cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN METODE ONE DAY ONE STORY MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR Febblina Daryanes; Mauliza Ashari; Desi Maryani; Siska Indriawati; Sintya Afridayanti; Irda Sayuti; Deci Ririen
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25297

Abstract

Abstrak: Kemampuan dan minat membaca siswa Sekolah Dasar Negeri 123 Pekanbaru masih tergolong rendah berdasarkan hasil observasi awal. Tujuan utama kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan dasar kecintaan dan juga pemahaman literasi pada siswa sekolah dasar negeri 123 Pekanbaru seperti membaca dan juga memahami isi bacaan. Metode yang dipakai dalam kegiatan pengabdian ini yaitu metode pendampingan dimana tim pengabdi melakukan pendampingan kepada siswa untuk melaksanakan program one day one story. Tahapan pada pengabdian ini meliputi: (1) persiapan yang terdiri dari observasi dan perencanaan program; (2) pelaksanaan program yaitu one day one story; dan (3) evaluasi program. Mitra pada kegiatan pengabdian ini yaitu siswa kelas 5 sekolah dasar negeri 123 Pekanbaru yang berjumlah 30 siswa. Ketercapaian kegiatan pengabdian diukur melalui instrument soal Pre-Test dan Post-Test. Hasil dari kegiatan ini dapat diketahui dengan adanya program one day one story yang dilaksanakan terbukti mampu meningkatkan kemampuan dan juga minat siswa dalam hal literasi. Terjadi peningkatan minat siswa dalam membaca dengan persentase nilai N-Gain sebesar 58.8% dan penguasaan siswa dalam memahami bacaan juga terjadi peningkatan sebesar 66.67%.Abstract: The reading ability and interest of students at Sekolah Dasar Negeri 123 Pekanbaru have been observed to be relatively low based on initial observations. The primary objective of this community service initiative is to foster a foundation of love for reading and literacy comprehension among students at State Elementary School 123 Pekanbaru, encompassing reading skills and understanding the content of texts. The method employed in this service activity is an accompaniment approach, where the service team provides guidance to students in implementing the "One Day One Story" program. The stages of this service activity include: (1) preparation, which consists of observation and program planning; (2) program implementation, specifically the "One Day One Story" initiative; and (3) program evaluation. The partners involved in this activity are 30 fifth-grade students from State Elementary School 123 Pekanbaru. The success of this service activity is measured through Pre-Test and post-test instruments. The results of the activity indicate that the implementation of the "One Day One Story" program has effectively enhanced both the reading ability and interest of the students in literacy. There was an increase in students' interest in reading, with an N-Gain score of 58.8%, and a significant improvement in their comprehension of reading material, with a 66.67% increase. 
MENGEMBANGKAN KARAKTER MANDIRI DAN KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI MEDIA PAPAN KUIS CERDAS DAN GEMBIRA Muaffy Afriza Raya; Retno Azzahra Umniyah; Ririn Cahya Dewanti; Qisty Dzakiyyatu Husna; Sri Lestari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23362

Abstract

Abstrak: Anak-anak di Dusun Sambiroto sering menggunakan gawai tanpa pengawasan orang tua. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu proses berkembangnya karakter pada anak. Penyuluhan parenting dan penerapan papan kuis ini sebagai media pembelajaran dan bermain untuk mengembangkan karakter anak. Program ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan orang tua, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan budaya literasi masyarakat. Mitra dalam pengabdian ini adalah masyarakat RW 06 yakni 40 orang tua dan 50 anak-anak. Pengabdian ini dilakukan menggunakan penyuluhan dan penerapan media papan kuis secara langsung. Masyarakat sangat antusias dalam pelaksanaan pengabdian ini. Melalui evaluasi berupa 10 soal pilihan ganda yang diisi sebelum dan setelah kegiatan dapat diketahui peningkatan pengetahuan tentang mengelola penggunaan gawai pada anak dari 72% sebelum penyuluhan, menjadi 90% setelah penyuluhan. Dengan demikian, metode penyuluhan dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pengasuhan parenting dan pengelolaan penggunaan gawai pada anak.Abstract: Children in Sambiroto Hamlet often use gadgets without parental supervision. These habits can disrupt the process of character development in children. Parenting counseling and applying this quiz board as a medium for learning and playing to develop children's character. This program aims to increase parents' knowledge and insight, increase creativity, and foster a culture of community literacy. Partners in this service are the RW 06 community, namely 40 parents and 50 children. This service is carried out using psychoeducation and the direct application of quiz board media. The community is very enthusiastic about implementing this service. Through an evaluation in the form of 10 multiple choice questions filled in before and after the activity, knowledge about managing the use of devices in children has increased from 72% before psychoeducation to 90% after psychoeducation. Thus, the lecture method can increase parents' understanding of parenting and managing children's use of devices. 
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MELALUI SKRINING TUBERCULOSIS PARU DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN RUTIN Dian Ayu Listiarini; Afridatul Luailiyah; Suparmi Suparmi; Ahmad Umar Alfaruq
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24468

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan angka kematian yang tinggi. Oleh karena itu, skrining TB paru sangatlah penting. Namun angka penemuan kasus baru TB paru mengalami penurunan khususnya di Kota Semarang. Tujuan dari layanan ini adalah untuk mengidentifikasi orang-orang yang berisiko tinggi terkena TBC paru sehingga dapat segera dilakukan tindakan lebih lanjut. Pengabdian dilakukan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung dengan menggunakan teknik edukasi dan wawancara medis mengenai tanda dan gejala tuberkulosis paru. Peserta diberikan pertanyan secara lisan setelah dilakukan edukasi untuk memastikan peserta sudah memahami materi yang disampaikan. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, pengukuran fisik, kadar glukosa darah acak (GDS), kadar kolesterol total, dan kadar asam urat. Sebanyak 166 orang mengikuti kegiatan ini. Dari hasil pengabdian tersebut, ditemukan 10 peserta yang berisiko tinggi terkena tuberkulosis paru. Peserta yang berisiko tinggi terkena tuberkulosis paru akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk evaluasi lebih lanjut.Abstract: Pulmonary tuberculosis (TB) is one of the main health problems in Indonesia with a high mortality rate. Therefore, pulmonary TB screening is very important. However, the rate of discovery of new cases of pulmonary TB has decreased, especially in the city of Semarang. The aim of this service is to identify people who are at high risk of developing pulmonary TB so that further action can be taken immediately. The service was carried out by the Faculty of Medicine team at Sultan Agung Islamic University using educational techniques and medical interviews regarding the signs and symptoms of pulmonary tuberculosis. After that, a health examination was carried out including blood pressure, physical measurements, random blood glucose levels (RBG), total cholesterol levels and uric acid levels. A total of 166 people took part in this activity. From the results of this service, it was found that 10 participants were at high risk of developing pulmonary tuberculosis. Participants who are at high risk of developing pulmonary tuberculosis will be referred to the nearest health facility for further evaluation.
PENGUATAN PENYUSUNAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI UNTUK MEMAKSIMALKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Ana Setiani; Nur Agustiani; Hamidah Suryani Lukman; Mira Siti Nur’azizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23963

Abstract

Abstrak: Pendampingan kurikulum Merdeka di tahun kedua pada jenjang SMP di kabupaten Sukabumi, masih banyak sekolah penggerak yang belum maksimal dalam mengimplementasikan modul ajar berdiferensiasi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk penguatan penyusunan modul ajar berdiferensiasi sampai dengan mengimpelentasikannya pada sekolah penggerak. Metode pendekatan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi lokakarya, workshop, kunjungan lapangan dan pendampingan secara rutin untuk menonitoring pencapaian dari setiap sekolah. Kegiatan ini melibatkan 4 kepala sekolah dan 16 komite pembelajaran. Untuk melihat dampak dari implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada kegiatan pembelajaran, perlu mengetahui ketercapaian modul ajar berdiferensiasi. Hal ini dibuktikan dari hasil aspek refleksi keterapaian modul ajar berdiferensiasi yang terdiri dari 5 komponen indikator tergolong baik dengan rata-rata pencapaian sebesar 86,6%, para peserta sudah memahami komponen modul ajar berdiferensiasi pada kurikulum Merdeka. Hal tersebut, diperkuat ketika kunjungan langsung ke sekolah menujukan 84,5% para guru sebagain besar sudah menerapkan implementasi modul ajar berdiferensiasi dengan baik.Abstract: Supporting the Merdeka curriculum in the second year at the junior high school level in the Sukabumi district, many driving schools still have not implemented differentiated teaching modules optimally. Therefore, this community service activity aims to strengthen the preparation of differentiated teaching modules and implement them in driving schools. The approach used to carry out community service activities includes workshops, field visits, and regular mentoring to monitor the achievements of each school. This activity involved four school principals and 16 learning committees. To see the impact of implementing differentiated learning on learning activities. It is necessary to know the achievements of differentiated teaching modules. That is proven by the results of the reflection aspect of the achievement of the differentiated teaching module, which consists of 5 indicator components that are classified as good with an average achievement of 86.6%; the participants already understand the components of the differentiated teaching module in the Merdeka curriculum. That was reinforced when direct school visits showed that 84.5% of teachers had implemented differentiated teaching modules well.
PELATIHAN PEMBUATAN KUIS INTERAKTIF DENGAN APLIKASI QUIZIZZ DAN MENTIMETER BAGI GURU-GURU SDIT AL-KAUTSAR CIKARANG Nuraini Purwandari; Hilman Jihadi; Dade Maulana; B. Harjo Baskoro; Muhammad Zulfikar; Sofwan Muhammad Kelmah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21479

Abstract

Abstrak: Evaluasi belajar yang berjalan pada SDIT Al-Kautsar Cikarang adalah menggunakan lembar jawaban ujian ataupun melalui kertas ujian yang diisi oleh siswa dan guru sebgai pengawasnya menyebabkan kurang efektif dan efisien. Oleh karna itu, metode kuis interaktif menjadi model yang cocok digubakan dalam evaluasi belajar. Adapun tujuannya adalah memberikan program pelatihan kepada guru-guru SDIT Al-Kautsar mengenai pembuatan kuis interaktif menggunakan aplikasi quizziz dan Mentimeter dalam rangka peningkatan softskill dan hardskill. Dengan pelatihan ini, guru-guru dapat mengembangkan kreativitas, dalam merancang kuis yang interaktif, meningkatkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi dengan siswa serta meningkatkan penguasaan aplikasi quiziz dan mentimeter sebagai bentuk hasil evaluasi pembelajaran siswa dikelas agar lebih interaktif dan semua siswa dapat mengerti materi yang diberikan guru dikelas. Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan atau workshop kepada guru-guru SDIT Al-Kautsar Cikarang secara luring. Hasil yang telah dicapai dari evaluasi pelatihan tersebut sebesar 51,77% peserta sangat puas dengan adanya pelatihan ini karena dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan praktikal guru tentang komputer dan aplikasi yang digunakan.Abstract: The learning evaluation that takes place at SDIT Al-Kautsar Cikarang is using exam answer sheets or through exam papers filled in by students and teachers as supervisors, causing it to be less effective and efficient. Therefore, the interactive quiz method is a suitable model to use in learning evaluation. The aim is to provide a training program to SDIT Al-Kautsar teachers regarding creating interactive quizzes using the quizziz and Mentimeter applications in order to improve soft skills and hard skills. With this training, teachers can develop creativity, in designing interactive quizzes, improve collaboration and communication skills with students and improve mastery of the quiziz and mentimeter applications as a form of evaluation of student learning in class so that it is more interactive and all students can understand the material provided by the teacher in the classroom. This service method is carried out by providing offline training or workshops to SDIT Al-Kautsar Cikarang teachers. The results achieved from the training evaluation were 51.77% of participants who were very satisfied with this training because it could improve teachers' understanding and practical skills regarding computers and the applications used.
PEMBERDAYAAN PEGAWAI DAN MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES MANADO DALAM MENINGKATKAN KETERSEDIAAN DARAH MELALUI DONOR DARAH Syamsu Alam; Linda Makalew; Fredrika Nancy Losu; Atik Purwandari; Sjenni Tuju; Dian Pratiwi; Sisca Solang; Freike Lumy; Yourisna Pasambo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20402

Abstract

Abstrak: Kebutuhan darah semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penyakit tidak menular yang membutuhkan donor darah, sementara jumlah masyarakat yang mendonorkan darah di Indonesia masih rendah. Target WHO untuk kontribusi darah nasional sebesar 2 persen dari total penduduk belum tercapai. Poltekkes Kemenkes Manado (Polkesdo) sebagai institusi pendidikan berperan dalam meningkatkan ketersediaan suplai darah dari para pendonor. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan ketersediaan suplai darah di mitra yaitu UTD RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, yang merupakan RS yang lokasinya berdekatan dengan kampus Polkesdo. Metode yang digunakan adalah penggalangan pendonor dan pelaksanaan kegiatan donor darah bekerja sama dengan mitra UTD RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Peserta pendonor adalah pegawai dan mahasiswa Polkesdo dengan target pendonor sebesar 154 orang. Kegiatan terlaksana pada tanggal 8 Mei 2023 di laboratorium Polkesdo bekerjasama. Diperoleh jumlah pendonor sebanyak 45 atau 29,2% dari target. Sebagian besar pendonor (58%) melakukan donor darah untuk pertama kalinya, hanya sebagian kecil pendonor (11%) yang rutin melakukan donor darah, dan bahwa sebagian besar pendonor (91%) menyatakan keinginan untuk mendonor lagi dan hanya sebagian kecil yang menyatakan tidak. Disimpulkan bahwa jumlah civitas akademika Polkesdo yang menjadi pendonor darah masih sangat kurang. Penting dilakukan komunikasi dan edukasi tentang pentingnya donor darah, serta kegiatan penggalangan berkala sangat efektif khususnya untuk pendonor pertama dan yang tidak rutin donor.Abstract: The need for blood increases along with the increase in non-communicable diseases that require blood donations, while the number of people who donate blood in Indonesia is still low. The WHO target for national blood contribution has not been achieved. Polkesdo as an educational institution plays a role in increasing the availability of blood supply from donors. The purpose of this activity is to increase the availability of blood supply at partners, namely UTD RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, which is a hospital located close to the Polkesdo campus. The method used is raising donors and carrying out blood donation activities in collaboration with partners. Donor participants are Polkesdo employees and students with a target donor of 154 people. The activity took place on May 8 2023 at the Polkesdo laboratoryincrease the availability of blood supply at hospital. The method used is donor mobilization and implementation of blood donor activities. The activity was carried out on May 8, 2023 at the Polkesdo laboratory. The number of donors was 29.2% of the target. Most donors (58%) did blood donation for the first time, only a small percentage of donors (11%) who routinely do blood donation, and that most donors (91%) expressed the desire to donate again and only a small percentage stated that they did not. It was concluded that the number of Polkesdo academicians who become blood donors is still very low. It is important to communicate and educate about the importance of blood donation, and periodic raising activities are very effective, especially for first donors and those who do not regularly donate.  
EDUKASI STIMULASI TUMBUH KEMBANG BALITA PADA BIARAWATI PENDAMPING PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Paskaliana Hilpriska Danal; Yuliana Reginaldis R. Krowa; Angelina Roida Eka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24369

Abstract

Abstrak: Stimulasi tumbuh kembang balita merupakan aspek utama dalam memastikan anak mencapai milestone pertumbuhan dan perkembangan. Stimulasi tumbuh kembang akan efektif jika terus dilaksanakan terutama pada tempat anak menghabiskan waktu paling banyak seperti di pendidikan anak usia dini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pendamping pendidikan anak usia dini terkait stimulasi tumbuh kembang balita. metode yang dilakukan adalah metode penyuluhan kepada 10 biarawati pendamping PAUD Susteran Maria Berduka Cita dengan metode quasy eksperimen one group pre test-post test mengukur peningkatan pengetahuan tentang stimulasi balita menggunakan kuesioner berupa 10 komponen stimulasi sesuai rentang usia balita dari 29 hari hingga 6 tahun. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan rerata nilai pengetahuan sebelum edukasi adalah 1,9 dan sesudah edukasi adalah 8,1. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dari para biarawati pendamping PAUD tentang stimulasi tumbuh kembang anak balita. diharapkan agar para birawati pendamping PAUD untuk menerapkan stimulasi tumbuh kembang pada anak PAUD yang diasuhnya sehingga tercapai tumbuh kembang anak yang optimal.Abstract: Childhood growth and development stimulation is the main aspect in ensuring that children reach their growth and development milestones. Growth and development stimulation will be effective if it continues to be carried out, especially where children frequently attend, such as in early childhood education. The purpose of this community service is to increase the knowledge of early childhood education assistants related to the stimulation of the growth and development of toddlers. The method carried out was a educatiom method to 10 nuns as teachers in PAUD Sister Maria Berduka Cita with the one group pre-test-posttest quasy experimental design. The results obtained were there were significant differences between knowledge before and after education with the average value of knowledge before education was 1.9 and after education was 8.1. This shows that there is an increase in knowledge from PAUD nuns about stimulating the growth and development of children under five. It is expected that the early childhood education teachers will apply growth and development stimulation to the early childhood children they care for so that optimal child growth and development is achieved.
PENDAMPINGAN INOVASI NEW-PACKAGING DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK TEH BUNGA TELANG DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN DAYA SAING PRODUK LOKAL Heptari Elita Dewi; Novi Haryati; Anisa Aprilia; Effy Yuswita; Djoko Koestiono; Imaniar Ilmi Pariasa; Andrean Eka Hardana; Rachman Hartono; Fitria Dina Riana; Silvana Maulidah; Arif Yustian Maulana Noor
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23016

Abstract

Abstrak: Komunitas Puri Hijau Royo-royo memproduksi produk teh bunga telang dengan kemasan yang sederhana dan belum ada kelengkapan informasi pada kemasan tersebut. Pemasaran yang dilakukan juga masih terbatas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan hardskill mitra dalam pengolahan bunga telang, pembuatan desain dan logo kemasan yang lebih menarik, dan pemasaran olahan berupa teh bunga telang.: mengidentifikasikan kebutuh mitra yaitu Komunitas Puri Hijau Royo-royo, melakukan pelatihan pendampingan Pengolahan Bunga Telang, melakukan pelatihan desain pengemasan dan foto produk untuk peningkatan strategi pemasaran teh bunga telang. Metode yang digunakan antara lain mengidentifikasi kebutuhan mitra, persiapan material pengabdian, pelatihan dan pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Mitra kegiatan ini adalah anggota aktif dari komunitas Puri Hijau Royo-royo sebanyak 15 orang. Evaluasi yang digunakan menggunakan kuesioner pre test dan post test untuk mengukur pemahaman peserta. Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat, terjadi peningkatan pemahaman yang cukup tinggi sebesar 49% setelah pemberian materi tentang pengemasan dan pemasaran produk teh bunga telang. Kemasan dan label yang diajukan oleh tim pengabdian memenuhi harapan peserta, dan rata-rata peserta sangat setuju bahwa pengetahuan mereka bertambah setelah adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Abstract: The Puri Hijau Royo-Royo Community produces telang flower tea products with simple packaging, and there is no complete information on the packaging. The marketing carried out is limited. This community service aims to increase partners' knowledge and hard skills in processing butterfly pea flowers, creating more attractive packaging designs and logos, and marketing processed telang flower tea. The methods used include identifying partner needs, preparing service materials, training-mentoring, and evaluating activities. The partners for this activity are 15 active members of the Puri Hijau Royo-Royo community. The evaluation used pre-test and post-test questionnaires to measure participants' understanding. After carrying out community service activities, there was a fairly high increase in understanding of 49% after providing material on packaging and marketing of butterfly pea flower tea products. The packaging and labels proposed by the service team met the participants' expectations, and on average, the participants strongly agreed that their knowledge had increased after this community service activity.
SOSIALISASI INFORMASI MELALUI MEDIA PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Cindy Dwi Pramesti; Lucia Yovita Hendrati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22083

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan suatu permasalahan kesehatan yang banyak di jumpai kalangan remaja putri dan salah satu penyebab stunting di Indonesia. Anemia terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Rendahnya pengetahuan remaja putri terkait anemia, menjadikan program sosialisasi informasi anemia diperlukan. Harapannya setiap remaja putri memiliki peningkatan pengetahuan terkait anemia dan perubahan menjadi gaya hidup sehat agar bisa terhindar dari anemia. Pihak yang terlibat sebanyak 5 orang terdiri dari ketua PKK, Kepala Dusun Sambiroto, Kepala Desa Nampu, bidan desa, dan kader dari Dusun Sambiroto Desa Nampu. Sasaran kegiatan remaja putri berusia 10-15 tahun yang ada di Dusun Sambiroto Desa Nampu sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi informasi dengan media permainan teka-teki silang (TTS) sehingga dapat menarik dan memudahkan remaja putri menerima informasi terkait anemia. Keberhasilan kegiatan dilihat dari indikator penilaian yang mengalami peningkatan sebesar 57 persen menjadi 65 persen dari hasil jawaban benar teka-teki silang yang isi soalnya telah dibuat berkaitan dengan anemia.Abstract: Anemia is a health problem that is commonly found among adolescent girls and one of the causes of stunting in Indonesia. Anemia occurs because the body lacks iron. The low knowledge of adolescent girls related to anemia makes an anemia information dissemination program necessary. It is hoped that every young woman will have increased knowledge related to anemia and change into a healthy lifestyle in order to avoid anemia. The parties involved were 5 people consisting of the head of the PKK, the Head of Sambiroto Hamlet, the Head of Nampu Village, the village midwife, and cadres from Sambiroto Hamlet, Nampu Village. The target audience was 15 adolescent girls aged 10-15 years in Sambiroto Hamlet, Nampu Village. The method used is the socialization of information with the media of crossword puzzles (TTS) so that it can attract and facilitate young women to receive information related to anemia. The success of the activity is seen from the assessment indicators that have increased by 57 percent to 65 percent of the results of correct answers to crossword puzzles whose contents have been made related to anemia.
WAKAF UANG: MEMBANGUN WARGA MUHAMMADIYAH MEDAN DELI MELALUI KAMPANYE SOSIAL LITERASI KEUANGAN Sarwo Edi; Syahrul Amsari; Isra Hayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.17872

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang ditemukan di Cabang Muhammadiyah Medan Deli yang menjadi mitra, maka unsur Cabang Muhammadiyah Medan Deli dan Tim Pengabdian telah sepakat bahwa prioritas yang perlu segera mendapatkan solusi adalah terkait literasi wakaf untuk kemaslahatan umat. Agar lebih fokus terhadap permasalahan sehingga memudahkan pengambilan tindakan atau kegiatan pengabdian, maka pengurus cabang dan tim pengabdian sepakat perlu ada transfer informasi, penguatan wawasan dan pendampingan ranting oleh tim pengabdian mengenai topik tentang literasi wakaf. Tujuan edukasi literasi wakaf uang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait dengan konsep wakaf uang, prinsip-prinsip keuangan Islam, dan strategi pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip wakaf. Mitra dalam pengabdian ini yaitu Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Medan Deli serta jamah pengajian keseluruhannya berjumlah 25 orang. Metode pelaksanaan yang mengacu kepada analisis situasi program yang disepakati bersama mitra dengan melakukan tiga kali workshop secara bersamaan dalam satu waktu. Sistem evaluasi yang diimplementasikan dalam pengabdian ini dengan uji pengetahuan pra dan pasca kampanye, partisipasi masyarakat, pengukuran perubahan perilaku keuangan, survei kepuasan peserta. Persentase keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat edukasi literasi wakaf uang berdasarkan evaluasi adalah 80%. Persentase ini mencerminkan sejauh mana kegiatan tersebut berhasil meningkatkan pemahaman literasi wakaf uang di antara peserta yang terlibat. Target dan luaran yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah produk dan jasa, yang dapat dirinci yaitu: (1) Produk berupa booklet wakaf; dan (2) Kotak wakaf.Abstract: The problems found at the Muhammadiyah Medan Deli Branch which is a partner, elements of the Muhammadiyah Medan Deli Branch and the Community Service Team have agreed that the priority that needs to be immediately resolved is related to waqf literacy for the benefit of the people. In order to be more focused on problems so as to make it easier to take action or service activities, the branch management and service team agreed that there was a need for information transfer, strengthening insight and mentoring by the service team regarding the topic of waqf literacy. The aim of cash waqf literacy education is to increase people's understanding and skills related to the concept of cash waqf, Islamic financial principles, and financial management strategies that are in accordance with waqf principles. Partners in this service are the Head of the Medan Deli Muhammadiyah Branch and Branch as well as a total of 25 study congregations. The implementation method refers to an analysis of the program situation agreed upon with partners by conducting three workshops simultaneously at one time. The evaluation system implemented in this service includes pre- and post-campaign knowledge tests, community participation, measuring changes in financial behavior, participant satisfaction surveys. The percentage of success of cash waqf literacy education community service activities based on evaluation is 80%. This percentage reflects the extent to which the activity succeeded in increasing understanding of cash waqf literacy among the participants involved. The targets and outputs expected from this service activity are products and services, which can be detailed, namely: (1) Products in the form of waqf books; and (2) Waqf boxes.