pasigai; Wa Ode Rayyani; Nia Wahyuni; Sri Wahyuni Pratiwi Yusran; Dian Anggraini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23099

Abstract

Abstrak: PCM Limbung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan organisasi berdasarkan prinsip-prinsip Syariah karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusianya. Untuk mengatasi hal ini, sebuah program pengabdian masyarakat dilakukan dengan menggunakan pendekatan Adactive Collaboration Management. dengan menggunakan pendekatan Adactive Collaboration Management. Melalui kegiatan-kegiatan seperti FGD, pelatihan, dan pendampingan, 36 peserta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan berbasis syariah.keuangan berbasis syariah. Program ini meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan teknik-teknik pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan dan efektivitas operasional PCM Limbung. Para peserta menunjukkan peningkatan sebesar 60 peningkatan soft skill dan 50% peningkatan hard skill. Evaluasi yang dilakukan meliputi mengukur nilai ekonomi yang dihasilkan dari penerapan praktik yang sesuai syariah.Abstract: PCM Limbung in Gowa Regency, South Sulawesi, faces challenges in managing organizational finances based on Sharia principles due to a lack of knowledge and skills among its human resources. To address this, a community service program was conducted, utilizing the Adactive Collaboration Management approach. Through activities such as FGD, training, and mentoring, 36 participants improved their knowledge and skills in Sharia-based financial management. The program enhanced their ability to apply financial management techniques aligned with Sharia principles, contributing to the sustainability and effectiveness of PCM Limbung's operations. Participants showed a 60% increase in soft skills and a 50% increase in hard skills. Evaluation included measuring the economic value generated from implementing Sharia-compliant financial practices.  
PEMANFAATAN DAUN KELOR UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KULON PROGO Ganies Riza Aristya; Sophia Salsabila; Fiqiha Risydah; Sovann Amadeus; Ananda Malik Akbar; Alya Tasyarofa; Khalid Abdillah Abdurahman Yuda; Anissa Cahyadevi Dyanita; Fajar Sofyantoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22884

Abstract

Abstrak: Sebagian besar masyarakat Kulon Progo bekerja sebagai petani dan peternak. Padukuhan Gegunung di Kulon Progo memiliki tanah yang subur. Tanaman kelor kaya akan nutrisi, memiliki akar yang kuat, dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait budidaya kelor serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Kelompok sasaran dan lembaga yang menjadi mitra adalah kelompok ibu-ibu PKK. Jumlah peserta yang menjadi sasaran dari program ini berjumlah sekitar 50 orang. Kegiatan pengabdian masyarakat terbagi dalam tiga tahap, yakni survei awal dan perizinan, sosialisasi dan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan pemberian materi, diskusi, dan praktek langsung serta ditutup dengan pembagian bibit tanaman kelor. Evaluasi dilakukan melalui observasi peserta, wawancara, dan pengisian angket. Melalui program pengabdian ini, masyarakat berhasil memahami manfaat penggunaan tanaman kelor dalam kehidupan sehari-hari dan sanggup untuk menanam kelor di lingkungan sekitar dengan bibit yang telah dibagikan. Abstract: The community of Kulon Progo primarily engages in farming and livestock breeding. Gegunung Village, with its fertile soil, is ideal for cultivating moringa plants, which are nutrient-rich and can serve as alternative livestock feed. Our community service team conducted an educational outreach on the cultivation and benefits of moringa to enhance local understanding and usage. The program targeted the PKK women's group, involving approximately 50 participants. It was divided into three phases: initial survey, socialization and training, and monitoring and evaluation. The socialization and training phase included educational materials, discussions, and hands-on practice, concluding with the distribution of moringa seeds. Evaluation was conducted through participant observation, interviews, and questionnaires. Through this community service program, participants gained a comprehensive understanding of the benefits of moringa plants in daily life and demonstrated the ability to cultivate moringa in their local environment using the distributed seeds.
PENINGKATAN KESADARAN PEKERJA PENCETAK BATU BATA TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG SEHAT DAN SELAMAT Tengku Mohammad Yoshandi; Zeri Suffanda; Ibnu Surya; Shelly Angella; Devi Purnamasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24807

Abstract

Abstrak: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih dianggap remeh oleh masyarakat. Alat Pelindung Diri (APD) bahkan dianggap sebagai pengganggu dalam bekerja. Kurangnya kesadaran dapat membahayakan diri pekerja, maka dari itu tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan K3 pada pekerja komunitas produksi batu bata khususnya di tenayan raya untuk meningkatkan tingkat kesadaran terhadap K3 guna meningkatkan safety awareness dan praktik keselamatan kerja. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap K3 maka produktifitas batu bata juga akan meningkat yang berimbas pada peningkatan ekonomi komunitas. adapun mitra yang dipilih merupakan salah satu anggota UMKM pencetak batu bata yang berdomisili di Kecamatan Tenayan Raya . Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengadakan sosialisasi dan pendampigan kepada mitra. Tahapan kegiatan ini berjalan dengan 3 tahap, yakni (1) persiapan kegiatan; (2) pendampingan; dan (3) evaluasi, dengan melihat peningkatan pre-test dan post-test dari anggota mitra . Hasil dari kegiatan adalah semakin tingginya kesadaran yang dapat dilihat dari kenaikan kesadaran terhadap keselamatan sebesar 75% .dari pekerja untuk menggunakan APD dalam pekerjaan meskipun merasa tidak nyaman dalam bekerja, selain itu pekerja juga merasa lebih nyaman dalam bekerja sudah memahami segala risiko pada area bekerja dan tindakan pencegahan.Abstract: Occupational Safety and Health (OSH) in Indonesia regarded as undervalue in occupation by workers. Therefore, the Personal Protective Equipment (PPE) considered as an obstacle during works. This lack of awareness to safety will bring danger to the workers, therefore the objective of this community service was to introduced OSH to the Brick-Producer workers situated in Tenayan Raya, Riau to increase the workers’ awareness to OSH. The increase of awareness also followed by the increase of the collaborators’ economy activity. The chosen collaborator was a member of brick-producer community which domiciled in Tenaya Raya. This home industry have been established since 2020 and able to sold thousands of brick to their consumers. Despite all that, the collaborator have an issue in safety of production, thus the team assisted in solving the issue by metored to increase the OSH awareness in occupational area. The steps of this activity were run with three steps, which were (1) program preparations; (2) mentoring; (3) evaluation. The result of this program was the increased awareness of workers towards OSH even though most of them did.
PELATIHAN PEMBELAJARAN BERBASIS MENTORING DAN COACHING UNTUK MENDUKUNG GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN Ajeng Gelora Mastuti; Abdillah Abdillah; Abubakar Salamun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23302

Abstract

Abstrak: Gerakan sekolah menyenangkan bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman guru tentang pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan minimnya keterampilan dalam mengimplementasikan strategi mentoring dan coaching. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada 24 guru-guru SMPN 14 Ambon tentang pembelajaran berbasis mentoring dan coaching untuk mendukung gerakan sekolah menyenangkan. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan indikator peningkatan pemahaman dan keterampilan guru. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru dari 60% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Sebanyak 80% guru telah menerapkan pembelajaran berbasis mentoring dan coaching dengan baik. Pembelajaran yang dirancang menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan sehingga siswa lebih antusias dan merasa potensinya dikembangkan. Dengan demikian, pelatihan pembelajaran berbasis mentoring dan coaching efektif meningkatkan kapasitas guru untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menyenangkan, sehingga dapat mendukung gerakan sekolah menyenangkan.Abstract: The joyful school movement aims to create a conducive, safe, and comfortable learning environment for students. However, its implementation still faces challenges such as teachers' lack of understanding about student-centered learning approaches and their lack of skills in implementing mentoring and coaching strategies. This community service activity aims to provide training to 24 teachers at SMPN 14 Ambon on mentoring and coaching-based learning to support the joyful school movement. The methods used are training, mentoring, and evaluation with indicators of increasing teachers' understanding and skills. The results show an increase in teacher understanding from 60% before training to 85% after training. As many as 80% of teachers have implemented mentoring and coaching-based learning well. The designed learning creates a more enjoyable learning atmosphere so that students are more enthusiastic and feel their potential is being developed. Thus, mentoring and coaching-based learning training is effective in increasing the capacity of teachers to create student-centered and enjoyable learning, so that it can support the joyful school movement.