cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Published by Universitas Semarang
ISSN : 16939115     EISSN : 2580846X     DOI : 10.26623
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
Kualitas Mie Basah dengan Substitusi Tepung Bonggol Pisang Kepok (Musa acuminata balbisiana C.) dan Umbi Bit (Beta vulgaris L.) Liya Hertanti, Beatrik; Pranata, Franciscus Sinung; Reni Swasti, Yuliana
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 18 No. 2 (2023): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v18i2.6847

Abstract

Noodle is a popular food and mostly consumed by people in Indonesia. The addition of kepok banana corm and beetroot flour as potential local foodstuff is expected to increase nutritional content, especially fibre content in wet noodle product. This research aims to determine the effect of substitution of kepok banana corm and beetroot flour on the physical, chemical, microbiological, and organoleptic qualities of wet noodle, and to determine the best substitution ratio of kepok banana corm and beetroot flour to produce wet noodle with the best quality. This research used a completely randomised design with four treatments are control treatment (100:0:0), A (70:10:20), B (70:15:15), and C (70:20:10) with three repetitions. The results of this research are wet noodles have moisture content of 54,59-62,80%, ash content of 0,79-1,16%, protein content of 3,53-6,60%, insoluble fibre content of 7,81-9,50%, soluble fibre content of 4,84-10,82%, fat content of 2,43-6,48%, carbohydrate content of 25,99-35,56%, and water absorption of 37,38-43,86%. The results of microbiological analysis of wet noodles are ALT 0,43 x 102  to 11,73 x 102 () and AKK 0,08 x 102  to 0,26 x 102 (). The best quality of wet noodle is treatment C based on chemical, physical, microbiological, and organoleptic parameters
Identifikasi Mikrobiologi Ikan Asap dan Persepsi Konsumen terhadap Mutunya pada Berbagai Tingkat Distribusi di Kota Semarang Safira, Mas Ayu; Rohadi, Rohadi; Cahyanti, Antonia Nani
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i1.8857

Abstract

Smoked fish is one of the traditional processed products that almost all types of fish can be used as raw materials. Smoking processing is done by utilizing a combination of treatments and the provision of natural chemical compounds from the combustion of natural fuels. This study aims to determine the microbiological quality of smoked fish and consumer perception of its quality at various distribution levels in Semarang City. The experimental design used in this study was one factor Randomized Group Design: different distribution levels. Parameter observed were Total Plate Count (TPC), Salmonella sp. identification, and sensory properties of smoked fish. The results showed that of the three distribution levels, smoked fish from the producer had the best microbiological quality and consumer perception value, with an average TPC values of 1,66 × 105 colonies/gram, no Salmonella sp. contamination was detected, and had an average sensory value of 9,75. Thisvalues is in accordance with the quality standards of smoked fish with hot smoking listed in SNI 2725:2013. The data showed that different distribution levels influenced consumer perception and microbiological quality of smoked fish in Semarang City.
Studi Kelayakan Finansial dan Umur Simpan pada Pengembangan Usaha Ekkado Jamur Tiram dan Karagenan Hadi, Vina Miftahurrahmah Putri; Sukardi, Sukardi; wahyudi, Vritta Amroini
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i1.7369

Abstract

Adanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha berdasarkan perhitungan BEP, R/C ratio, ROI dan Payback Period, mengetahui umur simpan ekkado, serta pengaruh kemasan dan tempat penyimpanan terhadap kadar air, aktivitas air dan organoleptik ekkado. Pada analisis umur simpan digunakan rancangan penelitian RAK faktorial dan ditentukan dengan metode Extended Storage Studies (ESS). Hasil analisis finansial menunjukkan usaha Ekkado Jamur Tiram dan Karagenan layak dijalankan dengan hasil proyeksi untuk ekkado dengan kemasan mika plastik dan paperbox berturut-turut yaitu R/C 1,38 dan 1,37, BEP unit sebesar 1.866 pcs dan 1.896 pcs, BEP rupiah Rp 5.596.441 dan Rp 5.692.380, ROI 38,25% dan 36,68% serta payback period yaitu 0,139 dan 0,144 tahun. Umur simpan Ekkado yang disimpan di meja hingga 17 jam dan yang disimpan di kulkas hingga 57 jam. Perlakuan kemasan dan tempat penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai aktivitas air namun berpengaruh nyata pada masing – masing perlakuan yaitu penggunaan kemasan dan tempat penyimpanan terhadap parameter organoleptik ekkado.
Karakteristik Fisik Dan Kimia Chips Umbi Gadung (Dioscore hispida Dennst) Hasil Lama Perendaman Pada Berbagai Debit Aliran Air Fauzi, Mukhammad; Dyza Fisabilillah, Nadillah
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i1.7967

Abstract

Masyarakat desa Sidomulyo kecamatan Silo Jember mengolah umbi gadung menjadi chips dengan perendaman biasa yang kurang efisien selama 5 hari. Perendaman dengan air mengalir sangat memungkinkan mempercepat proses pengolahan umbi  gadung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan debit aliran air terhadap karakteristik fisik. kimia termasuk kadar HCN chips umbi gadung. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok faktorial dengan 2 faktor, yaitu lama perendaman (24, 48 dan 72 jam) dan debit aliran air (0,05, 0,15 dan 0,25 L/jam/kg chips basah) yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama perendaman dan tinggi debit aliran air menurunkan rendemen, daya kembang, kadar air, kadar abu chips gadung, sedangkan nilai kecerahan warna (L) meningkat. Kadar HCN chips kering semua perlakuan di bawah 50 ppm yang aman untuk dikonsumsi. Kadar HCN pada debit aliran air 0,05 L/jam/kg di jam 24, 48 dan 72 berturut-turut adalah 17,35 ppm, 15,34 ppm, dan 12,10 ppm. Kadar HCN pada debit aliran  air 0,15 L/jam/kg di jam 24, 48 dan 72 berturut-turut adalah 15,33 ppm, 12,19 ppm, dan 9,98 ppm. Dan kadar HCN pada debit aliran air 0,25 L/jam/kg di jam 24, 48 dan 72 berturut-turut     adalah 12,89 ppm, 10,29 ppm, dan 9,17 ppm.
Pengaruh Lama Maserasi Terhadap Senyawa Bioaktif Ekstrak Etanolik Teh Daun Daruju (Achantus Ilicifolius) Putri, Aldila Sagitaning; Sari, Anisa Rachma; Sidiq, Asah Wiari
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i1.8987

Abstract

Senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, fenol dan tanin berpotensi sebagai antioskidan. Antioksidan alami semakin lama semakin diminati oleh masyarakat, seperti halnya teh memiliki potensi sebagai antioksidan alami karena memiliki senyawa bioaktif. Daun daruju merupakan tanaman lokal berasal dari Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung yang saat ini dikembangkan dengan cara dibuat teh daun daruju. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  lama waktu maserasi yang paling efektif dalam menghasilkan senyawa bioaktif yang terdapat pada teh daun daruju. Waktu maserasi yang tepat akan menghasilkan rendemen ekstrak senyawa yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan pertama adalah lama maserasi selama 18 jam, perlakuan kedua lama maserasi selama 24 jam, perlakuan ketiga lama maserasi selama 30 jam dan perlakuan keempat lama maserasi selama 36 jam. Parameter yang diamati adalah flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama maserasi berpengaruh terhadap flavonoid, total fenol, kadar tannin, alkaloid dan aktivitas antioksidan. Senyawa bioaktif dengan lama maserasi 24 jam menghasilkan senyawa bioaktif seperti total fenol sebesar 2,28 mg asam gallat/g; 3,81 mg asam tannat/g; aktivitas antioksidan sebesar 92,51% serta alkaloid sebesar 0,75 g/100 g. 
Efektivitas Zerumbone Lempuyang Wangi (Zingiber Aromaticum Val.) Dengan Xylitol Ampas Tebu Dalam Pembuatan Permen Antihiperglikemik Rosita, Herlina Diah Ayu; Wilasari, Rina Ayu; Novembrianti, Agnes Vivi; Muhaimin, Rizki Tri; Fatikhin, Muhammad Khoirul; Anggriani, Rista; Damat, Damat
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i1.8836

Abstract

Menurut pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Januari 2023, kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat dibandingkan dengan Tahun 2010. Salah satu penyebabnya adalah pola konsumsi permen. Senyawa zerumbon yang ada pada lempuyang wangi (Zingiber aromaticum) diketahui dapat menurunkan gula darah yang akan dipadukan dengan xylitol dari ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lempuyang wangi untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Proses pembuatan ekstrak zerumbon menggunakan metode destilasi pada suhu 90°C dengan pelarut aquades. Pembuatan xylitol diawali dengan pengeringan dan penghalusan ampas tebu selanjutnya dihidrolisi dengan larutan buffer phosphate pH 6,00 dan buffer asetat pH 3 dan ditambahakan enzim xylanase Hidrolisat dari fermentasi enzim di sentrifugasi Pembuatan permen dengan perbandingan F1= 14%:21%, F2= 21%;20%, F3=28%;18% dan F4=35%:17% dan mencampur semua bahan yaitu corn syrup, gelatin, dan sedikit perasan lemon. Hasil permen dilanjutkan dengan uji karakteristik fisik seperti intenitas warna, teksture dilanjutkan uji organoleptic dengan metode hedonic dan dilanjutkan uji keefektivan dalam penurunan gula darah pada mencit Hasil pengujian KLT mendapatkan nilai Rf 0,57. pada hasil tekstur hardness dan gummines menghasilkan nilai tertinggi ada pada f1 dengan hardness dengan angka 3,23 dan gummines 1,11. Pada hasil intensitas warna tidak memberikan pengaruh yang nyata namun f1 memberikan hasil warna yang diinginkan L* 42, a*2 dan b*17. Dari hail uji gula darah pada mencit yang telah di beri perlakuan selama 7 hari hasil penurunan terbaik ada pada F3 sebear 128mg/dl. Untuk hasil uji organoleptic dilakukan pada 60 anak berusia 8-12 thn permen dengan perlakuan F1 paling banyak digemari oleh anak-anak.
Pengaruh Waktu Penyangraian Bawang Tiwai Terhadap, Sifat fisik, Detak Jantung dan Tekanan Darah Responden Hardianti, Siti; Sinaga, Umi Teresia; Rohmah, Miftakhur; Rachmawati, Maulida; Saragih, Bernatal
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 2 (2024): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i2.7856

Abstract

Tiwai onion (Eleutherine americana Merr) is a medicinal plants used as an alternative treatment which is processed into herbal drinks. This study aims to determine the effect of roasting time on physical characteristics, heart rate and blood pressure in respondents. This study was arranged using a randomized block design (RBD) with 4 treatments, namely 0 minute roasting time, 5 minute, 10 minute, and 15 minute  with 3 replications. Data analysis of variance and BNT follow-up test (5% level). The results showed that the roasting time of tiwai onions on physical properties had a real influence on the insoluble components,  namely the treatment of 0 minutes and 15 minutes of roasting time. In terms of sensory properties, it has a significant effect on hedonic and hedonic quality of aroma, color, and taste with a description of the aroma of tiwai onions, blackish brown color and the taste of tiwai onions. On the blood pressure and heart rate of  respondents after drinking the roasted tiwai drink, it significa
Karakteristik Sensoris Dan Sifat Fisikokimia Biskuit Mp-Asi Dengan Substitusi Tepung Biji Nangka Dan Tepung Kacang Tunggak Wafi, Fakhri Ahmad; Nasifah, Dzurotun; Sarie, Audina Aura; Amalia, Wahyu; Ayu Rosita, Herlina Diah; Harini, Noor; Anggriani, Rista
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 2 (2024): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i2.8984

Abstract

Penggunaan by product biji nangka dan kacang tunggak dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan biskuit, penggunaan kedua bahan tersebut dapat mengurangi penggunaan tepung terigu dan sebagai bentuk diversifikasi pangan. Tepung biji nangka mengandung sekitar 36,7g karbohidrat, dan 4,2g protein. Selain itu, kacang tunggak menjadi salah satu jenis kacang-kacangan tinggi protein berkisar 24,4g/100g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka dan tepung kacang tunggak terhadap sesoris dan sifat fisikokimia biskuitPenelitian dilakukan dengan mensubstitusikan tepung terigu ; tepung biji nangka : tepung kacang tunggak dengan formulasi F0(100%:0%:0), F1 (60%:25%:15%), F2(50%:30%:20%), F3 (40%:35%:25%), F4 (30%:40%:30%), F5 (20%:45%:35%), dan F6 (0%:55%:45%). Selanjutnya biskuit dianalisis: kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, densitas kamba, kecerahan (*L), organoleptik, dan takaran saji. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanju
Sifat Kimia Dan Sensori Biskuit Dengan Formulasi Mocaf Dan Tepung Kacang Hijau Mubarak, M Zainun Syauqil; Mulyadi, Mochtar Nova
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 2 (2024): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i2.9825

Abstract

Pada era global konsumsi makanan semakin tidak sehat salah satu dampaknya adalah kebiasaan mengonsumsi jajanan dan camilan yang tinggi lemak dan rendah serat, tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai. Pola makan yang sering kali kurang seimbang antara pangan hewani dan nabati mengakibatkan rendahnya asupan serat. Hal ini dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, tingginya kadar kolesterol, dan hipertensi Oleh karena itu, diperlukan pengembangan produk makanan yang bergizi dan praktis seperti biskuit, salah satu biji-bijian yang mengandung kadar serat tinggi yakni kacang hijau, kacang hijau juga dapat memberikan aroma khas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan faktor tunggal (penambahan tepung kacang hijau:tepung mocaf), yaitu (F0) 0:100, (F1) 55:45, (F2) 65:35, (F3) 75:25 dengan 3 kali ulangan.   Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar serat kasar dan sifat, organoleptik (rasa, aroma, ras dan tekstur). Data kadar air, kadar serat kasar dianalisis one way anova dan respons organoleptik biskuit dianalisis rm anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang hijau memberikan pengaruh yang signifikan. Formulasi F3 Konsentrasi F3 yakni tepung kacang hijau:tepung mocaf (75:25). Formulasi ini memiliki rasa 3,30 (agak suka), aroma 3,67 (agak suka), tekstur 3,90 (agak suka), warna 1,83 (sangat tidak suka). Penambahan tepung kacang hijau juga mempengaruhi kadar air dan kadar serat kasar biskuit pada formulasi F3 kadar air 4,85% dan kadar serat kasar 5,67%.
Variasi Kadar Ekstrak Buah Kelengkeng (Dimacarpus longan) dan Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Fruit Wine Anjelina, Febrina; Rahmiati, Retnani; Sigit, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 2 (2024): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i2.9006

Abstract

Wine merupakan minuman hasil fermentasi yang dibuat dari sari buah anggur, tetapi  dapat dibuat dengan buah lainnya yang mengandung gula contohnya buah kelengkeng. Buah kelengkeng merupakan buah yang memiliki rasa yang manis, akan tetapi buah kelengkeng memiliki umur simpan yang pendek karena memiliki kadar air yang tinggi, sehingga buah kelengkeng diolah menjadi produk minuman seperti fruit wine. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara lama fermentasi dan kadar ekstrak buah pada proses pembuatan fruit wine agar menghasilkan fruit wine yang berkualitas baik dan disukai oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 3 level pada setiap faktornya. Faktor pertama variasi ekstrak buah kelengkeng dengan level 50, 75, 100% dan faktor kedua lama fermentasi dengan level 8, 11, 14 hari. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Analisis kimia yang diujikan adalah total padatan terlarut, pH, total asam, gula reduksi dan kadar alkohol serta uji organoleptik yang meliputi warna, rasa dan aroma alkohol. Uji yang digunakan untuk menentukan perlakuan terbaik menggunakan uji efektifitas. Hasil uji ansira menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan pada kosentrasi ekstrak buah kelengkeng dengan lama fermentasi pada hasil uji kimia total padatan terlarut, total asam, gula reduksi dan kadar alkohol, sedangkan pada pH tidak terdapat interaksi. Perlakuan kosentrasi ekstrak buah kelengkeng 75% dan lama fermentasi 14 hari merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) 0,846 dengan kriteria variabel penelitian total padatan terlarut 8°brix, pH 5,057, total asam 0,59 g/100ml, gula reduksi 1,89%, kadar alkohol 20.667%, warna 5 (agak suka), rasa 5 (agak suka), dan aroma 5 (agak suka).

Page 9 of 11 | Total Record : 101