cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN KETUA RT TENTANG TUBERKULOSIS MELALUI SOSIALISASI PENGANGGARAN KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN TUBERKULOSIS BERBASIS MASYARAKAT Helmi Suryani Nasution; Hubaybah Hubaybah; Rd. Halim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.397 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7937

Abstract

Abstrak: Meskipun berbagai sumber pendanaan domestik tersedia, pendanaan untuk program tuberkulosis (TB) di Indonesia masih didominasi oleh dana dari donor internasional. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan hard skills berupa pengetahuan kepada ketua RT mengenai kondisi epidemiologi TB, kegiatan-kegiatan pencegahan dan pengendalian TB di masyarakat, pentingnya penganggaran TB mulai di tingkat RT, dan informasi sumber pendanaan yang dapat digunakan untuk kegiatan pencegahan dan pengendalian TB. Luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ketua RT mengenai kondisi epidemiologi TB dan kegiatan pencegahan dan pengendalian TB sehingga mereka dapat berkomitmen untuk mengusulkan kegiatan TB berbasis masyarakat menggunakan dana yang tersedia di Desa/Kelurahan di tahun penganggaran selanjutnya. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi dengan sasaran sebanyak tujuh orang ketua RT yang ada di Kelurahan Solok Sipin. Pengetahuan peserta diukur dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test. Terjadi penurunan nilai rata-rata post-test sebesar 9% (nilai rata-rata sebesar 81,43 dan standar deviasi 14,64) dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test (nilai rata-rata 74,29 dan standar deviasi 11,34) . Meskipun demikian, berdasarkan uji Wilcoxon diketahui bahwa tidak ada perbedaan secara statistik nilai rata-rata pre-test dan post-test.Abstract: Even though various sources of domestic funds are available, funds of tuberculosis (TB) program in Indonesia are still dominated by fund from international donors. The purpose of this activity is to provide hard skills of the Head of Neighborhoods regarding the epidemiological condition of TB, TB prevention and control activities in the community, the importance of TB budgeting starting at the neighborhood level, and sources of funding used for TB prevention and control. The output of this activity is an increase in the knowledge of the Head of the Neighborhoods regarding the epidemiology of TB and TB prevention and control so that they commit to proposing community-based TB activities using available funds in the village in the next budget year. The method of this activity is socialization with the target of seven Head of Neighborhoods in Solok Sipin Village. Participants' knowledge was measured by comparing the pre-test and post-test scores. There was a decrease in the mean value of the post-test of 9% (mean value of 81.43 and standard deviation of 14.64) compared to mean value of the pre-test (mean value of 74.29 and standard deviation of 11.34). However, based on the Wilcoxon test, it was found that there was no statistical difference between the pre-test and post-test mean values.
PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH DALAM PEMILU MELALUI UPAYA PENGUATAN KELEMBAGAAN RUMAH PINTAR PEMILU Husnul Isa Harahap; Muhammad Husni Thamrin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.786 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7541

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di rumah pintar pemilihan umum (RPP) adalah salah satu wujud dari implementasi tri dharma perguruan tinggi. Kegiatan ini dilakukan kepada mitra yang berkedudukan di Kabupaten Deli Serdang yaitu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Deli Serdang. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang penguatan rumah pintar pemilu (RPP). Metode pelaksanaannya berupa diskusi dan transfer ilmu pengetahuan (IPTEK). Hasil yang dicapai adalah secara umum terjadi penambahan pengetahuan mitra tentang penguatan rumah pintar pemilu (RPP) yang dilihat dari tiga hal. Pertama, kemampuan dalam mengidentifikasi kelemahan RPP. Kedua, kemampuan dalam mengidentifikasi kelebihan RPP. Ketiga, kemampuan dalam merencanakan kegiatan untuk penguatan RPP.Abstract: Community service activities at the Rumah Pintar Pemilu/RPP (Election Smart House), are a manifestation of the tri dharma (university). This (RPP) is not an independent institution, but it is under the structure of the Komisi Pemilihan Umum (General Election Commission) Deli Serdang Regency. So partners in this activity are to this institution. This service activity aims to increase partner knowledge about strengthening election smart houses (RPP). This is achieved by using several methods namely, discussion and transfer of knowledge (IPTEK).. The success of this activity can be seen from the intercalation of partner knowledge about strengthening election smart houses (RPP) which is evaluated from three things. First, accomplishments identify the weaknesses of RPP. Second, accomplishments identify the advantages of RPP. Third, accomplishments in formulating the strengthening of RPP.
ANALISA SWOT SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TELUK PANDEGLANG Rida Aulia; Retno Kusumastuti; Nina Kurniawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.66 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7972

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan Masyarakat menjadi strategi bagi desa untuk menganalisa potensi lokal dan memetakan peran masyarakat agar dapat menyusun program agar meningkatkan kapasitas desa dan sumber daya manusia. Desa Teluk tercatat sebagai kawasan penghasil ikan tangkap tertinggi di daerah Pandeglang, akan tetapi kurangnya pemanfaatan teknologi membuat hasil laut menjadi belum berkembang. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dengan tujuan agar masyarakat dapat mengolah produk menjadi lebih variatif. Mitra pengabdian adalah Nina Kurniawati, seorang pendamping desa yang memperkenalkan teknologi dan modifikasi hasil olahan ikan. Sosialisasi dilakukan dalam empat hari. Hari pertama dibuka untuk sesi sosialisasi mengenai olahan ikan asin, hari kedua untuk mensosialisasi olahan otak-otak dan hari ketiga diisi dengan sosialisasi mengenai olahan pindang ikan. Hari keempat sebagai sesi penilaian dari hasil sosialisasi dilakukan melakukan kuesioner. Dari hasil 25 peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi diperoleh skor 73% menilai strategi pemberdayaan melalui program ini efektif. Abstract: Community empowerment is a strategy for villages to analyze local potential and map the role of communities in order to develop programs to increase village capacity and human resources. Teluk Village is listed as the highest fish producing region in Pandeglang , but the lack of technological use makes they undeveloped. Devotional activities are carried out through socialization with the aim that the community can process products more variatively. The partner is Nina Kurniawati, a village companion who introduces technology and modification of processed fish products. Socialization is done in four days. The first day opened for a socialization session on processed salted fish, the second day to socialize otak-otak preparations and the third day filled with socialization of pindang. The fourth day as an assessment session of the results of the socialization was conducted a questionnaire. The results of the 25 participants who participated in the socialization activity score of 73% assessed the empowerment strategy through this program effectively.
PENCIPTAAN BRAND IMAGE PRODUK EKONOMI KREATIF KOTA LANGSA MELALUI SISTIM E-COMMERCE Evi Zulida; Baihaqi Baihaqi; Agus Putra AS; Muhammad Jamil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.877 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8400

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menciptakan citra diri produk ekonomi kreatif wilayah Kota Langsa melalui sistim e-commerce. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan seperti koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang tergambarkan melalui lembar monitoring yang dilakukan sewaktu sosialisasi memperlihatkan sebanyak 28 peserta sangat memahami materi pencatatan produk berbasis digital, 43 pelaku ekonomi kreatif memahami dengan baik materi jenis-jenis marketplace pada sistim e-commerce dan 51 pelaku ekonomi kreatif cukup memahami materi pengenalan tentang google my business.Hasil pendampingan memperlihatkan 16 pelaku ekonomi sangat paham dengan materi pengenalan potensi eksport dan 33 pelaku ekonomi kreatif cukup memahami materi sosial media copywriting. Disimpulkan bahwa penciptaan brand image ekonomi kreatif melalui sistim e-commerce diharapkan mampu menjadikan Kota Langsa sebagai smart city dalam usaha ekonomi kreatif.Abstract: This community service (PKM) aims to create a self-image of creative economy products at Langsa City through the e-commerce system. The method used is an educational approach and technology transfer through a series of activity stages such as coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of activities described through the monitoring sheet during socialization shown that as many as 28 participants really understand the material for recording digital-based products, 43 creative economy actors understand well the material on the types of marketplaces in the e-commerce system and 51 creative economy actors understand quite well the introduction material about google my business. The results of the mentoring show that 16 economic actors are very familiar with the introduction of export potential materials and 33 creative economic actors are quite familiar with copywriting social media materials. It is concluded that the creation of a creative economy brand image through an e-commerce system is expected to be able to make Langsa City a smart city in creative economy efforts.
PEMANFAATAN ENDAPAN LUMPUR SUNGAI UNTUK TANAMAN SAYURAN SECARA VERTIKULTUR Asritanarni Munar; Hazen Arrazie Kurniawan; Dafni Mawar Tarigan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.779 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7869

Abstract

Abstrak: Kelurahan Aur merupakan pemukiman warga di daerah bantaran Sungai Deli, yang kerap mengalami banjir ketika musim penghujan. Setelah banjir surut biasanya memberikan dampak lingkungan berupa endapan lumpur yang tertinggal dan jika endapan lumpur ini dibuang kembali ke sungai akan menjadi salah satu penyebab pendangkalan sungai. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk membantu warga mengatasi dampak lingkungan tersebut dengan memanfaatkannya sebagai media bertanam sayuran secara vertikultur, di samping itu juga untuk memenuhi kebutuhan sayur dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat mitra. Mitra PKM ini adalah ibu-ibu Ranting A’isyiyah Aur sejumlah 15 orang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan endapan lumpur sebagai media tanam sayuran. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pemanfaatan endapan lumpur sungai, budidaya tanaman sayuran dan budidaya tanaman sayuran secara vertikultur masing-masing 53,33%, 40% dan 60%. Cara pembuatan rak vertikultur meningkat 40%.Abstract: Kelurahan Aur is a residential area on the banks of the Deli River, which often experiences flooding during the rainy season. After the flood recedes, it usually has an impact in the form of soil sedimentary left behind and if it is dumped back into the river, it will be the cause of river silt. The purpose of this activity is to help residents overcome these environmental impacts by utilizing it as a medium for verticulture meeting vegetable needs and increasing the economy for partner communities. The partners of this activity are the women of Branch A'isyiyah, a total of 15 persons. The method used is socialization, counseling and training on soil sedimentary as the medium for verticulture. The results achieved from this activity are increased knowledge and understanding of the use of soil sedimentary, cultivation of vegetables and cultivation of vertikulture, each 53.33%, 40% and 60%. Vertical racks making increased by 40%.
UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH HASIL PANEN SAYURAN SEBAGAI PUPUK KOMPOS Hilman Faruq; Yuni Astuti; Maryanti Setyaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.126 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7748

Abstract

Abstrak: Desa Gekbrong cocok untuk bertani tanaman pangan (sawi, kol, cabe, paprika, dan tomat). Sisa sayuran hasil sortir menjadi limbah organik yang dibiarkan di pinggir kebun hingga membusuk. Kurangnya pengetahuan untuk mengolah limbah sayur menimbulkan permasalahan bagi 15 petani yang terkumpul dalam kelompok tani “Gede Harepan” sehingga perlu adanya kegiatan yang bertujuan untuk melatih anggota kelompok tani tersebut dalam mengolah sisa panen menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Metode workshop meliputi dua tahap yaitu pemaparan materi dan praktik pembuatan kompos. Kegiatan diawali observasi limbah sayuran dan pengetahuan petani dalam mengolah sisa sayuran. Petani diajarkan memfermentasi sayuran menjadi pupuk kompos oleh narasumber dan fasilitator yang kompeten. Sebulan setelah pelatihan, tim UHAMKA melakukan pengecekan kualitas pupuk sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Tim menyebarkan angket tanggapan efektivitas pelatihan kepada petani. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sayuran dalam membuat pupuk kompos. Produk kompos dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman sayuran di ladang petani. Kegiatan pelatihan ini memperoleh tanggapan sebesar 78,49% (kategori baik) oleh kelompok tani “Gede Harepan”.Abstract: Gekbrong Village is suitable for farming food crops (mustard, cabbage, chilies, peppers, and tomatoes). The rest of the vegetables that are sorted into organic waste are left on the edge of the garden to rot. Lack of knowledge to process vegetable waste caused problems for the 15 farmers who were gathered in the “Gede Harepan” farmer group, so there was a need for activities aimed at training members of the farmer group in processing crop residues into compost that can be used for plant fertilizer. The workshop method includes two stages, namely the presentation of materials and the practice of making compost. The activity begins with the observation of vegetable waste and the knowledge of farmers in processing vegetable waste. Farmers are taught to ferment vegetables into compost by competent resource persons and facilitators. A month after the training, the UHAMKA team checked the quality of fertilizers as a form of activity evaluation. The team distributed a questionnaire on the effectiveness of the training to farmers. The results of the service show an increase in the knowledge and skills of vegetable farmers in making compost. Compost products are used as fertilizer for vegetable crops in farmers' fields. This training activity received a response of 78.49% (good) by the farmer group "Gede Harepan".
PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN USAHA INDUSTRI JAMU TRADISIONAL KALIMANTAN TENGAH MELALUITEKNOLOGI DIVERSIFIKASI PRODUK Nurul Qamariah; Rezqi Handayani; Sonedi Sonedi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.362 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8187

Abstract

Abstrak: Beberapa kendala yang dialami oleh pelaku usaha jamu tradisional khas Kalimantan Tengah diantaranya adalah: (1) minimnya modal usaha; (2) pengolahan bahan baku obat yang belum terstandardisasi; dan (3) produk dan kemasan yang dihasilkan masih sangat sederhana. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk mengedukasi pelaku usaha agar dapat meningkatkan kualitas dari produk obat tradisional yang dihasilkan serta untuk mengembangkan usahanya dengan menajemen yang baik. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan workshop. Mitra pada kegiatan ini adalah pelaku usaha jamu tradisional Kalimantan Tengah yang ada di Palangka Raya sebanyak 30 orang. Evaluasi dilakukan dengan analisis hasil pretest dan post-test pada setiap kegiatan. Hasil yang telah dicapai, para mitra memiliki pemahaman dan keahlian dalam mengolah bahan baku obat tradisional yang terstandarisasi, mengetahui lokasi pengemasan produk di Palangka Raya dan bagaimana pemilihan kemasan yang tepat sesuai produk, serta mengetahui prosedur memperoleh izin dan manajemen usaha untuk meningkatkan nilai jual produk dengan persentase peningkatan skills sebesar 51,65%. Berdasarkan uji statistik, terdapat perbedaan signifikan antara pretes dan postes di setiap kegiatan .Abstract: Some of the obstacles experienced by traditional herbal medicine business actors typical of Central Kalimantan include (1) lack of business capital; (2) unstandardized of raw materials processing, and (3) the resulting product and packaging are still conventional. Therefore, training activities were carried out to educate business actors to improve the quality of the traditional medicinal products produced and develop their businesses with good management. The method used is counselling and workshops. Partners in this activity are 30 people from Central Kalimantan traditional herbal medicine business in Palangka Raya. The evaluation was carried out by analysing the pre-test and post-test results in each activity. The partners have the understanding and expertise in processing standardized traditional medicinal raw materials, knowing the location of product packaging in Palangka Raya and how to choose the right packaging according to the product, as well as knowing the procedures for obtaining permits and management to increase the selling value of products by percentage. Increased skills by 51.65%. There are significant differences between pre-test and post-test in each activity based on statistical tests.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI KETERAMPILAN MERAJUT DAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SERTA MARKETPLACE UNTUK PENJUALAN ONLINE Rini Nurlistiani; Neni Purwati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2045.875 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8561

Abstract

Abstrak: Selama pandemi COVID-19 banyak ibu rumah tangga yang tergerak ingin membantu perekonomian keluarga melalui usaha kreatif baik kuliner maupun kerajian yang dapat dijadikan sebagai peningkatan ekonomi keluarga. Melalui pengabdian kepada masyarakat, dosen IIB Darmajaya memberikan keterampilan seni merajut dan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi untuk menjualkan suatu barang/jasa yang dilakukan oleh ibu rumah tangga Kampung Wonosari Kec. Sukabumi, Bandar Lampung yang berjumlah 20 orang. Metode dibagi dalam 3 bagian yaitu observasi/wawancara terkait keterampilan yang ingin dipelajari ibu-ibu rumah tangga, kedua pelatihan merajut dan pelatihan membuat sosial media, digital content dan marketplace. Ketiga monitoring & evaluasi hasil belajar rajutan dan penggunaan aplikasi untuk pemasaran. Hasil pengabdian menunjukkan 50% ibu rumah tangga berhasil membuat rajutan konektor masker, bros, dan dompet. Penggunaan sosial media dan marketplace cukup mudah dan bermanfaat bagi ibu rumah tangga dengan persentase sebesar 74,90% menggunakan aplikasi tersebut. Hal ini sangat membantu dalam memasarkan produk/jasa secara online dengan mudah dan efisien.Abstract: During COVID-19 many housewives want help their family economy through creative efforts of both culinary and craft that could be used as an improvement in the family economy. Through devotion to the community, lecturer of IIB Darmajaya provide knitting arts skills, knowledge how to utilize social media and also marketing for promotion goods/services carried out by housewives in Wonosari Village, Sukabumi, city Bandar Lampung amounted 20 housewives. The method is divided into 3 sections, first is observation/interview related skills that housewives want to learn, the second is knitting training and training for making a social media, digital content and marketplace. Third is monitoring & evaluation App and knit learning outcomes for marketing. In the results, 50% housewives are successful making a mask connector, broch and wallet. Social media and marketplace which used is quite easy and beneficial for housewives with a percentage of 74.90% can use App. This is very helpful in marketing products/services online easily and efficiently.
USAHA MENGURANGI LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN PROSES PENGOMPOSAN TAKAKURA DI PERUMAHAN COCO GARDEN KLAPANUNGGAL, KABUPATEN BOGOR Ranti An Nisaa; Rosi Feirina Ritonga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.263 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8077

Abstract

Abstrak: Limbah organik berasal dari rumah tangga sehari-hari, pasar, hotel, dan restoran. Sayangnya, pengelolaan limbah masih belum disosialisasikan kepada masyarakat. Sebagian besar masyarakat belum mengetahui cara pengelolaannya, begitu juga dengan masyarakat perumahan Coco Garden Kabupaten Bogor yang langsung membuang limbah rumah tangga tanpa dipilah terlebih dahulu. Akibatnya kebersihan dan kesehatan lingkungan yang kurang terjaga. Ketidaktahuan masyarakat dan pentingnya menjaga lingkungan yang sehat membuat tim pengabdian masyarakat melakukan pelatihan kepada 16 (enam belas) ibu-ibu kader PKK untuk membuat pupuk dengan memanfaatkan limbah rumah tangga melalui metode pengomposan takakura. Langkah-langkah yang dilakukan melalui empat tahap: perizinan, persiapan, praktek, dan pemantauan. Berdasarkan hasil angket tanggapan, diketahui peserta merasa puas dan menilai bahwa pelatihan dan narasumber sudah baik dalam memberikan materi sehingga peserta mendapatkan ilmu dari ahlinya dan merasa nyaman selama pelatihan. Kendala yang dihadapi adalah peserta belum bisa membedakan jenis limbah rumah tangga yang digunakan dalam pembuatan kompos takakura, tidak fokus selama kegiatan, dan hujan yang turun berpotensi mengganggu proses pembusukan.Abstract: Organic waste comes from everyday households, markets, hotels, and restaurants. Unfortunately, waste management has not yet been socialized to the public. Most people do not know how to manage it, and as well as the Coco Garden housing community, Bogor Regency immediately disposes of their household waste without being sorted first. As a result, environmental hygiene and health are not maintained. The ignorance of the community and the importance of maintaining a healthy environment made the community service team conduct training for 16 PKK cadres to make fertilizer by utilizing household waste through the takakura composting method. The steps are carried out through four stages: licensing, preparation, practice, and monitoring. Based on the results of the questionnaire responses, it was found that the participants were satisfied and assessed that the training and resource persons had been good in providing material so that participants gained knowledge from the experts and felt comfortable during the training. The obstacles faced were that participants were not able to distinguish the types of household waste used in making takakura compost, were not focused during the activity, and the rain that fell could potentially interfere with the decomposition process.
SOSIALISASI FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS DAN COVID-19 PADA PASUTRI PROGRAM KEHAMILAN Ivanna Beru Brahmana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.795 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7636

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (Tb) masih banyak diderita masyarakat di Indonesia. Penderita Tb dalam suatu keluarga akan berisiko mudah menyebarkan penyakit tersebut pada anggota keluarga yang lain. Terlebih pada pasangan suami istri (pasutri) yang berencana mengikuti program kehamilan. Pengetahuan tentang risiko Tb pada pasutri yang merencanakan kehamilan perlu diketahui. Penularannya melalui gejala batuk yang diderita menjadikan rancu dengan batuk yang juga didapati pada Covid-19. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan atau kesadaran tentang faktor risiko Tb pada pasutri yang merencanakan kehamilan dan pencegahan penularannya, dan bagaimana mengetahui perbedaannya dengan gejala Covid-19. Metode yang digunakan pada pengabdian adalah pretes, penyuluhan, dan postes. Kegiatan pengabdian dihadiri oleh 36 peserta, dengan nilai postes meningkat menjadi 89 setelah penyuluhan dibandingkan 45 pada nilai pretes. Peningkatan nilai postes menunjukkan pemahaman peserta meningkat setelah menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber. Pemahaman tersebut dapat digunakan pasutri yang mengikuti program hamil dalam membekali diri menjalani kehamilan yang sehat nantinya.Abstract: Tuberculosis (Tb) is still suffered by many people in Indonesia. Patients with TB in a family will be at risk of easily spreading the disease to other family members. Especially for couples who plan to participate in a pregnancy program. Knowledge about the risk of TB in couples planning a pregnancy needs to be known. Transmission is through coughing symptoms that are confused with coughing which is also found in Covid-19. The purpose of the service is to increase knowledge or awareness about TB risk factors in couples planning pregnancy and preventing transmission, and how to know the difference between the symptoms of Covid-19. The methods used in the service are pretest, counseling, and posttest. The service activity was attended by 36 participants, with the posttest score increasing to 89 after counseling compared to 45 in the pretest score. The increase in posttest scores showed that participants' understanding increased after listening to the material presented by the resource person. This understanding can be used by couples who participate in the pregnancy program in equipping themselves for a healthy pregnancy later. 

Page 82 of 309 | Total Record : 3084