cover
Contact Name
Suwarjoyowirayatno
Contact Email
soerdjojos@gmail.com
Phone
+6285241713397
Journal Mail Official
jfishprotech@gmail.com
Editorial Address
Jl. H.E.A. Mokodompit, Kampus Hijau Bumi Tridharma, Anduonohu Kendari 93231 Provinsi Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Fish Protech
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 26211475     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jfp
Jurnal Fish Protech (JFP) (Journal of Fisheries Processing Technology) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait hasil-hasil penelitian dan pengembangan dibidang Teknologi Hasil Perikanan. JFP terbit sejak tahun 2018 dan dikelola oleh Jurusan/Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. JFP menerbitkan artikel dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober, dalam lingkup aspek karakteristik bahan baku hasil perikanan, pengolahan dan pengembangan produk perikanan, mutu dan keamanan produk hasil perikanan, penanganan hasil perikanan, biokimia hasil perikanan, mikrobiologi dan bioteknologi hasil perikanan, serta penanganan dan pengolahan limbah hasil perikanan. Penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik maupun non akademik. Artikel-artikel yang dipublikasi di jurnal ini telah melalui proses review oleh mitra bestari.
Articles 153 Documents
UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CENDOL YANG DIFORMULASI DARI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN TEPUNG SAGU (Metroxylon sagus Rottb.) Saleh, Arum Ayu Gustiara Absyah; Asnani, Asnani; Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i1.6467

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan pada bulir cendol rumput laut Kappahycus alvarezii dengan penambahan tepung sagu yang diekstraksi dengan pelarut methanol. Ekstrak diperoleh dengan cara maserassi terhadap bulir cendol rumput laut dan tepung sagu. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, streroid dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan bulir cendol Kappaphycus alvarezii diuji dengan metode DPPH ( 1-1 difenil -2 pikrilhidrazil). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu perlakuan R1S1 (RL : 10% TS : 90%), R2S2 (RL : 20%: TS : 80%), R3S3 (RL 30 % TS : 70%) dan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian mempelihatkan terdeteksi senyawa alkaloid, flavonoid, streroid dan triterpenoid sedangkan pada senyawa saponin tidak terdekteksi pada ekstrak metanol cendol Kappaphycus Alvarezii. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukan nilai IC50 terendah terdapat pada perlakuan R1S1 dengan jumlah IC50 652 ppm. Hal ini menunjukan bahwa adanya aktivitas antioksidan yang sangat lemah dari cendol  Kappaphycus alvarezii yang diekstraksi. Kata Kunci :    Aktivitas antioksidan, cendol, Kappaphycus alvarezii, Metroxylon sagus Rottb, fitokimia  AbstractThe aims  of this study was to determine the phytochemical content and antioxidant  on cendol seaweed (Kappaphycus alvarezii) with additions of sago flour (Metroxylon sagus Rottb.) extracted with methanol. Phytochemical tests were performed to determine the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, triterpenoids and steroids. Antioxidant activity of seaweed cendol. Kaphaphycus alvarezii was tested by DPPH method (1-1- diphenyl-2-picrylhydrazl). This study used a Completely Randomized Design (CRD) which consists of three treatments R1S1( RL 10% : TS 90% ), R2S2 (RL 20% : TS 80%), R3S3 ( RL 30% : TS : 70%) and three times replication. Observation data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) at the level of 95%, if there were significant differences (P> 0.05) then further testing was carried out with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 95% significance level. Phytochemical test showed there was compounds detected with alkaloids, flavonoids, triterpenoids and steroids. While the saponins compounds was not detected in methanol extract of Kappahycus alvarezi. The antioxidant activity by DPPH method showed that the high IC50 values is 652 ppm. That was indicated seaweed cendol from kappaphycus alvarezii has lower antioxidant activity. Key words:     Antioxidant activity, cendol, Kappaphycus alvarezii,Metroxylon sagus Rottb., phytochemical
ANALISIS SENSORIK, PROKSIMAT DAN ASAM LEMAK KEONG KOWOE DENGAN METODE PENGOLAHAN YANG BERBEDA Sahaba, Muh Alsere Bardian; Patadjai, Andi Besse; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Fish Protech Vol 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i1.6484

Abstract

AbstrakKeong kowoe adalah salah satu jenis moluska yang banyak dijumpai disungai, danau, rawa dan memiliki kandungan asam lemak yang baik untuk perkembangan otak dan mencegah penyakit jantung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sensori, kandungan proksimat dan asam lemak pada keong kowoe dengan metode pengolahan yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan 3 perlakuan. Penelitian ini meliputi uji sensorik, analisis proksimat dan asam lemak metode GC.Penilaian sensori meliputi aroma, warna, Flavor (keong), umami (gurih, enak), Saltiness (Asin) dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi aroma (5), warna (5,4) dan umami (5,3) ditunjukan pada metode pengasapan, untuk flavor (7,1) dan tekstur (5,9) ditunjukkan pada metode oven, sedangkan saltiness (4,6) ditunjukkan pada metode sun drying. kadar air (17,64%) tertinggi ditunjukkan pada metode pengasapan, untuk kadar protein (52,29%), lemak (11,52%) dan serat kasar (1,79%) ditunjukkan pada metode sun drying, sedangkan kadar abu (20,26%) ditunjukkan pada metode oven.  Nilai tertinggi asam lemak jenuh (63,96%) ditunjukkan pada metode oven, sedangkan asam lemak tak jenuh tunggal (21,61%) dan asam lemak tak jenuh jamak (31,68%) ditunjukkan pada metode pengasapan. Kata kunci: Asam lemak, pengasapan, proksimat, sensori, sun drying AbstractKowoe snail is one type of mollusk that is often found in rivers, lakes, swamps and have fatty acids whichare good for brain development and prevent heart disease. This study aims to determine the sensory value, proximate content and fatty acids in kowoe snails with different processing methods.This research used a descriptive method, with             3 treatments. This research including sensory test, proximate analysis and fatty acid GC methods. Sensory evaluation including aroma, color, flavor (snail), umami (savory, tasty), saltiness (salty) and texture. The results showed thatthe highest value of aroma (5), color (5.4) and umami (5.3) showed that of by smoking method, for flavor (7.1) and texture (5.9) showed that of by oven drying method, while saltiness (4.6) showed that of by sun drying method. The highest of moisture content (17.64%) showed that of by smoking method, for protein (52.29), lipid (11.52%) and crude fiber content (1.79%) showed that of by sun drying method, while ash content (20.26%) showed that of by oven drying method. The highest value of saturated fatty acids (63.96%) showed that of by oven drying method, while monounsaturated fatty acids (21.61%) and polyunsaturated fatty acids (31.68%) showed that of by smoking method. Key words: Fatty acids,proximate, sensory, smoking, sun drying
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PRODUK STIK DENGAN SUBSTITUSI DAGING IKAN GABUS (Channa striata) Fera, Feti; Asnani, Asnani; Asyik, Nur
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9226

Abstract

ABSTRACT          The aim of this study was to determine the effect of fish meat substitution on organoleptic and chemical compound of stick product. This study used a Randomized Complete Design (RCD) consist of four treatments such as P0 as control (0% fish meat : 100% wheat flour);  P1 (30% fish meat : 70% wheat flour); P2 (40% fish meat : 60% wheat flour); P3 (50% fish meat : 50% wheat flour). Result showed that  the highest value on sensory analysis was P3 with rather good category. The highest value of sensory analysis was P3, including colour (yellow-brownish), aroma (fishy), chrunciness (crunchy) and juiciness (very juicy). The highest value of protein and carbohydrate compound was P3 39.13% and 71.56% respectively. Keywords: Crackers, mackerel scad fish (Decapterus spp.), seaweed (E. cottoni), organoleptic test, chemical testABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi daging ikan terhadap nilai organoleptik dan komposisi kimia produk stik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yaitu P0 (kontrol) (0% daging ikan: tepung terigu 100%), P1 (daging ikan 30% : tepung terigu 70%), P2 (daging ikan 40% : tepung terigu 60%) dan P3 (daging ikan 50% : tepung terigu 50%). Berdasarkan hasil penelitian produk stik yang disubstitusikan dengan daging ikan gabus diperoleh perlakuan tertinggi uji sensorik diperoleh pada perlakuan P3 dengan penilain panelis yang cukup baik. Rerata uji sensorik tertinggi terdapat pada perlakuan P3 meliputi warna (kuning kecoklatan), aroma (beraroma ikan), rasa (terasa ikan), kerenyahan (renyah), dan rasa gurih (sangat gurih).  Komposisi kimia protein dan karbohidrat tertinggi pada produk stik ditemukan pada perlakuan P3 masing-masing sebesar 39,13 dan 71,56%.Kata kunci: Eucheuma cottonii, Ikan layang (Decapterus spp), Kerupuk, uji organoleptik, uji kimia
PENGARUH KONSENTRASI GARAM TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK KIMIA KEONG KOWOE (Pila ampullacea) PINDANG SELAMA PENYIMPANAN Bramatya, Eko; Ibrahim, Mohamad Nuh; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9233

Abstract

ABSTRACT          The aims of this study was to determine the effect of salt concentration on the organoleptic test of the chemical snail kowoe (pila ampullacea) pindang during storage. This research was conducted at the Laboratory of Fisheries Technology Department of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, University of  Halu Oleo (UHO). This study used a completely randomized design (CRD) consisting of salting with a concentration of 8%, salting with a concentration of 19%, and salting with a concentration of 27% with three replications. Based on the results of the study on the effect of salt concentration showed that the highest taste value at treatment N1 was 6 (quite like), the highest water content in treatment N3 was 82.60%, ash content at N3 treatment was 7.19%, protein content in treatment N1 was 14.30%, fat content at N1 treatment was 1.18% and carbohydrate content in N3 treatment was 6.53%, the effect of storage time showed that the highest water content in treatment T1 was 79.03%, ash content in T3 treatment was 6.39%, protein content in treatment T1 was 12.35% , fat content in treatment T1 was 0.93% and carbohydrate content in treatment T1 was 5.79% and the interaction of salt concentration and storage time showed that the mean value of appearance, smell, taste and texture was obtained the highest value in a row ie at N1T1 treatment of 5 (enough likes), N1T1 treatment is 5 (quite like), N1T2 treatment is 7 (likes), N1T1 treatment is 5 (likes), as long as n the water content, ash, protein, fat and carbohydrate obtained the highest levels in a row namely at N3T1 treatment of 83.34%, N3T3 treatment at 7.23%, N1T1 treatment at 14.44%, at N1T1 treatment at 1.18% and N3T1 treatment at 6.87%. Keywords: Kowoe Snail, Salting, Proximate, Organoleptic ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam terhadap uji organoleptik kimia keong kowoe (Pila ampullacea) pindang selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UniversitasHalu Oleo (UHO).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri penggaraman dengan konsentrasi 8%, penggaraman dengan konsentrasi 19%, dan penggaraman dengan konsentrasi 27% dengan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap pengaruh konsentrasi garam menunjukkan bahwa nilai rasa tertinggi pada perlakuan N1 sebesar 6 (cukup suka), kadar air tertinggi pada perlakuan N3 sebesar 82.60%, kadar abu pada perlakuan N3 sebesar 7.19%, kadar protein pada perlakuan N1 sebesar 14.30%, kadar lemak pada perlakuan N1 sebesar 1.18% dan kadar karbohidrat pada perlakuan N3 sebesar 6.53%, pengaruh lama penyimpanan menunjukkan bahwa kadar air tertinggi pada perlakuan T1 sebesar 79.03%, kadar abu pada perlakuan T3 sebesar 6.39%, kadar protein pada perlakuan T1 sebesar 12.35%, kadar lemak pada perlakuan T1 sebesar 0.93% dan  kadar karbohidrat  pada perlakuan T1 sebesar 5.79% dan interaksi konsentrasi garam dan lama penyimpanan menunjukkan bahwa rerata nilai rupa, bau, rasa dan tekstur diperoleh nilai tertinggi berturut-turut yakni pada perlakuan N1T1 sebesar 5 (cukup suka), perlakuan N1T1 sebesar 5 (cukup suka), perlakuan N1T2 sebesar 7(suka), perlakuan N1T1 sebesar 5 (cukup suka), sedangkan kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat diperoleh kadar tertinggi berturut-turut yakni  pada perlakuan N3T1 sebesar 83.34%, perlakuan N3T3 sebesar 7.23%, perlakuan N1T1 sebesar 14.44%, pada perlakuan N1T1 sebesar 1.18% dan perlakuan N3T1 sebesar 6.87%.Kata kunci: Keong Kowoe, Penggaraman, Proksimat, Organoleptik
UJI KUALITAS GELATIN DARI TULANG IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) MENGGUNAKAN JENIS ASAM YANG BERBEDA Safitri, Rini; Isamu, Kobajashi Togo; Akib, Nur Illiyin
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9351

Abstract

ABSTRACT          The Aim of this study was to determine the quality of gelatin from the yellowfin tuna bone of different acid types and to know the effect of the use of acid as an extraction material to the quality of the yellowfin tuna gelatin. This study uses a variety of different acid concentrations, namely the solution of hydrochloric acid 4% (A1), acetate 4% acid (A2) and 4% sulphuric acid (A3). The study made use of the complete random draft (RAL) consisting of 3 treatments and 3 times repeated. Data on the observation result is analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) at 95%, if there is a real difference (P > 0.05) then the test is carried out with a test of DMRT (Duncan Multiple Range Test) in the real standard 95%. Analysis of sensory testing, proximate composition, pH value tests, and lowliness. The highest consecutive sensory values (aroma and color) are found in the treatment of (A1) and (A3) with a value of 6.2 and 6.1. The highest consecutive proximate composition values (moisture content, ash content, and protein levels) are noted in the (A2) and (A1) treatments with values of 12.51, 6.60 and 50.64. Highest pH value on the treatment of (A1) and (A2) with value 5. The highest yield values in the (A3) treatment with a value of 3%. From statistics of real difference test (DMRT) indicates that there is no noticeable difference in the gelatin color and aroma of the yellowfin Tuna fish bones by using altered acid types. Keywords: Gelatin, Lowliness, Proximate, PH value, sensory test, Tuna bone, and ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gelatin dari tulang ikan tuna sirip kuning dari jenis asam yang berbeda dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan asam sebagai bahan pengekstraksi terhadap kualitas gelatin ikan tuna sirip kuning. Penelitian ini menggunakan variasi konsetrasi asam yang berbeda yaitu larutan asam klorida 4% (A1), asam asetat4% (A2) dan asam sulfat 4%  (A3). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Analisis uji sensori, komposisi proksimat, uji nilai pH dan rendemen. Nilai sensori tertinggi berturut-turut (aroma dan warna) terdapat pada perlakuan (A1) dan (A3) dengan nilai 6.2 dan 6.1. Nilai komposisi proksimat berturut-turut tertinggi (kadar air, kadar abu, dan kadar protein) terdapat pada perlakuan (A2) dan (A1) dengan nilai 12.51, 6.60 dan 50.64. Nilai pH tertinggi pada perlakuan (A1) dan (A2) dengan nilai 5. Nilai rendemen tertinggi pada perlakuan (A3) dengan nilai 3%. Dari statistik   uji beda nyata (DMRT) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata pada warna dan aroma gelatin dari tulang ikan Tuna sirip kuning dengan menggunakan jenis asam yang berbeda.Kata kunci: Gelatin, Nilai pH,Proksimat, Rendemen, Tulang Ikan Tuna, dan Uji Sensori
STUDI PENAMBAHAN KARAGENAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DALAM PEMBUATAN MIE BASAH BERBASIS TEPUNG SAGU (Metroxylon sp.) Kaudin, Ode; Patadjai, Andi Besse; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Fish Protech Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Fish Protech Vol. 2 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v2i2.9477

Abstract

ABSTRACT          The purpose of this study was to determine the effect of adding carrageenan to the sensory quality, proximate and physical quality of sago flour-based wet noodles. This study used a Completely Randomized Design (CRD) using an experimental method with a concentration of 51% flour composite material, 41% sago flour with the addition of carrageenan consisting of three treatments, addition of carrageenan T0 (control 0%), T1 (8%), and T2 (10%) and repeated three times. Data from observations were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) at a level of 95%, if there is a real difference (P> 0.05) then a further test was performed with a DMRT (Duncan Multiple Range Test) tests at a 95% significance level. The results of the study were drawn from the best assessment results of the highest sensory value obtained in the T2 treatment with a color value of 5.13, suppleness 7.20, taste 7.73, and aroma 6.23. Proximate composition of wet noodles was obtained at T2 treatment, water content with a value of 35.94%, the protein content of 5.07%, fat content of 1.39%, ash content of 5.47%, carbohydrate content of 31.45% and the crude fiber content of 15,16%. The physical quality of wet noodles can be obtained at T2 treatment, wet noodle development test with a value of 0.83 mm (millimeters) and water absorption test with a value of 1.04%. The results showed that there was a significant influence on the addition of carrageenan to the proximate quality and physical quality of wet noodles but did not have a significant effect on sensory quality on the aroma attributes. Keywords: Carrageenan, Wet noodles, Sago flourABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap kualitas sensorik, proksimat dan kualitas fisik mie basah berbasis tepung sagu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan metode eksperimen dengan konsentrasi bahan komposit tepung terigu 51%, tepung sagu 41% dengan penambahan karagenan yang terdiri dari tiga perlakuan, penambahan karagenan T0 (kontrol 0%), T1 (8%), dan T2 (10%) dan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian diambil dari hasil penilaian terbaik dari nilai tertinggi sensorik yang diperoleh pada perlakuan T2 dengan nilai warna 5,13, kekenyalan 7,20, rasa 7,73, dan aroma 6,23. Komposisi proksimat mie basah diperoleh pada perlakuan T2, kadar air dengan nilai 35,94%, kadar protein 5,07%, kadar lemak 1,39%, kadar abu 5,47%, kadar karbohidrat 31,45% dan kadar serat kasar 15,16%. Kualitas fisik mie basah basah dapat diperoleh pada perlakuan T2, uji pengembangan mie basah dengan nilai 0,83 mm (mili meter) dan  uji daya serap air dengan nilai 1,04%. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata penambahan karagenan terhadap kualitas proksimat dan kualitas fisik mie basah namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas sensorik pada atribut aroma.Kata kunci: Karagenan, Mie basah, Tepung sagu
Cover, Kata Pengantar dan Daftar Isi Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11597

Abstract

Cover, Kata Pengantar dan Daftar Isi
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN PENGASAP TERHADAP UJI SENSORIK DAN KANDUNGAN GIZI KERANG DARAH (Anadara granosa ) ASAP Kiro, Muhammad Zul Sudrajat; Isamu, Kobajashi Togo; Rejeki, Sri
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11602

Abstract

The Effect of  Smoke Material Difference to Sensory Testing and The Nutrient Content of Cockle shells (Anadara granosa) Fumigation ABSTRACT         This research is to determine the effect of fumigation with shell and coconut husks to sensory value and the nutritional value of cockle shells (Anadara granosa) fumigation. The tested samples have divided into three treatments and three repeated remixes with coconut fiber, coconut shell, and a mixture of coir and coconut shell for 40 minutes, therefore, this research was designed with a completely random design. The effect of the fumigation differentiation on sensory testing and cockle shell nutrient content (Anadara granosa) fumigation has done after the validator. The results showed that sensory value based on panelist data showed no apparent effect on aroma, a real effect on color, flavor, and texture. The result of a presentative nutritional test is likely to vary creatively during the total duration of each of the forty minutes, based on the best treatment of water content P1U1, P2U2, and P3U2 consecutive 34.34%; 43.81%; 43.69%, ash content 3.40%; 2.38%;; 2.49%, carbohydrate 5.97;  4.47% ; 5.95%, Protein 15.42%; 18.54% ; 21.25%, and  fat  1.18%; 1.12%; 1.75%. Keywords: Anadara granosa, fumigation, sensory, nutrition.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pengasapan dengan bahan pengasap tempurung dan sabut kelapa terhadap nilai sensorik dan nilai gizi kerang darah (Anadara granosa) asap. Sampel yang diuji dibagi menjadi tiga perlakuan dan tiga kali ulangan diantaranya pengasapan dengan sabut kelapa (P1), tempurung kelapa (P2) serta campuran sabut dan tempurung kelapa (P3) selama 40 menit oleh sebab itu penelitian ini di desain dengan rancangan acak lengkap. Pengaruh perbedaan bahan pengasap terhadap uji sensorik dan kandungan gizi kerang darah(Anadara granosa) asap dilakukan setelah pengasapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai sensorik berdasarkan data panelis menunjukan berpengaruh tidak nyata terhadap aroma, berpengaruh nyata terhadap warna, rasa dan tekstur. Nilai hasil uji gizi secara keseluruhan   cenderung variatif selama total lama pengasapan empat puluh  menit berdasarkan perlakuan terbaik yaitu kandungan air P1U1, P2U2, dan P3U2 berturut turut 34,34% ; 43,81% ; 43,69 %, Kadar abu 3,40% ; 2,38% ;2,49%, Karbohidrat 5,97 ; 4,47%; 5,95 %, Protein 15,42 %; 18,54%; 21,25 %, dan Lemak 1,18; 1,12%; 1,75 %.Kata kunci: Anadara granosa, pengasapan, sensorik, gizi.
KARAKTERISTIK KIMIA TEPUNG SILASE LIMBAH IKAN TUNA (Thunnus sp.) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG JAGUNG Safitra, Safitra; Asnani, Asnani; Rejeki, Sri
Jurnal Fish Protech Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Fish Protech Vol. 3 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v3i1.11607

Abstract

Chemical characteristics of Silage Flour from Tuna Fish Waste (Thunnus sp.) with cornflour additionABSTRACT         The purpose of this study was to determine the chemical characteristics and the effect of the addition of cornflour to tuna waste silage flour.  This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments, namely TS1 (5% addition to corn flour), TS2 (10% adding corn flour), TS3 (15% adding corn flour), TS4 (20% adding cornflour)  ) and repeat three times.  Data from observations were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) at a level of 95%, if there is a real difference (P> 0.05) then a further test was performed with a DMRT (Duncan Multiple Range Test) tests at a 95% level.  The results showed that the effect of adding cornflour to fish waste silage flour had a significant effect on the chemical content test value.  The results of the chemical test of the silage flour show water content between 10.4% -8.4%, ash content of 24.2% -7.9%, protein content of 47.5% -43.3%, and fat content of 4.6  % -2.1%. Keywords: Silage flour, tuna waste (Thunnus sp.), Cornflour and proximate composition.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia  dan pengaruh penambahan tepung jagung pada tepung silase limbah ikan tuna. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yaitu perlakuan TS1 (5% penambahan tepung Jagung), TS2 (10% penambahan tepung jagung), TS3   (15% penambahan tepung jagung), TS4 (20% penambahan tepung jagung) dan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh penambahan tepung jagung pada tepung silase limbah ikan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai uji kandungan kimia. Hasil uji kandungan kimia tepung silase menunjukkan kadar air antara 10,4%-8,4%, kadar abu 24,2%-7,9%, kadar protein 47,5%-43,3%, dan kadar lemak 4,6%-2,1%.Kata kunci: Tepung silase, limbah ikan tuna (Thunnus sp.), tepung jagung serta komposisi proksimat
ANALISIS PROKSIMAT DAN KANDUNGAN KALSIUM KERUPUK BERBAHAN DASAR LIMBAH CANGKANG KERANG POKEA (Batissa violacea celebensis Marten 1897) Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno; Tamtama, Ary
Jurnal Fish Protech Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Fish Protech, April 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfp.v1i1.4068

Abstract

Kerupuk merupakan makanan kudapan yang bersifat kering, ringan, banyak disukai masyarakat dan mengandung pati yang cukup tinggi. Pemanfaatan cangkang kerang pokea sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kerupuk bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi  kerupuk khususnya kandungan kalsium yang dibutuhkan bagi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan dan pada penderita defisiensi kalsium. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama pengukuran potensi kerang pokea dan menganilisis karakteristik fisiko-kimia tepung kalsium cangkang kerang pokea yang dihasilkan. Tahap kedua yaitu proses pembuatan kerupuk dengan penambahan tepung cangkang kerang pokea, uji proksimat, uji kekerasan, uji derajat putih, uji kandungan kalsium, volume pengembangan dan uji sensori meliputi penampakan, warna, aroma, kerenyahan dan rasa dari kerupuk yang dihasilkan serta menganalisis karakteristik fisiko-kimia kerupuk. Faktor perlakuan yang digunakan adalah penambahan tepung cangkang kerang pokea pada kerupuk dengan taraf 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian memperlihatkan perlakuan terbaik dengan penambahan tepung cangkang pokea pada konsentrasi 15%, diperoleh nilai proksimat kadar air, protein, lemak, abu dan karbohidrat berturut-turut 11,80; 0,76; 0,93; 17,86 dan 68,64%, serta pengujian kalsium kerupuk dengan nilai 520 mg/100g. Kata Kunci : Kerupuk, Kalsium, Cangkang, Pokea

Page 6 of 16 | Total Record : 153