cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Akta Kimia Indonesia
ISSN : 18584586     EISSN : 25493736     DOI : -
Core Subject : Science,
Akta Kimia Indoneisa publishes peer-reviewed open access articles in all areas of chemistry, including: Analytical Chemistry Physical Chemistry Organic Chemistry Inorganic Chemistry Biological Chemistry To submit an article, you need to register first. Please click register in the menus above.
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
Kompleks Polymer dari Ion Logam Ni(II) dengan Ligan 2,4,5-triphenyl-1H-imidazol Sebagai Material Penyimpan Hidrogen Fahimah Martak; Fawait Afnani; Agus Wahyudi
Akta Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.288 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v1i1.1427

Abstract

Kompleks polimer {[Ni(NCS)2(2,4,5-triphenyl-1H-imidazol)2(H2O)2]·DMF}n telah berhasil disintesis dengan metoda solvotermal. Hasil sintesis diperoleh padatan hijau kekuningan. Komposisi kimia senyawa hasil sintesis ditentukan dengan spektroskopi serapan atom dan analisis unsur (Ni = 7,28%; C = 72,23%; H = 5,87%; N = 11,97% and S = 8,03%). Terdapat vibrasi Ni-N(imidazole) pada bilangan gelombang 378 cm-1 ditunjukkan spektrum infra merah. Hasil Analisis termal kompleks polimer diperoleh tiga tahap dekomposisi pada temperatur 80-320 °C. Ukuran partikel kompleks polimer ini antara 7-12 μm dan kapasitas adsorbsi hidrogen sebesar 2,048 % berat. Ini menunjukkan bahwa kompleks polimer ini berpotensi sebagai material penyimpan hidrogen
Drying Effect for Amino Acid Composition of Worms Lawar Perinereis cf.cultrifera (BLEEKER 1840) Wearlilir Waters from Kei Islands Maluku Southeast District Martha Rettob; Nally Erbabley; Santy Rahantoknam
Akta Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.951 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v1i1.1418

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of drying on the amino acid composition of the worm lawar Perinereis cf.cultrifera (Bleeker 1840) The method used is a natural drying process with artificial sun with electric oven and then analyzed the amino acid composition by GC (Gas Kromotofrafi). Result obtained for the solar drying process there are 14 types of amino acids with the composition: 0.890 mg/g 0.746 mg/g Alanine, 0.096 mg/g Alpha-amino Butyric acid, 2,090 mg/g Valine, 0.088 mg/g amino Beta Isobutyric ACIC, threonine, 0.913 mg/g Aspartic acids, 16,505 mg/g Hydroxyproline, 15,361 mg/g Glutamic acid, 0.581 mg/g Phenylalanine, 2.254 mg/g Alpha-aminoadipic acids, 0.868 mg/g Ornithine, 0.959 mg/g Lysine, 1,209 mg/g histidine, 0.993 mg/g of tyrosine, while the artificial drying (oven) there are 12 types of amino acids which are: 0.673 mg/g Alanine, 0.046 mg/g Glysine, 0.0678 mg/g Alpha-amino Butyric acid, 0.224 mg/g Valine, 2.803 mg/g Threonine, 0.297 mg/g Serine, 0.068 mg/g Methionine, 22,015 mg/g Hydroxyproline, 1.282 mg/g Phenylalanine, 0,782 mg/g Alpha-aminoadipic acids, 0.952 mg/g Ornithine, Lysine 1,049
PRESTASI KOAGULAN CAIR BERBASIS LEMPUNG ALAM CENGAR DALAM PENGOLAHAN AIR GAMBUT Muhdarina Muhdarina; Nurhayati Nurhayati; Syaiful Bahri; T. Ariful Amri; Amilia Linggawati; Yulianti Yulianti
Akta Kimia Indonesia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5436.113 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v3i1.3094

Abstract

Lempung alam Cengar telah digunakan sebagai bahan baku penyediaan koagulan cair untuk pengolahan air gambut. Koagulan cair disediakan melalui tahap kalsinasi dan pelindian dengan asam sulfat. Lempung alam dikalsinasi pada 500oC selama 3 jam, sedangkan kondisi pelindian dipilih dengan kadar 0,2; 0,4 dan 0,6 mol asam sulfat, temperatur 30, 60 dan 100oC dan waktu pelindian 60, 120 dan 180 menit. Kandungan kation Al3+ dan Fe3+ di dalam koagulan ditentukan dengan metoda spektroskopi serapan atom. Kadar kation Al3+ maksimum 29,368 mg/L dijumpai pada kondisi pelindian 100oC, 3 jam dan konsentrasi 0,6 mol, sedangkan kation Fe3+ diperoleh sebanyak 34,993 mg/L dengan pelindian 0,6 mol asam, 30oC dan 1 jam. Koagulan cair berbasis lempung Cengar mengandung kation Al3+ dan Fe3+ yang jumlahnya sangat dipengaruhi oleh kondisi pelindian. Dipilih tiga jenis koagulan cair dengan kadar Al > Fe, Al ≈ Fe dan Al < Fe untuk mengkoagulasi air gambut. Parameter air gambut yang diamati di antaranya warna, kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), Total Dissolved Solid (TDS) dan Total Suspended Solid (TSS). Aplikasi koagulasi air gambut menggunakan koagulan cair sintesis menunjukkan prestasi yang memuaskan pada nisbah koagulan cair-air gambut 1:10 (v/v). Koagulan cair tipe Al < Fe menunjukkan kinerja yang paling baik di antara ketiga koagulan uji. Koagulan ini mampu menghilangkan warna air gambut sebanyak 85%, TDS 89%, COD dan kekeruhan masing-masing adalah 67%
Pengaruh Suhu Fusi Terhadap Pembentukan Zeolit A Dari Abu Layang Batubara Paiton: Kapasitas Penukar Kation (Ca2+) Tri wahyuni; Suprapto Suprapto; Didik Prasetyoko
Akta Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.562 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v1i1.1429

Abstract

Pada penelitian ini, zeolit A berhasil disintesis dari abu layang batubara Paiton melalui metode pemisahan magnetik untuk memisahkan besi (Fe) dilanjutkan dengan fusi menggunakan NaOH untuk mengaktivasi Si dan Al, ekstraksi Si dan Al dan tahap akhir adalah kristalisasi. Varisasi suhu fusi dilakukan pada range 400, 450, 500, 550, 600 dan 650 °C. Rasio gel yang digunakan yaitu Si/Al = 1,64. Kristalisasi dilakukan pada suhu 100 °C selama 3 jam. Padatan yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), spektroskopi infra merah (FTIR) dan penentuan kapasitas penukar kation (Ca2+). Berdasarkan hasil karakterisasi XRD dan FTIR menunjukkan bahwa zeolit A murni terbentuk pada suhu fusi 450 °C adapun pada suhu fusi 400, 500, 550 °C terbentuk zeolit A dan faujasit dan pada suhu 600, 650 °C terbentuk fasa amorf. Berdasarkan penentuan kapasitas penukar kation (CBC) didapatkan hasil terbesar pada produk hasil sintesis di suhu fusi 450 °C sebesar 448,19 meq/100 g
Karakteristik Geokimia Organik Fraksi Keton Batubara Sawahlunto, Sumatera Barat Yulfi Zetra; Amirotul Ula; Zjahra Vianita Nugraheni; R.Y Perry Burhan
Akta Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.736 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v2i1.2289

Abstract

Batubara Sawahlunto, Sumatera Barat dianalisis untuk menentukan karakter geokimia organiknya. Batubara diekstraksi soxhlet dengan pelarut diklorometana:metanol (93:7). Hasil ekstrak organik difraksinasi menggunakan kromatografi kolom. Fraksi keton kemudian dianalisis menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-SM). Analisis fraksi keton batubara Sawahlunto menunjukkan keberadaan senyawa iso dan anteiso-alkan-2-on, dan isoprenoid keton. Senyawa ini diasumsikan berasal dari rantai klorofil-α pada bakteri. Senyawa hopanon dan sikloheksil keton menunjukkan asal usul batubara dari bakteri. Peringkat kematangan batubara Sawahlunto adalah rendah dikarenakan terdapat senyawa hopanon pada batubara Sawahlunto. Proses kematangan batubara juga dapat terhambat jika komponen yang ada pada batubara berikatan dengan oksigen
Flavonoid Compounds From The Leaves Of Kalanchoe Tomentosa And Their Cytotoxic Activity Against P-388 Murine Leukemia Cell Lilis Siti Aisyah; Yenny Febriani Yun; Ade Akbar Abdilla; Tati Herlina; Euis Julaeha; Unang Supratman
Akta Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.27 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v1i1.1413

Abstract

Kalanchoe plant, known as “sosor bebek” in Indonesia is a perennial herb and has succulent leaves. The plant is known in folklore and traditional medicine in Indonesia for the treatment of fever, abscesses, bruises, contused wounds, coughs and skin diseases. During the course of our continuing search for novel cytotoxic compounds, the methanolic extract  of Kalanchoe tomentosa plants showed cytotoxic activity against P-388 murine leukemia cells. The methanolic extract of the fresh  leaves of  K. tomentosa was concentrated and extracted successively with n-hexane, ethyl acetate and n-butanol. The ethyl acetate extract exhibited strongest cytotoxic activity againts P-388 murine leukemia cells. By using the cytotoxic activity to follow the separation, the ethyl acetate fraction was separated by combination of column chromatography on silica gel and preparative TLC on silica gel GF254 to afford a kaempferol-3-O-glycosides (1) and kaempferol-3-O-rhamnoside (2). Compound 1 and 2 showed cytotoxic activity against P-388 murine leukemia cells with IC50 > 100μg/mL and IC50 3.32 μg / mL
Penggunaan Pektin Kulit Jeruk Manis (Citrus sinesis) sebagai Absorben untuk Mengurangi Kadar Ion Kromium (VI) pada Sampel Air Sungai Jagir Zjahra Vianita Nugraheni; Wahyu Prasetyo Utomo; Qurrota A&#039;yuni; Nur Azizah Agustina; Januar Kholik; Chandra Puspita
Akta Kimia Indonesia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.825 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v3i1.3388

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kemampuan pektin kulit jeruk manis (Citrus sinensis) sebagai biosorben logam Cr (VI) pada sampel air sungai Jagir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya serap optimum bubuk pektin sebagai biosorben pada logam Cr(VI) menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy). Kadar Cr(VI) pada sampel sungai air Jagir sebesar 0,2532 ppm dengan suhu air 31°C dan pH 6,5. Setelah dilakukan absorbsi  menggunakan biosorben bubuk pektin didapat daya serap untuk penyerapan logam Cr(VI) adalah 98.06% dengan variasi massa pektin sebesar 1,5 gram dan waktu kontak selama  3 jam.
Fabrikasi Elektroda Pembanding Ag/AgCl dengan Berbagai Membran Fredy Kurniawan
Akta Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2714.818 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v2i1.2095

Abstract

Ag/AgCl reference electrode has been fabricated using various types of membranes, i.e. cellulose, polyisoprene, graphite, kaolinite, and LDPE. The electrodes performance were observed by measuring 0.1 M K4[Fe(CN)6] solution.  The measurements were repeated for every 2 hours during  24 hours, then every 24 hours during  6 days, and after that every 3 days for two times using cyclic voltammetry. The voltammograms obtained of various membranes were compared to Ag/AgCl commercial reference electrode voltammogram. Validation of the results was conducted by F-test and t-test. The Ag/AgCl reference electrode using polyisoprene and LDPE membranes have a performance close to commercial electrode.
Optimation of Buffer Solution and K2C2O4 Reductor to Fe(II)-1,10-fenantrolin Determination using Spectrophotometric UV-Vis Dhita Ariyanti; Djarot Sugiarso
Akta Kimia Indonesia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.121 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v3i2.4265

Abstract

Iron was needed in the world to all components, so it was important to determine iron’s concentrate. This research determined buffer pH optimation and the consentration of K2C2O4 reductor. Reduction of 5 ppm Fe3+ to Fe2+ have been investigated. The first experiment was determination of λmaks and  than various pH and concentration of K2C2O4 as reductor in order that determination of optimum condition. The result showed that λmaks was 520 nm and pH 4,5 with 3 ppm of K2C2O4 was effective to reduce 5 ppm of Fe3+ to Fe2+ in acid conditions forming [(Fe(C12H8N2)3]2+ complex by spectrophotometric UV-Visible. But in base solution, this complex was not formed. Both acid and base conditions were effective and accurate, case of value of RSD under 20 ppt and CV under 2%. This indicator showed  that this method was good.
PENGARUH GANGGUAN CAMPURAN ION As3+ DAN ION Mn2+ PADA ANALISA BESI (II) DENGAN PENGOMPLEK FENANTROLIN SECARA SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Djarot Sugiarso; Anthony Eliano Pranata; Suprapto Suprapto; Hendro Juwono
Akta Kimia Indonesia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.445 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v3i2.3686

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai studi gangguan campuran ion As3+ dan ion Mn2+ pada analisa besi(II) dengan ligan 1,10-fenantrolin menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan ion dari As3+ dan ion Mn2+ saat ditambahkan dalam kompleks Fe(II)-Fenantrolin. Panjang gelombang maksimum Fe(II)-fenantrolin adalah 510 nm. Koefisien korelasi (r) yang diperoleh pada kurva kalibrasi adalah 0,99914. Hasil menunjukkan bahwa campuran ion As3+ dan ion Mn2+ dengan konsentrasi ion As3+ dibuat tetap dan konsentrasi ion Mn2+ dibuat variasi mulai mengganggu analisa Fe(II)-Fenantrolin pada konsentrasi 0,8 ppm dengan prosentase recovery sebesar 126,01% dengan RSD 0,8848 ppt dan CV 0,0884%. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa campuran ion As3+ dan ion Mn2+ dengan konsentrasi ion Mn2+ dibuat tetap dan konsentrasi ion As3+ dibuat variasi mulai mengganggu analisa Fe(II)-Fenantrolin pada konsentrasi 1,3 ppm dengan prosentase recovery sebesar 79,19 % dengan RSD 1,3944 ppt dan CV 0,1394 %.

Page 2 of 10 | Total Record : 99