cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN UBI ALABIO UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT Tanwirul Millati; Susi Susi; Herliani Herliani; Hemy Sriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.656 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6615

Abstract

Abstrak: Ubi Alabio atau uwi (Dioscorea alata L) merupakan tanaman pangan lokal jenis umbi-umbian yang potensial yang dapat dijadikan sebagai bahan pangan alternative dan pangan fungsional. Ubi Alabio mengandung karbohidrat dan protein tinggi tetapi kadar gula rendah. Selain itu beberapa penelitian menyebutkan beberapa manfaat kesehatan ubi Alabio. Namun pemanfaatan ubi Alabio selama ini masih terbatas, biasanya masyarakat mengkonsumsi ubi Alabio hanya dengan menggoreng, merebus/mengukus, atau sebagai campuran dalam sayur. Padahal ubi Alabio dapat diolah menjadi beberapa produk olahan yang lebih menarik dan disukai masyarakat. seperti brownies, roti kukus dan kue kering. Oleh karena itu perlu dikenalkan diversifikasi produk olahan ubi Alabio melalui kegiatan pelatihan kepada masyarakat yang dilaksanakan di desa Murung Asam, Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi pengetahuan dan keterampilan kepada mitra tentang nilai gizi, manfaat kesehatan dan diversifikasi pengolahan ubi Alabio kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% peserta memahami materi yang telah disampaikan dan terampil dalam pengolahan ubi Alabio. Peserta juga sangat puas dengan hasil pelatihan, karena produk olahan ubi Alabio rasanya enak, bergizi dan tampilan produk menarik. Abstract : Ubi Alabio or Uwi (Dioscorea alata L) is a potential local tubers crop that could be used as alternative and functional food. Ubi Alabio contains high carbohydrate and protein but low sugar. Beside that few researches showed some health benefits on ubi Alabio. However ubi Alabio is underutilized which showed with locals just used few methods to consume ubi Alabio such as: fried, boiled or soup ingredient. Even though ubi Alabio could be processed into some product that more interesting for people like brownies, steamed bun and cookies. Therefore, it is necessary to introduce the diversification of processed ubi Alabio products through training activities to the local communities where held in the village of Murung Asam. The purpose of the activity is to provide knowledge and skills to participants about nutrition, health benefit and diversification of processing of ubi Alabio for local communities. The result showed 90% participants understand the subject and already skilled in processing ubi Alabio. Participants were also very satisfied with the results because of the processed product is tasty, nutritious and appealing.
EDUKASI DAN PENGUATAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN BAGI PASIEN DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI AGAR TERHINDAR DARI PENULARAN COVID-19 Reny Sulistyowati; Fina Ratih Wira Putri Fitri Yani; Yuyun Christyanni; Dedi Cahyo Nusantoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.355 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6387

Abstract

Abstrak: World Health Organization (WHO) menyatakan lansia dan seseorang dengan penyakit penyerta memiliki mortalitas yang tinggi jika tertular virus corona. Penyakit penyerta salah satunya adalah penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan DM. Kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak (social distancing), menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M), merupakan upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penularan virus corona. Tujuan kegiatan adalah agar pasien DM dan Hipertensi dapat menerapkan tindakan bersih dan sehat serta menjalankan protokol kesehatan secara disiplin agar terhindar dari penularan Covid-19. Metode pengabdian masyarakat adalah dengan memberikan penyuluhan kepada 50 orang pasien. Hasil kegiatan diperoleh adanya peningkatan pengetahuan antara sebelum pre-test (16%) dan post test (74%). Pemberian edukasi harus terus diberikan kepada pasien khususnya dengan penyakit penyerta agar tetap patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru.Abstract: WHO says that people who are elderly and have the disease have a high mortality if they contract the coronavirus. One of them is a non-communicable disease such as hypertension and diabetes mellitus (DM). Compliance in implementing health protocols such as using masks, frequently washing hands with soap, maintaining distance (social distancing), staying away from crowds, and reducing mobility (5M) is a preventive effort that somebody can be done to avoid coronavirus transmission. The purpose of the activity is so that DM and Hypertension can implement clean and healthy measures and carry out health protocols in a disciplined manner to avoid transmission of Covid-19. The method of community service is to provide counseling to 50 patients. The activity results increased obtained in knowledge before the pre-test (16%) and the post-test (74%). Health education should continue to be provided to patients, especially with accompanying diseases, to remain compliant in implementing health protocols in the era of new habit adaptation. 
PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK UMKM MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING DENGAN GRAPHIC DESIGNER SOFTWARE CANVA Nur Ika Effendi; Gita Suliska; Laula Dwi Marthika; Tommy Ferdian; Sri Wineh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.56 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6574

Abstract

Abstrak: Covid-19 membuat pelaku usaha atau wirausaha UMKM merasakan dampak yang terburuk dibandingkan krisis sebelumnya. Akibatnya beberapa mitra mengalami penurunan tingkat produksi hingga lebih 50%, dan kekurangan modal kerja. Kemampuan untuk bertahan dan upaya meningkatkan kinerja ditengah pandemi sangat dibutuhkan saat ini dengan penguasaan skill pemasaran dan melakukan perdagangan secara online atau promosi secara digital. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi, dan pelatihan mengenai strategi promosi digital marketing dengan graphic designer software canva untuk mengembangkan dan memasarkan produk mitra secara digital sehingga mitra mampu meningkatkan penjualan dimasa pandemi Covid-19. Pelatihan ini berhasil memberikan edukasi, pelatihan digital marketing dengan graphic designer software canva yang dapat diterapkan oleh mitra Peningkatan akibat pelatihan ini adalah meningkatnya penjualan mitra sebesar 10%-50%. Diharapkan pelatihan ini menjadi agenda rutin bagi dinas terkait, sehingga peningkatan penjualan mitra semakin meningkat.Abstract: Covid-19 has made UMKM entrepreneurs or entrepreneurs feel the worst impact compared to the previous crisis. As a result, several partners experienced a decrease in production levels by more than 50% and lacked working capital. The ability to survive and efforts to improve performance during a pandemic is urgently needed at this time with a mastery of marketing skills and conducting online trade or digital promotions. This service aims to provide education and training regarding digital marketing promotion strategies with Canva graphic design software to develop and market partner products digitally so that partners can increase sales during the Covid-19 pandemic. This training successfully provided education and digital marketing training with graphic designer software Canva that partners can implement. The improvement resulting from this training is an increase in partner sales by 10%-50%. It is hoped that this training will become a routine schedule for the relevant agencies to increase partner sales.
GERAKAN MAHASISWA DALAM UPAYA MEMBANTU PERCEPATAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19 anis laela megasari; Noviyati Rahardjo Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.592 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6349

Abstract

Abstrak: Covid-19 pada tahun 2020 dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Vaksinasi Covid-19 merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 Tujuan kegiatan ini untuk membantu menyukseskan program percepatan vaksinasi Covid-19 melalui gerakan mahasiswa. Metode kegiatan ini berupa pemberian layanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat yang bekerja sama dengan petugas vaksinasi Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Hasil yang telah dicapai adalah terlaksananya program vaksinasi Covid-19 yang dapat menjangkau 4.600 dosis terbagi dalam empat kegiatan. Kegiatan ini dapat meningkatkan ketercapaian program percepatan vaksinasi Covid-19 dikarenakan rata-rata setiap kegiatan vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo hanya dapat menjangkau 400 dosis karena keterbatasan petugas.Abstract: Covid-19 in 2020 was declared a world public health emergency, including in Indonesia. The Covid-19 vaccination is an effort made by the government to reduce morbidity and mortality Covid-19. This activity aims to help make the Covid-19 vaccination acceleration program successful through the student movement. The method is providing Covid-19 vaccination services to the community in collaboration with Covid-19 vaccination officers from the Sukoharjo District Health Office. The result that has been achieved is the implementation of the Covid-19 vaccination program, which can reach 3,600 doses divided into three activities. This activity can increase the achievement of the Covid-19 vaccination acceleration program because on average, every Covid-19 vaccination activity that has been running in the area of the Sukoharjo.
EDUKASI BERBAGAI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DI INDONESIA BAGI PELAJAR SMA/SMK Lucia Ari Diyani; Ratna Dewi Kusumawati; Chita Oktapriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1990.29 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6479

Abstract

Abstrak: Saat ini Indonesia memiliki empat standar akuntansi keuangan yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yaitu Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Standar Akuntansi Keuangan-Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM), dan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah). Tujuan disusunnya 4 (empat) standar yang berbeda-beda tentunya untuk memudahkan saat penyusunan laporan keuangan sesuai jenis perusahaan. Faktanya adakalanya menjadi tidak mudah dipahami oleh semua yang berkepentingan. Kesulitan ini juga dialami oleh para siswa SMA/ SMK serta para mahasiswa yang baru mengenal akuntansi. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Standar Akuntansi Keuangan-Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM), Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah). Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode service learning dan disampaiakan secara daring kepada para peserta. Berdasarkan olah hasil angket yang diisi 455 peserta, kesimpulannya adalah pelatihan dapat memuaskan peserta dengan persentase 38% pada kategori sangat puas dan 50% pada kategori puas, serta dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap berbagai standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia. Kegiatan pelatihan ini dapat diterima dengan baik yang terlihat dari semangat para peserta dalam mengikuti rankaian acara. Setelah mengikuti pelatihan pun para peserta merasa puas dan memahami SAK sesuai fungsinya. Abstract: Currently, Indonesia has four financial accounting standards prepared by the Indonesian Institute of Accountants (IAI), namely Financial Accounting Standards (SAK), Financial Accounting Standards - Entities Without Public Accountability (SAK ETAP), Financial Accounting Standards for Micro Small Medium Entities (SAK EMKM). , and Islamic Financial Accounting Standards (SAK Syariah). The purpose of the preparation of 4 (four) different standards is of course to facilitate the preparation of financial statements according to the type of company. The fact is sometimes not easily understood by all concerned. This difficulty is also experienced by high school / vocational students as well as students who are new to accounting. The main purpose of this community service activity is to provide an understanding of Financial Accounting Standards (SAK), Financial Accounting Standards for Entities Without Public Accountability (SAK ETAP), Financial Accounting Standards for Micro Small Medium Entities (SAK EMKM), Islamic Financial Accounting Standards (SAK). Sharia). The implementation of the activities is carried out using the service learning method and delivered online to the participants. Based on the results of a questionnaire filled out by 455 participants, the conclusion is that the training can satisfy participants with a percentage of 38% in the very satisfied category and 50% in the satisfied category, and can increase participants' understanding of various financial accounting standards that apply in Indonesia. This training activity was well received as seen from the enthusiasm of the participants in participating in the series of events. After attending the training, the participants were satisfied and understood the SAK according to its function. 
KONSEP IMPLEMENTASI TACTICAL URBANISM DALAM PENINGKATAN KUALITAS FISIK KAMPUNG WISATA HIDROPONIK SIMOMULYO Karina Pradinie Tucunan; Sutikno Sutikno; Setiawan Setiawan; Lydia Angela Gonodiharjo; Galih Alco Pranata
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.579 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6234

Abstract

Abstrak: Kampung Hidroponik Simomulyo memiliki potensi untuk menjadi kampung eduwisata karena partisipasi aktif warganya dalam kegiatan hidroponik. Kondisi fisik yang kurang menarik serta keterbatasan lahan dalam menampung serangkaian kegiatan menjadi penghambat dalam mewujudkan kampung eduwisata. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam mengatasi kendala Kampung Hidroponik melalui penerapan konsep tactical urbanism agar mampu mengakomodir beragam kegiatan menjadi segmen-segmen yang fleksibel serta mampu memberikan konsep rancang yang memunculkan daya tarik. Kegiatan pengabdian ini menggunakan tiga metode partisipatory melalui kegiatan Focus Group Discussion, pemetaan kegiatan sosial-ekonomi, serta perancangan kawasan. Hasil dari penerapan tactical urbanism di kampung hidroponik adalah terbentuknya konsep peningkatan kualitas fisik kampung untuk 5 zona kegiatan eduwisata. Kelima zona tersebut diantaranya zona A untuk kegiatan festival, zona B untuk kegiatan transisi menuju rest area, serta zona C-D-E untuk kegiatan edukasi hidroponik  .Hingga tersusunnya jurnal ini, persentase peningkatan kualitas fisik kampung yang telah diimplementasikan adalah sebesar 20% dengan teralisasinya konsep tactical urbanism pada zona A untuk kegiatan festival. Abstract:  Simomulyo Hydroponic Village has the potential to become an edutourism village due to the active participation of its citizens in hydroponic activities. Unattractive physical conditions and limited land to accommodate a series of activities are obstacles in realizing an edutourism village. This service aims to provide solutions in overcoming the obstacles of the Hydroponic Village through the application of the concept of tactical urbanism in order to be able to accommodate various activities into flexible segments and be able to provide design concepts that create attractiveness. This service activity uses three participatory methods through Focus Group Discussion activities, mapping of socio-economic activities, and regional design. The result of the application of tactical urbanism in hydroponic villages is the formation of concept to improving the physical quality of the village for 5 zones of edutourism activities. The five zones include zone A for festival activities, zone B for transition activities to rest areas, and zone C-D-E for hydroponic education activities. Until the writing of this journal, the percentage of improving the physical quality of the village that has been implemented is 20% with the realization of the concept of tactical urbanism in zone A for festival activities.  Abstrak: Kampung Hidroponik Simomulyo memiliki potensi untuk menjadi kampung eduwisata karena partisipasi aktif warganya dalam kegiatan hidroponik. Kondisi fisik yang kurang menarik serta keterbatasan lahan dalam menampung serangkaian kegiatan menjadi penghambat dalam mewujudkan kampung eduwisata. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam mengatasi kendala Kampung Hidroponik melalui penerapan konsep tactical urbanism agar mampu mengakomodir beragam kegiatan menjadi segmen-segmen yang fleksibel serta mampu memberikan konsep rancang yang memunculkan daya tarik. Kegiatan pengabdian ini menggunakan tiga metode partisipatory melalui kegiatan Focus Group Discussion, pemetaan kegiatan sosial-ekonomi, serta perancangan kawasan. Hasil dari penerapan tactical urbanism di kampung hidroponik adalah terbentuknya konsep peningkatan kualitas fisik kampung untuk 5 zona kegiatan eduwisata. Kelima zona tersebut diantaranya zona A untuk kegiatan festival, zona B untuk kegiatan transisi menuju rest area, serta zona C-D-E untuk kegiatan edukasi hidroponik[dp1] [S2] .Hingga tersusunnya jurnal ini, persentase peningkatan kualitas fisik kampung yang telah diimplementasikan adalah sebesar 20% dengan teralisasinya konsep tactical urbanism pada zona A untuk kegiatan festival. Kata Kunci: Perancangan, Tactical Urbanism, Kampung Hidroponik, Eduwisata Abstract:  Simomulyo Hydroponic Village has the potential to become an edutourism village due to the active participation of its citizens in hydroponic activities. Unattractive physical conditions and limited land to accommodate a series of activities are obstacles in realizing an edutourism village. This service aims to provide solutions in overcoming the obstacles of the Hydroponic Village through the application of the concept of tactical urbanism in order to be able to accommodate various activities into flexible segments and be able to provide design concepts that create attractiveness. This service activity uses three participatory methods through Focus Group Discussion activities, mapping of socio-economic activities, and regional design. The result of the application of tactical urbanism in hydroponic villages is the formation of concept to improving the physical quality of the village for 5 zones of edutourism activities. The five zones include zone A for festival activities, zone B for transition activities to rest areas, and zone C-D-E for hydroponic education activities. Until the writing of this journal, the percentage of improving the physical quality of the village that has been implemented is 20% with the realization of the concept of tactical urbanism in zone A for festival activities. Keywords: Design, Tactical Urbanism, Hydroponic Village, Eduwisata  [dp1]Sebaiknya disertakan persentase perubahan lingkungan eduwisata yang terjadi sebelum dan sesudah dilakukan tactical urbanism? [S2]Telah ditambahkan
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA ERA COVID-19 DENGAN BASIS POTENSI DESA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN Khavid Normasyhuri; MA Achlami HS; Dimas Aklianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.561 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6420

Abstract

Abstrak: Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini sebagai dari bentuk program pemberdayaan dalam meningkatakan pemahaman masyarakat pada dua hal yang sangat penting yaitu aspek dalam meningkatkan produksi dan aspek dalam memperluas mengenai pemasaran. Diharapkan dengan budidaya jamur tiram menjadi usaha tambahan masyarakat Desa Makartitama sebagai usaha dalam jangka panjang serta mampu mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri serta agar masyarakat memiliki tambahan pendapatan terlebih pada saat era covid-19 seperti ini masyarakat perlu memiliki pendapatan tambahan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Metode pelaksaan yang di lakukan melalui proses dengan beberapa tahapan yaitu kegiatan penyadaran, kegiatan pelatihan, kegiatan pendampingan dan kegiatan evaluasi. Hasil dari kegiatan yang di laksanakan didapatkan bahwa antusias semangat masyarakat Desa Makartitama untuk memulai dan mengembangkan usaha budidaya jamur tiram mulai terlihat. Selain itu juga masyarakat lebih memahami bagamana cara merawat budidaya jamur tiram dengan baik agar tidak hanya sekedar menanam saja tetapi lebih memperhatikan cara merawat jamur tiram itu sendiri. Tidak hanya itu saja produktivitas hasil panen jamur tiram Desa Makartitama menjadi lebih tinggi dari periode sebelumnya. Masyarakat Makartitama juga mulai mempromosikan jamur tiram mereka keluar Desa bahkan Kecamatan mereka agar lebih terkenal lebih luas dan bisa menjadi sentral usaha budidaya jamur tiram untuk jangka waktu panjang kedepan nya.Abstract: The purpose of implementing this activity as a form of empowerment program is to increase public understanding on two very important things, namely aspects in increasing production and aspects in expanding on marketing. It is hoped that the cultivation of oyster mushrooms will become an additional effort for the people of Makatitama Village as a long-term effort and be able to create a more independent society and so that people have additional income, especially during the Covid-19 era, people need to have additional income to meet their daily needs. The implementation method is carried out through a process with several stages, namely awareness activities, training activities, mentoring activities and evaluation activities. The results of the activities carried out showed that the enthusiasm of the people of Makatitama Village to start and develop the oyster mushroom cultivation business began to be seen. In addition, the community understands better how to care for the cultivation of oyster mushrooms properly so that they are not only planted but pay more attention to how to care for the oyster mushroom itself. Not only that, the productivity of the oyster mushroom harvest in Makatitama Village is higher than the previous period. The people of Makatitama have also started to promote their oyster mushrooms outside their villages and even their sub-districts so that they are more widely known and can become the center of the oyster mushroom cultivation business for the long term in the future.
ADVOKASI DAN PROMOSI KESEHATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rafiah Maharani Pulungan; Nayla Kamilia Fithri; Afifah Salsabilla
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.397 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6095

Abstract

Abstrak: Covid-19 menjadi masalah pandemi di dunia termasuk Indonesia. pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mendorong masyarakat melakukan physical distancing untuk mengurangi aktivitasnya di luar rumah,sedangkan aktivitas fisik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi risiko berbagai penyakit. Selain itu, pada masa pandemi, masyarakat lebih rentan mengalami stres akibat perubahan perilaku yang menjadi faktor risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner. PJK masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan advokasi kesehatan dan edukasi tentang Penyakit Jantung Koroner pada masa pandemi COVID-19 kepada Masyarakat Desa Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi Jawa Barat. Metode kegiatan advokasi yang digunakan adalah metode lobi, sedangkan intervensi kesehatan menggunakan metode ceramah. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui pengisian soal pretest dan posttest. Hasil kegiatan disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode ceramah Abstract: Covid-19 is a pandemic problem in the world, including Indonesia. The government has issued a policy that encourages people to practice physical distancing to reduce their activities outside the home. Applications reduce physical activity, while physical activity can boost the immune system to reduce the risk of various diseases. In addition, during a pandemic, people are more susceptible to experiencing stress due to behavioral changes which are a risk factor for non-communicable diseases such as coronary heart disease. CHD is still a major health problem in the world. The purpose of this activity is to conduct health advocacy and education about Coronary Heart Disease during the COVID-19 pandemic to the Pejuang Village Community, Medan Satria District, Bekasi City, West Java. The advocacy activity method used is the lobbying method, while the health intervention uses the lecture method. The data used is primary data obtained directly from respondents through filling in the pretest and posttest questions. The results of the activity concluded that there was an increase in respondents' knowledge before and after counseling with the lecture method Keywords: 
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH TANGGA UNTUK PEMBUDIDAYAAN MADU TRIGONA SP LEBAH TANPA SENGAT DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS KELUARGA Ali Imron; Taswiyah Taswiyah; Ima Maisaroh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.499 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6752

Abstract

Abstrak : Penyebaran corona virus yang dimulai perkembangannya pada bulan pebruari 2019 memberikan dampak terbatasnya aktivitas masyarakat, baik petani, pedagang pekerja maupun profesi lainnya, dan untuk menjaga kesehatan masyarakat diperlukan daya imunitas yang tinggi yang bisa didapatkan melalui pemerdayaan upaya mandiri rumah tangga. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi pada masyarakat dalam meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi penyebaran covid19 dan varian terbaru virus corona omicron dengan banyaknya khasiat yang didapatkan dari madu trigona sp melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk usaha lebah trigona sp. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa sosialisasi dan penyuluhan interaktif, menggandeng mitra dari pelaku usaha dan praktisi budi daya lebah, peserta dipilih melalui purposive sampling sejumlah 17 peserta dan evaluasi dilakukan di ahir kegiatan dengan memberikan pertanyaan oleh mitra kepada peserta. Hasil pelaksanaan yang ditelah dicapai yakni adanya tingkat kehadiran sebesar 90% dan rata-rata peningkatan pemahaman 80% berdasarkan hasil pertanyaan program yang disosialisasikan baik tingkat pengetahuan, pemahaman dan kemampuan upaya penerapan teknis budi daya lebah tanpa sengat dipekarangan rumah. Abstract:  The spread of the coronavirus, which began its development in February 2019, had an impact on the limited activities of the community, both farmers, trade workers, and other professions, and to maintain public health, high immunity power was needed which could be obtained through empowering independent household efforts. The purpose of this service is to provide solutions to the community in increasing body immunity in the face of the spread of covid19 and the latest variant of the coronavirus omicron with the many benefits obtained from trigona sp honey through the use of yard land for trigona sp bee business. The implementation method was carried out in the form of interactive socialization and counseling, collaborating with partners from business actors and beekeeping practitioners, participants were selected through the purposive sampling of 17 participants, and evaluation was carried out at the end of the activity by asking questions by partners to participants. The results of the implementation that have been achieved are that there is an attendance rate of 90% and an average increase in understanding of 80% based on the results of program questions that are socialized both the level of knowledge, understanding, and ability to implement stingless bee cultivation techniques in the yard of the house.PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH TANGGA UNTUK PEMBUDIDAYAAN MADU TRIGONA SP LEBAH TANPA SENGAT DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS KELUARGA
LITERASI POLA HIDUP EFISIEN UNTUK GENERASI MILENIAL Voettie Wisataone; Rosidah Rosidah; Sigit Andrianto; Nadia Sasmita Wijayanti; Permata Dian Pratiwi; Rizka Berliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.783 KB)

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan literasi pola hidup efisien kepada generasi milenial melalui talkshow manajemen waktu dan manajemen keuangan, serta menanamkan pola pikir proaktif, adaptif dan kreatif. Pengabdian ini menyasar aspek kognitif, afektif, ditambah aspek behavioral mitra PPM yakni anggota organisasi Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berjumlah 18 orang. Pengabdian diawali dengan melakukan survey lapangan untuk menentukan persoalan yang hendak dipecahkan. Identifikasi masalah dilakukan bersama dengan mitra agar upaya pemecahan masalah dapat dilakukan tepat sasaran. Pelaksanaan pengabdian dikemas dalam bentuk talkshow daring dengan dua narasumber. Peserta juga diberikan pendampingan untuk melaksanakan kampanye menggunakan materi hasil diskusi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman dan sikap yang terbentuk pada peserta sasaran. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa 77,7% peserta sangat memahami materi yang disampaikan dan meyakini bahwa mengatur pola hidup efisien adalah penting untuk mempersiapkan kehidupan di masa mendatang. Sebanyak 39% peserta melakukan ajakan melakukan pola hidup efisien melalui kampanye di media sosial.Abstract: This service aims to provide efficient lifestyle literacy to the millennial generation through time management and financial management talkshow, as well as instilling a proactive, adaptive, and creative mindset. This service targets the cognitive, affective, and behavioral aspects of PPM partners, namely the 18 members of the Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Yogyakarta Special Region (DIY) organization. The service begins with conducting a field survey to determine the problem to be solved. Problem identification is carried out together with partners so that problem-solving efforts can be carried out on target. The implementation of the service is packaged in the form of an online talkshow with two speakers. Participants were also assisted to carry out the campaign using the material from the discussion. Evaluation is done by measuring the level of understanding and attitudes formed in the target participants. The results of the service implementation showed that 77.7% of participants understood the material presented and believed that managing an efficient lifestyle was important to prepare for life in the future. As many as 39% of participants made an invitation to have an efficient lifestyle through campaigns on social media.

Page 68 of 309 | Total Record : 3084