cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG TEKNOLOGI IoT MELALUI WORKSHOP TEKNOLOGI IoT Eko Budihartono; Ahmad Maulana; Arif Rakhman; Abdul Basit
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1938.432 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7519

Abstract

Abstrak: Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang memungkinkan untuk mengontrol, berkomunikasi, berkolaborasi dengan berbagai perangkat keras. Teknologi IoT sangat relevan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Dalam meningkatkan kompetensi lulusan, untuk meningkatkan Softkill siswa SMK Dinamika Kota Tegal, yang dapat dijadikan bekal siswa untuk memasuki dunia kerja. Pengetahuan siswa tentang teknologi IoT sangat minim, sehingga mereka merasa perlu untuk memberikan workshop dan pelatihan kepada siswa. Untuk meningkatkan pembelajaran siswa jurusan komputer, mesin dan listrik dalam penguasaan teknologi IoT melalui workshop, pelatihan dan demo alat selama dua hari. Dengan metode presentasi, training dan demo alat penelitian bagi peserta kegiatan, workshop dan training dilakukan dengan tujuan peserta kegiatan memiliki pengetahuan baru dan mengetahui perkembangan teknologi khususnya pemanfaatan teknologi IoT. Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh 36 siswa SMK Dinamika Kota Tegal. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian, hasilnya mahasiswa lebih memahami teknologi IoT. Hasil angket yang diperoleh adalah 99% siswa memahami penguasaan teknologi IoT.Abstract: Internet of Things (IoT) is a technology that makes it possible to control, communicate, and collaborate with various hardware devices. IoT technology is very relevant in various fields, one of which is in the field of education. In improving the competence of graduates, to improve the Softkill of students of SMK Dinamika Kota Tegal, which can be used as a provision for students to enter the world of work. Students' knowledge of IoT technology is very minimal, so they feel the need to provide workshops and training to students. To improve the learning of students majoring in computers, machines and electricity in mastering IoT technology through workshops, training and tool demos for two days. With presentation methods, training and demonstrations of research tools for activity participants, workshops and training are carried out with the aim of activity participants having new knowledge and knowing technological developments, especially the use of IoT technology. The implementation of this activity was attended by 36 students of Tegal City Dynamics Vocational School. After participating in service activities, the result is that students understand IoT technology better. The results of the questionnaire obtained are 99% of students understand the mastery of IoT technology.
PELATIHAN PENGISIAN BEBAN KERJA DOSEN PADA DOSEN EKONOMI PEMBANGUNAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Arniati Arniati; Nasrullah Nasrullah; Masrullah Masrullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.927 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8646

Abstract

Abstrak: Setiap dosen tentu perlu memahami bagaiman cara mengisi beban kerja dosen (BKD) karena akan dilaporkan secara berkala. Dengan demikian setiap dosen mempunyai kewajiban untuk menyusun laporan atas semua tugas dan tanggungjawanya selama satu semester. Sebelum memhamai bagaimana proses pengisiannya, maka setiap dosen wajib paham mengenai beban kerja dosen. Beban kerja dosen (BKD) memakai istilah satuan kredit semester, dimana jumlah SKS telah ditentukan oleh Dirjen Dikti dan kemudian dipahami oleh dosen yang bersangkutan. Sehingga adanya batas maksimal ini akan mencegah resiko adanya peningkatan beban kerja melebihi kapasitas dan ketentuan, maka tim pengabdian (PKM) melaksanakan pelatihan cara pengisian beban kerja dosen dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen dalam mengisi beban kerja dosen agar bisa bekerja terukur, terstruktur, dan mampu melaksanakan pelaporan sesuai ketentuan. Metode pelaksanaan yaitu pelatihan serta praktek pengisian beban kerja dosen dengan mitra yaitu dosen program studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar sebanyak 12 orang dengan evaluasi melalui praktek langsung dalam pengisian beban kerja dosen. Hasil yang telah dicapai oleh peserta (dosen) setelah mengikuti kegiatan ini adalah 100% telah paham dan mampu mengisi beban kerja dosen (BKD) pada tiap semester .Abstract: Every lecturer certainly needs to understand how to fill the lecturer's workload (BKD) because it will be reported regularly. Thus, each lecturer has the obligation to compile a report on all his duties and responsibilities for one semester. Before understanding how the filling process is, every lecturer must understand the lecturer's workload. Lecturer workload (BKD) uses the term semester credit unit, where the number of credits has been determined by the Director General of Higher Education and then understood by the lecturer concerned. So that the existence of this maximum limit will prevent the risk of an increase in the workload exceeding the capacity and provisions, the service team (PKM) carries out training on how to fill lecturers' workloads with the aim of increasing lecturers' understanding and ability in filling lecturers' workloads so that they can work measurably, structured, and efficiently. and able to carry out reporting in accordance with the provisions. The method of implementation is training and practice of filling the workload of lecturers with partners, namely lecturers of the Development Economics study program, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar as many as 12 people with evaluation through direct practice in filling lecturer workloads. The results that have been achieved by participants (lecturers) after participating in this activity are 100% have understood and are able to fill the workload of lecturers (BKD) in each semester.
KOMUNIKASI HUKUM PENYULUHAN SERTIFIKASI TANAH WAKAF MUHAMMADIYAH Mukhlish Muhammad Maududi; Gilang Kumari Putra; Zulfahmi Yasir Yunan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.357 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8309

Abstract

Abstrak Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan solusi dibidang pertanahaan dengan memberikan pengetahuan pengurusan sertifikat tanah wakaf, metode pelaksanaan berupa penyuluhan menyampaian materi dengan ceramah dan diskusi kegiatan dilakukan secara daring menggunakan zoom meeting dan pendampingan langsung dilapangan untuk mengurus sertifikat tanah wakaf, mitra kegiatan adalah Majelis Hukum, Hak Asasi Manusia dan Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Selatan. Kegiatan diikut oleh unsur-unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Jakarta Selatan dengan total peserta yang mengikuti secara online sebanyak 23 orang, dalam kegiatan online dilakukan inventarisasi asset tanah Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang belum diurus sertifikatnya lalu ditindak lanjuti dengan pendampingan, evaluasi kegiatan dilakukan dengan bertanya secara langsung kepada para perserta pada sesi diskusi dimana peserta kegiatan merasakan manfaat dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan dan bersedia mengurus sertifikat atas asset yang belum diurus atau mengalami kendala.Abstract The purpose of this Community Service activity is to provide solutions in the field of land by providing knowledge on the management of waqf land certificates, implementation methods in the form of counseling to provide materials with lectures and discussions of activities carried out online using zoom meetings and direct assistance in the field to take care of waqf land certificates, activity partners are the Law, Human Rights and Environment Assembly of Muhammadiyah Jakarta Regional Leaders. South. The activity was followed by elements of Muhammadiyah branch leaders in South Jakarta with a total of 23 participants participating online, in online activities conducted an inventory of land assets of Muhammadiyah Branch Leaders who had not been taken care of by certificates and then followed up with assistance, evaluation of activities carried out by asking directly to the participants in discussion sessions where participants of the activity felt the benefits of the counseling activities carried out and willing to take care of certificates for assets that have not been taken care of or experience obstacles.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MICROSOFT OFFICE ADVANCE PADA PENULISAN LAPORAN DAN PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN Dwi Intan Af’idah; Sharfina Febbi Handayani; Riszki Wijayatun Pratiwi; Dairoh Dairoh; Nurul Arifiah Gunarsih; Achmad Miftahudin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.356 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7799

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan fitur otomatis dalam Microsoft Office diperlukan dalam membantu pembuatan laporan seperti membuat daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, pembuatan indeks, pembuatan sitasi secara otomatis dll. Faktanya masih ditemukan akademisi yang belum optimal menggunakan otomatisasi fitur Microsoft Word dan lebih memilih cara manual. Sebagai contoh dalam penyusunan laporan ilmiah, masih ditemukan penggunaan gaya referensi yang tidak konsisten dan masih mengurutkan secara manual, pembuatan diagram dan grafik untuk menggambarkan hasil desain tidak menggunakan Microsoft Visio sebagai media menggambar rancangan proses bisnis. Tujuan pengabdian memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pemanfaatan fitur otomatisasi Microsoft Office dalam menulis laporan dan menyusun modul pembelajaran kepada civitas akademika. Metode PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini berupa pemberian materi dan pelatihan pada 31 peserta. Evaluasi PKM dilakukan dengan memberikan post test terhadap materi yang telah diberikan. Hasil evaluasi PKM menunjukkan bahwa peserta telah mengetahui dan mampu mempraktikkan penggunaan fitur Microsoft Word dan Microsoft Visio secara optimal, dari 31 peserta diperoleh 87,10% memiliki kemampuan penggunaan fitur Microsoft Word dan Microsoft Visio dengan baik.Abstract: Utilization of automated features in Microsoft Office Required in helping to generate reports such as the creation of a table of contents, table list, figure list, index creation, automatic citation generation, etc. There are still found that are not optimal using the automation features of Microsoft Word and prefer the manual method. For example, in the preparation of scientific reports, it was found that the use of reference styles was inconsistent, and still manual sorting, making diagrams and graphs to describe the design results did not use Microsoft Visio as a medium for drawing business process designs. The purpose of this service is to provide knowledge and training on the use of Microsoft Office automation features in writing reports and compiling learning modules to the academic community. This PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) method is in the form of providing materials and training to 31 participants. PKM evaluation is done by giving post test to the material that has been given. As a result, participants know and can practice using Microsoft Word and Microsoft Visio features well with the results of the service evaluation, from 31 participants obtained 87.10% have the ability to use Microsoft Word and Microsoft Visio features well.
PENINGKATAN KETRAMPILAN DIGITAL ENTERPRENEUR BAGI SISWA SISWI SMK Riszki Wijayatun Pratiwi; Dairoh Dairoh; Dyah Apriliani; Dwi Intan Af'idah; Sharfina Febbi Handayani; Koandres Koandres; Amaliyah Gian; Irfan Triadi Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.358 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7710

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 saat ini sedang menjadi perhatian di Dunia salah satunya di Indonesia, kedaan seperti ini sudah terbukti memberikan tekanan pada kondisi ekonomi dan social di Indonesia sejak tahun 2020. Dampak ekonomi ini berdampak luas di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi pandemic mengakibatkan perusahaan menutup usahanya untuk mencegah penularan pandemi sebagai contoh banyak pabrik, toko dan UMKM yang terpaksa menutup usaha mereka karena adanya pandemi ini. Hal ini menyebabkan dampak baru di bidang pendidikan, yakni para siswa/i terdampak financial. Saat ini peluang usaha di bidang digital entrepreneurship yang bermuara pada bisnis. Tujuan Pengabdian adalah menumbuhkan, mengembangkan jiwa wirausaha dan memberikan pemahaman dalam melakukan wirausaha dengan melakukan pelatihan enterpreneurship. Pengabdian Kepada Masyarakat ini targetnya adalah siswa/i SMK kelas XII yakni pada SMK Astrindo Tegal dan Team yang terlibat pada kegiatan ini ada 3 dosen serta 4 mahasiswa. Hasil pengabdian ini bahwa peserta mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang digital marketing dan web profil, hal ini dibuktikan dengan nilai prosentase pada quisioner yang dibagikan. Adapun hasilnya bahwa sebanyak 65.7% peserta mengatakan setuju dan 28.9% peserta mengatakan sangat setuju pada PKM yang diikuti. Sebelumnya siswa/i SMK Astrindo masih awam dengan Digital Enterpreneur dengan adanya pelatihan ini maka sebanyak 65.7% sudah memahami terkait Digital Enterpreneur.Abstract: The current COVID-19 pandemic has become a worldwide concern, one of which is in Indonesia, a situation like this has proven to put pressure on economic and social conditions in Indonesia since 2020. This economic impact has a wide impact throughout Indonesia. The pandemic conditions forced companies to close their businesses to prevent the transmission of the pandemic, for example, many factories, shops, and MSMEs were forced to close their businesses because of this pandemic. This creates a new impact in the field of education, namely the provision of financing to students. Currently, business opportunities in the field of digital entrepreneurship are leading to business. This Community Service target is class XII SMK students, namely SMK Astrindo Tegal and the team involved in this activity there are 3 lecturers and 4 students. The purpose of this service is to grow, develop an entrepreneurial spirit, and provide an understanding of entrepreneurship with entrepreneurship. As the results of this service, participants gain knowledge and understanding about digital marketing and web profiles, this is evidenced by the percentage of the value of the questionnaire distributed. The results showed that 65.7% of participants agreed and 28.9% of participants strongly agreed with the PKM that was followed.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN SUSU LIDAH BUAYA (ALOE VERA) Hanifah Setiowati; Nana Misrochah; Lis Setiyo Ningrum; Ulfa Lutfianasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.527 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8635

Abstract

Abstrak: Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah khususnya kecamatan Cepogo merupakan kawasan peternakan susu sapi dan merupakan salah satu produsen susu terbesar di Pulau Jawa. Susu sapi segar memiliki kelemahan yaitu mudah rusak dan daya simpannya cenderung singkat. Mengolah susu sapi segar menjadi suatu produk merupakan salah satu upaya untuk memperlama daya simpan susu sapi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat melalui pengolahan susu sapi menjadi produk sabun susu. Metode yang digunakan meliputi beberapa kegiatan yaitu persiapan internal tim pengabdian, sosialisasi program dan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan pembuatan sabun susu, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan peternak sapi perah. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang pembuatan sabun susu sebesar 99,2% dan adanya peningkatan pendapatan sebesar Rp. 172.190,00 dari keuntungan menjual sabun susu untuk setiap liternya.Abstract: Boyolali Regency, Central Java, especially the Cepogo sub-district, is a dairy farming area and is one of the largest milk producers on the island of Java. Fresh cow's milk has the disadvantage that it is easily damaged and its shelf life tends to be short. Processing fresh cow's milk into a product is one of the efforts to prolong the shelf life of cow's milk. The purpose of this community service is to increase people's knowledge and income through processing cow's milk into milk soap products. The method used includes several activities, namely internal preparation of the service team, program socialization and Focus Group Discussion (FGD), training on making milk soap, as well as monitoring and evaluating implementation. This activity was attended by 25 participants who are dairy farmers. The result of this activity is an increase in knowledge about the manufacture of milk soap by 99,2% and an increase in income of Rp. 172,190.00 from the profit of selling milk soap for each liter.
KADER POSYANDU SEBAGAI TENAGA POJOK GIZI DESA DALAM UPAYA MENINGKATKAN ASI EKSKLUSIF DAN MENURUNKAN STUNTING Nurul Pujiastuti; Finti Isti Kundarti; Hurun Ain
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.44 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8170

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa Balongdowo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, ditujukan pada kader posyandu dengan cara melatih kader posyandu agar pengetahuan dan keterampilannya meningkat sehingga terbentuk menjadi tenaga pojok gizi desa (TAPOKZI). Tahapan pertama yaitu dilakukan FGD (focus group discussion) untuk menggali pengalaman dan hambatan terkait perilaku menyusui eksklusif. Kegiatan FGD terdiri dari beberapa tahapan yaitu memberikan 10 pertanyaan terkait ASI eksklusif yang dilanjutkan dengan tiap kader posyandu menjawab semua pertanyaan secara bergantian. Kemudian pemberian materi dari narasumber yaitu bidan Polindes dan tim pengabdian kepada masyarakat. Dari hasil FGD diperoleh informasi bahwa di desa Balongdowo termasuk desa lokus stunting dari 6 desa lokus stunting di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Salah satu faktor tingginya angka stunting karena tidak menyusui secara eksklusif dan memberikan MPASI dini sebelum usia 6 bulan atau diberikan susu formula dengan alasan ASI hanya sedikit keluar. Pengetahuan kader posyandu tentang gizi ibu hamil dan ibu menyusui, 60% menyarankan asupan gizi seimbang dengan empat bintang, 80% kader posyandu telah berpengalaman lebih dari 10 tahun menjadi kader posyandu, serta seluruh kader posyandu yaitu 100% menyetujui untuk mendapatkan pelatihan tentang gizi ibu hamil dan ibu menyusui, serta perawatan payudara nifas. Dari hasil FGD ini selanjutnya akan disusun modul sebagai panduan dalam memberikan pelatihan pada kader posyandu.Abstract: Community Service Activities in Balongdowo Village Candi District, Sidoarjo Regency, are aimed at integrated service post cadres by training integrated service post cadres so that their knowledge and skills increase so that they become village nutrition corner workers (TAPOKZI). The first stage is the establishment of TAPOKZI, as well as a focus group discussion (FGD) to explore experiences and obstacles related to exclusive breastfeeding behavior. The FGD activity consisted of several stages, namely giving 10 questions related to exclusive breastfeeding, followed by each integrated service post cadre answering all questions in turn. Then the provision of material from the resource persons, namely the Polindes midwife and the community service team. From the results of the FGD, information was obtained that Balongdowo village is included in the stunting locus village from 6 stunting locus villages in the Sidoarjo Regency area. One of the factors for the high rate of stunting is because they do not exclusively breastfeed and give complementary foods before the age of 6 months or are given formula milk because only a little milk comes out. Integrated service post cadres' knowledge of nutrition for pregnant women and breastfeeding mothers, 60% said for recommends a balanced nutritional intake with four stars, 80% said had more than 10 years of experience as integrated service post cadres, and 100% agree to receive training on nutrition for pregnant women and nursing mothers, as well as postpartum breast care. From FGD, a module will be compiled as a guide in providing training to integrated service post cadres.
PELATIHAN PERANGKAT DESA DALAM PENERAPAN METODE WATERFALL PADA SISTEM INFORMASI DESA Supiyandi Supiyandi; Chairul Rizal; Muhammad Zen; Muhammad Eka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.147 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8533

Abstract

Abstrak: Mitra pengabdian Desa Tomuan Holbung adalah desa yang berada di Sumatera Utara. Sebagai desa berkembang masih terdapat informasi yang belum banyak di akses oleh orang lain melelai komunikasi publik yatiu internet. Untuk itu perlu adanya pengembangan sebuah sistem informasi yang nanti aka nada aparatur desa yang terlibat sebanyak 9 orang yang akan dilatih dalam penerapan metode waterfall dan diharapkan pengetahuan akan meningkat menjadi 90% dalam pengelolaan Sistem Informasi Desa. Teknologi merubah kehidupan manusia menjadi akses data informasi cepat dan mudah. Teknologi memberi kontribusi dalam penataan sistem manajemen dan proses kerja di instansi pemerintah maupun swasta. Penerapan TI di kehidupan desa salah satunya adalah penggunaan Sistem Informasi Desa (SID). Dari hasil observasi awal SID terdapat adanya kendala sebuah layanan yang ada diantaranya yaitu kurang berfungsinya beberapa fitur, loading sistem dan akurasi sistem yang menjadi masalah. Pada Pengabdian ini membahas tentang pelatihan sistem informasi desa kepada perangkat desa Tomuan Holbung. Beberapa fitur yang ditawarkan pada sistem ini seperti informasi desa. Karena tersedianya contoh-contoh informasi yang siap untuk digunakan. Dalam pembuatan sistem informasi ujian berbasis web menggunakan metode waterfall yang terdiri dari analisis, desain, pengkodean dan pengujian serta entity relationship diagram dalam merancang database. Dengan adanya sistem informasi desa berbasis website dapat mempermudah perangkat dalam pengolahan data informasi desa agar lebih efektif dan efisien dalam pemberian informasi tentang pemerintahan desa pada Desa Tomuan Holbung.Selain itu peneliti juga menambahkan fitur kegiatan yang dan di infokan secara meluas. Sistem informasi dilengkapi dengan tampilan web based agar pengguna dapat menyesuaikan isi yang ada di dalam sistem seperti sistem informasi berbasis web sebagai sarana informasi dalam pencapaian pembangunan di Desa Tomuan Holbung menggunakan metode waterfall.Abstract: The service partner of Tomuan Holbung Village is a village located in North Sumatra. As a developing village, there is still information that has not been widely accessed by others through public communication, namely the internet. For this reason, it is necessary to have an information system which will later be referred to as the tone of the village apparatus involved as many as 9 people who will implement the development of the waterfall method and are expected to increase to 90% in the management of the Village Information System. Technology changes human life into access to information data quickly and easily. Technology contributes in structuring management systems and processes in government and private institutions. One of the applications of IT in village life is the use of the Village Information System (SID). From the results of initial observations of SID, there are obstacles to a service, including the lack of functioning of some features, system loading and system accuracy which are the problem. This service discusses village information system training for Tomuan Holbung village officials. Some of the features offered in this system such as village information. Because of the availability of examples of ready-to-use information. In making a web-based exam information system using the waterfall method which consists of analysis, design, coding and testing as well as entity relationship diagrams in designing the database. With a website-based village information system, it can make it easier for devices to process village data to be more effective and efficient in providing information about government in Tomuan Holbung Village. The information system is equipped with a web-based display so that users can adjust to what is in the system such as a web-based information system as a means of information in development in Tomuan Holbung Village using the waterfall method.
PENDAMPINGAN PEKAN ASPIRASI SEBAGAI ACUAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA Nurnazmi Nurnazmi; Syahru Ramadan; Nurhasanah Nurhasanah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.666 KB)

Abstract

Abstrak: Pembangunan Desa yang akan dilaksanakan harus kewenangan berdasarkan hak asal usul, adat istiadat dan kewenangan lokal skala desa. Aspek pembangunan desa terdapat dua opsi yakni desa membangun dan membangun desa. Penyarulan aspirasi khusus perempuan dan akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dalam tempo 6 tahun dan RKPDes tertuang setiap tahunnya, dan akan bersinergi dengan visi misi kepala desa. Tujuan, (1) Mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam desa membangun, melali pekan aspirasi desa; (2) Mengidentifikasi aspirasi berdasarkan bidangnya, dan (3) Mendeksripsikan aspirasi perempuan dalam Musrembangdes khusus perempuan untuk diajukan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan tertuang pada Rencana Kerja Pemerintah Desa. Pendekatan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatatif, jenis penelitian fenomenologi. Sumber data terdiri dari relawan yang mengumpulkan aspirasiwarga 24 orang (21 orang laki-laki dan 3 orang perempuan) dan 606 aspirasi warga di Desa Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima, yang terdiri dari kelompok anak 3%, kelompok perempuan 41%, kelompok disabilitas dan kelompok lansia 4%, dan kelompok masyarakat padaumumnya 52%. Teknik Pengumpulan data yakni wawancara dan dokumentasi, jenis wawancara yang digunakan yakni wawancara terstruktur, wawancara langsung atau tidak langsung. Penyampaian aspirasi warga khususnya partisipasi perempuan, sebelumnya belum pernah dilakukan dan melalui program Sekar Desa (Sekolah Anggaran Desa) dapat terealisasi pada setiap tahun. Program Sekar Desa (Sekolah Anggaran Desa) dapat meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill karena dalam soft skill, dapat meningkatkan kemampuan interpersonal (komunikasi, manajemen waktu, motivasi dan kecerdasan emosional) bagi relawan pekan aspirasi; dan peningkatan hard skill para relawan pekan aspirasi dan warga, dalam menganalisis hasil aspirasi dan diimplementasikan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa. Media penyampaian aspirasi warga terdri dari warga khususnya perempuan datang langsung ke posko aspirasi; serap aspirasi langsung yang dilakukan oleh Badan Permusyawaratan Desa; warga yang perempuan melakukan pengaduan melalui telepon, sms atau WA; hasil temuan di lapangan atau observasi yang dilakukan oleh tim khusus pekan aspirasi selama 1 Minggu; dan warga melakukan pengaduan melalui email. Aspirasi masyarakat dikelompokkan dalam 5 Bidang yakni (1) Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa dengan jumlah aspirasi 47 aspirasi, (2) Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa dengan jumlah aspirasi 71 aspirasi, (3) Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa dengan jumlah aspirasi 19 aspirasi, (4) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan jumlah aspirasi 151aspirasi, dan (5) Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan darurat dan Mendesak dengan jumlah aspirasi 0 aspirasi, Total 288 aspirasi. Sistem evaluasinya bahwa rekapitulasi aspirasi perempuan diimplementasikan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa.Abstract: Village development to be carried out must be authorized based on the rights of origin, customs and local authority at the village scale. Aspects of village development there are two options, namely village building and village building. The expression of women's specific aspirations will be stated in the Village Medium-Term Development Plan within 6 years and the RKPDes will be stated annually, and will synergize with the vision and mission of the village head. Objectives, (1) Encouraging women to participate in village development, through village aspiration week; (2) Identifying aspirations based on their field, and (3) Describing women's aspirations in the women's special Musrembangdes to be submitted to the Village Medium-Term Development Plan and contained in the Village Government Work Plan. The research approach uses a qualitative approach, the type of phenomenological research. The data sources consist of volunteers who collect the aspirations of 24 people (21 men and 3 women) and 606 people's aspirations in Dadibou Village, Woha District, Bima Regency, which consists of 3% children's groups, 41% women's groups, disability groups and groups of people with disabilities. elderly 4%, and community groups in general 52%. Data collection techniques are interviews and documentation, the types of interviews used are structured interviews, direct or indirect interviews. Submission of citizens' aspirations, especially women's participation, has never been done before and through the Sekar Desa program (Village Budget School) it can be realized every year. The Sekar Desa Program (Village Budget School) can improve soft skills and hard skills because in soft skills, it can improve interpersonal skills (communication, time management, motivation and emotional intelligence) for aspiration week volunteers; and improving the hard skills of aspiration week volunteers and residents, in analyzing the results of aspirations and implementing them in the Village Medium-Term Development Plan. The media for conveying the aspirations of the citizens consists of residents, especially women, who come directly to the aspiration post; absorb direct aspirations carried out by the Village Consultative Body; female residents make complaints by telephone, sms or WA; findings in the field or observations made by the aspiration week special team for 1 week; and residents make complaints via email. Community aspirations are grouped into 5 fields, namely (1) Village Government Administration with 47 aspirations, (2) Village Development Implementation with 71 aspirations, (3) Village Community Development Sector with 19 aspirations, (4) Village Community Development Sector with 19 aspirations. Village Community Empowerment with 151 aspirations, and (5) Disaster Management, Emergency and Urgent situations with 0 aspirations, a total of 288 aspirations. The evaluation system is that the recapitulation of women's aspirations is implemented in the Village Medium-Term Development Plan and the Village Government Work Plan.
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN MANGROVE SEBAGAI ONE VILLAGE ONE PRODUCT MELALUI PENDEKATAN EKOSOSIONOMIK Baihaqi Baihaqi; Muhammad Jamil; Fairus Fairus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.88 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7581

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan mangrove sebagai one village one product bagi 20 anggota kelompok BUMG kuala maju gampong kuala kota langsa melalui pendekatan ekososionomik. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan berbasis pengetahuan melalui serangkaian tahapan kegiatan seperti koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang tercatat pada lembar post test menunjukkan sebanyak 12 anggota kelompok meningkat hardskill nya terutama dalam pembuatan aneka varian produk turunan berbahan mangrove dan 8 anggota kelompok terlihat adanya peningkatan softskill dalam memahami identifikasi jenis mangrove yang layak dijadikan produk olahan. Hasil pendampingan memperlihatkan 8 anggota BUMG (40%) mengetahui teknik pengemasan produk dan 12 anggota BUMG (60%) cukup memahami teknik pemasaran produk berbasis e-marketing. Disimpulkan bahwa pendekatan ekososionomik mampu menghasilkan aneka produk olahan mangrove sebagai produk unggulan desa.Abstract: This community service (PKM) aims to develop processed mangrove products as a one village one product for 20 members of BUMG Kuala Maju kuala langsa village kota langsa city through an ecosocionomic approach. The method used is an educational approach and based on knowledge through a series of activity stages such as coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of activities described through post test sheets show that 12 members improves their hardskill in producing various kinds of manggrove products and 8 members increase their softskill in identifying kinds of manggrove suitable for consumption products. The results of the mentoring show that 8 BUMG members (40%) know product packaging techniques and 12 BUMG members (60%) quite understand e-marketing-based product marketing techniques. It was concluded that the ecosociomic approach was able to produce various processed mangrove products as the village's extraordinary product. 

Page 85 of 309 | Total Record : 3084