cover
Contact Name
Berta Bekti Retnawati
Contact Email
praxis@unika.ac.id
Phone
+6282223137973
Journal Mail Official
praxis@unika.ac.id
Editorial Address
Jl.Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Duwur Semarang 50234
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring
ISSN : -     EISSN : 26229137     DOI : 10.24167
PRAXIS: Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Jurnal Praxis merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata dan merupakan jurnal peer reviewed dan Open-Acces. Jurnal Praxis menerima artikel hasil penelitian murni ataupun hasil penelitian yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dan artikel belum pernah dimuat di media lainnya. Fokus artikel yang diterbitkan berkaitan dengan Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring. Adapun topik-topik artikel yang dipublikasikan di jurnal Praxis mencakup Semua topik yang tercakup dalam ilmu Sains dan Teknologi meliputi berbagai bidang : - Teknologi Pangan - Elektro - Teknik Sipil - Arsitektur - Desain Komunikasi Visual - Komputer - Teknologi Informasi - Kimia - Biologi - Matematika - Teknologi Rekayasa - Farmasi - serta bidang-bidang lain yang relevan Semua topik yang berkaitan dengan Masyarakat dan Jejaring - Manajemen - Psikologi - Hukum - Komunikasi - Bahasa dan Sastra - Akuntansi - Struktur Sosial Kemasyarakatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 122 Documents
Manajemen Kecepatan Kendaraan di Ruas Jalan MT Haryono, Kota Semarang, Jawa Tengah Sholahudin, Farhan; Muna, Yunita Miftahul; Istianti, Monica Ayu
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 7, No 2 : March 2025
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v7i2.12786

Abstract

Kecepatan kendaraan merupakan faktor penting yang memengaruhi keselamatan dan efisiensi lalu lintas di jalan perkotaan. Ruas Jalan MT Haryono, Kota Semarang, merupakan salah satu jalan utama dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, yang seringkali menghadapi tantangan terkait pengendalian kecepatan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen kecepatan di ruas jalan ini melalui identifikasi karakteristik arus lalu lintas dan evaluasi implementasi fasilitas pengendalian kecepatan. Pendekatan yang digunakan meliputi survei volume lalu lintas, pengukuran kecepatan, serta analisis data menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kendaraan cenderung melebihi batas yang ditetapkan pada waktu-waktu tertentu, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kecepatan meliputi jenis kendaraan, tingkat kepadatan lalu lintas, serta ketersediaan fasilitas keselamatan seperti rambu dan marka jalan. Rekomendasi penelitian ini mencakup penerapan manajemen kecepatan, penerapan zona kecepatan berbasis waktu, peningkatan fasilitas pengendalian kecepatan, dan kampanye edukasi keselamatan berlalu lintas. Dengan manajemen kecepatan yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mendukung kelancaran arus lalu lintas di Ruas Jalan MT Haryono, Kota Semarang.
Hubungan Stres Akademik dengan Emotional Eating Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Katolik Soegijapranata Defi, Ratna Shintia
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 7, No 2 : March 2025
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v7i2.12704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui hubungan antara stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Katolik Soegijapranata. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dan dengan uji analisis Spearman. Metode simple random sampling digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stres akademik (Perception of Academic Stress Scale (PAS)) dan emotional eating (Emotional Eater Questionnaire (EEQ)). Berdasarkan data penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden mangalami stres akademik sedang sebanyak 59 responden (64,8%) dan sebagian besar responden tergolong ke dalam emotional eater yaitu sebanyak 47 responden (51,6%). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antar stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Katolik Soegijapranata dengan nilai p 0,000. Nilai korelasi yang didapatkan sebesar 0,405 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara stres akademik dengan emotional eating.
Evaluasi dan Perencanaan Infrastruktur Simpang Jalan Prof. Soedharto: Perspektif Profesi Insinyur Wijaya, Muhammad Teqi; Wahyuni, Maria
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 7, No 2 : March 2025
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v7i2.13107

Abstract

Kemacetan kota besar mencerminkan urbanisasi yang tak seimbang dengan infrastruktur, diperburuk tingginya kendaraan pribadi yang menciptakan polusi dan menghambat mobilitas. Di Semarang, simpang Jalan Prof. Soedharto menjadi titik rawan, sering padat karena jalur utama ke Universitas Diponegoro dan permukiman sekitar. Studi tentang simpang Jalan Prof. Soedharto berfokus pada penanganan kemacetan lalu lintas melalui analisis dan simulasi terperinci menggunakan perangkat lunak VISSIM. Proses analisis dimulai dengan pengumpulan data, termasuk pengamatan langsung dan simulasi lalu lintas untuk menilai kondisi persimpangan saat ini. Lalu lintas di persimpangan utama, seperti Patung Diponegoro dan Srondol Bumi Indah, dievaluasi dalam dua skenario: "Do Nothing" dan "Do Something" . Dalam skenario "Do Nothing", simulasi mengungkapkan kemacetan parah dengan antrian kendaraan yang panjang, yang disebabkan oleh kapasitas jalan yang tidak memadai dan siklus lampu lalu lintas yang kurang optimal. Skenario "Do Something" menerapkan intervensi pengoptimalan sinyal dan pelebaran jalan dari 14m menjadi 16m. Skenario alternatif menunjukkan peningkatan performa simpang dengan penurunan waktu tunda sebesar 5% pada pendekat yang paling padat. Arus lalu lintas membaik dengan antrian lebih pendek dan waktu tunggu berkurang, menunjukkan efektivitas solusi. Simulasi ini menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur untuk mengurangi kemacetan dan mendukung lalu lintas yang lebih efisien dan aman di Semarang.
IMPLEMENTASI INTEGRATED FARMING SYSTEM DI KAWASAN PERDESAAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG Antonius Aru Hadi Eka Sayoga
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14367

Abstract

Sistem pertanian tradisional yang berfokus pada monokultur menghadapi tantangan signifikan berupa kerentanan terhadap risiko panen, fluktuasi harga, dan input eksternal yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan penelitian terkait Integrated Farming System dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana Integrated Farming System (IFS) telah diterapkan di Kawasan Perdesaan Getasan, serta strategi optimalisasinya dengan mengkaji implementasi dan potensi IFS sebagai solusi pembangunan perdesaan yang holistik dan berkelanjutan di Kawasan Perdesaan Getasan. Melalui pendekatan deskriptif kualitif, penelitian ini menganalisis kondisi eksisting di delapan desa yang masuk dalam Kawasan Perdesaan Getasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IFS di kawasan ini telah dilakukan melalui berbagai aksi nyata, seperti pemanfaatan kotoran ternak khususnya sapi dan limbah sayur untuk biogas dan pupuk organik, penguatan kapasitas sumberdaya manusia petani dan peternak, serta integrasi kegiatan pertanian dan peternakan yang sudah menjadi praktik yang umum dilakukan di semua desa di Kawasan Perdesaan Getasan, namun terdapat kendala berupa lemahnya koordinasi dan manajemen sumber daya manusia di beberapa desa. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa IFS memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan di Kawasan Perdesaan Getasan. Untuk mengoptimalkannya, disarankan adanya penguatan kelembagaan, diversifikasi pemasaran produk olahan, dan pemberdayaan pemuda untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam pengembangan desa. Dengan demikian, sistem pertanian terpadu dapat menjadi pendorong utama untuk menciptakan kawasan perdesaan Getasan yang mandiri dan sejahtera.
TINGKAT KONSUMSI DAN DAMPAK EKONOMI GORENGAN DI KABUPATEN BANYUMAS M Rifqi; Eko Aji Saputro
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14298

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat konsumsi dan dampak ekonomi gorengan di Kabupaten Banyumas. Meskipun Indeks Ketahanan Pangan di wilayah ini berada pada kategori "Sangat Tahan," aspek pemanfaatan pangan masih menjadi masalah. Hal ini disebabkan oleh konsumsi minyak dan lemak yang melebihi batas ideal, yang berpotensi meningkatkan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi. Dengan menggunakan metode convinience sampling terhadap 540 responden di 27 kecamatan, penelitian menemukan bahwa gorengan menempati posisi penting dalam pola konsumsi masyarakat, setara dengan sayuran, buah-buahan, dan rebusan. Tempe Mendoan adalah gorengan favorit, dipilih oleh 76% responden, dengan rata-rata konsumsi harian 2,2 buah per orang. Menariknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pendapatan dan jumlah konsumsi. Secara ekonomi, konsumsi gorengan memiliki dampak yang signifikan, menciptakan perputaran uang tahunan hingga Rp 1,78 triliun. Hal ini tidak hanya berkontribusi besar terhadap PDRB lokal, tetapi juga menciptakan rantai pasokan yang kuat dari petani hingga pedagang dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.
PERAN INSTANSI PEMERINTAH DALAM UPAYA PENGENDALIAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN (Studi Kasus: Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah) Tria Hatmanto; Didik Syaiful Bachri
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14357

Abstract

Lahan merupakan infrastruktur vital yang perlu dilindungi untuk menjamin ketersediaan pangan. Kabupaten Temanggung telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014, yang kemudian diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, guna mengendalikan alih fungsi lahan pertanian yang didorong oleh pertumbuhan demografis, sosial, dan ekonomi. Regulasi ini mengatur lahan pertanian yang harus dilindungi dari konversi hingga tahun 2031. Tim Pengendalian Alih Fungsi Lahan secara teknis memiliki kendali langsung terhadap pengendalian konversi lahan di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran instansi pemerintah dalam upaya pengendalian alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Temanggung. Pendekatan yang digunakan adalah gabungan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis stakeholder. Hasil analisis terhadap Tim Alih Fungsi menunjukkan bahwa Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, dan Bappeda merupakan Key Players, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merupakan Subject, Bagian Hukum Sekretariat Daerah dan Kantor Pertanahan merupakan Crowd.
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang dalam Meningkatkan Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi di KTT Trajumas Ahmad Rifki Rizaludin; Suci Nurlaili; Galy Hardyta
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14297

Abstract

Kelompok Tani Ternak (KTT) Trajumas, Salaman, Magelang, merupakan kelompok peternak kambing perah yang berfokus pada pengembangan jenis Etawa, Saanen, dan SAPERA. Produk utama adalah susu yang kaya manfaat bagi kesehatan. Komposisi susu kambing meliputi protein, karbohidrat, laktosa, lemak, serta vitamin A dan B lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Selain kandungan kimiawi, kualitas fisik susu menjadi indikator penting dalam kelayakan susu aman dikonsumsi. Susu kambing tersebut dapat diolah melalui proses pemanasan atau pasteurisasi. Selain metode termal, penambahan bahan alami ekstrak bunga telang dapat menjadi solusi inovatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas fisik susu kambing pasteurisasi dengan penambahan ekstrak bunga telang di KTT Trajumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 X 4 dengan dua faktor yaitu metode pasteurisasi (LTLT dan HTST) dan konsentrasi ekstrak bunga telang (0%, 2%, 4%), sehingga terdapat 24 sampel. Parameter yang diamati adalah Solid Non-Fat (SNF), total solids, dan density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh nyata (p0,05) terhadap SNF, total solids, dan density, sedangkan metode pasteurisasi maupun interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata (p0,05). Secara keseluruhan nilai parameter yang diperoleh berada dalam kisaran normal sesuai SNI, sehingga produk masih aman dan layak dikonsumsi.
Strategi Penerapan Prinsip ESG (Environmental, Sosial and Governance) untuk Pertanian Berkelanjutan Kabupaten Kudus Nazil Afifatun Nikmah
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14345

Abstract

This study discusses integration of ESG (Environmental, Social and Governance) principles at agricultural sector in Kudus Regency. Through a qualitative approach, this study analyzes the potential and challenges of implementing ESG principles in agricultural systems, as well as how these principles can promote environmental, social and governance. The results of the study show that the agricultural sector of Kudus Regency includes several main commodities such as rice, corn, plantation crops and horticulture which have an important role as economic support for rural communities. However, the sector faces serious challenges in the form of urbanization, limited access to capital, low adoption of modern technology, natural disasters and marketing barriers. ESG principles are offered as a strategic framework in order to answer these challenges. In the environmental aspect, the strategy is directed at environmentally friendly agricultural practices, the use of precision agricultural technology, and the integration of agricultural waste to support the circular economy. In the social aspect, strengthening the capacity of farmers, increasing the participation of village communities, and expanding digital-based market access are the main focuses. Meanwhile, in the aspect of governance, there is a need for regional policies that encourage reasonable pricing policies, multi-stakeholder collaboration, and the provision of access to inclusive financing. With these steps, it is hoped that agriculture in Kudus Regency will have the opportunity to play a strategic role in realizing inclusive and sustainable development.Keywords: ESG Principles; Sustainable Agriculture; Inclusive Development
Analisis Work-Life Balance Karyawan Koffness The Bistro Semarang Alviana Kusuma Dewi; Rudy Elyadi
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 8, No 1: September 2025
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i1.14249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis work-life balance karyawan Koffness The Bistro Semarang berdasarkan empat dimensi utama, yaitu Work Interference with Personal Life (WIPL), Personal Life Interference with Work (PLIW), Personal Life Enhancement of Work (PLEW), dan Work Enhancement of Personal Life (WEPL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert. Data dikumpulkan melalui kuesioner berdasarkan empat dimensi work-life balance menurut Fisher et al. Responden dalam penelitian ini berjumlah 20 orang karyawan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, yang meliputi perhitungan skor total dan rata-rata dari setiap dimensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance karyawan berada dalam kategori seimbang, dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 3,95. Dimensi PLIW memiliki rata-rata tertinggi sebesar 4,13 dan dikategorikan sangat seimbang, diikuti oleh PLEW dengan rata-rata 4,03 (sangat seimbang), WEPL dengan rata- rata 3,81 (seimbang), serta WIPL dengan rata-rata 3,83 (seimbang). Keseluruhan hasil tersebut menunjukkan bahwa karyawan telah mampu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka dengan baik, meskipun dimensi WEPL masih dapat ditingkatkan.Kata Kunci: Work-life balance, karyawan, WIPL, PLIW, PLEW, WE 
Urban Farming Berbasis Teknologi Sensor dan Platform Dagang Lokal untuk Kedaulatan Pangan Semarang Karla Katina Salim Nohkarsan; Caroline Noel Amaris Purnomo; Karyn Gracia Hartono; Mellia Harumi; Gelbert Jethro Sanyoto
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14323

Abstract

Kedaulatan pangan menjadi prioritas pembangunan yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Semarang. Luas lahan pertanian Kota Semarang pada tahun 2019 hanya berkisar 2.396,54 ha yang diiringi dengan peningkatan jumlah penduduk lebih dari 1,6 juta jiwa, serta wilayah perkotaan yang mendominasi. Hal ini menyebabkan penurunan kapasitas wilayah dalam menjaga kemandirian dan ketahanan pangan kota untuk memenuhi kebutuhan pangan. Sementara itu, jumlah komunitas urban farming di Kota Semarang masih terbatas dan belum terintegrasi dalam skala kota, sehingga perlu dikembangkan program yang mengoptimalisasi sumber daya lokal melalui urban farming sebagai praktik pertanian perkotaan menggunakan lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang dua sistem pendukung: (1) aplikasi sistem urban farming berbasis teknologi sensor untuk pemantau parameter penting mengenai kondisi tanaman secara real time yang terintegrasi dengan katup otomatis untuk pemberian nutrisi atau penyesuaian pH, dan (2) aplikasi dagang lokal digital untuk mewujudkan rantai pasok pangan lokal yang pendek. Aplikasi ini memungkinkan hasil pertanian masyarakat dijual langsung kepada konsumen terdekat, serta mengintegrasikan fitur pencarian petani urban farming terdekat. Penelitian ini dilakukan dengan studi observasi, deep interview, serta studi literatur mengenai kondisi dan potensi urban farming Kota Semarang. Penelitian dilakukan dengan perancangan sensor dan studi potensi penerapan aplikasi urban farming. Program ini diharapkan mampu mendukung kedaulatan pangan perkotaan dengan mendukung sistem pangan lokal yang efisien, mempersingkat rantai distribusi, menekan jejak karbon, serta membangun sikap partisipatif masyarakat dalam sistem pangan lokal berkelanjutan.

Page 12 of 13 | Total Record : 122