cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
THE INFLUENCE OF ORGANIC FERTILIZERS AND DEPTH OF SOIL TILLAGE ON GROWTH AND YIELD OF JACK BEAN (Canavalia ensiformis L.) IN GRUMUSOL SOIL MARGINAL LAND Sri Endah Prasetyowati; Yacobus Sunaryo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.814 KB)

Abstract

This study aims are to know the influence of organic fertilizers and the depth of soil tillage on growth and yield of jack bean cultivated in grumusol soil as marginal land. The research was conducted in Playen Village, Yogyakarta Indonesia having latitude 250 m above sea level. The research used 4 x 3 factorial experiment arranged in Randomized Complete Block Design with 3 replications. The first factor is the kinds of organic fertilizers consisting of 4 levels: green manure, cow manure, goat manure, and chicken manure. The second factor is the depth of soil tillage: 15 cm, 30cm, and zero tillage as control. Results of the experiment indicate that the application of glirisidea green manure on the 30 cm depth of soil tillage could result the longest pod length and highest quantity number of leaves. The application of glirisidea green manure could result higher seed yield per ha-1 than that of chicken manure, cow manure as well goat manure. The 15 cm as well as 30 cm depth of soil tillage could result pod number, pod weight and 100 seed weight higher than that of without soil tillage.
SISTEM PEMBAGIAN HASIL PADA USAHA PENGGEMUKAN SAPI DI KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI) Nelson Hasdy Kario
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.746 KB)

Abstract

Usaha penggemukan sapi merupakan usaha peternakan yang sangat dominan di Kupang namun terkendala pakan ternak. Potensi pakan yang cukup banyak dianggap sebagai indikator keberhasilan usaha. Tujuan: mengetahui struktur biaya penggemukan ternak sapi dan proporsi keuntungan antara peternak dan pemodal. Penelitian dilasanakan tiga bulan, Mei sampai Juli 2012 di desa Retraen, Kupang.. Desa ini dipilih karena merupakan sentra sapi di kabupaten Kupang. Penentuan responden dilakukan secara sengaja dengan wawancara 15 orang peternak. Jenis data: data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  komposisi struktur biaya penggemukan ternak sapi tertinggi adalah biaya bakalan dikuti tenaga kerja dalam keluarga dengan  proporsi keuntungan tertinggi pada penggemukan berjangka waktu tiga tahun dengan besarnya komposisi antara peternak dan pemodal sebesar Rp 667.330,3 (peternak) dan Rp 2.669.323 per ekor.   
EFEKTIVITAS MODEL PERANGKAP LALAT BUAH PADA PERTANAMAN JAMBU BIJI MERAH DI DESA SUMBERAGUNG BANTUL Sulistiya Sulistiya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.728 KB)

Abstract

Serangan lalat buah pada pertanaman jambu merah menyebabkan kehilangan produksi yang cukup besar. Ketinggian perangkap yang tepat, jenis lalat buah yang menyerang, dan tingkat keragaman serangga lain yang ada di pertanaman jambu merah masih belum jelas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis lalat buah dan keefektivan tiga jenis perangkap. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, tujuh perlakuan, empat ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perangkap steiner tanpa perlakuan (kontrol), perangkap kuning lem IAT 100 cm, perangkap kuning lem IAT 150 cm, perangkap kuning lem Leila 100 cm, perangkap kuning lem Leila 150 cm, perangkap steiner berumpan 100 cm, perangkap steiner berumpan 150 cm. Hasil: (a) Jenis lalat buah pada jambu merah di Desa Sumberagung adalah B. dorsalis dan B. tau dengan masing-masing 1317 ekor dan 17 ekor. (b) Jumlah imago jantan tertangkap 1318 ekor, imago betina 16 ekor. (c) Jenis perangkap paling efektif adalah perangkap kuning lem Leila 100 cm. (d) Indeks keanekaragaman serangga adalah sedang. Untuk mengendalikan lalat buah di jambu biji merah disarankan menggunakan perangkap kuning lem Leila ketinggian 100 cm. 
KAJIAN PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS SAPI PO DI KABUPATEN SUBANG STUDY OF GIVING FEED SUPPLEMENT ON PRODUCTIVITY PO CATTLE IN SUBANG DISTRICT Erni Gustiani; Yayan Rismayanti; Sukmaya Sukmaya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.459 KB)

Abstract

Salah satu faktor penyebab penurunan populasi dan produktivitas sapi potong usaha peternakan rakyat adalah rendahnya kualitas pakan. Pemberian pakan pada induk saat akhir kebuntingan dan selama laktasi belum sesuai kebutuhan ternak, sehingga diperlukan strategi yang tepat. Salah satunya adalah perbaikan pakan induk saat akhir kebuntingan. Pengkajian bertujuan mengetahui pengaruh perbaikan pakan terhadap produktivitas sapi PO, dilaksanakan Juni hingga November 2013 di Kelompok Tani Ternak Family Jaya, Desa Ponggang, Kecamatan Serangpanjang, Subang. Perbaikan pakan melalui pemberian pakan tambahan (konsentrat+UMS) pada induk bunting saat akhir kebuntingan, yaitu dua bulan menjelang melahirkan dan dua bulan sesudah melahirkan. Ternak kontrol diberi pakan sesuai kebiasaan peternak, yaitu hanya diberi hijauan dan limbah pertanian yang tidak diberikan setiap hari. Pemberian air minum dilakukan ad-libitum. Parameter: berat badan pedet;  pertambahan berat badan harian ternak dan estrus post partus induk. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil: ternak sapi yang diberi perlakuan pakan tambahan memberikan pengaruh lebih baik terhadap berat lahir, pertambahan berat badan ternak, dan estrus post partus.  Decreasing of population and productivity of beef cattle due to low of post partus reproduction capability. Feeding at the last of pregnancy and early lactation period has not appropriate with the needs of cattle that caused this condition. Need the right strategy and technology to support that condition. Improvement of feed quality intake at the period is one attempt to increase of productivition capability. Assessment aims to determine the performance of beef cattle productivity capability through the improvement of feed quality. Research was conducted at Family Jaya livestock farmers group in Ponggang Village, Serangpanjang District, Subang Regency, and carried out from June to November 2013. Feed quality improvement by introduction feed supplementation (concentrates and UMB) that is given at the last of pregnancy period and the early lactation period during 2 months before partus and 2 months after partus(flushing). While animal control / comparison fed in accordance with the habits of farmers is only given forage and agricultural waste which is not given every day. Provision of drinking water is done ad-libitum. Livestock productivity parameters measured were body weight calf; daily weight gain of cattle calf and post-partum estrus parent. Data collected were tabulated and analyzed by t-test. The study showed that cattle treated with additional feed gives a better effect on birth weight, weight gain of cattle  and post-partum estrus.
KAJIAN PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI INBRIDA DI KABUPATEN CIANJUR STUDY ON APPLICATION OF INTEGRATED CROP MANAGEMENT (ICM) INBRED RICE IN CIANJUR Wage Ratna Rohaeni; Hasmi Bandjar; Euis Rokhayah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.957 KB)

Abstract

PTT merupakan strategi dan metodologi peningkatan produktivitas padi yang sangat memperhatikan sumber daya setempat, sehingga pengkajian terhadap penerapan komponen teknologi PTT penting dilakukan. Tujuan: (1) melihat keragaan padi sawah masing–masing model dan (2) mengetahui produktivitas padi inbrida dengan menerapkan komponen PTT. Penelitian dilakukan di Bogor di lima lokasi, yaitu Bojong Picung, Gekbrong, Karangtengah, Tanggeung, dan Warungkondang menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak  dengan lima model teknologi PTT, termasuk teknologi petani sebagai control dan lima ulangan. Varietas yang digunakan sebagai tanaman indikator adalah Inpari 4. Hasil: perlakuan Model PTT memberikan pengaruh berbeda-beda antar-lokasi kajian. Model PTT berpengaruh nyata pada produktivitas di lokasi Karang tengah, sementara itu di lokasi lainnya tidak berpengaruh nyataIntegrated crop management (ICM) is a strategy and methodology for improvement and productivity of rice to support acceleration of national rice production. ICM very concerned about local resources (specific location), so that an assessment of implementation of several components of ICM technology is important to be done. This research objectives are: (1) knowing effect of ICM models application for yield on each locations in Cianjur District. Study conducted at five locations: Bojong picung, Gekbrong, Karangtengah, Tanggeung, dan Warungkondang. Research using randomized complete design group with five models of ICM technology including technology of farmers as a control and five replications. Varieties that used as an indicator plant is Inpari 4. Results: treatment of ICM model gives a different effect between study sites. ICM model treatment was significant effect on productivity in Karangtengah. While at another location  was not significant effect.
PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA TANI PADI SAWAH DENGAN PENGELOLAAN TERPADU DI BANTUL Sigit Rupito; Kadarso Kadarso; Rini Anggraeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.369 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor yang memengaruhi produksi usaha tani padi sawah, (2) tingkat pendapatan yang diterima petani dari usaha tani padi sawah dengan PTT, dan (3) kelayakan usaha tani padi sawah dengan PTT. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan luas lahan produksi padi sawah, yaitu di Desa Sumberagung. Petani responden ditentukan dengan metode random sampling sebanyak 60 responden. Data dianalisis dengan: (1) fungsi Cobb Douglas, (2) pendapatan, uji beda rata-rata, dan (3) R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) produksi padi dipengaruhi oleh luas lahan, pupuk Phonska, pupuk organik, pestisida, tenaga kerja, dan dummy, sedangkan benih dan pupuk Urea tidak berpengaruh nyata, (2) pendapatan petani padi sawah PTT selama satu tahun adalah Rp 24.854.060,90 per ha, sedangkan pendapatan dari petani padi sawah non PTT lebih kecil, yaitu Rp 14.723.004,08 per ha, dan (3) analisis nilai R/C ratio untuk petani PTT sebesar 1,67 lebih besar daripada nilai R/C petani non PTT, yaitu 1,28, sehingga petani padi sawah dengan sistem PTT lebih layak diusahakan di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul. Kata kunci: padi sawah, pendapatan, kelayakan.
THE FARMING AND MARKETING OF ORGANIC LETTUCE: STUDY AT BOBOSAN VILLAGE, KEDUNGBANTENG SUB-DISTRICT, BANYUMAS irine Kartika Eka Wijayanti; Indah Widyarin; Ratna Satriani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.264 KB)

Abstract

 Banyumas has great potential as a producer of organic lettuce in term of condition of natural, human resources and availability of market. The centre producer of organic lettuce is located in district of Kedungbanteng, and managed by farmers group "abdi tani". The aim of this study is to analyze: 1). The cost and income farming of organic lettuce; 2). Financial feasibility of organic lettuce farm; 3). The channel and structure of organic lettuce market. Processing and data analysis performed qualitatively and quantitatively. The data used is to the production and marketing of organic lettuce in period of June-July 2016. Quantitative analysis performed using analysis of cost, farm income, and R/C. Qualitative analysis was conducted to determine the channel and structure of organic lettuce market. The results showed that organic lettuce farm income generating positive value and the value of R/C is greater than one (R/C >1), the farming is profitable and feasible. Organic lettuce marketing channels through the use of one channel, such farmers, traders, retailers (supermarket). Farmers faced monopsony market structure, while traders and retailers deal with oligopoly one.
KEMAMPUAN ADHESI Escherichia coli HEMAGLUTINASI DAN SMAC POSITIF ISOLAT SAPI POTONG PADA SEL EPITEL BUKALIS SECARA IN VITRO Wahyu Prihtiyantoro; Hartatik Hartatik; Khusnan Khusnan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.338 KB)

Abstract

Adhesi bakteri pada permukaan sel epitel inang merupakan awal dari proses infeksi. Bakteri yang mempunyai faktor-faktor virulensi  dan faktor adhesin lebih mudah beradhesi pada sel epitel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adhesi isolat-isolat Escherichia coli yang memiliki hemaglutinin dan strain Escherichia coli zoonotik pathogenic (VTEC). Isolat-isolat yang memiliki hemaglutinin dan  strain VTEC memiliki kemampuan adhesi yang lebih tinggi dibandingkan dengan isolat-isolat yang tidak memiliki hemaglutinin dan strain non VTEC.
Adaptation of New Superior Varieties and Planting Systems on Growth and Production of Rice Sution Sution; Serom Serom
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.742 KB)

Abstract

This study aims to obtain adaptive varieties with appropriate cropping systems on growth and yield of wetland rice. Design used is Split Plit Design, varieties as main plot and planting system as subplot. Varieties consist of two levels, namely Inpara 2 and Inpari 30. Plant spacing consists of five levels, namely tile planting system, legowo 2:1(20-40)x10cm, legowo 2:1(20-50)x10cm, legowo 2:1(25-40)x12.5cm, and legowo 2:1(25-50)x12.5cm. There are 10 treatment combinations, repeated three times, in total there are 30 plot experiments. Results: Inpara 2 and Inpari 30 varieties there were no significant differences to plant height, number of panicles per hill, panicle length, number of grain per panicle, percentage of unhulled grain, number of grains per panicle, and weight of 1000 grains. Legowo 2:1(20-40)x12.5cm has significant effect on plant height, 81.28 and 80.39cm respectively. Treatment  legowo 2:1(25-50)x12,5cm, (25-40)x12,5cm, and (25-40)x10cm systems had highest number of panicles per hill: 12.94;12,44;and 11.72 panicles. Grain per panicle, percentage of unhulled grain, and grains number per panicle have same pattern, that is highest with 2:1 legowo system (20-40)x10cm, highest 1000 grain of legowo 2:1 planting system (20-40)x10cm and (25-50)x12.5cm respectively 24.51 and 25.35 g. Yield of Inpara 2 and Inpari 30 varieties with legowo 2:1 system is significantly different from tile planting system. Key-words: legowo, adaptation, rice paddy
POTENSI PENGEMBANGAN PADI SAWAH VARIETAS UNGGUL BARU DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Tommy Purba
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.992 KB)

Abstract

Salah satu inovasi teknologi yang mampu dengan cepat meningkatkan produktivitas padi adalah varietas unggul baru (VUB). Selain itu varietas unggul padi  juga  merupakan  inovasi teknologi  yang  paling  mudah diadopsi karena teknologinya murah dan penggunaannya sangat praktis. Kegiatan Uji adaptasi ini dilakukan mulai tahun 2010 sampai 2013 selama pelaksanaan program pendampingan SLPTT di kabupaten Bengkayang pada musim tanam gadu dan rendengan dengan metode kegiatan lapang uji adaptasi varietas unggul baru padi sawah di beberapa kecamatan yaitu kecamatan Teriak, Monterado, Sungai Betung, Bengkayang, Lumar, dan kecamatan Capkala yang bertujuan untuk untuk mengetahui potensi pengembangan beberapa VUB padi sawah di Kalimantan Barat. VUB padi yang digunakan adalah varietas-varietas unggul hasil penelitian Badan Litbang Pertanian. Paket Teknologi yang diintroduksikan selama kegiatan adalah komponen PTT padi lahan sawah. Dari Uji adaptasi yang telah dilakukan pada tahun 2010 sampai 2013 diperoleh  beberapa varietas unggul yang memiliki potensi hasil tinggi, berdaya adaptasi yang luas serta lebih tahan terhadap cekaman biotik dan abiotik seperti kekeringan atau kebanjiran. Sehingga diperoleh beberapa VUB yang berpontensi untuk dikembangkan di kabupaten Bengkayang diantaranya adalah Inpari 4, Inpari 6, Inpari 10, Cibogo dan Mekongga

Page 15 of 139 | Total Record : 1386