cover
Contact Name
Suwarjoyowirayatno
Contact Email
soerdjojos@gmail.com
Phone
+6285241713397
Journal Mail Official
jfishprotech@gmail.com
Editorial Address
Jl. H.E.A. Mokodompit, Kampus Hijau Bumi Tridharma, Anduonohu Kendari 93231 Provinsi Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Fish Protech
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 26211475     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jfp
Jurnal Fish Protech (JFP) (Journal of Fisheries Processing Technology) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait hasil-hasil penelitian dan pengembangan dibidang Teknologi Hasil Perikanan. JFP terbit sejak tahun 2018 dan dikelola oleh Jurusan/Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. JFP menerbitkan artikel dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober, dalam lingkup aspek karakteristik bahan baku hasil perikanan, pengolahan dan pengembangan produk perikanan, mutu dan keamanan produk hasil perikanan, penanganan hasil perikanan, biokimia hasil perikanan, mikrobiologi dan bioteknologi hasil perikanan, serta penanganan dan pengolahan limbah hasil perikanan. Penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik maupun non akademik. Artikel-artikel yang dipublikasi di jurnal ini telah melalui proses review oleh mitra bestari.
Articles 153 Documents
KARAKTERISTIK SENSORI, NILAI PROKSIMAT DAN TOTAL MIKROBA IKAN PARI (Dasyatis sp.) KERING YANG DIPRODUKSI DI DESA BERO PULAU TIGA KECAMATAN TIWORO UTARA Suhadar, Ashar; Haslianti, Haslianti; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Fish Protech Vol. 4 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v4i2.21757

Abstract

ABSTRACT          The aims of this study was to determine the infuence of differents producers on the sensory analysis, proximate analysis, and total microbial values of dried stingray (Dasyatis sp.) in Tiga Village, Bero Island, North Tiworo District. The parameters tested were organoleptic analysis, proximate analysis (water content, ash content, fat content, and protein content), and total microbial (TPC) dried stingray. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of three treatments (Producer I, Producer II, and Producer III), with there times replications. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA), if the results of the analysis showed significant differences, then Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was conducted to determine the significant difference between treatments with a 95% confidence level (= 0.05). The results obtained showed that dried stingrays from different producers had a significant effect on the organoleptic value of appearance and texture, while smell, and taste showed very significant results. The best results for sensory analysis were found in producer II which had a value of appearance of 8.13, odor 8.33, taste 7.26 and texture 8.26. The best treatment in the proximate analysis was found in the Producer II with a water content value of 14.41%, an ash value of 9.75%, a protein value of 40.42%, and a fat value of 0.62%, while the total bacterial value (TPC) showed the best value in Producer II 4.0 x 105 CFU/ml.Keywords: drying, producer, stingray (Dasyatis sp.)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh produsen yang berbeda terhadap nilai sensori, nilai proksimat, dan total mikroba ikan Pari (Dasyatis sp.) kering di produksi di Desa Bero Pulau Tiga Kecamatan Tiworo Utara. Parameter yang diuji yaitu uji organoleptik, uji proksimat (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein), dan total mikroba (TPC) ikan Pari kering. Penelitian ini menggunakan Rancanagan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu Produsen I, Produsen II, dan Produsen III. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan sehingga diperoleh jumlah satuan percobaan sebanyak 9 unit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika hasil analisis menunjukan beda nyata maka dilakukan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan dengan tingkat kepercayaan 95% (a=0,05). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ikan pari kering dari produsen yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap nilai organoleptik kenampakan dan tekstur sedangkan bau dan rasa menunjukkan hasil yang berpengaruh sangat nyata. Hasil terbaik untuk penilaian organoleptik terdapat pada perlakuan produsen II dimana memiliki nilai kenampakan 8,13, bau 8,33, rasa 7,26 dan tekstur 8,26. Perlakuan terbaik pada uji proksimat terdapat pada perlakuan Produsen II dengan nilai kadar air 14,41%, nilai kadar abu 9,75%, nilai kadar protein 40,42%, dan nilai kadar lemak 0,62%, sedangkan nilai total bakteri (TPC) menunjukkan nilai terbaik yaitu perlakuan Produsen II dengan nilai 4,0 x 105 CFU/ml.Kata kunci: ikan pari (Dasyatis sp.), pengeringan, produsen.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN TERHADAP MUTU TERASI KEPALA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Karmin, Karmin; Asnani, Asnani; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Fish Protech Vol. 4 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v4i2.21748

Abstract

ABSTRACT          The aim of this study was to determine the effect of the addition of papain enzymes to sensory values, testing the pH of shrimp head shrimp paste and the proximate value of vaname shrimp head shrimp paste.The study design used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The addition of papain enzymewere 0%, 4%, 6% and 8%. sensory analysis value showed that the highest addition of 4% papain enzyme. Chemical analysis of the highest water content at 0% is 39.37%, the highest ash content at 8% is 23.36, the highest protein content at 0% is 28.89% and the highest total fat content at 0% is 2.52%. Keywords: papain enzyme, shrimp head, shrimp pasteABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papainterhadap nilai sensori, pengujian pH terasi kepala udang dannilai proksimat terasi kepala udang vaname.Rancangan penelitianmengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 pelakuan dan3 kali ulangan.Perlakuan yang diberikan adalah 0%, 4%, 6%  enzim papain dan 8%. Berdasarkan nilai analisis sensori (kenampakan, bau, rasa, tekstur) menunjukan bahwa penambahan enzim papain 4% yang tertinggi. Analisis kimia kadar air tertinggi pada 0% yaitu 39,37%, kadar abu tertinggi pada 8% yaitu 23,36, kadar protein tertinggi pada  0% yaitu 28,89% dan kadar lemak total tertinggi pada 0% yaitu 2,52%.Kata kunci: enzim papain, kepala udang, terasi
PENGARUH PENGGUNAAN KEMASAN VAKUM DAN NON VAKUM PADA PENYIMPANAN IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) ASAP YANG DIPRODUKSI DI DESA LALIMBUE, KECAMATAN KAPOIALA, KABUPATEN KONAWE Dewi, Yosi Ananda; Isamu, Kobajashi Togo; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Fish Protech Vol. 4 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v4i2.21753

Abstract

ABSTRACT          This study aims to determine the effect of using vacuum and non-vacuum packaging on room temperature storage on organoleptic values, chemical values and tpc values of smoked tembang fish produced in Lalimbue Village, Kapoiala District, Konawe Regency. The parameters tested were organoleptic, moisture content, fat content, phenol content, and total bacteria count (TPC) of smoked tembang fish. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 3 treatments, vacuum packaging (Polypropylene), non-vacuum packaging (Aluminum foil) and without packaging. Each treatment was repeated 3 times and 1 observation so that the number of experimental units was 9 units. Organoleptic data will be analyzed using analysis of variance (ANOVA) if the results of the analysis show a significant difference, then Duncan's Multiple Range Test (DMRT) is performed to determine the significant difference between treatments with a 95% confidence level (a = 0.05), while the chemical test data and total bacterial test (TPC) were analyzed descriptively. The results showed that the effect of using vacuum and non-vacuum packaging had an insignificant effect on appearance and odor, while the organoleptic values of texture and fungus gave a significant effect. The best results for organoleptic assessment were found in treatment P1 where the value of appearance was 7.1, odor was 5.8, texture was 6.6, and fungus 9. The chemical test results showed the best treatment at P1 with a water content value of 17.33%, fat content 6 ,68, the phenol content was 157.25 mg/kg and the total number of bacteria (TPC) was 1.4 x 105 CFU/ml.Keywords: Smoked tembang fish (Sardinella fimbriata), smoking, vacuum and non-vacuum packaging, storage at room temperature, total plate count (TPC) ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kemasan vakum dan non vakum pada penyimpanan suhu ruang terhadap nilai organoleptik, nilai kimia dan nilai tpc ikan tembang asap yang diproduksi di Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe. Parameter yang diuji yaitu organoleptik, kadar air, kadar lemak, kadar fenol, dan jumlah total bakteri (TPC) ikan tembang asap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu kemasan vakum (Polyprophylene), kemasan non vakum (Aluminium foil) dan tanpa kemasan. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan dan 1 kali pengamatan sehingga diperoleh jumlah satuan percobaan sebanyak 9 unit. Data organoleptik akan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) jika hasil analisis menunjukan beda nyata maka dilakukan uji Duncan’s Multiple Range Test(DMRT) untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan dengan tingkat kepercayaan 95% (a=0,05), sedangkan data uji kimia dan uji total bakteri (TPC) dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan kemasan vakum dan non vakum memberikan pengaruh tidak nyata terhadap kenampakan dan bau sedangkan nilai organoleptik tekstur dan jamur memberikan hasil pengaruh nyata. Hasil terbaik untuk penilaian organoleptik terdapat pada perlakuan P1 dimana nilai kenampakan 7,1, bau 5,8, tekstur 6,6, dan jamur 9. Hasil uji kimia menunjukkan perlakuan terbaik pada P1 dengan nilai kadar air 17,33%, kadar lemak 6,68, kadar fenol 157,25 mg/kg dan nilai jumlah total bakteri (TPC) 1,4 x 105 CFU/ml.Kata kunci: Ikan tembang asap (Sardinella fimbriata), pengasapan, pengemasan vakum dan non vakum, penyimpanan suhu ruang, total jumlah bakteri (TPC).
KANDUNGAN TVB, TMA DAN PH TERHADAP SOSIS IKAN BANDENG (Chanos chanos) TANPA DURI YANG DIKEMAS DENGAN PENGEMASAN BERBEDA Syahrul, Syahrul; Patadjai, Andi Besse; Asyik, Nur
Jurnal Fish Protech Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Fish Protech Vol. 4 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v4i2.21749

Abstract

ABSTRACT          The aim of this study was to determine the milkfish which were packaged by 3 methods, namely: vacuum packaging method, non-vacuum packaging, and without packaging. This study used a completely randomized design (CRD) which consisted of 3 treatments, namely: vacuum packaging, non-vacuum packaging, and without packaging. Each treatment was repeated three times, in order to obtain 9 units of experimental units. Based on the test results, the content of TVB in milkfish sausage without thorn in the unpackaged treatment (21.026 mgN / 100g) was significantly different from the vacuum packaging treatment (19.398 mgN / 100g) and non-vacuum packaging (19.900 mgN / 100g). In the vacuum packaging treatment showed that the milkfish sausage without thorns can inhibit the deterioration of quality in fish sausage. The best packaging method is found in the vacuum packaging treatment with a Ph value (5.946 mgN / 100g), TVB value (18.398 mgN / 100g), and TMA value (6.383 mgN / 100g).Keywords: thornless milkfish, tvb, tma, vacuumABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kesegaran sosis ikan bandeng tanpa duri yang dikemas dengan 3 metode yaitu : metode kemasan vakum, kemasan non vakum, dan tanpa kemasan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu : kemasan vakum, kemasan non vakum, dan tanpa kemasan. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan, sehingga diperoleh jumlah satuan percobaan sebanyak 9 unit. Berdasarkan hasil pengujian, Kandungan TVB pada sosis ikan bandeng tanpa duri pada perlakuan tanpa kemasan (21,026 mgN/100g) berbeda nyata dengan perlakuan kemasan vakum (19,398 mgN/100g) dan kemasan non vakum (19,900 mgN/100g).  Pada perlakuan kemasan vakum menunjukkan bahwa sosis ikan bandeng tanpa duri dapat mengambat kemunduran mutu pada sosis ikan. Metode kemasan terbaik terdapat pada perlakuan kemasan vakum dengan nilai Ph (5,946 mgN/100g), nilai TVB (18,398 mgN/100g), dan nilai TMA (6,383 mgN/100g).Kata kunci: ikan bandeng tanpa duri, TVB ,TMA, vakum
KARAKTERISITK MUTU ORGANOLEPTIK, KIMIA DAN SENYAWA POLYCYCLIC AROMATIC HYDROCARBON (PAH) IKAN PARI (Neotrygon kuhlii) ASAP MENGGUNAKAN METODE PENGASAPAN YANG BERBEDA DI DESA TOOLAWAWO, KABUPATEN KONAWE Rusadi, Ririn; Isamu, Kobajashi Togo; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Fish Protech Vol. 4 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v4i2.21754

Abstract

ABSTRACT          The aims of this study was to determine the quality characteristics of organoleptic, chemical and polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) compounds of smoked stingray using traditional smoking method and smoking cabinet. This study used descriptive data analysis with three times replication. The parameters analyzed were organoleptic analysis, chemical and PAH compounds. The best result for organoleptic analysis of appeareance was found in the traditional smoking method with value of 8,70 while for the aroma, taste and texture was found from the smoking cabinet method were 8.66, 8.63 and 7.33 respectively. The best result for chemical analysis such as water content, ash and protein was found from smoking cabinet method were 62.54%, 1.77% and 33.46% respectively, while for the fat content and carbohydrates were 2.03% and 1,14% was found from smoking cabinet method. The best result of PAH benzo(a)phyrene was found from smoking cabinet method with value of 8,21 ppm. Based on SNI 2725:2013, the organoleptic (appearance, aroma, taste and texture) and chemical composition (ash, fat, protein and carbohydrat) have suitable the quality standards, except for the water content, while for the PAH benzo(a)phyrene have not suitable the quality standards from the traditional smoking method and smoking cabinet.Keywords: PAH compounds, toolawawo village, proximate analysis, smoking, stingray (Neotrygon kuhlii)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu organoleptik, kimia dan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) ikan pari asap yang diasapi menggunakan metode pengasapan tradisional dan smoking cabinet. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diuji yaitu uji organoleptik, kimia dan senyawa PAH. Hasil terbaik untuk nilai organoleptik kenampakan diperoleh dari pengasapan tradisional dengan nilai 8.70, sedangkan nilai terbaik untuk aroma, rasa dan tekstur diperoleh dari smoking cabinet dengan nilai masing-masing yaitu 8.66, 8.63 dan 7.33. Hasil terbaik untuk analisis kimia seperti nilai kadar air, abu dan protein diperoleh dari smoking cabinet dengan nilai masing-masing yaitu 62.54%, 1,77%, dan 33.46%, sedangkan hasil terbaik untuk kadar lemak dan karbohidrat diperoleh dari pengasapan tradisional dengan niai masing-masing yaitu 2.03% dan 1.14%. Hasil terbaik untuk nilai senyawa PAH benzo(a)piren diperoleh dari smoking cabinet dengan nilai 8.21 ppm. Berdasarkan SNI 2725:2013, nilai organoleptik (kenampakan, aroma, rasa, tekstur) dan komposisi kimia (kadar abu, lemak, protein, karbohidrat) telah memenuhi standar yang ditetapkan, kecuali untuk nilai kadar air, sedangkan untuk analisis senyawa PAH benzo(a)piren belum memenuhi standar yang ditetapkan dari kedua metode pengasapan yang digunakan.Kata kunci: Desa Toolawawo, ikan pari (Neotrygon kuhlii), pengasapan, proksimat,  senyawa PAH
KARAKTERISTIK SENSORI DAN KOMPOSISI PROKSIMAT SAOS KERANG POKEA (Batissa violacea var celebensis von Martens 1897) DENGAN MENGGUNAKAN SARI NANAS (Ananas comosus) Kartini, Kartini; Asnani, Asnani; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Fish Protech Vol. 4 No. 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v4i2.21750

Abstract

 ABSTRACT          The aims of this study was to determine the sensory and chemical characteristics of pokea clam sauce using pineapple extract with different concentrations. This study used a complete randomized design (CRD) with four treatments, based on the use of pokea shellfish and pineapple extract at concentrations of: 40%: 60% (P1), 50%: 50% (P2), 60%: 40%. (P3), 70%: 30% (P4). The results of the sensory test, showed that the use of different material concentrations has no significant effect on the hedonic sensory value of appearance, taste, aroma, and texture, but on the descriptive sensory value of appearance and taste has a significant effect. The pokea clam sauce with the highest descriptive sensory rating was in the P1, with the specifications of the sauce produced having an appearance with a dark brown color, no impurities, an added aroma of spices, a rather pleasant taste with sufficient salty taste, and a less thick but homogeneous texture. The proximat value of pokea clam sauce with protein, water, ash, carbohydrates, and pH were 1.26%, 71.43%, 10.85% , 4.74% and 18.39%, 3.48 respectively.Keywords: Batissa violacea, clam sauce, pokea clams, pineappleABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sensori dan proksimat saos kerang pokea mengunakan sari nanas dengan konsentrasi berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkakap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu dengan penggunaan daging kerang pokea dan sari nanas pada konsentrasi berturut-turut: 40%:60%  (P1), 50%:50% (P2), 60%:40% (P3), 70%:30% (P4). Berdasarkan  hasil uji sensori, menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi bahan yang berbeda  berpengaruh tidak nyata terhadap nilai sensori hedonik kenampakan, rasa, aroma, dan tekstur, namun pada nilai sensori deskriptif kenampakan dan rasa berpengaruh nyata. Saos dengan penilaian sensori deskriptif tertinggi yaitu pada sampel P1, dengan spesifikasi saos yang dihasilkan memiliki kenampakan dengan warna coklat tua, tidak ada kotoran, terdapat aroma tambahan rempah, rasa agak enak dengan rasa asin yang cukup, dan tekstur yang kurang kental namun homogen. Nilai proksimat protein, air, abu, lemak, karbohidrat dan pH dengan nilai 1,26%,  71,43%, 10,85%,  4,74%, 18,39% dan 3,48.Kata kunci: batissa violacea, kerang pokea, nanas, saos kerang
PENGARUH PENAMBAHAN DAGING KERANG KALANDUE (Polymesoda erosa) TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK DAN PROKSIMAT BAKSO KALANDUE Muhammad Iqbal; Haslianti Haslianti; Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v5i2.28393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daging kerang kalandue yang berbeda terhadap nilai organoleptik dan nilai proksimat bakso kerang kalandue. Rancangan penelitian yang digunakan adalah uji hipotesis paired sample t-test dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga di peroleh 6 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan daging kalandue kalandue 15% daging kalandue (P1), 20% daging kalandue (P2) dan 35% daging kalandue (P3) dan 40% daging kalandue (P4). Parameter yang diamati adalah nilai organoleptik (kenampakan, bau, rasa dan tekstur) dan nilai proksimat (air, abu, protein dan lemak). Penambahan daging kerang kalandue pada produk bakso daging kerang kalandue pada nilai organoleptik kenampakan, bau dan rasa tidak berbeda secara signifikan maka H0 ditolak sedangkan nilai organoleptik tekstur berbeda secara signifikan maka H0 diterima.   Penambahan daging kerang kalandue pada produk bakso daging kerang kalandue mempengaruhi pada nilai proksimat pada setiap perlakuan. Penambahan daging kerang kalandue pada produk bakso daging kerang kalandue mempengaruhi pada nilai proksimat pada setiap perlakuan. Nilai kadar air sekitar 63,30% (P1), 61,49% (P2), 66,91% (P3) dan 68,68% (P4) , nilai kadar abu 0,97% (P1), 1,67% (P2), 1,63% (P3) dan 1,80% (P4), nilai kadar protein 15,98% (P1), 7,38% (P2), 11,80% (P3) dan 7,89% (P4), dan nilai kadar lemak 1,85% (P1), 1,72% (P2), 1,74 (P3) dan 1,67% (P4).
KARAKTERISTIK FISIK SURIMI IKAN NILA (Oreochromis sp. ) BERDASARKAN PERBEDAAN PROSES PENCUCIAN MENGGUNAKAN NaHCO3 DAN NaCl Laode Muhamad Hazairin Nadia; Illian Elvira; La Ode Huli; Wa Ode Nafilawati; Sri Rejeki; Waode Nilda Arifiana Effendy
Jurnal Fish Protech Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v5i2.28303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik surimi ikan nila (Oreochromis sp.) dengan perbedaan proses pencucian menggunakan NaHCO3 dan NaCl. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor perlakuan yaitu pencucian lumatan daging ikan nila yang terdiri dari   4 taraf perlakuan dan masing - masing dilakukan 3 kali pengulangan, perlakuannya yaitu perlakuan A (kontrol atau tanpa NaHCO3 dan NaCl),perlakuan B (NaHCO30,4% dan NaCl 0,3%), perlakuan C (NaHCO30,5% dan NaCl 0,3%) dan perlakuanD (NaHCO30,6% dan NaCl 0,3%). Parameter fisik yang diuji yaitu rendemen, derajat putih, Water Holding Capacity (WHC), uji lipat (folding test) dan uji gigit (teeth cutting test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian dengan NaHCO3dan NaCl berpengaruh nyata terhadap nilai parameter fisik (kekuatan gel, derajat putih, WHC, uji lipat dan uji gigit) surimi ikan nila (p<0,05). Hasil rendemen tertinggi surimi ikan nila pada perlakuanD sebesar (34,98%), sedangkan terendah pada perlakuan A (33,13%). Hasil pengukuran dari parameter fisik menunjukkan bahwa perlakuan D sebagai perlakuan terbaik dengankekuatan gel 690,24 g.cm, derajat putih 66,94%, WHC 68,46%, uji lipat 4,89 dan uji gigit 8,75. Kata Kunci: ikan nila, karakteristik fisik, NaCl, NaHCO3, surimi
STUDI KUALITAS SENSORIK DAN KANDUNGAN PROKSIMAT STIK IKAN KEMBUNG (Rastrelliger SP) DENGAN PREPARASI BAHAN BAKU YANG BERBEDA Ramadan mr; Andi Besse Patadjai; La Ode Huli
Jurnal Fish Protech Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v5i2.27772

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas sensoris dan mengetahui kandungan proksimat stik ikan kembung (Rastelliger SP) dengan penyiapan bahan baku yang berbeda. Atribut sensori yang dianalisi adalah warna, aroma, bau, rasa dan kerenyahan sedangkan kadar proksimatnya adalah air, abu, lemak dan protein. Terdapat tiga cara pengolahan ikan yang berbeda pada pembuatan stik stik yaitu dikukus, diasap dan segar yang ditambahkan selama proses pembuatan stik. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dari kandungan proksimat dianalisis secara statistik menggunakan Analisis Varians (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antar perlakuan dan dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Sedangkan kualitas sensorik dianalisis secara non parametrik (kruskal-Wallis) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antar perlakuan dan selanjutnya menggunakan Man-Whitney U-Test 95% (α = 0,05) jika terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata pada bau, rasa dan kerenyahan kecuali warna dan aroma. Kandungan proksimat stik ikan dari  bahan baku yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada lemak dan protein kecuali air dan abu.
UJI SENSORI DAN KEAMANAN IKAN ASIN KATAMBA (Lethrinus lentjan) YANG DIPERDAGANGKAN DI KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI Salam Salam; Asnani Asnani; Kobajashi Togo Isamu
Jurnal Fish Protech Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Fish Protech Vol. 5 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jfp.v5i2.28394

Abstract

Produk ikan yang diolah tradisional, seperti ikan asin, keamanannya ditentukan oleh ada tidaknya komponen berbahaya baik secara fisik, kimia, maupun mikroba. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemanan ikan asin katamba yang meliputi uji kadar formalin, kadar air, nilai pH, dan nilai total kapang yang diperdagangkan di Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel (Purposive sampling). Ada enam (6) sampel yang diperoleh dari tiga (3) pasar di Kecamatan Wangi-Wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel P1 dan P3 memenuhi standar SNI dari segi tampilan dengan skor yang diberikan sebesar 8,05 untuk P1 dan 7,20 untuk P3 dari segi aroma juga memenuhi standar SNI khususnya sampel P3 (8 ,00), P1 (7,95) dan P2 (7,50). Nilai tertinggi untuk rasa dicapai oleh sampel P1 dengan nilai yang diberikan sebesar 6,80, uji atribut sensori, tekstur juga memenuhi standar SNI dengan nilai yang diberikan sebesar 8,00, 8,10, dan 7,40 untuk P1 , P3, dan P2 berturut-turut. Kandungan kapang tampak tertinggi ditunjukkan oleh sampel P1 (8,20) dan terendah ditunjukkan oleh sampel P5 (5,40). Kandungan formalin ditemukan pada 4 (empat) sampel yaitu sampel P2, P3, P4, dan P6, dan sisanya pada sampel P1 dan P5 positif. Kadar air tertinggi ditunjukkan oleh sampel P6 (43,31%) dan terendah ditunjukkan oleh sampel P3 (37,79) Nilai rentang pH tertinggi adalah P3 (7,79), dan nilai terendah untuk sampel adalah P4 (7,39). Kadar kapang tertinggi terdapat pada sampel P5 (3,7x103 koloni/g) sedangkan sampel lainnya kurang dari 10 koloni/g.

Page 11 of 16 | Total Record : 153