cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,426 Documents
PENDAMPINGAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN PENCATATAN TRANSAKSI DEMI UMKM BEBAS PINJAMAN ONLINE Elisabeth Ria Viana Praningtyas; Eka Wirajuang Daurrohmah; Rini Subekti; Novta Winkey Pradana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39006

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang pesat perlu didukung oleh manajemen keuangan dan pencatatan transaksi yang baik. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam menilai kinerja usaha akibat lemahnya pengelolaan keuangan dan pencatatan transaksi. Kondisi ini dapat memengaruhi keberlanjutan usaha yang sebenarnya memiliki pertumbuhan yang menjanjikan. Untuk menjawab masalah tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Akuntansi Universitas Terbuka melaksanakan pelatihan dan pendampingan dengan tujuan meningkatkan literasi akuntansi, kemampuan memisahkan aset dan kewajiban pribadi dari aset dan kewajiban usaha, serta pemahaman pengelolaan keuangan UMKM bagi 50 pemilik UMKM yang tergabung dalam salah satu komunitas UMKM di wilayah setempat dengan menggunakan aplikasi SIAPIK berbasis SAK EMKM. Kegiatan meliputi literasi keuangan, pengenalan akuntansi dasar, dan praktik pencatatan transaksi usaha. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi praktik pencatatan transaksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan yang tertib, pencatatan transaksi yang sistematis, pemisahan aset pribadi dan usaha, serta pemanfaatan informasi keuangan hingga 90% dibandingkan dengan pemahaman sebelum kegiatan dimulai. Kegiatan ini memperkuat literasi akuntansi dan praktik pencatatan keuangan UMKM, sehingga mereka dapat mengakses pemodalan dan peminjaman yang aman serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Abstract: The rapid growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) should be supported by sound financial management and effective record-keeping. However, the owners of MSMEs Pondok Aren Produktif, Kreatif, dan Inovatif (MSMEs Porentif) still face challenges in evaluating their business performance due to poor financial management and poor record-keeping. Surely, this condition can jeopardize the business's sustainability. To support this, the Accounting Study Program Community Service Team conducted training and mentoring on financial management and transaction recording for 50 MSMEs owner who join UMKM Porentif community using the SIAPIK application, organized in accordance with SAK EMKM. Our program includes giving financial literacy, introducing basic accounting, and recording their business transactions. The results of the program show that participants' understanding of the orderly and good administration of financial management, systematic transaction recording, the importance of the segregation of individual and business assets, and the benefits of financial information up to 90% compared to the understanding before the program started. This program has strengthened the financial literacy and transactional practices of MSMEs, allowing them to access more secure capital or lending supervised by Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
FROM EMOTION TO INCLUSION: MINDFULNESS TRAINING UNTUK GURU PENDAMPING KHUSUS Nanik Handayani; Aulia Suhesty; Anang Arief Abdillah; Hilmi Rifa Nurrahman; Usifah Dwi Syahrani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.37657

Abstract

Abstrak: Penguatan pendidikan inklusif memerlukan dukungan sosial-emosional pendidik, khususnya guru pendamping khusus (GPK), karena GPK menghadapi beban kerja dan tekanan emosional yang tinggi dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kecerdasan emosi dan pengelolaan emosi GPK melalui pelatihan mindfulness. Metode yang digunakan adalah pelatihan luring yang mengintegrasikan psikoedukasi kecerdasan emosi, diskusi reflektif, dan praktik mindfulness berkolaborasi bersama dengan UPTD. Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Samarinda yang diikuti oleh 22 orang GPK. Evaluasi dilakukan dengan pretest-posttest sebanyak 10 soal pengetahuan kecerdasan emosi. Temuan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 69,091 menjadi 83,636 atau mengalami peningkatan sebesar 21,06% disertai respon peserta yang merasa lebih tenang setelah praktik mindfulness. Pelatihan ini efektif sebagai intervensi awal untuk memperkuat kapasitas emosional GPK dan mendukung iklim pembelajaran inklusif yang positif.Abstract: Inclusive education strengthening required teacher’s socio-emotional support, particulary Special Assistant Teacher (GPK), as they faced high workload and emotional pressure when assisting students with special needs. This community service program aimed to improved GPK’s emotional intelligence knowledge and emotion management through mindfulness training. The program was conducted as an offline training integrating emotional intelligence psychoeducation, reflective discussion, and mindfulness practice in collaboration with the UPTD. Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Samarinda and was attended by 22 GPK. Evaluation was carried out using a pretest-posttest 10 question on emotional intelligence knowledge. The results showed an increase in the mean knowledge score from 69.092 to 83.636 (a 21.06% improvement), accompanied by participants responses indicating that they felt calmer after the mindfulness practice. This training was effective as an initial intervention to strengthen GPK’s emotional capacity and to support a positive inclusive learning climate.
PENGARUH GREEN PERCEPTION DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PUPUK ORGANIK DI TOKO AZZAHRA TANI AMPANA Nurjana R. Uloli
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39248

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serempak dan secara parsial variabel green perception dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari kuisioner yang dibagikan kepada 96 orang responden yaitu konsumen yang pernah melakukan pembelian pupuk organik pada Toko Azzahra Tani Ampana sebagai sampel penelitian, dengan metode pengumpulan data accidental sampling. Yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti di lokasi penelitian dapat digunakan sebagai sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda untuk melakukan uji F dan uji t dengan bantuan aplikasi IBM SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara serempak green perception dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pupuk organik di Toko Azzahra Tani. Secara parsial green perception berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pupuk organik di Toko Azzahra Tani. Secara parsial kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pupuk organik di Toko Azzahra Tani. Hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS dapat diketahui bahwa koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,182. Hal ini berarti 18,2% keputusan pembelian di pengaruhi oleh green perception dan kualitas produk sedangkan sisanya yaitu 81,8% keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Abstract: This study aims to determine the simultaneous and partial influence of green perception and product quality variables on purchasing decisions using quantitative research methods. The research data were obtained from questionnaires distributed to 96 respondents, namely consumers who had purchased organic fertilizer at the Azzahra Tani Ampana Store as research samples, with an accidental sampling data collection method. That is, anyone who happened to meet the researcher at the research location can be used as a sample. The analysis technique used was multiple linear regression analysis to conduct the F test and t test with the help of the IBM SPSS 25 application. The results of this study indicate that simultaneously green perception and product quality have a significant effect on purchasing decisions for organic fertilizer at the Azzahra Tani Store. Partially, green perception has a significant effect on purchasing decisions for organic fertilizer at the Azzahra Tani Store. Partially, product quality has a significant effect on purchasing decisions for organic fertilizer at the Azzahra Tani Store. The results of calculations using the SPSS program show that the coefficient of determination obtained is 0.182. This means that 18.2% of purchasing decisions are influenced by green perception and product quality, while the remaining 81.8% of purchasing decisions are influenced by variables not examined in this study.
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPOSISI GIZI PANGAN LOKAL ENBAL MELALUI FORTIFIKASI DENGAN KACANG TUNGGAK Ritha Lusian Karuwal; Mery Pattipeilohy; Adriana Jamrewav
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39281

Abstract

Abstrak: Potensi lokal di Kepulauan Kei Provinsi Maluku yang terkenal adalah enbal yang diolah menjadi produk pangan pengganti nasi. Produk ini memiliki kadar karbohidrat tinggi namun kadar nutrisi lainnya sangat rendah. Rendahnya kadar gizi pada enbal mengakibatkan perlunya inovasi berupa fortifikasi dengan sumber protein seperti kacang tunggak. Umumnya masyarakat di Kepulauan Kei belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai pengembangan fortifikasi enbal dengan potensi lokal lainnya. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan edukasi berupa pelatihan. Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang fortifikasi kacang tunggak dalam upaya meningkatkan komposisi gizi enbal. Kegiatan pelatihan dilakukan pada Januari 2026 bagi ibu-ibu pengusaha enbal di Desa Ngabub sebanyak 10 orang. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi langsung. Untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan dilakukan pengukuran pemahaman peserta menggunakan kuisioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan partisipasi aktif serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 70-100% tentang fortifikasi pangan lokal. Peserta tertarik untuk menjual produk fortifikasi enbal dengan kacang tunggak sebagai kuliner khas daerah.Abstract: A well-known local resource in the Kei Islands of Maluku Province is enbal, which is processed into a food product used as a substitute for rice. This product is high in carbohydrates but very low in other nutrients. The low nutritional content of enbal necessitates innovation in the form of fortification with protein sources such as cowpea. Generally, the communities in the Kei Islands do not yet possess the knowledge and skills required to develop fortified enbal using other local resources. This can be addressed through educational activities in the form of training. The aim of this training was to provide the community with knowledge and skills regarding the fortification of cowpeas in an effort to improve the nutritional composition of enbal. The training took place in January 2026 for 10 women entrepreneurs producing enbal in Ngabub Village. The activities were carried out through awareness-raising sessions and live demonstrations. To evaluate the success of the training, participants’ understanding was assessed using a questionnaire analysed descriptively. The results of the training activities showed active participation and an increase in knowledge and skills of 70–100% regarding the fortification of local foods. Participants were keen to sell fortified enbal products using cowpeas as a local culinary speciality.
PENINGKATAN KESIAPAN DAN PEMAHAMAN SISWI SMP DALAM MENANGANI DISMENORE MELALUI PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI ABDOMINAL STRETCHING Prihatini Dini Novitasari; Ayu Prameswari; Alvera Noviyani; Yona Wia Sartika Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38849

Abstract

Abstrak: Dismenore atau nyeri haid menjadi salah satu keluhan yang sering dialami remaja siswi di sekolah menengah pertama, dan tidak jarang menjadi penyebab ketidakhadiran siswi di sekolah. Namun, hingga saat ini, edukasi mengenai dismenore dan cara menanganinya di setiap siklus menstruasi belum masif diberikan. Untuk itu, dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dismenore dan penanganannya kepada remaja siswi di sekolah menengah pertama Islam terpadu di Ogan Ilir. Kegiatan edukasi diberikan kepada 21 siswi, dengan metode penyuluhan dan demonstrasi menggunakan media powerpoint dan video animasi. Untuk menilai efektivitas edukasi, peserta edukasi diminta untuk mengerjakan soal pre-test dan post-test tertulis.. Hasilnya, terdapat peningkatan rerata nilai dari 65,71 ketika pre-test menjadi 89,52 ketika post-test. Selain itu, para peserta juga tampak antusias dan cukup fasih dalam mempraktikkan abdominal stretching yang diajarkan dan mengintegrasikan pengetahuan barunya dengan pengalaman pribadi dan orang sekitarnya dalam menghadapi dismenore. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi ini efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswi dalam menghadapi dismenore. Untuk itu, edukasi ini sebaiknya menjadi agenda wajib Unit Kesehatan Sekolah di SMP IT di Ogan Ilir yang diberikan kepada setiap siswi untuk meningkatkan pemahaman mengenai tindakan yang diperlukan ketika mengalami dismenore.Abstract: Dysmenorrhea, or menstrual cramps, is a common complaint among female students in junior high school and often the reason for their absences. But so far, there has been no widespread education on dysmenorrhea and how to manage it during each menstrual cycle. Therefore, a community service program was conducted in the form of education on dysmenorrhea and its management for female students at an integrated Islamic junior high school in Ogan Ilir. The educational session was held for 21 female students and included a mix of lectures and demonstrations, utilizing PowerPoint presentations and animated videos. To assess the effectiveness of the education, participants were asked to complete written pre- and post-tests. The results showed an increase in the average score from 65.71 on the pre-test to 89.52 on the post-test. Additionally, the participants appeared enthusiastic and were quite proficient in practicing the abdominal stretching taught and integrating their new knowledge with their personal experiences and those of people around them in dealing with dysmenorrhea. This indicates that this education program is effective in enhancing students’ understanding and preparedness in managing dysmenorrhea. Therefore, this education program should be made a mandatory agenda for the School Health Unit at the SMP IT in Ogan Ilir, provided to every female student, to enhance their understanding of the necessary actions to take when experiencing dysmenorrhea.
PENGUATAN KAPASITAS ANGGOTA KOPERASI DIFABEL MELALUI PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN DAN DIFERENSIASI PRODUK Rusdianto Rusdianto; Rintan Nuzul Ainy; Bagus Gumelar; Tedy Setiadi; Sudarmini Sudarmini; Lutfir Rahman Sihono; Alfian Lingga Bagaskara; Rista Ayu Suryani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39457

Abstract

Abstrak: Anggota Koperasi Pemasaran Bangun Akses Kemandirian Difabel menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan usaha dan pengembangan diferensiasi produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Koperasi Pemasaran Bangun Akses Kemandirian Difabel melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana dan diferensiasi produk dengan pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, diskusi, praktik sederhana, serta evaluasi pascakegiatan menggunakan kuesioner self-evaluation 10 pertanyaan terkait pemahaman dan persepsi manfaat kegiatan dengan penilaian skala likert 5 poin. Kegiatan diikuti oleh 60 anggota koperasi dan dilaksanakan di salah satu rumah anggota koperasi daerah Ngaglik, Sleman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, tercermin dari 93,8% peserta yang memahami pencatatan keuangan usaha, 93,4% yang menilai pelatihan bermanfaat, dan 90,6% yang menyatakan kesiapan melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya target pasar dan keunikan produk sebagai bagian dari penguatan daya saing usaha. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan soft skills dan hard skills awal peserta dalam pengelolaan usaha, serta mendukung pengembangan koperasi yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.Abstract: Members of the Bangun Akses Kemandirian Difabel Marketing Cooperative face challenges in business financial record-keeping and product differentiation. This community service activity aims to enhance the capacity of members of the Bangun Akses Kemandirian Difabel Marketing Cooperative through training in simple financial record-keeping and product differentiation using a participatory approach. Implementation methods include training, discussions, simple practical exercises, and post-activity evaluation using a 10-question self-evaluation questionnaire regarding understanding and perception of the activity’s benefits, assessed on a 5-point Likert scale. The activity was attended by 60 cooperative members and was held at the home of one of the cooperative members in the Ngaglik area, Sleman. The results of the activity showed an increase in participants’ understanding, reflected in 93.8% of participants who understood business financial record-keeping, 93.4% who rated the training as beneficial, and 90.6% who stated their readiness to perform financial record-keeping on a regular basis. Participants also demonstrated a good understanding of the importance of target markets and product uniqueness as part of strengthening business competitiveness. This activity contributed to strengthening participants’ foundational soft and hard skills in business management, as well as supporting the development of a more independent, inclusive, and sustainable cooperative.
PENERAPAN TEKNOLOGI BETON BERTULANG BAMBU RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG SISTEM IRIGASI DAN BUDIDAYA IKAN YANG BERKELANJUTAN Nanang Saiful Rizal; Kosjoko Kosjoko; Pujo Priyono; Henik Prayuginingsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39285

Abstract

Abstrak: Infrastruktur irigasi dan fasilitas budidaya ikan memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat pedesaan. Namun, keterbatasan kualitas infrastruktur serta tingginya biaya pemeliharaan akibat penggunaan material konvensional masih menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill mitra dalam penerapan teknologi beton bertulang bambu sebagai alternatif konstruksi ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal. Kegiatan dilaksanakan pada wilayah pedesaan dengan melibatkan dua kelompok mitra yang terdiri dari pengelola irigasi dan kelompok budidaya ikan dengan total 30 peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, Focus Group Discussion (FGD), demonstrasi, praktik lapangan, dan pendampingan teknis. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta angket pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kemampuan pada aspek pemahaman teknologi, pemilihan material, perakitan tulangan, pencampuran beton, dan penerapan di lapangan dengan rata-rata peningkatan keterampilan sebesar 52,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi beton bertulang bambu efektif diterapkan sebagai solusi konstruksi sederhana yang ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.Abstrack: Irrigation infrastructure and fish farming facilities play a crucial role in supporting agricultural productivity and food security for rural communities. However, the limited quality of infrastructure and high maintenance costs resulting from the use of conventional materials remain major challenges. This community service initiative aims to enhance the hard and soft skills of our partners in applying bamboo-reinforced concrete technology as an environmentally friendly construction alternative based on local resources. The activity was conducted in a rural area, involving two partner groups consisting of irrigation managers and fish farming groups, with a total of 20 participants. The methods used included lectures, Focus Group Discussions (FGDs), demonstrations, field practice, and technical mentoring. Evaluation was conducted through observation, interviews, and pre-test and post-test questionnaires to measure participants’ levels of understanding and skills. The evaluation results showed that participants experienced an improvement in their abilities regarding technology understanding, material selection, reinforcement assembly, concrete mixing, and field application, with an average skill improvement of 52.6%. These results indicate that bamboo-reinforced concrete technology is effective as a simple, economical, environmentally friendly, and sustainable construction solution.
PENINGKATAN LITERASI KOMUNIKASI DIGITAL BERETIKA MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI ETHICALTEXT LITE BERBASIS NATURAL LANGUAGE PROCESSING PADA KOMUNITAS DOODLE ART INDONESIA REGIONAL JAKARTA Annisa Damayanti; Syukriyansyah Syukriyansyah; Harjono Padmono Putro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39088

Abstract

Abstrak: Rendahnya literasi komunikasi digital pada komunitas kreatif meningkatkan risiko penyebaran ujaran kebencian di media sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi komunikasi digital beretika anggota komunitas Doodle Art Indonesia melalui pemanfaatan aplikasi EthicalText Lite berbasis Natural Language Processing. Metode pelaksanaan meliputi: pra-kegiatan (identifikasi kebutuhan mitra dan penyusunan modul), pelaksanaan (sosialisasi komunikasi digital beretika, pelatihan identifikasi ujaran kebencian berbasis studi kasus, workshop aplikasi), dan evaluasi. Jumlah peserta kegiatan adalah sebanyak 11 orang anggota komunitas. Evaluasi menggunakan task-based assessment, System Usability Scale (SUS-lite), dan tugas interpretasi dashboard. Hasil menunjukkan 83,33% peserta mencapai skor klasifikasi ujaran kebencian ≥70, Task Success Rate aplikasi 100%, dan skor SUS 92 (sangat baik) dengan reliabilitas 0,83. Peserta mampu menginterpretasikan dashboard secara tepat sebagai dasar refleksi sebelum publikasi. Luaran berupa modul literasi digital dan pedoman komunikasi digital komunitas mendukung keberlanjutan program.Abstract: The low level of digital communication literacy in creative communities increases the risk of spreading hate speech on social media. This community service program aimed to improve ethical digital communication literacy among members of the Doodle Art Indonesia community through an NLP-based application, EthicalText Lite. The method consisted of: pre-activity (needs assessment and module development), main activities (digital ethics socialization, case-based hate speech identification training, application workshop), and evaluation. The participants were 11 community members. Evaluation employed task-based assessment, the System Usability Scale (SUS-lite), and dashboard interpretation tasks. Results showed 83.33% of participants achieved a hate speech classification score ≥70, the application's Task Success Rate reached 100%, and the SUS score was 92 (excellent) with a reliability of 0.83. Participants accurately interpreted the dashboard for content reflection. Outputs included a digital literacy module and a community digital communication guideline to ensure sustainability.
BRANDING EKOWISATA BERBASIS DIGITAL: PETA MONTASE DAN VISUALISASI DRONE SEBAGAI MEDIA PROMOSI Idarwati Idarwati; Harnani Harnani; Ugi Kurnia Gusti; Dwi Vina Febrim; Rosidawani Rosidawani; Sundus Ghaida Noor Azizah; Astrid Fadhilah; Luliana Luliana; Muhammad Addiansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38504

Abstract

Abstrak: Desa Tanjung Atap, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki potensi ekowisata berbasis alam dan budaya yang kaya, seperti kerajinan anyaman purun, kerajinan aluminium, kerupuk kemplang, dan wisata rawa. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum optimal akibat keterbatasan pemetaan spasial dan media promosi digital. Program pengabdian ini bertujuan mendukung branding desa melalui digitalisasi potensi ekowisata, dengan metode survei lapangan, wawancara masyarakat, pemotretan udara menggunakan drone, penyusunan video dan peta montase ekowisata, serta sosialisasi dan edukasi. Mitra utama adalah Pemerintah Desa Tanjung Atap dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dengan keterlibatan aktif masyarakat dan mahasiswa Universitas Sriwijaya. Target luaran berupa video promosi dan peta montase ekowisata. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner pra dan pasca kegiatan terhadap 27 peserta. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman empat aspek pengembangan ekowisata. Luaran program ini diharapkan memperkuat promosi dan branding desa, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Tanjung Atap.Abstract: Tanjung Atap Village, Ogan Ilir Regency, South Sumatra, possesses rich natural and cultural ecotourism potential, including purun weaving, aluminum handicrafts, kemplang crackers, and swamp tourism. However, the utilization of these potentials has not been optimal due to limited spatial mapping and digital promotional media. This community service program aims to support village branding by digitalizing the village's ecotourism potential through field surveys, community interviews, drone-based aerial photography, the preparation of ecotourism montage videos and maps, and socialization and education activities. The main partners are the Tanjung Atap Village Government and the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), with active involvement from the community and students of Sriwijaya University. The targeted outputs are a promotional video and an ecotourism montage map. The program evaluation was conducted using pre- and post-activity questionnaires involving 27 participants. The analysis results showed a significant increase in understanding of the four aspects of ecotourism development. The program outputs are expected to strengthen village promotion and branding, enhance community participation, and encourage sustainable ecotourism development in Tanjung Atap Village. 
PENGUATAN PEHAMANAN ORANG TUA TENTANG PENCEGAHAN BULLYING DI LINGKUNGAN KELUARGA Reni Untarti; Agung Nugroho; Listika Yusi Risnani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39255

Abstract

Abstrak: Bullying merupakan tindakan agresif berulang dengan tujuan menyakiti korban dan berdampak serius bagi kesehatan mental korban, bahkan dapat berakhir dengan kematian. Saat ini Bullying banyak terjadi di sekitar kita, termasuk di lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua wali siswa dalam memahami, mencegah, serta menangani perilaku bullying, khususnya di rumah atau lingkungan keluarga. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan penyuluhan kepada orang tua wali siswa SMP di Kecamatan Kembaran, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah, sejumlah 68 orang. Kegiatan ini dinyatakan berhasil apabila (1) minimal 70% peserta terlibat aktif dalam penyuluhan, (2) ada peningkatan pemahaman peserta tentang Bullying yang diukur dari hasil pre-test dan post-test, dan (3) minimal rata-rata skor kepuasan peserta sebesar 3,00 yang diukur melalui angket kepuasan peserta (skala 1-4). Hasil pengukuran pemahaman peserta dilakukan menggunakan tes (pre-test dan post-test) yang menunjukkan rata-rata pemahaman awal dan akhir peserta sebelum dan setelah pelatihan secara berurutan sebesar 24% dan 84%, atau terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 60%. Hasil monitoring dengan observasi menunjukkan bahwa 79% peserta juga berpartisipasi aktif. Angket kepuasan juga menunjukkan rata-rata skor kepuasan peserta sebesar 3,67 (lebih dari 3,00). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan peserta, materi yang disampaikan dengan baik oleh narasumber bermanfaat bagi peserta dalam keluarga, sehingga perlu ada kegiatan lain dengan tema-tema yang serupa. Abstract: Bullying is a repeated aggressive act with the aim of hurting the victim and has a serious impact on the victim's mental health, and can even result in death. Currently, Bullying occurs a lot around us, including in the family environment which should be the safest and most comfortable place for children to grow and develop. The purpose of this activity is to increase the understanding and awareness of parents of students in understanding, preventing, and handling Bullying behavior, especially at home or in the family environment. The method used is socialization and counseling to parents of junior high school students in Kembaran District, Banyumas Regency, Central Java Province, a total of 68 people. This activity is declared successful if (1) at least 70% of participants are actively involved in the counseling, (2) there is an increase in participants' understanding of Bullying as measured by the results of the pre-test and post-test, and (3) at least an average participant satisfaction score of 3.00 as measured through a participant satisfaction questionnaire (scale 1-4). The results of the participant understanding measurement were conducted using tests (pre-test and post-test) which showed an average initial and final understanding of participants before and after the training of 24% and 84% respectively, or an increase in participant understanding of 60%. The results of monitoring by observation showed that 79% of participants also participated actively. The satisfaction questionnaire also showed an average participant satisfaction score of 3.67 (more than 3.00). This shows that this training is in accordance with the needs of participants, the material delivered well by the resource person is useful for participants in their families, so there is a need for other activities with similar themes.