cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PERAN KANDANG SISTEM KOMUNAL TERNAK SAPI POTONG TERINTEGRASI LIMBAH PERTANIAN DALAM MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN DI YOGYAKARTA Hano Hanafi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.115 KB)

Abstract

Makalah ini merupakan review perkembangan ternak sapi potong di DIY, khususnya peran dan manfaat sistem kandang komunal yang terintegrasi dengan limbah pertanian. Kelembagaan kelompok peternak sapi potong berperan sebagai lembaga untuk memudahkan koordinasi, penyampaian informasi teknologi, dan mendapatkan bantuan permodalan. Pada era modern menuju pasar global, kelompok peternak diharapkan menjadi lembaga ekonomi dengan pengembangan model usaha bersama berorientasi agribisnis. Pengembangan ternak sapi potong memerlukan ketercukupan pakan secara kuantitas maupun kualitas. Makin sempitnya lahan pertanian berpengaruh terhadap penyediaan sumber hijauan ternak ruminansia. Peternak sapi potong di DIY sudah terbiasa menggunakan limbah pertanian sebagai sumber hijauan, mereka menyimpan berupa jerami padi, jagung, kacang tanah dan kedelai dalam bentuk kering sebagai cadangan. Managemen limbah pertanian dimungkinkan dapat meningkatkan kualitas bahan pakan sebagai sumber hijauan pakan ternak ruminansia, khususnya sapi potong.
Role of Micro Financial Institutions for Farmers and Medium Small Businesses Support MIFEE Demas Wamaer
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.172 KB)

Abstract

LKM merupakan salah satu kelembagaan keuangan untuk membiayai kegiatan perekonomian di pedesaan yang mayoritas usaha penduduknya masuk dalam segmen mikro atau UKM. Beberapa desa peserta program PUAP UKM umumnya bergerak di bidang pertanian, peternakan, dan usaha dagang hasil pertanian. MIFEE melihat peluang pengembangan ekonomi Indonesia melalui MP3EI. Tujuan penelitian: rekomendasi peran LKM atau UKM dalam mengembangkan usaha. Hasil: terdapat 12 LKM dan 323 UKM di Merauke, 20 persennya merupakan UKM pertanian yang berperan sebagai penyedia modal bagi UKM dan           peningkatan modal petani. Agar peran LKM berkelanjutan dan meningkat, perlu koordinasi dengan Dinas Perindagkop sebagai kelembagaan pembina LKM disertai program terkait MIFEE. Koordinasi perlu dilakukan juga koperasi, bank, dan perguruan tinggi untuk mencari solusi permasalahan permodalan. Perlu temu usaha untuk memperkenalkan peran LKM dalam membantu petani atau pengguna hasil litbangyasa lainnya, terutama mengarahkan pada pembenahan LKM yang sudah terbentuk pada program sebelumnya, seperti PUAP dan MIFEE.  Kata kunci: LKM, Modal, MIFEE
ANALISIS PRODUKSI USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING DI KABUPATEN SLEMAN Ichwani Kruniasih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.261 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produksi ayam pedaging, pendapatan yang diterima dari usaha ayam pedaging, dan mengetahui tingkat kelayakan usaha ayam pedaging di Kabupaten Sleman. Metode  yang digunakan adalah deskriptif dan analisis yang digunakan adalah analisis produksi, analisis pendapatan, dan  analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit, pakan, dan kandang berpengaruh nyata terhadap usaha ayam pedaging, sementara untuk obat, sekam, listrik, dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata. Pendapatan usaha ayam pedaging di Kabupaten Sleman dengan kapasitas produksi sebanyak 2.725 ekor rnasa produksi 2 bulan yang dihitung selama tahun terakhir memperoleh pendapatan sebesar Rp 68.114.950, analisis RlC ratio menunjukkan angka 1,2, ini menunjukkan bahwa usaha ayam pedaging di Kabupaten Sleman layak untuk diusahakan.
TINGKAT ADOPSI VARIETAS INPARA DAN MARGASARI DI LAHAN RAWA PASANG SURUT Yanti Rina; Koesrini Koesrini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.622 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat adopsi varietas Inpara dan Margasari di lahan rawa pasang surut. Penelitian dilakukan di lahan rawa pasang surut di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2014. Jumlah sampel sebanyak 75 orang dipilih secara acak sederhana yang tersebar pada 5 desa.  Data dianalisis secara deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif dengan teknik skoring.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani terhadap varietas Inpara dan Margasari termasuk kategori tinggi, masing-masing 80,3% dan 68,6%, sedangkan sikap petani terhadap inovasi kedua varietas tersebut termasuk dalam kategori setuju. Tingkat adopsi varietas Inpara tergolong sangat tinggi, yaitu sebesar 480% dan Margasari 97,7% per tahun. Usahatani varietas Inpara dan Margasari di lahan pasang surut cukup menguntungkan dan efisien. Varietas Inpara sangat disukai petani karena daya adaptasi varietas di lahan rawa, ketahanan terhadap hama dan penyakit, jumlah anakan dan produktivitas yang tinggi. Sedangkan pada varietas Margasari sangat disukai petani karena daya adaptasi varietas di lahan rawa, ketahanan terhadap hama dan penyakit, bentuk gabah dan tekstur/rasa nasi yang pera. Peningkatan adopsi varietas Inpara dan Margasari dapat dilakukan melalui peningkatan diseminasi dan dukungan benih sumber secara keberlanjutan untuk mendukung pengembangannya di lahan rawa pasang surut.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT DENGAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK, WAIHATU, SERAM BARAT MP Sirappa; Marietje Pesireron
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.869 KB)

Abstract

Kajian pemupukan tomat di lahan petani bekas sawah selama tiga tahun.  Luas areal 50 ha untuk hortikultura, termasuk tomat. Tujuan: melihat pertumbuhan dan hasil tomat dataran rendah diberi pupuk organik dan anorganik. Rancangan Faktorial RAK dua faktor, yaitu pupuk organik: pupuk cair, pupuk kandang, pupuk organik.  Faktor kedua: pupuk anorganik: (1) PA-1: urea 150 kg per ha, SP-36 200 kg per ha, dan KCl 100 kg per ha, (2) PA-2: NPK Pelangi 500 kg per ha+urea 100 kg per ha, (3) PA-3: Setengah dosis PA-1, dan (4) PA-4: Setengah dosis PA-2. Tiap perlakuan diulang tiga kali.  Varietas: Tombatu F1 jarak 50 cm x 60 cm.  Hasil: tertinggi pada perlakuan pupuk anorganik tunggal, pupuk organik cair, dan kombinasinya. Selain itu juga memberikan hasil lebih tinggi dibanding pupuk organik granul atau kombinasinya. Pupuk organik cair berprospek cukup baik karena memberikan hasil tinggi dibanding kandang atau organik granul, terutama bila dikombinasi dengan pupuk anorganik tunggal. Lahan hortikultura Desa Waihatu perlu rotasi atau diberokan untuk memulihkan kondisi lahan yang terus menerus ditanami.
PENGARUH INTENSITAS SINAR MATAHARI DAN FREKUENSI PEMUPUKAN KANDANG CAIR TERHADAP HASIL NILAM Djoko Heru Pamungkas
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.307 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan1April hingga 1 Agustus 2012 di pekarangan desa Temon Wetan, Kulonprogo, 200 m dpl, suhu 240 C hingga 300 C. Penelitian disusun berdasar Rancangan Split Plot. Main Plot adalah perlakuan Intensitas Sinar Matahari, terdiri atas tiga aras: < 70 ; 70-80 , dan > 80 persen. Sub Plot adalah perlakuan Frekuensi Penyiraman pupuk kandang sapi cair, terdiri dua aras: Frekuensi penyiraman tiga kali: umur nilam 1, 2, dan 3 bulan. Ffrekuensi penyiraman empat kali: umur nilam 1, 2, 3, dan 4 bulan. Dalam tiap Main Plot, Sub Plot diulang tiga kali dan berupa petakan di lahan pekarangan 3,5 x 2 m2, terdiri 25 nilam. Parameter: pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil nilam. Data dianalisis sidik ragam, jenjang kesalahan lima persen untuk mengetahui pengaruh perlakuan tunggal maupun interaksinya. Dilanjutkan DMRT jenjang lima persen. Hasil: tidak terjadi interaksi pengaruh antar-perlakuan frekuensi pemberian pupuk kandang sapi cair, dan intensitas sinar matahari terhadap parameter pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil nilam umur lima bulan. Antar-frekuensi penyiraman pupuk kandang sapi cair tiga dan empat kali, tidak berbeda nyata pengaruhnya terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil nilam umur lima bulan. Antar-intensitas sinar matahari <70 persen, 70-80 persen, dan >80 persen, tidak berbeda nyata pengaruhnya terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil nilam umur lima bulan.
IDENTIFIKASI FENOTIP JENIS JENIS TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe sp.) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PHENOTYPE IDENTIFICATION OF TYPES Aloe sp. PLANT IN THE SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA Maria Theresia Darini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.152 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis, populasi, frequensi, dan dominansi tanaman lidah buaya telah dilaksanakan di D. I. Yogyakarta, mulai bulan Maret hingga September 2012. Penelitian menggunakan metode analisis vegetasi, survei lokasi, dan pengambilan sampel tanaman dari lokasi kalurahan, kecamatan dalam kabupaten di wilayah Provinsi D. I. Yogyakarta. Untuk mengetahui jenis tanaman menggunakan metode deskripsi dengan kunci identifikasi metode dichotomi.Variabel pengamatan meliputi jenis tanaman, frequensi, dan dominansi tanaman. Analisis sidik ragam jenjang nyata lima persen, untuk mengetahui beda nyata antarkabupaten atau kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di D. I. Yogyakarta  ditemukan tiga jenis tanaman, yaitu: Aloe ferox Mill, Aloe vera (chinensis) L. dan Aloe barbadensis. Populasi tertinggi, baik di kabupaten atau provinsi Aloe vera (chinensis) L., populasi terendah adalah Aloe barbedensis. Frequensi jenis Aloe vera L dan Aloe ferox mill sama, yaitu 100 persen, sedangkan Aloe barbadensis paling rendah, yaitu 80 persen. Dominansi tertinggi dari jenis Aloe vera L. The study aims to determine the types, population, frequency and dominance Aloe sp. plant has been conducted in Yogyakarta, from March up to September 2012. Research carried out by the method of vegetation analysis through surveys and sampling of the Aloe sp. plant locations, districts in the regency and in the province Special Region of Yogyakarta. To determine the types of Aloe sp. plants using descriptions that are tailored to the identification of key observations dichotomi.The variable include types of plant, frequency distribution of plant, and plant dominance. Analysis of variance real level of five percent, in order to know the real difference between the district or sub-district results showed that in Yogyakarta found three (3) types of plants are: Aloe ferox Mill, Aloe vera L. and Aloe barbadensis. Highest population in both counties is Aloe vera and province. While the lowest population is Aloe barbadensis. Frequency spread between the types of Aloe vera L.and Aloe ferox Mill equal 100 percent, while frequency spread of Aloe barbadensis least 80 percent. The highest dominance is Aloe vera L. type.
PERSPEKTIF PERDAGANGAN UBIKAYU DALAM BERBAGAI FUNGSI KEGUNAANNYA DI PASAR DUNIA Bonodikun Bonodikun; Putri Suci Asriani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.987 KB)

Abstract

Ubikayu diperdagangkan di pasar dunia sudah sejak lama, namun belum banyak diketahui bahwa ubikayu, dibalik anggapan sebagai barang bermutu rendah, memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai kegunaannya dan berbagai produk yang dihasilkannya. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui perspektif perdagangan ubikayu dalam berbagai fungsi kegunaannya di pasar dunia dan bagaimana implementasi pengembangannya seiring dengan upaya pencapaian kedaulatan pangan di Indonesia. Ubikayu diproduksi oleh negara-negara tropis, yaitu negara-negara di benua Afrika dan Asia. Berbagai fungsi kegunaan ubikayu adalah sebagai bahan pangan, pakan, bahan baku industri, dan berbagai kegunaan lainnya. Di pasar dunia ubikayu dijual dalam bentuk ubikayu segar, ubikayu kering, dan pati ubikayu. Di banyak negara berkembang, selain Thailand, Vietnam dan Indonesia, ubikayu sangat jarang diperdagangkan dan/atau diperdagangkan secara tidak formal. Kata kunci: ubikayu; pasar dunia; perdagangan
THE ADDED VALUE OF SHREDDED LELE AND PATIN CATFISH Ristina Siti Sundari; Andri Kusmayadi; Dona Setya Umbara
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.021 KB)

Abstract

Fish is not only perishable product but also has segmented market. Consumption market such wants the fresh fish and certainty size. The problem is when the size of fish is too big for consumption, so that product is not wanted by consumer anymore. This research aimed at knowing the added value of shredded Lele and Patin catfish agribusiness and increasing prosperity of humanitarian society throughout processing the shredded catfishes. The data of this research was analyzed by Added Value Analysis of Hayami. The result showed that the shredded product of Lele catfish gave the added value IDR 14.295,00 per kilograms with the added value ratio was 25,53 percent and Conversion value was 0,35. Whereas, the shredded product of Patin catfish gave the added value IDR 18.295,00 per kilogram with the added value ratio was 29,04 percent and Conversion value was 0,35. The agribusiness toward processing and marketing of shredded Lele and Patin catfish was innovative agribusiness that could develop business opportunity so that it could move on the economical wheel and increasing humanitarian society prosperity actively. The market demand was still very wide either in town or out of town. The partnership among various not only government but also non government associations would be a good matter toward this agribusiness is running well.
DAMPAK PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN AGRIBISNIS BIOFARMAKA (TOGA) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL-YOGYAKARTA Arti Djatiharti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.637 KB)

Abstract

Dengan adanya komisi teknologi pada tahun 2002 hingga sekarang telah banyak dihasilkan rekomendasi teknologi pertanian, akan tetapi sampai sejauh mana  rekomendasi teknologi pertanian telah diadopsi oleh pengguna teknologi maka perlu dilakukan studi evaluasi atau dampak teknologi budidaya, dan agribisnis di lokasi FMA yang telah diidentifikasi oleh Stakeholders (Penyuluh Pendamping FMA, Pendamping dari BPTP). Tujuan penelitian studi dampak ini antara lain: 1) mengevaluasi dampak hasil pengkajian, serta pengembangan kegiatan FEATI (FMA) yang telah dilaksanakan oleh kelompok tani; (2)  mengetahui adanya umpan balik tentang inovasi teknologi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah teknik survei secara FGD pada kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya biofarmaka (Toga) telah menerapkan teknologinya dengan baik oleh kelompok tani (Poktan). Jumlah yang menerapkan teknologi (adopter) meningkat, sehingga budidaya biofarmaka (Toga)  berdampak positif, baik ditinjau dari volume usaha, pemasaran, maupun kemitraan, namun volume usaha produk, serta jaringan pemasaran, dan kemitraan masih perlu ditingkatkan dan dilanjutkan lagi dengan pengolahan jamu dan kemasan.

Page 11 of 139 | Total Record : 1386