cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
IDENTIFIKASI Fusarium sp. DARI TANAMAN PISANG SEBAGAI INOKULAN PEMBENTUKAN GAHARU Fariha Wilisiani; Sumardi Sumardi; Afrizal Hasibuan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1178

Abstract

Tanaman gaharu merupakan tanaman hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan dimanfaatkan sebagai bahan parfum, kosmetik, dan obat. Dalam budidaya tanaman gaharu, salah satu kendalanya adalah pembentukan gaharu dengan rendemen rendah serta proses pembentukan gubal gaharu yang lama. Saat ini banyak dikembangkan pembentukan gaharu buatan, yaitu dengan inokulasi Fusarium sp. untuk mempercepat pembentukan gubal gaharu. Jenis isolat Fusarium sp. sangat berpengaruh terhadap pembentukan gaharu. Penelitian ini mengkaji potensi Fusarium sp. dari tanaman inang pisang yang dimanfaatkan sebagai inokulan unggul pembentukan gaharu. Metode yang digunakan: identifikasi Fusarium sp. secara makroskopis, mikroskopis, dan molekuler. Hasil penelitian: identifikasi Fusarium sp. secara makroskopis menunjukkan warna hifa putih keunguan dan secara mikroskopis terlihat spora dan konidia khas dari Fusarium sp. Identifikasi secara molekuler menggunakan primer universal ITS menunjukkan sampel yang diuji positif terdeteksi bagian ITS nya dan hasil sekuensing dari produk PCR tersebut menunjukkan bahwa Fusarium sp. yang dianalisis memiliki kemiripan dengan Fusarium oxysporum yang telah ada di database genebank. Fusarium jenis tersebut juga telah dilaporkan terdapat dalam gubal gaharu yang terbentuk secara alami. Oleh karena itu, isolat Fusarium oxysporum yang diisolasi dari tanaman inang pisang dalam penelitian ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai inokulum dalam pembentukan gubal gaharu
PERTUMBUHAN TANAMAN LAMTORO (Leucaena leucocephala cv. Tarramba) MENDUKUNG PENYEDIAAN PAKAN DI KAWASAN PENGEMBANGAN SAPI POTONG Tiro, Batseba M.W.; Tirajoh, Siska; Usman, Usman; Beding, Petrus A.; Palobo, Fransiskus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1281

Abstract

Introduksi teknologi budidaya hijauan pakan lamtoro sebagai upaya penyediaan hijauan pakan berkualitas dilakukan pada kebun Kelompok Tani Wiwa Papua Bangkit Mandiri yang merupakan salah satu lokasi pendampingan pengembangan kawasan sapi potong di Kabupaten Keerom. Introduksi tanaman L. leucochepala cv Tarramba dengan menggunakan anakan dalam polybag pada lahan seluas 100 x 70 m. Penanamannya dalam bentuk budidaya lorong dengan jarak tanam 1,5 m dalam baris dan 5 m antar baris. Pada lorong tanaman lamtoro ditanam tanaman sela yakni jagung dan kacang tanah. Penanaman jagung dan kacang tanah sebagai tanama sela diantara tanaman lamtoro dengan sistem tanam tanpa olah tanah (TOT) dengan jarak tanam 40 x 80 cm dan 20 x 40 cm. Parameter pertumbuhan tanaman L. leucochepala cv Tarramba adalah tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah cabang. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Diperoleh rata-rata tinggi tanaman dan diameter batang L. leucochepala cv Tarramba sampai 4 bulan tanaman di lapangan (186,4-265,4 cm dan 1,25-2,46 cm), sedangkan untuk jumlah cabang 3,10-16,5 cabang. Rataan produktivitas tanaman sela jagung dan kacang tanah mencapai 3,13 t/ha dan 1,05 t/ha.
PENGARUH AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP PENGGUNAAN LAHAN DI LINGKUNGAN PESISIR Purnamasari, Anastasia Neni Candra
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1344

Abstract

Aktivitas manusia pada lingkungan pesisir desa Kuwaru yaitu kegiatan manusia di tempat wisata. Konversi lahan pada daerah pesisir desa Kuwaru cukup banyak seiring dengan tekanan aktivitas manusia. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui aktivitas manusia pada lingkungan pesisir desa Kuwaru, (2) mengetahui konversi lahan pada daerah pesisir desa Kuwaru, (3) mengetahui dampak penggunaan lahan atau alih fungsi lahan pesisir desa Kuwaru. Metode penelitian menggunakan metode studi literatur, pengamatan langsung di lapangan dan indept interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan atau alih fungsi lahan pesisir desa Kuwaru menimbulkan dampak yang cukup besar, baik dampak positif dan dampak negatif.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI DI LAHAN PERTANIAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA GIRIKARTO, KECAMATAN PANGGANG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Nanang Kusuma Mawardi; Wahyu Setyai Ratri; Susi Widiatmi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1136

Abstract

Petani di Desa Banyumeneng Girikerto, Gunungkidul merupakan petani padi tadah hujan. Di musim kemarau, lahan petani tersebut dibiarkan (diberokan) atau dimanfaatkan untuk menanam palawija dengan menggunakan air tampungan di drum atau memanfaatkan telaga yang ada di desa tersebut. Studi kelayakan perlu dilakukan untuk menghindari modal yang terlalu besar untuk suatu kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani padi lahan sawah tadah hujan di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini dilaksanakan dengan sampel 30 orang. Metode: analisis deskriptif dan kelayakan usahatani dengan uji R/C rasio dengan asumsi jika nilai R/C rasio > 1 maka usahatani layak. Hasil: pendapatan usahatani padi lahan sawah tadah hujan di Desa Girikarto sebesar Rp 10.709.823,755. Keuntungan usahatani padi menunjukkan petani rugi sebesar Rp 18.303.507, 572. Dari hasil uji kelayakan diperoleh nilai R/C < 1 (0.369), berarti bahwa usahatani padi lahan sawah tadah hujan di Desa Girikarto tidak layak diusahakan. Dari komponen biaya eksplisit usahatani terlihat biaya pupuk menjadi komponen biaya usahatani paling tinggi. Komponen biaya eksplisit usahatani paling tinggi berikutnya adalah biaya tenaga kerja,  penyusutan, benih, pestisida dan pajak.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Ulva lactuca) DALAM RANSUM ITIK TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR Salawati, Endang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan rumput laut (Ulva lactuca) dalam ransum itik terhadap kualitas fisik telur. Sebanyak 36 ekor itik petelur pada masa produksi dikelompokkan menjadi empat perlakuan dan empat ulangan dengan rancangan acak lengkap pola searah. Perlakuannya adalah T1 (0% RL), T2 (5% RL), T3 (10% RL), dan T4 (15% RL). Ransum perlakuan disusun dengan kandungan protein 14% - 15% dan energi (2900 ME Kcal/kg). Pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diambil meliputi berat telur, berat kuning telur, warna kuning telur, berat kerabang, tebal kerabang serta nilai Haugh Unit (HU). Data dianalisis variansi dan bila terdapat perbedaan dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test. Hasil: ada perbedaan sangat nyata (p<0,05) pada berat telur T2 dengan T1 dan T3, namun T4 tidak berbeda nyata dengan T1, T3 dan T2. Pada berat yolk (kuning telur) menunjukkan terdapat perbedaan nyata, yaitu pada T4 dengan T1, T2 dan T3 dan tidak berbeda nyata T2 dengan T1, T3 dan T4, pada warna kuning telur yang dihasilkan terdapat perbedaan sangat nyata perlakuan T1 dengan T4 dan tidak berbeda nyata antara T2 dan T1, T3 dan T4. Pada berat kerabang berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan nyata antara T1 sama dengan T3 dan T2 sama dengan T4. Hasil analisis statistik tebal kerabang terdapat perbedaan nyata T1 sama dengan T2 sedangkan T3 dan T4 tidak sama. Penambahan rumput laut sampai level 15% meningkatkan kualitas fisik telur.
KAJIAN PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN DAN MACAM PUPUK KANDANG DAN KOMPOS TERHADAP HASIL DAN KANDUNGAN KARBOHIDRAT KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Yuda Wicaksana; Muhammad Inti; Efan Nurhidayat; Muhammad Nurhuda; Anjariana Makmum Rokim; Ananda Rizqi azharry Rohmadan; Dinna Juwita Anggrain; Nurmaliatik Nurmaliatik; Nurwito Nurwito; Indah Rohana Setyaningsih; Nurdin Cahyo Setiawan; Nurul Hidayat; Sri Widata; Yekti Maryani Maryani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1296

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk kandang dan kompos terhadap hasil, kandungan karbohidrat kacang hijau. Data pendukung di peroleh dari percobaan lapangan di desa Parangtritis, kecamatan Keretek, kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta yang memiliki tinggi tempat 10 meter diatas permukaan laut, Jenis tanah yang di gunakan adalah tanah pasir pantai. Percobaan ini dilakukan dengan mengunakan split plot meliputi dua factor, factor pertama adalah frekeuensi penyiraman sebagai main plot dan factor kedua perlakuan pupuk kandang dan kompos sebagai sub plot. Variable pengamatan meliputi : jumlah polong per tanaman, bobot polong pertanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per ha, kandungan karbohidrat, kandungan vitamin E. Data dianalisis dengan analisis varian pada taraf 5%, dan dlanjutkan dengan mengunakan uji jarak berganda Duncan ( DMRT ) pada taraf 5%. Perlakuan pupuk kandang kambing, Kandang ayam dan kompos memberikan hasil per hektar dan Sum Quality Rate lebih tinggi daripada tanpa pupuk. Perlakuan penyiraan. menunjukkan tidak beda nyata terhadap hasil kacang hijau per hektar dan Sum Quality Rate. Perlakuan kompos dengan penyiraman tiga hari sekali memberikan kandungan karbohidrat tertinggi sebesar 64,80% per 100g.
KARAKTERISTIK PERAKARAN TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH PASIR DENGAN TINGKAT KERAPATAN TANAMAN PAGAR JAGUNG MANIS Astutik, Dwi; Yudhono, Prapto; Waluyo, Sriyanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1130

Abstract

Lahan pasir di wilayah yogyakarta sebagai lahan pertanian produktif memiliki peluang yang besar untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat kerapatan tanaman pagar jagung manis terhadap karakteristik perakaran tanaman kacang hijau. Penelitian dilakukan di lahan pasir pantai Samas Bantul pada Agustus sampai November 2016. Rancangan yang digunakan adalah rancangan faktorial multilokasi (oversite) dengan faktor pertama penggunaan tanaman pagar dan faktor kedua kultivar kacang hijau. Faktor pertama yaitu tanpa tanaman pagar, kerapatan tanaman pagar tinggi, kerapatan tanaman pagar rendah. Faktor kedua sebagai anak petak terdiri Vima 1 dan lokal Purworejo. Pengamatan yang dilakukan adalah analisis tanah, jumlah bintil akar, diameter akar, volume akar, panjang akar, dan luas permukaan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman pagar memiliki volume akar kacang hijau 2 MST, luas permukaan akar 4 MST, dan jumlah bintil akar kacang hijau 6 MST lebih tinggi dibanding tanpa tanaman pagar. Terdapat interaksi antara perlakuan kerapatan tanaman pagar dengan kultivar pada variabel jumlah bintil akar kacang hijau umur 2 MST, diameter akar 4 MST, dan panjang akar 4 MST
UJI EFIKASI HERBISIDA NATRIUM BISPIRIBAK TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA, PERTUMBUHAN TANAMAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Elizabeth Hardini P; Hidayat Pujisiswanto; Niar Nurmauli; Herry Susanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1184

Abstract

Produksi padi mengalami penurunan akibat keberadaan gulma. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara kimiawi menggunakan herbisida berbahan aktif natrium bispiribak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) dosis herbisida natrium bispiribak yang dapat mengendalikan gulma padi sawah, (2) apakah terjadi perubahan komposisi jenis gulma setelah aplikasi herbisida, (3) apakah terjadi fitotoksisitas dan penghambatan pertumbuhan serta hasil padi sawah akibat aplikasi herbisida natrium bispiribak. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah dan Laboratorium Ilmu Gulma, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung bulan Juli sampai Oktober 2018. Hasil penelitian menunjukkan herbisida natrium bispiribak dosis 30 hingga 60 g ha-1 dan penyiangan manual mampu mengendalikan gulma total, gulma golongan daun lebar, golongan rumput, dan golongan teki. Aplikasi herbisida natrium bispiribak dosis 30 hingga 60 g ha-1 dan penyiangan manual menyebabkan terjadinya perubahan komposisi gulma. Aplikasi herbisida natrium bispiribak tidak meracuni dan tidak menghambat pertumbuhan dan hasil padi sawah
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN FITOSAN TERHADAP KADAR BRIX BATANG DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench ) DI TANAH PASIRAN LAHAN KERING KABUPATEN LOMBOK UTARA, NTB Akhmad Zubaidi; Suwardji Suwardji; Wayan Wangiyana
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1291

Abstract

Kadar brix batang sorgum berkisar 13-18 % sementara produktivitas sorgum di lahan kering umumnya masih relatif rendah (1-3 ton/ha). Penelitian ini bertujuan mencari cara meningkatkan kadar brix dan produktivitas sorgum di tanah pasiran di lahan kering. Percobaan menggunakan metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial terdiri atas Phonska 3 aras, yaitu P0 (kontrol), P150, P300 dan Fitosan 2 aras, yaitu F0 (kontrol) dan F5. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan, yaitu kontrol (P0F0), tanpa pupuk Phonska dan Fitosan 5 ml/liter (P0F5), pupuk Phonska 150 kg/ha dan tanpa Fitosan (P150F0), pupuk Phonska 150 kg/ha dan Fitosan 5 ml/liter (P150F5), pupuk Phonska 300 kg/ha dan tanpa Fitosan (P300F0), pupuk Phonska 300 kg/ha dan Fitosan 5 ml/liter (P300F5) dengan ukuran petak 3,5 m x 5 m. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA), dilanjutkan Uji BNJ 5% terhadap perlakuan yang berbeda nyata. Hasil: pemberian pupuk Phonska dan Fitosan dapat meningkatkan kadar brix sehingga mencapai titik optimum pada umur 86 HST yaitu 19,34%. Pemupukan Phonska 300 kg/ha dan ZPT Fitosan 5ml/liter memberikan hasil yang lebih baik terhadap hasil tanaman sorgum sebesar 3,40 t/ha untuk Phonska dan 2,92 t/ha untuk Fitosan.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT KAWASAN WISATA TAMAN GLUGUT DALAM REKAYASA SOSIAL PENGOLAHAN LIMBAH BAMBU (Studi Kasus di Kawasan Taman Glugut Desa Wonokromo, Pleret, Bantul) Dinarti, Siwi Istianai; Oktavianty, Herawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1179

Abstract

Wisata Taman Glugut yang terletak di Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan wisata edukasi yang memanfaatkan tanaman bambu sebagai obyek utama wisatanya. Pemeliharaan kebersihan di taman ini sudah terlaksana baik namun limbah berupa serasah daun bambu hanya dibiarkan saja atau dibakar oleh petugas kebersihan. Padahal, serasah daun bambu yang terbengkalai tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi, yaitu sebagai bahan baku pembuatan pupuk cair. Dalam hal mewujudkan peningkatan nilai jual limbah tersebut maka diperlukan pelatihan kepada masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat sekitar. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pengambilan responden menggunakan sistem random sampling. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sekitar Wisata Taman Glugut mengalami peningkatan dengan adanya rekayasa sosial

Page 29 of 139 | Total Record : 1386