cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP ADOPSI PTT DI SENTRA PADI JAWA BARAT Ikin Sadikin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.457 KB)

Abstract

Salah satu kebijakan inovasi teknologi oleh Badan Litbang Pertanian di Jawa Barat adalah Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT). Dari sisi teknis-agronomi, implementasi PTT padi sawah mampu meningkatkan produksi 8,3 hingga 15,6 persen, lebih tinggi daripada aplikasi teknologi konvensional. Persoalan: efisienkah secara ekonomi, sehingga dapat berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan petani? Sejauh mana aspek sosial-ekonomi memengaruhi adopsi PTT padi di lokasi berbeda? Sejauh mana perbedaan pengaruhnya terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani peserta dan non-peserta PTT? Untuk mempelajari dan memahami pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap penggunaan teknologi PTT, diperlukan penelitian. Metode survei analisis fungsi logistik digunakan dalam penelitian ini untuk mendiskripsi dan menguji kelompok responden peserta dan non-peserta PTT. Hasil: aplikasi teknologi PTT berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi padi. Secara teknis-agronomis dan sosial-ekonomi, model PTT layak dikembangkan. Petani telah exceed recommendation dalam penggunaan faktor input, sehingga berdampak negatif terhadap peningkatan produksi padi dan pendapatan petani.Kata kunci: teknologi; PTT; padi
THE EFFECTS OF BAP AND 2,4 D ON INITIATION AND INDUCTION OF PULESARI (Alyxia reinwardtii Blume) CALLUS Nur Rahmawati Wijaya; Didik Suharto; Heru Sudrajat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.69 KB)

Abstract

Utilization of Pulesari as medicinal plant is less optimal due to scarcity and less known techniques of cultivation. To increase production of plant propagation it can use plant tissue culture especially callus formation. Research purpose: study effect of BAP and 2,4 D and knowing most appropriate hormone concentration for induction of Pulesari callus. Research using MS basal media with combination BAP 1-4 ppm and 2,4 D 1-4 ppm. Explant used pulesari leaf. Results: for three months showed treatment BAP + 2,4 D 4 ppm 1 ppm give fastest callus grow in 23 days after planting and highest amount of callus with surface area 3,4 cm2. Treatment of BAP 3 ppm + 2,4 D 1 ppm, as well as 4 ppm BAP + 2,4 D 4 ppm produce green callus, treatment of BAP 1 ppm + 2,4 D 1 ppm showed a yellowish white color, treatment BAP 1 ppm + 2,4 D 2 ppm, 2 ppm BAP + 2,4 D 4 ppm, and BAP 3 ppm + 2,4 D 4 ppm produce white callus. Callus with crumb texture produced by treatment of BAP 1 ppm + 2,4 D 3 ppm, BAP 1 ppm + 2,4 D 4 ppm, BAP 3 ppm + 2,4 D 2 ppm and BAP 3 ppm + 2,4 D 3 ppm while compact callus treatment resulted by BAP 2 ppm + 2,4 D 2 ppm, BAP 2 ppm + 2,4 D 3 ppm, BAP 4 ppm + 2,4 D 2 ppm and BAP 4 ppm + 2,4 D 3 ppm. Conclusion: BAP 4 ppm and 2,4 D 1 ppm accelerate callus grow. Best treatment is BAP 4 ppm+2,4D 1 ppm with hinghest amount of callus and fastest grow.
KONSEP DASAR DAN PENERAPAN PHT PADI SAWAH DI TINGKAT PETANI IGP Alit Diratmaja
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.412 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan usahatani padi adalah gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas hasil bahkan sampaimenyebabkan kegagalan panen. Dalam pengendalian OPT, pemerintah sudah mengintroduksikan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan cara pengendalian OPT yang benar berwawasan lingkungan. Beberapa komponen yang masihsulit diterapkan adalah penggunaan BWD dan PUTS, pengairan secara epektif dan efisien, dan sistem tanam jajar legowo; pemanfaatan musuh alami; penggunaan pestisida nabati;pengamatan populasi hama dan penetapan ambang ekonomis. Penerapan pengendalian OPT melalui pendekatan PHT sudah memberikan manfaat positif. Untuk itu perlu dukungan dariberbagai pihak terkait, terutama kebijakan pemerintah dan peningkatan dukungan petugas pengamat hama di lapangan.
ORGANIC FERTILIZER RESPONSE AND ANORGANIC FERTILIZER ON GROWTH AND PRODUCTIVITY OF DRAGON FRUITS Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.752 KB)

Abstract

The low production of dragon fruits in West Kalimantan is one of them caused by low soil fertility. Fertilization is one effort to improve soil fertility. This research was conducted with the aim to study fertilizer technology that can increase dragon fruit production. The treatments consist of: P0: no fertilizer, P1: 150 g per plant, P2: 300 g per plant, B0: no manure, B1: manure 10 kg per plant, B2 = manure 20 kg per plant. The study used Randomized Block Design in factorial with three replications. The results showed that the provision of organic and inorganic fertilizers have a positive effect on the growth and production of dragon fruit plants, giving organic fertilizers and inorganic real increase the number of fruit and dragon fruit production. Fertilization with 300 g NPK + 10 kg manure produces the best fruit and dragon fruit production. Dragon fruit cultivation in West Kalimantan is economically feasible to be developed with B / C ratio of 1.22 and 1.32.
PROSPEK PENGEMBANGAN PRODUKSI JAGUNG DI LAHAN KERING DI PROVINSI PAPUA Afrizal Malik
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.676 KB)

Abstract

Pengembangan lahan kering di Provinsi Papua diarahkan tidak saja pada komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, dan kelapa akan tetapi juga untuk pengembangan padi gogo, kedelai, dan jagung.  Jagung memiliki komposisi terbesar untuk pakan, bahan baku industri, minyak makan, pati, dan minuman. Dalam kebijakan pembangunan pertanian Provinsi Papua,  pemerintah menetapkan pengembangan jagung sebagai salah satu komoditas pangan prioritas, di samping padi dan kedelai. Namun produktivitas yang dicapai kurang dari1,8 ton per ha, sedangkan hasil pengkajian lebih dari 10 ton per ha. Rendahnya produktivitas ini disebabkan teknologi peningkatan hasil (benih, pupuk) belum dikuasai petani secara utuh dan faktor sosial ekonomi (kelangkaan modal). Perlu dorongan motivasi untuk peningkatan produktivitas diantaranya pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu  pada tanaman jagung. Penggunaan pupuk berupa Urea 250 kg + 100 kg SP-36 + KCl 100 kg per ha bisa meningkatkan produktivitas jagung. Terdapat 4.445.871 ha untuk pengembangan jagung di Papua.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM BOILER DI KECAMATAN MOYUDAN SLEMAN I Nyoman Nurjana; Rini Anggraeni; Ichwani Kruniasih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.427 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan yang diterima peternak ayam broiler di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman, (2) kelayakan usaha peternakan ayam broiler di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman, (3) faktor yang memengaruhi pendapatan  produksi usaha ayam broiler di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan jumlah kepemilikan ternak, yaitu di Kecamatan  Moyudan. Peternak responden ditentukan dengan metode random sampling sebanyak 30  responden. Data dianalisis dengan: (1) pendapatan, (2) R/C ratio, dan (3) fungsi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendapatan peternak ayam broiler di Kecamatan Moyudan selama satu tahun adalah sebesar Rp  32.574.468, (2) analisis  usaha  R/C ratio untuk peternak ayam broiler di Kecamatan Moyudan1,10 dan (3) faktor yang memengaruhi  pendapatan usaha ayam broiler di Kecamatan Moyudan yang berpengaruh signifikan adalah vaksin, tenaga kerja, pakan, dan harga.
PENGARUH AMELIORAN LOKAL DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KORO PEDANG EFFECT LOCAL AMELIORANT AND WATERING INTERVAL ON SWORD BEAN GROWTH AND RESULTS Sri Endah Prasetyowati; Yacobus Sunaryo; Rosanna Christiningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.093 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah efek dari penggunaan amelioran lokal dikombinasikan dengan interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan kualitas kacang pedang (Canavalia ensiformis.L) di daerah pasir pantai dilakukan dari bulan Mei sampai September 2014 di Depok Pantai Parangtritis, Bantul Yogyakarta . Penelitian disusun dalam Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan. Plot utama penyiraman selang yang terdiri dari dua tingkat: penyiraman setiap hari dan penyiraman setiap dua hari. Anak petak adalah kombinasi antara jenis bahan organik dan aplikasi dosis tanah liat. Jenis bahan organik yang terdiri empat tingkatan: kotoran ayam, kotoran kambing, kotoran sapi, dan daun hijau gliricidae. Dosis tanah liat terdiri dari dua tingkat: tanah liat dosis 10 ton ha -1 dan tanah liat dosis 20 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiraman setiap hari dalam kombinasi dengan penerapan daun hijau glirizidae menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, akar nodul lebih baik dari aplikasi lain. Penerapan daun hijau glirizidae dalam kombinasi dengan aplikasi dosis tanah liat 20 ton ha-1 menghasilkan jumlah polong dan bobot 100 biji lebih tinggi dari aplikasi lainnya. Aplikasi pupuk dapat membuat struktur tanah yang lebih baik dari tanah pantai berpasir.Study dealing with the use of local ameliorant in combination with the interval of watering on the growth and quality of sword bean (Canavalia ensiformis.L) in sand beach area was conducted from May until September 2014 in Depok Beach Parangtritis, Bantul Yogyakarta. The experiment was arranged in Split Plot Design with three replications. The main plot was watering interval consisting of two levels: watering every day and watering every two days. The sub plot was the combination between the kind of organic matter and the clay dosage application. The kind of organic matter consisting of four levels: chicken manure, goat manure, cow manure, and green leaves of gliriside. The clay dosage consisting of two levels: clay dosage 10 ton ha -1 and clay dosage 20 ton ha-1. Results of the experiment indicated that the watering every day in combination with the application of green leaves of gliriside resulted plant height, leaves number, root nodules better than the other applications. The application of green leaves of gliriside in combination with the clay dosage application 20 ton ha-1resulted pod number and the weight of 100 seeds higher than the other application. The application of manure can create better soil structure of sandy beach land.
PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS CABAI MERAH PADA LAHAN KERING DATARAN TINGGI JAWA BARAT PRODUCTION SOME VARIETY OF RED CHILI ON DRY LAND WEST JAVA HIGHLANDS Taemi Fahmi; Endjang Sujitno
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.31 KB)

Abstract

Salah satu penentu keberhasilan dalam budidaya tanaman adalah penggunaan varietas unggul, namun varietas unggul tersebut harus dapat beradaptasi pada berbagai tipe agroekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adaptasi dan produksi dari beberapa varietas cabai merah di dataran tinggi. Penelitian  dilaksanakan di Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis dari bulan Mei sampai Oktober 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan varietas Malika, Jetset, Inco, dan  Persada sebagai perlakuan dan sebagai pembanding adalah varietas Tanjung. Masing-masing varietas diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada  tinggi tanaman, kematian tanaman, dan produksi (P<0,05). Varietas Jetset  memiliki tinggi tanaman  paling tinggi (138,4 cm), varietas Malika merupakan varietas dengan kematian tanaman paling banyak (21,68 persen) dan varietas Inco adalah yang berproduksi paling tinggi (14,10 ton per ha). Berdasarkan penelitian ini tampak bahwa varietas Jetset, Inco, dan Persada merupakan varietas yang paling adaptif di dataran tinggi.Successful in cultivation require the use superior variety, however, the superior varieties should be adapted to specific agro ecological environment. Therefore the objective of the study was to test the adaptation and production of several chili varieties to upland agro ecology. This study was conducted in Cibeureum Village, Sukamantri Sub District, Ciamis District from May to October 2014. Randomized Block Design was applied in this study and the varieties of chili as a treatment. The varieties that were used as treatment are Malika, Jetset, Inco and Persada while Tanjung variety use as comparison, each variety was replicated five times. The results showed that there were differences in plant height, plant mortality and chili product (P < 0,05). Jetset variety has the highest plant height (138,4 cm), Malika variety has a highest plant mortality (21,68 percent), and the Inco variety has the highest chili production (14,10 ton per ha). This study indicated that Jetset, Inco and Persada are adapted to upland zone.
NASIB PEMUPUKAN FOSFAT PADA PERMUKAAN MINERAL ULTISOLS YANG DISAWAHKAN Andriko Noto Susanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.886 KB)

Abstract

Ultisols merupakan tanah yang terbentuk pada lingkungan pencucian basa-basa intensif, reaksi tanah masam, dengan drainase tanah yang relatif baik sehingga menyebabkan pH tanah masam dan meningkatkan kadar Al/Fe bebas, sehingga memperbesar bahaya toksisitas Al/Fe dan fiksasi fosfat. Penggenangan Ultisols untuk budidaya padi sawah dapat mengubah kesetimbangan perilaku muatan permukaan mineral-mineral tanah penyusunnya, terutama dalam hubungan dengan reaktivitasnya terhadap anion fosfat. Dari berbagai hasil penelitian, terbukti bahwa penggenangan Ultisols menyebabkan perubahan nilai potensial redoks (Eh) menjadi lebih kecil dan pH tanah mendekati netral, sehingga berdampak pada berubahnya kesetimbangan perilaku hara terutama Al, Fe, Mn, N, P, K, S, Zn, Cu, dan Si. Penggenangan dapat meningkatkan ketersediaan P dalam larutan tanah, akibat menurunnya potensial redoks (Eh), meningkatnya pH tanah dan menurunnya reaktivitas gugus aluminol dan ferol dari permukaan mineral Kaolinit, Gibsit, dan Goetit terhadap anion fosfat. Pemahaman mengenai nasib kimia permukaan Ultisols yang disawahkan ditinjau dari aspek mineralogi, karakteristik muatan permukaan, dan kesetimbangan kimia dalam larutan tanah dapat dijadikan dasar dalam pengelolaan hara, terutama dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektifitas pemupukan fosfat. Kata kunci: ultisols, muatan permukaan, penggenangan
POTENSI BUDIDAYA PTT INPARA 1 DAN INDRAGIRI LAHAN SUB OPTIMAL WAEAPO, BURU Wahid Wahid; M.P. Sirappa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.519 KB)

Abstract

Kajian dilaksanakan di Desa Debowae, Waeapo, Kabupaten Buru MT 2011 untuk mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil padi lahan sub-optimal. Luas yang digunakan satu ha. Perlakuannya adalah penggunaan pupuk organik sapi. Perlakuan diulang tiga kali. Takaran pupuk organik tiga ton per ha.Varietas digunakan adalah padi Inpara 1dan Indragiri, dari Balai Besar Padi Sukamandi. Budidaya dengan teknologi model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Pupuk anorganik 300 kg NPK Phonska, dan 200 kg urea, setengah bagian urea diberikan bersamaan seluruh NPK Phonska umur tujuh hst dan sisa urea diberikan umur 24 hst dan 38 hst. Parameter yang diukur adalah sifat fisik dan kimia tanah, komponen pertumbuhan, dan hasil tanaman. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas padi dengan pupuk organik dikombinasikan pupuk anorganik dan pemakaian varietas adaptif adalah Indragiri (7,61) t ha-1 dan varietas Inpara 1 (7,48) t ha-1 secara statistik menunjukkan perbedaan nyata. Sementara hasil petani rata-rata 2,6 t ha-1 ha ditanam secara tanam benih langsung dan (2,9) t ha-1 ha yang ditanam secara tanam pindah dari persemaian. Kata kunci: pupuk organik, Inpara; Indragiri

Page 9 of 139 | Total Record : 1386