cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
APLIKASI PEMBERIAN BERBAGAI PUPUK KANDANG BAGI PERFORMA TANAMAN CAISIM Anang Sucahyo; Yeyen Prestyaning Wanita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.599 KB)

Abstract

Pemakaian pupuk an-organik terus menerus menyebabkan pencemaran tanah dan penipisan unsur hara. Untuk mengatasi hal ini salah satunya dengan penggunaan pupuk organik, khususnya pupuk kandang yang dapat meningkatkan kesuburan dan pertumbuhan mikroorganisme di dalam tanah. Penelitian ini menguji aplikasi pemberian pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam, kambing, dan sapi terhadap tanaman caisim. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan varietas caisim terhadap performa caisim. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, 16 perlakuan, dan empat ulangan. Faktor pertama adalah varietas caisim dan faktor kedua adalah jenis pupuk kandang. Bedengan dibuat dengan ukuran 80 cm x 2,5 cm dengan dosis pupuk 15 kg per bedengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang kotoran ayam menghasilkan performa caisim terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 26,45 cm, jumlah daun tujuh, dan luas daun 148,31 cm.
PEKA FOTOPERIOD, SIFAT PENTING VARIETAS LOKAL PADI RAWA PASANG SURUT Izhar Khairullah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.277 KB)

Abstract

Varietas lokal padi rawa pasang surut termasuk padi peka fotoperiod hari pendek yang hanya berbunga ketika penyinaran matahari lebih pendek daripada perioda panjang hari kritisnya. Di Indonesia, panjang hari terpendek terjadi bulan Juni, sehingga umumnya varietas lokal padi pasang surut berbunga pada bulan tersebut. Meskipun tergantung varietas lokal dan awal persemaiannya serta suhu, pembungaan di lahan rawa pasang surut terjadi pada April sampai Juli. Sifat peka fotoperiod penting untuk lahan rawa pasang surut karena genangan cukup tinggi sehingga bibit muda tidak bisa ditanam. Bibit padi yang diperlukan adalah bibit yang tinggi, besar, kuat. Untuk mendapatkan bibit demikian perlu masa pembibitan panjang (tiga hingga empat bulan) pada lahan yang agak tinggi sehingga tidak tenggelam. Fase vegetatif yang panjang varietas ini karena adanya fase vegetatif fotoperiod atau fase pertumbuhan ‘lag vegetative’. Persemaian dimulai pada Desember dan pertanaman pada April. Bibit dipindahtanam dua kali sambil menunggu surutnya air dan sekaligus memperbanyak bibit dengan pemecahan bibit. Dengan cara demikian keperluan benih per hektar hanya lima kg yang berarti lebih hemat enam kali dibanding dengan penggunaan bibit muda (21 hari) yang pada umumnya digunakan untuk varietas unggul.
ANALISIS EKONOMI DAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI PADI BERAS MERAH SEGRENG DESA NGIPAK, KARANGMOJO, GUNUNGKIDUL (Studi Kasus Petani Padi Beras Merah Segreng di Dusun Kalangan I dan Kalangan II) Maharani, Artita Devi; Astuti, Ari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.344 KB)

Abstract

Pertanian merupakan pendapatan utama dan sumber devisa negara dan salah satu komponen utama program pemerintah mengentaskan kemiskinan. Gunungkidul masih mendapatkan kategori sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk miskin tertinggi (28,90 persen) se-DIY. Program penangkaran benih padi bersertifikat, khususnya benih padi merah Segreng Handayani yang dibudidayakan di Dusun Kalangan I dan II Desa Ngipak, Karangmojo diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Tingkat kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari pendapatan yang berawal dari tingkat penghasilan sebagai petani. Penelitian bertujuan menganalisis kegiatan usahatani, tingkat pendapatan dan faktor yang memengaruhi tingkat pendapatan petani padi beras merah Segreng di Dusun Kalangan I dan II, Desa Ngipak. Metode pengumpulan data primer dengan cara pengambilan sampel seluruh petani padi merah Segreng, observasi, dan wawancara langsung petani. Data sekunder dikumpulkan dari pihak terkait seperti Dinas Pertanian dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul.
PENGARUH MACAM AMELIORAN LOKAL DAN BIOFERTILIZER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KORO PEDANG DI LAHAN MARJINAL TANAH GRUMUSOL Sri Endah Prasetyowati; Yacobus Sunaryo; Ilais Eko Suyanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.611 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh amelioran lokal dan biofertilizer terhadap pertumbuhan dan hasil koro pedang di tanah grumusol. Dilakukan dengan faktorial 2 x 3, RAKL, tiga kali ulangan. Faktor pertama: macam amelioran lokal terdiri atas pupuk kandang ayam dan pupuk hijau gliricidae. Faktor kedua: macam biofertilizer: kontrol (tanpa biofertilizer), Mikoriza, dan Rhizobium. Variabel pengamatan: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produksi, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, persentase bintil akar aktif, jumlah polong per tanaman, panjang polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot polong kering per tanaman, dan hasil biji per hektar. Analisis hasil menggunakan sidik ragam taraf signifikan lima persen, dilanjutkan uji DMRT taraf lima persen. Hasil: tidak terjadi interaksi antara macam amelioran lokal dan macam biofertilizer terhadap pertumbuhan dan hasil. Ada beda nyata perlakuan macam amelioran lokal terhadap tiga variabel pengamatan: jumlah polong, bobot kering polong, dan hasil biji per hektar. Pemberian pupuk kandang ayam mampu meningkatkan hasil biji lebih baik dibanding pupuk gliricidae. Pemberian rhizobium memberikan hasil lebih baik dibanding mikoriza dan kontrol pada hasil biji per hektar.
SUSUT HASIL BERBAGAI VARIETAS UNGGUL PADI DI SENTRA PRODUKSI PADI DI KALIMANTAN BARAT Jhon David
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.726 KB)

Abstract

Besaran susut hasil pada berbagai varitas unggul baru (VUB) sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor agroekosistem, tingkat kematangan padi, alat perontokan, dan sebagainya. Inovasi teknologi turut serta berperan dalam menurunkan susut hasil sehingga produktivitas padi dapat meningkat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2017 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kehilangan susut hasil berbagai varietas di sentra produksi pada lima kabupaten, yaitu Sambas, Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, dan Bengkayang. Komponen susut hasil yang diukur mulai dari susut panen sampai dengan susut penggilingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata angka susut hasil di lima kabupaten Kalimantan barat adalah 1,80 persen (susut panen), 1,62 persen (susut perontokan), dan 2,24 persen (susut penggilingan).
PENGKAJIAN PENGGUNAAN INSEKTISIDA NABATI DAN PUPUK HAYATI PADA TANAMAN CABE DI LOKASI PENDAMPIGAN PKAH Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.808 KB)

Abstract

Kegiatan Pendampingan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH) di Pontianak berlokasi di Desa Antibar Mempawah Timur, merupakan percontohan pertanian organik. Penelitian ini dilakukan menggunakan pupuk hayati dan insektisida nabati. Perlakuan yang dikaji berupa perlakuan insektisida nabati dan pupuk hayati. Insektisida nabati menggunakan akar tuba yang ditumbuk dan dihaluskan, pemberian pupuk disebar merata di permukaan tanah. Pupuk hayati yang digunakan adalah petrobio produk dari pupuk Gresik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima ulangan, dengan perlakuan pestisida nabati dan dosis pemupukan. Hasil menunjukkan bahwa insektisida nabati nyata dapat mengurangi serangan hama tungau, ulat buah, dan antraknose, sedangkan pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap serangan hama penyakit cabe namun bila dosis pupuk ditingkatkan ada kecenderungan mengurangi serangan hama penyakit. Penggunaan dosis pupuk berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah. Penggunaan pupuk hayati dengan 60 kg per ha merupakan takaran yang optimum pada produksi cabe.
KAJIAN USAHATANI PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN BERUPA AMPAS TAHU DAN BIOPLUS TERHADAP BOBOT SAPI LOKAL (ONGOLE) DAN SIMENTAL Sammy M. Shafar; Dina Omayani Dewi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.326 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha tani pemberian pakan tambahan berupa ampas tahu dan Bioplus terhadap penambahan bobot sapi. Mareri yang digunakan adalah delapan ekor sapi Lokal (Ongole) dan Simental dengan umur satu hingga 1.5 tahun dan rata-rata bobot badan awal 300 kg yang diambil secara acak, dialokasikan dalam dua perlakuan, yaitu: P0 : Jerami + Ampas Tahu (Kontrol) dan P1 = Jerami + Ampas Tahu + Bioplus 300 gr. Variabel yang diamati meliputi: (1) pertambahan bobot badan harian (PBBH); (2) analisis usaha tani. Kajian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Mekar Jaya, Desa Wanamekar Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Waktu pelaksanaan kegiatan dimulai bulan Januari 2017 sampai Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan tambahan berpengaruh sangat nyata pada peningkatan berat badan sapi potong. Pada ampas tahu yang menggunakan Bioplus terdapat peningkatan Bobot Badan Harian (BBH) sebesar 0,9 kg per hari, sedangkan ampas tahu yang tanpa Bioplus sebesar 0,5 kg per hari.
ANALISIS USAHATANI INTEGRASI TANAMAN PADI DENGAN TERNAK SAPI POTONG Batseba M.W. Tiro; Petrus A. Beding
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.431 KB)

Abstract

Komoditas padi maupun sapi potong sangat potensial untuk dikembangkan secara terpadu di Kabupaten Merauke, karena selain menghasilkan produk utama (beras dan daging) juga menghasilkan produk samping (jerami, dedak, pupuk kandang). Program sistem integrasi padi sapi merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan produksi padi, daging, susu, dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan dari usahatani integrasi antara tanaman padi dan ternak sapi potong di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. Metode pengkajian dirancang dalam dua kelompok perlakuan, yaitu pola integrasi dan pola non-integrasi. Analisis biaya dan pendapatan dilakukan untuk mengetahui tingkat keuntungan usahatani integrasi dan non integrasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem usahatani integrasi padi-sapi dapat meningkatkan pendapatan dan nilai R/C. Pola integrasi jauh lebih tinggi dalam memperoleh pendapatan (Rp 80.999.332) daripada non integrasi (Rp 47.680.000). Peningkatan pendapatan petani dari sistem non integrasi ke sistem integrasi sebesar Rp 33.319.332 atau sekitar 69,88 persen dengan nilai R/C meningkat sebesar 12,092 persen
PENGARUH UMUR BIBIT DAN JUMLAH BIBIT TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH Sution Sution; Serom Serom
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.17 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan umur bibit yang tepat untuk dipindahkan pada lahan sawah, mendapatkan jumlah bibit yang sesuai untuk hasil produksi yang maksimum serta menghasilkan kombinasi antar umur bibit dan jumlah bibit yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas padi sawah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor pertama umur bibit terdiri dari umur bibit 15 hss, umur bibit 21 hss dan umur bibit 27 hss. Faktor kedua pengunaan jumlah bibit yang terdiri dari 2 batang, 5 batang, 8 batang dan 11 batang. Kombinasi keduannya sebanyak 12 perlakuan, yang diulang sebanyak 3 kali, secara keseluruhan terdapat 36 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tanaman padi tertinggi pada perlakuan dengan umur bibit 15 hss (4,222 t ha-1). Sedangkan hasil penelitian terhadap penggunaan jumlah bibit padi bahwa panjang malai dengan menggunakan 2 batang lebih tinggi (19,65 cm) dibanding 5-11 batang. Persentase gabah hampa tertinggi pada jumlah bibit 11 batang 23,45% sedangkan persentase gabah hampa terendah dengan 2 batang. Bobot 1000 butir tertinggi dengan perlakuan jumlah bibit 2 batang (25,78 g) sedangkan terendah dengan menggunakan jumlah bibit 5 batang dan 11 batang (24,89 g). Penggunaan jumlah bibit 2-11 batang tidak terjadi perbedaan terhadap hasil produksi gabah kering panen.
INTEGRASI PASAR CABAI MERAH DI KABUPATEN JEMBER (PENDEKATAN KOINTEGRASI ENGLE-GRANGER) Eliyatiningsih, Eliyatiningsih; Mayasari, Financia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.168 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harga, integrasi pasar, dan pasar yang mendominasi pembentukan harga cabai merah di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data time series harga bulanan cabai merah di pasar konsumen dan pasar produsen di Kabupaten Jember periode tahun 2010 hingga 2016. Perilaku harga dianalisis dengan analisis koefisien variasi. Pendekatan kointegrasi Engle Granger digunakan untuk mengetahui adanya integrasi jangka panjang dan uji kausalitas Granger untuk mengetahui pasar yang mendominasi pembentukan harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku harga cabai merah pasar produsen dan pasar konsumen menunjukkan pergerakan yang sama. Nilai KV pasar produsen lebih besar, yaitu 63,39 persen, dibanding pasar konsumen, yaitu 50,15 persen. Ini menunjukkan harga cabai merah pasar produsen lebih berfluktuasi dibanding pasar konsumen. Pasar produsen dan pasar konsumen cabai merah di Kabupaten Jember terintegrasi kuat. Tidak terdapat hubungan kausalitas antara pasar produsen dan pasar konsumen dalam pemasaran cabai merah di Kabupaten Jember.

Page 18 of 139 | Total Record : 1386