cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2020): Juli" : 23 Documents clear
MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN SELF EFFICACY SISWA MENGGUNAKAN MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING (SCT) Rusmansyah Muhammad; Liana Wahyuni; Syahman Syahman; Husna Juwida
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2382

Abstract

Abstrak: Pembelajaran kimia yang dapat melatihkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan self efficacy sangat dibutuhkan bagi siswa. Model Scietific Critical Thinking (SCT) salah satu model yang dapat diterapkan pada materi larutan penyangga di kelas XI MIPA SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan berpikir kritis (2) keterampilan komunikasi dan (3) self-efficacy terhadap penerapan model SCT pada materi larutan penyangga. Metode dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian post-test nonequivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 (kelas eksperimen) dan kelas XI MIPA 2 (kelas control). Variabel bebas adalah model SCT dan GDL, sedangkan variabel terikat adalah kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi dan self-efficacy. Pengumpulan data menggunakan teknik test dan non-test. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada peningkatan kemampuan berpikir kritis (2) ada peningkatan keterampilan komunikasi dan  (3) ada peningkatan self-efficacy. Kelas eksperimen lebih baik di banding kelas kontrol dalam melatih kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan self-efficacy siswa dalam pembelajaran materi larutan penyangga. Abstract: Chemistry learning that can train critical thinking skills, communication skills, and self-efficacy was very much needed for students. The Scientific Critical Thinking (SCT) Model is one of the models that can be applied to buffer material in class XI MIPA SMAN 12 Banjarmasin. This study aims to determine (1) critical thinking skills, (2) communication skills, and (3) self-efficacy towards the application of the SCT model on buffer solution material. The method in this study is a quasi-experiment with a post-test nonequivalent control group design. This study were students of class XI MIPA 1 (experimental class) and class XI MIPA 2 (control class). The independent variables are the SCT and GDL models, while the dependent variable is the ability to think critically, communication skills, and self-efficacy. Data collection using test and non-test techniques. Data analysis techniques using descriptive and inferential analysis. The results showed that (1) there was an increase in critical thinking skills, (2) there was an increase in communication skills, and (3) there was an increase in self-efficacy. The experimental class is better than the control class in exercising students' critical thinking skills, communication skills, and self-efficacy in learning buffer solution material.
ENHANCING INNOVATION BY STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) ON ONLINE LEARNING IN DISRUPTIVE ERA Maria Beatrix
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2489

Abstract

Abstrak: Corona telah membuat banyak gangguan yang tak terduga di masyarakat. Ada banyak lockdown yang terjadi di berbagai tempat di dunia yang mengubah kegiatan sehari-hari, seperti pendidikan. Seperti halnya kegiatan lainnya, pendidikan harus beradaptasi dengan menggunakan pembelajaran online. Masalahnya adalah tidak setiap siswa siap untuk berubah dan beradaptasi untuk melakukan student-centered learning (SCL) dengan menggunakan teknologi untuk pembelajaran online yang sangat berbeda dari pembelajaran yang biasa mereka lakukan di sekolah. Student-centered learning (SCL) adalah cara belajar yang menjadikan siswa sebagai pusat perhatian dan memberikan kesempatan untuk menyesuaikan dengan kemampuan atau perilaku mereka dalam belajar. Inovasi diperlukan dan akan meningkat untuk melakukan student-centered learning (SCL) selama perubahan yang tiba-tiba dan tidak dipersiapkan ini. Oleh karena itu masalahnya adalah bagaimana inovasi berperan selama pandemi dalam pendidikan. Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui literatur, seperti buku, internet, dan sumber-sumber lain akan digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah student-centered learning (SCL) dalam pembelajaran online adalah sebuah inovasi yang juga meningkatkan inovasi siswa. Hal ini berarti dengan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa akan lebih inovatif, di mana mereka dapat membuat atau meningkatkan gagasan.Abstract:  Corona has made a lot of unexpected disruptive in society. There has been a lot of lockdowns happening around the world that change daily activities, such as education. Like working, education has to adapt by using online learning. The problem is not every student is ready to change and adapt to do student-centered learning by using technology for online learning which was very different from their usual learning at school. Student-centered learning is ways of learning that make students as the center of attention and giving the opportunity to adjust to their abilities or behavior in learning. Innovation was needed and will increase to perform student-centered learning during this sudden unprepared change. Therefore the issue will be how innovation plays a role during this pandemic in education. Qualitative methods with data collection techniques through literature, such as books, research, the internet, and other sources will be used to solve the issue. The result of this study is student-centered learning in online learning is an innovation that also improves student’s innovation. That means by implementing student-centered learning, students will be more innovative, where they can create or upgrade the ideas.
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 Muhammad Firman Annur; Hermansyah Hermansyah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2544

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan kesulitan-kesulitan yang di hadapi mahasiswa dalam pembelajaran daring mata kuliah aljabar abstrak selama masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI Pendidikan Matematika STKIP Pamane Talino Ngabang yang mengambil mata kuliah Aljabar Abstrak. Wawancara think aloud dijadikan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini. Wawancara jenis ini memungkinkan subjek untk benar-benar menyuarakan apa yang dipikirkannya selama pembelajaran. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi beberapa kesulitan yang digolongkan menjadi kesulitan teknis, kesulitan adaptasi dan ketidaksiapan pengajar. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut, perlu adanya pengembangan strategi pembelajaran yang mampu menunjang percepatan adaptasi mahasiswa dalam pembelajaran daring. Selain itu, pengajar (dosen) juga harus meningkatkan kemampuan TIK-nya agar dapat menggunakan media pembelajaran daring yang lebih bervariasi sesuai dengan kesulitan teknis yang dihadapi. Abstract:  The aim of this research is to describe student’s difficulties when taking  abstract algebra online class at COVID-19 pandemic era. The type of this research is qualitative descriptive. The subject of this research are sixth semester students of Math department of STKIP Pamane Talino Ngabang whom take the abstract algebra online class. The instrument for collecting the data of this research is think aloud interview. This kind of interview make it possible to get the real thoughts of subject research about their difficulties during the online class.  The result showed that students face some difficulties which classified as technical difficulty, student’s adaptation difficulty, and teacher’s unpreparedness. To tackle those difficulties, development for learning strategy is a must. The development that able to bolster student’s adaptation during online class. Futhermore, teacher also have to improve their computational so that they can utilize varied online learning media that suitable for any difficulties.
DISKUSI BUZZ GROUP DAN WINDOW SHOPPING DALAM PERSEPSI PESERTA PEMBELAJARAN, MANA YANG LEBIH MENARIK? Aniek Juliarini
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2460

Abstract

Abstrak: Diskusi merupakan salah satu cara memperdalam materi dengan membuat peserta pembelajaran lebih aktif. Diskusi dapat dilakukan antara lain dengan model Buzz Group Discussion (BGD) dan Window Shopping (WS). Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana persepsi peserta pembelajaran terhadap model diskusi BGD dan WS. Dalam penelitian ini BGD dibuat menjadi dua model, yaitu dengan penanya bebas (BGDB) dan dengan penanya ditunjuk (BGDT).  Penelitian bertujuan untuk mengetahui metode diskusi manakah yang menurut peserta yang paling efektif dan menyenangkan. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan pendapat peserta pembelajaran atas penerapan ketiga model diskusi dan melakukan observasi selama pelaksanaan diskusi. Objek penelitian adalah peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Tahun 2019 Kelas C, materi  Komitmen Mutu di Balai Diklat Keuangan Yogyakarta. Peserta diminta mengisi kuisioner dengan memilih metode mana yang paling efektif dan menyenangkan, dan apa alasannya.  Hasil menunjukkan bahwa metode diskusi yang efektif dan menyenangkan menurut peserta adalah: 1) BGD dengan penanya bebas, 2) window shopping, dan 3) BGD dengan penanya ditunjuk. Poin penting dari penelitian ini adalah, dalam sebuah sesi pembelajaran dapat diterapkan model diskusi BGDB dan WS sekaligus agar lebih menarik dan efektifAbstract:  Discussion is a method to deepen the understanding of the material by encouraging participants to be more active. Discussions can be conducted with the Buzz Group Discussion (BGD) model and Windows Shopping (WS). In this study BGD was divided into two models: discussion with the free questioner (BGDB) and with the designated questioner (BGDT). This study aims to find out which discussion method is more effective and enjoyable according to the participants. The design of this study was qualitative descriptive. Data were collected by gathering participants opinions on the implementation of the three discussion models and through observations during the discussion. The object of the study was the Latsar CPNS Year 2019 C Class Participant on Quality Commitment material. The results showed that the discussion methods preferred by participants were: 1) BGDB, 2) WS, and 3) BGDT, respectively. This study suggest that both models of discussion can be applied to improve learning effectiveness and participant interest.
APLIKASI AUGMENTED REALITY PADA BUKU CERITA BILINGUAL “THE SHRIMP AND THE CRAB” Gusti Ayu Putu Mitha Karisma Dewi; Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa; I Nyoman Yudi Anggara Wijaya
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2451

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini membahas mengenai pengembangan aplikasi berbasis teknologi augmented reality pada buku cerita berjudul “The Shrimp and The Crab” studi kasus SD Negeri 2 Tibubeneng. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Luther-Sutopo. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi augmented reality adalah C# dengan menggunakan unity 3D dan vuforia. Penelitian ini berhasil mengembangkan aplikasi augmented reality pada buku cerita yang berjudul “The Shrimp and The Crab - Sang Udang dan Sang Kepiting”. Aplikasi ini dikembangkan secara bilingual. Dalam penelitian ini, kualitatif data didapatkan dari wawancara, observasi, dan juga studi pustaka, sedangkan kuantitatif data diperoleh dari angket. Pengujian aplikasi diuji menggunakan black box dan kuesioner. Di akhir studi, peneliti mengungkap bahwa 90% dari responden yaitu 1 guru, 33 siswa dan 33 orang tua siswa menyatakan aplikasi ini telah layak untuk digunakan.Abstract: This study discusses the development of augmented reality technology-based applications in the story book entitled The Shrimp and The Crab case study at SD Negeri 2 Tibubeneng. This research was conducted using Luther-Sutopo method. The programming language used to make augmented reality applications is C # by using unity 3D and vuforia. This research succeeded in developing an augmented reality application in the story book entitled “The Shrimp and The Crab - Sang Udang dan Sang Kepiting”. The aplication was developed bilingually. In this research, qualitative data was collected through interview, observation, and literature studies, while quantitative data are obtained from questionnaires. A black box testing and questionnaire were used to test the application. At the end of the study, researchers revealed that 90% of respondent is 1 teacher, 33 students and 33 parents stated that this application was suitable for use.
INTERAKSI MODEL PEMBELAJARAN TANDUR BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR Ni Wayan Suardiati Putri; I Wayan Gede Wardika
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2405

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pengaruh model pembelajaran TANDUR berbantuan GeoGebra terhadap hasil belajar matematika dilihat dari kemandirian belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan desain penelitian faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa STMIK STIKOM Indonesia, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling berjumlah 71 mahasiswa. Teknik pengumpulan data kemandirian belajar dikumpulkan melalui kuesioner, dan data hasil belajar matematika dikumpulkan melalui tes hasil belajar matematika pada ranah kognitif. Analisis data dilakukan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dengan bantuan SPSS, pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian,ini adalah terdapat interaksi antara model pembelajaran TANDUR berbantuan media GeoGebra dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika mahasiswa. Hasil belajar mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TANDUR berbantuan media GeoGebra lebih baik daripada mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional bagi mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi dan hasil belajar mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional lebih baik daripada mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TANDUR berbantuan media GeoGebra bagi mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar rendah.Abstract: This study aims to determine the interaction of the influence of GeoGebra-assisted TANDUR learning model on mathematics learning outcomes seen from the independence of student learning. This type of research is quasi-experimental research with a 2x2 factorial research design. The population of this research is the students of STMIK STIKOM Indonesia, with 71 students using the cluster random sampling technique. Data collection techniques for learning independence were collected through a questionnaire, and data on mathematics learning outcomes were collected through tests of mathematics learning outcomes in the cognitive domain. Data analysis was performed using two-way analysis of variance (ANAVA) with the help of SPSS, at a significance level of 5%. The results of this study, there are interactions between the TANDUR learning model assisted by GeoGebra media and learning independence of student mathematics learning outcomes. Student learning outcomes taught with the TANDUR learning model assisted by GeoGebra media are better than students who are taught with conventional learning models for students who have high learning independence and student learning outcomes who are taught with conventional learning models are better than students who are taught with the TANDUR learning model assisted GeoGebra media for students who have low learning independence
APLIKASI PEMBELAJARAN DARING PADA PELATIHAN ENGLISH FOR ACADEMIC PURPOSE UNIVERSITAS PGRI SEMARANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Dyah Nugrahani; Ngasbun Egar; Siti Musarokah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2490

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan aplikasi pembelajaran dalam Pelatihan English for Academic Purpose (EAP) di Universitas PGRI Semarang pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dialami peserta Pelatihan EAP di Universitas PGRI Semarang pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta Pelatihan EAP Universitas PGRI Semarang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. dan kuesioner disusun menggunakan Google Form. Dalam mengumpulkan data, penulis membagi tautan kuesioner melalui grup WhatsApp. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif, yakni reducing data, displaying data, dan drawing conclusion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelatihan EAP Universitas PGRI Semarang menggunakan tiga aplikasi pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19, yaitu Google form, WhatsApp, dan aplikasi iSpring Suite. Hasil penelitian yang lain yaitu mahasiswa mengalami berbagai kendala dalam menggunakan aplikasi pembelajaran daring pada Pelatihan EAP selama masa pandemi COVID-19. Kendalanya utamanya adalah ketersediaan jaringan internet.Abstract:  The current study aims at describing the implementation of Learning Application in the Training of English for Academic Purpose (EAP) in Universitas PGRI Semarang in COVID-19 pandemic era and at identifying the students’ obstacles in using the teaching application in the Training of English for Academic Purpose (EAP) in Universitas PGRI Semarang in the era of COVID-19 pandemic. The approach of the study is a descriptive qualitative research. The population of the study is all participants of the Training of English for Academic Purpose (EAP) in Universitas PGRI Semarang. The instrument used in the study was a questioner. In collecting the data, the writers shared a link of the questioner through WhatsApp Group. The data was analyzed by reducing the data, displaying the data and drawing conclusion. The result of the study shows that there are three applications which have been implemented in Training of English for Academic Purpose (EAP) in Universitas PGRI Semarang in COVID-19 pandemic era, namely Google form, WhatsApp, and iSpring Suite application. The students encountered some problems in using the application in the training. They are mostly due to the availability of internet networking.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PADA PEMBELAJARAN PHONETICS Kholilah Kholilah; Dewi Ismu Purwaningsih; Sulaiman Sulaiman
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2547

Abstract

Abstrak: Phonetics (fonetik) merupakan mata kuliah yang sulit dikuasai oleh mahasiswa. Perbedaan bunyi dalam bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa. Banyaknya bunyi yang harus diingat oleh mahasiswa juga menjadi penghambat keberhasilan pembelajaran fonetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan mahasiswa pada pembelajaran fonetik yang akan digunakan dalam pengembangan media ajar fonetik. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa program studi bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Alat pengumpul data yaitu menggunakan kuesioner. Data diklasifikasikan untuk mendeskripsikan kebutuhan mahasiswa dalam pembelajaran fonetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran fonetik di kelas selama ini kurang maksimal dalam penggunaan media ajar. Mahasiswa sulit untuk mengingat dan memahami place and manner of articulation serta fonem. Mahasiswa membutuhkan media pembelajaran untuk membantu dalam belajar fonetik. Hasil penelitian ini selanjutnya akan digunakan untuk acuan pada penelitian pengembangan media ajar fonetik untuk mahasiswa bahasa Inggris.Abstract: Phonetics is a difficult subject for students to be mastered. The difference of sounds between English and Indonesia is one of the difficulties faced by students. The number of sounds that students must remember also becomes an obstacle for learning phonetics. This research aimed to describe the students’ needs in learning, then the data will be used to develop the teaching media in Phonetics. The subject of this research was the students of English program. The method used was descriptive qualitative. The data was collected using questionnaire then it were classified in order to describe the needs of students in learning phonetics. The result showed that the media used in teaching learning teaching phonetics did not fulfil the students’ need. The students were difficult to remember and understand the place and manner of articulations and phonemes. The students need the specific teaching media in learning phonetics. The result of this study will be used as reference in depeloving phonetics teaching media for English students.
DESAIN KURIKULUM E-LEARNING SEBAGAI PELATIHAN PENGASUHAN ANAK 0-6 TAHUN BAGI ORANG TUA YANG BEKERJA Wartiningsih Wartiningsih
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2464

Abstract

Abstrak: Banyak permasalahan yang dialami orangtua dengan memiliki anak usia balita (golden period). Padahal waktu emas tidak mungkin terulang dalam siklus anak. Masalah yang sering didapati adalah sulitnya pengasuhan anak pada usia 0-6 tahun bagi orang tua bekerja di era digital. Masalah lainnya yaitu, kecenderungan suami istri bekerja menyebabkan pola pengasuhan anak bergeser dibanding puluhan tahun silam. Di sisi lain,  orangtua baru belum memiliki banyak pengetahuan tentang pengasuhan anak. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi orangtua dalam mengamanahi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Oleh karena itu, program pelatihan Pengasuhan Anak Umur 0-6 Tahun bagi orangtua yang Bekerja dibutuhkan di masyarakat. Tentunya program diklat tersebut harus memiliki desain kurikulum dan pengembangan program pelatihan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis e-learning dengan desain menarik dapat meningkatkan minat peserta belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain kurikulum pelatihan berbasis e-learning dengan mengginakan platform Moodle. Penelitian ini menggunakan model kurikulum sistematik Dick & Carey. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Prosedur pengujian melalui tahapan, yaitu evaluasi perorangan, evaluasi kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Hasil penelitian ini adalah desain dan pengembangan kurikulum e-leraning dilakukan melalui sepuluh tahapan. Produk rancangan menunjukkan desain kurikulum dapat digunakan untuk diimplementasikan dalam proses kegiatan pelatihan e-learning.Abstract:  Abstract many problems experienced by parents with children aged (golden period). But gold time is unlikely to be repeated in the child's cycle. The problem that is often found is the difficulty of parenting at the age of 0-6 years for parents working in the digital era. Another problem is that the trend of husband and wife work causes a shifted parenting pattern compared to decades ago. On the other hand, new parents don't yet have much knowledge of childcare. It is certainly a challenge for parents to adopt law number 23 year 2002 on child protection. Therefore, the parenting 0-6 Year training program for working parents is needed in the community. Of course, the training program should have a curriculum design and development program. Previous studies have shown that learning-based e-learning with compelling design can increase the interest of learning participants. The research aims to design an e-learning-based training curriculum with the Moodle platform. The study used the systematic curriculum model of Dick & Carey. The research method uses qualitative descriptive. Stage testing procedures, i.e. individual evaluations, small group evaluations, and field trials. The results of this research are the design and development of e-leraning curriculum conducted through ten phases. Product design shows curriculum design can be used to be implemented in the process of e-learning training activities.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD BERORIENTASI HOTS (HIGHER-ORDER THINKING SKILLS) Suhartono Suhartono; Anik Kirana
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2486

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul Pembelajaran Matematika SD berorientasi HOTS (Higher-Order Thinking Skills) dan mendeskripsikan validitasnya. Penelitian ini menggunakan model R&D (Research and Development) yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel. Penelitian ini melibatkan subyek ujicoba terbatas mahasiswa Program Studi Sekolah Dasar, semester ganjil 2018/2019, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validasi ahli dan lembar respon mahasiswa. Data dalam penelitian ini adalah berupa penilaian ahli dan data respon mahasiswa terhadap modul yang dikembangkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif sederhana. Jadi, analisa data dilakukan dengan mengubah data-data kuantitatif yang diperoleh melalui lembar validasi ahli dan respon mahasiswa menjadi data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah modul pembelajaran matematika SD berorientasi HOTS (higher-order thinking skills) yang telah dikembangkan valid berdasarkan pendapat para ahli dan respon mahasiswa. Menurut para ahli materi, tingkat validitas isi modul yang dikembangkan sebesar 93,75% dengan kriteria baik sekali. Sedangkan menurut ahli bahasa, validitas bahasa modul yang dikembangkan sebesar 83,33% dengan kriteria baik dan membutuhkan beberapa perbaikan sebagaimana yang telah disarankan. Selain itu, dalam uji coba terbatas, sebesar 98,67% mahasiswa memberikan respon positif terhadap modul yang dikembangkan.Abstract:  The aim of this research is to develop mathematics learning for elementary school module based on higher order thinking skills (HOTS) and to describe its validity. This research uses R&D (research and development) model that is developed by thiagarajan semmel and semmel. It is involved the students of elementary school study program at odd semester in 2018/2019 in Wijaya Kusuma University of Surabaya as the subject of tryout.  Instruments which are used in this research are experts’ validation sheet and students’ responses sheet. The assessments that are given by the experts and the responses of the students are collected as data. The collected data are analyzed using simple descriptive quantitative. It is meant that the collected quantitative data that are gathered during the research are changed into qualitative one in order to describe them. The product of this research is mathematics learning for elementary school module based on higher order thinking school (HOTS). Based on the validation of the experts, it shows that the content validity of this module is about 93.75% and it considers as very good. In addition, the language validity of this module based on language’s expert is about 83.33% and it considers as good. Therefore, slight improvement on the language has been made according to the experts’ opinion. Moreover, 98.67% of the students give positive responses on the developed module.

Page 1 of 3 | Total Record : 23