cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
EFFECTS OF Paenibacillus polymyxa ON THE ASSOCIATION OF Rhizobium japonicum IN SOYBEAN ROOTS Yustiano, Anton
Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.353 KB)

Abstract

Soybean plants can bind nitrogen (N2) in atmosphere through activity of nitrogen-fixing by bacteria Rhizobium japonicum, that formed in soybean roots in form of nodules or root nodules. Root nodules can generally bind nitrogen from air at 10 up to 12 DAP, depending on environmental conditions, soil, and temperature. Antagonist agent of Paenibacillus polymixa can affect the association of R. japonicum bacteria in rooting of soybean plants. Aim of this research is to know effect of P. polymixa to bacterial association of R. japonicum on rooting of soybean plants. Experiment was conducted at Pest Forecasting Institute Jatisari, Karawangin dry season of 2016. Experimental design was arranged in completely randomized design with six replications. Treatment consists of: 1) Soaking of soybean seeds with P. polymixa concentration 5 cc per l for 5 seconds; 2) Spraying of P. polymixa to soybean plant with a concentration of 5 cc per l of 3 cc at intervals of 10, 35, and 60 DAP; 3) Soaking of soybean seeds with P. polymixa concentration 5 cc per l for 5 seconds and spraying P. polymixa to soybean plant with concentration of 5 cc per l as much as 3 cc at interval 10, 35 and 60 DAP; and 4) Controls. Results showed that P. polymixa did not affect the association of R. japonicum bacteria in rooting of soybean plants that functioned in the formation of root nodules.
AGRIBISNIS PERUNGGASAN UNTUK MENINGKATKAN PERFORMAN UKBM (UNIT KEWIRAUSAHAAN BRAHMA MANDIRI) Hartatik hartatik; Yunianta yunianta; Sudarisman Sudarisman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.324 KB)

Abstract

Program Iptek Bagi Kewirausahaan (IBK) dengan Agrobisnis Perunggasan diharapkan dapat meningkatkan kinerja Unit Kewirausahaan Brahma Mandiri (UKBM). Metode  yang  dilakukan  adalah  merekrut  20  tenant   dari  mahasiswa  dan alumni Akademi Peternakan Brahmaputra. Peserta mengikuti pelatihan: ceramah, praktek, dan kunjungan ke indutri agrobisnis perunggasan. Kemudian peserta diwajibkan membuat rencana bisnis dan dipresentasikan. Mahasiswa yang belum merasa cukup ketrampilan di bidang usaha yang direncanakan disarankan untuk magang. Mahasiswa yang telah siap berusaha diberikan dana stimulan. Hasil dari Program Iptek Bagi Kewirausahaan dengan Agrobisnis Perunggasan menghasilkan 18 rencana bisnis di bidang perunggasan yang layak dilaksanakan dan mendapat  dana stimulan, walaupun mayoritas tidak melaksanakan magang oleh karena sudah mempunyai ketrampilan yang cukup hasil dari kegiatan praktikum dan PKM. Performan tenant IbK dengan Agribisnis Perunggasan adalah aktifitas selama pelatihan rata–rata kehadiran 76 persen, kemampuan membuat rencana bisnis 90 persen, kualitas produk yang dihasilkan rerata belum mencapai kualitas maksimal  dan keberlanjutan usaha yang dilakukan adalah 12 tenant lanjut (60 persen) dan enam tenant berhenti usaha.
PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BUAH TANAMAN KAKAO Azri, Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.726 KB)

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan tanaman yang penting. Tanpa pemupukan yang tepat lahan kakao akan mengalami kemunduran, terutama kualitas lahannya, antara lain berkurangnya unsur hara tanah, rusaknya sifat fisik dan biologis tanah, serta menipisnya ketebalan tanah. Berkurangnya unsur hara tanah terjadi karena kegiatan panen, pencucian, denitrifikasi, dan erosi yang terjadi di daerah perakaran kakao. Kerusakan fisik dan biologis tanah antara lain berupa rusaknya agregat tanah, berkurangnya kemantapan struktur, kadar bahan organik, dan jumlah aktivitas organisme tanah. Upaya peningkatan kesuburan tanah dilakukan dengan pemberian pupuk. Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan, dengan perlakuan pemberian pupuk. Perlakuan yang dikaji adalah: P1 = kontrol (petani);  P2 = pupuk kandang 5 kg; P3 = pupuk kandang 5 kg + 5 g urea + 5 g SP-36, dan P4 = pupuk kandang 5 kg + 5 g SP-36 + 5 g KCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk organik berbeda nyata dengan pemupukan cara petani (kontrol), namun perlakuan terbaik dijumpai pada pemberian pupuk kandang dikombinasikan pupuk anorganik (P3) yang menunjukkan pertumbuhan dan jumlah buah terbaik.
PENAMPILAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI GEMA DAN BURANGRANG DESA BANTARWARU KECAMATAN GANTAR, INDRAMAYU Hastini, Tri; Darmawan, Darmawan; Suparman, Aep
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.722 KB)

Abstract

Kedelai merupakan tanaman pangan penting sebagai bahan baku tahu, tempe, kecap dan berbagai olahan yang lain. Produksi kedelai dalam negeri sampai saat ini masih sangat rendah dibanding jumlah yang dibutuhkan. Volume impor kedelai jauh lebih besar daripada produksi dalam negeri. Salah satu teknologi untuk meningkatkan produksi adalah penggunaan varietas unggul baru. Gema dan Burangrang merupakan varietas kedelai unggul baru, namun belum banyak dikenal oleh petani. Melalui kegiatan demfarm, kedua varietas tersebut diperkenalkan kepada petani. Budidaya dilakukan tanpa olah tanah dengan teknologi benih bersertifikat, perlakuan benih dengan bakteri Rhizobium, penambahan pupuk kandang sapi, pembuatan drainase serta jarak tanam 40 × 15 cm. Untuk mengetahui penampilan agronomi dan produksi antara varietas Gema dan Burangrang dilakukan pengamatan terhadap tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, jumlah cabang produktif serta produktivitas. Analisis dilakukan menggunakan statistika non parametrik Mann-Whitney, kecuali untuk produksi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa varietas Burangrang lebih unggul daripada Gema pada karakter jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman serta produktivitas.
SERANGAN WERENG BATANG COKLAT PADA PADI VARIETAS UNGGUL BARU LAHAN SAWAH IRIGASI BROWN BARS PLANTHOPPER ATTACK IN NEW SUPERIOR VARIETY RICE CROPS IRRIGATED LAND Sujitno, Endjang; Dianawati, Meksy; Fahmi, Taemi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.61 KB)

Abstract

Pengendalian hama wereng coklat pada tanaman padi dapat diusahakan dengan menggunakan varietas unggul baru padi yang memiliki ketahanan terhadap serangan  hama wereng. Perlakuan ini merupakan kondisi yang paling ideal dalam mengendalikan serangan hama wereng karena cara ini mudah digunakan, murah, dan ramah terhadap lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana tingkat ketahanan berbagai varietas unggul baru padi terhadap serangan hama wereng batang coklat di lahan sawah irigasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Jangkurang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada bulan Maret sampai Agustus 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan berupa varietas dan masing-masing perlakuan diulang lima kali dengan petani sebagai ulangan. Varietas yang diuji adalah Inpari-4, Inpari-13, Mekongga, Ciherang, dan Sarinah. Data dianalisis dengan Anova dan dilanjutkan dengan uji berganda Duncan. Hasil: varietas Inpari 13 memiliki ketahanan lebih resisten terhadap serangan hama wereng batang coklat dibanding empat varietas lain, hal ini ditunjukkan oleh persentase serangan hama wereng yang paling rendah (10,1 persen), populasi wereng per rumpun yang  paling rendah (3,8 ekor per rumpun), serta tingkat produksi yang dihasilkan paling tinggi (6,06 ton per ha) jika dibandingkan dengan varietas yang lain.Control of brown planthopper in rice plants can be cultivated by using new varieties of rice which has resistance to attack planthoppers. This treatment is the most ideal conditions in the planthopper pest control because of the way it is easy to use, inexpensive, and environmentally friendly. The purpose of research is to determine the extent of the level of resistance various new varieties of rice to brown planthopper pest rod in irrigated land. The research was conducted in the village Jangkurang, Leles District, Garut, West Java in March to August 2013. The method used in this study is a randomized block design with five treatments in the form of varieties and each treatment was repeated five times with farmers as replications. Varieties tested were Inpari-4, Inpari-13, Mekongga, Ciherang, and Sarinah. Data were analyzed by ANOVA followed by Duncan's multiple test. Results: Inpari 13 has a resistance more resistant to attack than the brown planthopper rod four other varieties, this is indicated by the percentage of planthopper pest lowest (10.1 percent), the population of planthoppers per clump lowest (3.8 tail per hill), as well as the level of production generated the highest (6.06 tons per ha) when compared with other varieties.
KAJIAN UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU JAGUNG DI LAHAN KERING KALIMANTAN BARAT ADAPTATION TEST OF CORN NEW SUPERIOR VARIETIES IN DRYLAND OF WEST KALIMANTAN Purba, Tommy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.613 KB)

Abstract

Komoditas jagung mempunyai peranan yang penting dalam sektor perekonomian, komoditas ini lebih dominan digunakan untuk kebutuhan pakan ternak di Kalimantan Barat,. Kabupaten Bengkayang  merupakan sentra produksi jagung di Provinsi Kalimantan Barat. Dari Total 45.014 ha luas panen jagung di Provinsi Kalbar pada tahun 2010 seluas 30.621 ha berada di Kabupaten Bengkayang. Beberapa tahun terakhir ini produksi jagung di Kabupaten Bengkayang mengalami sedikit penurunan yang salah satunya disebabkan oleh sulitnya mendapatkan benih varietas unggul. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya adaptasi beberapa varietas jagung untuk dapat dikembangkan di wilayah Kabupaten Bengkayang. Kajian ini dilakukan di Desa Suka Maju Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat dengan kondisi lahan kering dataran tinggi beriklim basah (LKDTIB). Waktu pelaksanaan dimulai bulan Mei hingga September 2013. Metode  pengkajian ini menggunakan analisis rata-rata terhadap komponen produksi. Luas lahan yang digunakan adalah 1,5 ha dengan menggunakan lima varietas hasil rakitan Badan Litbang Pertanian, yaitu Bima 3, Bima 14, Lamuru, Povit A, dan Bima 19. Teknologi yang digunakan adalah introduksi paket teknologi PTT jagung. Hasil uji Adaptasi yang dilakukan memperlihatkan produksi tertinggi diperoleh Varietas Bima 4 sebesar 5,28 ton per ha disusul Bima 13, Lamuru, Provit A, dan Bima 19 masing-masing 5,17 ton per ha, 5,06 ton per ha, 4,90 ton per ha, dan 4,10 ton per ha. In west Kalimantan, commodities corn have important role in the economy sector commodities for fodder. District Bengkayang as a central production of corn which is in the province of west Kalimantan about 30.621 ha. Recent years production of corn district Bengkayang had little one caused by the difficulty to obtain preminent seed varieties. This research was conducted to find out the power of adaptation of several varieties of corn to be developed in the region of Bengkayang. This study was carried out in villages Suka Maju, sub –district Sungai Betung, begins in May-September 2013. This assessment method using average analysis of component production. Land area used is 1.5 ha using five varieties; Bima 3, Bima 14, Lamuru, Povit A, and Bima 19. The results of the test adaptation done in five varieties obtained highest varieties bima 4 worth 5,28 ton per ha followed by Bima 13, Lamuru, Provit A and Bima  19 each 5.17 ton per ha, 5.06 ton per ha, 4,90 ton per  ha and 4.10 ton per ha. Especially for the development of varieties bima 4 and 13 it indeed needs seeds there is an effort to provide continuity the availability of quality seeds and guaranteeing seed.
FAKTOR PENENTU PILIHAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT (Studi Kasus di Kabupaten Kepahyang Provinsi Bengkulu) Asriani, Putri Suci; Yuliarti, Ellys; Reswita, Reswita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.851 KB)

Abstract

Krisis pangan menghantui kehidupan masyarakat dunia. Indonesia sebagai negara agraris juga mulai mengalami krisis pangan, rendahnya tingkat produksi padi nasional yang diindikasikan dengan tingginya tingkat impor beras menjadi dasar pemikiran perlunya diversifikasi sebagai upaya pencapaian ketahanan pangan. Hasil tanaman pangan Provinsi Bengkulu masih produktif, antara lain terdiri dari empat bahan pangan pokok sumber karbohidrat, yaitu beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Untuk itu di daerah produksi ditentukan perilaku dan karakteristik produksinya. Tujuan: menetapkan faktor penentu penawaran bahan pangan pokok sumber karbohidrat. Aplikasi multinomal logit models digunakan untuk mendapatkan pilihan terbaik dari empat bahan pangan pokok sumber karbohidrat. Hasil: dalam menentukan pilihan diversifikasi komoditi tanaman pangan, faktor yang harus diperhatikan adalah luas lahan, penggunaan bibit, pupuk urea, pupuk TSP, pestisida decis, dan tenaga kerja. Kata kunci: pangan; karbohidrat, Bengkulu
ESTIMATION OF SOYBEAN SEED (Glycine max L. Merr) DETERIORATION DURING STORAGE Irma Noviana; IGP Alit Diratmaja; Abdul Qadir; Faiza C Suwarno
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.424 KB)

Abstract

Soybean seeds able to degradation during storage. The aims of study were to studying the behavior and deterioration of soybean seed and to predict seed viability during storage in controlled conditions. The experiment used completely randomized design with two levels of variety which nested in storage period with four replications. Two varieties were Dering-1 and Detam 2 that storage in controlled condition at temperature of 19 up to 22 °C and 64 up to 67 percent of relative humidity for six months. The seeds were evaluated for moisture content, protein, peroxide value, electrical conductivity and seed viability. During the deterioration the moisture content, peroxide, electrical conductivity increased while protein content and germination declined. Deterioration model of soybeans can be used to predict the decline of soybean seeds during the controlled storage
KEPEMIMPINAN DALAM UPAYA PENGOPTIMALAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA MANUSIA UNTUK KEBERLANJUTAN KELOMPOK (Kasus Kelompok Tani Gisik Pranaji Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo) Dewandini, Sri Kuning Retno
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.654 KB)

Abstract

Kepemimpinan merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan kelompok. Pemimpin kelompok memiliki peran yang menentukan bagi keberhasilan kelompok. Tidak adanya pemimpin akan membuat kelompok berjalan tanpa arah dan tujuan. Namun demikian, keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan oleh seorang pemimpin, tetapi juga ditentukan oleh para pengikutnya serta lingkungan yang mendukung. Kelompok tani Gisik Pranaji di Desa Bugel Panjatan Kabupaten Kulon Progo mampu bertahan karena peran kelompok tani. Untuk mempertahankan kelompok ini perlu dukungan dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk semua anggota petani dan lingkungan.
Appearance of Five New Superior Varieties on Growth and Production of Rice Sution, Sution
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.527 KB)

Abstract

This study aims to produce some new varieties of irrigated rice paddy field adaptive with good growth rate and high productivity. Implementation of research was in Bungkang Village, Sekayam Sub-district, in April until August 2015. Using Random Block Design consisting of five varieties, namely Inpari 10, Inpari 18, Inpari 19, Inpari 20, and Inpara 3, repeated five times. Cultivation technology used PTT approach, complete land management, fertilization based on PUTS, urea doses 150 kg ha-1, Kebomas NPK 15:15:15 200 kg ha-1, and SP-36 17 kg ha-1. Planting of legowo 4: 1 parallel system, age 18 dap, two to three seeds per hole, pest control with IPM principles. The observation result of the highest was Inpara 3 variety (114,77 cm), number of productive till at least 20 (12,92), longest shortest Inpara 2 and Inpari 20, respectively 24,32 cm and 24,82 cm. The highest number of grain contents and the highest number of panicles on Inpari 19 varieties were 94.58 grains and 119.32 grains respectively, while the highest vacuum percentage was Inpara 3, 23.26 percent. All Inpari varieties have 1000 grains weight higher than Inpara 3. The highest yield of grain harvest on Inpari 19 varieties, ie 8.55 t ha-1. Key-words: productivity, adaptive, irrigation 

Page 12 of 139 | Total Record : 1386