cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN JENIS TANAH DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Sheny Kaihatu; Edwen D Waas; Yacob Ayal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.183 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi tanah-tanah di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku dilaksanakan pada Agustus 2014. Dari hasil penelitian ditemukan enam ordo tanah menurunkan sebanyak delapan subordo, 12 grup, dan 21 subgrup tanah. Ordo Entisol menurunkan tiga subgroup, yaitu Typic Sulfaquents, Haplic Sulfaquents, dan Typic Udipsamments. Ordo Inceptisol menurunkan sembilan subgroup, yaitu Sulfic Endoaquepts, Aeric Endoaquepts, Typic Endoaquepts, Lithic Eutrudepts, Aquic Eutrudepts, Vertic Eutrudepts, Typic Eutrudepts, Aquic Dystrudepts, dan Typic Dystrudepts. Ordo Vertisols menurunkan satu subgroup, yaitu Leptic Hapluderts. Ordo Alfisols menurunkan dua subgroup, yaitu Vertic Hapludalfs dan Typic Hapludalfs. Ordo Ultisols menurunkan empat subgroup, yaitu Typic Kanhapludults, Typic Kandiudults, Inceptic Hapludults, dan Typic Hapludults. Ordo Oxisols menurunkan dua subgroup, yaitu Typic Hapludox dan Typic Eutrudox. Pada umumnya tanah-tanah di daerah penelitian merupakan tanah belum mengalami perkembangan horizon dan memiliki solum tanah dari dangkal sampai dalam. Warna tanah bervariasi dari coklat hingga kuning kemerahan. Tekstur liat sampai berpasir, konsistensi sampai lekat, kedalaman efektif dangkal sampai dalam, dan pH tanah sangat masam sampai agak alkalis. Keadaan landform datar hingga bergunung.
Mapping and Development Patterns of Agricultural Production to Actualize Self-Sufficiency of Food in Yogyakarta City Kadarso Kadarso; Rini Raharti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.112 KB)

Abstract

This study aims to identify potential urban farming commodities and develop urban agricultural production in order to realize food self-sufficiency in Yogyakarta City. The study used a qualitative and quantitative approach with Location Quotient analysis instrument, Dynamic Location Quotient, SWOT Analysis. Results: base area is Mergangsan, Ngampilan, Tegalrejo, Kotagede, Mantrijeron, Gondokusuman, Wirobrajan, Pakualaman, Umbulharjo, and Kraton. Non-base areas are sub-district Gedongtengen, Gondomanan, Danurejan, and Jetis. Areas that have the potential to develop faster are Mergangsan, Ngampilan, Kotagede, Danurejan, Gondokusuman and Jetis. Areas with slower development potential are Gedong Tengen, Gondomanan, Tegalrejo, Pakualaman, Mantrijeron, Wirobrajan, Umbulharjo, and Kraton. S-O Strategy is there are several sub-districts in the city of Yogyakarta have the strength of the economic base, so the potential to develop crops; optimizing the role of Field Agricultural Instructor. The W-O strategy is the promotion of farming and improvement of farm management. S-T strategy is to improve the quality of infrastructure and improve marketing efficiency. The W-T strategy is the expansion of market share; there are other non-agricultural businesses that are more promising. Key-words: urban farming,  SWOT analysis, food
KECERNAAN BAHAN KERING DAN ORGANIK WAFER DAUN KALIANDRA PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH Novia Qomariah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.103 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecernaan bahan kering dan BAHAN organik, konsentrasi VFA dan NH3 wafer suplemen Kaliandra. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak Perah IPB. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsentrasi VFA dan konsentrasi NH3. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecernaan wafer yang mengandung daun Kaliandra memiliki kecernaan bahan kering berkisar antara 70,65±0,97%, kecernaan bahan organik 69,20±1,20%, NH3 22,63±1,05 mM dan VFA 193,67±0,54 mM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pengolahan Kaliandra menjadi wafer suplemen pakan sebanyak 30% mampu meningkatkan kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsentrasi NH3, dan VFA secara in vitro. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan percobaan in vivo.
PLANT BREEDING TO DISEASE RESISTANT WITH BIOTECHNOLOGY TECHNIQUE Kristamtini Kristamtini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 7, No 1 (2005): Edisi Juli 2005
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.589 KB)

Abstract

Conventional plant breeding for disease resistant have been conducted for quite a long time has some limitation because of limited field selection, require a long time to conduct, cross incompatibility, interspesific crossing. So to adopt a need a new technique to stimulate agricultural technology for disease resistant. This technique biotechnology were plant tissue culture to disease resistant (meristem culture, callus culture, cell culture), mutation isolated to disease resistant from cell culture, protoplast fusion, anther culture, embryo rescue and genetic engineering to disease resistant.
PENGKAJIAN PENGOLAHAN BIJI KAKAO GAPOKTAN LINTAS SEKAYAM SANGGAU KALIMANTAN BARAT Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.092 KB)

Abstract

Permasalahan yang dijumpai petani kakao adalah rendahnya mutu biji kakao yang dihasilkan petani. Harga biji kakao di tingkat petani pada tahun 2013 adalah Rp 800 per kg. Diharapkan dengan menerapkan teknologi pengolahan biji kakao berupa produk olahan, seperti bubuk kakao, dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani kakao. Dari aspek pengolahan diharapkan sebagian besar kakao bisa difermentansi dengan persyaratan standar mutu kakao Indonesia sesuai dengan SNI 01-2323-2002, sehingga mutunya dapat diterima di pasar internasional. Pengolahan biji kakao dilakukan setelah biji kakao difermentasi selama tiga sampai enam hari, kemudian dilakukan seleksi biji yang akan digunakan untuk bahan pembuatan produk olahan buah kakao. Bahan biji kakao diperoleh dari hasil panen petani kakao Desa Sotok Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Pengolahan biji kakao dilakukan pabrik pengolahan kakao Gapoktan Lintas Sekayam. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan pengolahan biji kakao menjadi produk kakao berupa: lemak kakao, pasta, dan bubuk kakao, untuk menguji produk olahan biji kakao berupa kadar air dan kadar lemak sesuai dengan standar SNI. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa produk pengolahan biji kakao yang dilakukan oleh Gapoktan Lintas Sekayam belum memenuhi standar SNI karena masih tingginya kadar air biji kakao, sehingga mutu produk yang dihasilkan rendah.
ANALISIS POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN KAKAO DI SULAWESI BARAT Syamsuddin Syamsuddin; Hatta Muhammad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.739 KB)

Abstract

Fluktuasi luas areal dan produksi kakao di Sulawesi Barat setiap tahun terjadi karena berbagai faktor antara lain alih fungsi lahan, serangan hama dan penyakit seperti PBK dan VSD, tanaman berumur tua dan kurangnya pemeliharaan.  Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa potensi dan peluang peningkatan produksi kakao di Sulawesi Barat masih sangat besar. Potensi peningkatan produksi dapat dilakukan melalui usaha intensifikasi, yaitu perbaikan sistem budidaya, serta melalui ekstensifikasi, yaitu perluasan areal tanam.  Peluang intensifikasi masih sangat terbuka untuk meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman karena inovasi teknologi budidaya ditingkat petani masih sangat rendah. Peluang perluasan areal juga masih sangat terbuka karena lahan yang berpotensi untuk budidaya kakao pemanfaatannya  baru mencapai 37,61 persen  dari yang tersedia, yaitu sekitar 467.627 ha. Melalui penerapan inovasi teknologi budidaya yang baik serta pemanfaatan areal potensial untuk perluasan areal tanam kakao, maka dapat dipastikan bahwa produktivitas dan produksi kakao di Sulawesi Barat dapat meningkat tajam. Peningkatan produksi kakao akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, selain itu akan berdampak pula terhadap perekonomian daerah
KARAKTER COOKIES FORTIFIKASI CRUDE FLUKOIDAN DARI Sargassum echinocarphum Nurul Hidayati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.758 KB)

Abstract

Produk olahan berupa cookies merupakan jenis makanan yang mudah dibuat dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Tujuan: menghasilkan cookies forfifikasi crude fukoidan dari Sargassum echinocarphum dan mengetahui karakter cookies sehingga dapat dijadikan suplemen alternatif untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tahapan penelitian meliputi pembuatan crude fukoidan dari Sargassum echinocarphum, pembuatan cookies dengan fortifikasi crude fukoidan, serta analisis mutu dengan Uji pembeda. Persentase crude fukoidan yang ditambahkan dalam cookies adalah dua, empat, enam, dan delapan persen. Hasil: warna cookies forfifikasi crude fukoidan dari Sargassum echinocarphum dari pantai utara konsentrasi dua persen dan dari pantai selatan konsentrasi dua persen dan empat persen tidak berbeda nyata terhadap kontrol, sedang perlakuan yang lain menunjukkan sangat beda nyata terhadap kontrol. Tekstur cookies forfifikasi crude fukoidan dari pantai utara dan pantai selatan pada berbagai konsentrasi tidak beda nyata. Ini berarti asal dan konsentrasi crude fukoidan tidak berpengaruh terhadap tekstur cookies. Aroma cookies forfifikasi crude fukoidan tidak beda nyata, kecuali cookies forfifikasi crude fukoidan dari Sargassum echinocarphum dari pantai utara konsentrasi delapan persen. Rasa cookies forfifikasi crude fukoidan dari Sargassum echinocarphum berbeda sangat nyata, kecuali pada konsentrasi dua persen, baik dari pantai utara maupun pantai selatan menunjukkan tidak beda nyata.
PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP ADOPSI INOVASI BUDIDAYA BAWANG MERAH LAHAN PASIR BANTUL INFLUENCE OF SOCIAL CAPITAL ON ONION CULTIVATION INNOVATION ADOPTION SANDY LAND BANTUL Septi Wulandari; Afrizal Malik
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.454 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di Kecamatan Sanden Bantul untuk mengetahui: modal sosial petani bawang merah, menentukan tingkat adopsi petani terhadap inovasi budidaya bawang merah, faktor yang memengaruhi tingkat modal sosial petani, menentukan pengaruh modal sosial dan faktor-faktor lain terhadap adopsi inovasi budidaya bawang merah. Metode yang digunakan: metode deskriptif dengan teknik survei. Sampling desa dan petani dilakukan secara purposive, sedangkan sampel petani dipilih secara simple random sampling. Jumlah total sampel enam puluh petani. Metode: proporsi dan uji regresi linier berganda. Hasil: tingkat modal sosial petani rendah, sementara tingkat adopsi inovasi budidaya bawang merah tinggi. Akses jurnalistik, kredibilitas jurnalistik, dan aktivitas petani dalam penyuluhan, berpengaruh positif terhadap modal social petani, sedangkan umur, pendidikan, tanah, sikap, dan motivasi tidak berpengaruh nyata terhadap modal sosial petani. Sikap dan keaktifan petani dalam penyuluhan berpengaruh positif terhadap adopsi inovasi budidaya bawang merah, sedangkan modal sosial, usia, pendidikan, motivasi, tanah, akses ke media massa, dan kredibilitas media massa tidak secara signifikan memengaruhi adopsi inovasi budidaya bawang merah.Research conducted in Sanden sub district of Bantul to knows: onion farmers social capital, determine level of farmer adoption of onion cultivation innovation, factors that affect level of farmers social capital, determine influence of social capital and other factors of adoption onion cultivation innovation. Method used: descriptive method with survey techniques. Sampling villages and farmers conducted purposively, while sampling farmers chosen by simple random sampling. Total sample amount is sixty farmers. Method: proportion of test and multiple linear regression test. Results: level of farmer’s social capital is low, while rate of adoption of onion cultivation innovation is high. Massmedia access, credibility of massmedia, and activity of farmers in extension, positive influence on farmers social capital, while age, education, land, attitude, and motivation did not significantly affect farmer’s social capital. Attitudes and active farmers in extension positive influence on adoption of onion cultivation innovationn, while social capital, age, education, motivation, land, access to mass media, and credibility of mass media did not significantly affect adoption of onion cultivation innovation.
N-UPTAKE AND SPINACH INITIAL GROWTH UNDER PLASTIC-TUNNEL AND APPLICATION OF ORGANIC FERTILIZERS Sri Endah Prasetyowati; Yacobus Sunaryo; Zamroni Zamroni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research conducted in experimental field of Agricultural Faculty of Sarjanawiyata Tamansiswa University from October until November, 2010. Experiment used factorial 2x4 arranged in Split-Plot Design. Main-plot was environmental planting condition: open field and plastic tunnel. Sub-plot was fertilizer: urea, NPK, chicken manure, Bokashi. Treatments replicated in three replications. Observations: fresh weight, dry weight, N total, and Cation Exchange Capacity (CEC). Result: no interactions between environmental planting conditions and fertilizer various on fresh weight, dry weight, and CEC. There was interaction between environmental planting conditions and fertilizer various on N total content. Plastic tunnel resulted higher both on fresh weight and dry weight than that of open field. Compare to open field, there was no significantly different effect of plastic tunnel on CEC. Application of Bokashi could produce fresh weight as well as dry weight higher than that of application of chicken manure, NPK as well as urea. Under open field condition, there were no significantly different on N total content of the plants treated by urea, NPK, chicken manure as well as bokashi. Whereas under plastic tunnel condition, both application of bokashi and NPK resulted in higher N total content than application of chicken manure as well as urea. Key-words: spinach; plastic; fertilizer1 Author’s address for correspondence: Sri Endah Prasetyowati, Agriculture Faculty of Sarjanawiyata Tamansiswa University Yogyakarta, Indonesia. E-mail: info@fp_ustjogja.ac.id
VALUASI EKONOMI DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI PINGGIRAN KOTA YOGYAKARTA Senthot Sudirman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian: menghitung kerugian ekonomi dampak hilangnya lahan pertanian pinggiran Kota Yogyakarta akibat konversi ke bangunan tahun 1996 dan 2006. Metode dasar: deskriptif analitis. Digunakan Analisis digital Citra Satelit Landsat TM tahun 1996 dan 2006 untuk mengumpulkan data penggunaan lahan. Teknik analisis overlay peta digital software Argis versi 9.30 digunakan untuk menganalisis luas dan lokasi konversi. Survei wawancara dan kuesioner dilakukan untuk mengumpulkan data produktivitas lahan dan pendapatan usaha tani. Pendapatan usaha tani, Willingness to Pay, Willingness to Accept digunakan untuk mempresentasikan Nilai Guna Langsung, Nilai Guna Tidak Langsung, dan Nilai Non Guna keberadaan lahan pertanian. Rumus dan model persamaan matematika dirancang untuk menghitung kehilangan nilai ekonomi. Hasil: (a) antara 1996 dan 2006 terjadi konversi 7.514,77 ha; (b) NGL Rp 82.879 milyar; (c) NGTL Rp 1,561 milyar, kehilangan NGTL di ZDRR paling besar; (d) NNG Rp 22,298 milyar, NNG di ZLRR paling tinggi; (e) NET Rp 78,05 milyar, NET di ZJRR paling tinggi; (f) kehilangan nilai ekonomi semakin besar seiring peningkatan luas lahan pertanian terkonversi sebagai fungsi ruang dan waktu. Kata kunci: konversi, valuasi ekonomi, pinggiran kota.

Page 10 of 139 | Total Record : 1386