cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK UMKM DI DESA LARANGAN TOKOL JAWA TIMUR Nur Syakherul Habibi; Rani Nur Fitrianti; Junaidi Efendi; Ria Kasanova
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.056 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8454

Abstract

Abstrak: Desa Larangan Tokol memiliki banyak potensi dan produk yang dihasilkan oleh masyarakat. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Larangan Tokol melakukan pemasaran produknya secara konvensional dan terbatas. Para pelaku UMKM di Desa Larangan Tokol belum memasarkan produknya melalui digital marketing di tengah kemajuan teknologi dan informasi yang saat ini berkembang. Pelaku UMKM di Desa Larangan Tokol kurang memiliki wawasan tentang konsep digital marketing, dimana ruang lingkup digital marketing tidak hanya dalam kajian promosi dan pemasaran saja, tetapi juga mencakup pemanfaatan dan optimalisasi media internet dalam proses komunikasi dan penjualan produk. . Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) memberikan wawasan tentang konsep pemasaran langsung dan digital serta produk teknologi yang digunakan untuk pemasaran produk, (2) memberikan pelatihan dan simulasi penggunaan media digital dalam pemasaran produk, (3) memberikan pelatihan penyusunan pesan persuasif yang efektif, dan (4) memberikan solusi untuk mewujudkan pelaku UMKM untuk mempromosikan produk melalui media digital. (5) Mengembangkan pemasaran langsung produk UMKM. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan metode observasi, pelatihan dan pendampingan. Secara umum kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebesar 23,26%. Selain itu, terjadi peningkatan omzet penjualan produk UMKM rata-rata 172% setiap bulannya. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini sangat baik dan tepat sasaran. Dari kegiatan ini masyarakat mulai (1) memahami konsep pemasaran langsung dan digital serta produk teknologi yang dapat digunakan untuk memasarkan produk UMKM, (2) melakukan praktik/simulasi pemasaran produk UMKM dengan menggunakan media digital seperti facebook marketplace , Instagram, dan Whatsapp commerce (Saffanah Shop), (3) menyusun pesan persuasif yang efektif dan menarik, sehingga calon pembeli lebih tertarik untuk membeli produk UMKM-nya, dan (4) membuat akun media sosial yang dikelola oleh pelaku UMKM yang terbiasa mensosialisasikan dan mempromosikan produk UMKM mereka dan 5) Mengembangkan pemasaran langsung di area car free day dan Wamira Mart binaan Dinas Koperasi Pamekasan.Abstract: The village of Larangan Tokol has a lot of potential and products produced by the community. Micro, small and medium enterprises (UMKM) in Larangan Tokol Village do conventional and limited marketing of their products. The UMKM actors in the Larangan Tokol Village have not yet marketed their products through digital marketing in the midst of advances in technology and information that are currently developing. UMKM actors in Larangan Tokol Village lack insight into the concept of digital marketing, where the scope of digital marketing is not only in the study of promotion and marketing, but also includes the use and optimization of internet media in the process of communication and product sales. This community service activity aims to: (1) provide insight into the concepts of direct and digital marketing as well as technological products used for product marketing, (2) provide training and simulations on the use of digital media in product marketing, (3) provide training in the preparation of persuasive messages effective, and (4) provide solutions to realize UMKM actors to promote products through digital media. (5) Develop direct marketing of UMKM products. Service activities are carried out using the method of observation, training and mentoring. In general, community service activities went well and could increase the knowledge and skills of the community by 23.26%. In addition, there is an increase in sales turnover of UMKM products by an average of 172% every month. This training and mentoring activity is very good and right on target. From this activity, the community began to (1) understand the concept of direct and digital marketing and technology products that can be used for marketing UMKM products, (2) carry out marketing practices/simulations for UMKM products using digital media such as Facebook marketplace, Instagram, and Whatsapp commerce (Saffanah Shop), (3) compose effective and attractive persuasive messages, so that prospective buyers are more interested in buying their UMKM products, and (4) create social media accounts managed by UMKM actors that are used to socialize and promote their UMKM products and 5) Develop direct marketing in the car free day area and Wamira Mart assisted by Dinas Koperasi Pamekasan. 
PELATIHAN KOMPUTER BAGI REMAJA Musnar Indra Daulay; Mufarizuddin Mufarizuddin; Erlinawati Erlinawati; Milda Hastuty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.321 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7905

Abstract

Abstrak: Pelatihan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dasar komputer dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupannya sehari-hari. Kegitan ini merupakan perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat, yang wajib dilakukan segenap dosen Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan komputer ini adalah sosialisasi, penyuluhan, workshop dan praktikum. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh remaja di wilayah RW 06 kelurahan Air Putih, dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang, terdiri dari 14 laki-laki dan 9 perempuan. Berdasarkan hasil evalusi yang dilakukan dapat diketahui bahwasanya dari 23 orang peserta yang dinyatakan lulus ujian teori sebanyak 21 orang (91,3%), sedangkan yang lulus ujian praktek sebanyak 19 orang (82,6%). Dalam pelatihan komputer ini terdapat 4 orang (17,3%) yang dinyatakan tidak lulus. Dengan adanya penelitian ini peserta telah mampu memanfaatkan komputer mulai dari pengoperasian komputer dasar, membuat surat yang sederhana, laporan, proposal, dokumen berbentuk surat kabar, membuat label surat, proposal, dokumen bisnis, menghitung, memproyeksikan, menganalisa dan mempresentasikan data. Pelaksanaan kegiatan pelatihan komputer ini sangat diminati, materinya mudah dimengerti dan sangat sesuai dengan kebutuhan peserta.Abstract: This training is one of the community empowerment programs that aims to increase adolescent knowledge about basic computers and be able to apply it in their daily lives. This activity is an embodiment of the tri dharma of higher education, one of which is community service, which must be carried out by all lecturers of the Hero University Tuanku Tambusai. The methods used in this computer training are socialization, counseling, workshops and practicum. This training activity was attended by teenagers in RW 06, Air Putih sub-district, with a total of 23 participants, consisting of 14 boys and 9 girls. Based on the results of the evaluation, it can be seen that of the 23 participants who passed the theoretical exam, 21 people (91.3%), while 19 people passed the practical exam (82.6%). In this computer training, there were 4 people (17.3%) who did not pass. With this research, participants have been able to use computers starting from basic computer operations, making simple letters, reports, proposals, newspaper documents, making letter labels, proposals, business documents, calculating, projecting, analyzing and presenting data. The implementation of this computer training activity is in great demand, the material is easy to understand and very suitable to the needs of the participants.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI BERBASIS AKTIVITAS POLA HIDUP SEHAT Nia Wahyu Damayanti; Dian Utami Ikhwaningrum; Fuat Fuat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8638

Abstract

Abstrak: Kemampuan literasi dan numerasi adalah kemampuan esensial yang harus dikuasai siswa di tingkat sekolah dasar. Pemerataan pendidikan perlu dinikmati oleh semua pihak termasuk siswa di kalangan pedesaan yang terjangkau jauh dari teknologi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa dengan mengintegrasikan kegiatan pola hidup sehat dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan pelaksanaan pembelajaran secara luring terbatas. Sebelum pelaksanaan pembelajaran ini, diadakan sosialisasi kepada pihak sekolah terutama guru dan kepala sekolah mengenai aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan. Hal ini dikarenakan pembelajaran dilakukan secara outdoor. Kegiatan ini melibatkan guru, siswa, tim pengabdi dan mahasiswa untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Pembelajaran didesain secara luring terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Evaluasi dilakukan dengan memantau perkembangan kemampuan literasi dan numerasi siswa setiap hari. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya semangat  belajar siswa untuk kegiatan literasi dan numerasi. Siswa yang semula hanya bisa membaca kata dengan pola KVKV (konsonan vocal) kemudian dapat membaca KVKKVK (Konsonan-Vokal-Konsonan). Sehingga kemampuan literasi dan numerasi siswa meningkat yang ditandai dengan siswa yang semula hanya dapat membaca kata dengan pola KVKV dapat membaca dengan pola yang lebih kompleks. Pada kegiatan ini setelah melakukan pembelajaran siswa dilatih untuk dapat menggosok gigi dengan benar dan memperhatikan kebersihan di lingkungan sekitar dengan memungut sampah yang ada di sekitar mereka. Abstract:  Literacy and numeracy skills are essential abilities that students must master at the elementary school level. Equitable distribution of education needs to be enjoyed by all parties including students in rural circles who are affordable away from technology. The purpose of this service is to improve students' literacy and numeracy skills by integrating healthy lifestyle activities in learning. The method of implementing this activity is by implementing limited offline learning. Prior to the implementation of this learning, socialization was held to the school, especially teachers and principals regarding the learning activities to be carried out. This is because learning is carried out outdoors. This activity involves teachers, students, service teams and students to support the smooth implementation of activities. Learning is designed offline to be limited by observing strict health protocols. Evaluation is carried out by monitoring the development of students' literacy and numeracy skills on a daily basis. The result that has been achieved in this activity is an increase in students' enthusiasm for learning for literacy and numeracy activities. Students who were originally only able to read words with the KVKV pattern (vocal consonants) can then read KVKKVK (Consonants-Vowels-Consonants). So that students' literacy and numeracy skills increase, which is characterized by students who were originally only able to read words with the KVKV pattern, they can read with a more complex pattern. In this activity after learning, students are trained to be able to brush their teeth properly and pay attention to cleanliness in the surrounding environment by picking up garbage around them.                
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KOMPOSTER UNTUK REMAJA “GO ORGANIK” Julieta Christy; Ruth Dameria Haloho; Robert Sinaga; Swati Sembiring; Seringena Br Karo; Chaula Lutfia Saragih; Riduan Sembiring; Daniel Maruli Tua Gultom; Suranta Sinulingga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.576 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7793

Abstract

Abstrak: Remaja memerlukan motivasi dan wawasan untuk bisa memanfaatkan sampah sehingga kelestarian lingkungan dapat dicapai. Sampah organik dapat dikomposkan dengan menggunakan alat pengomposan yang disebut komposter. Dengan penggunaan komposter proses penguraian bahan organik dapat berlangsung lebih optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran generasi muda (remaja) dalam hal pengendalian lingkungan hidup khususnya sampah yang tidak dikelola dengan baik. Remaja sebagai generasi muda dapat menggunakan komposter dan mengaplikasikan dalam pengolahan sampah di lingkungan sekitarnya. Selain itu juga untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk Sosialisasi dan Praktik, diikuti oleh 20 anak remaja Desa Bukit, serta para dosen Universitas Quality dan Universitas Quality Berastagi. Hasil PKM sebanyak 95% remaja telah memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membedakan sampah organik dan anorganik, membuat mol dari bahan-bahan sederhana, membuat pupuk kompos dari sampah organik dan menggunakan komposter.Abstract: Teenagers need motivation and insight to be able to utilize waste so that environmental sustainability can be achieved. Organic waste can be composted by using a composting device called a composter. With the use of a composter, the decomposition process of organic matter can take place more optimally. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge, skills and awareness of the younger generation (teenagers) in terms of controlling the environment, especially waste that is not managed properly. Teenagers as the younger generation can use a composter and apply it in waste processing in the surrounding environment. In addition, to carry out the Tri Dharma of Higher Education. This community service activity was carried out in the form of Socialization and Practice, attended by 20 teenagers from Bukit Village, as well as lecturers from Quality University and Quality Berastagi University. The results of the PKM activities are that 95% teenagers have the knowledge and skills to distinguish organic and inorganic waste, make moles from simple ingredients, make compost from organic waste and use a composter.
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN KEGIATAN PEKAN POSYANDU UNTUK MENCEGAH STUNTING KOTA DEPOK Muhammad Ikhsan Amar; Raykhan Darmawan; Tyara Rally Athiyyah Nabila; Anggi Mulyana Rahayu; Astea Adzani Isvandiary; Maudia Indriani; Zeena Isnain Hidayat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.579 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8290

Abstract

Abstrak: Upaya pencegahan dan penurunan stunting perlu dilakukan secara komprehensif serta melibatkan berbagai pihak. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan kader dan masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan stunting. Lokasi Kegiatan adalah di 3 posyandu di Kecamatan Bojongsari. Sasaran kegiatan ini kader dan ibu yang memiliki bayi dan balita. Metode pendekatan yang dilakukan adalah edukasi dan pendampingan kepada para peserta. Evaluasi dari kegiatan adalah pemberian pretest sebelum edukasi dan post-test setelah edukasi. Secara keselurahan kegiatan di 3 posyandu berdasarkan indicator kuantitatif Persentase keberhasilan sebesar 100% diikuti oleh 30 peserta dari 3 posyandu dari target 30 peserta. Berdasarkan indicator Kualitatif secara keseluruhan terjadi peningkatan pengetahuan mengenai stunting dan pengisian data di website sigiziterpadu serta melakukan penimbangan dan pengukuran panjang/tinggi badan bayi. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat digunakan sebagai informasi oleh seluruh masyarakat, dan khususnya bagi ibu dan masyarakat yang ingin mengembangkan pengetahuan mengenai stunting.Abstract: Efforts to prevent and reduce stunting need to be carried out comprehensively and involve various parties. The purpose of this activity is to increase the knowledge of cadres and the community about stunting prevention and control. The location of the activity is at 3 posyandu in Bojongsari District. The target of this activity is cadres and mothers who have babies and toddlers. The approach method used is education and assistance to the participants. Evaluation of the activity is giving pretest before education and post test after education. Overall, the activities in 3 posyandu were based on quantitative indicators. The percentage of success was 100% followed by 30 participants from 3 posyandu out of a target of 30 participants. Based on qualitative indicators, overall there was an increase in knowledge about stunting and filling in data on the integrated nutrition website as well as weighing and measuring baby's length/height. It is suggested that the results of this activity can be used as information by the whole community, and especially for mothers and the community who want to develop knowledge about stunting.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENGIKUTI SCREENING HIPERGLIKEMIA DAN HIPERURISEMIA Meri Meri; Rianti Nurpalah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.065 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8619

Abstract

Abstrak: Sindrom metabolik seperti hiperglikemia dan hiperurisemia merupakan salah satu kondisi yang perlu dicegah agar dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif, seperti penyakit gagal ginjal, diabetes mellitus, hipertensi, penyakit kardiovaskuler bahkan dapat menimbulkan kematian. Namun, dalam pendeteksian kesehatan secara dini masih jarang dilakukan dikarenakan belum adanya gejala yang dirasakan oleh masyarakat, sehingga hal tersebut diperlukan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pemeriksaan kesehatan melalui pemeriksaan laboratorium kadar glukosa dan asam urat dalam darah. Tujuan pengabdian adalah untuk memberdayakan masyarakat melakukan screening hiperglikemia dan hiperurisemia. Metode pengabdian adalah melakukan pemeriksaan darah untuk parameter kadar glukosa dan asam urat dalam darah kepada mitra masyarakat di wilayah Kota Tasikmalaya sebanyak 50 orang. Evaluasi dilakukan dengan menghitung jumlah antusias masyarakat yang diundang untuk memeriksakan kesehatan melalui pemeriksaan darah pada saat pengabdian masyarakat. Hasil pengabdian yaitu sebanyak 32 warga dari 50 undangan telah mengikuti pemeriksaan darah dengan parameter glukosa dan asam urat darah. Kegiatan pengabdian telah berhasil memberdayakan masyarakat untuk melakukan screening hiperglikemia dan hiperurisemia. Masyarakat terdeteksi secara dini, yang mengalami hiperglikemia sebanyak 21,9% dan hiperurisemia sebanyak 15,6%.Abstract: Metabolic syndromes such as hyperglycemia and hyperuricemia are one of the conditions that need to be prevented in order to reduce the risk of degenerative diseases, such as kidney failure, diabetes mellitus, hypertension, and cardiovascular disease, which can even cause death. However, in early health detection, because there are no symptoms felt by the community, it is necessary to empower the community by providing health checks through laboratory examinations of glucose and uric acid levels in the blood. The purpose of the service is to empower the community to screen for hyperglycemia and hyperuricemia. The method of service is to conduct blood tests for parameters of glucose and uric acid levels in the blood of community partners in the Cikalanggirang RT 05 and RW 04 Tasikmalaya city of as many as 50 people. The evaluation is carried out by calculating the enthusiastic number of people invited to check their health through blood tests at the time of community service. The results of the service are that as many as 32 residents out of 50 invitations have taken blood tests with glucose and uric acid parameters. Service activities have succeeded in empowering the community to screen for hyperglycemia and hyperuricemia. The community was detected early, who experienced hyperglycemia as much as 21.9% and hyperuricemia as much as 15.6%.
PEMBERIAN JUS SIRSAK (ANNONA MURICATA LINN) DAN EDUKASI GIZI UNTUK PENDERITA HIPERURISEMIA Eliza Eliza; Muzakar Muzakar; Yunita Nazarena
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.615 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8162

Abstract

Abstrak: Hiperurisemia adalah penyakit degeneratif yang menyerang persendian yang dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada sendi, jaringan lunak dan ginjal. Salah satu cara mengontrol kadar asam urat adalah dengan membatasi makanan tinggi purin. Buah sirsak (Annona muricata Linn) merupakan buah yang kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan ekskresi asam urat melalui urin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi gizi dan demo pembuatan jus sirsak untuk 45 orang penderita hiperurisemia dan 5 orang kader di Posbindu PTM Dahlia wilayah kerja Puskesmas Punti Kayu Palembang. Metode Pre test dan post test dilakukan pada kegiatan ini sebagai bentuk evaluasi atas edukasi dan demo yang diberikan. Hasil kegiatan berdampak positif bagi seluruh peserta dimana sebagian besar peserta mengalami 20% peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluhan dan demo pembuatan jus sirsak sebagai upaya pengobatan dan pencegahan hiperurisemia.Abstract: Hyperuricemia is a degenerative disease that attacks the joints which in the long term can cause damage to the joints, soft tissues and kidneys. One way to control uric acid levels is to limit foods high in purines. Soursop fruit (Annona muricata Linn) is a fruit that is rich in vitamin C which can increase the excretion of uric acid through urine. This community service activity aims to provide nutrition education and a demonstration of making soursop juice for 45 sufferers of hyperuricemia and 5 cadres at Posbindu PTM Dahlia in the work area of the Punti Kayu Palembang Health Center. Pre-test and post-test methods were carried out in this activity as a form of evaluation of the education and demo provided. The results of the activity were positive for all participants where most of the participants experienced an increase in knowledge of 20% after attending counseling and demonstrations of making soursop juice as an effort to treat and prevent hyperuricemia.
PENGOMPOSAN LIMBAH PERTANIAN IN SITU MENGGUNAKAN STARTER MIKROORGANISME LOKAL DI DESA BAWANG SAKTI JAYA, PROVINSI LAMPUNG Septi Nurul Aini; Astriana Rahmi Setiawati; Liska Mutiara Septiana; Winih Sekaringtyas Ramadhani; Dedy Prasetyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.665 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7696

Abstract

Abstrak: Kondisi lahan pertanian yang kurang produktif antara lain disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia yang terus menerus. Kompos, yang dalam proses pembuatannya melibatkan mikroorganisme lokal (MOL) diyakini dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada petani tentang pembuatan kompos dari limbah pertanian in situ dengan penambahan starter MOL. Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada petani di Desa Bawang Sakti Jaya. Kegiatan pelatihan meliputi ceramah, demonstrasi dan praktik pembuatan MOL dan kompos. Kegiatan berlangsung selama 6 bulan dan diakhir kegiatan diharapkan peserta pelatihan dapat membuat kompos tersebut. Salah satu indikator keberhasilan kegiatan pelatihan ini juga diukur dari peningkatan pengetahuan petani dilihat dari hasil pre-test dan post-test. Setelah melaksanakan kegiatan ini, pengetahuan petani terlihat sangat meningkat. Hal itu ditunjukkan dari peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan pre-test dari 69% (pre-test) menjadi 95% (post-test). Hasil pre-test dan post-test ini menunjukkan bahwa setelah adanya pelatihan ini, pengetahuan petani meningkat sebesar 26%.Abstract: The continuous use of chemical fertilizers causes agricultural land to become less productive. Compost, which in the manufacturing process involves local microorganisms (MOL) is believed to be a solution to overcome these problems. The purpose of this activity was to provide knowledge and skills to farmers about making compost from agricultural waste in situ with the addition of MOL starter. This training activity was aimed at farmers in Bawang Sakti Jaya Village. The training activities include lectures, demonstrations and practice of making MOL and compost. The activity lasts for 6 months and at the end of the activity it is hoped that the training participants can make the compost. One indicator of the success of this training activity is also measured by the increase in farmer knowledge seen from the results of the pre-test and post-test. After carrying out this activity, the knowledge of farmers seems to have improved greatly. This is indicated by the increase in the post-test score compared to the pre-test from 69% (pre-test) to 95% (post-test). The results of the pre-test and post-test showed that after this training, farmers' knowledge increased by 26%.
STRATEGI “DIALOGIC READING” UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI GURU DAN SISWA PADA EKSTRAKURIKULER BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR Dwita Laksmita Rachmawati; Sri Hastari; Yufenti Oktafiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8513

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, bahasa Inggris telah dicanangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar sebagaimana diatur dalam kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, tidak lagi sebagai mata pelajaran muatan lokal seperti dulu. Posisi bahasa Inggris sebagai kegiatan ekstrakurikuler telah dikritik untuk menurunkan urgensinya untuk diperkenalkan kepada pelajar usia dini. Terlepas dari kontroversi tersebut, Sekolah dasar, termasuk guru, harus siap untuk menerapkan kurikulum yang disarankan dan dilengkapi dengan keterampilan untuk menerapkan strategi mengajar yang relevan dengan Kurikulum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca teks pedoman “dialogic reading” untuk pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar berdasarkan Kurikulum 2013. Membaca dialogis dijabarkan lebih lanjut kedalam beberapa kegiatan pembelajaran komunikatif, yaitu membaca secara khusus yaitu siswa melakukan dialog atau interaksi dengan guru setelah membaca. Subjek kegiatan pengabdian ini adalah SDIT Bina Insan Cendekia Kota Pasuruan. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini adalah dua guru dan 20 siswa SD kelas 4 dari sekolah dasar tersebut. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan strategi membaca “dialogic reading” untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami teks Bahasa Inggris siswa, tim melakukan evaluasi selama kegiatan PKM berlangsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membuktikan bahwa strategi pembelajaran “Dialogic Reading” mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teks Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan adanya partisipasi aktif dari siswa dalam melakukan interaksi dengan guru mengenai sebuah cerita yang diberikan di kelas. Hasil kegiatan PKM ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru sekolah dasar dalam lingkup yang lebih luas.Abstract: In Indonesia, English has been declared as an extracurricular activity in elementary schools as stipulated in the latest curriculum, 2013 Curriculum, no longer as a local content subject as it used to be. The position of English as an extracurricular activity has been criticized for reducing its urgency for introduction to early learners. Despite the controversy, primary schools, including teachers, must be prepared to implement the suggested curriculum and be equipped with the skills to apply teaching strategies relevant to the Curriculum. This community service activity aims to improve the ability to read and comprehend an English text with the strategy of "dialogic reading" for teaching English in elementary schools based on the 2013 Curriculum. Dialogic reading is further elaborated into several communicative learning activities, namely reading specifically, where students engage in dialogue or interaction with the teacher after reading. The subject of this activity is SDIT Bina Insan Cendekia Pasuruan City. Participants in this activity were two teachers and 20 grade 4 elementary school students from the elementary school. To find out the success rate of the “dialogic reading” strategy to improve students' reading and understanding English texts, the team conducted an evaluation during the PKM activity. This community service activity proves that the "Dialogic Reading" learning strategy is able to improve students' ability to understand English texts as evidenced by the active participation of students in interacting with the teacher about a story given in class. The results of this PKM activity are expected to be used by elementary school teachers in a wider scope.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN DESA CERDAS LAWAN COVID-19 Dewi Nurviana Suharto; Agusrianto Agusrianto; Dafrosia Darmi Manggasa; Nirva Rantesigi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.895 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7939

Abstract

Abstrak: Peningkatan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai Kabupaten di Indonesia dalam waktu singkat termasuk Kabupaten Poso. Upaya pencegahan peningkatan jumlah kasus COVID-19 sangat penting utamanya pada level masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat dengan pembentukkan Desa SARAN COVID-19 yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan COVID-19. Desa Masani merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Poso yang lokasinya cukup terpencil karena berada di pesisir pantai. Masyarakat Desa Masani belum menggunakan masker saat keluar rumah, penggunaan masker yang belum benar, tidak menjaga jarak serta belum membiasakan untuk cuci tangan. Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan pengabdian yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dengan pembentukkan Desa Cerdas Lawan (SARAN) COVID-19. Pengabdian dilakukan dengan koordinasi dan sosialisasi, pretest, edukasi pencegahan penularan COVID-19, posttest, pembuatan rumah percontohan, pembentukan relawan COVID-19 serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dihadiri 60 peserta. Hasil pengabdian menunjukkan 81.6% dengan pengetahuan baik yang sebelumnya 71,6% dengan pengetahuan kurang, terwujudnya pembuatan rumah percontohan pencegahan COVID-19, monitoring evaluasi menunjukkan 70% masyarakat sudah patuh menggunakan masker.Abstract: The increase of COVID-19 cases took place quite quickly, and spread to various districts in Indonesia in a short time including Poso Regency. Efforts to prevent an increase in the number of COVID-19 cases are very important, especially at the community level. To achieve this, one of them is through community empowerment by establishing a COVID-19 SAR Village which aims to increase public knowledge about preventing the transmission of COVID-19. Masani Village is one of the areas in Poso Regency which is quite remote because it is located on the coast. The people of Masani Village have not used masks when leaving the house, have not used masks correctly, have not kept their distance and have not gotten used to washing their hands. This is the basis for implementing community service aimed at empowering the community by establishing a COVID-19 Smart Lawy Village (SARAN). The service is carried out through coordination and socialization, pretest, education on prevention of COVID-19 transmission, posttest, construction of pilot houses, formation of COVID-19 volunteers as well as monitoring and evaluation. The service activity was attended by 60 participants. The results of the service showed 81.6% with good knowledge previously 71.6% with less knowledge, the realization of the creation of a COVID-19 prevention pilot house, evaluation monitoring showed 70% of the community had complied with wearing masks. 

Page 83 of 309 | Total Record : 3084