cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial Budaya
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14109859     EISSN : 25808524     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dinamika Sosial Budaya (JDSB) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM), jurnal ini melingkupi bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu manajemen, akuntansi, bidang ilmu hukung dan bidang ilmu psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
Pengaturan Konstitusional Toleransi Beragama dalam Mewujudkan Perlindungan Hak Asasi Manusia di Indonesia Ishak, Nurfaika
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.3959

Abstract

Pengaturan Konstitusional Toleransi Beragama dalam Mewujudkan Perlindungan Hak Asasi
KONTRUKSI MASYARAKAT MENENGAH BAWAH TENTANG BUDAYA WIWITAN (AGAMA ISLAM) DI DESA MARGOMULYO, KECAMATAN BALEN, KABUPATEN BOJONEGORO Zain, Selvia Salsabilatus
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4257

Abstract

Tradisi merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan tujuan simbolis serta memiliki makna religious. Tradisi dilakukan sesuai dengan aturan dari nenek moyang terdahulu yang tidak dilakukan secara sembarangan, salah satunya yakni tradisi wiwitan. Wiwitan diambil dari kata Wiwit yang berarti mulai, memotong padi sebelum panenan dilakukan. Dalam melaksanakan tradisi wiwitan membutuhkan finansial untuk membuat makanan yang akan disajikan dalam acara wiwitan. Teori kontruksi sosial Peter L. Berger digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini mengenai realitas dan pengetahuan. Proses kontruksi masyarakat diperoleh melalui internalisasi atau identifikasi, obyektifikasi atau interaksi, dan eksternalisasi atau adaptasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif, menggunakan pendekatan fenomenologi. Data dari penelitian ini diperoleh melalui data primer dan data sekunder yang diperoleh dari jurnal nasional maupun internasional, buku, artikel ilmiah serta sumber internet lainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses kontruksi masyarakat menengah bawah mengenai tradisi wiwitan di desa Margomulyo. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi wiwitan dilakukan oleh masyarakat menengah bawah di desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Bojonegoro menyesuaikan keadaanya, meskipun dengan menghidangkan makanan yang sederhana. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud terima kasih kepada bumi serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Tragedi Di Mempusun: Perang Antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan (1806-1811) Wahyuni, Ida; Bunari, Bunari; Asril, Asril
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4169

Abstract

Berdirinya Kerajaan-kerajaan Melayu di Riau, membuat kerajaan-kerajaan tersebut memperluas daerah kekuasaannya dengan cara menaklukkan kerajaan lainnya. Sama halnya seperti Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan. Perang antara dua kerajaan ini terjadi di Pelalawan yakni di Mempusun. Dalam penelitian ini membahas mengenai: (1) Latar belakang penyebab terjadinya perang antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan serta Pemerintahan Kerajaan Siak pada masa Sultan Syarif Ali; (2) jalannya perang antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan 1806-1811; (3)   akhir dan dampak dari perang antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode sejarah, yang mana metode sejarah mempunyai 4 tahap, yakni: (1) Heuristik; (2) Kritik sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perang yang terjadi dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat antara Kerajaan Siak dan Kerajaan Pelalawan mengenai bagian wilayah kekuasaan, dan kukuh nya dalam mempertahankan pendapat masing-masing. Terdapat dua kali penyerangan dalam perang ini. Kemenangan berada pada Kerajaan Siak, dan perang pun selesai, setelah naiknya Sayed Abdurrahman menjadi Raja di Kerajaan Pelalawan, Sayed Abdurrahman mengeluarkan maklumat yang mengarah pada perdamaian. Sayed Abdurrahman meminta Mantan Raja Pelalawan yakni Maharaja Lela Putra untuk kembali ke Pelalawan untuk dijadikan Orang Besar Kerajaan serta dijamin keselamatannya,   dan akhir dari perang tersebut ialah berdamai dan mengikat persaudaraan Begito yakni persaudaraan dunia akhirat.
Gambaran Budaya Generasi Milenial Di Kota Surabaya Ditinjau Dari Enam Dimensi Budaya Hofstede Fantazilu, Ikhwan Fadlu Fadlu
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4331

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana gambaran budaya pada generasi milenial di Kota Surabaya ditinjau dari enam dimensi budaya Hofstede. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan kuesioner VSM 08 untuk mengambil data yang dikehendaki. Sampel penelitian ini berjumlah 100 subjek yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan rumus yang telah diformulasikan oleh Hofstede. Hasil penelitian merincikan bahwa generasi milenial di Kota Surabaya yang di tinjau melalui dimensi budaya Hofstede memiliki: (1) Power Distance Index (PDI) memiliki indeks tinggi dengan hasil 65,5 atau meyakini adanya jarak antara pemegang kekuasaan dan yang dibawahinya. (2) Individualism Index (IDV) menunjukkan angka index yang rendah dengan hasil 13,5, di mana hal ini dapat mengindikasikan kolektivisme kuat. (3) Masculinity Index (MAS) dengan hasil 64 atau generasi milenial di Kota Surabaya cenderung menyukai pola persaingan. (4) Uncertainty Avoidance Index (UAI) memiliki hasil indeks yang tinggi yakni 79 dengan artian bahwa masyarakat milenial tidak suka dengan hal-hal yang tidak pasti. (5) Long Term Orientation Index (LTO) memiliki hasil 72,5 atau senang berorientasi masa depan. (6) Indulgence Index (IVR) dengan hasil 46 atau cenderung tidak suka mengumbar hawa nafsu.
Strategi Bertahan Hidup Keluarga Buruh Tani Akibat Adanya Ketidaksetaraan Gender Haq, Novia Ul
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4205

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan sumber daya lahan yang luas, hal tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dengan baik, namun pemanfaatan yang minim akan menjadikan masalah besar dalam dunia pertanian, sehingga memengaruhi pola kehidupan dalam keluarga buruh tani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan hidup keluarga buruh tani akibat adanya ketidaksetaraan gender di lingkungan keluarga dalam sektor pertanian. Penelitian ini juga menganalisis bagaimana buruh tani perempuan bertahan hidup dengan peran ganda yaitu bekerja di sektor domestik dan di sektor publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dimana pada teknik pengumpulan informasi bersumber dari buku, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil yang diperoleh yaitu pemanfaatan sumber daya lahan di Indonesia masih belum maksimal, bahkan alat yang digunakan sebagai alat bantu produksi. Hal tersebut yang menjadikan adanya   ketidaksetaraan gender dalam sektor pertanian. Sehingga mengakibatkan keluarga buruh tani harus menerapkan berbagai macam strategi bertahan hidup sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Kata kunci: buruh, ketidaksetaraan, genderIndonesia is a country with vast land resources, this can meet the needs of the Indonesian people well, but minimal utilization will create a big problem in the world of agriculture, thus affecting the pattern of life in the family of farm workers. This study aims to analyze the survival strategy of farm workers' families due to gender inequality in the family environment in the agricultural sector. This study also analyzes how female farm laborers survive with the dual role of working in the domestic sector and in the public sector. The method used is descriptive qualitative where the technique of collecting information comes from books, journals and articles related to the research title. The results obtained are that the utilization of land resources in Indonesia is still not optimal, even the tools used as production aids. This is what causes gender inequality in the agricultural sector. As a result, families of farm workers have to apply various survival strategies as a way to meet their daily needs.Keywords: labor, inequality, gender
Optimalisasi Pencegahan Covid-19 Pada Pondok Pesantren Hidayatul Hikmah Di Kecamatan Mojosari Rahmawati, Dewi Setya; Najibah, Izzatun
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.3998

Abstract

Pandemi Covid-19 telah merubah seluruh aspek kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Sehingga, secara tidak langsung masyarakat dituntut untuk merubah pola hidup dari sebelumnya. Salah satu pencegahannya ialah menghindari kerumunan. Pondok pesantren merupakan tempat yang biasanya terjadi kerumunan. Pasalnya, lembaga pendidikan ini mewajibkan seluruh santrinya untuk tinggal di asrama. Penelitian yang mengungkapan sebuah upaya pondok pesantren dalam mencegah terjadinya kasus Covid-19 ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif mengasilkan sebuah penjelasan atau penggabaran dari suatu peristiwa. Melalui pendekatan kualitatif, peneliti akan melakukan analisa data yang bersifat interaktif dengan menggunakan beberapa informan. Dari hasil penelitian diungkapkan bahwa dengan adanya penerapan beberapa aturan dan pemograman baru guna mencegah terjadinya kasus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren. Program tersebut diantarnya, wajib menggunakan masker di beberapa kegiatan, tidak adanya kunjungan orang tua, dan adanya pemeriksaan rutin setiap satu bulan sekali. Salah satu yang dinilai efektif dalam pencegahan Covid-19 ialah terbentuknya Poskestren. Hal ini dapat dibuktikan bahwa tidak ditemukannya kasus Positif Covid-19 di lingkungan pesantren.
FENOMENA PENGEMIS KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 (Studi di Sentra Wisata Kuliner Manukan) Rusadi, Millena Apriliani; Legowo, Martinus
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4270

Abstract

Pandemi covid-19 yang terjadi telah melumpuhkan berbagai sektot. Salah satunya sektor ekonomi. Banyak perusahana yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran. Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran. Masalah penggangguran ini dapat dijumpai pada perkotaan yang banyak terdapat masyarakat migrasi. Masyarakat migrasi yang tidak mampu bersaing akan cenderung bekerja pada sektor informal seperti pengemis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Lokasi peelitian berada di Sentra Kuliner, Manukan. Subjek penelitian adalah pengemis dewasa (sudah menikah dan memiliki anak) yang membawa anggota keluarga pada saat menjalankan tindakan mengemis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi pengemis dengan sentra kuliner dikarenakan terdapat aktivitas sosial ekonomi yang menjadi ciri dalam memilih tempat mengemis. Adapun because of motive (motif sebab) diantaranya aspek pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan keluarga. Selanjutnya in order to motive (motif tujuan) adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa pandemi covid-19.
PERANAN DJUWARI DALAM OPERASI TRIKORA DI IRIAN BARAT (1961-1963) febrina, Grace
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4179

Abstract

Abstrak: Djuwari merupakan salah satu tokoh di bidang militer Tentara Negara Indonesia Angkatan Laut yang beroperasi Trikora di Irian Barat tahun 1961-1963. Djuwari lahir di Surabaya, 05 Januari 1942 oleh orangtua bernama Doermin dan Tiah. Djuwari anak keempat dari lima bersaudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang kehidupan Djuwari, Untuk mengetahui peranan pada Operasi Trikora di Irian Barat, untuk mengetahui penghargaan yang diperoleh Djuwari   dari pemerintah. Analisis data menggunakan metode penulisan sejarah yang terdiri dari beberapa tahap yaitu Heuristik, Verifikasi, Interpretasi dan Historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah Djuwari   mengikuti pendidikan kemiliteran khusus Angkatan Laut. Djuwari tahun 1961 melaksanakan operasi Trikora dalam rangka pembebasan Irian Barat. Ia ditugaskan sebagai Nahkoda untuk   untuk   membawa pasukan, Tank, dan logistik selama operasi Trikora. Djuwari menggunakan Kapal Republik Indonesia yang merupakan jenis kapal perang yang bernama KRI Teluk Manado 505. Setelah selesai beroperasi Djuwari ditempatkan di daerah Dumai. Saat pensiun, Djuwari bergabung di Organisasi Legiun Veteran Republik Indonesia.    
Penerapan Etika Komunikasi di Media Sosial: Analisis Pada Grup WhatsApps Having Fun Arifandi, Ahmad; Simamora, Irma Yusriani
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4479

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial tentu saja melakukan aktivitas komunikasi dalam kesehariannya. Proses komunikasi pun bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan media. Semakin berkembangnya teknologi, perkembangan media pun menjadi semakin canggih. Salah satu diantaranya adalah perkembangan media sosial. Pada saat ini, proses komunikasi sudah sangat mudah dengan kita mengenal media sosial. Dalam penggunaan media sosial, tentu saja tidak bisa seenaknya, tapi ada etika komunikasi yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Etika komunikasi pada media sosial inilah yang akan dikaji oleh penulis.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan etika komunikasi di media sosial WhatsApp. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana penerapan etika komunikasi pada media sosial WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah semua postingan pada grup WhatsApp Having Fun.
Tafsir Tanda dalam Tradisi Nujuh Bulanan Masyarakat Sunda: Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce Adreana Annisa; Dadan Rusmana
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 25, No 2 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i2.4426

Abstract

Penelitian dengan judul Tafsir Tanda dalam Tradisi Nujuh Bulanan Masyarakat Sunda bertujuan untuk mengetahui dan memahami tafsir tanda yang terkandung dalam tradisi nujuh bulanan masyarakat sunda. Adapun rumusan masalah penelitiannya terdiri dari: (1) tanda yang terkandung dalam nujuh bulanan masyarakat muslim sunda, (2) tafsir tanda dalam tradisi nujuh bulanan masyarakat sunda. Untuk menganalisis permasalahan tersebut, teori yang digunakan adalah semiotika Triadic yang meliputi sign, object dan interpretant dari Charles Sanders Pierce dengan teori Fungsionalisme dari Bronislaw K. Malinowski yang menjelaskan tentang kegunaan unsur suatu budaya dalam masyarakat. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan kajian pustaka berupa jurnal, makalah, artikel dan media skripsi sebagai sumber data. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa setiap tanda yang terkandung dalam tradisi nujuh bulanan ini merupakan pengharapan yang ditujukan pada proses persalinan dan bayi yang masih berada dalam kandungan. Terkait persalinan, tanda dalam tradisi nujuh bulanan melambangkan harapan akan keselamatan, kesehatan dan kelancaran. Sedangkan terkait bayi yang masih berada dalam kandungan, tanda dalam tradisi nujuh bulanan melambangkan harapan agar kelak sang anak memiliki budi pekerti luhur, sifat gagah berani membela kebenaran, rendah hati dan setia, paras yang tampan dan cantik, rezeki yang berlimpah, kebebasan dalam menentukan hidupnya dan dapat mengangkat derajat keluarganya. Adapun menurut prinsip dasar fungsionalisme, tradisi nujuh bulanan yang ditemukan dalam ranah masyarakat sunda merupakan sebuah sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang terjalin erat (dalam hal ini telah dibahas tanda yang terkandung dalam tradisi nujuh bulanan, agama dan sosial).