cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN PROGRAM BANTUAN DAN INSENTIF BAGI PELAKU USAHA UMKM, SERTA PERAN DIGITALISASI DI ERA PANDEMI COVID-19 DAN SESUDAHNYA Nury Effendi; Vera Intanie Dewi; Eva Erviani; Budiono Budiono; Anhar Fauzan Priyono; Militcyano Samuel Sapulette
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.122 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6291

Abstract

Abstrak: Tujuan Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk peningkatan pemahaman atas program bantuan dan insentif pemerintah untuk pelaku UMKM serta peran pemanfaatan digitalisasi untuk peningkatan usaha di masa pandemi COVID-19 dan sesudahnya. Metode pelaksanaan kegiatan berbentuk sosialisasi dan penyuluhan. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 52 pelaku usaha. Berdasarkan analisis awal kebutuhan para peserta diperoleh informasi bahwa upaya yang paling banyak telah dilakukan oleh peserta untuk mempertahankan usaha adalah peningkatan promosi/pemasaran dan inovasi produk. Sementara upaya mengakses bantuan dari pemerintah memiliki persentase paling rendah. Hal ini menarik untuk digali lebih jauh apakah terdapat kendala yang dihadapi ketika mengakses, kurang tersosialisasikannya program bantuan ataukah para pelaku ini enggan untuk mengakses bantuan. Sebanyak 13.5% pelaku usaha pernah mengakses insentif pemerintah, yakni mengakses Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Hasil dari kegiatan ini diketahui sebanyak 85% peserta mendapatkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan mengenai program insentif dan bantuan untuk jenis, cara mengakses dan pemanfataannya. Serta sebanyak 95% meningkat pemahamannya terkait pemanfaatan digitalisasi untuk usahanya. Hasil evaluasi kegiatan dilakuan melalui kegiatan interaktif tanya jawab selama kegiatan, game kuis serta umpan balik peserta melalui pengisian formulir online diakhir kegiatanAbstract: This community service program aims to improve SMEs’ knowledge on the COVID-19 government incentive programs for SMEs and on the importance of business digitalisation during and after the Pandemic. This community service program is conducted through a webinar. This activity was attended by 52 SMEs owners and operators. Based on the initial analysis of the needs of the participants, information was obtained that the most efforts made by the participants in maintaining their business were promotion/marketing improvement, product innovation. Meanwhile, efforts to access assistance from the government have the lowest percentage. It is interesting to explore further whether there are obstacles faced when accessing, lack of socialization of the aid program, or whether these actors are reluctant to access assistance. Of the 13.5% of business actors who access government incentives, most access the Micro Business Productive Assistance program (BPUM). The output of this activity is that 85% of the participants get an increase in understanding and knowledge about incentive and assistance programs for the types, ways to access and use them. And as much as 95% increased their understanding regarding the use of digitization for their business. The results of the activity evaluation were carried out through interactive question and answer activities during the webinar, quiz games and participant feedback through filling out online forms at the end of the webinar.
PELATIHAN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM DALAM PEMBUATAN E-MODUL MATEMATIKA PADA POLYSYNCHRONOUS LEARNING Anis Farida Jamil; Arif Hidayatul Khusna; Ali Sofyan Kholimi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.625 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6432

Abstract

Abstrak: Usaha pemerintah dalam peningkatan pencapaian kompetensi kognitif dapat dilihat dari adanya perubahan kebijakan terkait penilaian kompetensi peserta didik. Dimana semula dari pelaksanaan Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM yang mulai diterapkan pada tahan 2019 ini diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Beberapa keluhan dari mitra yaitu SMP Muhammadiyah 6 Dau dan SMA Negeri 1 Lawang terkait kebijakan AKM ini diantaranya adalah implementasi AKM pada proses pembelajaran. AKM yang merupakan kebijakan baru berdampak pada minimnya practical skill yang dimiliki oleh pendidik. Permintaan pelatihan pembuatan modul berbasis AKM ini juga muncul langsung dari sekolah mitra. Pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi mempengaruhi praktek pembelajaran sehingga penerapan AKM yang akan dilakukan di sekolah menggunakan pendekatan polysynchronous. Sehingga tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan AKM dalam pembuatan e-modul pada pembelajaran polysynchronous difokuskan pada guru matematika sekolah. Metode pelaksanaan pengabdian adalah Pelatihan AKM dalam pembuatan e-modul, Pendampingan Pengembangan e-Modul Berbasis AKM, Implementasi e-Modul Berbasis AKM Pada Pembelajaran Polysynchronous, Refleksi dan Evaluasi.Abstract: The government's efforts to increase the achievement of cognitive competence can be seen from the changes in policies related to the assessment of student competence. Where originally from the implementation of the National Examination to the Minimum Competency Assessment (MCA). MCA, which began to be implemented in 2019, is applied to all levels of education. Several complaints from partners, namely SMP Muhammadiyah 6 Dau and SMA Negeri 1 Lawang related to this MCA policy, including the implementation of MCA in the learning process. MCA which is a new policy has an impact on the lack of practical skills possessed by educators. Requests for training on making MCA-based modules also arise directly from partner schools.The implementation of learning during the pandemic affects learning practices so that the implementation of AKM that will be carried out in schools uses a polysynchronous approach. So the purpose of this service activity is to provide MCA training in making e-modules in polysynchronous learning focused on school mathematics teachers. The method of implementing the service is MCA Training in the manufacture of e-modules, Assistance in the Development of MCA-Based e-Modules, Implementation of MCA-Based e-Modules in Polysynchronous Learning, Reflection and Evaluation.
PEMBERDAYAAN RELAWAN DALAM ANTISIPASI KEKERASAN PADA PEREMPUAN DAN ANAK Novi Andayani Praptiningsih; Wini Tarmini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.625 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6137

Abstract

Abstrak: Kekerasan pada perempuan dan anak tidak bisa dipisahkan, karena dua permasalahan tersebut harus dipecahkan secara integratif dengan memberikan perlindungan pada kedua korban, yakni perempuan dan anak. Kegiatan ini bertujuan (1) memberikan pemahaman dan memperkaya pengetahuan relawan terkait bentuk, penyebab, dampak kekerasan yang banyak dialami oleh perempuan dan anak; (2) memberi edukasi tentang Undang-undang penghapusan kekerasan pada perempuan dan pada anak; (3) pendampingan dan antisipasi kekerasan pada perempuan dan anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 5 bulan di kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah partisipatif, dimana anggota sasaran dilibatkan secara aktif mulai dari perencanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatan. Proses pemberdayaan relawan meliputi : (1) presentasi dan ceramah, (2) praktek edukasi dan sosialisasi Undang-undang penghapusan kekerasan pada perempuan dan anak, (3) praktek presentasi bagi relawan sebagai agen komunikasi untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi tindak kekerasan, serta panduan pendampingan korban. Hasil pelaksanaan kegiatan ini berjalan sesuai dengan tujuan kegiatan yang telah tercapai. Pertama, relawan memahami informasi bentuk-bentuk, penyebab, dampak kekerasan yang banyak dialami oleh perempuan dan anak. Kedua, relawan mampu mengedukasi tentang Undang-undang penghapusan kekerasan pada perempuan dan anak. Ketiga, relawan mampu melakukan pendampingan dan antisipasi kekerasan pada perempuan dan anak. Relawan telah menunjukkan perubahan positif, mampu mengidentifikasi proaktif dan reaktif meminimalisir kategorisasi kekerasan pada perempuan dan anak.Abstract: Violence against women and children cannot be separated, because these two problems must be solved in an integrative way by providing protection for both victims, namely women and children. This activity aims to (1) provide understanding and enrich the knowledge of volunteers regarding the forms, causes, and impacts of violence experienced by many women and children; (2) provide education on the law on the elimination of violence against women and children; (3) assistance and anticipation of violence against women and children. The method used is participatory, where target members are actively involved starting from planning, monitoring, and evaluating activities. The process of empowering volunteers includes: (1) presentations (2) educational practices and socialization of the law on the elimination of violence against women and children, (3) presentation practices for volunteers as communication agents to identify and anticipate acts of violence. The results of the implementation of these activities are in accordance with the objectives of the activities that have been achieved. First, volunteers understand information about the forms, causes, and impacts of violence that are mostly experienced by women and children. Second, volunteers are able to educate about the law on the elimination of violence against women and children. Third, volunteers are able to provide assistance and anticipate violence against women and children. Volunteers have shown positive changes, able to identify proactively and reactively minimize the categorization of violence against women and children.
EDUKASI DAN SOSIALISASI VAKSIN COVID-19 PUSKESMAS CITEUREUP, JAWA BARAT Syahrul Tuba; Widyati Widyati; Bantari Wisnu Kusuma Wardhani; Yahdiana Harahap; Timbul Partogi Haposan Simorangkir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.224 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6004

Abstract

Abstrak: Angka penularan penyakit COVID-19 di dunia masih tinggi dan menjadi perhatian dunia termasuk Indonesia dengan angka penularan yang relatif masih terbilang tinggi hingga pada saat ini. Pemerintah menggelontorkan biaya yang besar untuk melaksanakan program vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia secara gratis yang bertujuan untuk menurunkan angka penularan penyakit COVID-19 di Indonesia. Tujuan pengabdian untuk mengedukasi masyarakat tentang vaksinasi COVID-19, meyakinkan masyarakat tentang pentingnya melakukan vaksinasi dan menyukseskan program vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah. Metode pelaksanaan yang telah dilakukan adalah sosialisasi melalui presentasi dan penyebaran flayer informasi vaksin, serta penyuluhan informasi terkait vaksin dan aspek terapeutik vaksinasi kepada 300 peserta yang bekerja sama dengan tim vaksinator Puskesmas Citeureup di puskesmas Citeureup, Jawa Barat. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya sosialisasi dan edukasi vaksinasi ini, warga mendapatkan manfaat, kepercayaan diri, pengetahuan terhadap jenis vaksin yang diberikan, proses mengatasi efek kejadian setelah vaksin serta peningkatan kesadaran terhadap protokol kesehatan. Sehingga kegiatan ini dapat membantu pemerintah untuk menekan tingkat penularan COVID-19 di wilayah Kecamatan Citeureup, Jawa Barat.Abstract: The global transmission rate of COVID-19 is still high, causing alarm in countries throughout the world, particularly Indonesia, which has had a high transmission rate up until now. The government has invested a significant amount of money to conduct a free vaccination campaign for all Indonesians to minimize COVID-19 transmission rates. The service's goal is to educate the public about COVID-19 immunization, persuade them of the significance of vaccination, and help them complete the government's vaccination campaign. Socialization through the presentation and distribution of vaccine information flyers, as well as information dissemination related to vaccines and the therapeutic aspects of vaccination, has been carried out to 300 participants who work closely with the Citeureup Health Center's vaccinator team at the Citeureup Health Service Center, West Java. As a result, residents get advantages, confidence, understanding of the type of vaccine administered, the process of overcoming the impacts of events after the vaccine, and increased awareness of health protocols because of this vaccination socialization and education. So that this activity can help the government to reduce the level of transmission of COVID-19 in the Citeureup District, West Java.
EFEKTIVITAS PENDAMPINGAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA ANAK PENDERITA STUNTING DI KELURAHAN SEMANGGI PROVINSI JAWA TENGAH Onne Akbar Nur Ichsan; Gideoni Wahyu Priyambodo; Ita Noviana; Khoirina Dwi Rahmawati; Muhammad Nurhuda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.423 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6612

Abstract

Abstrak: Kelurahan Semanggi memiliki total anak penderita stunting tertinggi di Kota Surakarta Jawa Tengah yaitu sebesar 18,5 %. Tercatat terdapat 9 anak penderita stunting yang mayoritas faktor penyebabnya antara lain tingkat kemiskinan yang tinggi, lingkungan yang kurang bersih, dan kurangnya pengetahuan mengenai gizi penunjang pertumbuhan anak. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian makanan tambahan (PMT) dan sosialisasi. Metode sosialisasi door to door digunakan dalam program ini, dimana anggota pengabdi mendatangi rumah keluarga yang memiliki anak penderita stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan tumbuh kembang anak yang terlanjur mengalami stunting. Hasil pelaksanaan kegiatan PMT yang dilakukan sebanyak tiga kali menunjukkan terjadi peningkatan berat badan secara bertahap. Hasil kegiatan juga menunjukkan terjadinya peningkatan kesadaran orang tua terhadap gizi anak yang harus terpenuhi yaitu sebesar hampir 100%. Melalui kegiatan sosialisasi dan pemberian makanan tambahan ini, dapat membantu Dinas Kesehatan Kota dalam mengedukasi masyarakat supaya penanganan stunting khususnya di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta dapat segera teratasi.Abstract: Semanggi Village has the highest total stunting children in Surakarta City of Central Java which is 18.5%. There are 9 children with stunting, the majority of which are the causes, including high poverty rates, a less clean environment, and lack of knowledge about nutrition supporting child growth. One solution that can be done is by supplemental feeding (PMT) and socialization. Door to door method is used in this program, where members visit the homes of families who have stunted children. This activity aims to help increase the growth and development of children who have stunting. The results of the implementation of PMT activities carried out three times showed a gradual increase in weight. The results of the implementation of PMT activities carried out three times showed a gradual increase in weight. The results of the activity also showed an increase in parental awareness of child nutrition that must be fulfilled by almost 100%. Through this socialization and supplemental feeding activities, it can help the City Health Office in educating the community so that the handling of stunting, especially in Semanggi Village, Kliwon Market District of Surakarta City can be resolved immediately.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR MELALUI MEDIA BROSUR BAGI MASYARAKAT Nur Rasdianah; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Muhammad Taupik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.914 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6380

Abstract

Abstrak: Masyarakat memerlukan obat dengan tujuan untuk menyembuhkan atau mencegah timbulnya penyakit. Penggunaan obat secara mandiri lazim ditemui dikalangan masyarakat dengan berbagai alasan dan pertimbagan. Agar masyarakat dapat menggunakan obat dengan aman dan berkhasiat, maka penggunaan obat harus tepat. Penggunaan obat yang benar meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat. Melalui kegiatan program Pengabdian Masyarakat KKNT UNG 2021 yang berlokasi di Desa Bondat Kecamatan Pagimanana dilakukan kegiatan sosialisasi berupa penyuluhan disertai dengan pembagian brosur berisi materi penggunaan obat yang benar. Sebelum dan sesudah sosialisasi, dilakukan pretest dan posttest, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat mengenai cara penggunaan obat yang tepat. Kategori tingkat pengetahuan terdiri dari: baik, sedang dan buruk,. Dari 67 penduduk desa Bondat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, diketahui warga yang memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori baik dari 3 orang ( 4% ) meningkat menjadi 51 orang ( 76%) dan kategori pengetahuan kurang menurun dari 55 orang 82% menjadi 4 orang (6%) setelah mengikuti sosialisasi.Abstract: People need medicine intending to cure or prevent disease. The use of drugs independently is common among the public for various reasons and considerations. So that people can use drugs safely and efficiently, the use of drugs must be appropriate. Correct use of drugs includes how to get, use, store and dispose of drugs. Through the Community Service Program KKNT UNG 2021, located in Bondat Village, Pagimanana District, socialization in the form of counseling is accompanied by brochures containing the correct use of drugs. Before and before socialization, pretest and posttest were conducted to measure the level of public knowledge about the proper use of drugs. The categories of knowledge consist of: good, moderate and bad; of the 67 residents of Bondat village who participated in this activity, it is known that residents who have a good level of knowledge from 3 people (4%) increased to 51 people (76%), and the category of knowledge less decreased from 55 people 82% four people (6%) after participating in the socialization.
PENINGKATAN PEMAHAMAN GENERASI Z TERHADAP SEKTOR PERKEBUNAN KAKAO INDONESIA UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Untari Narulita Madyar Dewi; Ganjar Widhiyoga; Hasna Wijayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.483 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6545

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang diangkat dalam pengabdian ini adalah minimnya pemahaman dan partisipasi generasi Z dalam sektor perkebunan kakao di Indonesia. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa mayoritas petani kakao berusia lebih dari 40 tahun. Hal ini tidak selaras dengan prestasi Indonesia sebagai negara terbesar keenam dalam produksi kakao dunia. Selain itu, pada Tahun 2015, Indonesia juga telah meratifikasi agenda pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals. Di mana salah satu tujuan dari SDGs adalah mendukung pertanian yang berkelanjutan. Solusi dari permasalahan ini dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pelajar SMA dan mahasiswa se-Kota Surakarta sebanyak 108 peserta. Pemahaman dan kesadaran terhadap peluang besar pada sektor perkebunan kakao Indonesia adalah tujuan utama pengabdian. Kegiatan ini dilakukan secara daring selama satu hari. Selain itu, terdapat pendampingan kepada para peserta dalam memahami materi yang diberikan. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari kalangan praktisi dan akademisi. Pasca edukasi dan sosialisasi sebesar, 84,75% peserta telah memahami materi mengenai sektor perkebunan kakao Indonesia, di mana sebelumnya hanya memperoleh persentase 39,76%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan sosialisasi ini membuka pemahaman generasi Z terhadap sektor perkebunan kakao di Indonesia.Abstract: The problem raised in this service is the lack of understanding and participation of Generation Z in the cocoa plantation sector in Indonesia. A study states that the majority of cocoa farmers are over 40 years old. This is not in line with Indonesia's achievement as the sixth largest country in world cocoa production. In addition, in 2015, Indonesia has also ratified the global sustainable development agenda or the Sustainable Development Goals. One of the goals of the SDGs is to support sustainable agriculture. The solution to this problem is by providing education and outreach to high school students and students throughout the city of Surakarta as many as 108 participants. Understanding and awareness of the great opportunities in the Indonesian cocoa plantation sector is the main goal of service. This activity is carried out online for one day. In addition, there is assistance to the participants in understanding the material provided. The resource persons in this activity came from practitioners and academics. After education and socialization, 84.75% of participants had understood the material regarding the Indonesian cocoa plantation sector, where previously only 39.76% were obtained. This shows that these educational and outreach activities have opened the understanding of Generation Z to the cocoa plantation sector in Indonesia.
PENINGKATAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH MELALUI E-MARKETING I Gede Bayu Wijaya; Ni Nyoman Suli Asmara Yanti; Indah Suprabawati Kusumanegara; Ni Kadek Ayu Wianjani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.143 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6347

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan peningkatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui e-marketing adalah (1)memberi pemahaman pentingnya e-marketing,(2) memperkenalkan berbagai aplikasi yang dapat digunakan pada e-marketing, (3) mempraktekkan penjualan menggunakan e-marketing. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama lima hari di Dusun Banjar Metu, Desa Mantang, Kabupaten Lombok Tengah. Melalui metode pelatihan e-marketing masyarakat mampu melakukan kegiatan pemasaran yang didukung oleh kemajuan teknologi digital dan memberi wawasan pengetahuan terkait dengan perkembangan dunia usaha. Kegiatan ini dihadiri oleh kelompok Usaha dan masyarakat di Desa Mantang sebanyak 15 orang dengan melalui tiga tahapan, dari pra pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi,dari setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Hasil yang dicapai pegabdian masyarakat melalui pelatihan ini yaitu masyarakat mengetahui perkembangan teknologi yang bermanfaat dalam bidang usaha, memanfaatkan media digital sebagai promosi, dan pentingnya e-marketing.Abstract: The purpose of community service activities by providing training to improve micro, small and medium enterprises (MSMEs) through e-markeying is (1) providing an understanding of the importance of e-marketing, (2) introducing various application that can be used in e-marketing, (3) practicing sales using e-marketing. This service activity lasted for five days in Banjar Metu Hamlet, Mantang village, central Lombok Regency. Through the e-marketing training method, the community is able to carry out marketing activities that are supported by advances in digital technology and provide insight into knowledge related to the development of the business word. This activity was attended by 15 business and community groups in Mantang Village by going through three stages, from pre-implementation, implementation and evaluation from each stage of the activities carried out. The result achieved by community servive through this training are that people know about technological developments that are useful in the business sector, utilize digital media as promotion, and the importance of marketing.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL Yulina Ismiyanti; Muhamad Afandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.431 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6462

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis kearifan lokal sesuai materi ajar dan karakteristik siswa. Metode yang digunakan dalam penyampian materi pengabdian masyarakat adalah picture and picture. Tahapan pelaksanaan pengabdian setiap pertemuan meliputi penyampaian tujuan, penyajian materi, penyajian gambar-gambar sebagai contoh nyata, presentasi hasil karya, dan membuat kesimpulan. Peserta pengabdian berjumlah 18 orang guru SD Genuksari 02. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan wawancara. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan dari tanggal 15 Februari sampai 14 Maret 2020. Hasil pretest dengan rata-rata 48,8 meningkat setelah pendampingan dengan rata-rata 79,3. Sehingga metode "picture and picture" meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan media berbasis kearifan lokal. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini dikhususkan untuk 18 guru SD Genuksari 02. Nilai-nilai kearifan lokal yang dimaksud mencakup Indonesia. Kegitan pengabdian ini dapat menjadi reverensi kegiatan pengabdian selanjutnya dengan cakupan subjek yang lebih luas. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi (1) memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal melalui media pembelajaran; (2) memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran agar lebih konkrit. Abstract: This community service aims to assist teachers in making learning media based on local wisdom according to teaching materials and student characteristics. The method used in delivering community service materials is picture and picture. The service participants were 18 teachers of Genuksari 02 Elementary School. Data was collected through test and interview techniques. The data analysis used is descriptive quantitative and qualitative. Service activities were carried out for 5 meetings from February 15 to March 14, 2020. The results of the pretest with an average of 48.8 increased after mentoring with an average of 79.3. So the "picture and picture" method improves the ability of teachers in making media based on local wisdom. The conclusion of this service activity is devoted to 18 teachers of the Genuksari 02 Elementary School. The values of local wisdom in question include Indonesia. This service activity can be a reference for further service activities with a wider subject coverage. This service activity contributes (1) to introducing and preserving local culture through learning media; (2) facilitate teachers in delivering learning materials to be more concrete 
STRATEGI DAKWAH ISLAM DI EROPA: PENGALAMAN MUHAMMADIYAH CABANG ISTIMEWA JERMAN RAYA Ridho Al-Hamdi; Indar Surahmat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.609 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6173

Abstract

Abstrak: Dakwah Islam di kawasan negara-negara mayoritas Kristiani seperti di Eropa tidaklah mudah mengingat tantangan yang kompleks. Namun demikian, potensi pemuda-pemudi Islam Indonesia yang tinggal di Jerman harus dioptimalkan untuk program pendampingan dakwah Islam terutama terhadap anggota Muhammadiyah dan warga Muslim Indonesia di Jerman maupun pribumi Jerman. Tujuan pengabdian ini adalah mensyiarkan dakwah Islam Berkemajuan ke masyarakat Eropa dan memperkuat kualitas pemahaman keislaman dan ideologi Muhammadiyah bagi anggota dan kader Muhammadiyah yang tinggal di Jerman Raya. Metode pelaksanaan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah penyelenggaraan Baitul Arqam bagi anggota dan pengurus Muhammadiyah Jerman Raya; dan penyelenggaraan forum pengajian secara daring melalui Pengajian Online Uni-Eropa (PENNA). Hasil kegiatan ini menunjukkan, bahwa peserta yang hadir dalam program PENNA meningkat dari waktu ke waktu serta tingginya antisiasme mereka dalam merespon topik yang dibahas. Selain itu, tingkat pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan anggota dan kader Muhammadiyah Jerman Raya semakin baik dari 55% menjadi 85% dengan bukti bahwa mereka membutukan kajian lanjutan tentang Kemuhammadiyahan yang dilakukan secara rutin.Abstract: It is not easy to conduct an Islamic da’wa in most Christian countries like Europe. Nevertheless, the existence of Indonesian young Muslim generations in Germany should be maximized to succeed such a da’wa mainly for Muhammadiyah’s members and Indonesian Muslims who stay in Germany including German indigenous people. This program is aimed to disseminate the da’wa of Islam Berkemajuan (Islam with progress) to European society and to strengthen a good understanding of Islam and Muhammadiyah ideology for Muhammadiyah’s members and cadres who living in Germany and its surroundings. To reach such an objective, this program organizes a Baitul Arqam (BA) training for members and functionaries of Muhammadiyah Special Branch in Great Germany and virtual Islamic teachings namely Pengajian Online Uni-Eropa (PENNA). The finding demonstrates that participants who joined the PENNA are enthusiastic in responding to the discussed topics. In addition to that, participants of BA have a good understanding on the topic related to Islam and Muhammadiyah issues. They even ask to organize a routine meeting to discuss those issues after this program.

Page 66 of 309 | Total Record : 3084