cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): Juli" : 12 Documents clear
PELATIHAN APOTEKER CILIK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM UPAYA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT DI LAMONGAN Devi Ristian Octavia; Muhtaromah Aisyah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.786 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1482

Abstract

Abstrak: Pengobatan sendiri atau yang sering disebut swamedikasi adalah salah satu usaha masyarakatvatau komunitas untuk memelihara kesehatannya sendiri. Pada prakeknya, swamedikasi bisa menjadi akar masalah terkait penggunaan obat (Drug related problem) karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang obat serta penggunaannya. Apoteker merupakan tenaga kesehatan yang memiliki keahlian di bidang obat dan informasi obat, namun masyarakat banyak yang belum mengenal profesi Apoteker. Saat ini, pemberdayaan program pendidikanvkesehatan serta pelayanan kesehatan di usiavdini terutama di level  sekolah dasar (SD) telah mulai berkembang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memperkenalkan profesi apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan dan sumber informasi obat serta memberikan pelatihan keterampilan dan edukasi tentang penggunaan obat yang tepat. Telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di MI Muhammadiyah Latek Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan. Metode kegiatan ini dilakukan dengan Cara Belajar Insan Aktif (CBIA), simulasi meracik obat dan evaluasi edukasi dilakukan dengan game ular tangga, sehingga memberikan daya ingat kepada siswa/i tentang profesi apoteker dan penggunaan obat yang tepat. Dari hasil evaluasi menunjukkan hasil yang positif yaitu terjadi peningkatan pengetahuan mengenai profesi apoteker dan penggunaan obat yang tepat.Abstract:  Self-medication is partvof the community's efforts tovmaintain its own health. In practice, self-medicationvcan be a source ofvdrug-related problems (Drug related problems) due to the limited knowledge about drugs and their use. Pharmacists are health workers who have expertise in medicine and drug information, but many people do not know the Pharmacist profession. Today, the development of health education programs and health services at school age, especially at the elementary school level has begun to develop. The purpose of thisvcommunity servicevactivity is to introduce the pharmacist profession as one of the health workers and drug information sources and provide skills training and education about the use of appropriate drugs. Community service activities have been carried out at MI Muhammadiyah Latek, Sekaran District, Lamongan Regency. The method of this activity is carried out by Learning Active Persons (CBIA), simulating drugs and evaluating education conducted with snake ladder games, so as to provide memory to students about the pharmacist's profession and the proper use of drugs. The evaluation results showed a positive result, namely an increase in knowledge about the pharmacist's profession and the appropriate use of drugs.
PELATIHAN METODOLOGI MENGAJAR GUNA PENINGKATAN KOMPETENSI INSTRUKTUR AISI KOTA MAKASSAR Zulkarnain Hamson; Nani Harlinda Nurdin; Nurmilla Nurmilla; Makkah HM
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.593 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1480

Abstract

Abstrak: Kegagalan dalam embangun sistem pelatihan (Kursus) keterampilan, adalah ketidakmampuan mendesain program pembelajaran dan praktik, yang adaptif, inovatif serta mudah dicerna dan dadopsi oleh siswa. Seorang instruktur dituntut memiliki paling tidak tiga yakni (a) penguasaan materi pelatihan, (b) kemampuan komunikasi, dan (c) pemanfaatan teknologi. Kemampuan dasar instruktur yang baik dalam proses transformasi pengetahuan, pengalaman dan penguasaan teknologi terbaru yang terus berkembang sesuai kecepatan ilmu pengetahuan dan teknologi, sangat diperlukan. Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan alternatif pengetahuan dan informasi kebaruan perkembangan keilmuan dan teknologi pembelajaran, kepada instruktur yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Instruktur Seluruh Indonesia (AISI) Kota Makassar, dan aktif bekerja pada pusat kursus keterampilan atau Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Dari kegiatan itu, dapat disimpulkan bahwa instruktur LPK di internal AISI Kota Makassar, belum menaikkan standar program pelatihan, penggunaan teknologi pembelajaran, serta minimnya inovasi dalam menaikkan motifasi belajar siswa, juga kesulitan dalam monitoring hasil dan pencapaian kualitas mutu luaran LPK.Abstract: Failure to build a skills training system (Course), is the inability to design learning programs and practices, which are adaptive, innovative and easily digested and adopted by students. An instructor is required to have at least three, namely (a) mastery of training materials, (b) communication skills, and (c) use of technology. The basic ability of a good instructor in the process of transforming knowledge, experience and mastery of the latest technology that continues to evolve at the speed of science and technology, is very necessary. This training was held to provide alternative knowledge and new information on the development of science and learning technology, to instructors who are members of the Makassar Indonesia Association of Instructors (AISI), and actively work in the center of skills courses or Job Training Institutions (LPK). From this activity, it can be concluded that the LPK instructors in the Makassar City AISI have not yet raised the standard of training programs, the use of learning technology, as well as the lack of innovation in increasing student learning motivation, as well as difficulties in monitoring results and achieving the quality of LPK outcomes
PENULISAN KREATIF UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK DEKORASI RUMAH DALAM ERA DIGITAL (STRATEGI PEMASARAN DARING) Irma Novida; Syihaabul Hudaa; Yumniati Agustina
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.253 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1487

Abstract

Abstrak: Produk dekorasi rumah umumnya hanya dijual secara langsung di toko atau di sentra khusus dekorasi rumah. Akan tetapi, hal tersebut berdampak pada penurunan nilai penjualan, karena produk ini bukanlah barang konsumsi yang dibutuhkan setiap harinya. Salah satu agen transisi penjualan berbasis daring yang dikaji oleh peneliti adalah Asna Home. Asna Home merupakan salah satu toko yang menjual produk berbasis daring dengan mengoptimalisasikan media seperti Instagram. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji penjualan produk dekorasi rumah menggunakan sistem daring. Peneliti menilai keefektivitasan penjualan menggunakan sistem daring dengan menggunakan metode survei dan wawancara kepada pemilik Asna Home Decor. Melalui metode survei dan wawancara, peneliti memeroleh data secara objektif, kemudian akan dianalisis peningkatannya dari penjualan secara langsung dengan menggunakan sistem daring. Penelitian ini nantinya dapat ditinjau dan diaplikasikan untuk produk lainnya dengan tujuan yang serupa, yaitu meningkatkan penjualan produk nonkomsumsi yang terkadang memerlukan waktu yang lama untuk laku terjual. Menggunakan strategi penjualan daring, produk Asna Home Decor mengalami peningkatan penjualan yang signifikan sebesar 30% dari tahun sebelumnya. Abstract:  Home decoration products are generally only sold directly in stores or in special home decoration centers. However, this has an impact on the decline in sales value, because this product is not a consumer item that is needed every day. One of the online-based sales transition agents reviewed by researchers is Asna Home. Asna Home is one of the stores that sell online-based products by optimizing media such as Instagram. The purpose of writing this article is to examine the sales of home decorating products using an online system. The researcher assessed the effectiveness of sales using the online system using survey and interview methods to the owner of Asna Home Decor. Through survey and interview methods, researchers obtain data objectively, then the increase will be analyzed directly from sales using an online system. This research can later be reviewed and applied to other products with a similar goal, namely to increase sales of non-consumption products, which sometimes require a long time to sell. Using an online sales strategy, Asna Home Decor products experienced a significant sales increase of 30% from the previous year.
THE KSPM PROGRAM GOES TO ORMAWA FOR CAPITAL MARKET LITERACY AND EDUCATION Tine Badriatin; Linda Septiana; Lucky Radi Rinandiyana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.486 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1485

Abstract

Abstrak: Pengabdian pada masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi serta literasi pasar modal ini bertujuan untuk menambah partisipasi masyarakat berinvestasi di pasar modal khususnya di kalangan civitas academika Universitas Siliwangi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang mana 20 peserta berasal dari ORMAWA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Siliwangi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode diskusi dan tanya jawab daripada peserta yang dilaksanakan dengan 2 materi dalam satu hari kegiatan. Namun demikian kegiatan ini perlu ditindak lanjuti kembali dimana dengan kegiatan lanjutan literasi pasar modal ini peserta memiliki antusias yang tinggi untuk memperluas wawasan mengenai pasar modal serta perlu diperluas kembali sasaran atau target dari kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal ini. Abstract: Community service through socialization and education as well as capital market literacy aims to increase public participation in investing in the capital market, especially among the Siliwangi University academic community. This activity was attended by 30 participants, of which 20 participants came from the ORMAWA Faculty of Teacher Training and Education, Department of Economic Education, Siliwangi University. This activity was carried out through the method of discussion and question and answer than participants who carried out with 2 materials in one day of the activity. However, this activity needs to be followed up again where with the continued activity of capital market literacy, participants have a high enthusiasm to broaden their horizons about the capital market and also need to expand the targets or targets of this capital market education and education socialization activity.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI NELAYAN DI TAMPUNA BUNGI KOTA BAUBAU Nining Asniar Ridzal
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.88 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1620

Abstract

Abstrak: Kelurahan Tampuna terletak di Kecamatan Bungi dengan jarak ±22 km dari kota Baubau. Kelurahan Tampuna terbagi atas tiga desa yaitu Desa KB, Desa Wanajati, Desa Watabea yang sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Kelurahan tampuna secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 05o18’ - 05o22’ Lintang Selatan dan Diantara 122o36’- 122o44’ Bujur Timur dan mempunyai luas wilayah 6,74 km2. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pelatihan ini adalah  dicapai dari dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan khususnya bagi Nelayan Masyarakat Kelurahan Tampuna agar apa yang dihasilkan tidak hanya terbatas untuk dikonsumsi sendiri dan dijual sebelum diolah. Masyarakat diharapkan meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya serta inovasi  dan variasi di dalam pengelolaam hasil yang diperoleh Nelayan sehingga dapat menghasilkan produk iklan yang bertahan lama, agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat . Dalam usaha menumbuhkan mental wirausaha itu sendiri diperlukan pribadi yang mau belajar, berlatih,bertindak untuk sukses yang berkelanjutan. Jika hal ini dapat dilakukan akan meningkatkan pengetahuan dan kretaivitas masyarakat dan diharapkan dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya.Abstract: Tampuna Village is located in the Bungi district, ± 22 km from the city of Baubau. The Tampuna Urban Village is divided into three villages: KB Village, Wanajati Village and Watabea Village, where the majority of the population works as fishermen and farmers. Tampung Village is geographically located in the southern part of the equator between 05018 ’- 05022’ South Latitude and between 122036 ’- 122044’ East Longitude and has an area of 6.74 km2. The aim of this training measure is to promote entrepreneurship through this training measure, especially for the fishermen of the Tampuna Village Community, so that what is produced is not limited to self-consumption and is sold before processing. The community is expected to improve its skills and knowledge, as well as innovations and differences in the management of the results achieved by fishermen, in order to produce long-lasting advertising products and thus increase people's income. To develop an entrepreneurial mentality, you need a person who is willing to learn, practice and act for sustainable success. If this can be done, the knowledge and creativity of the community will be increased and it is expected that this will be passed on to all surrounding communities.
PENYULUHAN PENTINGNYA PERAWATAN HUTAN KOTA DENGAN POLA PELIBATAN PEMUDA DAN REMAJA Nurul Mukhlishah; Harlina Harlina; Amran Amran; Agus Salim Syam
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.855 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1500

Abstract

Abstrak: Peran pemuda dalam melestarikan lingkungan hidup sangat penting dan dibutuhkan. Pemuda merupakan generasi penerus yang akan mewarisi bangsa ini, termasuk kekayaan alam dan lingkungan hidup di dalamnya. Bahkan harus meneruskan warisan itu kepada generasi yang akan datang. Warisan kekayaan alam dan lingkungan hidup ibarat warisan berkelanjutan, dan pemuda menjadi bagian di dalamnya. Agar warisan dan amanat itu terjaga, pemuda harus berperan aktif dalam melestarikan lingkungan hidup. Mengapa pemuda dan lingkungan hidup itu tidak bisa dipisahkan, Karena pemuda adalah agen perubahan. Upaya penguatan ekonomi nasional dan perbaikan kualitas lingkungan hidup Indonesia dimasa depan, harus diawali dengan membekali remaja dan atau pemuda sebagai agen perubahan. Bukan hanya sebagai penerima manfaat kualitas lingkungan hidup yang baik, peran pemuda harus dapat dioptimalkan sebagai subjek atau pelaku dari berbagai upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup, diantaranya; pelestarian hutan, konservasi keanekaragamanhayati, penurunan polusi udara, air, tanah, mitigasi-ataptasi perubahan iklim, penanggulangan bencana.Abstract: The role of youth in preserving the environment is very important and needed. Youth are the next generation who will inherit this nation, including the natural wealth and the environment in it. Even the inheritance must be passed on to future generations. The legacy of natural wealth and the environment is like a sustainable legacy, and youth is a part of it. In order for the inheritance and mandate to be maintained, youth must play an active role in preserving the environment. Why youth and the environment cannot be separated, because youth are agents of change. Efforts to strengthen the national economy and improve the quality of Indonesia's environment in the future must begin by equipping youth and / or youth as agents of change. Not only as a beneficiary of good environmental quality, the role of youth must be optimized as a subject or actor of various efforts to improve the quality of the environment, including; forest conservation, biodiversity conservation, reduction of air, water, soil pollution, climate change mitigation, disaster management.
SOSIALISASI TANGGAP BENCANA PADA MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN LITERASI MEDIA DI LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Iskandar Iskandar; Amin Saleh; Iwin Ardyawin; Muh. Rizqan R.; Intan Kurniani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.204 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1549

Abstract

Abstrak: Sosialisasi Tanggap Bencana Pada Masyarakat di Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Melalui Pendekatan Literasi Media Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Mataram, 2019. Kegiatan  ini  dilaksanakan sebagai bentuk pengamalan Chatur Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengbadian pada masyarakat dalam merespon isu kebencanaan yang berhubungan dengan pencegehan, mitigasi, kesiap-siagaan, dan literasi media. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah tersampainya informasi penanganan kebencanaan dengan menggunakan media sebagai sarana informasi, baik media cetak maupun online, serta pengetahuan praktis tentang cara mengantisipasi bahaya bencana. Tujuan lain adalah mengurangi resiko bencana yang menyebakan terjadi kerugian baik moril maupun materi pada masyarakat. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah metode sosialisasi dengan terlebih dahulu dilakukan observasi awal langsung bertemu dengan perangkat desa dan masyarakat, dengan menggunakan bahasa yang santun dan media yang dapat dipahami oleh masyarakat. Sasaran program pengabdian ini meliputi aparat desa, tokoh masyarakat, masyarakat umum, pemuda, dan para siswa, pada tingkatan, SMP, SMA, dan juga mahasiswa sebagai warga masyarakat setempat. Hasil dalam kegiatan ini adalah tersalurnya berbagai informasi dan langkah penanggunalan bencana yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membentuk kelompok peduli bencana, relawan bencana, dan tersediaanya peta resiko bencana disetiap lingkungan.Abstract: Disaster response socialization in communities through media literation approaches in Teros village, Labuhan Haji, east lombok. Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Mataram, 2019. This activity was carried out as one realization of the four higher education principles, it is in the field of dedication to the community in responding to disaster issues related to prevention, mitigation, preparedness, and media literacy. The aim of this activity is to gain the information on disaster management through media as a means of information, both on printed and online media. Moreover, it also aims to obtain practical knowledge on how to anticipate the danger of disasters. Another goal is to reduce the risk of disaster which causes both moral and material losses of the community. The method used in this dedication is the method of socialization by first observing the initial direct meeting to the village officials and community by using polite language and media that can be understood by the community. The targets of the service program include village officials, community leaders, the general public, youth, and students at the level of junior high and high school, and also the students in the local community members. The outcome of this activity is expected can contribute to the availability of various information related to the disaster mitigation. In the end, it helps foster community awareness to form disaster care groups, disaster volunteers, and the availability of disaster risk maps in each neighborhood.
OPTIMALISASI PERAN AKUNTAN PADA ERA 4.0 Kurniawan Kurniawan; Tine Badriatin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.012 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1621

Abstract

Abstrak: Penggunaan teknologi informasi pada era revolusi 4.0 khususnya peran akuntan tentu sudah menjadi kebutuhan dasar agar peran akuntan lebih optimal lebih siap dalam menghadapi era perkembangan zaman yang mana kesiapan itu tidak hanya semata dibutuhkan melalui teori semata yang harus dipelajari, namun juga optimalisasi peran akuntan akan kemampuan dan keterampilan seorang akuntan harus berkembang karena perannya dalam era menghadapi era komputerisasi 4.0 ini adalah menyediakan insight atas data, menganalisis, mengecek dan juga menginterpretasikan hasil. Oleh karena itu kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan untuk menyiapkan para calon akuntan yang siap menghadapi zaman tersebut. Peserta dari pengabdian ini adalah 200 orang mahasiswa akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi. Tujuan dari kegiatan ini adalah diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan serta kesiapan calon akuntan untuk menghadapi rintangan dan hambatan era revolusi 4.0 serta menghadapi  perkembangan zaman dimana selanjutnya akan menghadapi zaman society 5.0 sehingga siap menjadi seorang akuntan yang akuntabel.Abstract: The use of information technology in the 4.0 revolution era especially the role of accountants has certainly become a basic requirement so that the role of accountants is more optimally more ready to face the era of development where the readiness is not only needed through theory alone which must be learned, but also the optimization of the role of accountants for their abilities and an accountant's skill must develop because his role in the era facing the computerization 4.0 era is to provide insight into data, analyze, check and also interpret results. Therefore this activity is expected to be one of the activities to prepare prospective accountants who are ready to face the era. Participants from this service were 200 accounting students from the Faculty of Economics and Business at Siliwangi University. The purpose of this activity is expected to be an increase in knowledge and ability as well as the readiness of prospective accountants to face obstacles and obstacles of the 4.0 revolution era and to face the times when they will then face the era of society 5.0 so that they are ready to become an accountable accountant.
PEMBERDAYAAN HOME INDUSTRY GAGANG SABIT DI KLATEN MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT Toni Setiawan; R. Irlanto Sudomo
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.387 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1527

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan home industry gagang sabit di kabupaten klaten melalui program kemitraan masyarakat difokuskan pada pemecahan 2 (dua) masalah utama yakni masalah utama yang pertama ialah proses produksi dan masalah utama yang kedua adalah proses pemasaran. Masalah utama yang pertama yakni dilihat dari proses produksi, produsen gagang sabit di Kabupaten Klaten ini mempunyai 3 permasalahan, yakni 1) tidak adanya mesin/alat pemotong bahan baku, 2) alat yang digunakan kurang modern dan safety, dan 3) limbah kayu yang perlu di manfaatkan. Masalah utama yang kedua adalah proses pemasaran, yakni secara tradisional atau mulut ke mulut. Solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan permasalahnnya, antara lain: 1) untuk menggatasi masalah tidak adanya mesin/alat pemotong bahan baku, tim pengabdi mendesain dan membuat alat pemotong bahan baku; 2) untuk mengatasi masalah alat yang digunakan kurang modern dan safety, tim pengabdi mendesain ulang mesin bubut tradisional yang lebih modern dan mengedepankan faktor safety; 3) untuk mengatasi masalah limbah kayu yang perlu di manfaatkan, tim pengabdi mencari pihak yang mau menampung dan mengolah limbah kayu. Untuk mengatasi masalah proses pemasaran, tim pengabdi menggunakan internet marketing untuk pemasaran gagang sabit. Pemberdayaan ini dapat dikatan berhasil karena volume produksi yang sebelumnya 100 buah/hari menjadi 300 buah/hari. Abstract: Empowerment of the crescent handle home industry in Klaten district through a community partnership program over the resolution of 2 (two) main problems, namely the first main problem is the production process and the second major problem is the marketing process. The first major problem is seen from the production process, the manufacturer of sickle handles in Klaten Regency has 3 problems, namely 1) there is no raw material cutting machine / tool, 2) the tools used are less modern and safe, and 3) the wood waste needed in Take advantage. The second major problem is the marketing process, which is traditional or word of mouth. The solution to overcome these problems is done in several ways according to the problem, including: 1) to overcome the problem of the absence of machines / raw material cutting tools, the service team designs and manufactures raw material cutting tools; 2) to overcome the problem of tools that are used less modern and safe, the service team redesigned a more modern traditional lathe and put forward the safety factor; 3) to overcome the wood problem that needs to be utilized, the team is looking for parties who want to collect and process wood waste. To overcome the problem of the marketing process, the service team used internet marketing to market the sickle handles. This empowerment can be said to be successful because the previous production volume was 100 pieces / day to 300 pieces / day.
PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN DAN PERAWATAN BAHAN PUSTAKA BAGI STAF PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI BATUKLIANG LOMBOK TENGAH Rohana Rohana; Widiastuti Furbani; Amin Saleh; H. Muhammad Ali; Lalu Muhammad Turmuzi; Hijas Septiani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.561 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1604

Abstract

Abstrak: Pelatihan Pengolahan dan Perawatan Bahan Pustaka Bagi Staf perpustakaan Madrasah/Sekolah di Desa Selebung Kecamatan Batukliang Lombok Tengah. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram, 2019. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya perpustakaan dalam hal pengolahan dan perawatan bahan pustaka. Dalam upaya peningkatan tersebut, perlu diadakan pelatihan atau penyuluhan secara kontinyu dari instansi perpustakaan atau lembaga pendidikan tinggi terhadap para pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan sehingga kedepannya proses pengolahan, pelayanan, dan perawatan bahan pustaka dapat berjalan dengan baik dan fungsi serta tujuan lembaga pendidikan dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah dan praktik langsung dengan cara memaparkan terlebih dahulu materi-materi pengolahan dan perawatan. Kemudian peserta diberikan soal latihan untuk dipraktikkan. Sasaran pelatihan adalah pustakawan dan/atau staf perpustakaan madrasah/sekolah di desa Selebung. Hasil dari pelatihan ini adalah tersampaikannya informasi, pemahaman dan pengetahuan kepada peserta tentang pengolahan dan perawatan bahan pustaka sehingga informasi yang ada di perpustakaan tersalurkan dengan baik di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan pemahaman tentang perawatan juga diharapkan dapat meminimalisasi kerusakan dan mencegah bahan pustaka tidak sampai kepada pemustaka.Abstract: Library Collection Processing and Maintenance Training for Madrasah / School library staff in Selebung Village, Batukliang District, Central Lombok. Faculty of Social and Political Sciences, Muhammadiyah University, Mataram, 2019. The purpose of this activity is to improve the quality of library resources in terms of processing and maintaining library materials. In an effort to improve it, it is necessary to hold training or counseling continuously from library agencies or higher education institutions to the librarians and library technical personnel so that in the future the processing, service, and maintenance of library materials can run well and the functions and objectives of educational institutions can be achieved. The method used in this training is the lecture method and hands-on practice by first presenting processing and treatment materials. Then the participants were given practice questions to practice. The training targets are librarians and / or madrasa / school library staff in the village of Selebung. The results of this training are the delivery of information, understanding and knowledge to participants about the processing and maintenance of library materials so that the information in the library is distributed properly within the school and community. With an understanding of care is also expected to minimize damage and prevent library materials from reaching users.

Page 1 of 2 | Total Record : 12