cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2: July 2025" : 19 Documents clear
IPTEK DAN KOMUNIKASI ANTAR MANUSIA: KESANTUNAN YANG TERANCAM Wirajayadi, Lalu
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32642

Abstract

Setiap aspek kehidupan umat manusia tidak lepas dari berinteraksi antar satu sama lain. Bahasa merupakan wahana untuk berkomunikasi sekaligus berfungsi sebagai sarana berpikir dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan dalam bidang IPTEK berdampak pada pola kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Saat ini, kita dapat merasakan betapa besar pengaruh kemajuan dalam bidang IPTEK yakni, ketika berkomunikasi manusia tidak lagi dihadapkan dalam bentuk fisik akan tetapi melalui bahasa digital. Oleh karena itu, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk perkembangan IPTEK dan komunikasi antar manusia sebagai kesantunan yang terancam. Adapun penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kesantunan yang terancam. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah fenomena kehidupan berinteraksi/berkomunikasi yang masih dilakukan dalam kegiatan tertentu oleh masyarakat. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan catat. Sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif . Artinya, teknik yang berusaha menguraikan dan menggambarkan data yang telah dikumpulkan atau ada, kemudian selanjutnya dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi sebagai upaya untuk mencapai tujuan praktis, beriringan pula dengan perkembangan polsa hidup masyarakat menuju kearah globalisasi yang menyebabkan terjadinya pergeseran kesantunan dalam berkomunikasi.
ANALISIS ARSITEKTUR UMA LENGGE SEBAGAI REPRESENTASI NILAI BUDAYA PADA MASYARAKAT SUKU MBOJO Darmurtika, Linda Ayu; Aulya, Rahma Nurul; Muliana, Baiq; Iprianto, Iprianto; Wijaya, Argil; Aulia, Muhammad Rizkikal
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32665

Abstract

Uma Lengge merupakan salah satu warisan arsitektur tradisional masyarakat Suku Mbojo di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang sarat dengan nilai filosofi, fungsi sosial, dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Arsitektur Uma Lengge Sebagai Representasi Kearifan Lokal, struktur arsitektural, serta makna simbolik. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan, yaitu dari jurnal, buku, dan artikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk atap yang mengerucut melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan dan leluhur. Kepercayaan masyarakat Mbojo terhadap peran arwah leluhur yang bersemayam di bagian atas rumah menunjukkan dimensi spiritual yang kuat, sedangkan proses pembangunan yang melibatkan seluruh masyarakat mencerminkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Uma Lengge dibangun menggunakan material alami seperti kayu, bambu, dan alang-alang, dengan struktur panggung dan atap berbentuk kerucut yang mencerminkan prinsip ekologi dan spiritualitas yang mencerminkan pemahaman masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Selain Fungsi utama sebagai tempat penyimpanan padi menjadikan Uma Lengge sebagai simbol ketahanan pangan dan kemakmuran, sekaligus menunjukkan nilai-nilai perencanaan hidup dan penghargaan terhadap hasil kerja keras. Dengan demikian, Uma Lengge dapat dipandang sebagai entitas budaya yang menyatukan fungsi praktis dan simbolik secara integral. Temuan ini memperkuat urgensi pelestarian rumah adat sebagai bagian dari sistem pengetahuan lokal yang mengandung nilai-nilai luhur yang masih relevan hingga kini.
ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL DALAM CERITA NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA Habiburrahman, Habiburrahman; Supratman, Supratman; Arrahman, Rudi; Muslimin, Muslimin; Iskandar, Iskandar; Hafidzah, Putri
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.33050

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, dengan fokus pada kontribusinya dalam menciptakan kesatuan dan keterpaduan wacana. Penelitian ini mengaplikasikan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ini adalah analisis data dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran kohesi dalam kelancaran narasi serta penyampaian pesan moral dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kohesi gramatikal, yang meliputi referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi, dengan terbukti adanya efektif dalam membangun hubungan antarbagian teks melalui pengacuan, penggantian, serta penyusunan antarproposisi. Sementara itu, kohesi leksikal terdapat repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, dan hiponimi, yang memperkaya alur cerita dengan memperkuat tema, memberikan variasi kosakata, dan memperjelas hubungan antar kata kedua jenis kohesi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap keutuhan dan kelancaran alur cerita, yang memudahkan pembaca dalam mengikuti dan mengapresiasi pesan moral yang disampaikan oleh penulis. Abstract:  This study aims to analyze the role of grammatical cohesion and lexical cohesion in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata, focusing on contribution in creating unity and cohesiveness of discourse. This research applies a qualitative descriptive method. The data collection techniques are data analysis and documentation to gain a more comprehensive understanding of the role of cohesion in the fluency of the narrative as well as the delivery of moral messages in the novel. The results show that there is grammatical cohesion, which includes reference, substitution, ellipsis, and conjunction, with evidence of effectiveness in building relationships between parts of the text through reference, substitution, and inter-propositional arrangement. Meanwhile, lexical cohesion includes repetition, synonymy, antonymy, collocation, and hyponymy, which enrich the storyline by strengthening the theme, providing vocabulary variation, and clarifying the relationship between words. Both types of cohesion contribute significantly to the integrity and fluidity of the storyline, which makes it easier for readers to follow and appreciate the moral message conveyed by the author.
Refleksi Pembelajaran di SMA Negeri 4 Mataram: Studi Kasus Selama Program PLP Hardi, Rahmat Sulhan; Waluyan, Roby Mandalika; Aswad, Zamratul; Anlyani, Yuyun; Hilaliati, Nafah; Setiawan, Imam Adi; Am Andesa, Lalu Arfa; Ramdani, Rizal; Rizki, Afif
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.29843

Abstract

Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1 merupakan kegiatan akademik yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami praktik pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan proses pembelajaran di SMA Negeri 4 Mataram selama pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 (PLP 1). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, serta refleksi dari kegiatan praktik di lapangan. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah berjalan cukup efektif dengan strategi dan metode yang bervariasi, namun masih terdapat beberapa tantangan, seperti manajemen kelas dan penerapan teknologi dalam pembelajaran. Refleksi yang dilakukan memberikan gambaran tentang pentingnya peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan inovatif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam persiapan menjadi pendidik profesional.
Strategi Dalam Meningkatkan Minat Baca Melalui Kegiatan Lingkungan Terbuka Bagi Siswa Sekolah Dasar Akbar, M Aris; Erwin, Akhmad Zainul; Firmansyah, Ary; Sapparingga, Zaini; Ariansyah, Ariansyah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32863

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun strategi dalam meningkatkan minat baca melalui kegiatan literasi di lingkungan terbuka bagi siswa sekolah dasar, dengan SDN 05 Pengadangan sebagai tempat penelitian. Metode yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas yang mengintegrasikan metode kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui metode pengamatan, wawancara, serta evaluasi keterampilan membaca sebelum dan setelah pelaksanaan program literasi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semangat dan kemampuan membaca siswa meningkat secara signifikan saat berpartisipasi dalam program literasi di luar ruangan dibandingkan dengan di dalam kelas. Kondisi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna dibangun melalui program literasi di luar ruangan, sehingga mendorong semangat siswa untuk membaca. Strategi yang diterapkan mencakup pemilihan bahan bacaan yang berkaitan dengan lingkungan setempat, penerapan metode pengajaran yang interaktif, serta memberikan peluang bagi siswa untuk berinovasi. Penelitian ini mengusulkan bahwa program literasi di lingkungan alam dapat menjadi pilihan yang efektif untuk membangun budaya membaca yang berkelanjutan di tingkat sekolah dasar. Dengan demikian, program literasi yang kreatif ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan minat baca siswa secara signifikan dan mendukung pembelajaran yang lebih menyeluruh. Dampak dari penelitian ini sangat penting bagi para guru dan pengelola sekolah dalam menyusun program literasi yang lebih menarik dan efisien.
Analisis Aktivitas Belajar Siswa melalui Media Pembelajaran Monopoli RAGANUSA pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SD Aulia Rahmadanti, Daffa; Putri Sintiyawati, Ersha; Ardelia Qatrunada, Talitha; Wijayanti, Kurnia; Dwi Aryanti, Ratna; Masfuah, Siti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32780

Abstract

Low learning activity is still a challenge in learning Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools, especially on the material of Indonesian cultural diversity. This study aims to analyze the effectiveness of using RAGANUSA monopoly learning media in increasing the learning activities of fifth grade students in IPAS subjects. Monopoly RAGANUSA is a learning media based on a modified monopoly game with the content of the archipelago's cultural diversity to create contextual, fun, and meaningful learning. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of teachers and 10 fifth grade students of SD 4 Dersalam. Data analysis used the Miles and Huberman model which includes the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the RAGANUSA Monopoly media was able to significantly increase students' learning activities, especially in the aspects of interest, active involvement, and positive attitudes towards learning. Validation by material experts, media, and practitioners stated that this media is very feasible to use, both from the aspects of content, concept clarity, visual design, technical, and innovation. The response of teachers and students to the use of the media was also very positive; students showed high enthusiasm, while teachers felt helped in delivering the material in a more interesting and interactive manner.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 6 SDN 13 Ampenan pada Materi Titik Koordinat Menggunakan Media Interaktif Pakartus (Papan Koordinat Kartesius) Ismi, Rosiatul; Raodah, Zahratur; Astuti, Zulfa Tri; Jannah, Miftahul; Assyifa, St Hur’ien; Muhdar, Syafruddin; Yuniartri, Dian; Banun, Sri
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.34323

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VI SDN 13 Ampenan pada materi titik koordinat melalui penerapan media interaktif Pakartus (papan koordinat kartesius). Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 25 siswa kelas VI. Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian sebanyak tiga soal, yang diberikan pada akhir setiap siklus. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 68% pada pra siklus menjadi 100% pada siklus I dan II. Rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan dari 83,2 pada pra siklus menjadi 96,8 pada siklus I dan 97,6 pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif Pakartus secara efektif dapat meningkatkan pemahaman konsep titik koordinat. Hasil ini sejalan dengan teori konstruktivisme dan pembelajaran multimedia yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta didik dan penggunaan media visual dalam membangun pemahaman konseptual.Abstract:  This study aims to improve the learning outcomes of sixth-grade students at SDN 13 Ampenan on the topic of coordinate points through the use of an interactive learning medium called Pakartus (Cartesian coordinate board). The method employed is classroom action research (CAR) using a quantitative approach. The subjects of the study were 25 sixth-grade students. Data were collected using three open-ended test items administered at the end of each cycle. The study was conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The results indicated a significant improvement in student learning outcomes, with classical completeness increasing from 68% in the pre-cycle to 100% in both the first and second cycles. The students' average scores also increased from 83.2 in the pre-cycle to 96.8 in the first cycle and 97.6 in the second cycle. These findings demonstrate that the use of the interactive Pakartus medium effectively enhances students’ conceptual understanding of coordinate points. The results align with constructivist theory and multimedia learning principles, which emphasize the importance of active student engagement and the use of visual media in building conceptual understanding.
KESANTUNAN BERBAHASA SANTRI DALAM PERGAULAN DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL BAYAN MAKASSAR Supratman, Supratman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.34143

Abstract

Abstrak: Bahasa sebagai alat interaksi sosial untuk menyampaikan ide atau gagasan yang digunakan oleh manusia, tentu harus memperhatikan konsep kesantunan dalam menggunakan bahasa agar penerima informasi (mitra tutur) dapat merespon dengan baik. Konsep kesantunan berbahasa salah satu teori yang mengkajinya adalah kajian pragmatik, khususnya yang berkaitan dengan kosep kesantunan berbahasa daan wujud kesantunan. Maka untuk mengetahui konsep kesantunan berbahasa santri di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar perlu diteliti. Masalah dalam penelitian ini (1) bagaimana penggunaan maksim kesantunan berbahasa Indonesia santri dalam pergaulan di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar, (2) bagaimana wujud kesantunan imperatif berbahasa Indonesia santri dalam pergaulan di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar.Tujuan penelitian ini (1) mengkaji penggunaan maksim kesantunan berbahasa Indonesia santri dalam pergaulan di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar, (2) mengkaji wujud kesantunan imperatif berbahasa Indonesia santri dalam pergaulan di lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data perekaman, mencatat, dan transkripsi.Hasil penelitian menunjukkan bahawa: ada beberapa tuturan santri bertentangan dengan enam macam maksim kesantunan yang dikemukakan oleh Leech yaitu, (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kedermawanan, (3) maksim penghargaan, (4) maksim kesederhaan, (5) maksim pemufatan atau kecocokan, dan (6) maksim kesimpatisan. Wujud kesantunan imperatif tuturan santri dalam penelitian ini meliputi: (1) imperatif perintah, (2) imperatif suruhan, (3) imperatif permintaan, (4) imperatif desakan, (5) imperatif yang bermakna bujukan, (6) imperatif dengan makna ajakan, (7) imperatif dengan makna larangan, (8) imperatif yang menyatakan makna harapan, (9) tuturan imperatif umpatan, (10) imperatif yang mengandung makna anjuran, dan (11) tuturan imperatif ngelulu. Diharapkan kepada santri agar memperhatikan kesantunan dalam berbahasa agar mencerminkan bahasa yang santun. Kepada peneliti selanjutnya tesis ini bisa dijadikan sebagai referensi tambahan untuk meneliti selanjutnya.Abstract: Language as social interaction tool to convey idea used by human must certainly notice the politeness consept in using language so the recipient of the infromation (intelekutor) could respond well. Language politeness consept is a theory which is exemined in pragmatic, particulary aligned with language politeness concept ang politeness form. Thus, the student language politeness concept in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar needs to be studied. The problems of the research are (1) how is the utilization of Bahasa Indonesia politeness maxims of the student in intercommunication in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar, (2) hoe re the forms of Bahasa Indonesia politeness maxims of the student in the intercommunication in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar. The objektives of the research are to examine (1) the utilization of Bahasa Indonesia politeness maxims of the student in intercommunication in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar, (2) hoe re the forms of Bahasa Indonesia politeness maxims of the student in the intercommunication in the environment of Pondok Pesantren Al Bayan Makassar. The research is qualitative descriptive research. Data were collected by employing recording, note-taking, and transcription techniques.The results of the research reveal that: there are several of the student’ speeches which are contradictid with the six types of politeness maxims as stated by Leech, namely (1) wisdom maxim, (2) generosity maxim, (3) appreciation maxim, (4) simplicity maxim, (5) agreement and suitability maxim, and (6) symphaty maxim. The forms of the students’ imperative politeness speeches in the research cover: (1) order imperative, (2) errand imperative, (3) request imperative, (4) insistence imperative, (5) persuation imperative, (6) solicitation imperative, (7) prohibition imperative, (8) hope imperative, (9) swearing imperatif, (10) suggestion imperatif, and (11) satirize imperative. The student are axepected to notice politeness in the speaking so it can reflec polite language. It is axepected thet the next researchers can use this study as additional reference to conduct further research.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Literasi Membaca Anak Pada Kelas Rendah di Madsrasah Ibtidaiyah Ainul Yakin NW Punikasih Desa Masmas Lindayana, Lindayana
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.34145

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran krusial dan hambatan orangtua dalam meningkatkan literasi membaca anak pada jenjang Madrasah Ibdtidaiyah di kelas rendah. Literasi membaca pada anak merupakan fondasi penting bagi keberhasilan akademik dan perkembangan kognitif anak secara keseluruhan. Orang tua, sebagai pendidik pertama dan utama, memiliki pengaruh signifikan dalam menumbuhkan minat baca pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif. Subjek penelitian ini adalah orang tua dari siswa Madrasah Ibtidaiyah NW Punikasih sebanyak 10 orang. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang ditemukan dalam peneliti adalah, 1) Peran orang tua dalam upaya meningkatkan literasi membaca pada anak yakni orang tua sebagai pendidik, teladan, fasilitator, motivator, dan orang tua sebagai pemberi reward 2) Hambatan yang dialami oleh orang tua yaitu orang tua tidak mempunyai banyak waktu bersama anak, orang tua tidak menyediakan ruang belajar, minimnya sumber bacaan, serta orang tua yang kurang mengetahui metode yang pas dalam membaca untuk anak. Beberapa peran tersebut dapat menjadi faktor untuk meningkatan literasi membaca pada anak, di mana peran orang tua mernjadi salah satu bentuk dukungan yang dibutuhkan oleh seorang seorang anak dalam meningkatkan literasi membaca. Abstract: This study aims to examine the crucial role and obstacles of parents in improving children's reading literacy at the Madrasah Ibtidaiyah level in lower grades. Reading literacy in children is an important foundation for academic success and overall cognitive development of children. Parents, as the first and foremost educators, have a significant influence in fostering reading interest in children. This study uses a descriptive qualitative method. The subjects of this study were parents of 10 students of Madrasah Ibtidaiyah NW Punikasih. Data collection used observation, interview, and documentation techniques. The results found in the researcher are, 1) The role of parents in efforts to improve reading literacy in children, namely parents as educators, role models, facilitators, motivators, and parents as reward givers 2) Obstacles experienced by parents are parents do not have much time with their children, parents do not provide study space, minimal reading resources, and parents who do not know the appropriate method in reading for children. Some of these roles can be factors in increasing reading literacy in children, where the role of parents is one form of support needed by a child in increasing reading literacy.                   

Page 2 of 2 | Total Record : 19