cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023): June" : 130 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN WIZER.ME DI SDN DARUREJO I PELANDAAN JOMBANG Nurul Aini; Eny Suryowati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14967

Abstract

ABSTRAKTantangan guru saat ini menentukan cara menghadapi kemajuan zaman yang memasukki era revolusi industri 4.0 dan siswa generasi Z. Salah satu caranya adalah guru harus memahami IT dan bisa menggunakan IT.  Oleh sebab itulah, Di SDN Darurejo I Pelandaan Jombang,setiap guru di SDN Darurejo I Pelandaan Jombang diwajibkan memahami pembelajaran yang berbasis IT. Sehingga, tujuan pelatihan ini adalah menambah pengetahuan guru dalam mengaplikasian media pembelajaran yang berbasis teknologi yaitu Wizer.me. Kegiatan ini dilakukan karena guru di sekolah tersebut masih kurang pengetahuan tentang media pembelajaran interaktif berbasis web Wizer.me, belum mengetahui bagaimana cara pembuatan lembar kerja sekaligus penilaian lebar kerja siswa menggunakan media pembelajaran interatif berbasis web Wizer.me, belum mengetahui bagaimana membagikan hasil lembar kerja interatif siswa kepada siswa. Solusi dari pemasalahan di atas adalah memberikan pelatihan pembuatan lembar kerja siswa. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di SDN Darurejo I Pelandaan Jombang, dihadiri oleh 20 guru. Metode pelatihaan  yaitu penyampaian materi, tanya jawab, demostrasi, praktek.  Adanya kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan kerativitas guru dalam membuat lembar kerja siswa berbasis IT khususya Wizer.me. Kata kunci: lembar kerja siswa; wizer.me ABSTRACTThe current challenge for teachers is to determine how to deal with the times that are entering the era of the industrial revolution 4.0 and generation Z students. One way is for teachers to understand IT and be able to use IT. For this reason, at SDN Darurejo I Pelandaan Jombang, every teacher at SDN Darurejo I Pelandaan Jombang is required to understand IT-based learning. this training aims to increase teachers' knowledge in applying technology-based learning media, namely Wizer.me. This activity was carried out because the teachers at the school still lacked knowledge about Wizer.me web-based interactive learning media, did not know how to make worksheets as well as assess student work width using Wizer.me web-based interactive learning media, did not know how to share worksheet results interactive student to student. The solution to the problem above is to provide training on making student worksheets. This training activity was held at SDN Darurejo I Pelandaan Jombang, attended by 20 teachers. The training method is delivery of material, question and answer, demonstration, practice. The existence of this service activity can increase the knowledge and creativity of teachers in making IT-based student worksheets, especially Wizer.me. Keywords: student worksheet ; wizer.me
PEMANFAATAN STIK ES KRIM MENJADI PRODUK KERAJINAN HIASAN DINDING YANG BERNILAI JUAL Desti Hardianti; Fadhil H.; Muh. Hidayat Yasruddin; Nurhayani Nurhayani; Putri Nur Aziza; Widi Torasila; Ilham Tahier; Samsinar Samsinar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14674

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan stik es krim menjadi hiasan dinding kerajinan tangan yang bernilai jual.Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengelola stik es krim menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual seperti hiasan dinding. Produk berupa hiasan dinding ini dapat menambah estetika ruangan, digunakan juga sebagai aksesoris ruangan. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survey pasar terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya melakukan studi kelayakan usaha yang dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan yang tidak mudah rusak dan berkualitas tinggi yang akan diproduksi, proses pembuatan hiasan dinding dimulai dari persiapan bahan dan alat sampai hiasan dinding siap dipasarkan. Output, yaitu hasil kerajinan tangan hiasan dinding yang siap digunakan dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilakukan pada saat produksi produk hiasan dinding telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak puas dengan hasil produk kami. Kesimpulam program PKM-K pemanfaatan stik es krim menjadi hiasan dinding bernilai jual dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk tetap inovatif dan kreatif dalam mewujudkan pemahaman konsep wirausaha yang komprehensif serta membangun semangat mahasiswa untuk berbisnis. Kata Kunci: stik es krim; wirausaha; bernilai jual. ABSTRACTThe purpose of the student creativity program – entrepreneurship (PKM-K) is to generate motivation for students to become entrepreneurs in managing ice cream sticks into handicrafts that have sales value, such as wall hangings. Products in the form of wall decorations can add to the aesthetics of the room, also used as room accessories. The methods of implementing this program are input, process (production), output, and evaluation. The results of this program are input, conducting a market survey first to find out market conditions. Then carry out a feasibility study of the business being carried out. The final stage is the selection of materials that are not easily damaged and of high quality to be produced, the process of making wall hangings starts from the preparation of materials and tools until the wall hangings are ready for market. Output, namely the results of handcrafted wall hangings that are ready to be used and marketed to consumers. The last is evaluation, namely this stage is carried out when the production of wall decoration products has been completed. At this stage we will review what deficiencies make consumers dissatisfied with the results of our products. The conclusion of the PKM-K program is that the use of ice cream sticks as selling wall decorations can provide skills to students to remain innovative and creative in realizing a comprehensive understanding of the concept of entrepreneurship and building student enthusiasm for doing business. Keywords: ice cream stick; entrepreneurial; worth selling.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG TATALAKSANA DIARE DI RUMAH PADA KELURAHAN MARGA RAHAYU KOTA LUBUK LINGGAU Jhon Feri; Wella Juartika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14556

Abstract

ABSTRAKDiare merupakan salah satu kejadian pada anak yang menakutkan bagi orang tua. Diare masih termasuk kasus yang tertinggi di tahun 2020 pada anak yang mencapai 2.696 kasus dibandingkan penyakit lain seperti DBD sebanyak 145 kasus dan TB sebanyak 270 kasus. Permasalahan yang ada saat ini adalah tidak semua orang tua memahami bahwa ada cara yang dapat di lakukan pada saat anak mengalami diare. Hal ini menjadikan orang tua menjadi cemas melihat anak mengalami diare dan berdampak pada dehidrasi. Masalah tersebut akan menyebabkan orang tua bingung dalam bertindak. Kegiatan pelatihan penanganan anak dengan diare dilaksanakan pada 30 ibu di Kelurahan Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau, Pada bulan September 2022 dengan metode Penyuluhan yang bertujuan agar pengetahuan dan keterampilan ibu dapat meningkat dalam tatalaksana diare dirumah. Hasilnya ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu. Sebelum pelatihan sebesar 38,2 dan sesudah mengikuti peatihan meningkat menjadi 83,67, dari sini terlihat terjadi peningkatan sebanyak 45%. Kesimpulannya pelatihan tatalaksana anak dengan diare dirumah efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dalam penanganan tatalaksana diare di rumah. Kata kunci: diare; anak; rumah; pengetahuan ABSTRACTDiarrhea is one of the most frightening events in children for parents. Diarrhea is still one of the highest cases in 2020 in children which reached 2,696 cases compared to other diseases such as DHF with 145 cases and TB with 270 cases. The current problem is that not all parents understand that there are ways to do it when their child has diarrhea. This makes parents anxious to see their children have diarrhea and have an impact on dehydration. This problem will cause parents to be confused in what to do. Training activities for handling children with diarrhea were carried out for 30 mothers in Marga Rahayu Village, Lubuklinggau City, in September 2022 with the Counseling method which aims to increase mothers' knowledge and skills in managing diarrhea at home. The result is an increase in mother's knowledge and skills. Before the training it was 38.2 and after attending the training it increased to 83.67, from here it can be seen that there was an increase of 45%. In conclusion, training on managing children with diarrhea at home is effective in increasing mothers' knowledge in managing diarrhea at home. Keywords: diarrhea; child, home; knowledge
PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI PAKAIAN PADA MASYARAKAT KRANGGAN PERMAI KELURAHAN JATISAMPURNA BEKASI Renny Septiani Mokodongan; Siti Nur Fauziah; Galuh Prapita Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14571

Abstract

ABSTRAKSalah satu dari sembilan bahan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya pada masyarakat Kelurahan Jatisampurna Kota Bekasi adalah minyak goreng. Hal ini menyebabkan tingginya pemakaian minyak goreng dan meningkatnya limbah minyak bekas menggoreng atau yang biasa disebut minyak jelantah. Limbah minyak jelantah apabila tidak dikelola dengan baik akan menjadikan lingkungan kotor, ekosistem terganggu dan terjadinya pencemaran air serta tanah. Selama ini, warga Kranggan Permai, Kelurahan Jatisampurna Kota Bekasi menampung minyak jelantah tersebut dalam jerigen minyak untuk seterusnya dijual kepada penadah. Perlu adanya inovasi pengelolaan minyak jelantah menjadi produk yang nilai ekonomisnya lebih tinggi dan dapat meningkatkan keterampilan warga Kranggan Permai Kelurahan Jatisampurna, Kota Bekasi agar menjadi lingkungan yang lebih mandiri. Salah satu potensi limbah minyak goreng adalah kandungan asam lemak yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi sabun cuci yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomis minyak jelantah dengan mengolahnya menjadi sabun cuci pakaian. Pembuatan sabun cuci pakaian dilakukan dengan metode cold process atau proses dingin menjadi sabun batang yang dapat digunakan 4 minggu kemudian setelah proses curing. Kata kunci: minyak jelantah; sabun; cold process. ABSTRACTOne of the nine basic ingredients consumed by all levels of society, especially in the Jatisampurna Village, Bekasi City, is cooking oil. This has resulted in high use of cooking oil and increased waste of used frying oil or what is commonly called waste cooking oil. Waste cooking oil if not managed properly will make the environment dirty, disrupt ecosystems and cause water and soil pollution. Residents of Kranggan Permai, Jatisampurna Village, Bekasi City, all this time have collected the waste cooking oil in jerry cans to be sold to the collectors. There is a need for innovation in the management of waste cooking oil into a product with higher economic value and can improve the skills of the residents of Kranggan Permai, Jatisampurna Village, Bekasi City, so that they become a more independent. One of the potential wastes of cooking oil is the high content of fatty acids that can be used to make laundry soap that is environmentally friendly. Therefore, community service activities are carried out to increase the economic value of used cooking oil by processing it into laundry soap. Laundry soap is made using the cold process method to make bar soap which can be used 4 weeks later after cured. Keywords: used cooking oil; cold process; community service.
PELATIHAN BUDIDAYA AKUAPONIK IKAN LELE DAN KANGKUNG PADA MAMA-MAMA PAPUA KAMPUNG KOKODA KELURAHAN MALAWELE KABUPATEN SORONG Nurul Fajeriana; Febrianti Rosalina; Sukmawati Sukmawati; Riskawati Riskawati; Salmawati Salmawati; Ponisri Ponisri; Retno Puspa Rini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14536

Abstract

ABSTRAKPelatihan Aquaponik dilrancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya teknologi tanpa tanah yang berfokus pada penggabungan budidaya perikanan dan pertanian yang ramah lingkungan dengan dengan modal yang sedikit dan dapat dengan mudah dilakukan oleh masyarakat.. Pelatihan Aquaponik ini dilakukan pada hari Sabtu, 04 Maret 2023, bertempat di  gedung aula masyarakat Kampung Kokoda, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Peserta pelatihan akuaponik mempelajari cara penyemaian benih tanaman, peralatan dan bahan yang diperlukan, cara dalam merakit media tanam dan cara pemeliharaan dan pemanenan ikan dan sayur. Tujuan pelatihan akuaponik kepada masyarakat yaitu; (1) melatih masyarakat untuk produktif walau dalam keadaan lahan yang terbatas; (2) menambah wawasan dan keterampilan pada masyarakat tentang budidaya tanpa tanah yang murah dan mudah dilakukan. Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat  ini  berupa  kombinasi penyuluhan, pembinaan dan pelatihan secara langsung sehingga masyarakat memahami materi dan praktek budidaya dengan baik. Budikdamber atau aquaponik  dalam ember adalah cara budidaya tanpa menggunakan lahan yang luas dan tentunya lebih efisien. Sistem kerja Akuamber adalah membudidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang merupakan sistem aquaponik (polikultur ikan lele dan sayur kangkung). Akuamber/budikdamber tidak memerlukan lahan yang luas melainkan perkarangan sempit milik warga juga bisa dimanfaatkan, sehingga bisa melakukan budidaya dan proses perawatan yang mudah dengan produksi yang banyak sehingga membantu masyarakat dalam menghemat pengeluaran atau belanja akan sayuran dan ikan. Dalam pelatihan yang dilakukan oleh Tim, peserta yakni masyarakat Kampung Kokoda yang terdiri dari Mama-mama Papua sangat antusias dan tertarik bercocok tanam dengan sistem akuaponik. Kata kunci: akuaponik; budikdamber; mama-mama papua; kampung kokoda. ABSTRACTAquaponics training is designed to provide knowledge and skills in cultivating landless technology that focuses on combining aquaculture and agriculture that are environmentally friendly with little capital and can be easily carried out by the community. This Aquaponic training will be held on Saturday, 04 March 2023, located in the community hall building of Kokoda Village, Malawele Village, Aimas District, Sorong Regency. Aquaponics training participants learn how to sow plant seeds, the equipment and materials needed, how to assemble planting media, and how to care for and harvest fish and vegetables. The purpose of aquaponics training for the community is; (1) to train the community to be productive even in limited land conditions; (2) to add insight and skills to the community about cultivation without soil which is cheap and easy to do. The method used in community service is a combination of direct counseling, coaching, and training so that the community understands the material and cultivation practices well. Budikdamber or aquaponics in a bucket is a way of cultivating without using large areas of land and of course, it is more efficient. Akuamber's work system is cultivating fish and vegetables in one bucket which is an aquaponic system (polyculture of catfish and kale). Aquaponic does not require a large area of land but narrow yards belonging to the residents, so that it can carry out cultivation and an easy maintenance process with a lot of production so that it helps the community in saving expenses or spending on vegetables and fish. In the training conducted by the Team, the participants, namely the Kokoda Village community consisting of Papuan mothers, were very enthusiastic and interested in farming with the aquaponics system. Keywords: aquaponics; budikdamber; papuan women; kokoda village.
PELATIHAN PHET VIRTUAL LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU IPA DALAM MERANCANG KEGIATAN PEMBELAJARAN Darmaji Darmaji; Sri Purwaningsih; Neneng Lestari; Cycin Riantoni; Hebat Shidow Falah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14252

Abstract

ABSTRAKPenggunaan PhET simulations merupakan alternatif dalam menyampaikan konsep-konsep sains dalam kegiatan pembelajaran IPA. Namun, tidak semua guru dapat mengoperasikan dan merancang kegiatan pembelajaran yang menggunakan PhET simulations. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan serta memberikan pelatihan kepada peserta untuk dapat merancang, serta menciptakan kegiatan pembelajaran IPA yang menarik dan menyenangkan melalui penggunaan media PhET simulations. Sasaran pelatihan ini adalah guru-guru sekolah menengah pertama di Kota Sungai Penuh, Jambi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sungai Penuh, Jambi. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan workshop terapan penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini berhasil memberikan pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan tentang penggunaan PhET simulations dan terapannya dalam model pembelajaran di kelas. Pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran fisika yang inovatif dan menyenangkan di Sekolah Menengah Pertama di kota Sungai Penuh. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan adalah setiap guru dapat menerapkan media PhET simulations dalam merancang kegiatan pembelajaran di kelas. Keberhasilan kegiatan ini diukur melalui angket dan melalui hasil penilaian peserta melalui tugas terstruktur berupa pembuatan LKPD pembelajaran dengan metode PhET simulations. Kata kunci: laboratorium virtual; pelatihan; pembelajaran fisika; pembelajaran kolaboratif; simulasi   PhET. ABSTRACTThe use of PhET simulations is an alternative way to deliver science concepts in learning activities. However, not every teacher could operate and construct learning activities using PhET simulations. The purpose of this activity is to introduce and provide training to participants to be able to design and create interesting and fun science learning activities using PhET simulations. The target of the training was junior high school teachers in Kerinci, Jambi. The training activity was held at SMP Negeri 1 Sungai Penuh, Jambi. The method was training and workshops on the use of technology in learning. The training has succeeded in providing the knowledge and experience needed on the use of PhET simulations and its application in learning activities. This knowledge and experience are expected to contribute to creating innovative and fun physics learning in Junior High Schools in Sungai Penuh city. The result of the training activities is that every teacher could apply PhET simulations in learning activities in the classroom. The success of this activity is measured through a questionnaire and through the results of the participants' assessment through a structured task in the form of making learning worksheets using the PhET simulation method. Keywords: collaborative learning; PhET simulations; physics learning; training; virtual laboratory.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PEMBUATAN PUPUK BIO ORGANIK DARI NASI BASI Ayu Qurota A'yun; Ansori Ansori; Ratri Sekaringgalih; Alif Nur Laili Rachmah; Yuni Susanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14891

Abstract

ABSTRAKSampah dari limbah rumah tangga masih menjadi issue sampai sekarang ini, salah satunya yaitu nasi basi yang sudah berbau, dan berjamur. Nasi sisa yang menjadi basi sering dibuang begitu saja oleh masyarakat. Oleh karena itu perlulah memanfatkannya salah satunya menjadi pupuk bio organik dengan membuatnya menjadi MOL (Mikroorganisme Lokal) yang mengandung sebagian dari nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tanaman yaitu nitrogen, fosfor, besi, dan kalsium, sehingga pupuk bio organik dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia buatan. Pupuk bio organik memiliki keuntungan yaitu mudah diaplikasikan, unsur hara yang terdapat dalam pupuk ini mudah diserap oleh tanaman, dan mengandung mikroorganisme yang tidak ditemukan di pupuk kompos. Pembuatan pupuk bio organik yang sangat mudah dan alat yang dipakai sederhana ini diperkenalkan kepada masyarakat di Desa Kaliploso Banyuwangi dalam bentuk penyuluhan. Pencapaiannya masyarakat mendapatkan peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan nasi basi terlihat dalam hasil kuisioner yang disebar sebanyak 20 peserta dengan capain 95%  menjawab sangat antusias dalam menerima ilmu baru terkait pembuatan pupuk bio organik. kata kunci: sampah; nasi basi; mol; pupuk bioorganik ABSTRACTStale rice is a household waste problem, so it needs processing. One process that utilizes stale rice is bio-organic fertilizer by making it into MOL (Local Microorganisms), which contains some of the essential nutrients required by plants, such as Nitrogen, Phosphorus, Iron, and Calcium. Bio-organic fertilizers can be used as a substitute for synthetic chemical fertilizers, which are expensive and complained about by farmers or the public, and they can be an alternative. This fertilizer has the advantage that it is easy to apply, the nutrients contained in the fertilizer are easily absorbed by plants, and it contains microorganisms that are not found in compost. Making this fertilizer is very easy and the tools used are very simple. The achievement of the community getting an increase in knowledge in managing stale rice was seen in the questionnaire distributed to as many as 20 participants who answered enthusiastically in receiving new knowledge related to making bioorganic fertilizers. Keywords: stale rice; mol; bio-organic fertilizer .
PENYULUHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2019 Rosdiana Rosdiana; Setiawati Setiawati; Miskiyah Miskiyah; Surti Anggraeni; Sari Wahyuni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14745

Abstract

ABSTRAKMasalah gizi remaja merupakan kelanjutan dari masalah gizi pada usia anak yaitu anemia defisiensi gizi serta kelebihan dan kekurangan berat badan, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, remaja membutuhkan lebih banyak untuk menggantikan zat besi yang hilang bersamaan dengan darah haid. Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih untuk tinggi, menurut WHO prevalensi anemia dunia berkisar 40-88%. mayoritas murid SMA Negeri 1 Muara Enim adalah remaja putri yang rentan menderita anemia, maka perlu dilakukan penyuluhan anemia pada remaja putri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Metode pemberdayaan dalam kegiatan pengabmas ini menggunakan metode Ceramah Tanya jawab. Penyuluhan dilakukan pada remaja putri kelas 10 IPA A SMA Negeri 1 Muara Enim pada Juli 2019 yang diiukti oleh 30 orang remaja putri. Kegiatan di awali dengan persiapan, memasang ex-banner, penjelasan materi dengan metode ceramah tanya jawab dan evaluasi. Sebelum dilaksanakan penyuluhan dilakukan pre-test kemudian setelah penyuluhan dilakukan post-test. Implikasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Diharapkan setelah dilakukannya kegiatan ini, para remaja putri dapat mencegah terjadinya anemia pada masa remaja dengan meningkatkan pola konsumsi pangan menjadi beragam, bergizi, berimbang dan aman. Kata Kunci : anemia; pengetahuan; remaja putri ABSTRACTAdolescent nutritional problems are a continuation of nutritional problems at a young age, namely nutritional deficiency anemia, and excess and underweight, iron deficiency can cause anemia, and adolescents need more to replace iron lost along with menstrual blood. Until now, anemia in young women is still high, according to WHO the world prevalence of anemia ranges from 40-88%. the majority of students at SMA Negeri 1 Muara Enim are young girls who are prone to anemia, so it is necessary to carry out counseling on anemia for young women. The purpose of this community service is to increase young women's knowledge about anemia. The empowerment method in community service activities uses the question-and-answer lecture method. Counseling was carried out for young girls in class 10 IPA A at SMA Negeri 1 Muara Enim in July 2019 which was attended by 30 young women. The activity begins with preparation, putting up ex-banners, and explaining the material using the question and answer and evaluation lecture method. Before the counseling was carried out, a pre-test was carried out, then after the counseling, a post-test was carried out. The implication of this community service activity is an increase in the knowledge of young women about anemia. It is hoped that after carrying out this activity, young women can prevent the occurrence of anemia in adolescence by increasing food consumption patterns to be diverse, nutritious, balanced, and safe. Keywords : anemia; knowledge; teenage girl
PELATIHAN KODING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA Irma Darmayanti; Nandang Hermanto; Pungkas Subarkah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14860

Abstract

ABSTRAKSemakin maju suatu teknologi tentunya memberikan pengaruh yang besar pula pada berbagai bidang. Salah satu pengaruh negatif dari revolusi industri keempat ini adalah potensi pengurangan karyawan yang disebabkan oleh otomatisasi. Jadi, untuk memerangi pengaruh negatif dari pertumbuhan teknologi sangat penting untuk mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia dari sudut pandang IPTEK sejak dini. Computational thinking merupakan salah satu kemampuan yang paling penting di era revolusi industri keempat. SMP Telkom Purwokerto sebagai sekolah unggulan yang memadukan IPTEK dalam desain pembelajarannya. Namun, dari hasil observasi yang dilakukan disekolah, 140 siswa belum terlatih computational thinking ditimbulkan oleh kurangnya kesempatan dan sumber daya untuk mempelajari computational thinking, serta kurangnya penekanan kurikulum pada pengembangan kemampuan computational thinking. Oleh karena itu, pelatihan koding atau programming menjadi solusi untuk mengembangkan computational thinking siswa SMP Telkom Purwokerto. Pelatihan koding dilakukan dengan software MIT App Inventor. Hasilnya,  92% siswa menyebutkan MIT App Inventor memberikan pembelajaran koding yang menarik serta 88% siswa sepakat bahwa MIT App Inventor mudah dipahami dan siswapun dapat menerapkannya untuk membuat permainan-permainan sederhana di smartphone. Siswa pun menunjukan ketertarikannya terhadap pengkodingan, yang mana belajar koding secara tidak langsung menumbuhkan daya nalar siswa dan menumbuhkan kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan. Kata kunci: koding; computational thinking; pelatihan; MIT app inventor. ABSTRACTThe more advanced a technology is, of course, it also has a great influence on various fields. One of the negative effects of this fourth industrial revolution is the potential for employee attrition caused by automation. So, to combat the negative effects of technological growth, it is very important to prepare and develop human resources from the point of view of science and technology early on. Computational thinking is one of the most important skills in the fourth industrial revolution. SMP Telkom Purwokerto as a leading school that integrates science and technology in its learning design. However, from the observations made at school, 140 students have not been trained in computational thinking is caused by the lack of opportunities and resources to learn computational thinking, as well as the lack of curriculum emphasis on developing computational thinking skills. Therefore, coding or programming training is a solution to develop computational thinking of Telkom Purwokerto Junior High School students. Coding training is conducted with MIT App Inventor software. As a result, 92% of students mentioned that MIT App Inventor provides interesting coding learning and 88% of students agreed that MIT App Inventor is easy to understand and students can apply it to make simple games on smartphones. Students also show their interest in coding, which learning coding indirectly fosters students' reasoning power and fosters students' ability to solve problems. Keywords: coding; computational thinking; training; MIT app inventor.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK DERIVATIVE DARI SUSU SAPI UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA BOCEK, KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Sani Sani; AR Yelvia Sunarti; Reva Edra Nugraha; Aldy Cahya Putra; Jouvita Rosanti; Bimantara Hidayah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.12132

Abstract

ABSTRAKTujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang teknologi pengolahan susu sapi menjadi produk turunan yang berpotensi untuk dikembangkan serta pendampingan dalam pembuatan produk derivative susu sapi yaitu yoghurt, . Kegiatan ini dilakukan pada Ibu-ibu PKK dan Karang Taruna Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode pelatihan pembuatan yoghurt dilakukan dengan pemberian penyuluhan,sosialisasi dan demonstrasi pembuatan yoghurt. Pembuatan yoghurt dilakukan dengan sangat sederhana yaitu melalui proses pasteurisasi susu sapi dan fermentasi menggunakan starter yaitu Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menganalisis produk yoghurt yang dihasilkan dari segi visual dan rasa. Untuk mengetahui keberhasilan program, setelah kegiatan dilakukan evaluasi dengan tanya jawab bersama ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek. Selain itu, setelah kegiatan ini, ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek juga mencoba melakukan praktek secara langsung dengan membuat yoghurt berbagai varian rasa. Hal ini menunjukkan keberhasilan program, dimana ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek mampu membuat produk derivative susu sapi yaitu yoghurt. Kegiatan pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan waktu pelaksanaan program yang cukup singkat. Kesimpulannya, dengan adanya pelatihan ini, berdampak baik pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek dalam membuat yoghurt. Produk ini bisa dijual baik secara langsung maupun e-commerce yang dapat meningkatkan perekonomian Desa Bocek. Kata kunci: produk derivative; susu sapi; yoghurt; desa bocek ABSTRACTThe purpose of this community service program is to provide information and knowledge about the technology for processing cow's milk into derivative products that have the potential to be developed as well as training in produce yogurt, for PKK and Karang Taruna Bocek and also to provide information. This activity was carried out for PKK and Karang Taruna in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. The Yogurt Making Training Method is carried out by providing counseling, outreach, and demonstrations on making yogurt. Making yogurt is very simple, through pasteurizing cow's milk and fermentation using a starter. Evaluation of activities is carried out by analyzing the yogurt products produced, seeing the results of fermented yogurt produced from a visual and taste point of view. To find out the success of the program, after the activity an evaluation was carried out with a question and answer session with PKK and Karang Taruna in Bocek. Apart from that, after this activity, PKK and Karang Taruna in Bocek also tried to practice directly by making yogurt with various flavors. This shows the success of the program, where PKK  and Karang Taruna in Bocek were able to make a cow's milk derivative product, yogurt. This training activity is to the needs of the community, with a relatively short program implementation time. In conclusion, this training had a good impact on increasing the knowledge and skills of PKK and Karang Taruna women in Bocek village in making yogurt. This product can be sold both directly and via e-commerce which can improve the economy of Bocek. Keywords: derivative products; cow's milk; yogurt; bocek village.

Page 1 of 13 | Total Record : 130