cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 120 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2022): September" : 120 Documents clear
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO-ENZYME YANG BERPOTENSI SEBAGAI HAND SANITIZER PADA PARA IBU RUMAH TANGGA KELURAHAN SUNGAI PINANG LUAR SAMARINDA Rusdi Rusdi; Fajar Alam
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10349

Abstract

ABSTRAKSampah menjadi salah satu permasalahan di lingkungan. Sampah merupakan masalah penting yang dapat merusak keseimbangan ekosistem lingkungan. Kelurahan Sungai Pinang Luar Samarinda Salah satu wilayah dengan jenis sampah yang banyak ditemukan yakni berupa sampah organik. Masih banyaknya masyarakat yang belum paham dalam mengolah sampah organik, sehingga masyarakat cenderung langsung membuang ke TPS ataupun TPA. Tujuan kegiatan ini adalah memahamkan masyarakat dalam hal ini para ibu rumah tangga Kelurahan Sungai Pinang Luar Samarinda tentang bahaya sampah organik ketika tidak dikelola dengan baik serta manfaat yang diperoleh dalam pengolahan sampah organik secara bijaksana, sehingga dibentuk sebuah upaya tindakan melalui pelatihan dalam pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan langsung kepada para ibu rumah tangga kelurahan Sungai Pinang Luar dalam pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme. Hasil dari kegiatan ini masyarakat kelurahan Sungai Pinang Luar semakin memahami bahaya dari sampah organik jika tidak dikelola dengan baik, dan selanjutnya melaksanakan salah satu solusi dalam penanganannya berupa pengolahan menjadi eco-enzyme. Melalui kegiatan tersebut masyarakat akhirnya dapat memahami dengan baik dan sistematis cara pembuatan eco-enzyme, serta indikator keberhasilan pembuatan eco-enzyme yakni berupa warna kecoklatan, bau khas fermentasi, serta pH ≤ 4. Eco-enzyme yang dihasilkan kemudian diolah selanjutnya menjadi produk hand sanitizer. Kata Kunci: pelatihan; sampah organik; eco-enzyme; hand sanitizer. ABSTRACTWaste is one of the problems in the environment. Waste is an important problem that can demage the balance of environmental ecosystems. Sungai Pinang Luar Samarinda village, one of the areas with the common types of waste is in the form of organic waste. There are still many people who don’t understand how to process organic waste, so that people tend to throw them directly into TPS or TPA. The purpose of this activity is to understand the community, in this case the housewives of Sungai Pinang Luar village about the dangers of organic waste when not managed properly and the benefits obtained in processing organic waste wisely, so that an action effort is formed through training in processing organic waste into eco-enzymes. The method used in this service is direct training to housewives in Sungai Pinang Luar village in processing organic waste into eco-enzymes. The result of this activity, the people of Sungai Pinang Luar village are increasingly understanding the dangers of organic waste managed properly, and then implement one of the solutions in its handling in the form of processing into eco-enzymes. Through these activities, the community can finally understand well and systematically how to make eco-enzymes, as well as indicators of the success of making eco-enzymes, namely in the form of a brownish color, characteristic odor of fermentation, and pH ≤ 4.. the resulting eco-enzyme is then processed further into hand sanitizer products. Keywords: training; organic waste; eco-enzyme; hand sanitizer.
AKTUALISASI INDUSTRI 4.0 DALAM RANGKA PENINGKATAN LITERASI DIGITAL GURU PAUD Anisa Zahwa Akbara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10597

Abstract

ABSTRAKPeningkatan literasi digital terhadap guru merupakan hal yang perlu dilakukan di era revolusi industri 4.0 saat ini. Semenjak pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap dunia pendidikan, tuntutan kompetensi digital guru karena adanya kebijakan pembelajaran secara daring menjadi sangat vital. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan digital guru PAUD melalui pelatihan pengoperasian aplikasi Zoom di PAUD Ceria Anak Bangsaku, Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung sebanyak 6 orang. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pelatihan aplikasi Zoom yang dibagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa literasi digital guru PAUD meningkat setelah diberi pelatihan yang dapat dilihat dari indikator pada tahapan evaluasi. Hasil evaluasi dari 6 guru PAUD yang terlibat menunjukkan bahwa 83% menjadi lebih tahu aplikasi Zoom dan cara pengoperasiannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegiatan ini berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu peningkatan literasi digital pada guru PAUD. Kata kunci : peningkatan literasi digital; guru PAUD; aplikasi Zoom ABSTRACTIncreasing digital literacy for teachers is something that needs to be done in the current era of the industrial revolution 4.0. Because the Covid-19 pandemic has had an impact on the world of education, the need for digital teacher competence due to learning policies is very important. Therefore, this community service was carried out with the aim of increasing the digital skills of nursery school teachers through training on the operation of Zoom application at Ceria Anak Bangsaku (CAB) nursery school, Jabon Mekar Village, Parung District. The method applied in this activity was training. It was divided into 3 (three) stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the training showed that the digital literacy of CAB teachers increased after training had given. It was seen from the indicators at the evaluation stage. The evaluation results showed that 83% CAB teachers becoming more familiar with Zoom application and how operate it. Thus, this community service was in accordance with the objective of this activity which was increasing digital literacy for nursery school teachers. Keywords: digital literacy improvement; nursery school teacher; Zoom application
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KOTORAN HEWAN MENJADI PUPUK ORGANIK DAN BIOGAS DI PIMPINAN RANTING MUHAMMADIYAH PANTI KABUPATEN JEMBER Amri Gunasti; Abadi Sanosra; Iskandar Umarie; Nanang Saiful Rizal; Muhtar Muhtar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8812

Abstract

ABSTRAKAda dua hal yang di identifikasi sebagai problem yang perlu segera ditangani di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Panti. Pertama, adanya tumpukan sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga. Kedua, limbah yang berasal dari kotoran sapi, yang berpotensi mencemari udara, air serta tanah. Tujuan kegiatan ini adalah agar masyarakat yang ada disekitar Pimpinan Ranting Muhammadiyah mampu mengaplikasian program pembuatan pupuk organik dan biogas untuk skala rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan cara Menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat, mengidentifikasi jumlah timbulan sampah organik, mengidentifikasi jumlah kotoran hewan serta melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan metode Takakura. Mitra sasaran adalah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Panti, berada dibawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Panti serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember. Dari kegiatan ini sekitar 60 persen anggota masyarakat yang tergabung dalam program ini sudah mahir membuat pupuk organik. Sedangkan sisanya 40 persen sudah mengaplikasikan tetapi masih perlu ditingkatkan keterampilannya, baik urutan proses maupun beberapa kesalahan kecil. Dalam proses pembuatan biogas diketahui bahwa 45 persen masyarakat yang tergabung dalam program ini sudah mahir mengaplikasikan teknologi pembuatan biogas, selebihnya 55 persen harus mendapat pendampingan lebih lanjut dari Tim PKMS Universitas Muhammadiyah Jember dan MPM Kabupaten Jember.   Kata kunci: sampah organik; pupuk organik; biogas; kotoran hewan. ABSTRACTThere are two things that have been identified as problems that need to be addressed immediately at the Branch Leadership of Muhammadiyah Panti. First, there is a pile of organic waste that comes from household waste. Second, waste that comes from cow dung, which has the potential to pollute the air, water and soil. The purpose of this activity is so that the community around the Muhammadiyah Branch Leadership is able to apply the program for making organic fertilizers and biogas for household scale. The method of implementing this activity is carried out by establishing communication and cooperation with the Community Empowerment Council, identifying the amount of organic waste generated, identifying the amount of animal waste and carrying out training on making organic fertilizer using the Takakura method. The target partners are the Branch Leaders of Muhammadiyah (PRM) Panti, under the leadership of the Muhammadiyah Panti Branch and the Regional Leadership of Muhammadiyah (PDM) Jember Regency. From this activity, about 60 percent of community members who are members of this program are proficient in making organic fertilizers. While the remaining 40 percent have applied but still need to improve their skills, both in the sequence of processes and some minor mistakes. In the process of making biogas, it is known that 45 percent of the people who are members of this program are proficient in applying biogas production technology, the remaining 55 percent must receive further assistance from the PKMS Team of Muhammadiyah University of Jember and MPM of Jember Regency. Keywords: organic trash; organic fertilizer; biogas; animal waste
PEMBERDAYAAN PENDAMPING PERSALINAN MELALUI OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN UNTUK KELAHIRAN ALAMI Rina Nursanti; Eprila Eprila; Wilma Wilma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9295

Abstract

ABSTRAKMenghadirkan pendamping persalinan dalam proses persalinan, adalah dasar asuhan kasih sayang ibu. Pada sebuah penelitian, terbukti bahwa ibu hamil yang diperhatikan dan diberi dukungan sejak awal kehamilan oleh pendamping persalinan, akan mendapatkan rasa aman dan nyaman selama proses persalinan. Namun, tidak semua pendamping persalinan mampu melakukan tugasnya dengan baik. Tidak sedikit pendamping persalinan yang memiliki pengetahuan yang minim terhadap menjadi seorang pendamping persalinan.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan pendamping persalinan untuk mengoptimalisasikan pengetahuan dan keterampilan tentang kelahiran  alami dengan mengikuti Kelas Edukasi Kehamilan. Adapun metode yang digunakan dalam kegaiatan ini adalah pelatihan Kelas Edukasi Kehamilan, menggunakan media ceramah, tanya jawab, diskusi, video dan praktik. Hasil kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pendamping persalinan dalam mendamping kelahiran alami. Peningkatan pengetahuan sekitar 60% dari 2 pendamping yang memiliki pengetahuan pada tingkatan baik, menjadi 8 pendamping persalinan yang memiliki pengetahuan  tentang pendampingan persalinan dengan baik dan peningkatan keterampilan yang dimiliki oleh pendamping persalinan sebesar 70%, dimana sebelum diberlakukannya pengabdian masyarakat ini, tidak satupun dari 10 pendamping memilki keterampilan yang baik sebagai pendamping persalinan, setelah dilakukannya pengabdian masyarakat ini, 7 dari 10 pendamping persalinan kemudian termasuk dalam kategori baik sebagai pendamping persalinan Kata Kunci: kelahiran alami; kelas edukasi kehamilan; pendamping persalinan ABSTRACTPresenting a birth attendant in the delivery process is the basis of maternal care. In a study, it is proven that pregnant women who are cared for and given support from the beginning of pregnancy by birth attendants will get a sense of security and comfort during the delivery process. However, not all birth attendants are able to perform their duties properly. Not a few birth attendants have minimal knowledge about being a birth attendant. The purpose of this community service activity is to empower birth attendants to optimize knowledge and skills about natural birth by attending Pregnancy Education Classes. The method used in this activity is Pregnancy Education Class training, using media lectures, questions and answers, discussions, videos and practice. As a result of the activity, there was an increase in knowledge and skills of birth attendants in assisting natural births. Increased knowledge of about 60% from 2 assistants who have knowledge at a good level, to 8 birth attendants who have good knowledge of childbirth assistance and an increase in skills possessed by birth attendants by 70%, where before the implementation of this community service, none of the 10 companions have good skills as birth attendants, after this community service, 7 out of 10 birth attendants are then included in the good category as birth attendants Keywords: childbirth assistant; natural birth; pregnancy education class
PENGOLAHAN DENDENG AYAM DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG SEBAGAI SUMBER PENGASAP Yessy Tamu Ina; Kristian Djawa Mehang; Nikodemus Luta Ana Meha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8778

Abstract

ABSTRAKTujuan Pengabdian di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK N 4 Lewa)  adalah melatih kemampuan siswa/siswi untuk menghasilkan asap cair dengan pemanfaatan limbah tongkol jagung dan melatih siswa/siswi untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang metode pengaplikasian asap cair dalam proses pengolahan daging dengan menghasilkan produk dendeng  ayam dengan varian rasa asap yang khas, dengan pertimbangan nilai gisi yang baik dan sehat. Kegiatan ini merupan PkM dosen mandiri. Pelaksanaan PkM dilakukan di SMK N 4 Lewa, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jarak dari kampus Universitas Kristen Wira Wacana Sumba ke lokasi mitra adalah 57 km. Waktu pelaksanaannya terhitung mulai 18 Agustus – 30 November 2021. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah siswa/ siswi jurusan peternakan dan perwakilan guru-guru kejuruan.   Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini  terdiri dari 50 orang. Kegiatan PkM ini terdiri dari tahap pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pelatihan dan monitoring  evaluasi kegiatan dengan cara menyebarkan kuisioner dan meminta tanggapan peserta terhadap kepuasan kegiatan dan produk yang dihasilkan. Hasil yang dicapai adalah siswa/ siswi dengan mudah melakukan praktek pengolahan asap cair dengan memanfaatkan limbah tongkol jagung dan memiliki kemampuan pengaplikasian asap cair dalam pengolahan daging dengan menghasilkan produk dendeng ayam dengan varian rasa asap yang khas.  Kata kunci: tongkol jagung; asap cair; dendeng ayam ; wirausaha ABSTRACTThe purpose of Service at Vocational High School (SMK N 4 Lewa) is to train students' abilities to produce liquid smoke by utilizing corncob waste and to train students to have knowledge and skills about methods of applying liquid smoke in the meat processing process by producing beef jerky products. Chicken with a distinctive smoked flavor, with good and healthy nutritional value in mind. This activity is an independent lecturer PkM. The implementation of PkM was carried out at SMK N 4 Lewa, Lewa District, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara Province. The distance from the Wira Wacana Christian University Sumba campus to the partner location is 57 km. The implementation time is from 18 August – 30 November 2021. The partners involved in this activity are students from the livestock department and representatives of vocational teachers. The number of participants who took part in this activity consisted of 50 people. This PkM activity consists of a pre-activity stage, implementation of activities in the form of training and monitoring of activity evaluations by distributing questionnaires and asking participants for responses to the satisfaction of activities and products produced. The results achieved are students easily practice liquid smoke processing by utilizing corncob waste and have the ability to apply liquid smoke in meat processing by producing chicken jerky products with a distinctive smoke flavor variant. Keywords: corn cobs; liquid smoke; chicken jerky; entrepreneur
PEMBERDAYAAN PETANI KARET DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA SUNGAI DUREN KABUPATEN MUARA ENIM Sukarni Aprianinur; Rena Yanti; Riska Febriyanti; Sapna Sapna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10617

Abstract

ABSTRAKSalah satu contoh potensi wilayah Indonesia dalam sektor pertanian ialah perkebunan karet, yang dimana perkebunan karet memiliki peranan yang sangat penting dari segi sosial dan ekonomi. Kegiatan  ini untuk mendeskripsikan tujuan dengan meningkatkan perekonomian petani karet desa Sungai Duren. Yang diperoleh dari hasil jual beli terhadap pengempul dari hasil perkebunan karet. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan, di Desa Sungai Duren Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim merupakan warga trasmigran yang menghandalkan hasil perkebunan karet guna mencukupi perekonomian masyarakat sekitar. Namun harga karet seringkali turun bahkan berubah-ubah sehingga harga karet tidak stabil. Pendapatan yang dihasilkan masyarakat pun tidak banyak karena terkendala  akses jalan menuju kota  yang sangat jauh dari pemukiman sehingga para petani karet menggunakan jasa pengempul dan menjualkan hasil perkebunan dengan cara lelang kepada para bos karet disana. Dalam kegiatan kali ini tim pengabdian  menggunakan pemberdayaan lapangan  dengan melihat langsung lokasi yang akan dianalisis yaitu perkebunan karet di Desa Sungai Duren. Penulis juga menggunakan metode wawancara kepada salah satu petani karet di Desa Sungai Duren. Strategi pemasaran pada Desa Sungai Duren belum cukup baik dikarenakan masih adanya oknum pengepul yang masih semena-mena dalam proses jua beri karet. Kata kunci: pemberdayaan; petani karet; desa sungai duren; lembak.                                                                    ABSTRACTOne example of the potential of Indonesia's territory in the agricultural sector is rubber plantations, where rubber plantations have a very important role from a social and economic perspective. Based on the results of the activities carried out, in Sungai Duren Village, Lembak District, Muara Enim Regency, there are transmigrants who rely on rubber plantation products to meet the economy of the surrounding community. However, rubber prices often fall and even fluctuate so that rubber prices are unstable. The income generated by the community is not much because it is constrained by road access to the city which is very far from settlements so that rubber farmers use the services of collectors and sell plantation products by auction to the rubber bosses there. In this activity, the service team used field empowerment by looking directly at the location to be analyzed, namely the rubber plantation in Sungai Duren Village. The author also uses the interview method to one of the rubber farmers in Sungai Duren Village. The marketing strategy in Sungai Duren Village is not good enough because there are still unscrupulous collectors who are still arbitrarily in the process of selling rubber                         Keyword : empowerment; rubber farmer; duren river village; lembak.
EDUKASI PENYAKIT THALASEMIA PADA MAHASISWA STIKES MUHAMMADIYAH CIAMIS Doni Setiawan; Henri Setiawan; Ary Nurmalasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9655

Abstract

ABSTRAKPrevalensi penyakit thalasemia di Indonesia, seperti di Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Prinsip utama pencegahan munculnya penderita thalasemia baru adalah dengan mencegah kelahiran bayi thalasemia. Program yang efektif untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan pendidikan publik penyakit thalasemia. Kegiatan program yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan tersebut adalah kegiatan edukasi penyakit thalassemia pada mahasiswa.   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang penyakit thalasemia sehingga dapat mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kejadian kelahiran thalasemia. Metode kegiatan ini dilakukan dengan sosialisasi penyakit thalassemia yang diikuti  oleh 82 mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis, Jawa Barat yang dilakukan secara daring. Tahapan kegiatan meliputi pembuatan buku digital thalasemia, penyebaran informasi kegiatan, pengerjaan pre test, sesi pemaparan materi, dan sesi evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini memperlihatkan kenaikan nilai rerata dan median post test yaitu 34% dan 50%. Hal ini menunjukkan setelah kegiatan ini terjadi peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap penyakit thalasemia. Intervensi berupa edukasi dengan media buku digital dapat meningkatkan pemahaman terhadap penyakit thalasemia. Kata kunci: edukasi; thalasemia; buku digital; pelajar ABSTRACTThe increasing prevalence of thalassemia in Indonesia needs to be alerted. The main principle of preventing the emergence of new thalassemia sufferers is to prevent the birth of thalassemic babies. Effective programs to reduce the prevalence are public education, career screening, counseling, and information about the diagnosis. This community service activity aims to increase student understanding regarding thalassemia disease so that it can support government programs in reducing the incidence of thalassemia births. This community service was attended by 82 students of STIKes Muhammadiyah Ciamis, West Java. This community service was conducted online. There are several stages carried out in this activity, namely the creation of a thalassemia digital book, dissemination of activity information, pre-test work, material presentation sessions, and evaluation sessions. The results of this community service activity raised the average and median scores for the post-test, namely 66.97 and 80. This shows that after these activities there was an increase in students' understanding of thalassemia disease. Interventions in the form of education with ebook media can increase understanding of thalassemia disease. Keywords: education; thalassemia; ebook; student
EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN STUNTING WARGA RT 14 KELURAHAN BUKIT PINANG, KOTA SAMARINDA Anggita Yudha Septyawan; Melia Rianti; Puput Irawati; Deddy Alif Utama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10606

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan permasalahan gizi kronis pada balita yang ditandai dengan kondisi tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Stunting menjadi permasalahan gizi yang hampir ada disetiap daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang memiliki permasalahan stunting yaitu Kalimantan Timur. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait dengan stunting. Metode yang digunakan melalui beberapa tahap yaitu prakegiatan : survei dan penentuan lokasi, menentukan prioritas masalah ; tahap kegiatan meliputi wawancara, kuestioner, penyuluhan; tahap evaluasi : pengolahan data hasil kuestioner dan pelaporan. melibatkan ketua RT, kader posyandu setempat dan masyarakat dengan jumlah 9 orang yang menjadi responden. Berdasarkan hasil Pre-Test pengetahuan terkait stunting, terdapat 9 (100%) responden yang memiliki pengetahuan kurang, 0 (0%) responden yang memiliki pengetahuan cukup, dan 0 (0%) responden yang memiliki pengetahuan baik. Kemudian hasil Post-test pengetahuan terkait stunting , terdapat 0 (0%) responden yang memiliki pengetahuan kurang, 6 (66,7%) responden yang memiliki pengetahuan cukup, dan 3 (33,3%) responden yang memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan hasil pretest dan post-test dari data uji statistik terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan tindakan berupa penyuluhan dengan topik utama stunting di Kelurahan Bukit Pinang RT 14 Kota Samarinda. Kegiatan penyuluhan menunjukkan adanya  pengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Kata kunci: stunting; penyuluhan; efektifitas. ABSTRACTStunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by a condition of shorter height compared to children their age. Stunting is a nutritional problem that almost exists in every region in Indonesia. One of the areas that has stunting problems is East Kalimantan. The purpose of community service is to increase community knowledge related to stunting. The method used goes through several stages, namely pre-activity: surveying and determining the location, determining the priority of the problem; the stage of activity includes interviews, questionnaires, counseling; evaluation stage: processing of questionnaire result data and reporting. involving the head of the RT, local posyandu cadres and the community with a total of 9 people who were respondents. Based on the results of the Pre-Test of knowledge related to stunting, there are 9 (100%) respondents who have less knowledge, 0 (0%) respondents who have sufficient knowledge, and 0 (0%) respondents who have good knowledge. Then the results of the Post-test of knowledge related to stunting, there were 0 (0%) respondents who had less knowledge, 6 (66.7%) respondents who had sufficient knowledge, and 3 (33.3%) respondents who had good knowledge. Based on the results of the pretest and post-test from statistical test data, there was an increase in knowledge after being given actions in the form of counseling with the main topic of stunting in Bukit Pinang Village RT 14 Samarinda City. Counseling activities show a positive influence on increasing public knowledge. Keywords: stunting; extension; effectiveness.
PENGUATAN MATERI CLEANLINESS, HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT SUSTAINABILITY (CHSE) BAGI SUMBER DAYA MANUSIA DI DESA WISATA DOPLANG Aurilia Triani Aryaningtyas; Renny Aprilliyani; Mochamad Miswanto Gunawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10620

Abstract

ABSTRAKSetelah beberapa waktu berjuang melawan pandemi, akhirnya kehidupan ekonomi mulai bangkit dan berbagai jenis kegiatan mulai bergeliat termasuk pariwisata. Namun di protokol kesehatan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Dalam era new normal, dalam pengembangannya menjadi desa wisata, desa Doplang perlu menyiapkan sumber daya manusianya (SDM) untuk dapat menerapkan protokol kesehatan yang baik dalam pelayanan kepada wisatawan.  Masih lemahnya kesadaran masyarakat menjadi kendala dalam hal ini, sehingga perlu penguatan materi terkait CHSE (Clean, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang merupakan program dari Kemenparekraf untuk mendorong kegiatan pariwisata sehat dan aman. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan sosialisasi dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia pariwisata yang mampu mengimplementasikan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Metode yang digunakan meliputi FGD (focus group discussion), dan sosialisasi. Hasil menunjukkan 100% peserta kegiatan menyatakan adanya peningkatan pemahaman dan siap untuk menerapkan CHSE di desa Doplang. Kata kunci: penguatan; materi CHSE; sumber daya manusia. ABSTRACTAfter struggling with the pandemic for some time, finally economic life began to rise and various types of activities began to take place, including tourism. However, the health protocol is very important to pay attention to. In the new normal era, in its development into a tourist village, Doplang village needs to prepare its human resources (HR) to be able to implement good health protocols in service to tourists. The lack of public awareness is an obstacle in this regard, so it is necessary to strengthen materials related to CHSE (Clean, Health, Safety, and Environmental Sustainability) which is a program from the Ministry of Tourism and Creative Economy to encourage healthy and safe tourism activities. Based on this, the purpose of this community service activity is to provide socialization in order to prepare tourism human resources who are able to implement health protocols properly and correctly. The methods used include FGD (focus group discussion), and socialization. The results showed that 100% of the activity participants indicated an increase in understanding and were ready to implement CHSE in Doplang village. Keywords: strengthening; CHSE materials; human resources.
HOME (HOUSE OF YOUNG MOTHER) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN CALON IBU MUDA Dian Rosadi; Fauzie Rahman; Siti Rahmi; Husnul Fatimah; Muhammad Syarif; Melati Noormaulidya Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10512

Abstract

ABSTRAKIndonesia termasuk kedalam 10 negara tertinggi perempuan yang telah menikah sebelum berusia 18 tahun. Kalimantan Selatan merupakan provinsi kedua terbanyak kasus pernikahan dini. Selanjutnya Kabupaten Banjar merupakan kabupaten dengan jumlah kasus pernikahan dini yang tertinggi kedua di Kalimantan Selatan yaitu sebanyak 103 kasus. Hal inilah yang nantinya akan berdampak pada risiko kesehatan khususnya pada wanita. Risiko kesehatan bagi wanita akan meningkat apalagi jika terjadi kehamilan pada usia dini, yang pada akhirnya akan berpotensi pada kejadian angka kematian bayi dan angka kematian ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengupayakan peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan sebagai rangkaian program “HOME”. Metode yang digunakan ialah descriptive observasional dengan pendekatan cross sectional dengan uji komparatif menggunakan chi square / fishcer exact dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil kegiatan, dilakukan uji T-Bebas dari data yang dikumpulkan di lapangan, didapatkan nilai signifikan 0,000<0,05 yang artinya terdapat hubungan positif atau bermakna antara nilai pre-test dan post-test yang berarti terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemberian materi. Dalam kegiatan ini ditemukan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu-ibu muda dan remaja. Kata kunci: ibu muda; pernikahan dini; HOME. ABSTRACTIndonesia is included in the top 10 countries for women who have married before the age of 18. South Kalimantan is the province with the second highest number of cases of early marriage. Furthermore, Banjar Regency is the district with the second highest number of cases of early marriage in South Kalimantan, which is as many as 103 cases. This will have an impact on health risks, especially for women. Health risks for women will increase especially if pregnancy occurs at an early age, which in turn will have the potential to increase infant mortality and maternal mortality. This study aims to determine the increase in participants' knowledge after attending counseling as a series of "HOME" programs. The method used is descriptive observational with cross sectional approach with comparative test using chi square / fishcer exact with 95% confidence level. Based on the results of the activity, a free T-test was carried out from the data collected in the field, it was obtained a significant value of 0.000 <0.05 which means that there is a positive or significant relationship between the pre-test and post-test values, which means that there is a difference in the increase in knowledge between before and after material giving. In this activity, it was found that there was an effect of health education on increasing the knowledge of young mothers and adolescents. Keywords: young mother; early marriage; HOME.

Page 1 of 12 | Total Record : 120